Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 18786 | 19 Jun 2025
Klinis : terdapat pseodomembra, bullneck, nyeri menelan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya untuk kondisi yang Anda berikan, berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Diagnosa Keperawatan:
1. Pola Napas Tidak Efektif (00032)
Definisi: Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
2. Kesulitan Menelan (00103)
Definisi: Kesulitan untuk menelan makanan, cairan, atau obat-obatan dengan aman.
3. Nyeri Akut (00132)
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.
SDKI (Standar Diagnostik Keperawatan Indonesia):
1. Pola Napas Tidak Efektif (00032)
Kode: A0207
Definisi: Adanya perubahan frekuensi, kedalaman, atau irama pernapasan yang tidak sesuai dengan kebutuhan oksigenasi.
2. Kesulitan Menelan (00103)
Kode: A0315
Definisi: Hambatan dalam mengatur, mengontrol, atau menelan makanan, cairan, atau obat-obatan dari mulut ke lambung.
3. Nyeri Akut (00132)
Kode: B0105
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, dengan onset tiba-tiba atau lambat dan intensitas ringan hingga berat.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Pola Napas Efektif (1904)
Definisi: Kemampuan untuk mempertahankan pola pernapasan yang adekuat dalam memenuhi kebutuhan oksigenasi.
2. Kemampuan Menelan (1011)
Definisi: Kemampuan untuk menelan makanan, cairan, dan obat-obatan dengan aman.
3. Kontrol Nyeri (1605)
Definisi: Tingkat kenyamanan yang dirasakan saat mengalami nyeri.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Pemantauan Respirasi (3350)
Definisi: Pengumpulan dan analisis data pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang efektif.
2. Manajemen Disfagia (1910)
Definisi: Pemberian asuhan keperawatan untuk memfasilitasi penerimaan dan pengolahan makanan, cairan, dan obat-obatan secara aman.
3. Manajemen Nyeri (1400)
Definisi: Pemberian asuhan keperawatan untuk mengenali, mengendalikan, dan mengurangi rasa nyeri yang dialami oleh pasien.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Jika ada pertanyaan lain, silakan tanyakan. -
Article No. 18787 | 19 Jun 2025
Klinis : terdapat pseodomembra, bullneck, nyeri menelan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi yang Anda berikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Pertukaran Gas (00030)
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan oksigenasi dan/atau pengeluaran karbon dioksida pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan metabolisme.
2. Kesulitan Menelan (00103)
Definisi: Ketidakmampuan untuk menelan cairan, semi padat, atau padat secara efektif.
3. Nyeri Akut (00132)
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah-istilah kerusakan tersebut.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Gangguan Pertukaran Gas (00030)
Kode: 30020
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan oksigenasi dan/atau pengeluaran karbon dioksida pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan metabolisme.
2. Kesulitan Menelan (00103)
Kode: 103001
Definisi: Ketidakmampuan untuk menelan cairan, semi padat, atau padat secara efektif.
3. Nyeri Akut (00132)
Kode: 132001
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah-istilah kerusakan tersebut.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Pertukaran Gas Efektif (1902)
Definisi: Tingkat efektivitas oksigenasi dan eliminasi karbon dioksida.
2. Menelan Efektif (1009)
Definisi: Kemampuan untuk menelan cairan, semi padat, atau padat secara efektif.
3. Kontrol Nyeri (1605)
Definisi: Tingkat pengendalian rasa nyeri yang dialami.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Jalan Napas (3120)
Definisi: Memfasilitasi dan mempertahankan jalan napas yang paten.
2. Terapi Menelan (3200)
Definisi: Memfasilitasi kemampuan untuk menelan cairan, semi padat, atau padat secara efektif.
3. Manajemen Nyeri (1400)
Definisi: Pemberian bantuan dalam mengenali, mengurangi, atau menghilangkan nyeri.
