Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23168 | 05 Dec 2025
Klinis : nyeri akut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Tidak ada respons dari API.
-
Article No. 23169 | 05 Dec 2025
Klinis : nyeri akut
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode ICD-10: R52.0
Deskripsi Singkat : Nyeri akut merujuk pada sensasi tidak nyaman yang timbul secara tiba-tiba dan intens, biasanya berlangsung kurang dari 3-6 bulan, dan berfungsi sebagai sinyal peringatan adanya kerusakan jaringan atau penyakit. Kode R52.0 dikategorikan di bawah gejala dan tanda umum (Bab XVIII) dalam ICD-10, tepatnya untuk "Nyeri akut". Kode ini digunakan ketika nyeri merupakan fokus utama perhatian klinis dan belum dapat diklasifikasikan di tempat lain atau penyebab pastinya masih dalam investigasi. Ini mencakup nyeri pasca-trauma, pasca-operasi, atau nyeri yang terkait dengan kondisi medis akut lainnya. Penggunaan kode ini menekankan pada pengelolaan gejala nyeri itu sendiri sambil evaluasi diagnostik berlangsung. Penting untuk dicatat bahwa jika penyebab mendasar dari nyeri akut telah diidentifikasi (misalnya, apendisitis akut, fraktur), kode untuk kondisi penyebab tersebut yang harus diutamakan, dan R52.0 dapat digunakan sebagai kode tambahan jika diperlukan untuk menjelaskan keparahan nyeri.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23170 | 05 Dec 2025
Klinis : hipertermia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 00007
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal yang berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk mempromosikan atau memfasilitasi disipasi panas.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Tujuan akhirnya adalah suhu tubuh dalam rentang normal, kulit hangat dan kering, serta tidak adanya komplikasi terkait panas. Intervensi keperawatan dalam SLKI ini mencakup pemantauan ketat tanda vital, terutama suhu inti, dengan frekuensi yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Perawat akan mengatur lingkungan untuk memfasilitasi pendinginan, seperti mengatur suhu ruangan, menggunakan kipas angin, atau memberikan selimut pendingin. Tindakan pendinginan fisik seperti kompres hangat/tepid sponge (bukan air dingin karena dapat menyebabkan menggigil dan vasokonstriksi), serta mandi atau perendaman dapat dilakukan. Manajemen cairan sangat krusial, yaitu dengan mendorong dan memfasilitasi asupan cairan oral jika memungkinkan, atau pemberian cairan intravena sesuai resep untuk mengatasi dehidrasi. Perawat juga akan meminimalkan produksi panas metabolik dengan membatasi aktivitas fisik pasien dan memberikan istirahat yang cukup. Pemberian obat antipiretik sesuai resep dan evaluasi responsnya merupakan bagian penting. Selain itu, perawat memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda hipertermia, langkah pencegahan, dan pentingnya hidrasi. Pemantauan komplikasi seperti perubahan status mental, takikardia, hipotensi, atau tanda-tanda syok juga dilaksanakan secara kontinu. Dokumentasi yang akurat mengenai tren suhu, intervensi yang diberikan, dan respons pasien sangat ditekankan untuk evaluasi keberhasilan manajemen.
