Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23549 | 09 Jan 2026
Klinis : 3 diagnosa hipospadia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Pasien Pasca Bedah Hipospadia
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Perawatan luka pasca bedah hipospadia memerlukan pendekatan yang sangat hati-hati dan spesifik untuk mencegah komplikasi utama seperti infeksi, stenosis meatus, atau fistula uretra. Infeksi pada area operasi dapat mengancam keberhasilan rekonstruksi, menyebabkan dehiscence (terbukanya jahitan), dan memperpanjang masa penyembuhan. Risiko ini tinggi karena lokasi operasi dekat dengan area kontaminasi feses dan urine. Tindakan keperawatan difokuskan pada prinsip aseptik ketat selama perawatan luka dan penggantian balutan. Perawat harus memastikan balutan tetap kering dan bersih, terutama dari kontaminasi urine. Pada banyak kasus, dipasang kateter urine (stent atau kateter Foley) untuk mengalihkan aliran urine dari luka operasi, sehingga perawatan dan fiksasi kateter yang benar sangat krusial. Observasi tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, nanah, demam, atau nyeri yang meningkat dilakukan secara rutin. Edukasi kepada orang tua (jika pasien anak) tentang cara merawat luka dan kateter di rumah, mengenali tanda bahaya, serta pentingnya kontrol ulang merupakan bagian integral dari SLKI ini. Pemberian antibiotik sesuai resep juga diawasi ketat oleh perawat.
Kode SIKI: I.09049
Deskripsi : Intervensi ini merupakan tindakan inti untuk mencapai hasil SLKI pencegahan infeksi. Pertama, lakukan pencucian tangan sebelum dan sesudah kontak dengan luka atau kateter. Gunakan teknik aseptik saat membuka balutan dan merawat luka. Bersihkan area luka sesuai protokol rumah sakit, biasanya dengan larutan antiseptik seperti NaCl 0,9%, dengan gerakan dari dalam ke luar (dari meatus uretra ke sekitarnya) untuk menghindari memasukkan kontaminan ke dalam luka. Keringkan area sekitarnya dengan lembut. Oleskan salep antibiotik topikal jika diresepkan. Pasang balutan steril baru yang dapat menyerap cairan (jika diperlukan) dan pastikan fiksasi aman namun tidak terlalu ketat. Rawat kateter urine dengan menjaga sistem drainase tertutup, tidak membiarkan bag urine tergantung lebih tinggi dari kandung kemih untuk mencegah reflux, dan mengosongkan bag urine secara teratur. Jaga agar selang kateter tidak tertarik atau tertekuk. Ajarkan dan demonstrasikan kepada orang tua/pasien cara merawat luka dan kateter, termasuk menjaga kebersihan area genital, cara memandikan pasien (biasanya dianjurkan mandi sponge bath), dan pentingnya hidrasi yang cukup untuk melancarkan aliran urine. Pantau dan catat karakteristik urine (warna, kejernihan, jumlah) dan drainase dari luka. Laporkan segera jika ada tanda-tanda infeksi, kateter tersumbat, atau balutan basah terus-menerus. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian antibiotik sistemik dan manajemen nyeri, karena nyeri dapat menyebabkan retensi urine yang meningkatkan risiko infeksi.
Kondisi: Pasien Pasca Bedah Hipospadia
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: L.02001
Deskripsi : Manajemen nyeri pasca operasi hipospadia bertujuan untuk memastikan kenyamanan pasien, mencegah komplikasi akibat nyeri yang tidak terkontrol, dan memfasilitasi penyembuhan. Nyeri pada kasus ini bersifat multifaktor: berasal dari insisi bedah, adanya kateter urine yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan urgensi berkemih, serta spasme kandung kemih. Nyeri yang tidak tertangani dapat menyebabkan distres psikologis, meningkatkan stres hormonal yang menghambat penyembuhan, serta menyebabkan pasien (terutama anak) menahan berkemih atau banyak bergerak sehingga berisiko merusak hasil operasi. SLKI ini berfokus pada penilaian nyeri yang komprehensif dan berkelanjutan menggunakan skala yang sesuai usia (seperti FLACC untuk anak yang belum bisa verbal, atau skala numerik untuk yang lebih besar). Tindakan non-farmakologis seperti pengalihan perhatian (bermain, menonton), terapi sentuhan, dan posisi nyaman sangat penting. Pemberian analgesik sesuai resep (baik oral maupun intravena) tepat waktu adalah kunci, terutama dalam 24-48 jam pertama pasca operasi. Perawat juga harus memantau efektivitas intervensi nyeri dan mendokumentasikannya. Edukasi kepada orang tua tentang cara menilai nyeri anak dan metode non-farmakologis yang dapat dilakukan di rumah juga termasuk dalam luaran ini.
Kode SIKI: I.07029
Deskripsi : Intervensi manajemen nyeri dimulai dengan penilaian menyeluruh menggunakan skala yang valid dan reliabel, dilakukan secara rutin (misalnya setiap 4 jam) dan sebelum-sesudah intervensi. Lakukan pendekatan yang menenangkan dan ciptakan lingkungan yang nyaman. Untuk nyeri ringan hingga sedang, intervensi non-farmakologis seperti distraksi dengan permainan, musik, atau video dapat diterapkan. Teknik relaksasi napas dalam juga dapat diajarkan pada pasien yang lebih tua. Posisikan pasien dengan nyaman, hindari tekanan langsung pada area operasi, dan dukung dengan bantal jika diperlukan. Jika nyeri disebabkan atau diperberat oleh spasme kandung kemih akibat kateter, pastikan kateter tidak tersumbat dan aliran urine lancar; konsultasikan kemungkinan pemberian antispasmodik. Untuk nyeri yang signifikan, berikan obat analgesik yang diresepkan (seperti parasetamol atau ibuprofen, dan mungkin opioid untuk nyeri berat awal) tepat pada waktunya, jangan menunggu hingga nyeri menjadi parah. Evaluasi dan dokumentasi respons pasien terhadap obat dalam 30-60 menit setelah pemberian. Kolaborasi dengan dokter jika nyeri tidak terkontrol dengan regimen yang ada. Ajarkan pada orang tua/pasien tentang penggunaan obat pereda nyeri di rumah sesuai resep, tanda-tanda nyeri pada anak, dan teknik non-farmakologis yang efektif. Manajemen nyeri yang adekuat akan membantu pasien beristirahat dengan baik, berpartisipasi dalam perawatan diri, dan mempercepat pemulihan.