Penjelasan singkat:
Kondisi yang Anda berikan menunjukkan adanya masalah pada pertukaran gas, kesulitan menelan, dan nyeri menelan. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Gangguan Pertukaran Gas, Kesulitan Menelan, dan Nyeri Akut. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah Manajemen Jalan Napas, Terapi Menelan, dan Manajemen Nyeri untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. -
Article No. 18788 | 19 Jun 2025
Klinis : GAGAL NAFAS
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan senang hati, saya akan memberikan informasi yang komprehensif terkait kondisi gagal napas berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI).
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi GAGAL NAFAS:
Gagal Napas (00030) didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk bernafas secara spontan dan efektif, sehingga menyebabkan penurunan oksigenasi dan/atau retensi karbon dioksida. Tanda dan gejala yang muncul pada kondisi ini antara lain perubahan frekuensi, kedalaman, dan/atau irama napas, penggunaan otot bantu napas, adanya ortopnea, serta perubahan warna kulit dan membran mukosa.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Pola Napas Efektif (0401)
- Kriteria hasil: pasien menunjukkan frekuensi napas dalam rentang normal, kedalaman napas yang adekuat, irama napas yang teratur, dan penggunaan otot bantu napas minimal.
- Indikator: Pasien menunjukkan frekuensi napas 12-20 kali per menit, volume tidal 500-700 ml, irama napas teratur, dan penggunaan otot bantu napas minimal.
2. Pertukaran Gas Adekuat (0402)
- Kriteria hasil: pasien menunjukkan kadar oksigen darah arterial (PaO2) dalam rentang normal, kadar karbon dioksida darah arterial (PaCO2) dalam rentang normal, dan tidak ada tanda-tanda hipoksemia atau hiperkapnia.
- Indikator: Pasien menunjukkan PaO2 80-100 mmHg, PaCO2 35-45 mmHg, dan tidak ada tanda-tanda hipoksemia atau hiperkapnia.
3. Status Kardiovaskular Optimal (0401)
- Kriteria hasil: pasien menunjukkan tanda-tanda vital dalam rentang normal, perfusi jaringan yang adekuat, dan tidak ada tanda-tanda gagal jantung.
- Indikator: Pasien menunjukkan tekanan darah sistolik 100-140 mmHg, denyut nadi 60-100 kali per menit, suhu tubuh 36,5-37,5°C, dan tidak ada tanda-tanda gagal jantung.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Manajemen Jalan Napas (6540)
- Tujuan: Mempertahankan jalan napas yang paten dan memfasilitasi pertukaran gas yang adekuat.
- Aktivitas: Menilai jalan napas, memberikan oksigen, melakukan suction, dan mempertahankan posisi semi-fowler.
2. Manajemen Ventilasi (3390)
- Tujuan: Meningkatkan ventilasi alveolar dan mencegah komplikasi yang terkait dengan gangguan ventilasi.
- Aktivitas: Memantau status pernapasan, mengatur parameter ventilator, dan memfasilitasi latihan pernapasan.
3. Manajemen Oksigenasi (3320)
- Tujuan: Mempertahankan oksigenasi yang adekuat.
- Aktivitas: Memantau saturasi oksigen, mengatur aliran oksigen, dan memfasilitasi terapi oksigen yang sesuai.
4. Manajemen Hipoventilasi/Hiperkapnia (3302)
- Tujuan: Mencegah dan mengatasi hipoventilasi dan hiperkapnia.
- Aktivitas: Memantau kadar CO2 darah, mengatur parameter ventilator, dan mengatur pH darah.
5. Manajemen Kardiovaskular (4040)
- Tujuan: Mempertahankan status kardiovaskular yang optimal.
- Aktivitas: Memantau tanda-tanda vital, mengelola cairan dan elektrolit, serta mengevaluasi respons kardiovaskular.
