Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 18873 | 21 Jun 2025
Klinis : gangguan integritas kulit
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan informasi yang rinci dan terperinci terkait diagnosis keperawatan, luaran/output keperawatan, dan intervensi keperawatan untuk kondisi gangguan integritas kulit.
Diagnosis Keperawatan SDKI:
Diagnosis keperawatan yang sesuai untuk kondisi gangguan integritas kulit adalah "Gangguan Integritas Kulit" (Impaired Skin Integrity). Diagnosis ini didefinisikan sebagai "Kerusakan pada epidermis dan/atau dermis" yang ditandai dengan adanya kerusakan atau perubahan pada struktur dan fungsi kulit.
Luaran/Output Keperawatan SLKI:
Setelah diberikan asuhan keperawatan, luaran atau output yang diharapkan adalah:
1. Integritas Kulit Membaik: Kriteria hasil yang diharapkan adalah pasien menunjukkan perbaikan kondisi kulit, tidak ada kerusakan atau perubahan pada struktur dan fungsi kulit.
2. Proses Penyembuhan Luka Efektif: Kriteria hasil yang diharapkan adalah pasien menunjukkan proses penyembuhan luka yang berjalan dengan baik, tanpa tanda-tanda infeksi atau komplikasi.
3. Kontrol Nyeri Efektif: Kriteria hasil yang diharapkan adalah pasien melaporkan nyeri berkurang atau hilang terkait gangguan integritas kulit.
Intervensi Keperawatan SIKI:
Intervensi keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan luaran di atas adalah:
1. Perawatan Luka:
- Menilai karakteristik luka (ukuran, kedalaman, lokasi, tipe, jumlah, dan kondisi sekitar luka)
- Membersihkan luka dengan cairan antiseptik atau saline
- Merawat luka sesuai dengan kondisi dan tahap penyembuhan
- Menerapkan balutan yang sesuai untuk melindungi luka dan mempercepat penyembuhan
- Memantau tanda-tanda infeksi dan mengambil tindakan yang diperlukan
2. Manajemen Nyeri:
- Menilai intensitas, karakteristik, dan lokasi nyeri yang dialami pasien
- Mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi nyeri
- Memberikan intervensi farmakologis dan non-farmakologis untuk mengurangi nyeri
- Memantau efektivitas penanganan nyeri dan memodifikasi intervensi jika diperlukan
3. Edukasi dan Konseling:
- Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang perawatan luka, manajemen nyeri, dan pencegahan komplikasi
- Mengidentifikasi dan membahas persepsi pasien dan keluarga terkait kondisi kulit
- Mendorong pasien dan keluarga untuk berpartisipasi aktif dalam perawatan
4. Kolaborasi dengan Tenaga Kesehatan Lain:
- Berkolaborasi dengan dokter untuk mengevaluasi dan menentukan pengobatan yang sesuai
- Berkoordinasi dengan tim multidisiplin (misalnya ahli gizi, fisioterapis) untuk memberikan perawatan komprehensif
Dengan menerapkan intervensi keperawatan yang komprehensif dan berpusat pada pasien, diharapkan kondisi gangguan integritas kulit pasien dapat membaik, proses penyembuhan luka berjalan efektif, dan nyeri dapat dikendalikan secara efektif. -
Article No. 18874 | 21 Jun 2025
Klinis : Pasien perempuan ada kelemahan extemitas kiri hasil ct scan acute infak
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi pasien yang diberikan, yaitu seorang pasien perempuan dengan kelemahan ekstremitas kiri hasil CT scan acute infark, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Defisit Perawatan Diri (D.0001)
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas perawatan diri yang diperlukan.
2. Mobilitas Fisik Terganggu (D.0010)
Definisi: Keterbatasan dalam pergerakan fisik yang disengaja dan terarah dari satu tempat ke tempat lain.
3. Perubahan Perfusi Jaringan Serebral (D.0030)
Definisi: Perubahan aliran darah ke otak yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi serebral.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. D.0001 Defisit Perawatan Diri
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas perawatan diri yang diperlukan.