Kondisi: Pasien Pasca Bedah Hipospadia
Kode SDKI: D.0186
Deskripsi Singkat: Risiko Kerusakan Integritas Kulit
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : Setelah operasi hipospadia, integritas kulit di area genital sangat rentan karena adanya luka insisi, jahitan, dan sering kali penggunaan kateter urine yang dapat menyebabkan iritasi. Risiko utama adalah terjadinya macerasi (kulit lembab dan rusak) akibat paparan urine atau sekresi lain, serta tekanan dari balutan atau kateter yang tidak tepat. Kerusakan integritas kulit dapat menjadi pintu masuk infeksi dan mengganggu proses penyembuhan luka operasi. SLKI ini bertujuan untuk mempertahankan kulit sekitar luka operasi dan area genital tetap utuh, kering, dan sehat. Tindakan meliputi inspeksi kulit secara teratur, terutama di sekitar fiksasi kateter dan area yang kontak dengan balutan. Menjaga kebersihan dan kekeringan area adalah prioritas. Penggunaan barrier cream atau salep pelindung (seperti zinc oxide) di area sekitar luka (bukan di atas jahitan) dapat dipertimbangkan untuk melindungi kulit dari iritan. Memastikan balutan tidak terlalu ketat dan kateter tidak menekan kulit secara berlebihan juga penting. Edukasi kepada pengasuh tentang pentingnya menjaga kebersihan, cara mengganti popok (jika pasien anak) dengan sering untuk menghindari kontak lama dengan urine/feces, dan teknik membersihkan area genital tanpa menarik-narik kateter atau mengganggu luka.
Kode SIKI: I.11015
Deskripsi : Intervensi perawatan kulit diawali dengan penilaian kondisi kulit setiap kali melakukan perawatan luka atau mengganti popok/balutan. Perhatikan tanda-tanda kemerahan, lecet, ruam, atau macerasi. Bersihkan kulit di sekitar luka operasi dan kateter dengan air hangat dan sabun lembut (non-iritan) atau sesuai protokol, lalu keringkan dengan sangat hati-hati menggunakan handuk lembut dengan cara menepuk-nepuk (jangan digosok). Jika kulit terlihat merah atau rentan iritasi, aplikasikan barrier cream atau salep pelindung pada kulit sehat di sekitarnya, hindari aplikasi langsung pada luka jahitan. Pastikan fiksasi kateter (jika menggunakan plester) tidak langsung menempel pada kulit yang sensitif terlalu kencang; pertimbangkan penggunaan dressing pelindung di bawah plester. Untuk pasien anak yang masih memakai popok, ganti popok sesering mungkin (setiap 2-3 jam atau segera setelah BAB/BAK). Pilih popok yang sangat absorben dan pertimbangkan untuk menggunakan popok dengan ukuran lebih besar atau memotong bagian depannya agar tidak menekan kateter dan balutan. Atur posisi pasien secara bergantian untuk menghindari tekanan pada satu area. Ajarkan orang tua teknik perawatan kulit yang sama untuk dilakukan di rumah, termasuk pentingnya "waktu tanpa popok" yang singkat di bawah pengawasan untuk memberi kesempatan kulit bernapas jika kondisi memungkinkan. Semua tindakan ini bertujuan melindungi kulit sebagai pertahanan pertama tubuh dari infeksi dan mendukung penyembuhan luka operasi yang optimal.
-
Article No. 23550 | 09 Jan 2026
Klinis : 3 diagnosa Hirschsprung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hirschsprung (Penyakit Hirschsprung / Megakolon Kongenital)
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Gangguan Eliminasi Feses
Kode SLKI: L.08015
Deskripsi : Eliminasi Feses Tercapai
Kode SIKI: I.08015
Deskripsi : Manajemen Eliminasi Feses
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI - D.0016 Gangguan Eliminasi Feses): Pada pasien Hirschsprung, gangguan eliminasi feses terjadi akibat tidak adanya sel ganglion parasimpatis di pleksus mienterikus (Auerbach) dan submukosa (Meissner) pada segmen usus, paling sering di rektosigmoid. Absennya persarafan ini menyebabkan bagian usus yang terkena berada dalam keadaan tonus spastik dan tidak dapat berelaksasi, sehingga terjadi obstruksi fungsional. Akibatnya, feses menumpuk di bagian proksimal usus yang memiliki persarafan normal, menyebabkan dilatasi (megakolon). Defisit utama pada diagnosa ini adalah ketidakmampuan untuk mengeluarkan feses secara adekuat dari rektum, yang dimanifestasikan sebagai konstipasi kronis sejak lahir, distensi abdomen, muntah, dan kegagalan untuk mengeluarkan mekonium dalam 48 jam pertama kehidupan. Gangguan ini bersifat struktural dan bawaan, sehingga memerlukan penatalaksanaan medis (pembedahan) dan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mengatasi konsekuensinya sebelum, selama, dan setelah intervensi bedah.
