Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23125 | 03 Dec 2025
Klinis : Menerima pasien baru dari IGD dengan keluhan penkes Gelisah dan tidak nyambung saat diajak bicara sejak 4 hari yang lalu, Pasien cenderung tidur saat dirumah, sulit makan dan minum (+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perubahan Proses Pikir
Kode SDKI: 0025
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana individu berisiko mengalami gangguan dalam aktivitas mental seperti kognisi, pemikiran, penalaran, persepsi, emosi, ingatan, orientasi, dan penilaian, yang dapat dimanifestasikan dengan perilaku seperti gelisah, bicara tidak nyambung, dan penarikan diri.
Kode SLKI: 2401
Deskripsi : SLKI dengan kode 2401 adalah "Kognisi". Tujuan dari luaran keperawatan ini adalah agar pasien mampu mempertahankan atau meningkatkan fungsi kognitifnya. Secara spesifik, luaran yang diharapkan mencakup: orientasi yang baik terhadap orang, tempat, dan waktu; kemampuan berpikir logis dan koheren; persepsi yang akurat terhadap realita (tidak ada halusinasi atau delusi); memori yang memadai untuk kejadian terkini dan masa lalu; serta kemampuan untuk berkonsentrasi dan memperhatikan. Pada kasus pasien dengan keluhan gelisah dan bicara tidak nyambung, tujuan SLKI ini adalah mencapai komunikasi yang rasional dan terhubung, mengurangi kegelisahan, serta meningkatkan keterlibatan pasien dalam interaksi sosial dan aktivitas sehari-hari. Pencapaian luaran ini diukur melalui observasi perilaku, percakapan, dan tes orientasi sederhana, dimana diharapkan pasien dapat merespon pertanyaan dengan relevan, mengenali lingkungan, dan menunjukkan ketenangan.
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : SIKI dengan kode 3410 adalah "Manajemen Kebingungan". Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan keperawatan yang terencana untuk mencegah, mengurangi, atau mengelola keadaan kebingungan dan disorientasi pada pasien. Penjelasan implementasinya meliputi: Pertama, pengkajian menyeluruh terhadap faktor penyebab, seperti infeksi (mungkin dari kondisi "penkes" yang tidak dijelaskan lebih detail), dehidrasi (dari sulit minum), gangguan elektrolit, atau efek samping obat. Kedua, menciptakan lingkungan yang aman, tenang, dan terstruktur. Perawat akan mengurangi stimulus berlebihan seperti kebisingan, menjaga pencahayaan yang memadai (terutama di malam hari untuk mengurangi sundowning syndrome), dan menempatkan barang-barang pribadi pasien dalam jangkauan yang mudah dilihat. Ketiga, intervensi komunikasi terapeutik. Perawat akan berbicara dengan suara tenang, jelas, menggunakan kalimat pendek dan sederhana, menyebut nama pasien setiap berinteraksi, dan memberikan satu instruksi dalam satu waktu. Keempat, orientasi realitas. Perawat akan secara rutin mengenalkan diri, menyebutkan tanggal, waktu, dan tempat; menggunakan kalender, jam, dan papan orientasi di kamar; serta mendorong kunjungan keluarga yang familiar. Kelima, memenuhi kebutuhan dasar. Karena pasien sulit makan dan minum, intervensi penting termasuk memantau asupan nutrisi dan cairan, menawarkan makanan dan minuman dalam porsi kecil tetapi sering, memilih tekstur makanan yang mudah ditelan, dan melakukan kolaborasi dengan ahli gizi jika diperlukan. Pemenuhan kebutuhan dasar seperti istirahat, kebersihan diri, dan eliminasi juga penting untuk mendukung fungsi kognitif. Keenam, mobilisasi bertahap dan aktivitas stimulasi kognitif ringan sesuai toleransi pasien untuk mencegah penurunan lebih lanjut. Semua tindakan ini didokumentasikan dan dievaluasi secara berkala untuk melihat respons pasien terhadap intervensi yang diberikan.
