Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 18892 | 22 Jun 2025
Klinis : DS : Pasien mengeluh nyeri dada seperti tertimpa beban berat pada bagian depan dada dengan skala 5 (VAS) secara terus menerus. Pasien mengatakan merasa sesak nafas DO : Pasien tampak sesak nafas Akral teraba dingin Hasil imunoserologi troponin 3,18 ug/L (tinggi) Gambaran EKG menunjukkan Infark miokard dengan st elevasi dan infark ventrikel kiri Tanda-tanda vital: Tekanan darah 120/72 mmHg, HR 60x/menit, RR 20x/menit dengan SpO2 99%
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci mengenai diagnosa keperawatan, luaran asuhan keperawatan, dan intervensi keperawatan yang sesuai untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
Berdasarkan data subjektif dan objektif yang diberikan, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah "Nyeri Akut" (NANDA-I, 2018). Pasien mengeluh nyeri dada seperti tertimpa beban berat pada bagian depan dada dengan skala 5 (VAS) secara terus-menerus, serta mengalami sesak napas. Hasil pemeriksaan menunjukkan tanda-tanda infark miokard dengan elevasi ST, infark ventrikel kiri, dan peningkatan troponin, yang merupakan indikasi adanya nyeri dada akut.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Kontrol Nyeri: Pasien dapat melaporkan nyeri dada berkurang hingga skala 2 atau kurang (VAS) setelah pemberian intervensi keperawatan.
2. Status Pernafasan: Pasien dapat bernapas dengan mudah tanpa sesak napas setelah pemberian intervensi keperawatan.
3. Stabilitas Hemodinamik: Pasien mempertahankan tekanan darah, denyut nadi, dan saturasi oksigen dalam batas normal setelah pemberian intervensi keperawatan.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Manajemen Nyeri:
a. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (karakteristik, lokasi, durasi, intensitas, dan faktor yang memperberat/meringankan).
b. Berikan analgetik sesuai dengan resep dokter.
c. Anjurkan pasien untuk menggunakan teknik nonfarmakologis (seperti relaksasi, distraksi, atau terapi komplementer) untuk mengurangi nyeri.
d. Pantau efektivitas intervensi dalam mengurangi nyeri.
2. Manajemen Jalan Napas:
a. Pantau status pernapasan pasien (frekuensi, kedalaman, dan irama).
b. Berikan oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi oksigen dalam batas normal.
c. Anjurkan pasien untuk melakukan latihan pernapasan, seperti napas dalam dan batuk efektif.
d. Pertahankan posisi semi-fowler untuk memfasilitasi pernapasan.
3. Pemantauan Hemodinamik:
a. Pantau tanda-tanda vital secara berkala (tekanan darah, denyut nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen).
b. Catat dan analisis data hemodinamik untuk mendeteksi perubahan yang mungkin terjadi.
c. Lakukan intervensi yang sesuai jika terjadi perubahan hemodinamik yang signifikan.
Penjelasan tersebut diharapkan dapat membantu Anda dalam memahami diagnosa keperawatan, luaran asuhan keperawatan, dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk menangani kondisi pasien dengan nyeri dada akut dan infark miokard. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk menanyakannya. -
Article No. 18893 | 22 Jun 2025
Klinis : Ny. R, usia 48 tahun, datang ke IGD dengan keluhan nyeri hebat di perut kanan atas sejak 6 jam yang lalu. Nyeri menjalar ke punggung, disertai mual dan muntah. Ia memiliki riwayat makan berlemak tinggi dan obesitas. Hasil USG menunjukkan adanya batu di kandung empedu. Tanda vital: TD 130/85 mmHg, N 90x/menit, RR 22x/menit, Suhu 37,8°C. Ny. R direncanakan untuk dilakukan kolesistektomi.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, Diagnosa Keperawatan yang sesuai untuk kondisi Ny. R adalah:
1. Nyeri akut
- Kode SDKI: 00132
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut.