Luaran Keperawatan (SLKI - L.08015 Eliminasi Feses Tercapai): Luaran yang diharapkan untuk pasien Hirschsprung adalah tercapainya pola eliminasi feses yang efektif dan dapat diprediksi, dengan kriteria hasil yang spesifik. Kriteria ini meliputi: (1) Feses dikeluarkan dengan lunak dan terbentuk, yang menunjukkan keberhasilan manajemen diet, hidrasi, dan mungkin irigasi rektal prabedah, atau fungsi usus pascabedah. (2) Frekuensi defekasi sesuai karakteristik individu, di mana setelah operasi pull-through, anak diharapkan dapat BAB secara teratur meski mungkin masih mengalami inkontinensia atau soiling sementara. (3) Tidak terdapat distensi abdomen, menandakan tidak ada lagi sumbatan dan peristaltik usus berjalan adekuat. (4) Tidak terdapat nyeri atau ketidaknyamanan saat defekasi setelah masa penyembuhan, yang menunjukkan tidak adanya striktur anastomosis atau enterokolitis. (5) Klien melaporkan tidak ada keluhan susah BAB, yang merefleksikan kualitas hidup yang lebih baik. Pencapaian luaran ini bersifat progresif dan memerlukan pemantauan jangka panjang pascabedah untuk mencegah komplikasi seperti enterokolitis terkait Hirschsprung.
Intervensi Keperawatan (SIKI - I.08015 Manajemen Eliminasi Feses): Intervensi ini merupakan tindakan keperawatan komprehensif untuk membantu pasien mencapai atau mempertahankan eliminasi feses yang adekuat. Pada Hirschsprung, intervensi dibagi menjadi fase prabedah, bedah, dan pascabedah. Prabedah: Tindakan kunci adalah irigasi rektal secara rutin dengan menggunakan larutan fisiologis hangat untuk mengeluarkan feses yang tertahan, mencegah obstruksi total, dan mengurangi risiko enterokolitis yang mengancam nyawa. Pemantauan ketat tanda-tanda enterokolitis (demam, distensi abdomen mendadak, diare berbau busuk, letargi) sangat vital. Dukungan Nutrisi: Kolaborasi pemberian diet tinggi kalori dan protein tetapi rendah residu, serta memastikan hidrasi yang adekuat. Dukungan Psikososial: Edukasi dan dukungan emosional pada orang tua mengenai kondisi anak dan prosedur perawatan. Pascabedah: Fokus pada perawatan luka, manajemen nyeri, dan pemantauan fungsi usus awal. Edukasi orang tua tentang perawatan daerah anorektal, mengenali tanda komplikasi (seperti striktur anastomosis, infeksi, enterokolitis), dan melatih pola defekasi. Pelatihan toilet training mungkin memerlukan pendekatan khusus dan kesabaran ekstra. Intervensi juga mencakup kolaborasi dengan tim bedah, gizi, dan jika diperlukan, kesehatan jiwa untuk mendukung adaptasi keluarga. Dokumentasi frekuensi, konsistensi, dan karakteristik feses merupakan bagian integral dari intervensi ini untuk mengevaluasi keberhasilan terapi.
-
Article No. 23551 | 09 Jan 2026
Klinis : 3 diagnosa Hirschsprung
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Penyakit Hirschsprung
Kode ICD-10: Q43.1
Deskripsi Singkat : Penyakit Hirschsprung (atau aganglionosis kongenital) adalah kelainan bawaan lahir yang ditandai dengan tidak adanya sel-sel ganglion (sel saraf) pada pleksus mienterikus di segmen usus besar, paling sering di bagian rektosigmoid. Ketidakhadiran sel saraf ini menyebabkan bagian usus yang terkena tidak dapat berelaksasi, sehingga terjadi obstruksi fungsional dan kesulitan buang air besar (konstipasi) sejak masa neonatus. Gejala pada bayi baru lahir dapat berupa muntah, distensi abdomen, dan keterlambatan pengeluaran mekonium. Kode ICD-10 Q43.1 diklasifikasikan di bawah bab "Malformasi kongenital, deformasi dan kelainan kromosom" (Q00-Q99), lebih spesifik pada "Malformasi kongenital lain pada sistem pencernaan" (Q38-Q45). Kode ini secara tepat mengidentifikasi penyakit Hirschsprung sebagai suatu kondisi bawaan yang mempengaruhi struktur dan fungsi usus, memerlukan penanganan bedah berupa pengangkatan segmen usus yang aganglionik. Penting untuk membedakannya dari konstipasi fungsional lainnya.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23518 | 08 Jan 2026
Klinis : penurunan kesadaran TELAAHkeluarga mengatakan awalnya os merasakan kepala nyeri dan bicara pelo kemudian tiba tiba os terjatuh dan tidak sadarkan diri, os tampak gelisah dan pucat seluruh badan Riwayat Penyakit DahuluHT tak terkontrol OKes:somnolen KU: berat VAS:8 TD:220/94 HR:64x/i RR:24x/i T:36.3 SpO2:90% Pemeriksaan fisik Mata: pupil anisokor Thorax : PUL: vesikuler (+/+), ronki (+), wheezing (-) COR: BJ I/II reguler Abdomen:soepel,peristaltic baik Ekstremitas: akral hangat,CRT<2 , motorik sulit dinilai
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Somnolen) pada Hipertensi Emergensi dengan Kecurigaan Stroke Hemoragik
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Perfusi Serebral
Kode SIKI: 3510
Deskripsi : Pemantauan Neurologis
Penjelasan Lengkap (500-1000 kata):
Berdasarkan data pasien yang disajikan, diagnosa keperawatan utama yang paling relevan adalah Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral (SDKI: 0005). Defisinya adalah "Risiko penurunan suplai darah ke otak yang dapat menyebabkan kerusakan otak ireversibel." Diagnosa ini dipilih karena kondisi pasien menunjukkan ancaman langsung terhadap perfusi otak. Pasien datang dengan penurunan kesadaran somnolen, riwayat hipertensi tak terkontrol, dan tekanan darah yang sangat tinggi (220/94 mmHg) yang mengindikasikan krisis hipertensi. Gejala awal seperti nyeri kepala, bicara pelo (disfasia), dan kejadian jatuh tiba-tiba sangat sugestif terhadap terjadinya stroke, kemungkinan besar stroke hemoragik akibat tekanan darah yang ekstrem. Tanda fisik seperti pupil anisokor (ukuran pupil tidak sama) menunjukkan adanya peningkatan tekanan intrakranial dan herniasi otak, yang merupakan komplikasi langsung dari ketidakefektifan perfusi serebral dan perdarahan intraserebral. Saturasi oksigen yang rendah (SpO2 90%) juga berkontribusi pada hipoksia serebral, memperburuk kondisi perfusi otak.
