Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23180 | 06 Dec 2025
Klinis : pola nafas tidak efektif pasien ckd
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif pada Pasien CKD
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pola napas tidak efektif adalah keadaan ketika seseorang mengalami perubahan pernapasan yang menyebabkan ketidakadekuatan ventilasi. Pada pasien CKD (Chronic Kidney Disease/Gagal Ginjal Kronis), kondisi ini sering terjadi akibat komplikasi seperti asidosis metabolik, kelebihan cairan (overload) yang menyebabkan edema paru, anemia, atau penumpukan toksin uremik yang mempengaruhi pusat pernapasan. Pernapasan dapat menjadi dalam dan cepat (Kussmaul) sebagai kompensasi asidosis, atau sesak napas (dispnea) akibat penumpukan cairan di paru-paru. Diagnosa ini menegaskan bahwa pola napas pasien tidak mampu mempertahankan pertukaran gas yang optimal, sehingga berisiko menyebabkan hipoksia dan memperburuk kondisi sistemik.
Kode SLKI: L.03108
Deskripsi : SLKI L.03108 bertujuan untuk mencapai pola napas yang efektif. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: (1) Frekuensi napas dalam rentang normal sesuai usia, (2) Irama napas teratur, (3) Tidak ada penggunaan otot bantu napas, (4) Tidak ada sianosis atau pucat, (5) Bunyi napas bersih (clear) pada auskultasi, (6) Nilai gas darah arteri (analisis gas darah) dalam batas normal atau mendekati normal untuk kondisi pasien (misalnya, pH, PaCO2, HCO3, PaO2), (7) Pasien melaporkan tidak sesak napas (dispnea) atau nyeri dada saat bernapas, (8) Ekspansi dada simetris, dan (9) Tingkat kesadaran baik (compos mentis). Pada pasien CKD, pencapaian SLKI ini mungkin bersifat parsial atau terkontrol, misalnya frekuensi napas terkontrol dengan terapi, sesak napas berkurang setelah dialisis, dan nilai analisis gas darah menunjukkan perbaikan asidosis. Pemantauan ketat terhadap tanda-tanda overload cairan dan status asam-basa sangat krusial.
Kode SIKI: I.08091
Deskripsi : SIKI I.08091 berfokus pada manajemen pola napas tidak efektif. Intervensi keperawatan yang dilakukan harus komprehensif dan meliputi: (1) Memantau frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha pernapasan secara berkala, serta mengobservasi penggunaan otot bantu napas dan adanya sianosis. (2) Melakukan auskultasi bunyi napas setiap 4 jam atau sesuai kebutuhan untuk mendeteksi crackles (rales) yang mengindikasikan edema paru atau bunyi napas tambahan lainnya. (3) Memposisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi untuk memaksimalkan ekspansi dada dan memudahkan pernapasan. (4) Mengajarkan dan mendorong latihan napas dalam serta batuk efektif jika kondisi pasien memungkinkan. (5) Memantau hasil pemeriksaan penunjang seperti analisis gas darah, elektrolit, ureum, kreatinin, dan foto thorax. (6) Mengatur pemberian oksigen sesuai program dokter dan memantau efektivitasnya. (7) Berkolaborasi dalam pemberian terapi farmakologis seperti diuretik untuk mengurangi overload cairan, suplemen bikarbonat untuk koreksi asidosis, atau obat bronkodilator jika diperlukan. (8) Melakukan manajemen cairan yang ketat, termasuk mencatat balance cairan (intake-output), memantau berat badan harian, dan membatasi asupan cairan sesuai program. (9) Memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda sesak napas yang memburuk dan kapan harus mencari bantuan. (10) Mempersiapkan dan mendampingi pasien untuk menjalani terapi renal replacement (hemodialisis atau peritoneal dialisis) secara teratur, karena dialisis merupakan intervensi utama untuk mengoreksi penyebab pola napas tidak efektif pada CKD (asidosis, overload cairan, dan toksin uremik). (11) Menciptakan lingkungan yang tenang dan mengurangi kecemasan pasien, karena ansietas dapat memperburupola pernapasan. Implementasi SIKI ini harus dilakukan secara terintegrasi dengan penanganan penyebab dasar (CKD) dan disesuaikan dengan respon klinis pasien.
-
Article No. 23181 | 06 Dec 2025
Klinis : An.W.A, perempuan, usia 13 tahun dengan diagnosis chronic kidney disease stage V, hipertensi terkontrol, dan batu saluran kemib, masuk ke rumah sakit dengan keluhan muntah-muntah sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit. Riwayat penyakit dalam keluarga terdapat batu saluran kemih yang dialami oleh adik, kakak, dan kakek An. W.A. Saat masuk ruang non infeksi tanggal 02-04-2016, hasil pemeriksaan fisiknya adalah tekanan darah 123/90 mmHg, frekuensi napas 18x/menit, nadi 82x/menit, suhu tubuh per axilla 36.2°C, rata-rata jumlah minum anak 1000-1100 cc/hari, terdapat edema di palpebra dan ekstremitas (derajat 2).v Anak terpasang cairan infus jenis NaCl 0,9% 2000 ml/24 jam, IWL anak 882 cc/24 jam, keseimbangan cairan positif 510 cc/24 jam, diuresis 3 cc/kgBB/jam. Anak mengalami nyeri tekan pada ginjal akibat batu saluran kemih (NRS 3). BB anak saat ini 30 kg, BB sebelum sakit-32 kg. TB-138 cm, anak mengalami mual, porsi makan tidak selalu habis, bising usus 7x/menit, warna urin kuning pekat. Lingkar lengan atas 19,5 cm, lingkar perut- 64 cm. An. W.A telah menjalani hemodialisa sejak tanggal 01-04-2016 (+ 2-3x/minggu), dimana cairan ditarik sebanyak 2000 cc. An.W.A terpasang Catheter Doubel Lumen (CDL). Anak mengatakan optimis penyakitnya bisa sembuh dan bersemangat menjalani pengobatan. Hasil pemeriksaan laboratorium pada tanggal 03-04-2016 didapatkan nilai Hb= 12,3 gr/dl, Het= 32,9%, leukosit-10340/µl, ureum=76 mg/dl, kreatinin 1,7 mg/dl, terdapat edema di palpebra dan ekstremitas (derajat 2).