Dengan penerapan intervensi keperawatan yang komprehensif dan terpadu, diharapkan pasien dengan kondisi gagal napas dapat mencapai luaran yang diharapkan, yaitu pola napas efektif, pertukaran gas adekuat, dan status kardiovaskular optimal. Hal ini akan membantu memulihkan fungsi pernapasan dan kardiovaskular, serta mencegah komplikasi yang dapat timbul akibat gagal napas. -
Article No. 18789 | 19 Jun 2025
Klinis : Status Nutrisi (L.03030) Table Kesalahan! Tidak ada teks dari gaya yang ditentukan dalam dokumen..2 TUJUAN DAN KRITERIA HASIL (SLKI) Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama …..x24 jam, diharapkan status nutrisi membaik dengan kriteria hasi :
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan: Status Nutrisi Tidak Seimbang (00002)
Definisi: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SDKI: L.03030
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) adalah sistem klasifikasi yang dikembangkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk membantu perawat dalam menentukan diagnosis keperawatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah sistem klasifikasi yang dikembangkan oleh PPNI untuk membantu perawat dalam menentukan luaran/kriteria hasil yang diharapkan dari tindakan keperawatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah sistem klasifikasi yang dikembangkan oleh PPNI untuk membantu perawat dalam menentukan intervensi keperawatan yang tepat.
TUJUAN DAN KRITERIA HASIL (SLKI)
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ...x24 jam, diharapkan status nutrisi membaik dengan kriteria hasil:
1. Asupan nutrisi adekuat (10101)
2. Berat badan dalam batas normal (10102)
3. Tidak ada tanda-tanda malnutrisi (10103)
4. Kadar albumin serum dalam batas normal (10104)
Tone: Akademis
Persona: Pakar/Perawat -
Article No. 18790 | 19 Jun 2025
Klinis : Tn. B, 78 tahun, dirawat di ruang geriatri karena penurunan nafsu makan, lemas, dan berat badan menurun. Pasien memiliki riwayat stroke ringan setahun lalu dan masih menjalani kontrol rutin untuk hipertensi. Sejak beberapa minggu terakhir, ia mulai mengalami kesulitan menelan makanan padat. Menurut pengakuan pasien, makanan sering terasa tersangkut di tenggorokan, dan ia kerap batuk saat makan. Karena itu, Tn. B menjadi takut makan dan hanya mengonsumsi makanan cair seperti bubur encer atau teh manis. Anak pasien yang menjenguk menyampaikan bahwa ayahnya sekarang sering menolak makan dan terlihat lebih kurus. Hasil pemeriksaan keperawatan: BB: 47 kg (turun 3 kg dari sebulan lalu) TB: 165 cm ? IMT: 17,3 (kurus) TD: 148/92 mmHg Refleks menelan menurun Suara parau ringan setelah makan Tampak batuk saat menelan air Mulut tampak kering Skor risiko malnutrisi meningkat Dokter mencurigai disfagia orofaringeal pasca stroke dan menyarankan evaluasi lanjutan oleh tim rehabilitasi medik dan ahli gizi.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kasus yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan yang sesuai beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI:
1. Diagnosa Keperawatan: Risiko Malnutrisi (SDKI Kode: 10050)
Definisi: Kondisi ketidakseimbangan antara asupan nutrisi dan kebutuhan tubuh yang dapat menyebabkan penurunan berat badan, kelemahan, dan penurunan fungsi tubuh.
Penjelasan: Tn. B mengalami penurunan berat badan yang signifikan, tampak kurus, dan memiliki skor risiko malnutrisi yang meningkat. Kondisi ini berkaitan dengan penurunan nafsu makan dan kesulitan menelan makanan padat.
2. Diagnosa Keperawatan: Disfagia (SDKI Kode: 10039)
Definisi: Kondisi ketidakmampuan atau kesulitan dalam menelan makanan, cairan, atau obat-obatan.
Penjelasan: Tn. B mengalami kesulitan menelan makanan padat, dengan keluhan makanan sering terasa tersangkut di tenggorokan dan sering batuk saat makan. Hal ini menunjukkan adanya disfagia.