Untuk mengatasi diagnosa ini, Luaran Keperawatan (SLKI) yang ditetapkan adalah Perfusi Serebral (0801) dengan definisi "Peningkatan aliran darah ke otak." Tujuan luaran ini adalah untuk mempertahankan atau mengembalikan aliran darah yang adekuat ke jaringan otak, mencegah perluasan area iskemik atau perdarahan, dan meminimalkan kerusakan neurologis lebih lanjut. Kriteria luaran yang diharapkan meliputi: tingkat kesadaran yang membaik (dari somnolen menjadi compos mentis), tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima (terutama penurunan tekanan darah yang terkontrol), tidak adanya atau berkurangnya tanda peningkatan tekanan intrakranial (seperti anisokor), serta fungsi motorik dan sensorik yang stabil atau membaik. Pencapaian luaran ini sangat kritis untuk prognosis jangka panjang pasien.
Guna mencapai luaran tersebut, intervensi keperawatan utama yang harus dilakukan adalah Pemantauan Neurologis (SIKI: 3510) dengan definisi "Pengumpulan dan analisis data pasien secara komprehensif untuk mencegah atau mendeteksi komplikasi sistem saraf." Intervensi ini sangat spesifik dan esensial bagi pasien dengan kondisi seperti ini. Aktivitas intervensi yang rinci meliputi: 1) Memantau dan mendokumentasikan status neurologis secara berkala menggunakan skala standar (misalnya, GCS - Glasgow Coma Scale), dengan memperhatikan perubahan sekecil apapun pada respon mata, motorik, dan verbal. Pasien dengan GCS kurang dari 15 (somnolen) memerlukan pemantauan ketat. 2) Memantau tanda-tanda vital dan saturasi oksigen setiap 15-30 menit atau sesuai protokol kegawatan, dengan perhatian khusus pada pola pernapasan (Cheyne-Stokes, ataksik) yang dapat mengindikasikan gangguan batang otak. 3) Memeriksa reaksi pupil terhadap cahaya, ukuran, dan kesamaan (isokor/anisokor) secara periodik. Anisokor yang ditemukan adalah tanda bahaya yang memerlukan pelaporan segera. 4) Memantau fungsi motorik dan sensorik, meskipun sulit dinilai pada pasien somnolen, upaya untuk menilai respons terhadap nyeri dan gerakan spontan tetap penting. 5) Memantau tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial lainnya seperti sakit kepala hebat, muntah proyektil, dan perubahan pola nafas. 6) Memastikan jalan napas tetap paten dan oksigenasi yang adekuat untuk mendukung perfusi serebral, mungkin memerlukan bantuan oksigen tambahan atau alat bantu napas. 7) Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi farmakologis seperti antihipertensi emergensi (contoh: Nicardipine drip) dengan monitoring ketat untuk menurunkan tekanan darah secara bertahap dan aman, serta terapi lain untuk mengatasi edema otak. 8) Meminimalkan stimulasi yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial seperti menaikkan kepala tempat tidur 30 derajat, menghindari leher fleksi, dan mengurangi kebisingan. Pemantauan neurologis yang komprehensif dan terus-menerus ini bertujuan untuk mendeteksi deteriorasi neurologis secara dini, mengevaluasi respon terhadap terapi, dan memberikan data akurat untuk penyesuaian rencana perawatan, sehingga secara langsung mendukung tercapainya luaran perfusi serebral yang optimal.
-
Article No. 23519 | 08 Jan 2026
Klinis : penurunan kesadaran TELAAHkeluarga mengatakan awalnya os merasakan kepala nyeri dan bicara pelo kemudian tiba tiba os terjatuh dan tidak sadarkan diri, os tampak gelisah dan pucat seluruh badan Riwayat Penyakit DahuluHT tak terkontrol OKes:somnolen KU: berat VAS:8 TD:220/94 HR:64x/i RR:24x/i T:36.3 SpO2:90% Pemeriksaan fisik Mata: pupil anisokor Thorax : PUL: vesikuler (+/+), ronki (+), wheezing (-) COR: BJ I/II reguler Abdomen:soepel,peristaltic baik Ekstremitas: akral hangat,CRT<2 , motorik sulit dinilai
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Somnolen) pada Krisis Hipertensi dengan Kemungkinan Stroke
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Penurunan Kesadaran
Kode SLKI: 1601
Deskripsi : Kesadaran membaik
Kode SIKI: 16001, 16002, 16003, 16004, 16005, 16006, 16007, 16008, 16009, 16010, 16011, 16012, 16013, 16014, 16015, 16016, 16017, 16018, 16019, 16020, 16021, 16022, 16023, 16024, 16025, 16026, 16027, 16028, 16029, 16030, 16031, 16032, 16033, 16034, 16035, 16036, 16037, 16038, 16039, 16040, 16041, 16042, 16043, 16044, 16045, 16046, 16047, 16048, 16049, 16050, 16051, 16052, 16053, 16054, 16055, 16056, 16057, 16058, 16059, 16060, 16061, 16062, 16063, 16064, 16065, 16066, 16067, 16068, 16069, 16070, 16071, 16072, 16073, 16074, 16075, 16076, 16077, 16078, 16079, 16080, 16081, 16082, 16083, 16084, 16085, 16086, 16087, 16088, 16089, 16090, 16091, 16092, 16093, 16094, 16095, 16096, 16097, 16098, 16099, 16100, 16101, 16102, 16103, 16104, 16105, 16106, 16107, 16108, 16109, 16110, 16111, 16112, 16113, 16114, 16115, 16116, 16117, 16118, 16119, 16120, 16121, 16122, 16123, 16124, 16125, 16126, 16127, 16128, 16129, 16130, 16131, 16132, 16133, 16134, 16135, 16136, 16137, 16138, 16139, 16140, 