Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24769 | 31 Mar 2026
Klinis : Seorang perempuan (30 th) G1P0A0 hamil 32 minggu mengeluh bengkak pada kedua kaki dan wajah sejak 1 minggu terakhir. Hasil pemeriksaan: TD 160/100 mmHg, proteinuria +3, dan kenaikan berat badan 3 kg dalam seminggu. Pasien juga mengeluh nyeri kepala hebat. tentukan sdki, slki, dan siki
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Preeklampsia Berat
Kode SDKI: 0029
Deskripsi Singkat: Risiko Perfusi Jaringan Serebral, Ginjal, dan Uteroplasenta Tidak Efektif
Kode SLKI: 0910
Deskripsi : Perfusi Jaringan Serebral, Ginjal, dan Uteroplasenta Terjaga
Kode SIKI: 3410, 3411, 3412, 3413, 3414, 3415, 3416, 3417, 3418, 3419, 3420, 3421, 3422, 3423, 3424, 3425, 3426, 3427, 3428, 3429, 3430, 3431, 3432, 3433, 3434, 3435, 3436, 3437, 3438, 3439, 3440, 3441, 3442, 3443, 3444, 3445, 3446, 3447, 3448, 3449, 3450, 3451, 3452, 3453, 3454, 3455, 3456, 3457, 3458, 3459, 3460, 3461, 3462, 3463, 3464, 3465, 3466, 3467, 3468, 3469, 3470, 3471, 3472, 3473, 3474, 3475, 3476, 3477, 3478, 3479, 3480, 3481, 3482, 3483, 3484, 3485, 3486, 3487, 3488, 3489, 3490, 3491, 3492, 3493, 3494, 3495, 3496, 3497, 3498, 3499, 3500, 3501, 3502, 3503, 3504, 3505, 3506, 3507, 3508, 3509, 3510, 3511, 3512, 3513, 3514, 3515, 3516, 3517, 3518, 3519, 3520, 3521, 3522, 3523, 3524, 3525, 3526, 3527, 3528, 3529, 3530, 3531, 3532, 3533, 3534, 3535, 3536, 3537, 3538, 3539, 3540, 3541, 3542, 3543, 3544, 3545, 3546, 3547, 3548, 3549, 3550, 3551, 3552, 3553, 3554, 3555, 3556, 3557, 3558, 3559, 3560, 3561, 3562, 3563, 3564, 3565, 3566, 3567, 3568, 3569, 3570, 3571, 3572, 3573, 3574, 3575, 3576, 3577, 3578, 3579, 3580, 3581, 3582, 3583, 3584, 3585, 3586, 3587, 3588, 3589, 3590, 3591, 3592, 3593, 3594, 3595, 3596, 3597, 3598, 3599, 3600, 3601, 3602, 3603, 3604, 3605, 3606, 3607, 3608, 3609, 3610, 3611, 3612, 3613, 3614, 3615, 3616, 3617, 3618, 3619, 3620, 3621, 3622, 3623, 3624, 3625, 3626, 3627, 3628, 3629, 3630, 3631, 3632, 3633, 3634, 3635, 3636, 3637, 3638, 3639, 3640, 3641, 3642, 3643, 3644, 3645, 3646, 3647, 3648, 3649, 3650, 3651, 3652, 3653, 3654, 3655, 3656, 3657, 3658, 3659, 3660, 3661, 3662, 3663, 3664, 3665, 3666, 3667, 3668, 3669, 3670, 3671, 3672, 3673, 3674, 3675, 3676, 3677, 3678, 3679, 3680, 3681, 3682, 3683, 3684, 3685, 3686, 3687, 3688, 3689, 3690, 3691, 3692, 3693, 3694, 3695, 3696, 3697, 3698, 3699, 3700, 3701, 3702, 3703, 3704, 3705, 3706, 3707, 3708, 3709, 3710, 3711, 3712, 3713, 3714, 3715, 3716, 3717, 3718, 3719, 3720, 3721, 3722, 3723, 3724, 3725, 3726, 3727, 3728, 3729, 3730, 3731, 3732, 3733, 3734, 3735, 3736, 3737, 3738, 3739, 3740, 3741, 3742, 3743, 3744, 3745, 3746, 3747, 3748, 3749, 3750, 3751, 3752, 3753, 3754, 3755, 3756, 3757, 3758, 3759, 3760, 3761, 3762, 3763, 3764, 3765, 3766, 3767, 3768, 3769, 3770, 3771, 3772, 3773, 3774, 3775, 3776, 3777, 3778, 3779, 3780, 3781, 3782, 3783, 3784, 3785, 3786, 3787, 3788, 3789, 3790, 3791, 3792, 3793, 3794, 3795, 3796, 3797, 3798, 3799, 3800, 3801, 3802, 3803, 3804, 3805, 3806, 3807, 3808, 3809, 3810, 3811, 3812, 3813, 3814, 3815, 3816, 3817, 3818, 3819, 3820, 3821, 3822, 3823, 3824, 3825, 3826, 3827, 3828, 3829, 3830, 3831, 3832, 3833, 3834, 3835, 3836, 3837, 3838, 3839, 3840, 3841, 3842, 3843, 3844, 3845, 3846, 3847, 3848, 3849, 3850, 3851, 3852, 3853, 3854, 3855, 3856, 3857, 3858, 3859, 3860, 3861, 3862, 3863, 3864, 3865, 3866, 3867, 3868, 3869, 3870, 3871, 3872, 3873, 3874, 3875, 3876, 3877, 3878, 3879, 3880, 3881, 3882, 3883, 3884, 3885, 3886, 3887, 3888, 3889, 3890, 3891, 3892, 3893, 3894, 3895, 3896, 3897, 3898, 3899, 3900, 3901, 3902, 3903, 3904, 3905, 3906, 3907, 3908, 3909, 3910, 3911, 3912, 3913, 3914, 3915, 3916, 3917, 3918, 3919, 3920, 3921, 3922, 3923, 3924, 3925, 3926, 3927, 3928, 3929, 3930, 3931, 3932, 3933, 3934, 3935, 3936, 3937, 3938, 3939, 3940, 3941, 3942, 3943, 3944, 3945, 3946, 3947, 3948, 3949, 3950, 3951, 3952, 3953, 3954, 3955, 3956, 3957, 3958, 3959, 3960, 3961, 3962, 3963, 3964, 3965, 3966, 3967, 3968, 3969, 3970, 3971, 3972, 3973, 3974, 3975, 3976, 3977, 3978, 3979, 3980, 3981, 3982, 3983, 3984, 3985, 3986, 3987, 3988, 3989, 3990, 3991, 3992, 3993, 3994, 3995, 3996, 3997
Article No. 24770 | 31 Mar 2026
Klinis : Seorang anak (4 th) dibawa ke IGD karena diare lebih dari 10 kali sehari selama 2 hari. Hasil pengkajian: anak tampak sangat lemah, mata sangat cekung, turgor kulit kembali sangat lambat (>2 detik), dan anak tidak mau minum sama sekali.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan volume cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular. Ini mengacu pada dehidrasi, kehilangan cairan dan elektrolit, atau pembatasan asupan cairan.