-
Article No. 23126 | 03 Dec 2025
Klinis : nyeri akut
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode ICD-10: R52.0
Deskripsi Singkat : Nyeri akut merujuk pada sensasi tidak nyaman dan menyakitkan yang muncul secara tiba-tiba, biasanya memiliki durasi terbatas (kurang dari 3-6 bulan), dan sering kali berhubungan dengan penyebab yang dapat diidentifikasi seperti cedera, prosedur bedah, infeksi, atau penyakit akut lainnya. Ini berfungsi sebagai mekanisme peringatan biologis yang menandakan adanya kerusakan jaringan atau ancaman terhadap tubuh. Kode ICD-10 R52.0 dikategorikan di bawah gejala dan tanda umum (Bab XVIII) dan secara spesifik mengklasifikasikan nyeri akut. Penggunaan kode ini tepat ketika nyeri itu sendiri adalah fokus perhatian klinis atau ketika penyebab pastinya belum ditentukan. Penting untuk dicatat bahwa jika penyebab mendasar dari nyeri akut telah diketahui (misalnya, patah tulang, apendisitis), kode untuk kondisi penyebab tersebut harus digunakan sebagai diagnosis utama, dan R52.0 dapat digunakan sebagai kode tambahan jika nyeri memerlukan manajemen klinis independen.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23127 | 03 Dec 2025
Klinis : Pasien mengeluh pegal pegal diarea tangan dan terdapat benjolan di lengan bawah bagian kiri tangan ,saat beraktivitas pasien merasa terganggu dan tidak nyaman ,benjolan muncul sudah 3 tahun yang lalu di awali dengan benjolan kecil,makin kesini makin besar dan terdapat benjolan di pinggang sebelah kiri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Gangguan Integritas Jaringan terkait adanya Massa/Benjolan
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan. Pada kasus ini, nyeri dirasakan sebagai pegal-pegal dan ketidaknyamanan yang mengganggu aktivitas. Sementara itu, adanya benjolan yang tumbuh progresif selama 3 tahun menunjukkan adanya gangguan pada integritas jaringan, yang dapat dikaitkan dengan pertumbuhan massa jinak atau patologis, mengakibatkan perubahan struktur dan fungsi normal kulit serta jaringan di bawahnya.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : SLKI 1401 berfokus pada Manajemen Nyeri. Tujuannya adalah mengontrol dan mengurangi nyeri yang dialami pasien hingga tingkat yang dapat ditoleransi. Intervensi keperawatan dalam kriteria hasil ini meliputi: (1) Mengajarkan dan mendorong pasien untuk menggunakan teknik non-farmakologis seperti distraksi, relaksasi, atau kompres hangat/dingin pada area yang pegal untuk mengurangi sensasi tidak nyaman. (2) Memonitor karakteristik nyeri (lokasi, intensitas, faktor pencetus, dan penurun) secara berkala menggunakan skala nyeri. (3) Berkolaborasi dengan tim medis untuk pemberian analgesik jika diperlukan, sesuai dengan resep dan protokol. (4) Membantu pasien dalam memodifikasi aktivitas untuk mencegah peningkatan nyeri, seperti mengistirahatkan tangan yang sakit saat benjolan tertekan. (5) Mengevaluasi efektivitas intervensi yang diberikan dalam menurunkan skala nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien selama beraktivitas. Pencapaian SLKI ini ditandai dengan laporan pasien bahwa nyeri/pegal telah berkurang, skala nyeri menurun, dan pasien dapat melakukan aktivitas dengan lebih nyaman.