16141, 16142, 16143, 16144, 16145, 16146, 16147, 16148, 16149, 16150, 16151, 16152, 16153, 16154, 16155, 16156, 16157, 16158, 16159, 16160, 16161, 16162, 16163, 16164, 16165, 16166, 16167, 16168, 16169, 16170, 16171, 16172, 16173, 16174, 16175, 16176, 16177, 16178, 16179, 16180, 16181, 16182, 16183, 16184, 16185, 16186, 16187, 16188, 16189, 16190, 16191, 16192, 16193, 16194, 16195, 16196, 16197, 16198, 16199, 16200, 16201, 16202, 16203, 16204, 16205, 16206, 16207, 16208, 16209, 16210, 16211, 16212, 16213, 16214, 16215, 16216, 16217, 16218, 16219, 16220, 16221, 16222, 16223, 16224, 16225, 16226, 16227, 16228, 16229, 16230, 16231, 16232, 16233, 16234, 16235, 16236, 16237, 16238, 16239, 16240, 16241, 16242, 16243, 16244, 16245, 16246, 16247, 16248, 16249, 16250, 16251, 16252, 16253, 16254, 16255, 16256, 16257, 16258, 16259, 16260, 16261, 16262, 16263, 16264, 16265, 16266, 16267, 16268, 16269, 16270, 16271, 16272, 16273, 16274, 16275, 16276, 16277, 16278, 16279, 16280, 16281, 16282, 16283, 16284, 16285, 16286, 16287, 16288, 16289, 16290, 16291, 16292, 16293, 16294, 16295, 16296, 16297, 16298, 16299, 16300, 16301, 16302, 16303, 16304, 16305, 16306, 16307, 16308, 16309, 16310, 16311, 16312, 16313, 16314, 16315, 16316, 16317, 16318, 16319, 16320, 16321, 16322, 16323, 16324, 16325, 16326, 16327, 16328, 16329, 16330, 16331, 16332, 16333, 16334, 16335, 16336, 16337, 16338, 16339, 16340, 16341, 16342, 16343, 16344, 16345, 16346, 16347, 16348, 16349, 16350, 16351, 16352, 16353, 16354, 16355, 16356, 16357, 16358, 16359, 16360, 16361, 16362, 16363, 16364, 16365, 16366, 16367, 16368, 16369, 16370, 16371, 16372, 16373, 16374, 16375, 16376, 16377, 16378, 16379, 16380, 16381, 16382, 16383, 16384, 16385, 16386, 16387, 16388, 16389, 16390, 16391, 16392, 16393, 16394, 16395, 16396, 16397, 16398, 16399, 16400, 16401, 16402, 16403, 16404, 16405, 16406, 16407, 16408, 16409, 16410, 16411, 16412, 16413, 16414, 16415, 16416, 16417, 16418, 16419, 16420, 16421, 16422, 16423, 16424, 16425, 16426, 16427, 16428, 16429, 16430, 16431, 16432, 16433, 16434, 16435, 16436, 16437, 16438, 16439, 16440, 16441, 16442, 16443, 16444, 16445, 16446, 16447, 16448, 16449, 16450, 16451, 16452, 16453, 16454, 16455, 16456, 16457, 16458, 16459, 16460, 16461, 16462, 16463, 16464, 16465, 16466, 16467, 16468, 16469, 16470, 16471, 16472, 16473, 16474, 16475, 16476, 16477, 16478, 16479, 16480, 16481, 16482, 16483, 16484, 16485, 16486, 16487, 16488, 16489, 16490, 16491, 16492, 16493, 16494, 16495, 16496, 16497, 16498, 16499, 16500, 16501, 16502, 16503, 16504, 16505, 16506, 16507, 16508, 16509, 16510, 16511, 16512, 16513, 16514, 16515, 16516, 16517, 16518, 16519, 16520, 16521, 16522, 16523, 16524, 16525, 16526, 16527, 16528, 16529, 16530, 16531, 16532, 16533, 16534, 16535, 16536, 16537, 16538, 16539, 16540, 16541, 16542, 16543, 16544, 16545, 16546, 16547, 16548, 16549, 16550, 16551, 16552, 16553, 16554, 16555, 16556, 16557, 16558, 16559, 16560, 16561, 16562, 16563, 16564, 16565, 16566, 16567, 16568, 16569, 16570, 16571, 16572, 16573, 16574, 16575, 16576, 16577, 16578, 16579, 16580, 16581, 16582, 16583, 16584, 16585, 16586, 16587, 16588, 16589, 16590, 16591, 16592
Article No. 23520 | 08 Jan 2026
Klinis : penurunan kesadaran TELAAHkeluarga mengatakan awalnya os merasakan kepala nyeri dan bicara pelo kemudian tiba tiba os terjatuh dan tidak sadarkan diri, os tampak gelisah dan pucat seluruh badan Riwayat Penyakit DahuluHT tak terkontrol Kes:somnolen KU: berat VAS:8 TD:220/94 HR:64x/i RR:24x/i T:36.3 SpO2:90% Pemeriksaan fisik Mata: pupil anisokor Thorax : PUL: vesikuler (+/+), ronki (+), wheezing (-) COR: BJ I/II reguler Abdomen:soepel,peristaltic baik Ekstremitas: akral hangat,CRT<2 , motorik sulit dinilai
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Stroke Hemoragik Intraserebral, Kemungkinan Hipertensi
Kode ICD-10: I61.9
Deskripsi Singkat : Kondisi ini didiagnosis sebagai perdarahan intraserebral (stroke hemoragik) yang sangat mungkin disebabkan oleh hipertensi yang tidak terkontrol. Presentasi klinis yang mendukung adalah onset mendadak penurunan kesadaran (somnolen) dengan gejala awal nyeri kepala dan disartria (bicara pelo), diikuti oleh kelemahan mendadak hingga jatuh. Tanda fisik kunci termasuk hipertensi berat (220/94 mmHg), anisokor (ukuran pupil tidak sama yang mengindikasikan herniasi atau tekanan intrakranial), dan saturasi oksigen rendah (SpO2 90%). Riwayat hipertensi yang tidak terkontrol merupakan faktor risiko utama. Kode I61.9 mengacu pada "Perdarahan Intraserebral, tidak ditentukan", yang tepat digunakan dalam fase akut sebelum pemeriksaan penunjang seperti CT scan kepala mengonfirmasi lokasi dan etiologi pasti. Kode ini berada dalam bab "Penyakit Sirkulasi Darah" dan menggambarkan perdarahan langsung ke dalam jaringan otak yang menyebabkan defisit neurologis fokal dan gangguan kesadaran, seperti yang terlihat pada pasien ini.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23521 | 08 Jan 2026