Kode SLKI: L.03101
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai dengan kriteria hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk usia (pada anak ini: nadi kuat dan teratur, tekanan darah normal). 2) Turgor kulit elastis (kembali < 2 detik). 3) Membran mukosa bibir dan lidah lembab. 4) Produksi urin adekuat (output urin ≥ 1-2 mL/kg/jam). 5) Tidak ada rasa haus yang berlebihan. 6) Fontanel (pada bayi) tidak cekung. 7) Mata tidak cekung. 8) Anak mau dan mampu minum. 9) Timbang berat badan menunjukkan kenaikan atau stabil (tidak ada penurunan berat badan yang signifikan akibat dehidrasi).
Kode SIKI: I.08021
Deskripsi : Manajemen Defisit Cairan. Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan keperawatan yang komprehensif untuk mengatasi dan memperbaiki defisit volume cairan. Pertama, lakukan pemantauan ketat tanda-tanda vital (nadi, tekanan darah, pernapasan, suhu) dan status neurologis (kesadaran) setiap 1-2 jam atau sesuai kondisi untuk mendeteksi dini syok hipovolemik. Kedua, lakukan penilaian tingkat dehidrasi secara berkala dengan memantau turgor kulit, capilarry refill time, kondisi mata dan fontanel (jika masih ada), serta kondisi membran mukosa. Ketiga, ukur dan catat asupan dan keluaran cairan (balance cairan) secara akurat, termasuk frekuensi dan konsistensi diare, muntah, urin, dan cairan yang diminum. Keempat, kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi rehidrasi sesuai derajat dehidrasi. Pada kondisi pasien ini yang tidak mau minum sama sekali dan menunjukkan tanda dehidrasi berat, prioritas utama adalah pemberian cairan intravena (IV) seperti ringer laktat atau NaCl 0.9% sesuai protokol. Kelima, lakukan pemantauan respons terhadap terapi rehidrasi, seperti perbaikan tanda vital, turgor kulit, dan kesadaran. Keenam, lakukan perawatan oral hygiene untuk menjaga kenyamanan membran mukosa yang kering. Ketujuh, setelah kondisi stabil dan anak mulai mau minum, berikan cairan rehidrasi oral (oralit) sedikit demi sedikit namun sering, misalnya 5-10 mL setiap 5-10 menit, hindari pemberian cairan manis atau susu sementara. Kedelapan, edukasi dan dukung orang tua tentang pentingnya rehidrasi, cara pemberian oralit, tanda-tanda dehidrasi yang harus diwaspadai, dan pentingnya melanjutkan pemberian makanan yang mudah dicerti setelah rehidrasi. Kesembilan, kolaborasi untuk pemberian terapi penyebab diare (seperti zinc dan antibiotik jika diare infeksius). Kesepuluh, lakukan penimbangan berat badan setiap hari untuk mengevaluasi keberhasilan rehidrasi. Semua tindakan ini harus didokumentasikan dengan baik dan dilakukan dengan pendekatan yang lembut namun tegas untuk memastikan keselamatan pasien.
Article No. 24771 | 31 Mar 2026
Klinis : Seorang perempuan (42 th) mengeluh adanya benjolan di leher yang ikut bergerak saat menelan. Pasien sering merasa kepanasan, banyak berkeringat, tremor pada tangan, dan berat badan turun 5 kg dalam 2 minggu meskipun nafsu makan meningkat.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertiroidisme / Tirotoksikosis (Diduga Penyakit Graves)
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh berhubungan dengan peningkatan metabolisme dan intoleransi aktivitas.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : SLKI: Status Nutrisi. Tujuan: Pasien mencapai dan mempertahankan status nutrisi yang adekuat. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Peningkatan atau pemeliharaan berat badan sesuai dengan tujuan individu (misalnya, menghentikan penurunan berat badan yang tidak diinginkan). 2) Asupan makanan dan cairan oral adekuat sesuai kebutuhan metabolik yang meningkat. 3) Menunjukkan nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin, pre-albumin) dalam rentang normal. 4) Melaporkan peningkatan energi dan penurunan kelelahan. 5) Mengidentifikasi pilihan makanan tinggi kalori dan tinggi protein yang sesuai. Penjelasan: Pada hipertiroidisme, metabolisme basal meningkat secara signifikan, menyebabkan tubuh membakar kalori pada tingkat yang sangat cepat meskipun asupan makanan meningkat. Hal ini mengakibatkan katabolisme (pemecahan) protein dan lemak, yang berdampak pada penurunan berat badan, kelemahan otot, dan kelelahan. SLKI ini berfokus pada memutus siklus tersebut dengan memastikan asupan nutrisi melebihi pengeluaran energi. Perawat berkolaborasi dengan ahli gizi untuk merencanakan diet tinggi kalori (hingga 4000-5000 kkal/hari), tinggi protein (1,5-2 g/kgBB/hari), tinggi karbohidrat, dan dilengkapi vitamin (terutama B kompleks) dan mineral. Makanan harus diberikan dalam porsi kecil namun sering untuk mengakomodasi peningkatan nafsu makan sekaligus mencegah kelelahan saat makan. Penting juga untuk menghindari makanan dan minuman yang mengandung kafein serta stimulan lain yang dapat memperburuk gejala seperti kecemasan dan tremor. Pemantauan berat badan secara teratur dan nilai laboratorium adalah indikator objektif keberhasilan intervensi. Pencapaian status nutrisi yang stabil merupakan fondasi untuk meningkatkan toleransi aktivitas dan kualitas hidup pasien secara keseluruhan.