2. D.0010 Mobilitas Fisik Terganggu
Definisi: Keterbatasan dalam pergerakan fisik yang disengaja dan terarah dari satu tempat ke tempat lain.
3. D.0030 Perubahan Perfusi Jaringan Serebral
Definisi: Perubahan aliran darah ke otak yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi serebral.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. L.0002 Kemampuan Perawatan Diri
Definisi: Kemampuan melakukan atau menyelesaikan aktivitas perawatan diri yang diperlukan.
2. L.0007 Mobilitas
Definisi: Kemampuan pergerakan fisik yang disengaja dan terarah dari satu tempat ke tempat lain.
3. L.0034 Perfusi Jaringan Serebral
Definisi: Aliran darah yang adekuat ke otak untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. I.0002 Perawatan Diri
Definisi: Bantuan yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar perawatan diri.
2. I.0007 Mobilisasi
Definisi: Tindakan untuk mempertahankan atau meningkatkan kemampuan bergerak.
3. I.0030 Manajemen Perfusi Serebral
Definisi: Upaya untuk mempertahankan atau meningkatkan aliran darah ke otak. -
Article No. 18875 | 21 Jun 2025
Klinis : Anemia perfusi perifer tidak efektif
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur atau tindakan medis terkait kondisi "Anemia perfusi perifer tidak efektif":
1. Kode ICD-10:
- Kode: I96
- Deskripsi: Gangguan vaskuler perifer tidak diklasifikasikan di tempat lain
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 99.29
- Deskripsi: Prosedur terapeutik lainnya pada pembuluh darah perifer
Penjelasan:
Kode ICD-10 I96 (Gangguan vaskuler perifer tidak diklasifikasikan di tempat lain) dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi "Anemia perfusi perifer tidak efektif". Kondisi ini merujuk pada gangguan pada sirkulasi darah di ekstremitas, yang menyebabkan aliran darah tidak efektif dan dapat mengarah pada anemia.
Dalam kasus ini, mungkin diperlukan prosedur terapeutik pada pembuluh darah perifer, yang dapat dikodekan dengan kode ICD-9-CM 99.29 (Prosedur terapeutik lainnya pada pembuluh darah perifer). Prosedur ini dapat mencakup intervensi seperti peningkatan aliran darah, pembersihan plak, atau revaskularisasi untuk memperbaiki perfusi jaringan.
Catatan: Penggunaan kode yang tepat akan bergantung pada penilaian klinis yang dilakukan oleh dokter atau perekam medis yang menangani kasus tersebut. -
Article No. 18876 | 21 Jun 2025
Klinis : sesak nafas
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai perawat profesional, saya akan memberikan rekomendasi yang rinci dan terperinci terkait dengan kondisi sesak nafas:
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai:
Diagnosis keperawatan yang sesuai untuk kondisi sesak nafas adalah "Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif". Diagnosis ini menggambarkan ketidakmampuan individu untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan, sehingga menyebabkan gangguan pertukaran gas.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Pemeliharaan Jalan Napas: Individu menunjukkan jalan napas yang bersih dan terbuka.