2. Mual
- Kode SDKI: 00134
- Definisi: Sensasi tidak nyaman di perut yang dapat mengarah ke usaha untuk memuntahkan isi perut.
3. Risiko infeksi
- Kode SDKI: 00004
- Definisi: Peningkatan risiko terserang oleh organisme patogen.
4. Defisit perawatan diri: makan
- Kode SDKI: 00102
- Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas makan secara mandiri.
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk mengidentifikasi dan merumuskan diagnosis keperawatan. Kode dan definisi diagnosis keperawatan tersebut diatas berasal dari SDKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk mengidentifikasi dan merumuskan luaran (outcome) yang diharapkan dari intervensi keperawatan. SLKI berfungsi sebagai panduan dalam menetapkan tujuan dan kriteria hasil keperawatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk mengidentifikasi dan merumuskan intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan. SIKI berfungsi sebagai panduan dalam memilih tindakan keperawatan yang sesuai.
Penggunaan SDKI, SLKI, dan SIKI secara terintegrasi akan membantu perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terstandar untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan. -
Article No. 18894 | 22 Jun 2025
Klinis : bayi lahir dengan anencephaly terpasang cpap fio2 30 % peep 5
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda berikan, berikut adalah diagnosis keperawatan, penjelasan singkat, dan kode SDKI, SLKI, serta SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosis Keperawatan:
1. Pola Napas Tidak Efektif (00032)
- Definisi: Ketidakmampuan untuk bernapas dengan lancar yang dapat mengancam kesehatan.
- Kode SDKI: 00032
- Kode SLKI: L0801
- Kode SIKI: M0401
2. Risiko Perfusi Jaringan Serebral Tidak Efektif (00201)
- Definisi: Berisiko mengalami pengurangan aliran darah ke otak yang dapat mengancam fungsi dan/atau kelangsungan hidup.
- Kode SDKI: 00201
- Kode SLKI: L0802
- Kode SIKI: M0402
3. Risiko Ketidakstabilan Suhu Tubuh (00005)
- Definisi: Berisiko mengalami perubahan suhu tubuh yang dapat mengancam kesehatan.
- Kode SDKI: 00005
- Kode SLKI: L0803
- Kode SIKI: M0403
Penjelasan singkat:
1. Pola Napas Tidak Efektif (00032):
Bayi dengan anencephaly memiliki gangguan pada sistem saraf pusat, yang dapat menyebabkan pola napas tidak efektif. Penggunaan CPAP dengan FiO2 30% dan PEEP 5 bertujuan untuk membantu bayi bernapas dengan lebih efektif.
2. Risiko Perfusi Jaringan Serebral Tidak Efektif (00201):
Anencephaly adalah cacat bawaan di mana sebagian besar otak dan tulang tengkorak tidak terbentuk, sehingga terdapat risiko perfusi jaringan serebral yang tidak efektif. Pemantauan keadaan neurologis dan intervensi yang tepat diperlukan untuk mencegah komplikasi.
3. Risiko Ketidakstabilan Suhu Tubuh (00005):
Bayi dengan anencephaly memiliki risiko tinggi mengalami ketidakstabilan suhu tubuh, baik hipotermia maupun hipertermia, karena gangguan pada sistem saraf pusat yang mengatur suhu tubuh. Pemantauan suhu tubuh dan tindakan pengendalian suhu yang tepat menjadi penting.
Persona:
- Pakar: Dokter atau perawat spesialis yang memiliki keahlian dalam menangani kasus anencephaly.
- Nurse: Perawat yang bertugas merawat bayi dengan anencephaly di ruang perawatan intensif. -
Article No. 18895 | 22 Jun 2025
Klinis : MUAL,MUNTA, DEHIDRASI
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi mual, muntah, dan dehidrasi, sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Ketidakseimbangan Cairan (Kode: 00028)
Definisi: Keadaan di mana individu berisiko mengalami kekurangan atau kelebihan cairan, elektrolit, dan/atau asam-basa yang dapat membahayakan kesehatan.
