Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23085 | 30 Nov 2025
Klinis : Pasien 85 tahun dengan diagnosa medis Gw+Low intake+ Hiponatremia+ AKI dd ACKD+ Riw BPH. Keadaan umum baik, kesadaran composmentis, tb 161, bb 53 kh, bbi 55 kg. suhu 36, Denyut nadi: 92x/mnt , lemah dan tidk teratur, Tekanan darah: 140/80 mmHg dengan posisi tidur, Frekuensi nafas: 20 x/mnt
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Status dimana individu berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Keseimbangan Cairan". Tujuan keperawatan adalah mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit pasien dalam batas normal. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: membran mukosa lembab, turgor kulit baik (kembali dalam < 3 detik), tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima (tekanan darah, denyut nadi, suhu, frekuensi pernapasan), haluaran urine adekuat (≥ 30 mL/jam atau ≥ 0,5 mL/kg/jam) dengan berat jenis urine normal, tidak ada edema perifer atau sakral, dan berat badan stabil tanpa fluktuasi yang signifikan. Pada pasien lansia dengan kondisi kompleks ini, pemantauan ketat terhadap tanda-tanda dehidrasi (seperti turgor kulit yang menurun, mata cekung, denyut nadi lemah) atau kelebihan cairan (seperti edema, crackles paru) sangat penting. Perawat akan memantau asupan dan haluaran cairan secara ketat, menimbang berat badan harian dengan timbangan yang sama dan pakaian yang sama, serta mengkaji status mental karena perubahan seperti kebingungan dapat menjadi tanda awal ketidakseimbangan elektrolit seperti hiponatremia.
Kode SIKI: I.05058, I.08017, I.08021, I.08022, I.09029
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk menangani risiko ketidakseimbangan volume cairan bersifat multidimensi dan komprehensif. Pertama, Memantau Keseimbangan Cairan (I.05058) adalah inti dari penanganan. Ini melibatkan pencatatan akurat semua asupan (oral, IV, makanan) dan haluaran (urine, drainase, muntah), serta menghitung balance cairan setiap shift atau 24 jam. Pada pasien dengan AKI dan hiponatremia, pengukuran haluaran urine yang tepat sangat krusial untuk menilai fungsi ginjal. Kedua, Manajemen Hipervolemia (I.08017) mungkin diperlukan meskipun ada low intake, karena ginjal yang mengalami AKI tidak dapat mengeluarkan cairan dengan efektif, berisiko menyebabkan kelebihan cairan. Intervensi ini mencakup pembatasan cairan sesuai instruksi, memantau tanda-tanda edema dan kongesti paru, serta memposisikan pasien untuk memfasilitasi pertukaran gas. Ketiga, Manajemen Hipovolemia (I.08021) juga relevan mengingat riwayat "low intake". Intervensi ini meliputi pemberian cairan intravena sesuai resep (dengan hati-hati karena AKI), memantau respons hemodinamik, dan mendorong asupan oral secara bertahap jika memungkinkan. Keempat, Manajemen Cairan (I.08022) adalah intervensi umum yang mengkoordinasikan semua tindakan terkait cairan, termasuk menentukan tujuan terapi cairan, memilih jenis cairan yang tepat (misalnya, cairan isotonik untuk hiponatremia hipovolemik), dan mengevaluasi respons pasien. Terakhir, Manajemen Elektrolit (I.09029) sangat penting untuk menangani hiponatremia. Intervensi ini meliputi pemantauan kadar natrium serum, mengkaji tanda-tanda neurologis seperti sakit kepala, mual, lemah, atau kebingungan yang dapat memburuk menjadi kejang, serta berkolaborasi dalam pemberian terapi natrium dengan sangat hati-hati untuk menghindari koreksi yang terlalu cepat yang dapat menyebabkan komplikasi neurologis yang parah. Semua intervensi ini dilakukan dengan mempertimbangkan usia lanjut pasien, di mana regulasi cairan dan elektrolit sudah menurun, dan respons terhadap terapi mungkin lebih lambat.
Kondisi: Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0027Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.04030
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Status Nutrisi". Tujuannya adalah untuk meningkatkan atau mempertahankan status gizi pasien. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: asupan makanan dan cairan sesuai atau mendekati kebutuhan tubuh yang dihitung, berat badan stabil atau meningkat menuju berat badan ideal (BB pasien 53 kg dari BBI 55 kg menunjukkan status gizi borderline, berisiko kurang), tidak ada penurunan berat badan yang tidak diinginkan, nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin, prealbumin, hemoglobin) dalam rentang normal atau membaik, serta memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas. Pada pasien lansia, tujuan realistis mungkin mempertahankan berat badan dan mencegah penurunan lebih lanjut, daripada peningkatan yang signifikan. Perawat akan memantau tanda-tanda klinis malnutrisi seperti kelemahan otot, kelelahan, penyembuhan luka yang lambat, dan perubahan pada rambut serta kuku. Peningkatan nafsu makan dan kemampuan untuk mengunyah serta menelan dengan aman juga merupakan indikator keberhasilan yang penting.
Kode SIKI: I.04017, I.04018, I.04026
Deskripsi : Intervensi keperawatan difokuskan untuk mengatasi penyebab "low intake" dan memastikan kecukupan nutrisi. Pertama, Manajemen Nutrisi (I.04017) adalah intervensi utama yang melibatkan kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan protein pasien berdasarkan kondisi AKI dan usia. Perawat akan memastikan diet yang diberikan sesuai toleransi, mungkin diet lunak atau tinggi kalori-protein, dan memantau asupan makanannya setiap hari. Kedua, Peningkatan Nutrisi (I.04018) secara khusus menargetkan peningkatan asupan. Intervensi ini mencakup menyajikan makanan dalam porsi kecil namun sering untuk tidak membuat pasien kewalahan, menyajikan makanan dalam bentuk yang menarik dan mudah dikunyah (mengingat kemungkinan masalah gigi atau mulut pada lansia), meminimalkan gangguan selama waktu makan, dan mendorong keluarga untuk membawa makanan favorit pasien yang aman sesuai diet. Ketiga, Monitoring Status Nutrisi (I.04026) dilakukan secara berkelanjutan. Ini meliputi menimbang berat badan secara rutin (idealnya setiap hari pada waktu yang sama), mendokumentasikan persentase makanan yang dihabiskan, memantau tanda-tanda labilitas glukosa darah yang dapat dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang tidak menentu, dan mengkaji adanya mual atau faktor lain yang menghambat intake. Pada pasien dengan AKI, pengaturan diet mungkin perlu membatasi kalium, fosfor, dan natrium, sehingga edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pemilihan makanan menjadi bagian integral dari intervensi ini.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0061Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09003
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Toleransi Aktivitas". Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas fisik tanpa menimbulkan kelelahan berlebihan atau gangguan tanda-tanda vital. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: pasien melaporkan peningkatan tingkat energi dan penurunan keluhan kelelahan, mampu melakukan Aktivitas Hari Sehari-hari (ADL) seperti mandi, berpakaian, dan makan dengan bantuan minimal, tanda-tanda vital (denyut nadi, tekanan darah, frekuensi napas) dalam rentang normal selama dan setelah aktivitas, tidak mengalami dispnea (sesak napas), nyeri dada, atau pusing yang signifikan saat beraktivitas, serta mampu berpartisipasi dalam aktivitas ambulasi atau latihan sesuai rencana yang ditetapkan. Pada pasien lansia dengan kelemahan umum dan denyut nadi yang lemah serta tidak teratur, tujuan utamanya adalah mempertahankan mobilitas fungsional dan mencegah komplikasi imobilisasi seperti trombosis atau dekubitus, daripada mencapai tingkat aktivitas yang tinggi.