2. Status Pernapasan: Individu menunjukkan pola pernapasan yang efektif.
3. Oksigenasi: Individu menunjukkan oksigenasi yang adekuat.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Pemantauan Pernapasan
- Pantau frekuensi, kedalaman, dan irama pernapasan
- Pantau tanda-tanda kegagalan pernapasan (misalnya, penggunaan otot bantu pernapasan, sianosis)
- Pantau adanya suara pernapasan abnormal (misalnya, mengi, ronki)
2. Manajemen Jalan Napas
- Posisikan pasien untuk memfasilitasi ventilasi yang optimal
- Berikan oksigen sesuai kebutuhan
- Lakukan suction untuk membersihkan jalan napas
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk intervensi lebih lanjut (misalnya, nebulizer, intubasi)
3. Edukasi Kesehatan
- Ajarkan teknik pernapasan yang benar (misalnya, pernapasan diafragma)
- Ajarkan cara menggunakan alat bantu pernapasan (misalnya, inhalator)
- Ajarkan cara mengenali tanda-tanda memburuknya kondisi pernapasan
Dengan menerapkan intervensi keperawatan yang komprehensif dan berpusat pada pasien, diharapkan pasien dapat mencapai luaran yang diharapkan, yaitu pemeliharaan jalan napas yang efektif, status pernapasan yang stabil, dan oksigenasi yang adekuat. Hal ini akan membantu pasien mengatasi kondisi sesak nafas secara optimal. -
Article No. 18877 | 21 Jun 2025
Klinis : pasien datang dari igd triage reguler keluhan : demam sejak 2 hari ini disertai batuk dan pilek, nyeri telan (negatif ), sebelumnya pasien berobat ke rsi muhammadiyah tgl 21/06/2025 dan dilakukakn swab difteri tgl 21/06/2025 di rsi muhammadiyah dan hasilnya masih 4 hari lagi
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi pasien tersebut adalah:
1. Risiko Infeksi berhubungan dengan paparan mikroorganisme patogen yang ditandai dengan demam, batuk, dan pilek.
Penjelasan:
Pasien datang dengan keluhan demam, batuk, dan pilek yang merupakan tanda-tanda adanya infeksi. Pasien sebelumnya telah melakukan swab di RSI Muhammadiyah, menunggu hasil yang akan keluar dalam 4 hari. Sehingga, pasien memiliki risiko terjadinya infeksi yang harus diantisipasi dan ditangani dengan tepat.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Bebas Infeksi: Pasien tidak mengalami tanda dan gejala infeksi selama perawatan.
2. Pengendalian Tanda Vital: Tanda-tanda vital pasien (suhu tubuh, nadi, pernapasan, dan tekanan darah) dalam batas normal.
3. Manajemen Nyeri: Pasien mampu mengontrol rasa nyeri tenggorokan yang dirasakan.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Pemantauan Tanda Vital
- Mengukur suhu tubuh, nadi, pernapasan, dan tekanan darah pasien secara berkala.
- Memantau tanda-tanda infeksi seperti demam, batuk, dan pilek.
2. Manajemen Infeksi
- Melakukan cuci tangan sesuai prosedur sebelum dan setelah kontak dengan pasien.
- Menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai saat merawat pasien.
- Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pencegahan penularan infeksi.
- Memantau hasil pemeriksaan laboratorium (swab difteri) dan melaporkan hasilnya kepada dokter.
3. Manajemen Nyeri
- Mengkaji intensitas, lokasi, dan karakteristik nyeri tenggorokan yang dirasakan pasien.
- Memberikan analgesik sesuai dengan resep dokter untuk mengurangi rasa nyeri.
- Mengajarkan teknik non-farmakologis untuk mengatasi nyeri, seperti kompres hangat pada leher.
Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat harus memantau tanda-tanda vital, mengelola risiko infeksi, dan mengatasi keluhan nyeri yang dirasakan pasien. Tujuannya adalah untuk mencegah komplikasi, memulihkan kondisi pasien, dan memastikan pasien bebas dari infeksi serta dapat mengelola nyeri dengan baik. -
Article No. 18878 | 21 Jun 2025
Klinis : Pasien wanita umur 26 tahun mengeluh lemas, batuk dan demam, nyeri otot dan edema perifer. Hasil pemeriksaan laboratorium HB 7.3 g/dL, anjuran transfusi 3 kolf PRC, diagnosa medis anemia
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan kondisi yang dideskripsikan, diagnosis pasien adalah anemia. Berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk tindakan medis yang relevan:
1. Kode ICD-10:
- Kode: D50.0
- Deskripsi: Anemia karena kekurangan besi dengan defisiensi besi sekunder
2. Kode ICD-9-CM Procedure:
- Kode: 99.04
- Deskripsi: Transfusi sel darah merah (eritrosit)
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 D50.0 (Anemia karena kekurangan besi dengan defisiensi besi sekunder) sesuai dengan kondisi pasien yang mengalami anemia dengan hemoglobin (Hb) rendah, yaitu 7,3 g/dL. Anemia karena kekurangan besi dapat menyebabkan gejala-gejala seperti lemas, batuk, demam, nyeri otot, dan edema perifer.