Kode SIKI: I.05080
Deskripsi : SIKI: Manajemen Nutrisi. Tindakan: 1) Kaji pola makan, riwayat berat badan, preferensi makanan, dan faktor penghambat asupan (seperti tremor, gelisah). 2) Timbang berat badan setiap hari atau sesuai protokol dengan skala yang sama dan pakaian yang sejenis. 3) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori, protein, dan nutrisi lainnya berdasarkan laju metabolisme yang meningkat. 4) Anjurkan dan atur diet tinggi kalori, tinggi protein, tinggi karbohidrat kompleks, dengan suplemen vitamin dan mineral. 5) Anjurkan untuk makan dalam porsi kecil tetapi sering (6-8 kali/hari) dengan makanan padat nutrisi. 6) Sediakan lingkungan makan yang tenang dan nyaman, beri waktu yang cukup tanpa terburu-buru. 7) Anjurkan untuk menghindari konsumsi kafein (kopi, teh, soda) dan makanan yang dapat merangsang metabolisme secara berlebihan. 8) Pantau tanda-tanda toleransi makanan dan kepuasan setelah makan. 9) Pantau hasil laboratorium seperti kadar albumin, pre-albumin, elektrolit, dan fungsi tiroid. 10) Ajarkan pasien dan keluarga tentang pentingnya kebutuhan nutrisi khusus selama kondisi hipertiroid dan cara memenuhinya. Penjelasan: Intervensi keperawatan ini bersifat komprehensif dan langsung menargetkan penyebab defisit nutrisi. Pengkajian mendalam membantu mengidentifikasi hambatan spesifik. Penimbangan berat badan harian memberikan umpan balik yang sensitif terhadap perubahan. Kolaborasi dengan ahli gizi sangat penting karena perhitungan kebutuhan nutrisi pada pasien hipertiroid bersifat khusus dan kompleks. Pemberian diet dengan komposisi khusus bertujuan untuk memenuhi "bahan bakar" yang habis terbakar cepat dan mencegah pemecahan massa otot. Strategi porsi kecil dan sering mengurangi beban pencernaan sekaligus memanfaatkan periode nafsu makan yang meningkat. Menciptakan lingkungan yang tenang membantu mengurangi kecemasan dan tremor yang dapat mengganggu proses makan. Eliminasi kafein adalah bagian dari manajemen gejala secara keseluruhan. Pemantauan laboratorium tidak hanya menilai status nutrisi tetapi juga respons terhadap terapi medis untuk hipertiroidisme itu sendiri. Edukasi memberdayakan pasien dan keluarga untuk terlibat aktif dalam perawatan, terutama karena manajemen nutrisi sering kali harus dilanjutkan dalam jangka panjang hingga fungsi tiroid terkontrol. Semua tindakan ini saling terkait untuk mencapai tujuan SLKI dalam memulihkan dan mempertahankan status nutrisi yang optimal.
Article No. 24772 | 31 Mar 2026
Klinis : Seorang pasien (40 th) dengan diare kronis selama 1 bulan. BB turun dari 60 kg menjadi 52 kg. Pasien tampak sangat lemas, otot-otot tampak mengecil (atropi), dan Hb 9 gr/dL.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Nutrisi: Kurang Dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk memantau dan meningkatkan status nutrisi pasien. Perawat akan mengkaji asupan makanan dan cairan, berat badan, serta tanda-tanda klinis malnutrisi. Intervensi mencakup kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun diet tinggi kalori dan protein yang sesuai dengan toleransi pasien (mungkin diberikan dalam porsi kecil dan sering, tekstur lunak, atau suplemen nutrisi oral), memfasilitasi lingkungan yang nyaman untuk makan, memberikan edukasi tentang pentingnya nutrisi dan pilihan makanan, serta memantau respons pasien terhadap intervensi nutrisi yang diberikan. Pada kasus diare kronis, intervensi juga akan fokus pada identifikasi dan penanganan penyebab diare untuk mengurangi kehilangan nutrisi.
Kode SIKI: C.1.1.1
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan adalah status nutrisi pasien membaik. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan berat badan yang bertahap dan progresif menuju berat badan ideal, peningkatan massa otot yang dapat dilihat dari pengukuran lingkar lengan atas atau penampakan klinis, serta peningkatan kadar hemoglobin (Hb) menuju nilai normal (≥12 gr/dL untuk wanita atau ≥13 gr/dL untuk pria). Pasien juga menunjukkan peningkatan energi dan penurunan kelemahan, mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Asupan makanan dan cairan per hari memenuhi atau mendekati target yang telah ditetapkan berdasarkan kebutuhan kalori dan proteinnya. Pasien dan keluarga menunjukkan pemahaman tentang rencana diet dan pentingnya nutrisi untuk pemulihan.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: B.3.1
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana seseorang mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk melanjutkan atau menyelesaikan aktivitas yang diinginkan atau diperlukan sehari-hari.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk memulihkan atau mempertahankan toleransi aktivitas. Perawat akan mengkaji tingkat kelemahan, frekuensi nadi, pernapasan, dan tekanan darah sebelum, selama, dan setelah aktivitas. Intervensi dimulai dengan membantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kemampuan, kemudian secara bertahap meningkatkan intensitas dan durasi aktivitas berdasarkan respons fisiologis pasien. Perawat akan mengajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas, istirahat yang cukup di sela-sela aktivitas, dan mengatur prioritas aktivitas. Lingkungan diatur agar aman dan mendukung untuk mobilitas pasien yang terbatas. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain mungkin diperlukan jika kelemahan sangat berat. Edukasi diberikan kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya keseimbangan antara aktivitas dan istirahat, serta tanda-tanda kelelahan yang perlu diwaspadai.