Kode SIKI: I.09002, I.09004
Deskripsi : Intervensi keperawatan dirancang untuk menghemat energi pasien sekaligus mempertahankan kekuatan dan mobilitas. Pertama, Manajemen Energi (I.09002) adalah kunci. Intervensi ini melibatkan pengaturan jadwal aktivitas yang diselingi periode istirahat yang cukup untuk mencegah kelelahan. Perawat akan mengajarkan pasien teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas (misalnya mandi atau berpakaian), memecah tugas menjadi langkah-langkah kecil, dan menghindari aktivitas yang mengejan. Lingkungan juga diatur untuk meminimalkan energi yang terbuang, misalnya dengan menempatkan barang-barang yang sering digunakan dalam jangkauan. Kedua, Peningkatan Toleransi Aktivitas (I.09004) berfokus pada latihan bertahap. Berdasarkan kondisi pasien, perawat akan membantu membuat rencana aktivitas progresif, dimulai dari lat
Article No. 23086 | 30 Nov 2025
Klinis : Seorang laki-laki, 45 tahun, datang ke puskesmas untuk pemeriksaan kesehatan rutin. Pasien mengeluh sering merasa pusing di bagian belakang kepala dan mudah lelah sejak 2 minggu terakhir. Pasien memiliki riwayat merokok selama 20 tahun dan jarang berolahraga. Ayah pasien memiliki riwayat hipertensi.Saat pemeriksaan awal, pasien tampak sadar penuh, namun wajah terlihat sedikit tegang. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital Tekanan darah: 150/95 mmHg Nadi 92 x/menit Pernapasan 20 x/meni Suhu 36,7°C
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah didefinisikan sebagai kondisi di mana seorang individu rentan mengalami fluktuasi tekanan darah yang dapat mengganggu kesejahteraan atau fungsi tubuh. Pada kasus ini, pasien laki-laki berusia 45 tahun menunjukkan tanda-tanda awal yang signifikan. Keluhan pusing di bagian belakang kepala dan mudah lelah selama dua minggu merupakan manifestasi klinis yang umum terkait dengan tekanan darah yang tidak terkontrol. Hasil pengukuran tekanan darah sistolik 150 mmHg dan diastolik 95 mmHg secara konsisten dikategorikan sebagai hipertensi stadium 1 menurut pedoman JNC 7. Faktor risiko utama yang memperberat kondisi ini adalah riwayat merokok selama 20 tahun, yang menyebabkan kerusakan endotel pembuluh darah dan peningkatan kekakuan arteri. Gaya hidup sedentari dengan jarang berolahraga berkontribusi pada obesitas dan resistensi insulin, yang merupakan komponen sindrom metabolik. Riwayat keluarga hipertensi pada ayah pasien juga menjadi faktor predisposisi genetik yang kuat. Wajah yang terlihat tegang dapat menjadi cerminan dari ansietas atau respons fisiologis tubuh terhadap peningkatan tekanan intravaskular. Kombinasi dari faktor-faktor risiko yang dapat dimodifikasi (merokok, kurang aktivitas) dan yang tidak dapat dimodifikasi (genetik, usia) ini menciptakan sebuah kerentanan sistemik yang, tanpa intervensi, akan berkembang menjadi hipertensi menetap dan komplikasi jangka panjang seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.
Kode SLKI: L.15018
Deskripsi : SLKI untuk Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah berfokus pada upaya pencegahan dan stabilisasi. Luaran yang diharapkan adalah tekanan darah terkontrol dan pasien mampu mengelola faktor risikonya secara mandiri. Secara spesifik, luaran ini mencakup beberapa aspek kritis. Pertama, tercapainya nilai tekanan darah dalam rentang yang ditargetkan, yaitu di bawah 140/90 mmHg, atau bahkan lebih rendah jika memungkinkan, yang akan menghilangkan keluhan pusing dan kelelahan. Kedua, peningkatan pengetahuan dan pemahaman pasien mengenai kondisi hipertensi, faktor penyebab, dampak jangka panjang, dan pentingnya terapi farmakologis maupun non-farmakologis. Ketiga, adopsi perilaku hidup sehat, yang merupakan inti dari pencegahan primer dan sekunder. Perawat akan mendorong pasien untuk memulai program olahraga teratur seperti jalan cepat 30 menit per hari, mengatur pola diet dengan mengurangi asupan garam, lemak jenuh, dan kolesterol, serta meningkatkan konsumsi buah, sayur, dan serat. Keempat, penghentian kebiasaan merokok secara total, yang akan memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan. Kelima, kemampuan pasien untuk memantau tekanan darahnya sendiri secara rutin dan mengenali tanda-tanda peringatan dini jika tekanan darah kembali meningkat. Pencapaian luaran ini membutuhkan komitmen jangka panjang dari pasien dan dukungan berkelanjutan dari tenaga kesehatan.