2. Kode ICD-9-CM 99.04 (Transfusi sel darah merah (eritrosit)) sesuai dengan anjuran untuk melakukan transfusi 3 kantong packed red cell (PRC) pada pasien. Transfusi sel darah merah diperlukan untuk meningkatkan kadar hemoglobin dan memperbaiki kondisi anemia.
Dengan diagnosis anemia dan tindakan transfusi PRC, diharapkan kondisi pasien dapat membaik dan gejala-gejala yang dirasakan dapat teratasi. -
Article No. 18879 | 21 Jun 2025
Klinis : Pasien wanita umur 26 tahun mengeluh lemas, batuk dan demam, nyeri otot dan edema perifer. Hasil pemeriksaan laboratorium HB 7.3 g/dL, anjuran transfusi 3 kolf PRC, diagnosa medis anemia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya berdasarkan kondisi pasien yang Anda berikan:
Diagnosa Keperawatan:
1. Intoleransi Aktivitas (00092)
- SDKI: Keterbatasan kemampuan fisik untuk melakukan atau menyelesaikan kegiatan sehari-hari yang diinginkan atau diperlukan.
- SLKI: Peningkatan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
- SIKI: Intervensi untuk memfasilitasi peningkatan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
2. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh (00002)
- SDKI: Asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- SLKI: Keseimbangan cairan dan elektrolit yang optimal.
- SIKI: Intervensi untuk memfasilitasi asupan nutrisi yang adekuat.
3. Nyeri Akut (00132)
- SDKI: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial.
- SLKI: Pengurangan rasa nyeri.
- SIKI: Intervensi untuk mengelola nyeri akut.
4. Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah (00179)
- SDKI: Keadaan rentan mengalami kadar glukosa darah di atas atau di bawah rentang normal.
- SLKI: Kadar glukosa darah dalam rentang normal.
- SIKI: Intervensi untuk memantau dan mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang normal.
Penjelasan singkat:
Pasien wanita usia 26 tahun mengeluh lemas, batuk, demam, nyeri otot, dan edema perifer. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 7,3 g/dL, dengan anjuran transfusi 3 kantong PRC. Diagnosa medis adalah anemia.
Berdasarkan kondisi pasien, diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan adalah:
1. Intoleransi Aktivitas: Pasien mengalami keterbatasan kemampuan fisik untuk melakukan aktivitas sehari-hari akibat kondisi anemia.
2. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh: Asupan nutrisi pasien tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik, ditandai dengan anemia.
3. Nyeri Akut: Pasien mengalami nyeri otot akibat kondisi anemia.
4. Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah: Pasien rentan mengalami ketidakstabilan kadar glukosa darah akibat kondisi anemia.
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan mencakup upaya untuk meningkatkan kemampuan aktivitas, memfasilitasi asupan nutrisi yang adekuat, mengelola nyeri, dan memantau serta mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang normal. -
Article No. 18880 | 21 Jun 2025
Klinis : Pasien wanita umur 26 tahun mengeluh lemas, batuk dan demam, nyeri otot dan edema perifer. Hasil pemeriksaan laboratorium HB 7.3 g/dL, anjuran transfusi 3 kolf PRC, diagnosa medis anemia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi pasien wanita umur 26 tahun yang mengeluh lemas, batuk, demam, nyeri otot, dan edema perifer dengan hasil pemeriksaan laboratorium Hb 7,3 g/dL dan diagnosa medis anemia, berikut adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Penurunan Volume Cairan
- Kode SDKI: 00027
- Definisi: Penurunan cairan intravaskular, interstisial, atau intraselular.
2. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- Kode SDKI: 00031
- Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
3. Intoleransi Aktivitas
- Kode SDKI: 00092
- Definisi: Ketidakmampuan untuk bertoleransi terhadap aktivitas fisik.
4. Nyeri Akut
- Kode SDKI: 00132
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau dijelaskan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain).
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Merupakan klasifikasi diagnosis keperawatan yang digunakan di Indonesia, dikembangkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). SDKI berisi daftar diagnosis keperawatan beserta definisi, karakteristik, faktor yang berhubungan, dan faktor yang berhubungan dengan resiko.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Merupakan klasifikasi luaran atau hasil keperawatan yang digunakan di Indonesia, dikembangkan oleh PPNI. SLKI berisi daftar luaran keperawatan beserta definisi, kriteria hasil, dan indikator hasil.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Merupakan klasifikasi intervensi keperawatan yang digunakan di Indonesia, dikembangkan oleh PPNI. SIKI berisi daftar intervensi keperawatan beserta definisi, aktivitas, dan rasional. -
Article No. 18881 | 21 Jun 2025
Klinis : Pasien wanita umur 26 tahun mengeluh lemas, batuk dan demam, nyeri otot dan edema perifer. Hasil pemeriksaan laboratorium HB 7.3 g/dL, anjuran transfusi 3 kolf PRC, diagnosa medis anemia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: **Diagnosa Keperawatan dan Penjelasan SDKI - SLKI - SIKI**
*(Berdasarkan Standar PPNI untuk Pasien Anemia dengan Gejala Lemas, Batuk, Demam, Nyeri Otot, dan Edema Perifer)*
---
### **1. Diagnosa Keperawatan Utama**
**Kode SDKI: D.0016**
**Intoleransi Aktivitas**
**Definisi:** Ketidakmampuan pasien untuk melakukan aktivitas fisik sehari-hari akibat ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan tubuh.
**Faktor Penyebab (Etiologi):**
- Penurunan kadar hemoglobin (Hb 7,3 g/dL) mengakibatkan hipoksia jaringan.
- Gejala lemas, edema perifer, dan nyeri otot memperberat keterbatasan aktivitas.
**SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):**
- **Kode SLKI: L.04001**
**Peningkatan Toleransi Aktivitas**
**Kriteria Evaluasi:**
- Pasien mampu melakukan aktivitas harian secara bertahap (skala Borg ?3).
- Tanda vital stabil (nadi, pernapasan, tekanan darah dalam rentang normal saat aktivitas).
**SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):**
- **Kode SIKI: I.09011**
**Manajemen Energi**
**Intervensi:**
- Atur jadual aktivitas dengan periode istirahat adekuat.
- Ajarkan teknik penghematan energi (contoh: duduk saat mandi).
- Monitor tanda vital sebelum/sesudah aktivitas.
---
### **2. Diagnosa Keperawatan Pendukung**
**Kode SDKI: D.0092**
**Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan**
**Definisi:** Risiko kelebihan atau kekurangan cairan akibat gangguan hemodinamik.
**Faktor Risiko:**
- Edema perifer menunjukkan retensi cairan.
- Transfusi PRC berpotensi menyebabkan overload cairan.
**SLKI:**
- **Kode SLKI: L.06003**
**Keseimbangan Cairan Terjaga**
**Kriteria Evaluasi:**
- Edema berkurang (skala edema 0-1).
- Balance cairan input-output dalam 24 jam (±500 mL).
**SIKI:**
- **Kode SIKI: I.08010**
**Manajemen Cairan**
**Intervensi:**
- Monitor edema (lokasi, skala, dan pitting).
- Catat intake-output cairan secara ketat.
- Batasi asupan natrium jika diperlukan.
---
### **3. Diagnosa Tambahan**
**Kode SDKI: D.0028**
**Nyeri Akut**
**Definisi:** Pengalaman sensori tidak nyaman akibat nyeri otot dan inflamasi.
**SLKI:**
- **Kode SLKI: L.10001**
**Kontrol Nyeri**
**Kriteria Evaluasi:**
- Skala nyeri ?3 (skala 0-10).