Kode SIKI: 3360
Deskripsi : SIKI 3360 adalah Manajemen Luka pada Integumen. Meskipun tidak ada luka terbuka, benjolan yang besar dan progresif merupakan gangguan integritas jaringan yang memerlukan manajemen khusus. Intervensi keperawatan meliputi: (1) Melakukan pengkajian menyeluruh terhadap benjolan, termasuk ukuran (dengan pengukuran metrik), bentuk, konsistensi (keras/kenyal), mobilitas, warna kulit di atasnya, suhu, dan ada tidaknya nyeri tekan. (2) Memantau pertumbuhan atau perubahan karakteristik benjolan dari waktu ke waktu dengan dokumentasi yang akurat. (3) Melindungi benjolan dari trauma atau tekanan berlebih, misalnya dengan memberikan penyangga atau menghindari aktivitas yang menekan area tersebut. (4) Memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya tidak memijat, menekan, atau mencoba mengobati benjolan secara mandiri. (5) Mempersiapkan pasien untuk pemeriksaan diagnostik lebih lanjut (seperti USG atau biopsi) sesuai kolaborasi dengan dokter, dengan memberikan penjelasan prosedur. (6) Berkolaborasi dengan tim medis untuk rencana tindakan lebih lanjut, seperti eksisi atau konsultasi spesialis bedah. Tindakan ini bertujuan untuk mencegah komplikasi (seperti infeksi, nekrosis, atau kerusakan saraf), memastikan pengawasan yang ketat, dan memfasilitasi proses diagnostik dan terapeutik yang tepat.
-
Article No. 23128 | 03 Dec 2025
Klinis : Pasien mengeluh pegal pegal diarea tangan dan terdapat benjolan di lengan bawah bagian kiri tangan ,saat beraktivitas pasien merasa terganggu dan tidak nyaman ,benjolan muncul sudah 3 tahun yang lalu di awali dengan benjolan kecil,makin kesini makin besar dan terdapat benjolan di pinggang sebelah kiri
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Lipoma Multipel
Kode ICD-10: D17.9
Deskripsi Singkat : Kondisi ini mengacu pada adanya tumor jinak (neoplasma jinak) jaringan adiposa (lemak) yang muncul di lebih dari satu lokasi pada tubuh, dalam hal ini di lengan bawah kiri dan pinggang kiri. Lipoma merupakan benjolan lunak, dapat digerakkan, dan biasanya tidak nyeri, meskipun dapat menimbulkan ketidaknyamanan atau gangguan fungsional jika ukurannya membesar atau terletak di area yang tertekan. Kode ICD-10 D17.9 termasuk dalam kategori "Neoplasma jinak jaringan adiposa" dengan lokasi yang tidak ditentukan. Deskripsi pasien tentang benjolan yang muncul bertahun-tahun lalu, mulai kecil dan membesar secara perlahan, serta lokasinya yang multipel sangat sesuai dengan karakteristik lipoma. Kode ini digunakan untuk mencatat diagnosis tumor lemak jinak ketika lokasi spesifiknya tidak diklasifikasikan secara terpisah atau ketika terdapat di berbagai lokasi. Meskipun umumnya tidak berbahaya, evaluasi medis diperlukan untuk memastikan diagnosis dan mengevaluasi kebutuhan penanganan jika menyebabkan gejala.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23129 | 03 Dec 2025
Klinis : Pasien mengeluh pegal pegal diarea tangan dan terdapat benjolan di lengan bawah bagian kiri tangan ,saat beraktivitas pasien merasa terganggu dan tidak nyaman ,benjolan muncul sudah 3 tahun yang lalu di awali dengan benjolan kecil,makin kesini makin besar dan terdapat benjolan di pinggang sebelah kiri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Gangguan Integritas Jaringan terkait Massa/Benjolan di Ekstremitas Atas dan Pinggang
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan. Pada kasus ini, nyeri dirasakan sebagai pegal-pegal di area tangan dan ketidaknyamanan saat beraktivitas, yang merupakan respons terhadap adanya benjolan yang terus membesar. Gangguan Integritas Jaringan (kode SDKI 0801) juga relevan karena adanya massa atau benjolan yang mengubah struktur normal kulit dan jaringan di bawahnya di lengan bawah dan pinggang, yang telah berkembang dari kecil menjadi besar dalam kurun waktu 3 tahun. Kombinasi diagnosa ini menggambarkan respons fisiologis dan psikologis pasien terhadap pertumbuhan abnormal jaringan yang menyebabkan ketidaknyamanan fungsional.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Tujuan dari luaran keperawatan ini adalah agar nyeri pasien dapat terkelola dengan baik. Kriteria luaran yang diharapkan meliputi: pasien mampu mendemonstrasikan penggunaan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri (seperti mengistirahatkan tangan, kompres, atau distraksi), melaporkan penurunan skala nyeri (misalnya dari skala sedang menjadi ringan atau hilang), serta menunjukkan perilaku dan tanda vital yang sesuai (tidak gelisah, ekspresi wajah rileks, tekanan darah dan nadi dalam rentang normal). Selain itu, pasien juga diharapkan dapat beraktivitas dengan lebih nyaman tanpa gangguan rasa pegal yang signifikan. Pencapaian luaran ini memerlukan pemantauan intensif terhadap karakteristik nyeri, respons pasien terhadap intervensi, dan edukasi untuk memampukan pasien dalam mengelola ketidaknyamanannya sendiri.
