Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23115 | 02 Dec 2025
Klinis : BADAN PANAS 4 HARI MUNTAH MUNTAH KEPALA PUSING
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermia dan Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: 00007
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal yang berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk mempertahankan suhu dalam kondisi lingkungan yang panas atau karena proses penyakit.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Suhu Tubuh dalam Rentang Normal. Intervensi keperawatan bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh ke rentang normal (36-37,5°C) dan mengatasi penyebab yang mendasarinya. Tindakan yang dilakukan meliputi pemantauan suhu tubuh secara berkala, memberikan terapi pendinginan secara fisik (kompres hangat/tepid sponge di aksila dan lipat paha, mandi air hangat, memastikan sirkulasi udara ruangan baik), serta pemberian antipiretik sesuai resep. Selain itu, perawat akan mendorong asupan cairan yang adekuat untuk mencegah dehidrasi akibat peningkatan penguapan dari kulit dan membran mukosa selama demam. Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya istirahat, pakaian tipis yang menyerap keringat, dan tanda-tanda dehidrasi juga merupakan bagian penting dari luaran ini. Evaluasi keberhasilan diukur dari penurunan suhu tubuh secara bertahap, hilangnya keluhan panas, serta tanda vital lain yang stabil.
Kode SIKI: 2610
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan sistematis untuk mengatasi hipertermia. Pertama, perawat akan mengkaji faktor penyebab, seperti infeksi (dari gejala demam 4 hari), dan memantau tanda vital (suhu, nadi, pernapasan, tekanan darah) secara teratur. Kedua, menerapkan tindakan pendinginan dengan prinsip yang benar, menghindari kompres es atau alkohol yang dapat menyebabkan menggigil dan vasokonstriksi. Ketiga, mengatur lingkungan untuk kenyamanan termal pasien. Keempat, kolaborasi pemberian obat antipiretik dan antibiotik jika diperlukan, serta memantau efektivitas dan efek sampingnya. Kelima, memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi dengan cairan hangat atau dingin sesuai toleransi, serta makanan lunak yang mudah dicerna. Keenam, memberikan edukasi kesehatan tentang proses penyakit dan penatalaksanaan demam di rumah. Tindakan ini dilakukan secara holistik, mempertimbangkan kondisi muntah-muntah yang menyertai, sehingga pemberian cairan harus hati-hati untuk tidak memicu muntah kembali.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: 00027
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 1601
Deskripsi : Keseimbangan Cairan. Luaran yang diharapkan adalah pasien mempertahankan keseimbangan cairan dengan tanda-tanda hidrasi yang adekuat. Hal ini ditandai dengan membran mukosa lembab, turgor kulit baik (kembali dalam < 2 detik), haluaran urine adekuat (>0,5 ml/kgBB/jam), tanda vital stabil (terutama nadi dan tekanan darah), dan tidak ada keluhan pusing yang memberat. Perawat akan memantau asupan dan haluaran cairan secara ketat, memantau berat badan harian jika memungkinkan, serta mengobservasi tanda-tanda dini dehidrasi seperti rasa haus, penurunan elastisitas kulit, dan penurunan produksi urine. Pencapaian luaran ini sangat krusial mengingat pasien mengalami muntah-muntah yang dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit secara signifikan, diperberat oleh demam yang meningkatkan kebutuhan cairan.
Kode SIKI: 2120
Deskripsi : Manajemen Muntah. Intervensi ini difokuskan untuk mengendalikan muntah dan mencegah komplikasinya. Tindakan dimulai dengan pengkajian frekuensi, volume, dan karakteristik muntahan. Perawat akan memposisikan pasien untuk mencegah aspirasi, seperti posisi semi-Fowler atau miring jika lemah. Manajemen lingkungan untuk mengurangi pemicu muntah (seperti bau menyengat) juga penting. Pemberian cairan oral dilakukan dengan prinsip sedikit-sedikit tapi sering (misal 1-2 sendok setiap 5-10 menit) menggunakan cairan yang mengandung elektrolit, untuk meminimalkan distensi lambung yang memicu muntah. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat antiemetik sesuai resep dan evaluasi efektivitasnya. Selain itu, perawat memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang teknik pemberian cairan yang aman dan tanda-tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai. Intervensi ini terintegrasi dengan manajemen hipertermia, karena pengendalian demam dapat membantu mengurangi rasa mual dan pusing yang dialami pasien.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 00132
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 2105
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Luaran yang diharapkan adalah pasien melaporkan penurunan skala nyeri (kepala pusing) ke tingkat yang dapat ditoleransi atau hilang, serta mampu menunjukkan perilaku rileks dan dapat beristirahat dengan cukup. Indikatornya meliputi ekspresi wajah yang tenang, mampu berpartisipasi dalam aktivitas perawatan diri sesuai kemampuan, dan pola tidur yang tidak terganggu oleh nyeri. Dalam konteks pusing, kontrol nyeri juga berarti berkurangnya sensasi berputar atau sakit kepala, sehingga pasien dapat lebih kooperatif dalam menjalani terapi cairan dan istirahat yang diperlukan untuk pemulihan dari demam dan muntah.
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi ini meliputi pengkajian komprehensif tentang nyeri (lokasi, karakteristik, durasi, faktor pencetus dan pereda) menggunakan skala yang sesuai. Karena pasien mengalami "kepala pusing", perawat perlu membedakan apakah ini ny kepala tegang akibat demam atau vertigo akibat ketidakseimbangan cairan/elektrolit. Tindakan non-farmakologis yang dapat diberikan adalah menciptakan lingkungan tenang dengan cahaya redup, mengurangi kebisingan, serta teknik relaksasi napas dalam. Posisikan pasien dengan nyaman, hindari perubahan posisi yang tiba-tiba yang dapat memperberat pusing. Kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep dokter jika diperlukan, dengan mempertimbangkan interaksi dengan obat lain dan kondisi saluran cerna pasien yang sedang muntah-muntah. Edukasi kepada pasien tentang pentingnya melaporkan nyeri dan pusing yang dialami untuk evaluasi lebih lanjut. Manajemen nyeri ini penting karena ketidaknyamanan dapat meningkatkan stres dan memperburuk respons fisiologis terhadap demam dan muntah.
-
Article No. 23116 | 02 Dec 2025
Klinis : hipertermi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermi
Kode SDKI: 00007
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal yang berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh dalam mempertahankan suhu.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal. Deskripsi lengkap: SLKI ini berfokus pada hasil akhir yang diharapkan, yaitu pemulihan dan pemeliharaan suhu tubuh dalam rentang normal (36-37,5°C aksila). Kriteria hasilnya meliputi: (1) Pasien menunjukkan tanda-tanda vital stabil, terutama suhu tubuh antara 36°C hingga 37,5°C; (2) Kulit teraba hangat, tidak panas atau berkeringat berlebihan; (3) Tidak ada keluhan menggigil, rasa panas, atau malaise yang berhubungan dengan suhu; (4) Tanda-tanda dehidrasi tidak ada (turgor kulit baik, mukosa lembab, produksi urin adekuat); (5) Tingkat kesadaran normal (kompos mentis) dan tidak ada tanda distress pernapasan. Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan berhasil mengatasi ketidakseimbangan termoregulasi dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti kejang atau syok.