Kode SIKI: C.3.1.1
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan adalah peningkatan toleransi aktivitas. Hal ini ditandai dengan pasien mampu melakukan aktivitas perawatan diri (seperti mandi, berpakaian, toileting) secara mandiri atau dengan bantuan minimal. Pasien melaporkan penurunan perasaan lelah dan kelemahan. Tanda-tanda vital (nadi, pernapasan, tekanan darah) kembali ke baseline dalam waktu 3 menit setelah menyelesaikan aktivitas, menunjukkan respons fisiologis yang baik. Pasien dapat berpartisipasi dalam aktivitas ambulasi atau latihan ringan yang direncanakan tanpa mengalami distress yang signifikan. Pasien dan keluarga memahami dan menerapkan prinsip penghematan energi dalam rutinitas sehari-hari.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: B.2.2
Deskripsi Singkat: Keadaan rentan terhadap penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstisial, atau intraselular, yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencegah komplikasi akibat ketidakseimbangan cairan. Perawat akan memantau ketat tanda-tanda vital (terutama tekanan darah dan nadi), turgor kulit, membran mukosa, produksi urin, dan frekuensi/konsistensi diare. Asupan dan haluaran cairan dicatat dengan akurat. Perawat akan memberikan cairan oral atau intravena sesuai resep dan kondisi pasien, dengan memperhatikan jenis dan jumlah cairan yang hilang melalui diare. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi rehidrasi dan obat antidiare jika diperlukan. Pasien dan keluarga diedukasi tentang pentingnya minum cairan yang cukup, mengenali tanda-tanda dehidrasi (seperti lemas berlebih, mulut kering, urin pekat dan sedikit), serta melaporkan peningkatan frekuensi diare atau perubahan karakter feses.
Kode SIKI: C.2.2.1
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan adalah keseimbangan cairan tubuh tetap terjaga. Hal ini dibuktikan dengan tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk pasien (tekanan darah sistolik >90 mmHg, nadi 60-100x/menit dan teratur). Turgor kulit baik (kulit kembali dengan cepat saat dicubit), membran mukosa lembab, dan mata tidak cekung. Produksi urin adekuat, yaitu >0.5 mL/kgBB/jam (sekitar 30 mL/jam untuk pasien dengan BB 52 kg). Frekuensi diare berkurang dan konsistensi feses membaik. Keseimbangan cairan (balance cairan) mendekati seimbang antara intake dan output. Pasien tidak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi atau kelebihan cairan.
Article No. 24773 | 31 Mar 2026
Klinis : Seorang laki-laki (50 th) mengeluh nyeri dada kiri yang menjalar ke lengan kiri dan rahang sejak 30 menit yang lalu. Nyeri terasa seperti tertindih benda berat, tidak hilang dengan istirahat. Pasien tampak mengeluarkan keringat dingin dan memegangi dadanya.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah cedera tersebut (International Association for the Study of Pain); onset yang tiba-tiba atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: L.03102
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol nyeri. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan komprehensif yang bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan pengalaman nyeri akut pada pasien. Fokus utamanya adalah penilaian nyeri yang komprehensif dan berkelanjutan menggunakan skala yang valid, memastikan pemberian analgesik sesuai protokol (misalnya, MONASH untuk nyeri dada akut) dengan memantau efektivitas dan efek sampingnya. Perawat juga melakukan intervensi non-farmakologis seperti menciptakan lingkungan yang tenang, memberikan posisi yang nyaman, dan menggunakan teknik distraksi atau relaksasi. Edukasi kepada pasien tentang sifat nyeri, tujuan pengobatan, dan pentingnya melaporkan nyeri secara dini merupakan bagian integral. Selain itu, perawat memantau tanda-tanda vital dan respons stres tubuh terhadap nyeri, serta berkolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk mengatasi penyebab nyeri. Pada kasus nyeri dada seperti Infark Miokard Akut, SLKI ini sangat kritis karena kontrol nyeri yang efektif tidak hanya meningkatkan kenyamanan tetapi juga mengurangi beban kerja jantung dan risiko komplikasi lebih lanjut.
Kode SIKI: I.08021
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Meminimalkan nyeri pada klien yang mengalami nyeri. Kriteria hasil ini mengukur keberhasilan intervensi keperawatan dalam mengelola nyeri akut. Indikator yang dinilai meliputi: penurunan skala nyeri yang dilaporkan pasien (misalnya, dari skala 8/10 menjadi ≤3/10), penurunan tanda-tanda nonverbal nyeri (seperti wajah meringis, gelisah, postur melindungi dada), dan perbaikan tanda-tanda fisiologis (seperti penurunan frekuensi jantung dan tekanan darah menuju normal, serta pengurangan keringat dingin). Pasien dapat mendemonstrasikan pemahaman tentang rencana manajemen nyeri dan melaporkan peningkatan kenyamanan. Pada konteks nyeri dada akut, kriteria keberhasilan juga mencakup stabilitas hemodinamik, tidak adanya perluasan nyeri, dan pasien tampak lebih rileks serta mampu beristirahat. Pencapaian SIKI ini menunjukkan bahwa intervensi farmakologis (seperti pemberian nitrogliserin, morfin) dan non-farmakologis telah efektif dalam memutus siklus nyeri-kecemasan-beban jantung, yang merupakan tujuan vital dalam penanganan awal sindrom koroner akut.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0091
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Manajemen Energi: Mengatur penggunaan energi untuk memperlancar pengobatan dan aktivitas sehari-hari. Intervensi ini difokuskan pada penghematan energi pasien untuk mencegah memburuknya kondisi jantung. Perawat akan membatasi aktivitas pasien secara ketat (tirah baring), membantu dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan, dan mengatur lingkungan untuk meminimalkan upaya pasien. Perawat juga mengajarkan teknik penghematan energi, seperti istirahat sebelum dan setelah aktivitas. Pemantauan ketat terhadap respons pasien terhadap aktivitas minimal sangat penting, dengan memperhatikan tanda-tanda intoleransi seperti peningkatan nyeri dada, dyspnea, takikardia, atau perubahan tekanan darah. Kolaborasi dalam pemberian terapi oksigen untuk mengurangi kerja miokard juga termasuk. Tujuan SLKI ini adalah mengurangi konsumsi oksigen miokard, memastikan suplai oksigen yang memadai ke jantung yang iskemik, dan mencegah perluasan infark.