Kode SIKI: I-1401
Deskripsi : Intervensi Keperawatan untuk Manajemen Hipertermia. Ini adalah serangkaian tindakan spesifik yang dilakukan perawat berdasarkan SLKI 1401. Pertama, Memantau dan Dokumentasi: Mengukur dan mencatat suhu tubuh (oral, aksila, timpani, atau rektal) secara berkala sesuai kondisi kritisitas pasien, misalnya setiap 1-2 jam hingga suhu turun stabil, kemudian setiap 4 jam. Memantau tanda vital lain (denyut nadi, pernapasan, tekanan darah), warna kulit, kelembaban kulit, dan status hidrasi (turgor kulit, mukosa membran, output urine). Mengobservasi status neurologis (tingkat kesadaran, orientasi, adanya menggigil). Kedua, Intervensi untuk Meningkatkan Kehilangan Panas: Memberikan kompres hangat/tepid sponge di area dengan pembuluh darah besar (dahi, ketiak, lipat paha). Dapat menggunakan selimut pendingin atau mandi sesuai protokol. Menjaga lingkungan tetap sejuk dan berventilasi baik, menggunakan kipas angin jika diperlukan. Menjaga pakaian atau penutup tempat tidur pasien minimal dan terbuat dari bahan yang menyerap keringat. Ketiga, Meminimalkan Produksi Panas: Menganjurkan tirah baring dan membatasi aktivitas untuk mengurangi metabolisme. Mengatur jadwal perawatan untuk memberikan periode istirahat yang cukup. Keempat, Manajemen Cairan dan Nutrisi: Mendorong asupan cairan oral yang adekuat (air, jus, cairan elektrolit) jika pasien sadar dan mampu menelan. Membantu pemberian cairan intravena sesuai resep dokter dengan memantau kecepatan tetesan dan respons pasien. Menawarkan makanan ringan dan mudah dicerna. Kelima, Intervensi Farmakologis: Memberikan obat antipiretik (seperti parasetamol atau ibuprofen) sesuai resep, mempertimbangkan rute pemberian (oral, rektal, atau intravena). Mengevaluasi efektivitas obat dan efek samping setelah pemberian. Keenam, Pendidikan Kesehatan dan Dukungan: Menjelaskan penyebab hipertermia, proses pendinginan yang dilakukan, dan pentingnya hidrasi kepada pasien dan keluarga. Memberikan informasi tentang tanda-tanda bahaya yang harus dilaporkan. Menciptakan lingkungan yang nyaman dan memberikan dukungan emosional karena ketidaknyamanan akibat demam. Ketujuh, Kewaspadaan terhadap Komplikasi: Waspada terhadap tanda-tanda dehidrasi berat, heat stroke (misalnya, perubahan mental mendadak, kulit panas dan kering), atau kejang demam. Melakukan tindakan pencegahan luka akibat imobilisasi atau penurunan kesadaran. Semua tindakan ini dilakukan secara holistik, dinamis, dan berdasarkan evidence-based practice untuk mengembalikan suhu tubuh ke rentang normal secara aman dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
-
Article No. 23143 | 04 Dec 2025
Klinis : diagnosa pre operasi, intra operasi dan post operasi pasien bph
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Hiperplasia Prostat Jinak (BPH) dengan Konteks Perioperatif
Kode ICD-10: N40.1
Deskripsi Singkat : Hiperplasia Prostat Jinak (BPH) adalah pembesaran non-kanker pada kelenjar prostat yang umum terjadi pada pria lanjut usia, menyebabkan gejala saluran kemih bawah (LUTS) seperti aliran urine lemah, sering berkemih, dan perasaan tidak tuntas. Kode N40.1 secara spesifik mengindikasikan "Hiperplasia prostat dengan gejala saluran kemih bawah (LUTS)", yang relevan untuk konteks perioperatif. Dalam catatan medis, fase "pre-operasi" merujuk pada diagnosis dan persiapan sebelum tindakan bedah (seperti prostatektomi atau reseksi transurethral/TURP) untuk menangani BPH yang refrakter terhadap terapi medis. "Intra-operasi" adalah saat prosedur pembedahan itu sendiri berlangsung, mengonfirmasi diagnosis jaringan. "Post-operasi" mencakup pemantauan pemulihan, manajemen komplikasi (seperti inkontinensia atau striktur), dan evaluasi hasil. Penggunaan kode ini dalam konteks perioperatif menekankan bahwa intervensi bedah ditujukan untuk mengatasi BPH simtomatik yang telah didiagnosis. Penting untuk mencatat komplikasi atau kondisi terkait lainnya (seperti retensi urine akut, infeksi) dengan kode ICD-10 tambahan yang terpisah.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23144 | 04 Dec 2025