Kode SIKI: I.15018
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah bersifat komprehensif dan edukatif. Langkah pertama adalah melakukan pengkajian yang mendalam, termasuk memantau tekanan darah pada kedua lengan, dalam posisi duduk dan berdiri, untuk menyingkirkan hipotensi ortostatik. Anamnesis lebih lanjut diperlukan mengenai pola makan, tingkat stres, dan kebiasaan tidur pasien. Intervensi utama adalah pendidikan kesehatan (edukasi) yang intensif. Perawat akan menjelaskan hubungan kausal antara kebiasaan merokok, kurang gerak, dan tekanan darah tinggi dengan bahasa yang mudah dipahami. Edukasi manajemen diet difokuskan pada pembatasan natrium hingga kurang dari 2.3 gram per hari, misalnya dengan tidak menambahkan garam ekstra pada makanan, menghindari makanan kalengan atau olahan, dan membaca label kemasan. Pasien akan dilatih teknik manajemen stres sederhana seperti latihan pernapasan dalam dan relaksasi progresif untuk mengurangi ketegangan yang terlihat pada wajahnya. Perawat akan berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun rencana diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) yang sesuai dengan budaya dan preferensi pasien. Dalam hal aktivitas fisik, perawat akan membantu pasien menyusun program latihan yang realistis dan bertahap, dimulai dari intensitas ringan hingga sedang. Untuk mengatasi kecanduan rokok, perawat dapat memberikan konseling singkat atau merujuk ke klinik berhenti merokok. Peran perawat juga termasuk memfasilitasi konsultasi medis untuk evaluasi kebutuhan terapi farmakologis antihipertensi. Pemantauan dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai kepatuhan pasien terhadap intervensi yang telah direncanakan dan menyesuaikan rencana tersebut sesuai dengan respons dan perkembangan kondisi pasien. Dokumentasi yang akurat terhadap semua intervensi dan respons pasien sangat penting untuk memastikan kesinambungan asuhan.
Article No. 23087 | 30 Nov 2025
Klinis : Seorang laki-laki, 45 tahun, datang ke puskesmas untuk pemeriksaan kesehatan rutin. Pasien mengeluh sering merasa pusing di bagian belakang kepala dan mudah lelah sejak 2 minggu terakhir. Pasien memiliki riwayat merokok selama 20 tahun dan jarang berolahraga. Ayah pasien memiliki riwayat hipertensi.Saat pemeriksaan awal, pasien tampak sadar penuh, namun wajah terlihat sedikit tegang. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital Tekanan darah: 150/95 mmHg Nadi 92 x/menit Pernapasan 20 x/meni Suhu 36,7°C
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah serebral yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 3406
Deskripsi : Perfusi Jaringan Serebral: Tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan; Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan; Nyeri kepala terkontrol; Status neurologis dalam batas normal; Tidak ada pusing; Tidak ada mual dan muntah; Tidak ada perubahan perilaku; Tidak ada penurunan kesadaran.
Kode SIKI: 4206
Deskripsi : Manajemen Hipertensi: Monitor tekanan darah, nadi, frekuensi napas, dan suhu; Auskultasi bunyi jantung dan nadi perifer; Identifikasi faktor risiko hipertensi; Kolaborasi pemberian terapi farmakologi sesuai resep; Anjurkan pembatasan asupan natrium; Anjurkan pembatasan asupan kafein; Anjurkan pembatasan asupan lemak; Anjurkan menghindari rokok dan alkohol; Anjurkan melakukan aktivitas fisik; Ajarkan teknik manajemen stres; Monitor efek samping terapi; Ajarkan pemantauan tekanan darah mandiri.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: 0101
Deskripsi : Toleransi Aktivitas: Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan saat aktivitas; Denyut nadi dalam rentang yang diharapkan saat aktivitas; Frekuensi napas dalam rentang yang diharapkan saat aktivitas; Mampu melakukan aktivitas sesuai kemampuan; Laporan kelelahan terkontrol; Tidak terjadi dyspnea (sesak napas) saat aktivitas; Tidak terjadi nyeri dada saat aktivitas.
Kode SIKI: 0730
Deskripsi : Manajemen Energi: Monitor tanda-tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas; Identifikasi faktor yang menyebabkan kelelahan; Kaji respons terhadap aktivitas; Bantu pasien untuk mengidentifikasi aktivitas yang dapat menyebabkan kelelahan; Anjurkan teknik penghematan energi; Bantu memprioritaskan aktivitas; Jadwalkan periode istirahat; Tingkatkan aktivitas secara bertahap; Anjurkan aktivitas fisik sesuai toleransi; Kolaborasi pemberian terapi oksigen jika diperlukan.
Article No. 23089 | 30 Nov 2025
Klinis : Di Ruang Rawat Penyakit Dalam Rumah Sakit Al-Hikmah, seorang pasien perempuan berusia 63 tahun bernama Ibu S, dirawat karena pneumonia berat dan gagal napas ringan. Pasien hanya mampu duduk sebentar dan lebih sering berbaring dengan bantuan oksigen nasal cannula. Ia terpasang infus di tangan kiri dan memiliki batuk yang sering kambuh. Ibu S merupakan seorang Muslim yang dikenal rajin sholat lima waktu. Sejak dirawat 4 hari lalu, ia merasa sedih dan sering menangis ketika jam sholat karena merasa tidak mampu menjalankan ibadah sebagaimana biasanya. Ia mengatakan kepada perawat: “Saya merasa bersalah… Saya takut sholat saya tidak diterima karena hanya bisa berbaring. Saya juga bingung bagaimana wudhu dengan kondisi seperti ini.” Keluarga pasien meminta perawat membantu memberikan bimbingan ibadah yang sesuai dengan syariat Islam bagi orang sakit. Perawat jaga, Ns. A, adalah seorang perawat Muslim yang memahami prinsip rukhsah ibadah dalam Islam. Namun di bangsal tersebut, belum ada SOP khusus tentang bimbingan ibadah pasien, dan tidak ada leaflet atau panduan sholat untuk pasien sakit. Masih sering terjadi kebingungan antara keluarga, pasien, dan sebagian perawat lain dalam menentukan cara ibadah pasien yang sesuai kondisi klinis. Pada saat pengkajian, ditemukan: 1. Pasien merasa cemas dan takut ibadahnya tidak sah. 2. Pasien ingin tetap sholat tepat waktu tetapi merasa tidak tahu caranya. 3. Pasien belum memahami wudhu dengan kondisi infus, tayamum, dan sholat dengan isyarat. 4. Lingkungan bangsal belum sepenuhnya mendukung privasi ibadah pasien. Perawat kemudian berencana memberikan edukasi dan bimbingan ibadah serta berkolaborasi dengan rohaniawan rumah sakit. Pertanyaan penugasan 1. Identifikasi masalah keperawatan yang muncul pada kasus di atas terkait kebutuhan spiritual pasien. 2. Jelaskan peran perawat Muslim dalam membimbing pasien menjalankan ibadah sesuai kondisi sakitnya. 3. Buatlah rencana intervensi keperawatan (3–5 intervensi) berbasis nilai Islam untuk membantu pasien menjalankan ibadah dengan benar. 4. Sebutkan batasan dan etika perawat saat memberikan bimbingan ibadah kepada pasien. 5. Jelaskan indikator keberhasilan yang menunjukkan bahwa kebutuhan spiritual pasien telah terpenuhi.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Kebutuhan Spiritual
Kode SDKI: B.5
Deskripsi Singkat: Risiko Gangguan Kebutuhan Spiritual adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami gangguan dalam kemampuan untuk menemukan makna, tujuan, dan ketenangan dalam hidup melalui keyakinan dan praktik spiritual atau agamanya, yang dapat mempengaruhi kesejahteraannya. Pada kasus Ibu S, risiko ini dimanifestasikan melalui perasaan bersalah, sedih, cemas, dan takut ibadahnya tidak sah karena keterbatasan fisik akibat pneumonia dan gagal napas. Ia mengalami konflik antara keinginan kuat untuk menjalankan kewajiban agamanya (sholat lima waktu) dengan realitas kondisi klinisnya yang hanya mampu berbaring dan memiliki infus. Ketidaktahuan tentang rukhsah (keringanan) dalam beribadah bagi orang sakit serta kurangnya dukungan lingkungan (seperti tidak adanya panduan dan privasi) semakin memperbesar risiko terjadinya gangguan spiritual ini. Jika tidak ditangani, keadaan ini dapat menghambat proses penyembuhan dan menurunkan kualitas hidup pasien.