2. Mual (Kode: 00134)
Definisi: Sensasi tidak nyaman di perut yang mengarah pada dorongan untuk muntah.
3. Intoleransi Aktivitas (Kode: 00092)
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan karena keterbatasan fisik dan/atau psikologis.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Risiko Ketidakseimbangan Cairan (Kode: 10024)
Definisi: Keadaan di mana individu berisiko mengalami kekurangan atau kelebihan cairan, elektrolit, dan/atau asam-basa yang dapat membahayakan kesehatan.
2. Mual (Kode: 10079)
Definisi: Sensasi tidak nyaman di perut yang mengarah pada dorongan untuk muntah.
3. Intoleransi Aktivitas (Kode: 10054)
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan karena keterbatasan fisik dan/atau psikologis.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Keseimbangan Cairan (Kode: 20018)
Definisi: Tercapainya keseimbangan antara masukan dan pengeluaran cairan, elektrolit, dan asam-basa dalam tubuh.
2. Kontrol Mual (Kode: 20054)
Definisi: Kemampuan untuk mengendalikan sensasi tidak nyaman di perut yang mengarah pada dorongan untuk muntah.
3. Toleransi Aktivitas (Kode: 20067)
Definisi: Kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan tanpa hambatan fisik dan/atau psikologis.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Cairan (Kode: 30016)
Definisi: Upaya untuk mempertahankan keseimbangan cairan, elektrolit, dan asam-basa tubuh.
2. Manajemen Mual (Kode: 30080)
Definisi: Upaya untuk mengendalikan sensasi tidak nyaman di perut yang mengarah pada dorongan untuk muntah.
3. Manajemen Aktivitas (Kode: 30075)
Definisi: Upaya untuk memfasilitasi kemampuan individu dalam melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan.
Dengan penjelasan singkat mengenai diagnosa keperawatan, SDKI, SLKI, dan SIKI yang relevan dengan kondisi mual, muntah, dan dehidrasi, diharapkan anda dapat memahami pendekatan keperawatan yang komprehensif dalam menangani kondisi tersebut. Jangan ragu untuk menanyakan lebih lanjut jika ada yang perlu dijelaskan. -
Article No. 18896 | 22 Jun 2025
Klinis : sesak nafas. O2 SM 8 lpm, RR 30 . dobutamin 5 mcg/kg/menit. TD 80/50 .
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci untuk setiap poin yang Anda minta.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi pasien dengan sesak nafas, O2 SM 8 lpm, RR 30, dobutamin 5 mcg/kg/menit, dan TD 80/50 adalah:
1. Gangguan Pola Napas Efektif
Definisi: Ketidakmampuan untuk mempertahankan pola napas yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi.
Karakteristik Definisi:
- Frekuensi napas di luar rentang normal
- Irama napas tidak teratur
- Penggunaan otot tambahan untuk bernafas
- Perubahan dalam kedalaman/volume napas
- Hipoksemia
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Pola Napas Efektif
- Pasien menunjukkan frekuensi napas dalam rentang normal (12-20 x/menit)
- Pasien menunjukkan irama napas teratur
- Pasien tidak menggunakan otot tambahan untuk bernafas
- Pasien menunjukkan kedalaman/volume napas yang adekuat
- Pasien menunjukkan oksigenasi yang adekuat (SPO2 ? 95%)
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Manajemen Jalan Napas
- Berikan oksigen sesuai kebutuhan (O2 SM 8 lpm)
- Pantau tanda-tanda vital (RR, SpO2)
- Lakukan suction jika diperlukan
- Berikan posisi semifowler untuk memfasilitasi ventilasi
2. Manajemen Pernapasan
- Ajarkan teknik relaksasi napas dalam
- Berikan latihan napas dengan menggunakan bantuan pernapasan
- Pantau dan catat pola napas pasien
- Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk pemberian obat-obatan (dobutamin)
3. Manajemen Kardiovaskular
- Pantau tanda-tanda vital (TD, nadi)
- Pantau intake dan output cairan
- Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk pemberian cairan/obat-obatan (dobutamin)
Penjelasan:
Pasien dengan sesak napas, O2 SM 8 lpm, RR 30, dobutamin 5 mcg/kg/menit, dan TD 80/50 menunjukkan adanya gangguan pola napas efektif. Intervensi keperawatan yang dilakukan bertujuan untuk mempertahankan pola napas yang efektif, menjaga oksigenasi yang adekuat, dan memantau kondisi kardiovaskular pasien. Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat mencapai pola napas yang efektif, dengan frekuensi napas dalam rentang normal, irama teratur, tanpa penggunaan otot tambahan, dan didukung oksigenasi yang adekuat. -