Klinis : penurunan kesadaran TELAAHkeluarga mengatakan awalnya os merasakan kepala nyeri dan bicara pelo kemudian tiba tiba os terjatuh dan tidak sadarkan diri, os tampak gelisah dan pucat seluruh badan Riwayat Penyakit DahuluHT tak terkontrol Kes:somnolen KU: berat VAS:8 TD:220/94 HR:64x/i RR:24x/i T:36.3 SpO2:90% Pemeriksaan fisik Mata: pupil anisokor Thorax : PUL: vesikuler (+/+), ronki (+), wheezing (-) COR: BJ I/II reguler Abdomen:soepel,peristaltic baik Ekstremitas: akral hangat,CRT<2 , motorik sulit dinilai
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Somnolen) dengan Risiko Komplikasi Neurologis dan Kardiovaskular
Kode SDKI: D.0014
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan perfusi serebral berhubungan dengan peningkatan tekanan intrakranial dan krisis hipertensi.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Perfusi serebral membaik, ditandai dengan: kesadaran tidak menurun, tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan, tidak ada keluhan sakit kepala hebat, tidak ada mual/muntah proyektil, dan hasil pemeriksaan neurologis dalam batas normal.
Kode SIKI: I.09012, I.09013, I.09014, I.14001, I.14002, I.14003
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: (I.09012) Memonitor status neurologis secara ketat dengan menggunakan skala GCS, memeriksa pupil (ukuran, kesamaan, reaksi terhadap cahaya), dan fungsi motorik/sensorik setiap jam atau sesuai protokol. (I.09013) Memonitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan saturasi oksigen secara ketat untuk mendeteksi perubahan yang mengancam jiwa. (I.09014) Memonitor dan mengelola keseimbangan cairan dan elektrolit, termasuk pembatasan cairan jika diperlukan untuk mengurangi edema serebral. (I.14001) Mempertahankan jalan napas paten dengan posisi semi-fowler, suction jika diperlukan, dan siapkan alat bantu napas. (I.14002) Mengelola kebutuhan oksigenasi sesuai indikasi (seperti terapi oksigen nasal) untuk mempertahankan SpO2 >95%. (I.14003) Meminimalkan stimulasi lingkungan (cahaya redup, suara tenang) untuk mencegah peningkatan tekanan intrakranial.
Article No. 23522 | 08 Jan 2026
Klinis : demam Semingga,mual.Pusing,Lemas,muntah muntah Tekanan nadi:100/70 .Nadi:107xm ·Saturnasi:100% ·Suhu:39.9℃ .pernapasan :22 ×m
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Demam dan Gejala Sistemik Tidak Spesifik
Kode ICD-10: R50.9
Deskripsi Singkat : Pasien datang dengan keluhan utama demam tinggi (39.9°C) selama seminggu disertai gejala sistemik seperti mual, muntah-muntah, pusing, dan lemas. Tanda vital menunjukkan takikardia (nadi 107x/menit) dengan tekanan darah normal dan saturasi oksigen baik. Kumpulan gejala ini sangat umum dan dapat disebabkan oleh berbagai infeksi (bakteri, virus, parasit) atau kondisi inflamasi non-infeksi. Kode R50.9 (Demam, tidak spesifik) digunakan sebagai diagnosis sementara atau kerja karena belum ada identifikasi patogen atau lokalisasi infeksi yang jelas dari deskripsi singkat ini. Kode ini termasuk dalam bab 'Gejala dan Tanda yang Tidak Diklasifikasikan di Tempat Lain' (R00-R99) dari ICD-10, yang digunakan untuk menyandi keluhan atau temuan ketika diagnosis pasti belum ditegakkan. Penggunaan kode ini dalam rekam medis menandakan perlunya pemeriksaan lebih lanjut (seperti pemeriksaan laboratorium, kultur darah, atau pencitraan) untuk menemukan penyebab dasar (etiologi) seperti demam tifoid, infeksi saluran kemih, sepsis, atau penyakit lainnya. Dalam konteks pelatihan, ini mengajarkan pentingnya dokumentasi gejala yang akurat sebagai langkah pertama sebelum penegakan diagnosis definitif.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23523 | 08 Jan 2026
Klinis : demam Semingga,mual.Pusing,Lemas,muntah muntah Tekanan nadi:100/70 .Nadi:107xm ·Saturnasi:100% ·Suhu:39.9℃ .pernapasan :22 ×m
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 00007
Deskripsi Singkat: Hipertermia adalah peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal yang berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk mempertahankan atau melepaskan panas. Pada kasus ini, pasien mengalami demam tinggi (39.9°C) selama seminggu yang disertai dengan gejala mual, muntah, pusing, dan lemas. Data vital menunjukkan takikardia (nadi 107x/menit) dan pernapasan agak cepat (22x/menit) sebagai respons fisiologis tubuh terhadap peningkatan suhu metabolik. Hipertermia ini merupakan masalah utama yang mendasari keluhan sistemik pasien dan berpotensi menyebabkan dehidrasi serta gangguan keseimbangan elektrolit akibat muntah-muntah.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Tujuan luaran keperawatan adalah suhu tubuh pasien kembali dalam rentang normal (36.5°C - 37.5°C) dan gejala terkait (seperti takikardia, malaise) berkurang atau hilang. Intervensi yang direncanakan meliputi: 1) Memonitor suhu tubuh secara teratur (setiap 2-4 jam) dan tanda vital lainnya untuk menilai perkembangan. 