Kode SIKI: 1400
Deskripsi : Manajemen Hipertermi. Deskripsi lengkap: Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan mandiri perawat untuk menurunkan suhu tubuh dan mengatasi penyebab serta dampak dari hipertermi. Tindakan-tindakan utamanya meliputi: (1) **Pemantauan**: Mengobservasi tanda-tanda vital (suhu, nadi, pernapasan, tekanan darah) secara berkala (setiap 2-4 jam atau sesuai kondisi) untuk menilai perkembangan dan efektivitas intervensi. Memantau tanda-tanda dehidrasi (turgor kulit, membran mukosa, balance cairan) dan status neurologis (tingkat kesadaran). (2) **Lingkungan Termal**: Mengatur lingkungan untuk memfasilitasi pelepasan panas, seperti mengatur suhu ruangan yang sejuk (22-24°C), menggunakan sirkulasi udara (kipas angin tidak langsung), dan mengurangi penutup bedong atau pakaian berlebihan. (3) **Pendinginan Fisik**: Memberikan kompres hangat/tepid sponge di area dengan pembuluh darah besar (aksila, lipat paha, leher) untuk meningkatkan konduksi panas. Mandi atau menyeka dengan air hangat (bukan air dingin untuk menghindari menggigil yang justru meningkatkan produksi panas). (4) **Hidrasi**: Meningkatkan asupan cairan per oral jika pasien sadar dan mampu menelan, atau kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai program terapi untuk mengganti cairan yang hilang melalui evaporasi dan berkeringat. (5) **Istirahat**: Menganjurkan tirah baring untuk mengurangi produksi panas metabolik. (6) **Nutrisi**: Memberikan diet lunak atau cair yang mudah dicerna dan tidak meningkatkan beban metabolisme. (7) **Edukasi**: Memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga tentang kondisi, penyebab, tujuan tindakan, dan tanda-tanda yang perlu dilaporkan. (8) **Kolaborasi**: Bekerja sama dengan tim medis dalam pemberian antipiretik (seperti parasetamol) sesuai resep, memantau efeknya, dan melakukan pemeriksaan penunjang jika diperlukan (seperti kultur darah). Intervensi ini dilakukan secara komprehensif dan dinamis, disesuaikan dengan respons pasien, dengan prinsip utama meningkatkan kehilangan panas dan mengurangi produksi panas tubuh.
-
Article No. 23117 | 02 Dec 2025
Klinis : Seorang anak laki-laki, bernama Agung berusia 14 tahun. Beberapa hari ini mengalami demam tinggi 38,8 C, yang tidak turun selama 5 hari berturut-turut, lemas, pucat, mual-mual dan muntah 3 kali dalam sehari, sesak nafas ringan, banyak sariawan, dan nyeri pada kaki dan sendi makan menurun. Pasien nampak lemah, ada ruam kebiruan pada kulit, muncul bintik-bintik merah kecil di bawah kulit (petechiae), gusi mudah berdarah dan mimisan berulang. Didapatkan hasil pemeriksaan Bb/Tb: 41 kg/ 150 cm (Underweight) Denyut jantung: 110 denyut per menit Tekanan darah: 90/60 mmHG Hb: 7,8 gr/dL Trombosit: 100.000/µL Leukosit: 100.000/µL Frekuensi napas: 25 kali per menit Saturasi oksigen: 93% Ia bilang tidak ada nafsu makan dan berat badan menurun 3 kg dalam sebulan. Orang tuanya nampak cemas dan khawatir mengenai kondisi anaknya.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Jaringan Tidak Efektif dan Risiko Perdarahan pada Anak dengan Dugaan Leukemia Akut
Kode SDKI: D.0016 & D.0019
Deskripsi Singkat: Berdasarkan data klinis Agung (demam tinggi persisten, lemas, pucat, sesak napas, saturasi O2 93%, Hb 7.8, takikardia, hipotensi), terdapat ancaman serius terhadap kemampuan sistem kardiovaskular untuk memberikan darah yang cukup ke jaringan, terutama jaringan perifer dan serebral, yang dapat menyebabkan syok dan kerusakan organ. Secara bersamaan, dengan trombositopenia (100.000/µL), petekie, perdarahan gusi, dan epistaksis, ia memiliki kerentanan tinggi untuk mengalami perdarahan yang dapat membahayakan jiwa. Kedua diagnosis ini saling terkait dan memerlukan intervensi segera.
Kode SLKI: L.03115 & L.03116
Deskripsi : SLKI L.03115: Perfusi jaringan perifer adekuat, ditandai dengan: tekanan darah dalam rentang normal untuk usia, denyut nadi perifer teraba kuat dan reguler, pengisian kapiler < 3 detik, ekstremitas hangat, warna kulit normal, tingkat kesadaran baik (alert dan responsif), produksi urine adekuat (>1 mL/kg/jam), tidak ada keluhan nyeri dada atau sesak napas. SLKI L.03116: Perdarahan terkontrol, ditandai dengan: tidak ada perdarahan aktif (mimisan, gusi, saluran cerna), jumlah trombosit dalam rentang aman atau menunjukkan tren peningkatan, tanda-tanda perdarahan (petekie, ekimosis) tidak bertambah atau menghilang, nilai hemoglobin dan hematokrit stabil, tanda-tanda vital stabil, pasien dan keluarga dapat menyebutkan tanda-tanda perdarahan yang perlu dilaporkan segera.
Kode SIKI: I.05290, I.08064, I.08065, I.09029, I.09030
Deskripsi : Intervensi keperawatan difokuskan pada pemantauan ketat, pencegahan komplikasi, dan edukasi. I.05290 (Manajemen Perdarahan): Lakukan pemantauan ketat tanda-tanda perdarahan (kulit, mukosa, feses, muntah, urine). Hindari tindakan yang memicu trauma (injeksi IM, pengukuran suhu rektal, sikat gigi keras). Berikan tekanan langsung pada area perdarahan. Kolaborasi pemberian transfusi trombosit sesuai indikasi. Ajarkan pada pasien dan keluarga untuk melaporkan tanda perdarahan. I.08064 (Manajemen Syok Hipovolemik): Pantau tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, saturasi O2) setiap 1-2 jam atau lebih sering sesuai kondisi. Pantau pengisian kapiler, warna kulit, dan suhu ekstremitas. Observasi tingkat kesadaran. Pertahankan akses intravena yang paten. Kolaborasi pemberian cairan resusitasi dan transfusi sel darah merah pack (PRC) sesuai order. Posisikan pasien dengan elevasi kaki (kecuali kontraindikasi). I.08065 (Manajemen Syok Septik): Pantau suhu tubuh secara ketat. Kumpulkan kultur darah dan lainnya sebelum pemberian antibiotik. Kolaborasi pemberian antibiotik spektrum luas sesuai protokol. Berikan terapi kompres dan antipiretik untuk mengatasi demam. I.09029 (Manajemen Nyeri Akut): Lakukan penilaian nyeri komprehensif (PQRST). Berikan analgesia sesuai protokol, evaluasi efektivitas dan efek sampingnya. Lakukan intervensi non-farmakologis seperti distraksi, reposisi yang nyaman, dan lingkungan tenang. I.09030 (Manajemen Mual): Kaji frekuensi dan karakteristik muntah. Atur pola makan kecil tapi sering, hindari makanan berbau tajam. Kolaborasi pemberian antiemetik. Pertahankan kebersihan oral untuk mengurangi mual. Pantau tanda-tanda dehidrasi. Semua intervensi dilakukan dengan pendekatan keluarga, melibatkan orang tua dalam observasi dan memberikan dukungan psikologis untuk mengurangi kecemasan mereka.