-3,07 mEq/L, klorida 83,2 mEq/L, kalsium 8,1 mEq/L, urin lengkap: albumin +2, Terapi yang diberikan adalah IVFD NaCl 0,9% 2000 ml/24 jam, losartan 1x50 mg (obat anti hipertensi yang tergolong dalam antagonis reseptor angiotensin II dan metabolit aktifnya menghambat secara selektif penyempitan pembuluh darah dan efek sekresi aldosteron dari angiotensin II dengan cara menghambat ikatannya secara selektif dengan angiotensin 1), amlodipine 1x5 mg, lisinopril 1x20 mg, carvedilol 2x6,25 mg (obat dari agen beta-adrenergic blocking yang bekerja dengan cara mempengaruhi respon pada beberapa impuls saraf di beberapa bagian tubuh tertentu), CaCO3 3x1000 mg, kalium sitrat 1x1080 mg. NaCl kapsul 4x4 kapsul, omeprazole 2x40 mg, ondansetron 3x4 mg intravena, cefotaxime 3x1 gr intravena, paracetamol 300 mg (bila perlu), farmadol (paracetamol) 6x300 mg intravena, diet makan biasa 1500 kkal, protein 35 gram, rendah garam, nefrisol 2x125 ml.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Chronic Kidney Disease Stage V
Kode ICD-10: N18.5
Deskripsi Singkat : Chronic Kidney Disease (CKD) Stage V, juga dikenal sebagai penyakit ginjal tahap akhir (ESRD), adalah tahap paling parah dari kerusakan ginjal kronis di mana fungsi ginjal telah menurun secara signifikan (laju filtrasi glomerulus <15 mL/menit/1.73 m²). Kondisi ini ditandai dengan ketidakmampuan ginjal untuk menyaring limbah, mengatur keseimbangan elektrolit, dan memproduksi hormon secara memadai. Pada kasus An. W.A., kondisi ini dimanifestasikan dengan adanya edema (akibat retensi cairan), peningkatan kadar ureum dan kreatinin, serta kebutuhan akan terapi pengganti ginjal berupa hemodialisa rutin. Kode ICD-10 N18.5 secara spesifik mengklasifikasikan penyakit ginjal kronis stadium 5. Diagnosis ini menjadi fokus utama manajemen pasien, yang meliputi kontrol ketat terhadap tekanan darah (hipertensi terkait ginjal), manajemen cairan dan elektrolit, serta terapi dialisis untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Semua kondisi lain seperti hipertensi dan batu saluran kemih merupakan komplikasi atau faktor komorbid yang terkait erat dengan disfungsi ginjal tahap akhir ini.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23182 | 06 Dec 2025
Klinis : An.W.A, perempuan, usia 13 tahun dengan diagnosis chronic kidney disease stage V, hipertensi terkontrol, dan batu saluran kemib, masuk ke rumah sakit dengan keluhan muntah-muntah sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit. Riwayat penyakit dalam keluarga terdapat batu saluran kemih yang dialami oleh adik, kakak, dan kakek An. W.A. Saat masuk ruang non infeksi tanggal 02-04-2016, hasil pemeriksaan fisiknya adalah tekanan darah 123/90 mmHg, frekuensi napas 18x/menit, nadi 82x/menit, suhu tubuh per axilla 36.2°C, rata-rata jumlah minum anak 1000-1100 cc/hari, terdapat edema di palpebra dan ekstremitas (derajat 2).v Anak terpasang cairan infus jenis NaCl 0,9% 2000 ml/24 jam, IWL anak 882 cc/24 jam, keseimbangan cairan positif 510 cc/24 jam, diuresis 3 cc/kgBB/jam. Anak mengalami nyeri tekan pada ginjal akibat batu saluran kemih (NRS 3). BB anak saat ini 30 kg, BB sebelum sakit-32 kg. TB-138 cm, anak mengalami mual, porsi makan tidak selalu habis, bising usus 7x/menit, warna urin kuning pekat. Lingkar lengan atas 19,5 cm, lingkar perut- 64 cm. An. W.A telah menjalani hemodialisa sejak tanggal 01-04-2016 (+ 2-3x/minggu), dimana cairan ditarik sebanyak 2000 cc. An.W.A terpasang Catheter Doubel Lumen (CDL). Anak mengatakan optimis penyakitnya bisa sembuh dan bersemangat menjalani pengobatan. Hasil pemeriksaan laboratorium pada tanggal 03-04-2016 didapatkan nilai Hb= 12,3 gr/dl, Het= 32,9%, leukosit-10340/µl, ureum=76 mg/dl, kreatinin 1,7 mg/dl, terdapat edema di palpebra dan ekstremitas (derajat 2).-3,07 mEq/L, klorida 83,2 mEq/L, kalsium 8,1 mEq/L, urin lengkap: albumin +2, Terapi yang diberikan adalah IVFD NaCl 0,9% 2000 ml/24 jam, losartan 1x50 mg (obat anti hipertensi yang tergolong dalam antagonis reseptor angiotensin II dan metabolit aktifnya menghambat secara selektif penyempitan pembuluh darah dan efek sekresi aldosteron dari angiotensin II dengan cara menghambat ikatannya secara selektif dengan angiotensin 1), amlodipine 1x5 mg, lisinopril 1x20 mg, carvedilol 2x6,25 mg (obat dari agen beta-adrenergic blocking yang bekerja dengan cara mempengaruhi respon pada beberapa impuls saraf di beberapa bagian tubuh tertentu), CaCO3 3x1000 mg, kalium sitrat 1x1080 mg. NaCl kapsul 4x4 kapsul, omeprazole 2x40 mg, ondansetron 3x4 mg intravena, cefotaxime 3x1 gr intravena, paracetamol 300 mg (bila perlu), farmadol (paracetamol) 6x300 mg intravena, diet makan biasa 1500 kkal, protein 35 gram, rendah garam, nefrisol 2x125 ml.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: B.1
Deskripsi Singkat: Peningkatan retensi cairan isotonik.