Kode SLKI: B.5.1
Deskripsi : SLKI B.5.1 berfokus pada Peningkatan Kebutuhan Spiritual. Tujuan dari kriteria hasil ini adalah untuk memastikan bahwa pasien, dalam hal ini Ibu S, dapat mencapai keadaan damai dan penerimaan terhadap kondisinya dalam konteks keyakinan spiritualnya. Secara spesifik, indikator keberhasilannya adalah: 1) Pasien mampu mengungkapkan perasaan damai dan penerimaan atas kondisinya. Ibu S diharapkan tidak lagi merasa sedih dan menangis, melainkan dapat menerima bahwa kondisinya yang sakit memberikan keringanan dalam beribadah. 2) Pasien mampu mengungkapkan keyakinan bahwa ibadahnya diterima. Ini berarti rasa bersalah dan takut Ibu S bahwa sholatnya tidak sah dapat terhapus dan digantikan dengan keyakinan bahwa ibadah yang dilakukannya sesuai kemampuannya adalah diterima di sisi Allah. 3) Pasien mampu melakukan praktik spiritual sesuai dengan kondisi dan kemampuannya. Ibu S diharapkan dapat melaksanakan sholat dan bersuci (wudhu/tayamum) dengan cara yang benar dan sesuai dengan rukhsah yang diberikan syariat Islam untuk orang sakit, meskipun dalam kondisi berbaring dan terpasang infus.
Kode SIKI: B.5.1.1, B.5.1.2, B.5.1.4, B.5.1.5, B.5.1.7
Deskripsi : Intervensi keperawatan spiritual untuk Ibu S melibatkan beberapa tindakan spesifik berdasarkan kode SIKI. Pertama, B.5.1.1: Memfasilitasi pelaksanaan ibadah. Perawat (Ns. A) harus aktif membantu Ibu S dalam mempraktikkan ibadah. Ini termasuk membantu memposisikan tubuhnya untuk sholat sambil berbaring (miring atau terlentang), membantu dalam berwudhu dengan air atau tayamum jika tidak memungkinkan, serta menyediakan atau membantu mengatur alat bantu seperti Al-Qur'an digital jika diperlukan. Kedua, B.5.1.2: Memberikan pendidikan spiritual. Ini adalah inti dari penanganan kasus ini. Ns. A perlu memberikan edukasi yang komprehensif dan menenangkan tentang konsep rukhsah dalam Islam. Penjelasan harus mencakup tata cara wudhu bagi pasien dengan luka atau infus (mengusap daripada mengalirkan air, atau menggantinya dengan tayamum), tata cara sholat bagi orang sakit (duduk, berbaring, atau dengan isyarat), dan penegasan bahwa ibadah yang dilakukan sesuai kemampuan tetap diterima Allah dan tidak mengurangi pahala. Ketiga, B.5.1.4: Memberikan dukungan empati. Perawat harus mendengarkan keluh kesah Ibu S dengan penuh perhatian, mengakui perasaannya yang sah (sedih dan bersalah), serta memberikan kata-kata penenang dan penghiburan yang sesuai dengan ajaran Islam, seperti mengingatkan bahwa sakit dapat menghapus dosa. Keempat, B.5.1.5: Melibatkan pemimpin agama. Mengingat kompleksitasnya, Ns. A harus berkolaborasi dengan rohaniawan rumah sakit (da'i atau ustadz) untuk memberikan penjelasan yang lebih mendalam dan otoritatif mengenai tata cara ibadah bagi orang sakit, sehingga dapat memperkuat keyakinan Ibu S. Kelima, B.5.1.7: Menciptakan lingkungan yang mendukung. Perawat perlu mengupayakan lingkungan yang kondusif untuk ibadah, misalnya dengan mengatur tirai atau screen di sekitar tempat tidur Ibu S saat waktu sholat untuk memberikan privasi, serta berkoordinasi dengan tim keperawatan lainnya untuk menghormati waktu ibadah pasien dan tidak mengganggu selama pasien sholat.
Article No. 23090 | 30 Nov 2025
Klinis : pasien jatuh dan menggunakan tongkat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Cedera akibat Jatuh
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko cedera adalah keadaan dimana seorang individu memiliki kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat terjadi akibat kondisi lingkungan dan interaksinya dengan lingkungan tersebut, termasuk faktor biologis, kimia, fisik, dan psikososial. Pada pasien yang telah jatuh dan kini menggunakan tongkat, diagnosis ini mengidentifikasi kerentanan yang berkelanjutan untuk mengalami cedera lebih lanjut. Fokusnya adalah pada faktor intrinsik seperti gangguan mobilitas, gangguan keseimbangan, kelemahan otot, nyeri, atau ketidakmampuan beradaptasi dengan alat bantu, serta faktor ekstrinsik seperti kondisi lantai yang licin, pencahayaan yang buruk, atau penggunaan tongkat yang tidak tepat. Tujuan keperawatan adalah untuk meminimalkan atau menghilangkan faktor-faktor risiko ini melalui intervensi yang terencana dan sistematis, sehingga mencegah insiden jatuh berulang dan mempertahankan integritas fisik serta kualitas hidup pasien.