-
Article No. 23118 | 02 Dec 2025
Klinis : Seorang anak laki-laki, bernama Agung berusia 14 tahun. Beberapa hari ini mengalami demam tinggi 38,8 C, yang tidak turun selama 5 hari berturut-turut, lemas, pucat, mual-mual dan muntah 3 kali dalam sehari, sesak nafas ringan, banyak sariawan, dan nyeri pada kaki dan sendi makan menurun. Pasien nampak lemah, ada ruam kebiruan pada kulit, muncul bintik-bintik merah kecil di bawah kulit (petechiae), gusi mudah berdarah dan mimisan berulang. Didapatkan hasil pemeriksaan Bb/Tb: 41 kg/ 150 cm (Underweight) Denyut jantung: 110 denyut per menit Tekanan darah: 90/60 mmHG Hb: 7,8 gr/dL Trombosit: 100.000/µL Leukosit: 100.000/µL Frekuensi napas: 25 kali per menit Saturasi oksigen: 93% Ia bilang tidak ada nafsu makan dan berat badan menurun 3 kg dalam sebulan. Orang tuanya nampak cemas dan khawatir mengenai kondisi anaknya.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Jaringan Tidak Efektif dan Risiko Perdarahan Berhubungan dengan Gangguan Hematologis (Diduga Leukemia Akut)
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai oksigen dan nutrisi ke sel/tubuh perifer untuk memenuhi kebutuhan metabolisme, serta risiko kehilangan darah akibat gangguan pada sistem hematologi (dalam hal ini, diduga kuat leukemia akut berdasarkan gejala dan hasil lab).
Kode SLKI: 0410
Deskripsi : Perfusi jaringan perifer membaik, ditandai dengan: 1) Tanda vital dalam rentang normal untuk usia (nadi, tekanan darah, frekuensi napas). 2) Saturasi oksigen dalam rentang normal (≥95%). 3) Kulit hangat dan kering. 4) Warna kulit dan membran mukosa normal (tidak pucat atau sianosis). 5) Pengisian kapiler < 3 detik. 6) Tidak ada keluhan nyeri dada, sesak napas, atau pusing. 7) Nilai hemoglobin dan trombosit meningkat/mendekati normal. 8) Tidak ditemukan petechiae, ekimosis, atau perdarahan spontan.
Kode SIKI: 0410
Deskripsi : 1) Monitor tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan saturasi oksigen setiap 2-4 jam atau sesuai kondisi. 2) Auskultasi bunyi jantung dan paru untuk mendeteksi adanya abnormalitas. 3) Observasi warna kulit, suhu, kelembaban, pengisian kapiler, dan adanya petechiae/ekimosis setiap 8 jam. 4) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (Hb, Ht, trombosit, leukosit, diferensial count). 5) Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi dan resep untuk mempertahankan saturasi >95%. 6) Atur posisi pasien semi-Fowler atau nyaman untuk memfasilitasi pertukaran udara. 7) Lakukan aktivitas dengan bantuan penuh atau sebagian, batasi aktivitas berat, anjurkan tirah baring untuk mengurangi konsumsi oksigen. 8) Kolaborasi pemberian transfusi darah atau komponen darah (seperti PRC, trombosit) sesuai indikasi. 9) Lakukan tindakan invasif (injeksi, pengambilan darah) dengan teknik aseptik dan tekan area penusukan lebih lama. 10) Gunakan sikat gigi yang sangat lembut atau kasa basah untuk kebersihan mulut, hindari trauma pada gusi. 11) Hindari obat-obatan yang mempengaruhi fungsi trombosit seperti aspirin. 12) Observasi adanya tanda perdarahan lebih lanjut (mimisan, perdarahan gusi, hematuria, melena, perdarahan pada retina). 13) Berikan edukasi pada pasien dan keluarga untuk melaporkan segera tanda perdarahan, menghindari benturan, dan menggunakan alas kaki.
Kondisi: Nyeri Akut Berhubungan dengan Proses Penyakit dan Komplikasinya
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut (International Association for the Study of Pain); dengan onset yang tiba-tiba atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 1610
Deskripsi : Kontrol nyeri, ditandai dengan: 1) Mengungkapkan nyeri berkurang/hilang (skala 0-3). 2) Ekspresi wajah rileks. 3) Dapat beristirahat/tidur dengan cukup. 4) Tanda vital dalam rentang normal. 5) Dapat melakukan aktivitas sesuai toleransi. 6) Menggunakan metode nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri.
Kode SIKI: 1610
Deskripsi : 1) Kaji nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, intensitas dengan skala 0-10, dan faktor pencetus/pereda). 2) Observasi respons nonverbal terhadap nyeri (ekspresi wajah, postur tubuh, gelisah, menangis). 3) Monitor tanda vital yang berhubungan dengan nyeri (peningkatan nadi, tekanan darah, pernapasan). 4) Ajarkan dan anjurkan teknik nonfarmakologi (distraksi, relaksasi napas dalam, imajinasi terbimbing, kompres hangat/dingin pada area nyeri sendi jika tepat). 5) Atur posisi yang nyaman untuk mengurangi tekanan pada area yang nyeri, beri bantal penyangga. 6) Lakukan mobilisasi sesuai toleransi, bantu aktivitas jika diperlukan. 7) Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk meningkatkan istirahat. 8) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai resep (misal, non-opioid atau opioid dengan mempertimbangkan jumlah trombosit), evaluasi efektivitas dan efek sampingnya. 9) Berikan perawatan mulut yang lembut sebelum dan sesudah makan untuk mengurangi nyeri akibat sariawan. 10) Kolaborasi pemberian topikal anestesi untuk sariawan sesuai resep. 11) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya melaporkan nyeri dan metode penatalaksanaannya.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh Berhubungan dengan Anoreksia, Mual Muntah, dan Peningkatan Metabolisme
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: 0201
Deskripsi : Status nutrisi membaik, ditandai dengan: 1) Berat badan stabil atau meningkat mendekati ideal sesuai usia dan tinggi badan. 2) Asupan makanan dan cairan mencukupi kebutuhan harian. 3) Nilai laboratorium terkait nutrisi (Hb, albumin) dalam batas normal. 4) Tidak ada mual dan muntah. 5) Mukosa bibir dan mulut lembab, integritas kulit baik. 6) Memiliki energi untuk beraktivitas.