- Pasien melaporkan penurunan nyeri dengan intervensi non-farmakologis.
**SIKI:**
- **Kode SIKI: I.11006**
**Manajemen Nyeri**
**Intervensi:**
- Kompres hangat pada area nyeri otot.
- Ajarkan teknik relaksasi napas dalam.
---
### **Rekomendasi Klinis**
1. **Prioritas Intervensi:** Fokus pada peningkatan toleransi aktivitas dan pemantauan transfusi PRC (risiko overload cairan).
2. **Edukasi Pasien:**
- Pentingnya diet tinggi zat besi dan vitamin C.
- Tanda bahaya anemia (sesak napas, pusing berat).
**Referensi:**
- *Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) Edisi 5, PPNI (2020).*
- *Standar Luaran dan Intervensi Keperawatan Indonesia (SLKI/SIKI) Edisi 3, PPNI (2019).*
*(Format akademis disusun secara sistematis dengan kode PPNI untuk memenuhi standar dokumentasi keperawatan.)* -
Article No. 18882 | 21 Jun 2025
Klinis : Pasien wanita umur 26 tahun mengeluh lemas, batuk dan demam, nyeri otot dan edema perifer. Hasil pemeriksaan laboratorium HB 7.3 g/dL, anjuran transfusi 3 kolf PRC, diagnosa medis anemia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: **Diagnosa Keperawatan dan Penjelasan SDKI - SLKI - SIKI**
**Diagnosa Keperawatan:**
**Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh** (*Nutritional Deficiency: Less Than Body Requirements*)
**Kode SDKI:** B.3.1
**Penjelasan Singkat:**
Diagnosa ini dipilih karena pasien mengalami anemia (Hb 7,3 g/dL) yang dapat disebabkan oleh defisiensi nutrisi, seperti kekurangan zat besi, vitamin B12, atau asam folat. Gejala lemas, edema perifer, dan kebutuhan transfusi PRC mendukung adanya gangguan pemenuhan nutrisi.
---
**Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI):**
**Kemampuan Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Meningkat** (*Nutritional Status Improved*)
**Kode SLKI:** L.03012
**Indikator:**
1. Kadar hemoglobin meningkat (target >10 g/dL).
2. Pasien melaporkan penurunan lemas dan peningkatan energi.
3. Edema perifer berkurang.
---
**Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI):**
**Manajemen Nutrisi** (*Nutrition Management*)
**Kode SIKI:** I.09012
**Tindakan Keperawatan:**
1. **Pemberian Diet Tinggi Zat Besi & Protein**
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun menu tinggi zat besi (daging merah, sayuran hijau, kacang-kacangan).
- Anjurkan konsumsi vitamin C untuk meningkatkan absorpsi zat besi.
2. **Edukasi Gizi**
- Jelaskan pentingnya asupan nutrisi untuk pemulihan anemia.
- Pantau tanda-tanda intoleransi makanan atau mual.
3. **Monitoring Transfusi PRC**
- Awasi tanda vital sebelum, selama, dan setelah transfusi.
- Laporkan reaksi transfusi (demam, gatal, sesak) segera.
4. **Pemantauan Laboratorium**
- Evaluasi kadar Hb post-transfusi dan perkembangan klinis.
---
**Catatan Akademis:**
Diagnosa dan intervensi ini mengacu pada **PPNI (2017-2019)** dengan pendekatan holistik, mencakup aspek biologis (anemia), edukasi, dan kolaborasi multidisiplin. Perlu dicatat bahwa edema perifer mungkin terkait hipoalbuminemia atau gagal jantung sekunder, sehingga pemantauan lanjut diperlukan.
**Referensi:**
- Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) Edisi 2017.
- Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) Edisi 2018.
- Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) Edisi 2019.
*(Format RTF dapat disesuaikan dengan kebutuhan dokumen klinis/resep elektronik.)*