Klinis : diagnosa pre operasi, intra operasi dan post operasi pasien bph
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Pre-Operasi Pasien BPH
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Ansietas
Kode SLKI: L.07002
Deskripsi : Tingkat ansietas menurun
Kode SIKI: I.01247
Deskripsi : Manajemen ansietas
Kondisi: Pre-Operasi Pasien BPH
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Kurang pengetahuan
Kode SLKI: L.09005
Deskripsi : Pengetahuan meningkat
Kode SIKI: I.05166
Deskripsi : Edukasi kesehatan
Kondisi: Intra-Operasi Pasien BPH
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Risiko cedera
Kode SLKI: L.00001
Deskripsi : Cedera tidak terjadi
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Pencegahan jatuh
Kondisi: Intra-Operasi Pasien BPH
Kode SDKI: D.0024
Deskripsi Singkat: Risiko infeksi
Kode SLKI: L.00003
Deskripsi : Infeksi tidak terjadi
Kode SIKI: I.08002
Deskripsi : Pengendalian infeksi
Kondisi: Post-Operasi Pasien BPH
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Nyeri akut
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Kontrol nyeri
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Manajemen nyeri
Kondisi: Post-Operasi Pasien BPH
Kode SDKI: D.0181
Deskripsi Singkat: Gangguan eliminasi urin
Kode SLKI: L.04006
Deskripsi : Eliminasi urin efektif
Kode SIKI: I.04030
Deskripsi : Manajemen kateter urin
-
Article No. 23145 | 04 Dec 2025
Klinis : Overhidrasi
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Overhidrasi
Kode ICD-10: E87.7
Deskripsi Singkat : Overhidrasi, atau kelebihan cairan tubuh, adalah suatu kondisi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit di mana terdapat akumulasi air berlebih dalam tubuh, seringkali disertai dengan penurunan konsentrasi natrium dalam darah (hiponatremia). Kondisi ini dapat terjadi karena asupan cairan yang berlebihan melebihi kemampuan ginjal untuk mengeluarkannya, atau akibat gangguan pada mekanisme regulasi tubuh seperti pada gagal jantung, sirosis hati, sindrom sekresi hormon antidiuretik yang tidak tepat (SIADH), atau penyakit ginjal. Gejalanya bervariasi dari ringan (seperti mual, sakit kepala, dan kebingungan) hingga berat (kejang, koma, dan kematian) akibat pembengkakan sel-sel, termasuk sel otak. Kode ICD-10 E87.7 dikategorikan di bawah "Gangguan lain keseimbangan cairan, elektrolit dan keseimbangan asam-basa". Penggunaan kode ini memerlukan kehati-hatian klinis dan konfirmasi laboratorium untuk membedakannya dari penyebab spesifik lainnya, serta penting untuk mencatat penyebab yang mendasarinya (misalnya, gagal jantung) sebagai diagnosis utama atau tambahan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23146 | 04 Dec 2025
Klinis : pasien sesak
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Sesak Napas (Dispnea)
Kode ICD-10: R06.0
Deskripsi Singkat : Dispnea, atau sesak napas, adalah sensasi subjektif sulit bernapas atau tidak tercukupinya kebutuhan udara. Ini merupakan gejala, bukan diagnosis, yang muncul dari interaksi kompleks antara sistem pernapasan, kardiovaskular, neuromuskular, dan persepsi psikologis. Kode R06.0 dikategorikan di bawah "Gejala dan tanda yang berhubungan dengan sistem peredaran darah dan pernapasan" (R00-R09). Penyebabnya sangat luas, mulai dari kondisi akut yang mengancam jiwa seperti asma berat, edema paru, emboli paru, pneumotoraks, dan gagal jantung akut, hingga kondisi kronis seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), penyakit jantung iskemik, anemia, obesitas, dan gangguan kecemasan. Evaluasi klinis yang cermat diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya, meliputi anamnesis terperinci, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang seperti radiologi dan tes fungsi paru. Penanganan difokuskan pada penyebab primer, pemberian oksigen jika diperlukan, dan terapi farmakologis sesuai indikasi (misalnya, bronkodilator untuk asma/PPOK atau diuretik untuk gagal jantung).