Article No. 18898 | 22 Jun 2025
Klinis : termorelulasi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan, beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi "termorelulasi" dengan tone akademis dan persona sebagai pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan:
Hipertermia (00007)
Definisi:
Kenaikan suhu tubuh di atas kisaran normal akibat kegagalan mekanisme pengaturan suhu.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00007
Definisi: Kenaikan suhu tubuh di atas kisaran normal akibat kegagalan mekanisme pengaturan suhu.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 00001
Judul: Pemulihan Suhu Tubuh
Definisi: Kemampuan pasien untuk mempertahankan suhu tubuh dalam kisaran normal.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 00001
Judul: Manajemen Hipertermia
Definisi: Serangkaian tindakan yang dilakukan untuk menurunkan suhu tubuh yang meningkat di atas kisaran normal.
Penjelasan singkat:
Hipertermia merupakan diagnosa keperawatan yang mengacu pada kenaikan suhu tubuh di atas kisaran normal akibat kegagalan mekanisme pengaturan suhu. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) memberikan definisi yang sesuai dengan kondisi ini. Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) menetapkan "Pemulihan Suhu Tubuh" sebagai luaran yang diharapkan, yaitu kemampuan pasien untuk mempertahankan suhu tubuh dalam kisaran normal. Selanjutnya, Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) menetapkan "Manajemen Hipertermia" sebagai intervensi keperawatan yang dilakukan untuk menurunkan suhu tubuh yang meningkat di atas kisaran normal. -
Article No. 18899 | 22 Jun 2025
Klinis : termoregulasi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah Diagnosa Keperawatan, penjelasan singkat, kode, dan definisi SDKI - SLKI - SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi termoregulasi:
Diagnosa Keperawatan:
Ketidakefektifan Termoregulasi
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00008
Definisi: Ketidakmampuan tubuh untuk mengatur suhu tubuh secara efektif.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 00416
Definisi: Keadaan di mana individu mencapai dan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 00140
Definisi: Serangkaian tindakan yang dilakukan untuk membantu individu mencapai dan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal.
Penjelasan Singkat:
Ketidakefektifan Termoregulasi adalah kondisi di mana individu mengalami ketidakmampuan tubuh untuk mengatur suhu tubuh secara efektif. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan fisiologis, lingkungan, atau faktor lainnya. Tujuan asuhan keperawatan dalam kondisi ini adalah untuk membantu individu mencapai dan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal melalui serangkaian tindakan keperawatan yang tepat. -
Article No. 18858 | 21 Jun 2025
Klinis : Pasien datang ke igd dengan keluhan muntah darah, badan terasa lemas, hemoglobin 9 mg/dl.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
1. Diagnosa Keperawatan:
Penurunan Volume Cairan
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00027
Definisi: Penurunan cairan intravaskuler, interstisial, dan/atau intraseluler.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: LS 01301
Definisi: Pasien menunjukkan peningkatan volume cairan sesuai dengan kebutuhan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: IP 02703
Definisi: Serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit pada pasien.
2. Diagnosa Keperawatan:
Risiko Perdarahan
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00206
Definisi: Kerentanan terhadap pengurangan volume darah yang melebihi laju penggantian, yang dapat membahayakan kesehatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: LS 01601
Definisi: Pasien menunjukkan tidak ada tanda-tanda perdarahan aktif.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: IP 02306
Definisi: Serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan perdarahan.