Kode SIKI: 0201
Deskripsi : 1) Monitor dan catat asupan makanan dan cairan setiap hari (jumlah, jenis, toleransi). 2) Timbang berat badan setiap hari dengan timbangan yang sama, pada waktu yang sama. 3) Kaji faktor penyebab mual muntah (obat, kondisi penyakit) dan karakteristik muntahan. 4) Berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering (6-8x/hari) dengan tekstur lunak atau sesuai toleransi. 5) Sajikan makanan dalam keadaan hangat, menarik, dan sesuai selera pasien. 6) Anjurkan untuk makan dalam posisi duduk dan tetap duduk/duduk setengah selama 30-60 menit setelah makan. 7) Berikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan untuk meningkatkan kenyamanan dan nafsu makan. 8) Kolaborasi pemberian antiemetik sebelum makan atau kemoterapi sesuai resep. 9) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori, protein, dan diet yang sesuai. 10) Kolaborasi pemberian nutrisi parenteral jika asupan per oral sangat tidak adekuat. 11) Monitor tanda dehidrasi dan elektrolit tidak seimbang. 12) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi dan strategi untuk mengatasi mual.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas Berhubungan dengan Kelemahan Umum, Anemia, dan Demam
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk menuntaskan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: 0501
Deskripsi : Toleransi aktivitas membaik, ditandai dengan: 1) Mengungkapkan peningkatan energi dan kemampuan melakukan aktivitas. 2) Dapat melakukan aktivitas perawatan diri dengan bantuan minimal. 3) Tanda vital stabil sebelum, selama, dan setelah aktivitas. 4) Tidak mengalami sesak napas, kelelahan ekstrem, atau pusing saat beraktivitas. 5) Waktu istirahat dan tidur cukup.
Kode SIKI: 0501
Deskripsi : 1) Kaji tingkat kelemahan/kelelahan dengan skala (misal 0-10). 2) Monitor tanda vital sebelum dan sesudah aktivitas. 3) Bantu pasien dalam aktivitas perawatan diri (mandi, ganti baju, toileting) sesuai kebutuhan. 4) Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas (misal, sebelum makan atau prosedur). 5) Anjurkan aktivitas bertahap: mulai dari latihan rentang gerak di tempat tidur, duduk di tepi tempat tidur, berdiri, berjalan dengan pendampingan. 6) Batasi pengunjung untuk memastikan waktu istirahat cukup. 7) Atur lingkungan yang tenang dan nyaman untuk memfasilitasi istirahat. 8) Kolaborasi pemberian transfusi sel darah merah untuk memperbaiki kapasitas angkut oksigen jika anemia berat.
Article No. 23091 | 01 Dec 2025
Klinis : Seorang pasien dirawat di rumah sakit dengan demam berdarah dengue (DBD). Pasien mengalami demam selama lima hari dengan suhu 39°C. Jumlah trombosit 30.000/µL; pasien tampak pucat, terdapat petekie positif, turgor kulit buruk, produksi urin berkurang, dan dilaporkan lemas serta pusing. Tanda-tanda vital: TD 100/60 mmHg, denyut nadi 60 kali/menit, laju pernapasan 20 kali/menit. Keseimbangan cairan -500 ml.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: B.a.1
Deskripsi Singkat: Defisit Volume Cairan adalah keadaan dimana seorang individu mengalami atau berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular. Pada pasien Demam Berdarah Dengue (DBD), kondisi ini terjadi secara dominan akibat peningkatan permeabilitas kapiler yang menyebabkan kebocoran plasma (plasma leakage) dari intravaskular ke ruang interstitial. Hal ini mengakibatkan hemokonsentrasi, penurunan volume darah yang bersirkulasi, dan akhirnya syok hipovolemik jika tidak ditangani dengan tepat. Tanda dan gejala yang mendukung diagnosa ini pada pasien meliputi demam tinggi yang mempercepat kehilangan cairan melalui evaporasi, turgor kulit yang buruk yang menunjukkan dehidrasi pada jaringan, produksi urin yang berkurang (oliguria) sebagai kompensasi tubuh untuk mempertahankan cairan, tekanan darah yang cenderung rendah (100/60 mmHg), dan keseimbangan cairan negatif (-500 ml) yang secara objektif membuktikan bahwa output cairan lebih besar daripada input. Penurunan jumlah trombosit yang drastis (30.000/µL) juga berkontribusi pada risiko perdarahan yang dapat memperparah defisit volume cairan. Diagnosa ini menjadi fokus utama karena komplikasi paling berbahaya dari DBD adalah syok akibat kebocoran plasma.
Kode SLKI: B.a.1.1
Deskripsi : SLKI dengan kode B.a.1.1 berfokus pada pemantauan status hidrasi dan keseimbangan cairan secara ketat dan berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah mendeteksi secara dini tanda-tanda memburuknya defisit cairan dan mencegah terjadinya syok. Intervensi keperawatan yang spesifik meliputi: Memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan) setiap 1-2 jam atau lebih sering tergantung kondisi. Tekanan darah 100/60 mmHg dan nadi 60 kali/menit (yang mungkin merupakan nadi lemah dan lambat sebagai tanda kompensasi) harus diawasi ketat untuk mendeteksi tren penurunan. Memonitor balance cairan secara akurat dengan mencatat semua asupan (oral dan parenteral) dan output (urin, muntah, diarrhoea). Keseimbangan -500 ml harus menjadi alarm untuk meningkatkan terapi cairan. Mengobservasi tanda-tanda klinis dehidrasi seperti turgor kulit, keadaan membran mukosa (mulut kering), rasa haus, dan mata cekung. Pada DBD, pemantauan hematokrit (Ht) sangat krusial; peningkatan Ht yang progresif menunjukkan hemokonsentrasi akibat kebocoran plasma. Memantau produksi urin setiap jam, dimana output kurang dari 30-50 ml/jam pada dewasa mengindikasikan perfusi ginjal yang buruk akibat hipovolemia. Memantau adanya perdarahan lebih lanjut seperti petekie baru, epistaksis, atau perdarahan gusi. Seluruh data pemantauan ini harus didokumentasikan dengan teliti untuk mengevaluasi efektivitas terapi dan menjadi dasar pengambilan keputusan klinis.
Kode SIKI: B.a.1.1.1
Deskripsi : SIKI B.a.1.1.1 merupakan kriteria hasil yang diharapkan setelah intervensi keperawatan dilaksanakan. Kriteria ini mengevaluasi keberhasilan dalam mengatasi atau mengendalikan defisit volume cairan. Hasil yang diharapkan meliputi: Keseimbangan cairan menjadi seimbang atau positif, yang ditunjukkan dengan intake dan output yang seimbang dalam 24 jam, dan tidak ada lagi akumulasi defisit yang signifikan. Tanda-tanda vital stabil dalam rentang normal yang dapat diterima untuk pasien, yaitu tekanan darah sistolik di atas 100 mmHg, denyut nadi antara 60-100 kali/menit dan kuat, serta laju pernapasan normal. Tanda-tanda dehidrasi membaik secara klinis, ditunjukkan dengan kembalinya turgor kulit dengan baik (saat dicubit, kulit segera kembali normal), membran mukosa lembab, dan mata tidak cekung. Produksi urin kembali adekuat, yaitu lebih dari 0,5 ml/kg berat badan/jam, yang menandakan bahwa perfusi ginjal telah membaik. Nilai hematokrit stabil atau menunjukkan tren penurunan, yang mengindikasikan bahwa kebocoran plasma telah teratasi atau terkontrol. Pasien tidak menunjukkan tanda-tanda syok seperti gelisah, dingin, kulit lembab, atau penurunan kesadaran. Selain parameter fisiologis, pasien juga diharapkan dapat memahami pentingnya asupan cairan dan melaporkan jika terjadi keluhan seperti pusing atau lemas yang memberat. Pencapaian kriteria hasil ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan dan medis telah berhasil dalam menstabilkan kondisi hemodinamik pasien dan mencegah progresivitas menuju syok dengue.