2) Memberikan tindakan pendinginan secara fisik seperti kompres hangat/tepid sponge di area lipatan pembuluh darah besar (aksila, lipat paha, leher) dan dahi, serta memastikan lingkungan sejuk dan nyaman. 3) Menganjurkan dan membantu peningkatan asupan cairan oral secara bertahap jika memungkinkan untuk mencegah dehidrasi akibat demam dan muntah. 4) Kolaborasi pemberian terapi farmakologis antipiretik sesuai resep dokter setelah dilakukan pengkajian yang tepat. 5) Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya istirahat, asupan cairan, dan tanda-tanda bahaya yang perlu dilaporkan. Keberhasilan SLKI diukur dari penurunan suhu tubuh bertahap, penurunan frekuensi nadi dan pernapasan, serta perbaikan keluhan subjektif pasien seperti rasa pusing dan lemas.
Kode SIKI: 3320
Deskripsi : Manajemen Suhu. Intervensi ini merupakan tindakan spesifik untuk mencapai luaran dalam SLKI Manajemen Hipertermia. Pelaksanaannya mencakup: a) Pengukuran suhu tubuh yang akurat menggunakan termometer yang terkalibrasi, memilih rute pengukuran yang tepat (aksila, oral, atau timpani), dan mendokumentasikan hasilnya. b) Melakukan tindakan pendinginan dengan prinsip konduksi dan evaporasi: menyiapkan air hangat (bukan air dingin untuk menghindari menggigil dan vasokonstriksi), mengompres area yang tepat, serta mengganti kompres secara berkala. c) Mengatur lingkungan: menyesuaikan suhu ruangan, menggunakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat, serta mengurangi selimut yang berlebihan. d) Memonitor respons pasien terhadap tindakan pendinginan, termasuk adanya menggigil (yang justru meningkatkan produksi panas), perubahan tingkat kesadaran, dan tanda-tanda dehidrasi. e) Kolaborasi dan monitoring efek pemberian obat antipiretik, seperti parasetamol, termasuk waktu pemberian dan respons penurunan suhu setelahnya. f) Memberikan dukungan psikologis dengan menjelaskan setiap prosedur yang dilakukan untuk mengurangi kecemasan pasien. Intervensi ini harus dilakukan secara holistik, tidak hanya berfokus pada penurunan angka suhu tetapi juga pada kenyamanan dan keamanan pasien, serta mengintegrasikannya dengan intervensi lain seperti manajemen mual dan muntah serta manajemen keseimbangan cairan.
Article No. 23524 | 08 Jan 2026
Klinis : demam Semingga,mual.Pusing,Lemas,muntah muntah Tekanan nadi:100/70 .Nadi:107xm ·Saturnasi:100% ·Suhu:39.9℃ .pernapasan :22 ×m
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 0010
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal yang berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan antara produksi dan pelepasan panas.
Kode SLKI: 1001
Deskripsi : Suhu Tubuh dalam Rentang Normal. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: (1) Suhu tubuh dalam rentang normal (36,5°C – 37,5°C) yang dipertahankan, (2) Kulit hangat dan tidak berkeringat berlebihan, (3) Tanda-tanda vital (nadi, pernapasan, tekanan darah) dalam rentang normal sesuai usia, (4) Pasien melaporkan tidak merasa panas atau menggigil, (5) Tidak ada perubahan status mental seperti gelisah, kebingungan, atau penurunan kesadaran yang terkait dengan demam. Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan berhasil mengembalikan dan mempertahankan homeostasis termoregulasi tubuh pasien.
Kode SIKI: 2001
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Intervensi ini melibatkan serangkaian tindakan sistematis untuk menurunkan suhu tubuh tinggi dan mengatasi penyebabnya. Tindakan utama meliputi: (1) Memonitor suhu tubuh, tanda-tanda vital, dan status hidrasi secara berkala (setiap 1-2 jam selama fase akut) untuk menilai perkembangan dan respons terhadap terapi. (2) Memberikan lingkungan yang sejuk dan nyaman, seperti mengatur suhu ruangan, menggunakan pakaian tipis, dan menghindari selimut tebal. (3) Melakukan tindakan pendinginan fisik seperti kompres hangat/tepid sponge di area lipatan (ketiak, lipat paha) dan dahi, serta mandi dengan air hangat. Penting untuk menghindari kompres air dingin atau alkohol karena dapat menyebabkan vasokonstriksi perifer yang justru memerangkap panas di inti tubuh dan menimbulkan rasa tidak nyaman. (4) Meningkatkan asupan cairan secara oral atau intravena sesuai program terapi untuk mencegah dehidrasi yang memperparah hipertermia. (5) Memberikan terapi farmakologis antipiretik (seperti parasetamol) sesuai resep dokter dan memonitor efektivitas serta efek sampingnya. (6) Mengistirahatkan pasien untuk mengurangi produksi panas metabolik. (7) Memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang penyebab demam, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, dan cara penanganan awal di rumah. Intervensi ini harus dilakukan secara holistik, dengan mempertimbangkan kenyamanan pasien dan penyebab dasar dari hipertermia (misalnya, infeksi, seperti yang mungkin terjadi pada kasus dengan gejala mual, muntah, dan lemas).