Dalam konteks persona Anda sebagai pakar dan perawat, diagnosa keperawatan di atas beserta penjelasan SDKI, SLKI, dan SIKI dapat digunakan untuk memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif bagi pasien dengan keluhan muntah darah, badan terasa lemas, dan hemoglobin 9 mg/dl. -
Article No. 18859 | 21 Jun 2025
Klinis : Pasien datang ke igd dengan keluhan muntah darah, badan terasa lemas, hemoglobin 9 mg/dl. Pasien tampak pucat
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan senang hati, saya akan memberikan diagnosa keperawatan, luaran, dan intervensi keperawatan yang sesuai untuk kondisi pasien yang Anda gambarkan. Sebagai seorang perawat, saya akan menyajikan informasi ini dalam nada akademis dan dengan perspektif seorang pakar.
1. Diagnosa Keperawatan SDKI:
Berdasarkan gejala yang Anda sampaikan, yaitu muntah darah, badan terasa lemas, hemoglobin rendah, dan tampak pucat, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah:
a. Perdarahan Gastrointestinal Aktif
Definisi: Keluarnya darah dari saluran cerna yang dapat mengancam kehidupan.
Penyebab: Ulkus peptikum, varises esofagus, angiodisplasia, tumor, trauma.
Faktor risiko: Riwayat perdarahan gastrointestinal, penggunaan obat antiinflamasi non-steroid, sirosis hati, gagal jantung, koagulopati.
b. Ketidakseimbangan Volume Cairan
Definisi: Kelebihan atau kekurangan cairan intravaskular, interstitial, atau intrasellular.
Penyebab: Perdarahan, malabsorpsi, diare, muntah.
Faktor risiko: Kehilangan cairan akut, intake cairan tidak adekuat.
2. Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI):
a. Perdarahan Gastrointestinal Aktif
- Tanda-tanda vital stabil
- Tidak ada tanda-tanda perdarahan aktif
- Tidak terjadi komplikasi akibat perdarahan (misalnya syok hipovolemik)
- Pasien mampu mempertahankan kadar hemoglobin dalam batas normal
b. Keseimbangan Volume Cairan
- Tanda-tanda vital stabil (tekanan darah, nadi, respirasi)
- Output urin adekuat
- Tidak terjadi tanda-tanda dehidrasi (mukosa kering, turgor kulit menurun)
- Tidak terjadi kelebihan volume cairan (edema, distensi vena leher)
3. Intervensi Keperawatan (SIKI):
a. Perdarahan Gastrointestinal Aktif
- Monitor tanda-tanda vital secara kontinyu
- Kaji tanda-tanda perdarahan aktif (muntah darah, darah dalam feses)
- Berikan oksigen sesuai kebutuhan
- Pasang akses intravena dan berikan cairan/volume pengganti sesuai kebutuhan
- Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat-obatan hemostatik (misalnya proton pump inhibitor, octreotide)
- Siapkan pasien untuk tindakan endoskopi atau intervensi lainnya jika diperlukan
- Edukasi pasien dan keluarga mengenai penyebab, pencegahan, dan penanganan perdarahan gastrointestinal
b. Keseimbangan Volume Cairan
- Monitor intake dan output cairan secara ketat
- Kaji tanda-tanda dehidrasi atau kelebihan volume cairan
- Berikan cairan intravena sesuai kebutuhan untuk mengganti kehilangan cairan
- Pantau elektrolit serum dan lakukan koreksi jika diperlukan
- Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian diuretik atau obat-obatan lain jika diperlukan
- Edukasi pasien dan keluarga mengenai pentingnya menjaga keseimbangan cairan
Penanganan yang komprehensif, pemantauan yang ketat, dan kolaborasi dengan tim kesehatan lainnya sangat penting untuk mencapai luaran yang diharapkan dan menjamin pemulihan pasien. Saya berharap penjelasan ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai pendekatan keperawatan yang sesuai untuk kondisi pasien yang Anda sampaikan. -
Article No. 18860 | 21 Jun 2025
Klinis : Pasien datang ke igd dengan keluhan muntah darah, badan terasa lemas, hemoglobin 9 mg/dl. Pasien tampak pucat. Pasien didiagnosa hematemesis
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan informasi yang rinci dan terperinci terkait kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
1. Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai:
Berdasarkan kondisi pasien yang datang ke IGD dengan keluhan muntah darah, badan terasa lemas, hemoglobin 9 mg/dl, dan tampak pucat, maka diagnosa keperawatan SDKI yang sesuai adalah:
a. Perdarahan (00046): Kehilangan darah atau komponen darah dari pembuluh darah, yang dapat membahayakan kesehatan.