3. Diagnosa Keperawatan: Defisit Perawatan Diri: Makan (SDKI Kode: 10013)
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas makan secara mandiri.
Penjelasan: Tn. B menolak makan makanan padat dan hanya mengonsumsi makanan cair seperti bubur encer atau teh manis, hal ini menunjukkan adanya defisit perawatan diri dalam hal makan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Perbaikan Nutrisi (SLKI Kode: 30004)
- Pemulihan Menelan (SLKI Kode: 30036)
- Peningkatan Perawatan Diri: Makan (SLKI Kode: 30007)
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen Nutrisi (SIKI Kode: 80106)
- Terapi Menelan (SIKI Kode: 80143)
- Perawatan Diri: Makan (SIKI Kode: 80021)
Penjelasan singkat:
- Manajemen Nutrisi: Intervensi untuk mengoptimalkan asupan nutrisi pasien.
- Terapi Menelan: Intervensi untuk meningkatkan kemampuan menelan pasien.
- Perawatan Diri: Makan: Intervensi untuk membantu pasien dalam melakukan aktivitas makan secara mandiri. -
Article No. 18791 | 19 Jun 2025
Klinis : asuhan keperawatan hipertensi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi asuhan keperawatan hipertensi. Ini saya sajikan dengan nada akademis dan persona pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Cerebral (NANDA-I: 00201)
Definisi: Berisiko mengalami penurunan aliran darah ke otak yang dapat menyebabkan gangguan pada fungsi otak.
2. Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan (NANDA-I: 00078)
Definisi: Ketidakmampuan untuk mengidentifikasi, mengendalikan, dan/atau mendapatkan perawatan yang sesuai untuk memelihara kesehatan.
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
1. Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Cerebral (Kode: 10013)
Definisi: Keadaan di mana individu berisiko mengalami penurunan aliran darah ke otak yang dapat menyebabkan gangguan pada fungsi otak.
2. Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan (Kode: 10019)
Definisi: Keadaan di mana individu menunjukkan ketidakmampuan untuk mengidentifikasi, mengendalikan, dan/atau mendapatkan perawatan yang sesuai untuk memelihara kesehatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Perfusi Jaringan Cerebral (Kode: 30015)
Definisi: Kemampuan individu untuk mempertahankan aliran darah yang adekuat ke otak.
2. Manajemen Kesehatan (Kode: 30019)
Definisi: Kemampuan individu untuk mengidentifikasi, mengendalikan, dan/atau mendapatkan perawatan yang sesuai untuk memelihara kesehatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Pemantauan Perfusi Jaringan (Kode: 80057)
Definisi: Tindakan pemantauan untuk mengidentifikasi dan mencegah penurunan perfusi jaringan.
2. Edukasi Manajemen Kesehatan (Kode: 80059)
Definisi: Tindakan pemberian informasi dan bimbingan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan individu dalam mengelola kesehatannya.
Dengan demikian, diagnosa keperawatan, SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh PPNI untuk kondisi asuhan keperawatan hipertensi telah saya paparkan. Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi Anda. -
Article No. 18792 | 19 Jun 2025
Klinis : mengamuk, mendengar bisikan, tidak tidur 2 hARU
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan serta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi yang Anda sebutkan, dengan tone akademis dan persona sebagai pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Perilaku Kekerasan (10026) - Kecenderungan untuk bertindak atau berkata-kata yang dapat menyebabkan cedera fisik pada diri sendiri atau orang lain.
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
- Kode: 10026
- Definisi: Kecenderungan untuk bertindak atau berkata-kata yang dapat menyebabkan cedera fisik pada diri sendiri atau orang lain.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Kontrol Risiko (10026.1) - Kemampuan individu untuk mengidentifikasi, menghindari, atau mengurangi faktor-faktor yang dapat memicu perilaku kekerasan.