Kode SLKI: B.0801
Deskripsi : Keseimbangan cairan tercapai dengan kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal, 2) Tidak ada edema, 3) Berat badan stabil sesuai target, 4) Balance cairan seimbang, 5) Sesak napas tidak ada, 6) Bunyi jantung dan paru dalam batas normal.
Kode SIKI: B.0801.01 - B.0801.08
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi kelebihan volume cairan meliputi: 1) Memonitor tanda vital, status pernapasan, dan adanya edema secara teratur. 2) Memantau balance cairan (intake dan output) setiap 24 jam. 3) Mengukur berat badan setiap hari dengan waktu, pakaian, dan skala yang sama. 4) Membatasi asupan cairan sesuai program terapi dan kolaborasi pembatasan natrium. 5) Memposisikan pasien dengan kepala lebih tinggi (semi fowler/fowler) untuk memfasilitasi pernapasan. 6) Melakukan kolaborasi pemberian terapi diuretik atau terapi pengganti ginjal (HD) sesuai program. 7) Memberikan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga tentang pembatasan cairan dan garam, serta pentingnya memantau berat badan dan edema. 8) Mengkaji adanya distres pernapasan dan bunyi napas tambahan (ronkhi basah). Pada kasus An.W.A, data yang mendukung diagnosa ini adalah adanya edema palpebra dan ekstremitas derajat 2, keseimbangan cairan positif 510 cc/24 jam, serta riwayat penarikan cairan 2000 cc saat hemodialisa yang menunjukkan akumulasi cairan antar dialisis. Pemberian terapi IVFD juga perlu dimonitor ketat. Target SLKI adalah mengurangi edema, menormalkan balance cairan, dan menstabilkan berat badan.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.5
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: B.1001
Deskripsi : Status nutrisi adekuat dengan kriteria hasil: 1) Asupan nutrisi sesuai kebutuhan, 2) Berat badan stabil/meningkat sesuai target, 3) Nilai laboratorium terkait nutrisi dalam batas normal, 4) Tidak ada tanda malnutrisi (seperti kelemahan, penurunan massa otot).
Kode SIKI: B.1001.01 - B.1001.09
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencegah dan mengatasi risiko malnutrisi meliputi: 1) Memonitor asupan makan dan minum setiap hari (catat porsi yang dihabiskan). 2) Mengukur berat badan secara teratur. 3) Mengkaji faktor penyebab kurangnya asupan seperti mual, muntah, dan anoreksia. 4) Kolaborasi pemberian terapi antiemetik (seperti ondansetron yang sudah diberikan) untuk mengontrol mual muntah. 5) Menyajikan makanan dalam porsi kecil namun sering sesuai toleransi. 6) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk penyusunan diet khusus (dalam hal ini diet 1500 kkal, protein 35 gr, rendah garam, dan suplemen Nefrisol). 7) Memantau nilai laboratorium seperti albumin, hemoglobin, dan kreatinin. 8) Memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya asupan nutrisi sesuai anjuran meski nafsu makan menurun. 9) Menciptakan lingkungan makan yang nyaman. Pada An.W.A, data yang mendukung adalah adanya muntah-muntah sebelum masuk RS, mual, porsi makan tidak selalu habis, serta penurunan BB dari 32 kg menjadi 30 kg. Asupan protein yang dibatasi karena CKD juga menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi. Intervensi harus fokus pada manajemen gejala uremik (mual) dan optimalisasi asupan dari diet yang tersedia.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: C.1
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat dan intensitas ringan hingga berat.
Kode SLKI: C.1401
Deskripsi : Kontrol nyeri tercapai dengan kriteria hasil: 1) Skala nyeri menurun (NRS ≤ 3 atau sesuai target), 2) Ekspresi wajah rileks, 3) Dapat beristirahat/tidur dengan cukup, 4) Melaporkan nyeri berkurang.
Kode SIKI: C.1401.01 - C.1401.10
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk manajemen nyeri akut meliputi: 1) Mengkaji karakteristik nyeri (skala, lokasi, durasi, faktor pencetus dan pereda) menggunakan skala yang sesuai (NRS). 2) Memantau respons nonverbal terhadap nyeri (ekspresi wajah, postur tubuh, gelisah). 3) Memberikan analgetik sesuai program kolaborasi (seperti paracetamol yang tersedia PRN) dan mengevaluasi efektivitasnya. 4) Mengajarkan dan membantu teknik nonfarmakologi (seperti distraksi, relaksasi napas dalam, pengalihan perhatian). 5) Memposisikan pasien dengan nyaman. 6) Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan skala nyeri dan pentingnya melaporkan nyeri. 7) Mengkaji faktor-faktor yang memperberat atau meringankan nyeri. 8) Melindungi area yang nyeri dari tekanan atau trauma. 9) Mempertahankan lingkungan yang tenang untuk meningkatkan kenyamanan. 10) Mendokumentasikan respons terhadap intervensi. Pada An.W.A, data spesifik adalah nyeri tekan pada ginjal dengan NRS 3 yang disebabkan oleh batu saluran kemih. Walaupun skala termasuk ringan, nyeri ini memerlukan manajemen untuk meningkatkan kenyamanan dan mencegah peningkatan stres yang dapat memperburuk kondisi hemodinamiknya.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: B.42
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons terhadap patogen.
Kode SLKI: B.2201
Deskripsi : Risiko infeksi tidak terjadi dengan kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal, 2) Tidak ada tanda-tanda infeksi (kemerahan, panas, bengkak, nyeri, pus) pada area akses invasif, 3) Hasil laboratorium leukosit dalam batas normal, 4) Kemampuan melakukan perilaku pencegahan infeksi.