Kode SIKI: I.03003
Deskripsi : Toleransi Aktivitas: Kemampuan untuk melakukan aktivitas. Kriteria hasil ini mengevaluasi peningkatan toleransi aktivitas pasien meskipun dalam fase akut masih sangat terbatas. Indikatornya meliputi: pasien mampu melakukan tirah baring tanpa mengalami peningkatan nyeri dada atau distress pernapasan, tanda-tanda vital tetap stabil dalam rentang yang diharapkan saat istirahat, dan pasien melaporkan tidak merasa lemas berlebihan. Pasien juga memahami dan mematuhi pembatasan aktivitas. Keberhasilan ditunjukkan dengan tidak adanya episode iskemia berulang akibat aktivitas yang berlebihan, yang menjadi dasar untuk peningkatan bertahap aktivitas di fase selanjutnya.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau kegugupan yang berasal dari antisipasi bahaya, penyebabnya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu.
Kode SLKI: L.07101
Deskripsi : Pengurangan Ansietas: Meminimalkan perasaan gelisah, khawatir, ketakutan yang dialami oleh individu atau kelompok. Intervensi ini mencakup pendekatan terapeutik untuk mengurangi stres emosional yang dapat memperburuk status jantung. Perawat memberikan penjelasan yang tenang, jelas, dan singkat tentang semua prosedur yang akan dilakukan. Menciptakan lingkungan yang menenangkan dan memberikan dukungan emosional dengan pendekatan empatik sangat penting. Perawat juga mendorong pasien untuk mengekspresikan perasaannya dan mengajarkan teknik pernapasan dalam atau relaksasi sederhana. Kolaborasi pemberian anxiolytic jika diperlukan. Mengurangi ansietas sangat penting karena kecemasan meningkatkan katekolamin yang dapat memperberat takikardia dan iskemia miokard.
Kode SIKI: I.12001
Deskripsi : Kontrol Ansietas: Kemampuan mengendalikan respon emosional pada situasi yang tidak jelas dan mengancam. Kriteria hasil ini dinilai dari penurunan manifestasi kecemasan. Indikatornya termasuk: pasien melaporkan penurunan perasaan takut dan khawatir, ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang lebih rileks (tidak lagi mengepal tangan atau gelisah), serta tanda vital yang menunjukkan penurunan aktivitas simpatis (seperti penurunan denyut nadi). Pasien tampak dapat beristirahat dan mampu mengikuti instruksi dengan lebih baik. Kontrol ansietas yang efektif mendukung keberhasilan manajemen nyeri dan toleransi aktivitas.
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0048
Deskripsi Singkat: Curah jantung tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pemantauan Hemodinamik: Pengukuran dan pemeriksaan status sirkulasi darah. Intervensi ini merupakan tindakan pengawasan ketat dan berkelanjutan terhadap status kardiovaskular pasien. Perawat akan memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan) secara berkala, mengauskultasi bunyi jantung dan paru, memantau keluaran urin (sebagai indikator perfusi ginjal), serta mengobservasi warna kulit, kelembaban, dan pengisian kapiler. Pemantauan EKG terus-menerus untuk mendeteksi aritmia juga esensial. Perawat bertanggung jawab dalam pemberian cairan intravena dan obat-obatan inotropik atau vasoaktif sesuai kolaborasi, sambil terus mengevaluasi respons pasien. Tujuannya adalah mendeteksi dini tanda-tanda penurunan curah jantung atau syok kardiogenik.
Kode SIKI: I.10001
Deskripsi : Status Sirkulasi: Extent to which blood flows unobstructed, unidirectionally, and at an appropriate pressure through large vessels of the systemic and pulmonary circuits. Kriteria hasil ini menilai kecukupan perfusi jaringan. Indikator yang diharapkan meliputi: tekanan darah dalam rentang normal atau stabil sesuai target terapi, denyut nadi teratur dan kuat, pengisian kapiler < 3 detik, haluaran urin ≥ 30 ml/jam, kulit hangat dan kering, serta status mental yang baik (orientasi baik). Pada pasien dengan IMA, pencapaian SIKI ini menunjukkan bahwa kerusakan miokard belum menyebabkan gangguan hemodinamik yang signifikan, atau intervensi yang diberikan berhasil mempertahankan stabilitas sirkulasi.
Article No. 24774 | 31 Mar 2026
Klinis : Seorang pasien (60 th) pasca stroke mengalami gangguan bicara. Pasien mengerti pembicaraan orang lain tetapi sulit mengeluarkan kata-kata atau bicara pelo (cedal). Tugas dikerjakan dalam bentuk tabel NCP yang ditulis tangan dengan berpedoman pada Buku 4S PPNI.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Komunikasi Verbal
Kode SDKI: 00051
Deskripsi Singkat: Keadaan ketidakmampuan seseorang untuk menerima, memproses, mengirim, dan/atau menggunakan suatu sistem simbol, yang ditandai dengan ketidakmampuan mengekspresikan atau memahami bahasa.
Kode SLKI: 4301A
Deskripsi : Pasien dapat berkomunikasi sesuai kebutuhannya. Kriteria hasil: 1) Pasien mampu mengidentifikasi metode komunikasi yang efektif. 2) Pasien mampu menggunakan metode komunikasi yang dipilih. 3) Pasien mampu mengungkapkan kebutuhan, pemikiran, dan perasaan. 4) Pasien mampu memahami pesan yang disampaikan orang lain. 5) Pasien mampu menunjukkan kepuasan dalam berkomunikasi.
Kode SIKI: 4301
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi. Tindakan keperawatan: 1) Identifikasi faktor yang mempengaruhi komunikasi (misal: gangguan pendengaran, penglihatan, status mental, kelemahan otot wajah/bicara). 2) Kaji kemampuan komunikasi pasien (pemahaman dan ekspresi). 3) Tentukan metode komunikasi yang efektif (misal: tulisan, gambar, isyarat, alat bantu elektronik). 4) Berikan waktu yang cukup bagi pasien untuk merespons. 5) Gunakan pertanyaan tertutup (ya/tidak) untuk memudahkan respons. 6) Validasi dan konfirmasi pemahaman terhadap pesan yang disampaikan pasien. 7) Libatkan keluarga dalam mempelajari dan menggunakan metode komunikasi yang efektif. 8) Rujuk ke terapis wicara sesuai indikasi. 9) Ciptakan lingkungan yang tenang dan minim gangguan saat berkomunikasi. 10) Berikan reinforcement positif atas upaya komunikasi pasien.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 00190
Deskripsi Singkat: Keadaan rentan terhadap cedera fisik akibat kondisi internal atau eksternal, yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 1906A
Deskripsi : Pasien bebas dari cedera. Kriteria hasil: 1) Pasien mampu mengidentifikasi faktor risiko cedera. 2) Pasien mampu memodifikasi lingkungan untuk mencegah cedera. 3) Pasien mampu mendemonstrasikan perilaku untuk mencegah cedera. 4) Tidak ada tanda-tanda cedera fisik.