Article No. 23092 | 01 Dec 2025
Klinis : Diabetes gula darah meningkat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Diabetes gula darah meningkat
Kode SDKI: D.0069
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SLKI: L.03132
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini berfokus pada pemantauan dan pengendalian kadar glukosa darah. Perawat akan memantau tanda dan gejala hiperglikemia (seperti poliuria, polidipsia, penglihatan kabur, dan kelelahan) serta hipoglikemia (seperti diaforesis, tremor, palpitasi, dan konfusi). Tindakan mencakup pemantauan kadar glukosa darah secara berkala sesuai protokol, mendokumentasikan fluktuasi yang signifikan, dan melaporkan temuan yang tidak normal kepada tim medis. Perawat juga akan memastikan pasien memahami hubungan antara diet, aktivitas fisik, obat-obatan (insulin atau oral), dan kadar glukosa darah. Edukasi diberikan mengenai teknik injeksi insulin yang benar, rotasi area injeksi, dan penanganan reaksi hipoglikemia. Peran perawat sangat krusial dalam mengidentifikasi faktor risiko yang dapat memperburuk ketidakstabilan glukosa, seperti stres, penyakit akut, atau ketidakpatuhan terhadap terapi, serta melakukan kolaborasi untuk penyesuaian regimen terapeutik.
Kode SIKI: I.01224
Deskripsi : SIKI ini berpusat pada manajemen mandiri dan pencegahan komplikasi jangka panjang. Intervensi dimulai dengan pendidikan kesehatan yang komprehensif dan individual sesuai kebutuhan dan kesiapan belajar pasien. Perawat akan mengajarkan teknik pemantauan glukosa darah mandiri, termasuk cara menggunakan glukometer, interpretasi hasil, dan jadwal pemantauan yang dianjurkan. Edukasi nutrisi sangat mendalam, mencakup prinsip diet seimbang, penghitungan karbohidrat, pemilihan makanan dengan indeks glikemik rendah, dan perencanaan makan. Perawat juga melatih pasien untuk mengenali gejala dini hiperglikemia dan hipoglikemia serta tindakan yang harus segera dilakukan. Intervensi penting lainnya adalah perawatan kaki diabetik, meliputi edukasi untuk memeriksa kaki setiap hari, merawat kaki dengan hati-hati, memilih alas kaki yang tepat, dan menghindari cedera. Perawat akan mendorong aktivitas fisik teratur yang aman dan sesuai kondisi pasien, serta memfasilitasi konseling untuk mengatasi masalah psikososial seperti ansietas, depresi, atau beban finansial akibat penyakit kronis. Membantu pasien mengembangkan sistem dukungan sosial dan memastikan keteraturan dalam kontrol rutin juga merupakan bagian integral dari SIKI ini untuk mencapai kualitas hidup yang optimal.
Article No. 23093 | 01 Dec 2025
Klinis : Diabetes gula darah meningkat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Diabetes dengan Gula Darah Meningkat
Kode SDKI: D.0060
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : SLKI dengan kode L.03115 berfokus pada upaya untuk mencapai dan mempertahankan kestabilan kadar glukosa darah. Intervensi keperawatan ini dirancang komprehensif, dimulai dari pemantauan ketat kadar glukosa darah sesuai protokol, baik secara mandiri oleh pasien maupun dengan bantuan tenaga kesehatan. Perawat akan mendemonstrasikan dan memastikan pasien serta keluarganya mampu melakukan teknik pemeriksaan gula darah yang benar, termasuk cara menggunakan glukometer, mengambil sampel darah, dan mencatat hasilnya. Manajemen diet merupakan pilar utama, dimana perawat berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun rencana makan individu yang sesuai dengan kebutuhan kalori, komposisi nutrisi seimbang (karbohidrat kompleks, serat, protein, lemak baik), dan jadwal makan yang teratur. Pasien dan keluarga akan diedukasi tentang prinsip diet diabetes, cara menghitung estimasi karbohidrat, serta pemilihan makanan yang tepat. Pada aspek aktivitas fisik, perawat akan membantu pasien menyusun program latihan yang aman dan realistis, dengan mempertimbangkan kondisi fisik, usia, dan adanya komplikasi, serta mengajarkan tentang tanda-tanda hipoglikemia selama beraktivitas. Manajemen obat-obatan juga menjadi perhatian serius, dimana perawat memastikan kepatuhan dan pemahaman pasien mengenai jenis obat (hipoglikemik oral atau insulin), dosis, waktu pemberian, cara penyuntikan insulin yang benar (jika diperlukan), rotasi area injeksi, dan penyimpanan obat. Edukasi tentang tanda dan gejala hiperglikemia (seperti poliuria, polidipsi, polifagi, lemas, pandangan kabur) dan hipoglikemia (seperti keringat dingin, gemetar, lemas, pusing, jantung berdebar) serta langkah penanganan awal sangat ditekankan. Selain itu, perawat akan mempromosikan perilaku hidup sehat seperti manajemen stres, tidur yang cukup, perawatan kaki secara rutin untuk mencegah ulkus diabetik, dan menghindari faktor risiko seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan. Tujuan akhir dari seluruh rangkaian intervensi ini adalah agar pasien mencapai nilai gula darah dalam rentang target yang ditetapkan, mampu melakukan perawatan mandiri (self-management) dengan percaya diri, dan secara signifikan menurunkan risiko terjadinya komplikasi akut maupun kronis.