Kode SIKI: 3520
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan sistematis untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. Perawat akan melakukan: (1) Pengkajian komprehensif terhadap nyeri, termasuk lokasi (tangan, lengan), karakteristik (pegal), intensitas (menggunakan skala nyeri), faktor pemicu dan pereda (aktivitas), serta durasi (saat beraktivitas). (2) Memberikan edukasi kepada pasien tentang metode pelaporan nyeri dan teknik non-farmakologis sederhana. (3) Melakukan kolaborasi dengan tim medis untuk evaluasi lebih lanjut mengenai benjolan dan kemungkinan pemberian analgesik jika diperlukan, mengingat nyeri muncul akibat kondisi patologis yang mendasarinya. (4) Memodifikasi lingkungan dan aktivitas pasien untuk meminimalkan ketidaknyamanan, seperti menyarankan pengurangan aktivitas yang memberatkan tangan. (5) Memantau dan mendokumentasikan efektivitas intervensi yang diberikan terhadap tingkat nyeri dan kemampuan fungsional pasien. Intervensi ini bersifat holistik, tidak hanya berfokus pada sensasi nyeri tetapi juga pada faktor psikologis dan fungsional yang terdampak, dengan tetap mengutamakan kolaborasi untuk penanganan penyebab utama (benjolan).
Kondisi: Ansietas terkait Kondisi Kesehatan dan Ketidakpastian Diagnostik
Kode SDKI: 4601
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah perasaan gelisah, kekhawatiran, atau ketakutan yang tidak jelas atau berlebihan sebagai respons terhadap ancaman yang dirasakan. Pada pasien ini, ansietas dapat timbul akibat adanya benjolan yang tidak diketahui penyebab pastinya, yang telah tumbuh dan membesar selama 3 tahun serta mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Perasaan tidak nyaman, terganggu, dan kekhawatiran akan kemungkinan penyakit serius merupakan sumber stres psikologis yang signifikan. Kondisi ini memerlukan pendekatan keperawatan untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan koping pasien sambil menunggu dan menjalani proses pemeriksaan medis lebih lanjut.
Kode SLKI: 4701
Deskripsi : Kontrol Ansietas. Tujuan luaran keperawatan adalah menurunnya tingkat kecemasan pasien. Kriteria luaran yang diharapkan mencakup: pasien dapat mengidentifikasi dan menyatakan perasaan cemasnya secara verbal, menunjukkan penurunan tanda-tanda fisiologis kecemasan (seperti tangan tidak basah oleh keringat, frekuensi nadi normal), mampu mendemonstrasikan satu atau lebih teknik relaksasi untuk mengatasi kecemasan, serta melaporkan perasaan lebih tenang dan memiliki harapan yang realistis terhadap proses perawatan kesehatannya. Pasien juga diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam rencana pemeriksaan dan pengobatan tanpa diselimuti ketakutan yang berlebihan.