2. Integritas Fisik (10026.2) - Kemampuan individu untuk mempertahankan kondisi fisik yang optimal.
3. Keamanan Lingkungan (10026.3) - Kemampuan individu untuk menciptakan dan mempertahankan lingkungan yang aman.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Perilaku (10026.1) - Tindakan keperawatan untuk membantu individu mengontrol perilaku kekerasan.
2. Terapeutik: Lingkungan (10026.2) - Tindakan keperawatan untuk menciptakan dan mempertahankan lingkungan yang aman dan terapeutik.
3. Terapi Aktivitas (10026.3) - Tindakan keperawatan untuk memfasilitasi aktivitas yang bermanfaat bagi individu.
Dengan demikian, diagnosa keperawatan yang sesuai untuk kondisi yang Anda sebutkan adalah Risiko Perilaku Kekerasan, dengan penjelasan singkat dari SDKI, SLKI, dan SIKI sebagaimana dijabarkan di atas. -
Article No. 18793 | 19 Jun 2025
Klinis : mengamuk, mendengar bisikan, tidak tidur 2 hARU
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum. Saya akan memberikan rekomendasi diagnosa, luaran, dan intervensi keperawatan untuk kondisi yang Anda berikan, dengan penjelasan yang rinci dan terperinci.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Risiko Perilaku Kekerasan
Definisi: Kondisi dimana individu memiliki potensi untuk melakukan tindakan yang dapat menciderai diri sendiri atau orang lain secara fisik, emosional, atau verbal.
Ciri-ciri: Mengamuk, mendengar bisikan, tidak tidur selama 2 hari.
Luaran/Output yang Diharapkan SLKI:
1. Kontrol Perilaku
Definisi: Kemampuan individu untuk mengendalikan perilaku yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain.
Kriteria Hasil:
a. Pasien dapat menunjukkan tanda-tanda penurunan intensitas marah atau agitasi.
b. Pasien dapat menggunakan teknik relaksasi untuk mengelola perilaku agresif.
c. Pasien dapat menyatakan perasaan dengan cara yang sesuai.
d. Pasien dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang dapat membantu menurunkan perilaku kekerasan.
Intervensi Keperawatan SIKI:
1. Manajemen Perilaku
Definisi: Tindakan keperawatan untuk membantu individu mengontrol perilakunya yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain.
Aktivitas Keperawatan:
a. Identifikasi faktor pencetus perilaku kekerasan.
b. Ciptakan lingkungan yang aman dan terapeutik.
c. Bantu pasien menggunakan teknik relaksasi (misalnya, napas dalam, visualisasi).
d. Libatkan pasien dalam aktivitas yang dapat menurunkan perilaku kekerasan (misalnya, olahraga, musik, seni).
e. Berikan dukungan emosional dan pujian saat pasien menunjukkan perilaku yang sesuai.
f. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk mengevaluasi dan mengelola pengobatan.
2. Terapi Aktivitas
Definisi: Tindakan keperawatan untuk membantu individu dalam mengembangkan atau mempertahankan kemampuan fisik, mental, dan sosial melalui aktivitas yang terstruktur.
Aktivitas Keperawatan:
a. Identifikasi aktivitas yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan preferensi pasien.
b. Kolaborasi dengan pasien untuk menetapkan tujuan dan rencana aktivitas.
c. Sediakan lingkungan yang aman dan mendukung untuk melakukan aktivitas.
d. Berikan bimbingan dan motivasi selama pasien melakukan aktivitas.
e. Evaluasi efektivitas aktivitas dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3. Manajemen Gejala
Definisi: Tindakan keperawatan untuk membantu individu mengelola gejala yang dialami, seperti halusinasi.
Aktivitas Keperawatan:
a. Identifikasi tanda dan gejala halusinasi yang dialami pasien.
b. Ajarkan teknik distraksi dan realitas orientasi untuk mengatasi halusinasi.
c. Beri dukungan emosional dan validasi pengalaman pasien.
d. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk mengevaluasi dan mengelola pengobatan.
e. Pantau efektivitas intervensi dalam mengurangi gejala halusinasi.