Kode SLKI: 2434
Deskripsi : SLKI 2434 berfokus pada upaya pencegahan jatuh melalui serangkaian tindakan yang komprehensif. Tindakan ini dimulai dengan melakukan penilaian risiko jatuh yang menyeluruh menggunakan alat skrining yang terstandar, seperti Morse Fall Scale atau Hendrich II Fall Risk Model, untuk mengidentifikasi faktor risiko spesifik yang dimiliki pasien. Berdasarkan hasil penilaian, lingkungan pasien dimodifikasi untuk meminimalkan bahaya, misalnya dengan memastikan area sekitar tempat tidur dan jalan yang sering dilalui bebas dari barang-barang yang berserakan, memasang pegangan tangan di kamar mandi dan koridor, serta memastikan pencahayaan yang memadai, terutama pada malam hari. Pasien dan keluarganya diberikan edukasi yang mendalam mengenai faktor risiko jatuh, cara menggunakan tongkat dengan benar (termasuk pengecekan karet ujung tongkat untuk mencegah selip), teknik berpindah posisi yang aman (dari tempat tidur ke kursi, berjalan, dan naik-turun tangga), serta pentingnya memakai alas kaki yang nyaman dan tidak licin. Perawat akan memantau status fungsional pasien secara berkala, termasuk kekuatan otot, keseimbangan, dan pola berjalan (gait). Selain itu, manajemen nyeri yang efektif juga menjadi bagian dari intervensi ini, karena nyeri dapat mengubah cara berjalan dan meningkatkan risiko jatuh. Program latihan untuk meningkatkan kekuatan dan keseimbangan, jika memungkinkan, dapat direkomendasikan. Komunikasi yang jelas dengan seluruh tim kesehatan dan keluarga tentang risiko pasien juga sangat penting untuk memastikan kesinambungan perawatan dan kewaspadaan di semua situasi.
Kode SIKI: 4501
Deskripsi : SIKI 4501 mengukur kriteria hasil yang diharapkan setelah intervensi keperawatan dilaksanakan, yaitu pasien tetap bebas dari cedera. Kriteria ini dievaluasi melalui beberapa indikator utama. Pertama, tidak adanya luka, memar, fraktur (patah tulang), atau trauma lainnya yang terjadi selama periode perawatan. Kedua, pasien mendemonstrasikan kemampuan untuk mempertahankan keselamatan diri, yang ditunjukkan dengan perilaku seperti meminta bantuan ketika akan berpindah posisi jika merasa tidak stabil, menggunakan tongkat dengan teknik yang benar setiap kali mobilisasi, dan mengenali serta menghindari bahaya lingkungan yang potensial (misalnya, lantai basah atau kabel listrik yang terbentang). Ketiga, pasien dan keluarga dapat menyebutkan setidaknya tiga faktor risiko jatuh yang relevan dengan kondisi pasien dan tiga strategi untuk mencegahnya. Keempat, lingkungan fisik pasien (rumah atau ruang perawatan) dinilai telah dimodifikasi dengan tepat untuk mengurangi risiko, seperti penempatan barang-barang dalam jangkauan yang mudah dan pengaturan furnitur yang tidak menghalangi jalan. Pencapaian kriteria hasil ini menunjukkan bahwa intervensi pencegahan telah berhasil diterapkan dan dipahami, sehingga secara signifikan menurunkan kemungkinan pasien mengalami cedera lebih lanjut. Pemantauan berkelanjutan dan reevaluasi risiko tetap diperlukan karena kondisi fungsional pasien dapat berubah seiring waktu.
Article No. 23075 | 29 Nov 2025
Klinis : hipertermi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermi
Kode SDKI: 0019
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal yang berisiko menyebabkan komplikasi.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Manajemen Hipertermi. Tujuan dari luaran ini adalah suhu tubuh pasien kembali normal dan dipertahankan dalam rentang yang diharapkan. Luaran ini dicapai melalui serangkaian intervensi yang bertujuan untuk mengurangi produksi panas dan meningkatkan kehilangan panas dari tubuh. Kriteria evaluasinya meliputi: suhu tubuh dalam rentang normal (36-37,5°C), kulit teraba hangat (tidak panas), tidak ada menggigil, denyut nadi dan frekuensi pernapasan dalam rentang normal, serta pasien melaporkan perasaan nyaman. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa ketidakseimbangan antara produksi panas dan pelepasan panas telah berhasil dikoreksi, sehingga mencegah komplikasi lebih lanjut seperti dehidrasi berat, kejang, atau kerusakan neurologis. Pemantauan berkelanjutan sangat penting untuk memastikan stabilitas suhu tubuh.
Kode SIKI: 2120
Deskripsi : Manajemen Hipertermi. Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan keperawatan yang terencana dan sistematis untuk menurunkan suhu tubuh pasien ke rentang normal. Tindakan-tindakan tersebut meliputi: 1) Memantau suhu tubuh secara berkala (setiap 1-2 jam atau sesuai protokol) untuk menilai perkembangan dan keefektifan intervensi. 2) Memberikan lingkungan yang sejuk, misalnya dengan mengatur suhu ruangan, menggunakan kipas angin, atau membatasi penutup tempat tidur. 3) Memberikan kompres hangat/tepid sponge pada area dengan pembuluh darah besar seperti dahi, ketiak, dan lipat paha. Penggunaan air hangat lebih disarankan daripada air dingin karena air dingin dapat menyebabkan vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah) yang justru memerangkap panas di dalam tubuh dan memicu menggigil yang meningkatkan produksi panas. 4) Meningkatkan pertukaran udara dengan memastikan sirkulasi udara yang baik di sekitar pasien. 5) Memberikan terapi cairan intravena atau per oral sesuai indikasi dan resep dokter untuk mengatasi atau mencegah dehidrasi yang sering menyertai hipertermi. 6) Memberikan obat antipiretik (penurun panas) seperti parasetamol atau ibuprofen sesuai resep dokter. Pemberian obat harus mempertimbangkan dosis, interval, dan kontraindikasi. 7) Memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga tentang penyebab hipertermi, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, pentingnya hidrasi, dan cara-cara non-farmakologis untuk mengelola demam. 8) Memantau tanda-tanda vital lain seperti denyut nadi, pernapasan, dan tekanan darah untuk mengidentifikasi adanya gangguan sistemik. 9) Mengajarkan dan mendorong teknik relaksasi dan pernapasan dalam untuk mengurangi ketidaknyamanan. 10) Mengganti pakaian atau sprei yang basah oleh keringat untuk meningkatkan kenyamanan dan memfasilitasi penguapan. Intervensi ini harus dilakukan secara holistik, dengan mempertimbangkan kondisi dasar pasien dan penyebab dari hipertermi itu sendiri, apakah akibat infeksi, dehidrasi, aktivitas berlebihan, atau faktor lingkungan. Evaluasi terhadap respons pasien terhadap setiap tindakan sangat penting untuk menyesuaikan rencana intervensi secara dinamis.