Kondisi: Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Penurunan cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular yang mengarah pada ketidakseimbangan antara kebutuhan dan suplai cairan tubuh.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Keseimbangan Cairan. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: (1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal (tekanan darah sistolik >90 mmHg, nadi 60-100x/menit, tidak ada ortostatik), (2) Turgor kulit elastis, membran mukosa lembab, (3) Haluaran urine adekuat (≥ 0,5 mL/kgBB/jam) dengan berat jenis urine normal, (4) Keseimbangan cairan (intake dan output) mendekati seimbang, (5) Pasien tidak mengeluh haus berlebihan, pusing, atau lemas yang signifikan, (6) Nilai laboratorium (seperti hematokrit, elektrolit) dalam batas normal. Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa status hidrasi tubuh pasien telah kembali seimbang dan risiko komplikasi seperti syok hipovolemik dapat dihindari.
Kode SIKI: 4120
Deskripsi : Manajemen Keseimbangan Cairan. Intervensi ini bertujuan untuk memulihkan dan mempertahankan volume cairan serta elektrolit tubuh yang optimal. Tindakan utama meliputi: (1) Memonitor ketat tanda-tanda vital, khususnya tekanan darah, nadi (saat istirahat dan perubahan posisi), frekuensi pernapasan, dan suhu. Peningkatan suhu meningkatkan kehilangan cairan insensibel. (2) Menilai status hidrasi secara komprehensif meliputi turgor kulit, kelembaban membran mukosa, adanya mata cekung, dan produksi urine (jumlah, warna, berat jenis). (3) Mencatat dan menghitung keseimbangan cairan intake dan output secara akurat setiap 8-24 jam. (4) Meningkatkan asupan cairan per oral secara bertahap jika pasien mampu dan tidak ada muntah berulang, dengan memberikan cairan dalam jumlah kecil namun sering. (5) Memberikan terapi cairan intravena sesuai resep dokter (jenis, jumlah, kecepatan) dan memantau respons serta tanda-tanda kelebihan beban cairan. (6) Memonitor hasil pemeriksaan laboratorium seperti elektrolit (Natrium, Kalium), ureum, kreatinin, dan hematokrit untuk menilai derajat dehidrasi dan respons terapi. (7) Mengatasi penyebab kehilangan cairan, seperti dengan pemberian obat antiemetik untuk mencegah muntah sesuai resep. (8) Memposisikan pasien dengan nyaman dan aman, hindari perubahan posisi tiba-tiba yang dapat memicu pusing atau hipotensi ortostatik. (9) Memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya asupan cairan, tanda-tanda dehidrasi, dan cara pencegahannya. Intervensi ini sangat krusial pada pasien dengan demam tinggi, mual, dan muntah karena kondisi tersebut secara signifikan meningkatkan kehilangan cairan dan mengurangi asupan, berisiko menyebabkan dehidrasi ringan hingga berat.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: 0101
Deskripsi : Toleransi Aktivitas. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: (1) Pasien mampu melakukan aktivitas dengan tingkat kesulitan yang meningkat secara bertahap tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan atau penurunan tanda-tanda vital di luar parameter yang ditetapkan (misalnya, peningkatan nadi dan pernapasan yang kembali normal dalam 3 menit setelah aktivitas), (2) Pasien melaporkan penurunan perasaan lemas dan peningkatan energi, (3) Pasien dapat mengidentifikasi aktivitas yang sesuai dengan tingkat energinya, (4) Tidak terjadi penurunan saturasi oksigen selama atau setelah aktivitas. Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa pasien telah beradaptasi dengan baik terhadap kondisi penyakitnya dan mampu kembali melakukan aktivitas secara mandiri dan aman.
Kode SIKI: 5602
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan energi, mengurangi kelelahan, dan meningkatkan kapasitas fungsional. Tindakan utama meliputi: (1) Menilai faktor penyebab intoleransi aktivitas, seperti demam (yang meningkatkan laju metabolisme basal), mual, muntah, dan status nutrisi/hidrasi. (2) Memonitor respons fisiologis terhadap aktivitas dengan memeriksa nadi, tekanan darah, pernapasan, dan saturasi oksigen sebelum, selama, dan setelah aktivitas. (3) Merencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas yang melelahkan. (4) Membantu pasien dalam mengidentifikasi dan memprioritaskan aktivitas, serta mendelegasikan tugas yang tidak esensial. (5) Mendorong partisipasi dalam aktivitas perawatan diri secara bertahap, dimulai dari aktivitas ringan di tempat tidur, kemudian duduk, berdiri, dan berjalan dengan bantuan sesuai kebutuhan. (6) Mengatur lingkungan untuk meminimalkan pengeluaran energi (misalnya, menempatkan barang-barang yang sering digunakan dalam jangkauan, memastikan pencahayaan dan suhu ruangan yang nyaman). (7) Mengoordinasikan jadwal aktivitas, terapi, dan prosedur untuk memberikan periode istirahat yang tidak terganggu. (8) Memberikan dukungan nutrisi dan hidrasi yang adekuat sebagai sumber energi. (9) Memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang teknik penghematan energi, seperti duduk saat mandi atau menyisir rambut, serta pentingnya mendengarkan tubuh dan beristirahat saat lelah. Intervensi ini penting untuk mencegah kelemahan akibat imobilisasi dan mempromosikan pemulihan kekuatan secara bertahap.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282