Penjelasan rinci:
Diagnosa keperawatan "Risiko Perilaku Kekerasan" dipilih karena pasien menunjukkan gejala-gejala yang mengindikasikan adanya potensi untuk berperilaku agresif atau membahayakan, seperti mengamuk, mendengar bisikan, dan tidak tidur selama 2 hari. Luaran yang diharapkan adalah "Kontrol Perilaku", di mana pasien dapat mengendalikan perilaku yang membahayakan diri sendiri atau orang lain. Intervensi yang diperlukan meliputi Manajemen Perilaku untuk membantu pasien mengontrol perilaku kekerasan, Terapi Aktivitas untuk mengembangkan kemampuan fisik, mental, dan sosial, serta Manajemen Gejala untuk mengatasi halusinasi yang dialami pasien.
Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silakan tanyakan. -
Article No. 18794 | 19 Jun 2025
Klinis : pasien datang dengan keluhan sakit mata
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi pasien dengan keluhan sakit mata:
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Penglihatan (10021)
Definisi: Keterbatasan atau perubahan kemampuan visual yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
SDKI (Standar Diagnostik Keperawatan Indonesia):
1. Gangguan Penglihatan (10021)
Definisi: Keterbatasan atau perubahan kemampuan visual yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Penglihatan Membaik (20084)
Definisi: Peningkatan kemampuan visual yang memungkinkan individu untuk melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Penglihatan (30193)
Definisi: Serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mengelola gangguan penglihatan yang dialami individu.
Penjelasan singkat:
Pasien dengan keluhan sakit mata dapat didiagnosis dengan "Gangguan Penglihatan" (10021) berdasarkan SDKI. Diagnosa ini menggambarkan keterbatasan atau perubahan kemampuan visual yang mengganggu aktivitas sehari-hari pasien. Standar luaran keperawatan yang diharapkan adalah "Penglihatan Membaik" (20084), yang berarti peningkatan kemampuan visual yang memungkinkan pasien untuk melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Untuk mencapai luaran tersebut, perawat dapat melakukan intervensi "Manajemen Penglihatan" (30193) yang merupakan serangkaian tindakan untuk mengelola gangguan penglihatan yang dialami oleh pasien. -
Article No. 18795 | 19 Jun 2025
Klinis : TANGAN GATAL 1 MINGGU
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis, jika ada, untuk kondisi "TANGAN GATAL 1 MINGGU" dengan format yang terstruktur dan penjelasan detail.
1. Kode ICD-10:
- Kode: L29.9
- Deskripsi: Pruritus, tidak diklasifikasikan di tempat lain
Penjelasan:
Pruritus atau rasa gatal pada tangan yang berlangsung selama 1 minggu dapat diklasifikasikan dengan kode ICD-10 L29.9. Kode ini digunakan untuk pruritus yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain, termasuk gatal pada kulit yang tidak disertai dengan erupsi kulit atau penyakit kulit lainnya.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: Tidak ada kode ICD-9-CM prosedur yang spesifik
- Deskripsi: Pada kondisi ini, tidak ada tindakan medis yang spesifik yang perlu dilakukan. Penanganan biasanya berupa pengobatan topikal atau sistemik untuk mengatasi gejala gatal.
Penjelasan:
Untuk kondisi "TANGAN GATAL 1 MINGGU", tidak ada tindakan medis atau prosedur yang memerlukan kode ICD-9-CM. Penanganan yang mungkin dilakukan adalah pemberian obat topikal atau sistemik untuk mengurangi gejala gatal, seperti antihistamin atau kortikosteroid. Evaluasi dan diagnosis lebih lanjut oleh dokter mungkin diperlukan untuk menentukan penyebab gatal dan memberikan pengobatan yang sesuai.