Kode SIKI: B.2201.01 - B.2201.09
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencegah infeksi meliputi: 1) Mempertahankan teknik aseptik saat melakukan tindakan invasif (perawatan CDL). 2) Memonitor tanda-tanda infeksi sistemik dan lokal (terutama di area pemasangan CDL). 3) Memantau suhu tubuh dan hasil laboratorium (seperti leukosit). 4) Meningkatkan daya tahan tubuh dengan nutrisi yang adekuat. 5) Melakukan perawatan luka/akses invasif sesuai protokol. 6) Mengajarkan dan mendorong cuci tangan pada pasien, keluarga, dan pengunjung. 7) Membatasi pengunjung yang sakit. 8) Kolaborasi pemberian terapi antibiotik sesuai indikasi (seperti cefotaxime yang sudah diresepkan). 9) Memberikan pendidikan kesehatan tentang tanda-tanda infeksi yang harus dilaporkan. Pada An.W.A, risiko infeksi sangat tinggi karena adanya akses vaskular permanen (Catheter Double Lumen) untuk hemodialisa, kondisi penyakit kronis (CKD stage V) yang menurunkan imunitas, serta hasil leukosit yang sedikit meningkat (10340/µl). Pencegahan infeksi pada CDL adalah prioritas untuk mencegah komplikasi serius seperti bakteremia.
Kondisi: Harapan
Kode SDKI: E.3
Deskripsi Singkat: Subjektif: Perasaan positif tentang diri, kehidupan, dan masa depan, atau keyakinan terhadap sesuatu yang diinginkan. Objektif: Mengungkapkan perasaan positif tentang diri, kehidupan, dan masa depan.
Kode SLKI: E.0301
Deskripsi : Harapan dipertahankan dengan kriteria hasil: 1) Mengungkapkan perasaan positif tentang masa depan, 2) Menunjukkan sikap optimis, 3) Berpartisipasi dalam perawatan diri dan pengobatan, 4) Memiliki tujuan jangka pendek dan panjang.
Kode SIKI: E.0301.01 - E.0301.06
Deskripsi : Intervensi
Article No. 23183 | 06 Dec 2025
Klinis : An.W.A, perempuan, usia 13 tahun dengan diagnosis chronic kidney disease stage V, hipertensi terkontrol, dan batu saluran kemib, masuk ke rumah sakit dengan keluhan muntah-muntah sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit. Riwayat penyakit dalam keluarga terdapat batu saluran kemih yang dialami oleh adik, kakak, dan kakek An. W.A. Saat masuk ruang non infeksi tanggal 02-04-2016, hasil pemeriksaan fisiknya adalah tekanan darah 123/90 mmHg, frekuensi napas 18x/menit, nadi 82x/menit, suhu tubuh per axilla 36.2°C, rata-rata jumlah minum anak 1000-1100 cc/hari, terdapat edema di palpebra dan ekstremitas (derajat 2).v Anak terpasang cairan infus jenis NaCl 0,9% 2000 ml/24 jam, IWL anak 882 cc/24 jam, keseimbangan cairan positif 510 cc/24 jam, diuresis 3 cc/kgBB/jam. Anak mengalami nyeri tekan pada ginjal akibat batu saluran kemih (NRS 3). BB anak saat ini 30 kg, BB sebelum sakit-32 kg. TB-138 cm, anak mengalami mual, porsi makan tidak selalu habis, bising usus 7x/menit, warna urin kuning pekat. Lingkar lengan atas 19,5 cm, lingkar perut- 64 cm. An. W.A telah menjalani hemodialisa sejak tanggal 01-04-2016 (+ 2-3x/minggu), dimana cairan ditarik sebanyak 2000 cc. An.W.A terpasang Catheter Doubel Lumen (CDL). Anak mengatakan optimis penyakitnya bisa sembuh dan bersemangat menjalani pengobatan. Hasil pemeriksaan laboratorium pada tanggal 03-04-2016 didapatkan nilai Hb= 12,3 gr/dl, Het= 32,9%, leukosit-10340/µl, ureum=76 mg/dl, kreatinin 1,7 mg/dl, terdapat edema di palpebra dan ekstremitas (derajat 2).-3,07 mEq/L, klorida 83,2 mEq/L, kalsium 8,1 mEq/L, urin lengkap: albumin +2, Terapi yang diberikan adalah IVFD NaCl 0,9% 2000 ml/24 jam, losartan 1x50 mg (obat anti hipertensi yang tergolong dalam antagonis reseptor angiotensin II dan metabolit aktifnya menghambat secara selektif penyempitan pembuluh darah dan efek sekresi aldosteron dari angiotensin II dengan cara menghambat ikatannya secara selektif dengan angiotensin 1), amlodipine 1x5 mg, lisinopril 1x20 mg, carvedilol 2x6,25 mg (obat dari agen beta-adrenergic blocking yang bekerja dengan cara mempengaruhi respon pada beberapa impuls saraf di beberapa bagian tubuh tertentu), CaCO3 3x1000 mg, kalium sitrat 1x1080 mg. NaCl kapsul 4x4 kapsul, omeprazole 2x40 mg, ondansetron 3x4 mg intravena, cefotaxime 3x1 gr intravena, paracetamol 300 mg (bila perlu), farmadol (paracetamol) 6x300 mg intravena, diet makan biasa 1500 kkal, protein 35 gram, rendah garam, nefrisol 2x125 ml.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Peningkatan retensi cairan isotonik.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Keseimbangan cairan tercapai dengan kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal, 2) Tidak ada edema, 3) Berat badan stabil sesuai target, 4) Balance cairan seimbang, 5) Bunyi napas bersih/jelas.