Kode SIKI: I.08059
Deskripsi : SIKI dengan kode I.08059 merupakan indikator keberhasilan dari intervensi keperawatan yang telah dilakukan, yang diukur melalui pencapaian kriteria hasil yang spesifik dan terobservasi. Kriteria utama adalah kadar glukosa darah puasa dan 2 jam postprandial yang konsisten berada dalam rentang target yang telah ditetapkan secara individual untuk pasien tersebut. Pasien mampu mendemonstrasikan teknik pemeriksaan gula darah mandiri dengan benar dan akurat, termasuk kalibrasi alat, pengambilan sampel darah, pembacaan hasil, dan pencatatan yang rapi. Dari sisi pengetahuan, pasien dapat menyebutkan dan menjelaskan dengan jelas jenis, dosis, waktu, dan cara pemberian obat anti-diabetes yang digunakannya, serta tindakan yang harus dilakukan jika lupa minum obat. Pasien juga mampu merencanakan dan memilih menu makanannya sendiri sesuai dengan prinsip diet diabetes yang telah diajarkan, termasuk memperhatikan porsi, jenis karbohidrat, dan jadwal makan. Kemampuan untuk mengenali tanda dan gejala hipoglikemia dan hiperglikemia serta langkah-langkah penanganan awal yang tepat juga menjadi indikator keberhasilan yang krusial. Perilaku hidup sehat terintegrasi dalam keseharian pasien, ditunjukkan dengan keteraturan dalam menjalankan aktivitas fisik, melakukan perawatan kaki secara mandiri untuk inspeksi adanya luka atau lecet, serta menghindari faktor risiko seperti merokok. Kepatuhan pasien dalam mengikuti jadwal kontrol dan konsultasi dengan tenaga kesehatan juga menjadi indikator penting. Secara keseluruhan, keberhasilan ditandai dengan peningkatan kualitas hidup pasien, dimana pasien melaporkan tidak adanya keluhan seperti lemas berlebihan, sering haus, atau sering buang air kecil, serta menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi dalam mengelola penyakitnya secara mandiri. Stabilitas kondisi ini menunjukkan bahwa pasien telah berhasil menginternalisasi pengetahuan dan keterampilan yang diberikan menjadi sebuah perilaku berkelanjutan untuk mengendalikan penyakit diabetesnya.
Article No. 23094 | 01 Dec 2025
Klinis : Kasus: Seorang anak laki-laki, bernama Agung berusia 14 tahun. Beberapa hari ini mengalami demam tinggi 38,8 C, yang tidak turun selama 5 hari berturut-turut, lemas, pucat, mual-mual dan muntah 3 kali dalam sehari, sesak nafas ringan, banyak sariawan, dan nyeri pada kaki dan sendi makan menurun. Pasien nampak lemah, ada ruam kebiruan pada kulit, muncul bintik-bintik merah kecil di bawah kulit (petechiae), gusi mudah berdarah dan mimisan berulang. Didapatkan hasil pemeriksaan Bb/Tb: 41 kg/ 150 cm (Underweight) Denyut jantung: 110 denyut per menit Tekanan darah: 90/60 mmHG Hb: 7,8 gr/dL Trombosit: 100.000/µL Leukosit: 100.000/µL Frekuensi napas: 25 kali per menit Saturasi oksigen: 93% Ia bilang tidak ada nafsu makan dan berat badan menurun 3 kg dalam sebulan. Orang tuanya nampak cemas dan khawatir mengenai kondisi anaknya.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Syok Hipovolemik dan Perfusi Jaringan Tidak Efektif pada Leukemia Akut dengan Komplikasi Infeksi dan Trombositopenia
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan volume sirkulasi darah yang dapat mengancam jiwa, berhubungan dengan kehilangan darah aktif atau potensial, dehidrasi, atau perpindahan cairan.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : Tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk usia; membran mukosa lembab; pengisian kapiler kurang dari 3 detik; haluaran urine adekuat; tidak ada pusing atau ortostatik; turgor kulit baik.
Kode SIKI: I.01270
Deskripsi : Pantau tanda-tanda vital dan status hemodinamik; pantau tanda-tanda perdarahan (kulit, mukosa, feses, urine, muntah); pantau keseimbangan cairan (intake-output, berat badan); kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai program; kolaborasi pemberian transfusi komponen darah (seperti PRC, trombosit) sesuai indikasi; lakukan tindakan untuk mencegah perdarahan (hindari trauma, gunakan sikat gigi lembut); edukasi pasien/keluarga tentang tanda-tanda perdarahan dan syok yang harus dilaporkan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0098
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi patogen, berhubungan dengan pertahanan tubuh primer tidak adekuat (kulit rusak, jaringan mukosa rusak, aksi silia menurun, sekret tubuh pH berubah, mobilitas menurun), pertahanan tubuh sekunder tidak adekuat (penurunan hemoglobin, leukositosis, leukopenia), imunosupresi, malnutrisi, prosedur invasif.
Kode SLKI: L.03061
Deskripsi : Bebas dari tanda dan gejala infeksi; tanda-tanda vital dalam rentang normal; hasil laboratorium penunjang (seperti leukosit) dalam rentang normal; luka/tusukan IV bersih, kering, tidak kemerahan; mampu mendemonstrasikan perilaku untuk mencegah infeksi.
Kode SIKI: I.01249
Deskripsi : Pantau tanda-tanda infeksi (demam, kemerahan, drainage purulen); pantau hasil laboratorium (hitung leukosit, diferensial); lakukan cuci tangan ketat sebelum dan sesudah kontak pasien; lakukan perawatan kulit dan membran mukosa (termasuk perawatan mulut untuk sariawan) dengan teknik steril/aseptik; batasi pengunjung yang sakit; kolaborasi pemberian antibiotik/antimikroba sesuai program; edukasi pasien/keluarga tentang tanda infeksi dan pentingnya kebersihan tangan; anjurkan diet tinggi protein dan vitamin untuk penyembuhan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, intensitas ringan hingga berat, dengan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03012
Deskripsi : Melaporkan nyeri terkontrol; skala nyeri menurun; tanda vital stabil; mampu menunjukkan teknik nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri; ekspresi wajah rileks, dapat beristirahat/tidur.
Kode SIKI: I.09005
Deskripsi : Kaji nyeri (lokasi, karakteristik, durasi, faktor pencetus, skala); observasi reaksi nonverbal (ekspresi wajah, postur tubuh, gelisah); ciptakan lingkungan yang nyaman dan tenang; ajarkan teknik distraksi dan relaksasi; kolaborasi pemberian analgetik sesuai program (dengan pertimbangan status trombosit); lakukan reposisi dan dukungan posisi yang nyaman pada area nyeri (kaki dan sendi); berikan kompres hangat/dingin sesuai indikasi; evaluasi keefektifan intervensi nyeri.
Kondisi: Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik, berhubungan dengan ketidakmampuan untuk memasukkan atau mencerna makanan, atau menyerap nutrien karena faktor biologis, psikologis, atau ekonomi.
Kode SLKI: L.03022
Deskripsi : Berat badan dalam rentang normal/ideal; tidak ada penurunan berat badan yang tidak diinginkan; asupan makanan dan cairan adekuat; nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin, Hb) dalam batas normal; mampu menyebutkan jenis makanan yang sesuai kebutuhan.
Kode SIKI: I.01126
Deskripsi : Kaji asupan nutrisi dan kebiasaan makan; timbang berat badan secara teratur; kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan diet; tawarkan makanan dalam porsi kecil tapi sering dengan tekstur yang sesuai (lembut, lunak karena sariawan); berikan makanan tinggi kalori, tinggi protein, dan kaya vitamin; berikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan untuk meningkatkan kenyamanan; atasi mual dan muntah (misal: pemberian antiemetik sesuai kolaborasi); pantau tanda-tanda dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit; edukasi pasien/keluarga tentang pentingnya nutrisi dalam proses penyembuhan.
Kondisi: Ansietas (Pada Orang Tua)
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau kekhawatiran yang tidak jelas dan tidak nyaman sebagai respons terhadap ancaman yang tidak spesifik.