Definisi: Keadaan di mana individu mengalami kehilangan darah yang dapat membahayakan kesehatan.
b. Ketidakseimbangan nutrisi: Kurang dari kebutuhan tubuh (00002): Asupan makanan dan/atau zat gizi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme.
Definisi: Keadaan di mana individu mengalami asupan makanan dan/atau zat gizi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
a. Perdarahan (0413):
- Tanda-tanda vital dalam batas normal
- Hemodinamik stabil
- Tidak ada tanda-tanda perdarahan aktif
- Peningkatan kadar hemoglobin
- Pasien melaporkan nyeri terkontrol
b. Status nutrisi (1009):
- Asupan nutrisi adekuat
- Tidak ada tanda-tanda malnutrisi
- Kadar hemoglobin dalam batas normal
- Berat badan stabil
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
a. Perdarahan (4010):
- Pantau tanda-tanda vital secara berkala
- Lakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi perdarahan aktif
- Berikan oksigen sesuai kebutuhan
- Berikan cairan intravena untuk mengganti volume darah yang hilang
- Berikan obat-obatan untuk menghentikan perdarahan, jika diindikasikan
- Kolaborasi dengan tim medis untuk mengatasi penyebab perdarahan
b. Manajemen nutrisi (1100):
- Lakukan pengkajian status nutrisi pasien
- Berikan makanan dan cairan yang sesuai dengan kondisi pasien
- Pantau asupan dan output cairan pasien
- Konsultasikan dengan ahli gizi untuk merencanakan diet yang tepat
- Berikan suplemen nutrisi, jika diperlukan
- Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi yang adekuat
Penjelasan yang lebih rinci:
1. Diagnosa Keperawatan SDKI:
- Perdarahan (00046): Kondisi pasien yang mengalami muntah darah menunjukkan adanya perdarahan gastrointestinal, yang dapat membahayakan kesehatan.
- Ketidakseimbangan nutrisi: Kurang dari kebutuhan tubuh (00002): Kondisi pasien dengan hemoglobin rendah (9 mg/dl) dan tampak pucat mengindikasikan adanya defisiensi nutrisi, khususnya zat besi.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
- Perdarahan (0413): Tujuan utama adalah menghentikan perdarahan, menjaga stabilitas hemodinamik, dan meningkatkan kadar hemoglobin sehingga pasien dapat pulih.
- Status nutrisi (1009): Tujuan lainnya adalah memastikan asupan nutrisi yang adekuat sehingga status gizi pasien dapat diperbaiki.
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
- Perdarahan (4010): Intervensi berfokus pada pemantauan kondisi pasien, pemberian oksigen dan cairan, pemberian obat-obatan, serta kolaborasi dengan tim medis untuk mengatasi penyebab perdarahan.
- Manajemen nutrisi (1100): Intervensi berfokus pada pengkajian status nutrisi, pemberian makanan dan cairan yang sesuai, konsultasi dengan ahli gizi, pemberian suplemen, serta edukasi pasien dan keluarga.
Diharapkan dengan penerapan diagnosa keperawatan, luaran, dan intervensi yang sesuai, kondisi pasien dapat segera stabil dan pemulihan nutrisi dapat tercapai.