Kode SIKI: I.01266
Deskripsi : Manajemen kelebihan volume cairan dengan tindakan: 1) Monitor tanda vital, status pernapasan, dan edema. 2) Monitor intake dan output cairan setiap 8 jam. 3) Timbang berat badan setiap hari dengan skala yang sama, waktu yang sama, dan pakaian yang sama. 4) Kolaborasi pemberian terapi diuretik sesuai indikasi. 5) Batasi intake cairan dan natrium sesuai program terapi. 6) Atur posisi semi fowler atau fowler. 7) Ajarkan pasien/keluarga tanda dan gejala kelebihan volume cairan. Pada kasus An. W.A, data yang mendukung adalah adanya edema palpebra dan ekstremitas derajat 2, keseimbangan cairan positif 510 cc/24 jam, serta riwayat penarikan cairan 2000 cc saat hemodialisa yang menunjukkan masalah kronis dalam regulasi cairan. Meskipun diuresis tampak adekuat (3 cc/kgBB/jam), adanya edema dan balance positif menunjukkan ketidakseimbangan. Tindakan keperawatan akan berfokus pada pemantauan ketat balance cairan, pembatasan intake sesuai program (diet rendah garam), edukasi keluarga, dan kolaborasi dalam terapi hemodialisa reguler serta pemberian obat antihipertensi untuk mengurangi afterload dan edema.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah seperti cedera; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dan berakhir diperkirakan atau diperkirakan dalam waktu <3 bulan.
Kode SLKI: L.08031
Deskripsi : Kontrol nyeri dengan kriteria hasil: 1) Skala nyeri menurun, 2) Ekspresi wajah rileks, 3) Dapat istirahat/tidur dengan cukup, 4) Melaporkan nyeri terkontrol.
Kode SIKI: I.09073
Deskripsi : Manajemen nyeri dengan tindakan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (P, Q, R, S, T). 2) Monitor skala nyeri dengan menggunakan skala yang sesuai (NRS). 3) Ajarkan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri (distraksi, relaksasi). 4) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai indikasi. 5) Evaluasi efektivitas dan efek samping intervensi nyeri. 6) Atur posisi untuk kenyamanan. Pada An. W.A, nyeri tekan pada ginjal dengan skala NRS 3 disebabkan oleh batu saluran kemih. Walaupun intensitasnya ringan, nyeri ini memerlukan manajemen untuk meningkatkan kenyamanan dan mencegah peningkatan stres yang dapat memperburuk kondisi hemodinamik. Tindakan keperawatan meliputi pengkajian nyeri berkala, pemberian analgetik yang diresepkan (paracetamol), serta teknik non-farmakologi seperti distraksi mengingat usia anak dan semangatnya dalam pengobatan.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0003
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: L.03021
Deskripsi : Status nutrisi membaik dengan kriteria hasil: 1) Berat badan meningkat/mencapai target, 2) Nilai laboratorium terkait nutrisi dalam batas normal, 3) Asupan nutrisi sesuai kebutuhan, 4) Tidak ada tanda malnutrisi.
Kode SIKI: I.01223
Deskripsi : Manajemen nutrisi dengan tindakan: 1) Monitor asupan makanan dan cairan setiap hari. 2) Timbang berat badan setiap hari. 3) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan nutrisi. 4) Berikan makanan dalam porsi kecil dan sering. 5) Ciptakan lingkungan yang nyaman saat makan. 6) Atasi gejala yang mengganggu intake (mual, muntah). 7) Monitor nilai laboratorium (albumin, Hb). Data pada An. W.A menunjukkan penurunan BB dari 32 kg menjadi 30 kg, mual, porsi makan tidak habis, dan asupan protein yang dibatasi (35 gram) karena penyakit ginjalnya. Meski nilai Hb masih normal (12.3 gr/dl), adanya albuminuria (+2) menunjukkan kehilangan protein. Risiko ini diperberat oleh kondisi uremia yang dapat menyebabkan anoreksia dan mual. Tindakan keperawatan mencakup memantau asupan, kolaborasi pemberian antiemetik (ondansetron), menyajikan makanan sesuai toleransi, dan memastikan diet khusus (1500 kkal, protein 35 gr, rendah garam, suplemen nefrisol) dipahami dan dijalankan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0048
Deskripsi Singkat: Berisiko meningkatnya respons terhadap patogen.
Kode SLKI: L.06111
Deskripsi : Risiko infeksi terkontrol dengan kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal, 2) Tidak ada tanda dan gejala infeksi, 3) Hasil laboratorium dalam batas normal.
Kode SIKI: I.05280
Deskripsi : Pencegahan infeksi dengan tindakan: 1) Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan. 2) Pertahankan teknik aseptik pada setiap tindakan invasif. 3) Monitor tanda-tanda infeksi (suhu, leukosit, kemerahan, drainage). 4) Lakukan perawatan luka/akses invasif (CDL) secara steril. 5) Tingkatkan daya tahan tubuh dengan nutrisi yang adekuat. 6) Batasi pengunjung jika diperlukan. An. W.A memiliki beberapa faktor risiko infeksi yang signifikan: adanya akses vaskular (Catheter Double Lumen/CDL) untuk hemodialisa, kondisi penyakit kronis (CKD stage V) yang menurunkan imunitas umum, dan nilai leukosit yang sedikit meningkat (10340/µl). CDL merupakan port dekat yang rentan terhadap infeksi aliran darah. Tindakan keperawatan yang esensial adalah perawatan CDL steril ketat, pemantauan tanda vital (terutama suhu) dan lokasi pemasangan CDL, serta kolaborasi pemberian antibiotik profilaksis atau terapi (cefotaxime) jika diperlukan.
Kondisi: Ketidakefektifan Koping
Kode SDKI: D.00123
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan dalam mengelola respons stresor dengan cara yang adekuat.
Kode SLKI: L.14021
Deskripsi : Koping efektif dengan kriteria hasil: 1) Mengidentifikasi kekuatan dan dukungan yang dimiliki, 2) Mengungkapkan perasaan secara adaptif, 3) Menggunakan strategi koping yang efektif, 4) Melaporkan penurunan distress.