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23147 | 04 Dec 2025
Klinis : pasien sesak
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Pasien Sesak
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SLKI: L.03101
Deskripsi : Pertukaran gas membaik ditandai dengan: 1) Pernapasan efektif, 2) Bunyi napas bersih, 3) Tidak ada sianosis, 4) Tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan, 5) GDA dalam batas normal, 6) Kesadaran baik, 7) Tidak ada gelisah.
Kode SIKI: I.05294
Deskripsi : Manajemen Pernapasan. Tindakan: 1) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas). 2) Auskultasi bunyi napas. 3) Posisikan pasien semifowler atau posisi yang nyaman untuk memfasilitasi ekspansi paru. 4) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif. 5) Berikan oksigen sesuai program terapi. 6) Monitor tanda-tanda vital dan saturasi oksigen secara berkala. 7) Kolaborasi pemberian bronkodilator dan obat lain sesuai resep. 8) Anjurkan intake cairan yang adekuat jika tidak ada kontraindikasi. 9) Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman. 10) Ajarkan teknik relaksasi untuk mengurangi kecemasan. 11) Monitor status gas darah arteri (GDA) jika diperlukan. 12) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika diperlukan.
-
Article No. 23148 | 04 Dec 2025
Klinis : pasien sesak semalam nyeri bagian dada menjalar ke punggung riwayat jantung dm
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah seperti cedera; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: L.06129
Deskripsi : Nyeri Terkontrol. Kriteria Hasil: 1) Melaporkan nyeri hilang atau terkontrol. 2) Menunjukkan tanda-tanda fisiologis terkontrol (tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan). 3) Menunjukkan perilaku nyeri terkontrol (dapat istirahat, tidur, dan aktivitas dengan tepat). 4) Menggunakan metode farmakologis dan nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri. Penjelasan: Pada pasien dengan keluhan nyeri dada yang menjalar ke punggung, tujuan keperawatan utama adalah mengontrol dan mengurangi pengalaman nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi atau menghilangkannya. SLKI ini mengukur keberhasilan intervensi dalam mencapai kontrol nyeri yang ditandai tidak hanya dengan laporan subjektif pasien tetapi juga dengan stabilnya tanda-tanda vital (seperti denyut nadi dan tekanan darah yang tidak meningkat akibat nyeri) serta kemampuan pasien untuk beristirahat dengan tenang. Pengendalian nyeri akut seperti pada kasus ini sangat kritis karena nyeri yang tidak terkontrol dapat memperburuk stres fisiologis, meningkatkan beban kerja jantung, dan memperparah kondisi sesak. Keberhasilan mencapai SLKI ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan dan medis efektif dalam memutus siklus nyeri-kecemasan yang sering memperburuk presentasi klinis pasien jantung.