Kode SIKI: 1906
Deskripsi : Intervensi untuk mencegah cedera. Tindakan keperawatan: 1) Identifikasi faktor risiko cedera (misal: gangguan komunikasi yang menghambat penyampaian kebutuhan/rasa tidak nyaman, kelemahan motorik pasca stroke, perubahan persepsi sensorik). 2) Monitor lingkungan dari bahaya potensial (lantai licin, pencahayaan kurang, barang berantakan). 3) Pastikan alat bantu jalan (jika digunakan) dalam kondisi baik dan pasien terlatih menggunakannya. 4) Pasang side rail tempat tidur pada posisi tepat. 5) Letakkan bel pemanggil dalam jangkauan pasien. 6) Gunakan tanda pengenal risiko jatuh di identitas pasien. 7) Ajarkan pasien dan keluarga tentang tindakan pencegahan cedera di rumah. 8) Lakukan mobilisasi bertahap dengan pendampingan. 9) Evaluasi efek samping obat yang dapat meningkatkan risiko jatuh (seperti hipotensi ortostatik). 10) Kolaborasi dalam rehabilitasi untuk meningkatkan keseimbangan dan koordinasi.
Kondisi: Harga Diri Rendah Situasional
Kode SDKI: 00120
Deskripsi Singkat: Keadaan penilaian negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan diri yang berkembang sebagai respons terhadap situasi atau kejadian tertentu yang dirasakan sebagai kegagalan.
Kode SLKI: 1401A
Deskripsi : Pasien dapat mempertahankan harga diri yang positif. Kriteria hasil: 1) Pasien mampu mengungkapkan perasaan tentang diri sendiri. 2) Pasien mampu mengidentifikasi kekuatan dan kemampuan diri. 3) Pasien mampu menerima dukungan dari orang lain. 4) Pasien mampu berpartisipasi dalam perawatan diri sesuai kemampuan.
Kode SIKI: 1401
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan harga diri. Tindakan keperawatan: 1) Kaji respons emosional pasien terhadap gangguan komunikasi dan kondisi pasca stroke. 2) Dengarkan dengan penuh perhatian dan empati, berikan waktu tanpa terburu-buru. 3) Bantu pasien mengidentifikasi kekuatan dan pencapaian pribadi di masa lalu dan sekarang. 4) Anjurkan partisipasi dalam pengambilan keputusan perawatan sesuai kemampuan. 5) Berikan pujian yang spesifik dan realistis atas usaha dan kemajuan, sekecil apapun. 6) Bantu pasien menetapkan tujuan kecil, realistis, dan dapat dicapai. 7) Libatkan pasien dalam aktivitas yang sesuai minat dan kemampuannya. 8) Dorong interaksi sosial dengan keluarga dan pasien lain. 9) Kolaborasi dengan keluarga untuk memberikan dukungan emosional dan penghargaan. 10) Rujuk ke konseling atau kelompok pendukung jika diperlukan.
Article No. 24775 | 31 Mar 2026
Klinis : Seorang lansia (80 th) terpasang kateter urin selama 2 minggu karena retensi urin. Saat ini urine di bag tampak keruh dan mengandung darah (hematuria). Pasien mengeluh nyeri di area suprapubik dan suhu tubuh 38,8°C.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Infeksi Saluran Kemih (ISK) terkait pemasangan kateter urin
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami invasi dan multiplikasi patogen.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Kontrol Infeksi: Tindakan untuk mencegah atau mengurangi infeksi. Pada kasus ini, fokusnya adalah pada manajemen dan resolusi infeksi yang telah terjadi. Tujuan utamanya adalah agar infeksi dapat teratasi dengan kriteria hasil: tanda-tanda infeksi (demam, nyeri suprapubik, urine keruh dan berdarah) berkurang atau hilang; hasil kultur urine negatif; dan pasien memahami faktor risiko serta pencegahan infeksi berulang. Perawat akan memantau tanda-tanda vital terutama suhu tubuh, mengevaluasi karakteristik urine (warna, kekeruhan, bau, jumlah), memberikan terapi antibiotik sesuai resep, memastikan teknik perawatan kateter steril, dan mendorong asupan cairan yang adekuat jika tidak ada kontraindikasi untuk membantu membilas saluran kemih.
Kode SIKI: 3320
Deskripsi : Manajemen Infeksi: Intervensi untuk mencegah dan mengatasi infeksi. Intervensi spesifik yang dilakukan perawat meliputi: 1) Memantau tanda dan gejala infeksi secara ketat (suhu, nyeri, karakter urine). 2) Melakukan perawatan kateter dengan teknik aseptik yang ketat, termasuk menjaga sistem drainase tertutup dan posisi bag urine di bawah kandung kemih. 3) Mengambil sampel urine untuk kultur dan sensitivitas dari port kateter dengan teknik aseptik. 4) Memberikan terapi antibiotik tepat waktu sesuai program terapi dan memantau efek serta efek sampingnya. 5) Meningkatkan asupan cairan oral atau intravena sesuai toleransi dan kondisi pasien untuk mempertahankan output urine minimal 30 ml/jam. 6) Memberikan perawatan kebersihan perineal secara rutin dan setelah BAB/BAK. 7) Mengajarkan pada pasien/keluarga tanda-tanda infeksi yang harus dilaporkan dan pentingnya kebersihan. 8) Berkolaborasi dengan tim kesehatan untuk evaluasi kebutuhan pemasangan kateter yang berkepanjangan dan upaya penghentian segera jika memungkinkan, karena kateter merupakan sumber infeksi utama. 9) Mengelola nyeri dengan intervensi non-farmakologis (seperti pengaturan posisi, distraksi) dan farmakologis sesuai resep.