Article No. 23076 | 29 Nov 2025
Klinis : scrubbing,gowning,gloving
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: scrubbing, gowning, gloving
Kode SDKI: B.1.2.2
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: B.1.2.2.1
Deskripsi : Perilaku pencegahan infeksi
Kode SIKI: B.1.2.2.1.1
Deskripsi : Demonstrasikan teknik mencuci tangan yang benar. Intervensi ini bertujuan untuk memastikan bahwa individu memahami dan mampu melakukan prosedur mencuci tangan dengan teknik aseptik yang tepat. Perawat akan menunjukkan langkah-langkah mencuci tangan secara menyeluruh, mulai dari membasahi tangan dengan air mengalir, menggunakan sabun antiseptik yang cukup, menggosok seluruh permukaan tangan termasuk telapak, punggung tangan, sela-sela jari, ujung jari, kuku, dan pergelangan tangan selama minimal 15-20 detik. Teknik ini sangat kritis sebagai dasar dari semua prosedur aseptik, termasuk scrubbing, karena tangan adalah媒介 utama dalam penularan mikroorganisme. Perawat akan menekankan pentingnya durasi dan teknik penggosokan yang benar untuk memastikan reduksi mikroba maksimal, serta waktu-waktu kritis untuk mencuci tangan, seperti sebelum dan setelah kontak dengan pasien, sebelum prosedur aseptik, dan setelah terpapar cairan tubuh.
Kode SIKI: B.1.2.2.1.2
Deskripsi : Demonstrasikan teknik penggunaan alat pelindung diri (APD). Intervensi ini berfokus pada pengajaran penggunaan APD yang tepat, yang dalam konteks ini adalah gown (jas steril) dan gloves (sarung tangan steril). Perawat akan mendemonstrasikan urutan pemasangan APD yang benar, dimulai dengan melakukan scrubbing tangan bedah terlebih dahulu, lalu mengenakan gown steril dengan cara membukanya tanpa menyentuh permukaan luar, memasukkan lengan dengan hati-hati tanpa merusak sterilitas, dan diikatkan oleh perawat sirkuler. Selanjutnya, perawat akan mendemonstrasikan teknik gloving tertutup, di mana jari-jari tangan hanya menyentuh bagian dalam baju yang melipat gown over the gloves, memastikan tangan yang steril tidak terkontaminasi oleh permukaan luar gown atau sarung tangan. Penjelasan mendetail mengenai zona steril (area dari dada hingga pinggang, dan dari ujung jari hingga siku baju) dan zona non-steril akan diberikan. Intervensi ini penting untuk menciptakan penghalang fisik yang efektif antara petugas kesehatan dan lingkungan/pasien, sehingga mencegah perpindahan mikroorganisme selama prosedur invasif atau bedah.
Kode SIKI: B.1.2.2.1.4
Deskripsi : Monitor teknik aseptik. Intervensi ini merupakan tindakan pengawasan dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan bahwa teknik aseptik, termasuk scrubbing, gowning, dan gloving, dilaksanakan dengan benar dan konsisten. Perawat akan mengamati langsung pelaksanaan prosedur oleh individu, menilai apakah durasi dan teknik scrubbing sudah memenuhi standar, apakah gerakan selama mengenakan gown dan gloves tetap mempertahankan prinsip sterilitas (misalnya, tangan tetap berada di dalam zona steril, tidak menyentuh wajah atau permukaan yang tidak steril), dan apakah tidak terjadi kontaminasi selama proses tersebut. Perawat akan memberikan umpan balik segera (immediate feedback) jika ditemukan penyimpangan, seperti sarung tangan yang tertusuk, gown yang tidak sengaja tersentuh permukaan non-steril, atau durasi scrubbing yang tidak memadai. Monitoring yang ketat ini sangat penting untuk mempertahankan lingkungan aseptik, mencegah infeksi silang, dan memastikan keselamatan pasien, terutama dalam konteks kamar operasi, prosedur pemasangan kateter, atau perawatan luka. Intervensi ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi berulang dan penegakan disiplin dalam penerapan standar prosedur operasional (SPO) pencegahan infeksi.