Kode SIKI: I.08091
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Kriteria Intervensi: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas, dan faktor presipitasi). 2) Observasi isyarat verbal dan nonverbal dari ketidaknyamanan. 3) Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri. 4) Berikan analgetik sesuai program terapeutik. 5) Evaluasi dan dokumentasi respons pasien terhadap analgetik, catat setiap efek samping. 6) Lakukan tindakan nonfarmakologis (distraksi, relaksasi, posisi nyaman, kompres hangat/dingin jika tepat). 7) Monitor tanda-tanda vital sebelum dan sesudah pemberian analgetik. 8) Ajarkan penggunaan skala nyeri. 9) Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk terapi nyeri. Penjelasan: Intervensi ini adalah tindakan sistematis dan holistik untuk menangani nyeri akut pasien. Pada kasus nyeri dada dengan riwayat jantung dan DM, pengkajian yang mendetail sangat vital untuk membedakan karakteristik nyeri (misalnya, apakah seperti ditekan, tajam, atau terbakar) dan membantu dalam diagnosis banding antara nyeri jantung iskemik dengan nyeri lainnya. Pemberian analgetik (seperti nitrogliserin atau morfin sesuai indikasi) harus tepat waktu dan dimonitor efeknya, terutama karena pasien DM mungkin memiliki neuropati yang mempengaruhi persepsi nyeri. Teknik nonfarmakologis seperti memastikan posisi semi-Fowler dapat membantu mengurangi sesak dan ketegangan otot dada. Monitoring tanda vital sebelum dan sesudah intervensi penting untuk menilai respons fisiologis terhadap nyeri dan pengobatan, serta mendeteksi efek samping seperti hipotensi. Kolaborasi dengan dokter untuk regimen terapi yang optimal dan dengan ahli gizi untuk manajemen DM yang terkait dengan proses penyembuhan adalah bagian integral dari intervensi ini. Dokumentasi yang akurat memungkinkan evaluasi berkelanjutan dan penyesuaian rencana asuhan.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk bernapas secara adekuat untuk mempertahankan suplai oksigen ke sel tubuh untuk kebutuhan metabolisme dan mengeluarkan karbondioksida sisa metabolisme.
Kode SLKI: L.04005
Deskripsi : Status Pernapasan: Ventilasi. Kriteria Hasil: 1) Mempertahankan frekuensi pernapasan dalam rentang yang diharapkan. 2) Mempertahankan irama pernapasan reguler. 3) Menggunakan otot bantu pernapasan dengan tepat. 4) Tidak ada sesak napas (dispnea). 5) Suara napas bersih. Penjelasan: SLKI ini berfokus pada pencapaian ventilasi yang adekuat. Pada pasien dengan sesak dan riwayat jantung, pola napas tidak efektif sering disebabkan oleh peningkatan tekanan pengisian jantung, edema paru, atau kecemasan akibat nyeri. Hasil yang diharapkan adalah pasien dapat mempertahankan frekuensi dan irama napas yang normal tanpa menggunakan otot bantu pernapasan (seperti otot leher dan bahu) yang berlebihan, serta tidak mengalami dispnea saat istirahat atau aktivitas minimal. Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa pertukaran gas sudah memadai, beban kerja pernapasan menurun, dan kondisi kardiopulmonal pasien stabil. Ini merupakan indikator kunci dari berkurangnya distress pernapasan dan membaiknya fungsi jantung.
Kode SIKI: I.06010
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Kriteria Intervensi: 1) Pertahankan jalan napas paten. 2) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (mis., posisi semi-Fowler atau tinggi). 3) Auskultasi suara napas, catat adanya suara tambahan (ronkhi, wheezing). 4) Monitor frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha pernapasan. 5) Monitor status oksigenasi (warna kulit, membran mukosa, saturasi O2). 6) Berikan terapi oksigen sesuai program. 7) Ajarkan teknik pernapasan dalam atau batuk efektif jika diperlukan. 