Kode SIKI: 5820
Deskripsi : Pengurangan Ansietas. Intervensi ini meliputi tindakan untuk membantu pasien mengenali dan mengurangi perasaan cemas. Perawat akan: (1) Menciptakan lingkungan terapeutik yang mendukung dan empatik untuk mendorong pasien mengekspresikan kekhawatirannya. (2) Memberikan informasi yang jujur, jelas, dan sesuai tentang prosedur pemeriksaan yang mungkin diperlukan untuk mengevaluasi benjolan, sehingga mengurangi ketidakpastian. (3) Mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam atau distraksi. (4) Mengkaji dan memanfaatkan sistem pendukung sosial pasien (keluarga). (5) Meningkatkan rasa kontrol pasien dengan melibatkannya dalam pengambilan keputusan perawatan yang sederhana. (6) Melakukan kolaborasi jika ansietas sangat berat dan memerlukan penanganan tenaga kesehatan mental. Intervensi ini bertujuan membangun hubungan saling percaya dan memberikan dukungan psikologis yang konkret selama masa penegakan diagnosis.
-
Article No. 23130 | 03 Dec 2025
Klinis : ikterik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Tidak ada respons dari API.
-
Article No. 23131 | 03 Dec 2025
Klinis : pasien terlihat ikterik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Tidak ada respons dari API.
-
Article No. 23132 | 03 Dec 2025
Klinis : Klien mengatakan tampak kunging disertai dengan BAK kuning pekat dam lemas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Tidak ada respons dari API.
-
Article No. 23133 | 03 Dec 2025
Klinis : Stres akademik pada siswa SMA yang tertekan harus lulus dan langsung bekerja (Budaya Patriarki/Ekonomi)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Stres Akademik dengan Faktor Kontekstual (Tekanan Ekonomi dan Budaya Patriarki)
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Ansietas
Kode SLKI: L.03108
Deskripsi : Tingkat ansietas menurun
Kode SIKI: I.03108
Deskripsi : Intervensi Keperawatan Ansietas
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosis Keperawatan (SDKI B.1.1 Ansietas): Ansietas didefinisikan sebagai perasaan tidak nyaman atau ancaman samar yang sumbernya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu. Pada kasus siswa SMA ini, ansietas muncul sebagai respons terhadap stres akademik yang diperberat oleh tekanan kontekstual yang besar, yaitu tuntutan untuk lulus dan langsung bekerja. Tuntutan ini tidak hanya bersifat akademis murni, tetapi dipicu oleh faktor ekonomi keluarga (membantu perekonomian) dan budaya patriarki yang mungkin menempatkan anak laki-laki (atau bahkan anak perempuan dalam konteks tertentu) sebagai penanggung jawab ekonomi masa depan. Defisit yang dialami pasien mencakup perasaan tegang, khawatir berlebihan tentang masa depan, gelisah, sulit konsentrasi dalam belajar, dan mungkin manifestasi fisik seperti sakit kepala atau gangguan tidur. Ansietas ini bersifat situasional namun kronis karena terkait dengan tekanan sistemik yang berkelanjutan dari lingkungan keluarga dan sosialnya. Diagnosis ini tepat karena fokusnya pada respons emosional maladaptif terhadap stresor yang nyata.
Luaran Keperawatan (SLKI L.03108 Tingkat ansietas menurun): Luaran yang ditetapkan adalah penurunan tingkat ansietas. Target luaran ini diukur melalui kriteria seperti klien mampu mengidentifikasi gejala ansietas yang dialami, menyebutkan faktor pemicu ansietas (seperti pikiran "harus lulus dan langsung bekerja"), mendemonstrasikan teknik relaksasi untuk mengurangi gejala, melaporkan penurunan frekuensi dan intensitas perasaan cemas, serta menunjukkan peningkatan kemampuan konsentrasi dan partisipasi dalam aktivitas belajar. Penurunan ansietas diharapkan dapat memutus siklus negatif di mana kecemasan justru mengganggu performa akademik yang sangat dibutuhkan untuk kelulusan. Dengan ansietas yang terkendali, klien diharapkan dapat berpikir lebih jernih, merencanakan masa depan dengan lebih realistis, dan memiliki energi mental untuk mencari solusi atau dukungan.