Article No. 23077 | 29 Nov 2025
Klinis : batuk pilek sesak
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas adalah kondisi di mana terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen tubuh, serta ketidakmampuan untuk mengeliminasi karbon dioksida secara adekuat. Pada pasien dengan keluhan batuk, pilek, dan sesak, gangguan ini sering kali terjadi akibat obstruksi atau inflamasi pada saluran pernapasan. Batuk dan pilek menyebabkan peningkatan produksi sekret (dahak dan lendir) yang dapat menyumbat saluran napas, mulai dari hidung hingga bronkiolus. Sumbatan ini menghambat aliran udara, mengurangi luas permukaan untuk pertukaran gas di alveolus, dan akhirnya menyebabkan hipoksemia (kadar oksigen darah rendah) dan hiperkapnia (penumpukan karbon dioksida). Sesak napas (dispnea) adalah manifestasi langsung dari upaya tubuh untuk mengkompensasi kekurangan oksigen ini. Kondisi ini dapat diperberat oleh respons inflamasi yang menyebabkan edema (pembengkakan) pada mukosa saluran napas, further memperkecil diameter saluran napas. Diagnosa ini menekankan pada masalah fisiologis inti yang dialami pasien, yaitu kegagalan sistem pernapasan untuk menjalankan fungsi utamanya, yang berpotensi berkembang menjadi kegagalan pernapasan jika tidak ditangani dengan tepat.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : SLKI 0401 berfokus pada Manajemen Jalan Napas. Tujuan dari intervensi ini adalah untuk mempertahankan patensi (keterbukaan) jalan napas sehingga pertukaran gas dapat berlangsung optimal. Deskripsi lengkapnya mencakup serangkaian tindakan yang sistematis. Pertama, perawat akan memantau status pernapasan secara ketat, termasuk frekuensi, irama, kedalaman napas, serta penggunaan otot bantu pernapasan. Selanjutnya, tindakan fisioterapi dada seperti postural drainage dan perkusi dapat dilakukan untuk membantu mobilisasi dan pengeluaran sekret. Pemberian oksigen sesuai program dokter (terapi oksigen) adalah intervensi kritis untuk mengatasi hipoksemia. Perawat juga akan melatih dan mendorong pasien untuk melakukan latihan napas dalam dan batuk efektif guna membersihkan jalan napas secara mandiri. Jika diperlukan, suction (penyedotan) lendir dapat dilakukan untuk membersihkan sekret yang tidak bisa dikeluarkan pasien sendiri. Pemberian nebulizer (penguapan) dengan obat bronkodilator atau mukolitik sesuai resep dokter juga merupakan bagian dari manajemen ini untuk melebarkan saluran napas dan mengencerkan dahak. Memposisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau Fowler juga sangat membantu karena posisi ini memungkinkan ekspansi paru yang maksimal dan memudahkan pernapasan. Seluruh tindakan ini terdokumentasi dan dievaluasi perkembangannya untuk memastikan jalan napas tetap terbuka dan fungsi pernapasan membaik.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : SIKI 3401 adalah tindakan keperawatan spesifik untuk Membersihkan Jalan Napas. Ini adalah implementasi praktis dari SLKI 0401. Tindakan ini dimulai dengan penilaian awal untuk mengidentifikasi adanya sekret, bunyi napas tambahan seperti wheezing (mengi) atau ronchi (suara gemericik), serta tanda-tanda distress pernapasan. Perawat kemudian akan mengajarkan dan mendampingi pasien untuk melakukan teknik batuk yang efektif, yaitu dengan mengambil napas dalam, menahannya sebentar, lalu batukkan dengan tenaga dari diafragma. Jika pasien lemah, dapat dibantu dengan teknik huffing atau batuk dengan bantuan. Tindakan suction (penyedotan) dilakukan dengan prinsip steril menggunakan kateter yang sesuai, dilakukan dengan cepat dan hati-hati untuk menghindari trauma mukosa, hanya pada saat pasien benar-benar tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri. Pemberian nebulasi juga termasuk dalam kriteria ini, di mana perawat memastikan alat nebulizer berfungsi dengan baik, memasang obat yang telah diresepkan, menjelaskan prosedur kepada pasien, dan memantau pasien selama serta setelah prosedur untuk melihat efektivitas dan efek samping. Memastikan hidrasi yang adekuat dengan mendorong asupan cairan yang cukup adalah bagian penting lainnya, karena cairan membantu mengencerkan sekret sehingga lebih mudah dikeluarkan. Posisi tubuh pasien juga diatur untuk memaksimalkan drainase sekret, misalnya miring ke samping atau duduk tegak. Setelah intervensi, perawat akan mengevaluasi kembali bunyi napas, keluhan sesak, dan kemampuan pasien dalam mengeluarkan sekret, serta mendokumentasikan semua temuan dan tindakan yang telah dilakukan.
Article No. 23078 | 29 Nov 2025
Klinis : penurunan curah jantung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: 0012
Deskripsi Singkat: Penurunan Curah Jantung adalah suatu keadaan dimana darah yang dipompa oleh ventrikel jantung per menit tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Hal ini merupakan suatu respons fisiologis terhadap berbagai kondisi yang menyebabkan gangguan pada fungsi pompa jantung, baik karena faktor preload, afterload, kontraktilitas miokard, ataupun frekuensi jantung. Kondisi ini bukanlah sebuah penyakit, melainkan sebuah sindrom klinis yang menjadi manifestasi dari berbagai gangguan kardiovaskular dan sistemik. Defisinya menggambarkan ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam volume yang adekuat guna mempertahankan perfusi jaringan yang optimal ke seluruh organ vital, termasuk otak, ginjal, dan jantung itu sendiri. Hal ini dapat mengakibatkan hipoperfusi jaringan, hipoksia seluler, dan akhirnya kegagalan multi-organ jika tidak ditangani dengan tepat. Penyebabnya sangat beragam, mulai dari infark miokard, kardiomiopati, aritmia, penyakit katup jantung, hingga kondisi non-jantung seperti sepsis atau emboli paru yang membebani jantung. Diagnosa ini memerlukan pendekatan keperawatan yang komprehensif untuk memantau, mengelola, dan meminimalkan konsekuensi dari penurunan fungsi pompa jantung tersebut.
Kode SLKI: 1101
Deskripsi : SLKI 1101 berfokus pada upaya untuk mencapai dan mempertahankan status hemodinamik yang stabil pada pasien. Tujuan utamanya adalah memastikan curah jantung kembali ke rentang normal atau mendekati normal yang dapat ditoleransi oleh pasien, yang ditandai dengan tekanan darah sistolik dan diastolik dalam rentang yang diharapkan, denyut nadi teraba kuat dan reguler, frekuensi jantung dalam batas normal, serta pengisian kapiler yang cepat (kurang dari 2-3 detik). Luaran yang diharapkan mencakup penurunan atau hilangnya gejala-gejala yang berkaitan dengan penurunan curah jantung, seperti dispnea (sesak napas), ortopnea, dan kelelahan yang berlebihan. Selain itu, SLKI ini juga menargetkan tercapainya keseimbangan cairan, yang ditunjukkan oleh berat badan yang stabil, tidak adanya edema, dan haluaran urine yang adekuat (lebih dari 0,5 mL/kgBB/jam). Pasien diharapkan dapat menunjukkan toleransi aktivitas yang meningkat secara bertahap, di mana ia mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami dispnea, nyeri dada, atau perubahan signifikan pada tanda-tanda vital. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan dan medis telah berhasil dalam meningkatkan efisiensi pompa jantung dan memulihkan perfusi jaringan yang adekuat ke seluruh tubuh, sehingga mencegah komplikasi lebih lanjut seperti syok kardiogenik atau gagal ginjal akut.