8) Kolaborasi pemberian bronkodilator atau terapi lain sesuai indikasi. Penjelasan: Intervensi ini ditujukan untuk memastikan dan mempertahankan kepatenan jalan napas serta mengoptimalkan pertukaran gas. Pada pasien sesak dengan riwayat jantung, posisi duduk tinggi (semi-Fowler/Fowler) sangat penting karena mengurangi tekanan abdomen terhadap diafragma dan memudahkan ekspansi paru. Auskultasi suara napas secara rutin dapat mendeteksi dini adanya kongesti paru (ronkhi basah) atau bronkospasme. Pemberian oksigen suplemental adalah tindakan kritis untuk meningkatkan konsentrasi oksigen inspirasi dan mengurangi hipoksia jaringan, termasuk miokard jantung. Monitoring saturasi oksigen (SpO2) secara terus menerus memberikan data objektif tentang keefektifan intervensi. Teknik pernapasan dalam dapat membantu meningkatkan ventilasi alveoli dan menurunkan kecemasan. Kolaborasi sangat diperlukan, terutama jika sesak disebabkan oleh gagal jantung, sehingga memerlukan terapi farmakologis seperti diuretik untuk mengurangi beban cairan.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09005
Deskripsi : Toleransi Aktivitas. Kriteria Hasil: 1) Melaporkan peningkatan toleransi dalam melakukan aktivitas. 2) Menunjukkan penurunan tanda-tanda intoleransi aktivitas (takikardia, takipnea, dispnea, kelelahan, pucat, berkeringat). 3) Mempertahankan tanda vital dalam rentang yang diharapkan selama dan setelah aktivitas. 4) Melakukan aktivitas sesuai dengan tingkat kemampuan. Penjelasan: Pasien dengan serangan nyeri dada dan sesak hampir pasti mengalami penurunan kapasitas fungsional yang drastis. SLKI ini mengukur kemampuan pasien untuk beradaptasi terhadap peningkatan aktivitas secara bertahap tanpa menimbulkan distress fisiologis. Toleransi aktivitas yang membaik ditunjukkan dengan kemampuan melakukan perawatan diri (seperti mandi, berpindah tempat tidur) tanpa menyebabkan peningkatan signifikan pada denyut jantung, laju napas, atau keluhan sesak dan lelah yang berlebihan. Mencapai SLKI ini penting untuk mencegah deconditioning (penurunan kondisi fisik), mempersiapkan pasien untuk rehabilitasi, dan meningkatkan kualitas hidup. Pada pasien jantung dan DM, peningkatan toleransi aktivitas yang aman juga berkontribusi pada kontrol glikemik yang lebih baik.
Kode SIKI: I.090098
Deskripsi : Manajemen Energi. Kriteria Intervensi: 1) Kaji respons fisiologis terhadap aktivitas (tanda vital, dyspnea, kelelahan, nyeri). 2) Bantu pasien mengidentifikasi aktivitas yang dapat memicu kelelahan. 3) Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas. 4) Bantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan. 5) Anjurkan aktivitas bertahap sesuai toleransi. 6) Ajarkan teknik penghematan energi (mis., duduk saat melakukan aktivitas, menghindari gerakan terburu-buru). 7) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memastikan asupan nutrisi yang mendukung produksi energi. Penjelasan: Intervensi manajemen energi bertujuan untuk menyeimbangkan antara aktivitas dan istirahat untuk mencegah kelelahan ber
Article No. 23149 | 04 Dec 2025
Klinis : pasien sesak semalam nyeri bagian dada menjalar ke punggung riwayat jantung dm
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI: Nyeri Terkontrol. Deskripsi: Nyeri akut pada pasien dengan kondisi seperti yang dideskripsikan (sesak, nyeri dada menjalar ke punggung, riwayat jantung dan DM) memerlukan manajemen komprehensif. Tujuan utamanya adalah mengurangi intensitas nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi pasien, mencegah komplikasi lebih lanjut (seperti syok kardiogenik atau perluasan infark pada dugaan sindrom koroner akut), dan meningkatkan kenyamanan. Perawat akan melakukan pemantauan ketat terhadap karakteristik nyeri (lokasi, kualitas, intensitas menggunakan skala nyeri, durasi, dan faktor pencetus/pereda) setiap jam atau sesuai kebutuhan. Intervensi farmakologis seperti pemberian analgesik (misalnya nitrogliserin, morfin sesuai resep) dengan memantau efek samping (hipotensi, depresi pernapasan) adalah kunci. Selain itu, intervensi non-farmakologis seperti menciptakan lingkungan tenang, teknik relaksasi napas dalam, dan posisi nyaman akan diterapkan. Edukasi pasien tentang pentingnya melaporkan nyeri, bukan menahannya, serta penjelasan mengenai hubungan nyeri dengan kondisinya (jantung) juga termasuk dalam luaran ini. Pencapaian luaran dinilai dari laporan verbal pasien tentang penurunan skala nyeri, tanda-tanda vital yang stabil (terutama frekuensi jantung dan tekanan darah), ekspresi wajah yang rileks, serta kemampuan untuk beristirahat dan berpartisipasi dalam perawatan.