Kode SIKI: I.14120
Deskripsi : Peningkatan koping dengan tindakan: 1) Kaji kemampuan koping dan dukungan yang dimiliki pasien/keluarga. 2) Bantu pasien mengidentifikasi strategi koping yang digunakan sebelumnya. 3) Dorong ungkapan perasaan, pikiran, dan harapan. 4) Libatkan keluarga dalam proses perawatan. 5) Berikan informasi tentang penyakit dan pengobatan. 6) Rujuk ke kelompok pendukung atau konseling jika diperlukan. Meskipun An. W.A tampak optimis dan bersemangat, ia menghadapi stresor berat berupa penyakit kronis yang memerlukan terapi seumur hidup (hemodialisa 2-3x/minggu), perubahan tubuh (edema, penurunan BB), dan pembatasan diet. Dukungan keluarga tampak ada namun juga memiliki riwayat penyakit serupa. Tindakan keperawatan difokuskan untuk mempertahankan dan menguatkan koping positif yang sudah dimiliki dengan memberikan dukungan emosional, pendidikan kesehatan yang tepat tentang penyakit dan penatalaksanaannya, serta melibatkan keluarga sebagai sistem pendukung utama untuk memastikan koping adaptif tetap berlanjut.
Article No. 23184 | 06 Dec 2025
Klinis : Kasus Tn. C berusia 40 tahun. Akhir-akhir ini mengalami pusing dibagian belakang kepala (tengkuk) selama 3 hari terakhir, leher tegang, kelelahan, mual, ia akhir-akhir ini kesusahan untuk tidur karena pengaruh sakit kepalanya dan ketika bangun dari tidur Ia merasa penglihatannya berkunang-kunang. Ia mengatakan bahwa suka mengkonsumsi wadi, dan ikan asin. Didapatkan hasil pemeriksaan: Tekanan darah: 140/90 mmHg Nadi: 90x/menit Suhu: 37,5 RR : 18x/menit P: Makanan yang tinggi natrium (contohnya: wadi dan ikan asin) Q: Menjalar R: Tengkuk dan kepala S: 6/10 T: 15 menit
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan, penurunan, atau fluktuasi tekanan darah dari rentang normal yang telah ditetapkan, yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: 3520
Deskripsi : Pemantauan Tekanan Darah.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0013
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi, dan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 1406
Deskripsi : Kontrol nyeri.
Kode SIKI: 4500
Deskripsi : Manajemen Nyeri.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Gangguan pada pola tidur alami yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu kehidupan yang diinginkan.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : Kualitas tidur.
Kode SIKI: 6530
Deskripsi : Peningkatan Tidur.
Article No. 23153 | 05 Dec 2025
Klinis : pasien mengatakn mual
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Mual
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan berupa dorongan untuk muntah.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : SLKI: Kontrol Mual. Definisi: Kemampuan untuk mengendalikan dan mengurangi perasaan ingin muntah. Kriteria Hasil: 1) Pasien melaporkan penurunan atau hilangnya perasaan mual. 2) Pasien menunjukkan tanda-tanda vital dalam rentang normal. 3) Pasien mampu mengidentifikasi faktor pemicu dan upaya penanganan mual. 4) Pasien menunjukkan perilaku atau menggunakan teknik untuk mengatasi mual (misalnya, teknik relaksasi, pengaturan pola makan). 5) Pasien mempertahankan asupan cairan dan nutrisi sesuai toleransi. Penjelasan: Luaran ini berfokus pada kemampuan pasien untuk mengelola sensasi mual, yang merupakan pengalaman subjektif dan seringkali menjadi gejala dari berbagai kondisi, seperti gangguan gastrointestinal, efek samping pengobatan, kehamilan, atau stres psikologis. Perawat berperan dalam memfasilitasi tercapainya luaran ini melalui intervensi yang tepat, seperti edukasi, modifikasi lingkungan, dan kolaborasi pemberian farmakoterapi jika diperlukan. Pencapaian luaran dinilai dari laporan subjektif pasien, observasi perilaku, dan data objektif seperti tanda vital dan asupan nutrisi. Pengendalian mual sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, dan malnutrisi, serta meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien.
Kode SIKI: I.05039
Deskripsi : SIKI: Manajemen Mual. Definisi: Memberikan intervensi untuk mencegah dan mengurangi perasaan ingin muntah. Aktivitas Keperawatan: 1) Kaji karakteristik mual (waktu muncul, durasi, frekuensi, faktor pemicu dan pereda, skala keparahan). 2) Kaji tanda dan gejala terkait (peningkatan salivasi, pucat, berkeringat, takikardia). 3) Pantau tanda-tanda dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. 4) Kolaborasi pemberian obat antiemetik sesuai indikasi dan evaluasi efektivitasnya. 5) Anjurkan teknik relaksasi napas dalam dan distraksi. 6) Atur posisi pasien untuk meminimalkan aspirasi dan meningkatkan kenyamanan (misalnya, posisi semi-Fowler). 7) Anjurkan untuk menghindari aroma atau bau kuat yang dapat memicu mual. 8) Atur lingkungan yang nyaman, tenang, dan ventilasi baik. 9) Anjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun sering, serta hindari makanan berlemak, berminyak, atau terlalu manis. 10) Anjurkan untuk tidak langsung berbaring setelah makan. 11) Berikan perawatan mulut secara teratur untuk mengurangi rasa tidak enak di mulut. 12) Edukasi pasien dan keluarga tentang penyebab mual dan strategi penanganannya. Penjelasan: Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan pendekatan farmakologis dan non-farmakologis. Asesmen mendalam sangat krusial untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasari dan menentukan intervensi yang spesifik. Manajemen lingkungan dan modifikasi diet adalah langkah pertama yang sering efektif. Teknik relaksasi dan distraksi membantu mengatasi komponen ansietas yang dapat memperberat mual. Pemberian obat antiemetik memerlukan kolaborasi dan pemantauan efek samping. Edukasi memberdayakan pasien untuk berpartisipasi aktif dalam mengelola gejalanya. Intervensi ini bertujuan tidak hanya untuk mengurangi gejala tetapi juga untuk mencegah komplikasi, mempertahankan status nutrisi, dan meningkatkan kenyamanan psikologis pasien. Keberhasilan intervensi dievaluasi melalui penurunan skala mual yang dilaporkan pasien, peningkatan toleransi terhadap makanan/cairan, dan perbaikan parameter fisiologis.