Kode SLKI: L.03003
Deskripsi : Mengungkapkan perasaan lebih tenang; menunjukkan ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang rileks; mampu mengidentifikasi mekanisme koping yang efektif; mampu mengajukan pertanyaan yang relevan tentang kondisi dan perawatan.
Kode SIKI: I.04002
Deskripsi : Kaji tingkat ansietas dan manifestasinya; dengarkan dengan penuh perhatian dan empati; berikan informasi yang jujur, jelas, dan sesuai tentang kondisi, prosedur, dan rencana perawatan Agung; jelaskan semua tindakan yang akan dilakukan; dorong orang tua untuk mengekspresikan perasaan dan kekhawatiran; libatkan orang tua dalam perawatan Agung sesuai kemampuan; rujuk ke kelompok dukungan atau konseling jika diperlukan; ciptakan lingkungan yang mendukung dan percaya; berikan dukungan spiritual sesuai keyakinan keluarga.
Article No. 23095 | 01 Dec 2025
Klinis : Kasus: Seorang anak laki-laki, bernama Agung berusia 14 tahun. Beberapa hari ini mengalami demam tinggi 38,8 C, yang tidak turun selama 5 hari berturut-turut, lemas, pucat, mual-mual dan muntah 3 kali dalam sehari, sesak nafas ringan, banyak sariawan, dan nyeri pada kaki dan sendi makan menurun. Pasien nampak lemah, ada ruam kebiruan pada kulit, muncul bintik-bintik merah kecil di bawah kulit (petechiae), gusi mudah berdarah dan mimisan berulang. Didapatkan hasil pemeriksaan Bb/Tb: 41 kg/ 150 cm (Underweight) Denyut jantung: 110 denyut per menit Tekanan darah: 90/60 mmHG Hb: 7,8 gr/dL Trombosit: 100.000/µL Leukosit: 100.000/µL Frekuensi napas: 25 kali per menit Saturasi oksigen: 93% Ia bilang tidak ada nafsu makan dan berat badan menurun 3 kg dalam sebulan. Orang tuanya nampak cemas dan khawatir mengenai kondisi anaknya.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Jaringan Perifer Tidak Efektif dan Risiko Perdarahan
Kode SDKI: D.0016 & D.0017
Deskripsi Singkat: Berdasarkan data pasien (demam tinggi berkepanjangan, lemas, pucat, sesak napas, saturasi O2 93%, Hb 7.8 gr/dL, takikardi, hipotensi, petekie, perdarahan gusi/mimisan, trombositopenia, leukositosis sangat tinggi, ruam kebiruan, nyeri kaki/sendi, anoreksia, dan penurunan berat badan), kondisi utama yang mengancam jiwa adalah kegagalan sumsum tulang dan disfungsi hematologis yang sangat mengarah pada diagnosis leukemia akut. Manifestasi klinis menunjukkan dua diagnosa keperawatan utama: (1) Risiko Perfusi Jaringan Perifer Tidak Efektif terkait dengan penurunan kapasitas pengangkutan oksigen sekunder terhadap anemia berat (Hb 7.8 gr/dL) dan potensi sindrom hiperviskositas akibat leukositosis ekstrem (leukosit 100.000/µL). (2) Risiko Perdarahan terkait dengan penurunan faktor pembekuan darah dan trombositopenia (trombosit 100.000/µL) yang dimanifestasikan dengan petekie, perdarahan mukosa, dan ruam kebiruan. Kedua diagnosa ini saling terkait dan memerlukan intervensi segera untuk mencegah komplikasi fatal seperti hipoksia organ, syok, atau perdarahan masif.
Kode SLKI: L.03115 & L.03004
Deskripsi : SLKI L.03115: Perfusi jaringan perifer membaik. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: saturasi oksigen perifer dalam rentang normal (≥95%), tanda-tanda vital stabil (denyut nadi dan tekanan darah dalam rentang normal untuk usia), pengisian kapiler <3 detik, ekstremitas hangat, kulit dan membran mukosa tidak pucat atau sianosis, tingkat kesadaran baik (responsif dan kooperatif), serta tidak ada keluhan sesak napas atau nyeri dada. Pencapaian SLKI ini diukur melalui pemantauan terus-menerus saturasi oksigen, tanda vital, dan penilaian klinis warna kulit serta pengisian kapiler. SLKI L.03004: Perdarahan terkontrol. Kriteria hasil yang diharapkan adalah: tidak ada tanda perdarahan aktif baru (mimisan, perdarahan gusi), jumlah dan ukuran petekie tidak bertambah, tidak terdapat hematoma atau ekimosis baru, nilai laboratorium trombosit menunjukkan tren peningkatan atau stabil, tanda vital stabil (terutama tekanan darah yang tidak turun sebagai tanda perdarahan tersembunyi), serta pasien dan keluarga dapat mengidentifikasi tanda perdarahan dan tindakan pencegahan yang harus dilakukan. Evaluasi dilakukan dengan observasi kulit dan membran mukosa setiap shift, pemantauan nilai laboratorium, dan edukasi kepada keluarga.
Kode SIKI: I.08091, I.05258, I.09030, I.09031
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang direncanakan bersifat kolaboratif dan independen. I.08091 (Manajemen Perdarahan): Pantau tanda-tanda perdarahan setiap shift (kulit, mukosa, feses, muntah, urine). Hindari tindakan yang memicu trauma (injeksi IM, pengukuran suhu rektal). Berikan perawatan mulut lembut dengan sikat gigi sangat lunak atau kasa. Anjurkan pasien untuk menghindari mengorek hidung atau menggosok gusi. Kolaborasi pemberian transfusi trombosit sesuai indikasi. I.05258 (Manajemen Hipovolemia): Pantau ketat tanda vital dan capillary refill time. Kolaborasi pemberian transfusi packed red cells (PRC) untuk meningkatkan kapasitas angkut oksigen. Atur posisi pasien untuk optimasi sirkulasi (misalnya, trendelenburg ringan jika hipotensi, sesuai protokol). Pertahankan akses intravena yang paten. I.09030 (Manajemen Leukemia): Ini adalah intervensi utama yang mendasar. Lakukan pemantauan ketat terhadap tanda-tanda komplikasi (perdarahan, infeksi, hiperviskositas). Kolaborasi dalam pemberian terapi sitostatika/kemoterapi sesuai protokol. Lakukan tindakan pencegahan infeksi ketat (hand hygiene, lingkungan steril, hindari kontak dengan sumber infeksi). Manajemen mual muntah pasca kemoterapi. I.09031 (Manajemen Nyeri pada Leukemia): Lakukan penilaian nyeri komprehensif (lokasi, intensitas, karakter). Kolaborasi pemberian analgesik sesuai skala nyeri, hindari aspirin atau NSAID yang mempengaruhi fungsi trombosit. Lakukan intervensi non-farmakologis seperti distraksi, relaksasi, dan posisi nyaman. Semua intervensi ini harus disertai dengan I.05178 (Edukasi Kesehatan) untuk mengurangi kecemasan orang tua dengan memberikan penjelasan tentang penyakit, rencana pengobatan, tanda bahaya yang harus diwaspadai, dan pentingnya nutrisi serta higiene.