Kode SIKI: I.08059
Deskripsi : SIKI: Manajemen Nyeri. Deskripsi: Intervensi keperawatan ini melibatkan pendekatan multidimensi untuk mengurangi dan mengontrol nyeri akut pada pasien. Langkah-langkah spesifiknya dimulai dengan pengkajian nyeri yang komprehensif menggunakan metode PQRST (Provocation/Palliation, Quality, Region/Radiation, Severity, Timing) atau skala numerik/wajah. Perawat akan berkolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesik yang tepat, memastikan pemberian tepat waktu, memantau efektivitas, dan mengawasi efek samping. Untuk nyeri dada yang diduga jantung, pemberian oksigen sesuai indikasi untuk mengurangi beban kerja jantung dan iskemia. Intervensi non-farmakologis yang dilakukan termasuk: mengatur posisi pasien setengah duduk (Fowler) untuk memudahkan pernapasan dan mengurangi ketegangan dada, melakukan distraksi seperti mengajak bicara atau mendengarkan musik, serta memberikan kompres hangat pada area punggung jika tidak terkontraindikasi. Perawat juga akan meminimalkan faktor pencetus kecemasan karena kecemasan dapat memperberat persepsi nyeri; hal ini dilakukan dengan komunikasi terapeutik, memberikan informasi yang jelas tentang prosedur, dan mendampingi pasien. Monitoring ketat terhadap respons hemodinamik (tekanan darah, nadi, respirasi) dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah intervensi sangat penting. Dokumentasi yang akurat mengenai semua temuan, intervensi yang diberikan, dan respons pasien dilakukan untuk evaluasi berkelanjutan. Selain itu, edukasi pasien dan keluarga tentang penggunaan teknik manajemen nyeri dan kapan harus meminta bantuan juga merupakan bagian integral dari intervensi ini.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0011
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : SLKI: Toleransi Aktivitas Meningkat. Deskripsi: Pada pasien dengan sesak dan nyeri dada, kemampuan untuk melakukan aktivitas fisik sangat terbatas akibat ketidakseimbangan antara suplai oksigen (yang mungkin berkurang karena masalah jantung) dan kebutuhan oksigen tubuh. Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat menunjukkan peningkatan toleransi aktivitas secara bertahap tanpa mengalami distress pernapasan, nyeri dada, atau kelelahan berlebihan. Perawat akan membantu pasien dalam mengidentifikasi tanda-tanda intoleransi aktivitas seperti takikardia, takipnea, pucat, diaforesis, atau peningkatan skala nyeri. Bersama pasien, perawat menyusun rencana aktivitas bertahap, dimulai dari aktivitas perawatan diri sederhana di tempat tidur, duduk di sisi tempat tidur, hingga berdiri dan berjalan jarak pendek dengan pengawasan. Pemantauan respons fisiologis sebelum, selama, dan setelah aktivitas (denyut nadi, tekanan darah, saturasi oksigen, dan respirasi) menjadi indikator objektif. Pasien juga akan dididik untuk menggunakan teknik penghematan energi, seperti duduk saat mandi atau menyisir rambut, mengambil napas dalam-dalam selama aktivitas, dan menyelingi aktivitas dengan istirahat yang cukup. Pencapaian luaran ditandai dengan kemampuan pasien melakukan aktivitas yang direncanakan dengan stabilnya tanda-tanda vital, tidak adanya keluhan sesak atau nyeri, serta perasaan lebih berenergi yang disampaikan secara verbal.