Article No. 23154 | 05 Dec 2025
Klinis : pasien mengeluh selalu ingin buang air kecil dan tampak keluar masuk toilet
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Eliminasi Urin: Frekuensi
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Kondisi individu yang mengalami atau berisiko mengalami peningkatan frekuensi berkemih.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Deskripsi SLKI L.14001: Kontrol Eliminasi Urin tercapai dengan kriteria hasil: 1) Individu mampu mengidentifikasi faktor penyebab peningkatan frekuensi berkemih. 2) Individu melaporkan penurunan frekuensi berkemih mendekati pola normal sebelumnya. 3) Individu menunjukkan perilaku untuk mengelola peningkatan frekuensi berkemih. 4) Individu tidak mengalami komplikasi terkait peningkatan frekuensi berkemih (seperti gangguan tidur, kelelahan, kulit lembab/iritasi, atau gangguan aktivitas). Untuk mencapai kriteria ini, perawat melakukan asesmen menyeluruh termasuk pola berkemih, riwayat medis, asupan cairan, dan faktor risiko. Edukasi diberikan mengenai manajemen cairan, latihan otot dasar panggul, dan teknik mengatur waktu berkemih. Perawat juga mendukung pasien dalam modifikasi gaya hidup dan memantau adanya tanda infeksi atau kondisi lain yang mendasari. Kolaborasi dengan tim medis dilakukan untuk penanganan penyebab medis seperti infeksi saluran kemih, diabetes, atau pembesaran prostat. Evaluasi terus menerus dilakukan terhadap pola berkemih dan dampaknya terhadap kualitas hidup pasien.
Kode SIKI: I.14079
Deskripsi : Deskripsi SIKI I.14079: Manajemen Kontinensia Urin adalah intervensi keperawatan untuk memfasilitasi pengontrolan berkemih dan mempertahankan kontinensia urin. Intervensi ini meliputi: 1) Memonitor pola dan karakteristik berkemih pasien, termasuk frekuensi, urgensi, dan volume. 2) Mengidentifikasi faktor penyebab atau yang memperberat peningkatan frekuensi, seperti infeksi, konsumsi kafein/alkohol, obat-obatan diuretik, atau kondisi medis tertentu. 3) Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai mekanisme berkemih normal dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. 4) Melatih pasien untuk melakukan latihan otot dasar panggul (Kegel) guna meningkatkan kekuatan dan kontrol sfingter. 5) Menerapkan teknik pengaturan waktu berkemih (timed voiding) atau latihan kandung kemih (bladder training) dengan secara bertahap meningkatkan interval waktu antar berkemih. 6) Merekomendasikan modifikasi asupan cairan, seperti mengurangi konsumsi diuretik alami (kafein, alkohol) di malam hari dan mendistribusikan asupan cairan secara merata sepanjang hari. 7) Memfasilitasi akses yang mudah ke toilet atau menyediakan alat bantu jika diperlukan. 8) Melakukan kolaborasi dengan dokter untuk pemeriksaan diagnostik (seperti urinalisis, kultur urin, USG) dan pemberian terapi medis sesuai indikasi. 9) Mencegah komplikasi dengan menjaga integritas kulit di area perineal dari kelembaban berlebih. 10) Memberikan dukungan psikologis untuk mengurangi ansietas dan rasa malu yang mungkin timbul akibat kondisi tersebut. Implementasi intervensi ini harus disesuaikan dengan etiologi dan kondisi spesifik pasien, dengan melibatkan pasien dalam perencanaan perawatan untuk meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan manajemen gangguan eliminasi urin.
Article No. 23155 | 05 Dec 2025
Klinis : Warna kulit membaik 2. Akral hangat 3. Tekanan darah sistolik membaik 4. Tekanan darah diastolik membaik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Perfusi Perifer Tidak Efektif
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Penurunan sirkulasi darah ke perifer yang dapat mengancam kesehatan jaringan.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Perfusi jaringan perifer membaik. Deskripsi ini merujuk pada hasil yang diharapkan setelah intervensi keperawatan, di mana tanda-tanda perfusi perifer yang adekuat mulai tampak. Indikator pencapaian SLKI ini secara spesifik mencakup kondisi yang disebutkan pada pasien: warna kulit membaik (dari pucat, sianosis, atau kemerahan menjadi warna kulit normal), akral hangat (dari dingin menjadi hangat saat disentuh), dan tekanan darah sistolik serta diastolik membaik (mendekati rentang normal untuk pasien). Peningkatan tekanan darah, khususnya, menunjukkan peningkatan curah jantung dan resistensi perifer yang adekuat, yang secara langsung mendukung aliran darah ke ekstremitas. Capaian SLKI ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan berhasil dalam mengurangi risiko kerusakan jaringan lebih lanjut, memulihkan suplai oksigen dan nutrisi ke sel-sel di area perifer, serta menghilangkan produk sisa metabolisme. Keberhasilan ini merupakan langkah kritis dalam mencegah komplikasi serius seperti ulkus, nekrosis, atau bahkan amputasi. Pemantauan berkelanjutan terhadap parameter-parameter ini tetap diperlukan untuk memastikan stabilitas kondisi.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Memantau perfusi perifer. Intervensi ini merupakan tindakan pengkajian dan pemantauan yang sistematis dan berkelanjutan untuk mendeteksi perubahan status perfusi perifer pasien. Dalam konteks kondisi pasien yang membaik, SIKI ini menjelaskan serangkaian tindakan yang mungkin telah dilakukan perawat untuk sampai pada kesimpulan bahwa terjadi perbaikan. Tindakan tersebut meliputi: inspeksi warna kulit pada ekstremitas (kuku, jari tangan/kaki, telapak tangan/kaki, kulit sekitar) dibandingkan dengan warna kulit sentral, palpasi suhu kulit menggunakan punggung tangan untuk merasakan kehangatan atau dinginnya ekstremitas, palpasi denyut nadi perifer (seperti arteri dorsalis pedis, tibialis posterior, radialis, dan brachialis) untuk menilai kekuatan dan kesetaraan, mengevaluasi pengisian kapiler dengan melakukan blansing pada kuku atau ujung jari dan mengukur waktu kembalinya warna (biasanya kurang dari 3 detik), serta memantau tekanan darah secara berkala. Selain itu, perawat juga mengkaji keluhan nyeri, kesemutan, kebas, kelemahan otot, dan integritas kulit. Data yang dikumpulkan dari pemantauan ini kemudian dianalisis untuk mengevaluasi efektivitas intervensi yang diberikan (seperti pemberian terapi cairan, obat inotropik atau vasoaktif, reposisioning, manajemen nyeri, atau terapi oksigen) dan menentukan langkah selanjutnya. Dokumentasi yang akurat dan komparatif dari temuan-temuan ini sangat penting untuk melacak tren kemajuan atau kemunduran pasien. Dengan demikian, SIKI 4201 adalah fondasi dari asuhan keperawatan berbasis bukti untuk masalah perfusi perifer, yang memungkinkan perawat membuat keputusan klinis yang tepat.