Intervensi Keperawatan (SIKI I.03108 Intervensi Keperawatan Ansietas): Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan keperawatan yang direncanakan untuk mencapai luaran penurunan ansietas. Tindakannya bersifat holistik dan mencakup: Pertama, Membangun hubungan terapeutik dan menyediakan lingkungan yang suportif untuk mendorong ekspresi perasaan tanpa dihakimi. Kedua, Melakukan asesmen mendalam terhadap sumber ansietas, tidak hanya pada gejala akademik, tetapi juga mengeksplorasi tekanan ekonomi dan budaya patriarki yang diinternalisasi oleh klien. Perawat perlu memahami konteks keluarga dan nilai-nilai yang dianut. Ketiga, Mengajarkan teknik manajemen ansietas seperti latihan pernapasan dalam (deep breathing), relaksasi otot progresif, atau grounding techniques untuk mengatasi gejala akut. Keempat, Melakukan terapi kognitif sederhana dengan membantu klien mengidentifikasi pikiran negatif otomatis (misal: "Jika saya tidak langsung bekerja, saya adalah anak yang gagal") dan menantangnya dengan pikiran yang lebih rasional dan realistis. Kelima, Memfasilitasi pemecahan masalah (problem-solving) dengan membantu klien mengeksplorasi berbagai pilihan pasca lulus SMA (seperti melanjutkan pendidikan vokasi singkat, magang, atau jenis pekerjaan entry-level) sehingga persepsi "harus langsung bekerja" tidak lagi terasa sebagai jalan buntu. Keenam, Melibatkan sistem pendukung, dengan izin klien, seperti keluarga atau guru BK. Pendekatan pada keluarga perlu dilakukan dengan sensitif untuk membuka dialog tentang tekanan yang dirasakan anak, mungkin dengan memberikan perspektif baru tentang pola karier di era modern. Ketujuh, Merujuk ke profesional lain seperti psikolog atau konselor jika ansietas sangat berat atau terdapat indikasi depresi. Intervensi-intervensi ini tidak hanya berfokus pada gejala, tetapi berusaha menyentuh akar masalah yang bersifat psikososial dan kultural, sehingga klien tidak hanya merasa lebih tenang tetapi juga lebih berdaya dalam menghadapi tekanan lingkungannya.
-
Article No. 23134 | 03 Dec 2025
Klinis : Klien mengeluh nyeri pinggang saat berdiri, usia kehamilan 28 minggu, nyeri ketika berdiri dan berkurang ketik duduk atau istirahat, skala nyeri 4, nyeri hilang timbul, nyeri berdenyut, tampak meringis
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Low Back Pain in Pregnancy (Lumbalgia pada Kehamilan)
Kode ICD-10: O26.87
Deskripsi Singkat : Kondisi ini merujuk pada nyeri punggung bawah (lumbalgia) yang secara spesifik terkait dengan kehamilan, pada trimester ketiga (usia kehamilan 28 minggu). Nyeri bersifat mekanis, diperberat oleh aktivitas seperti berdiri dan membaik dengan istirahat atau duduk, dengan karakteristik hilang timbul dan berdenyut. Kode O26.87 berada dalam bab "Kehamilan, persalinan dan nifas" (O00-O9A), khususnya di bawah kategori O26.8 "Kondisi lain yang terkait dengan kehamilan". Kode ini digunakan untuk mendokumentasikan berbagai masalah muskuloskeletal, termasuk nyeri punggung dan panggul, yang secara langsung disebabkan atau diperberat oleh perubahan fisiologis dan biomekanik selama kehamilan. Perubahan tersebut meliputi peningkatan berat badan, pergeseran pusat gravitasi, peningkatan kelonggaran ligamentum akibat hormon relaksin, serta ketegangan otot, yang bersama-sama menambah stres pada struktur tulang belakang dan panggul. Penggunaan kode ini penting untuk membedakan nyeri punggung biasa dari nyeri yang secara etiologi terkait dengan keadaan kehamilan, memastikan pencatatan rekam medis yang akurat terkait komplikasi kehamilan, serta untuk keperluan manajemen perawatan dan pemantauan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***