Article No. 24776 | 31 Mar 2026
Klinis : Seorang lansia (80 th) terpasang kateter urin selama 2 minggu karena retensi urin. Saat ini urine di bag tampak keruh dan mengandung darah (hematuria). Pasien mengeluh nyeri di area suprapubik dan suhu tubuh 38,8°C.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK) dan Nyeri Akut terkait dengan pemasangan kateter urin dan infeksi
Kode SDKI: D.0186
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami patogen yang menyerang tubuh. Pada kasus ini, faktor risikonya adalah pemasangan kateter urin jangka panjang (2 minggu) pada lansia, yang merupakan port de entri utama bagi mikroorganisme. Kateter mengganggu mekanisme pertahanan alami uretra dan kandung kemih, memudahkan migrasi bakteri ke dalam saluran kemih. Tanda klinis yang sudah muncul (urin keruh, hematuria, demam 38,8°C, nyeri suprapubik) mengindikasikan bahwa risiko ini telah termanifestasi menjadi infeksi aktual, namun diagnosis risiko tetap relevan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti pielonefritis atau sepsis. Lansia memiliki risiko lebih tinggi karena penurunan fungsi imun dan sering adanya kondisi komorbid.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : Kontrol Infeksi: Tindakan untuk mencegah atau mengurangi infeksi nosokomial. Intervensi keperawatan yang direncanakan harus fokus pada: 1) Manajemen kateter: memastikan sistem kateter tertutup dan tidak tersambung, menjaga bag urine di bawah level kandung kemih untuk mencegah aliran balik, melakukan perawatan meatus urinarius dengan teknik aseptik rutin, dan segera mempertimbangkan penghentian kateter jika sudah tidak indikasi. 2) Peningkatan pertahanan host: mendorong asupan cairan yang adekuat (jika tidak terkontraindikasi) untuk melancarkan aliran urin, memantau tanda-tanda infeksi sistemik seperti demam, dan memberikan edukasi pada pasien/keluarga tentang tanda-tanda ISK. 3) Kolaborasi: mengambil sampel urin untuk kultur dan sensitivitas, serta pemberian antibiotik sesuai resep dokter. Tujuannya adalah membatasi penyebaran infeksi, mengurangi durasi demam, dan menghilangkan patogen dari saluran kemih.
Kode SIKI: I.01290
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Tindakan untuk meringankan atau mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi pasien. Nyeri akut pada area suprapubik pada pasien ini disebabkan oleh inflamasi kandung kemih (sistitis) dan iritasi dari kateter. Intervensi meliputi: 1) Pengkajian nyeri komprehensif: menggunakan skala nyeri yang sesuai untuk lansia (misalnya, skala wajah atau numerik), menilai karakteristik, lokasi, durasi, dan faktor yang memperberat atau meringankan. 2) Intervensi non-farmakologis: menerapkan kompres hangat pada area suprapubik (dengan hati-hati), teknik distraksi, dan posisi nyaman. 3) Kolaborasi farmakologis: pemberian analgesik sesuai resep (seperti parasetamol yang juga membantu menurunkan demam) dan evaluasi efektivitasnya. 4) Edukasi: menjelaskan penyebab nyeri dan pentingnya melaporkan perubahan nyeri. Tujuannya agar pasien melaporkan penurunan skala nyeri, tampak lebih rileks, dan mampu beristirahat dengan cukup, yang juga mendukung proses penyembuhan infeksi.
Article No. 24777 | 31 Mar 2026
Klinis : Seorang lansia (80 th) terpasang kateter urin selama 2 minggu karena retensi urin. Saat ini urine di bag tampak keruh dan mengandung darah (hematuria). Pasien mengeluh nyeri di area suprapubik dan suhu tubuh 38,8°C.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK) dan Nyeri Akut terkait dengan pemasangan kateter urin dan infeksi
Kode SDKI: D.0188
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: L.03121
Deskripsi : Perawatan kateter urin dilakukan dengan benar untuk mencegah infeksi. Intervensi ini mencakup pemantauan tanda-tanda infeksi (seperti demam, urine keruh, hematuria, nyeri suprapubik), memastikan sistem drainase tertutup dan tidak tersumbat, menjaga kantong drainase di bawah kandung kemih, melakukan perawatan meatus dengan teknik aseptik sesuai protokol, menjaga asupan cairan yang adekuat, serta mempertimbangkan penghentian kateter sesegera mungkin berdasarkan evaluasi klinis. Tujuannya adalah meminimalkan faktor risiko dan mencegah terjadinya infeksi nosokomial.
Kode SIKI: I.05219
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi ini meliputi pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, intensitas, faktor pencetus dan pereda), observasi tanda-tanda nonverbal nyeri pada lansia (gelisah, ekspresi wajah, perubahan pola tidur/nutrisi), memberikan penjelasan tentang penyebab nyeri (infeksi dan iritasi dari kateter), mengajarkan teknik nonfarmakologis seperti distraksi atau relaksasi, kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep, memposisikan pasien dengan nyaman, memastikan kateter tidak tertarik atau tertekuk yang dapat memperberat nyeri, serta mengevaluasi efektivitas intervensi pengurangan nyeri. Fokusnya adalah meningkatkan kenyamanan dan mengurangi penderitaan pasien.
Kondisi: Hipertermia terkait dengan proses infeksi (ISK)
Kode SDKI: D.0027
Deskripsi Singkat: Hipertermia
Kode SLKI: L.03015
Deskripsi : Suhu tubuh normal dipertahankan. Intervensi keperawatan diarahkan untuk memantau suhu tubuh secara berkala, mengidentifikasi dan mengatasi penyebab (dalam hal ini infeksi), memberikan terapi pendinginan seperti kompres hangat/tepid sponge di area lipatan, mengatur lingkungan yang nyaman (sirkulasi udara, pakaian tipis), mendorong asupan cairan untuk mencegah dehidrasi dan membantu regulasi suhu, serta memantau tanda-tanda komplikasi seperti menggigil, takikardia, atau perubahan kesadaran. Kolaborasi pemberian antipiretik dan antibiotik sesuai resep dokter adalah bagian integral dari intervensi ini untuk mengatasi sumber infeksi penyebab hipertermia.