Kode SIKI: 4210
Deskripsi : SIKI 4210 mencakup serangkaian tindakan keperawatan yang terencana dan sistematis untuk menangani penurunan curah jantung. Tindakan ini dimulai dengan pemantauan ketat dan berkelanjutan terhadap status hemodinamik pasien, termasuk tekanan darah (sistolik, diastolik, dan rerata), frekuensi dan irama jantung, frekuensi pernapasan, serta saturasi oksigen. Pemantauan haluaran urine setiap jam sangat krusial sebagai indikator tidak langsung dari curah jantung dan perfusi ginjal. Perawat akan mengatur posisi pasien untuk memaksimalkan fungsi pernapasan dan jantung, biasanya dengan posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi untuk mengurangi preload dan afterload jantung serta memudahkan ekspansi paru. Pemberian terapi oksigen sesuai resep dokter dilakukan untuk memastikan suplai oksigen ke miokard dan jaringan lainnya tercukupi, sehingga mengurangi beban kerja jantung. Manajemen pemberian cairan intravena harus dilakukan dengan sangat hati-hati, mengikuti aturan tetesan yang ketat untuk mencegah overload cairan yang justru dapat memperburuk gagal jantung. Pemberian obat-obatan kardiovaskular seperti inotropik (misalnya Dobutamin, Digoxin), vasodilator (misalnya Nitrogliserin), atau diuretik (misalnya Furosemid) harus dilakukan sesuai protokol dengan memantau efek terapi dan efek sampingnya secara ketat. Perawat juga berperan dalam memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai kondisi penyakit, pentingnya diet rendah garam dan pembatasan cairan, serta tanda-tanda memburuknya kondisi yang harus segera dilaporkan. Tindakan lain yang tidak kalah penting adalah memfasilitasi istirahat fisik dan emosional untuk mengurangi konsumsi oksigen miokard, serta kolaborasi dengan tim medis dan gizi untuk menyusun rencana perawatan yang komprehensif. Semua intervensi ini didokumentasikan dengan baik untuk evaluasi keberhasilan dan penyesuaian rencana keperawatan selanjutnya.
Article No. 23055 | 28 Nov 2025
Klinis : Tonsillitis Membranosa – risiko jalan napas terhambat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Tonsillitis Membranosa – risiko jalan napas terhambat
Kode SDKI: A0003
Deskripsi Singkat: Risiko Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SLKI: L03101
Deskripsi : SLKI dengan kode L03101 adalah "Pemeliharaan jalan napas paten". Tujuan dari intervensi keperawatan ini adalah untuk memastikan bahwa jalan napas pasien tetap terbuka dan bersih, sehingga pertukaran gas (oksigen dan karbon dioksida) dapat berlangsung secara optimal. Pada pasien dengan tonsillitis membranosa, kondisi ini sangat kritis karena pembengkakan amandel yang parah dan adanya membran (lapisan) yang dapat menyumbat saluran napas. Implementasi SLKI ini melibatkan serangkaian tindakan yang sistematis dan berkelanjutan. Pertama, perawat akan memantau status pernapasan pasien secara ketat, termasuk frekuensi, irama, kedalaman napas, serta adanya suara napas tambahan seperti stridor, mengi, atau suara napas yang melemah. Stridor adalah tanda bahaya yang menunjukkan adanya obstruksi (sumbatan) pada saluran napas bagian atas. Pemeriksaan saturasi oksigen (SpO2) dengan pulse oximeter dilakukan secara berkala untuk mendeteksi hipoksia (kekurangan oksigen) sedini mungkin. Posisi pasien juga diatur untuk memaksimalkan ventilasi, misalnya dengan posisi semi-Fowler atau posisi yang memudahkan pasien untuk bernapas. Jika terdapat sekret atau membran yang dapat dibersihkan, perawat akan membantu pasien untuk melakukan batuk efektif atau melakukan suction (penyedotan) jika diperlukan dan sesuai dengan prosedur. Pemberian oksigen tambahan juga merupakan bagian dari intervensi ini jika saturasi oksigen menunjukkan nilai di bawah normal. Secara keseluruhan, SLKI ini bertindak sebagai garis pertahanan pertama untuk mencegah terjadinya gagal napas yang merupakan komplikasi paling berbahaya dari tonsillitis berat.
Kode SIKI: I0583
Deskripsi : SIKI dengan kode I0583 adalah "Manajemen Jalan Napas". Ini adalah serangkaian tindakan keperawatan yang spesifik, prosedural, dan bertujuan langsung untuk mencapai tujuan dari SLKI L03101. Intervensi ini bersifat lebih teknis dan seringkali memerlukan keterampilan klinis tertentu. Pada konteks tonsillitis membranosa, manajemen jalan napas dimulai dengan penilaian yang komprehensif. Perawat akan melakukan auskultasi (mendengarkan) suara napas untuk mengidentifikasi area yang terdengar bunyi napas abnormal atau tidak terdengar sama sekali, yang mengindikasikan sumbatan. Tindakan memantau tanda-tanda vital, khususnya pernapasan dan saturasi oksigen, dilakukan dengan interval yang lebih sering, misalnya setiap 1-2 jam atau bahkan lebih ketat tergantung kondisi pasien. Memastikan ketersediaan alat resusitasi dan alat emergensi di dekat pasien, seperti alat suction, bag-valve-mask (Ambu bag), dan intubasi set, adalah bagian kritis dari kesiapsiagaan. Perawat akan melatih dan mendorong pasien untuk melakukan napas dalam dan batuk efektif jika kondisinya memungkinkan. Jika pasien mengalami distress pernapasan, perawat dapat memposisikan pasien untuk memungkinkan jalan napas yang lebih optimal, seperti posisi tripod atau memiringkan kepala jika tidak ada kecurigaan cedera spinal. Tindakan suction orofaring atau nasofaring mungkin diperlukan untuk membersihkan sekret atau bagian membran yang longgar yang menghambat jalan napas, namun ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk tidak menyebabkan trauma atau perdarahan. Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian obat-obatan seperti kortikosteroid (untuk mengurangi edema/radang) atau nebulisasi juga merupakan bagian dari manajemen jalan napas. Dalam situasi yang mengancam jiwa, perawat harus siap membantu dalam prosedur invasif seperti intubasi endotrakeal atau trakeostomi. Inti dari SIKI I0583 adalah kewaspadaan tinggi, pemantauan berkelanjutan, dan kesiapan untuk melakukan tindakan eskalasi guna mempertahankan kelangsungan hidup pasien dengan mencegah hipoksia dan gagal napas.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280