Article No. 23096 | 01 Dec 2025
Klinis : Kasus: Seorang anak laki-laki, bernama Agung berusia 14 tahun. Beberapa hari ini mengalami demam tinggi 38,8 C, yang tidak turun selama 5 hari berturut-turut, lemas, pucat, mual-mual dan muntah 3 kali dalam sehari, sesak nafas ringan, banyak sariawan, dan nyeri pada kaki dan sendi makan menurun. Pasien nampak lemah, ada ruam kebiruan pada kulit, muncul bintik-bintik merah kecil di bawah kulit (petechiae), gusi mudah berdarah dan mimisan berulang. Didapatkan hasil pemeriksaan Bb/Tb: 41 kg/ 150 cm (Underweight) Denyut jantung: 110 denyut per menit Tekanan darah: 90/60 mmHG Hb: 7,8 gr/dL Trombosit: 100.000/µL Leukosit: 100.000/µL Frekuensi napas: 25 kali per menit Saturasi oksigen: 93% Ia bilang tidak ada nafsu makan dan berat badan menurun 3 kg dalam sebulan. Orang tuanya nampak cemas dan khawatir mengenai kondisi anaknya
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Jaringan Perifer Tidak Efektif dan Risiko Perdarahan
Kode SDKI: D.0019 & D.0020
Deskripsi Singkat: Berdasarkan data pasien Agung (14 tahun) dengan demam tinggi persisten, lemas, pucat, sesak napas, saturasi oksigen 93%, petekie, perdarahan gusi, mimisan, dan nilai Hb 7,8 gr/dL serta trombosit 100.000/µL, diagnosis keperawatan utama yang relevan adalah Risiko Perfusi Jaringan Perifer Tidak Efektif dan Risiko Perdarahan. Keduanya terkait erat dengan kondisi yang mendasari, yang sangat dicurigai sebagai keganasan hematologi seperti Leukemia Akut (dari anamnesis panjang dan gambaran laboratorium leukosit sangat tinggi 100.000/µL disertai anemia dan trombositopenia). Risiko perfusi jaringan berkaitan dengan anemia berat dan potensi hipoksia, sedangkan risiko perdarahan terkait langsung dengan trombositopenia dan gangguan koagulasi.
Kode SLKI: L.03115 & L.03004
Deskripsi : Untuk diagnosis Risiko Perfusi Jaringan Perifer Tidak Efektif (D.0019), luaran yang diharapkan (SLKI) adalah Perfusi Jaringan Perifer: Adekuat (L.03115). Deskripsi luaran ini mencakup kriteria seperti kulit hangat dan kering, warna kulit normal, pengisian kapiler < 3 detik, denyut nadi perifer teraba kuat dan simetris, tidak ada nyeri kaki/klaudikasio, serta tidak ada edema. Tujuan intervensi keperawatan adalah mencegah deteriorasi perfusi dengan mempertahankan saturasi oksigen >95%, menstabilkan tanda vital, dan mencegah komplikasi anoksia jaringan. Pada pasien ini, parameter seperti pucat, saturasi 93%, dan keluhan nyeri kaki menunjukkan awal gangguan perfusi yang perlu segera ditangani untuk mencegah kerusakan organ lebih lanjut.
Untuk diagnosis Risiko Perdarahan (D.0020), luaran yang diharapkan adalah Kontrol Perdarahan: Terkendali (L.03004). Luaran ini diukur dengan kriteria tidak ada tanda perdarahan aktif (seperti epistaksis, gingival bleeding, petekie baru, hematoma), nilai trombosit dalam rentang aman, dan waktu perdarahan normal. Tujuannya adalah mencegah episode perdarahan mayor, terutama perdarahan internal spontan yang dapat mengancam jiwa. Petekie, perdarahan gusi, dan mimisan pada Agung adalah tanda peringatan dini yang memerlukan intervensi protektif segera.
Kode SIKI: I.05229, I.08007, I.09004
Deskripsi : Intervensi keperawatan (SIKI) untuk mengatasi kedua risiko tersebut harus komprehensif:
1. Manajemen Perdarahan (I.05229): Intervensi ini langsung menangani risiko perdarahan. Tindakannya meliputi: memantau ketat tanda perdarahan (kulit, mukosa, feses, urin, muntahan); menghindari tindakan invasif yang tidak perlu; menggunakan sikat gigi sangat lembut atau kasa; memberikan tekanan langsung pada titik perdarahan (misal, gusi atau hidung); menghindari obat yang mempengaruhi agregasi trombosit; serta mengajarkan pada pasien dan keluarga untuk melaporkan segera tanda perdarahan baru seperti sakit kepala hebat (potensi perdarahan intrakranial). Pada kasus Agung, edukasi ini sangat penting mengingat aktivitasnya sebagai remaja perlu dibatasi untuk mencegah trauma.
2. Manajemen Hipovolemia (I.08007): Intervensi ini mendukung perfusi jaringan. Anemia (Hb 7,8) dan tanda hipotensi (TD 90/60) menunjukkan kondisi mendekati hipovolemia relatif. Tindakan meliputi: pemantauan ketat tanda vital dan saturasi oksigen; pemberian oksigen tambahan untuk mempertahankan saturasi >95%; kolaborasi pemberian transfusi komponen darah (seperti packed red cells) sesuai indikasi; mempertahankan akses intravena; serta memantau keseimbangan cairan. Pemberian nutrisi dan cairan yang adekuat juga penting, meski tantangannya adalah mual dan anoreksia pada pasien.
3. Manajemen Kecemasan (I.09004): Intervensi ini ditujukan untuk kecemasan orang tua yang terlihat. Kondisi anak yang berat dan diagnosis yang mengancam menimbulkan stres tinggi. Perawat perlu: membangun hubungan saling percaya; memberikan informasi yang jujur dan jelas tentang kondisi, prosedur, dan rencana perawatan; mendorong orang tua untuk menyatakan perasaan dan kekhawatiran; melibatkan mereka dalam perawatan sesuai kemampuan; serta merujuk pada konseling atau support group jika diperlukan. Mengurangi kecemasan keluarga akan meningkatkan kualitas dukungan mereka bagi Agung dan kepatuhan terhadap rencana terapi.
Defisit utama yang mendasari diagnosis ini adalah kegagalan sumsum tulang yang diakibatkan oleh proliferasi sel leukemik. Sel blast yang ganas mendesak produksi sel darah normal, menyebabkan: defisit sel darah merah (anemia → hipoksia → lemas, pucat, sesak, takikardia); defisit trombosit (trombositopenia → gangguan hemostasis → petekie, perdarahan); dan defisit leukosit fungsional (leukositosis tinggi namun tidak kompeten → risiko infeksi tinggi → demam, sariawan). Demam persisten, sariawan multipel, dan penurunan berat badan mendukung komplikasi infeksi dan hipermetabolik. Pendekatan keperawatan harus holistik, fokus pada pencegahan komplikasi (perdarahan, syok, sepsis), manajemen gejala, dan dukungan psikososial, sambil menunggu dan mendukung terapi definitif (kemoterapi) oleh tim medis.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282