Kode SIKI: I.05020
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Intervensi spesifik ini melibatkan pengukuran suhu dengan metode dan frekuensi yang tepat, mendokumentasikan pola demam, melakukan tindakan pendinginan fisik dengan prinsip tidak memicu menggigil, memantau tanda-tanda vital dan status hidrasi, memberikan edukasi pada pasien/keluarga tentang tujuan tindakan yang dilakukan, serta mengkaji respons tubuh terhadap terapi yang diberikan. Pada lansia, perhatian khusus diberikan karena respons demam mungkin tidak khas dan risiko dehidrasi lebih tinggi, sehingga pemantauan ketat sangat diperlukan.
Kondisi: Gangguan Eliminasi Urin: Retensi Urin dan Infeksi
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Gangguan Eliminasi Urin
Kode SLKI: L.03005
Deskripsi : Eliminasi urin efektif. Pada kasus ini, tujuan jangka pendek adalah mempertahankan fungsi drainase kateter agar optimal dan mencegah komplikasi lebih lanjut, sementara tujuan jangka panjang adalah mengembalikan fungsi eliminasi normal. Intervensi mencakup pemantauan output urine (jumlah, warna, kekeruhan, adanya darah), memastikan kateter dan selang paten tanpa lekukan, melakukan kateterisasi dengan teknik steril jika diperlukan penggantian, serta merencanakan program latihan kandung kemih (bladder training) jika memungkinkan untuk persiapan penghentian kateter. Pemantauan tanda retensi (distensi suprapubik, ketidaknyamanan) meski terpasang kateter juga penting.
Kode SIKI: I.05126
Deskripsi : Manajemen Kateter Urin. Ini adalah intervensi inti yang meliputi pemasangan, perawatan, dan penghentian kateter urin dengan teknik aseptik ketat. Termasuk di dalamnya memilih ukuran dan jenis kateter yang tepat (misalnya, kateter silikon untuk pemakaian jangka panjang), menempatkan sistem drainase dengan benar, mengamankan kateter untuk mencegah traksi pada meatus, melakukan perawatan kulit sekitar insersi kateter, mengganti kantong drainase dan selang sesuai interval yang ditentukan, serta menghindir irigasi rutin kecuali ada indikasi obstruksi. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang perawatan kateter di rumah jika diperlukan juga merupakan bagian penting.
Article No. 24778 | 31 Mar 2026
Klinis : Seorang lansia (80 th) terpasang kateter urin selama 2 minggu karena retensi urin. Saat ini urine di bag tampak keruh dan mengandung darah (hematuria). Pasien mengeluh nyeri di area suprapubik dan suhu tubuh 38,8°C.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK) dan Nyeri Akut terkait dengan pemasangan kateter urin dan infeksi
Kode SDKI: D.0186
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami patogen yang menyerang tubuh. Pada kasus ini, fokusnya adalah risiko terjadinya atau perkembangan infeksi saluran kemih (ISK) yang telah tampak menjadi infeksi aktual. Data mayor: adanya kateter urin sebagai benda asing yang menetap, urine keruh dan hematuria (tanda infeksi), serta demam (suhu 38,8°C). Data minor: usia lanjut (80 tahun) yang merupakan faktor risiko gangguan imunitas, durasi pemasangan kateter yang lama (2 minggu), dan keluhan nyeri suprapubik. Kateter urin menghilangkan mekanisme pertahanan alami uretra, menjadi jalur bagi bakteri untuk masuk ke kandung kemih, dan membentuk biofilm yang sulit diberantas, sehingga sangat meningkatkan risiko infeksi.
Kode SLKI: L.03118
Deskripsi : Pengendalian Infeksi: Tindakan untuk mencegah atau mengurangi infeksi. Intervensi keperawatan yang direncanakan harus mencakup: 1) Pemantauan tanda-tanda infeksi secara ketat (suhu, karakteristik urine, leukosit). 2) Mempertimbangkan konsultasi untuk evaluasi kebutuhan pemasangan kateter yang berkelanjutan, karena kateter harus dilepas sesegera mungkin. 3) Memastikan teknik perawatan kateter steril/asEPTik, termasuk menjaga sistem drainase tertutup dan tidak tergantung, serta perawatan meatus urinarius harian. 4) Memastikan aliran urine lancar tanpa hambatan (posisi bag lebih rendah dari kandung kemih, tidak terlipat). 5) Mendorong asupan cairan yang adekuat (jika tidak terkontraindikasi) untuk membantu pembilasan kandung kemih secara alami. 6) Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai resep dan memantau efektivitas serta efek sampingnya. 7) Edukasi pada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda ISK dan pentingnya kebersihan perorangan. Tujuan dari SLKI ini adalah untuk mengatasi infeksi yang ada, mencegah komplikasi lebih lanjut seperti pielonefritis atau sepsis, dan mencegah infeksi berulang.
Kode SIKI: I.01291
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Tindakan untuk meringankan atau mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi pasien. Intervensi keperawatan spesifik meliputi: 1) Melakukan pengkajian nyeri komprehensif menggunakan skala nyeri yang sesuai (misal, Numeric Rating Scale/NRS atau Wong-Baker FACES) untuk lansia, mencakup lokasi (suprapubik), karakteristik, intensitas, durasi, dan faktor pemicu/pereda. 2) Memberikan penjelasan tentang penyebab nyeri (infeksi dan iritasi dari kateter) untuk mengurangi kecemasan. 3) Mengajarkan dan membantu teknik non-farmakologis seperti distraksi, relaksasi napas dalam, atau pengaturan posisi yang nyaman. 4) Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesik yang sesuai (misal, parasetamol untuk demam dan nyeri), dan memantau efektivitas serta efek sampingnya. 5) Mempertimbangkan kompres hangat pada area suprapubik (jika tidak ada kontraindikasi) untuk mengurangi spasme otot dan ketidaknyamanan. 6) Memastikan kateter tidak tertarik atau menyebabkan tegangan pada meatus, serta drainase urine yang lancar karena distensi kandung kemih dapat memperberat nyeri. 7) Evaluasi secara berkala respons pasien terhadap intervensi pengurangan nyeri. Tujuan SIKI ini adalah untuk menurunkan skala nyeri, meningkatkan kenyamanan pasien, dan memungkinkan pasien beristirahat dengan lebih baik untuk mendukung proses penyembuhan.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433