Kode SIKI: I.09005
Deskripsi : SIKI: Manajemen Energi. Deskripsi: Intervensi ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan energi pasien yang terbatas dan meminimalkan kelelahan. Perawat akan mengkaji pola aktivitas dan istirahat pasien, kemudian menyusun jadwal yang seimbang antara keduanya. Lingkungan diatur untuk meminimalkan pemborosan energi, seperti menempatkan barang-barang yang sering digunakan dalam jangkauan, mengurangi kebisingan untuk mempromosikan istirahat yang berkualitas, dan mengoordinasikan prosedur perawatan agar pasien tidak terus-terusan terganggu. Perawat akan membantu pasien dalam aktivitas yang membutuhkan tenaga besar sesuai kebutuhan, mendorong partisipasi dalam aktivitas yang masih mampu dilakukan untuk menjaga rasa kemandirian. Teknik penghematan energi diajarkan dan dipraktikkan, misalnya dengan mengatur pernapasan selama bergerak, menggunakan alat bantu jika diperlukan, dan memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil. Kolaborasi dengan tim gizi juga penting untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat sebagai sumber energi. Pemantauan terus-menerus terhadap tanda-tanda kelelahan dan penyesuaian rencana aktivitas berdasarkan respons pasien adalah tindakan dinamis dalam intervensi ini. Edukasi kepada keluarga tentang pentingnya mendukung pola konservasi energi ini juga diberikan.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat:
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI: Pertukaran Gas Membaik. Deskripsi: Keluhan sesak napas menunjukkan adanya gangguan dalam pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida, yang pada pasien dengan riwayat jantung dapat disebabkan oleh edema paru, iskemia miokard, atau penurunan curah jantung. Luaran yang diharapkan adalah pasien mencapai dan mempertahankan pola napas yang efektif dengan kriteria: frekuensi napas dalam rentang normal, kedalaman napas adekuat, tidak menggunakan otot bantu pernapasan, saturasi oksigen >95% (atau sesuai target), serta tidak ada sianosis atau distress pernapasan. Perawat akan memantau parameter pernapasan (rate, ritme, depth, usaha) dan saturasi oksigen secara berkala. Posisi tubuh seperti semi-Fowler atau high Fowler akan dioptimalkan untuk memaksimalkan ekspansi dada. Pasien akan diajarkan dan didorong untuk melakukan latihan napas dalam dan batuk efektif (jika tidak ada kontraindikasi nyeri dada berat) untuk mencegah atelektasis. Pemberian oksigen sesuai order dan protokol (misalnya via nasal kanul atau masker) dengan pemantauan keefektifannya. Edukasi tentang pentingnya melaporkan setiap peningkatan sesak juga diberikan. Pencapaian luaran dinilai dari stabilnya tanda-tanda vital pernapasan, peningkatan saturasi oksigen, penurunan keluhan sesak secara verbal, serta bunyi napas yang bersih pada auskultasi.
Kode SIKI: I.04006
Deskripsi : SIKI: Manajemen Jalan Napas. Deskripsi: Intervensi ini berfokus pada mempertahankan kepatenan jalan napas dan memastikan ventilasi yang adekuat. Perawat akan mengkaji status jalan napas termasuk bunyi napas, adanya sekret, dan usaha napas. Posisi kepala dan tubuh diatur untuk menjaga jalan napas tetap terbuka. Jika terdapat sekret, dapat dilakukan teknik fisioterapi dada atau penghisapan lendir jika diperlukan. Pemberian oksigen terapi dilakukan dengan tepat, memastikan alat berfungsi baik dan pasien memahami tujuannya. Perawat juga memantau analisis gas darah jika tersedia untuk menilai keefektifan pertukaran gas secara objektif. Mengajarkan teknik pernapasan diafragma dan bibir mengerucut (pursed-lip breathing) untuk meningkatkan ventilasi alveolar dan mengurangi kerja napas. Menciptakan lingkungan yang tenang dan mengurangi kecemasan pasien
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280