Article No. 23156 | 05 Dec 2025
Klinis : Seorang ibu berinisial R dengan usia 54 tahun, datang ke IGD dengan keluhan utama lemas, pusing saat berdiri, perasaan tidak enak, dan nyeri di bagian punggung bawah. Keluhan ini sudah dirasakan selama satu minggu terakhir. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit lain seperti hipertensi, diabetes melitus, ataupun penyakit jantung sebelumnya. Pasien juga menegaskan bahwa tidak ada riwayat pada alergi makanan ataupun obat. Meskipun tidak menggunakan alat bantu kesehatan, pasien mengeluhkan pola tidurnya yang tidak teratur selama belakangan ini, serta terjadinya penurunan pada nafsu makan. Pasien tidak merokok dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol. Selain itu, tidak adanya ditemukan riwayat penyakit yang serupa terjadi pada anggota keluarga pasien. Pasien mengeluh "Saya merasa sangat pusing jika berdiri, rasanya seperti ingin jatuh. Saya tidak sanggup untuk berdiri terlalu lama. Saya merasa sangat lemas, namun ketika saya duduk ataupun berbaring saya tidak merasakan pusing itu. Selain itu, punggung bagian bawah saya juga terasa sakit. Pemeriksaan Psikososial di dapatkan bahwa Pasien tampak cemas dan menyatakan kekhawatiran karena kondisi pusing dan lemas ini telah mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat hendak melakukan pekerjaan rumah tangga. Perawat melakukan observasi dan melakukan pemeriksaan fisik umum pada pasien : tampak Compos mentis (kesadaran penuh), tidak ada tanda-tanda distress pernapasan. Pasien tidak memiliki riwayat hipertensi, diabetes melitus, maupun penyakit jantung sebelumnya. Riwayat alergi makanan maupun obat disangkal. Pasien tidak sedang menggunakan alat bantu kesehatan, namun menyebutkan bahwa akhir-akhir ini pola tidurnya tidak teratur dan nafsu makan sedikit menurun. Riwayat keluarga dengan penyakit serupa tidak ada. Pasien tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol. Tanda Vital : Suhu: 36.5°C, Nadi: 98x/menit, Respirasi: 18x/menit, Saturasi Oksigen (SpO2): 98%. Dari hasil pemeriksaan fisik di dapatkan, Kepala & Wajah: Wajah dan konjungtiva terlihat sedikit pucat. Pupil isokor, refleks cahaya (+/+). Toraks & Paru-paru: Bentuk dada simetris. Suara napas vesikuler di seluruh lapang paru, tidak ada ronkhi atau wheezing. Jantung: Bunyi jantung S1/S2 tunggal dan reguler. Tidak terdengar bunyi murmur. Hasil pemeriksaan jantung normal. Abdomen: Perut supel, tidak ada nyeri tekan. Ekstremitas: Akral hangat. Tidak ada edema. Perawat melakukan pengukuran tekanan darah (Ortostatik) dalam dua posisi berbeda untuk menegakkan diagnosis. Hasil pengukuran ditemukan saat berbaring: 100/80 mmHg dan saat duduk: 60/40 mmHg. Kemudian dilakukan pemeriksaan penunjang (Laboratorium). Ditemukan Hemoglobin (Hb): 10,2 g/dL (rendah), Hematokrit: 32% (rendah), Leukosit: 7.500 /µL (normal), Trombosit: 310.000 /µL (normal), Gula darah sewaktu: 92 mg/dL (normal), Fungsi ginjal (Ureum/Kreatinin): dalam batas normal. Hasil ini mendukung adanya anemia ringan sebagai salah satu faktor risiko yang memperberat keluhan lemas dan pucat. Asuhan Keperawatan Identitas Pasien Nama: Ny. R Usia : 54 tahun Jenis kelamin: Perempuan Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Diagnosa medis: Hipotensi ortostatik dengan anemia ringan Pengkajian Data Subjektif : Pasien mengeluh lemas, pusing saat berdiri, terasa ingin jatuh, tidak sanggup berdiri lama. Nyeri di punggung bagian bawah. Tidur tidak teratur dan nafsu makan menurun. Mengatakan cemas karena kondisi mengganggu aktivitas harian. Data Objektif : Kesadaran: compos mentis. TD saat berbaring: 100/80 mmHg; saat duduk: 60/40 mmHg (hipotensi ortostatik). Nadi : 98x/menit RR: 18x/menit Suhu: 36.5°C SpO₂: 98%. Wajah dan konjungtiva pucat. Hb: 10,2 g/dL Ht: 32% anemia ringan. Fungsi ginjal normal, gula darah normal. Tidak ada edema, akral hangat. Riwayat Kesehatan: Tidak ada riwayat hipertensi, DM, atau penyakit jantung. Tidak ada alergi obat/makanan. Tidak merokok dan tidak konsumsi alkohol. Riwayat keluarga penyakit serupa: tidak ada. Pemeriksaan Psikososial: Tampak cemas dan khawatir kondisi ini menghambat aktivitas rumah tangga. Diagnosa Diagnosis Aktual : Perfusi Perifer Tidak Efektif (D. 0009) berhubungan dengan penurunan konsentrasi hemoglobin ditandai dengan warna akral teraba dingin dan warna kulit Gangguan pola tidur (D.0055) berhubungan dengan kurang kontrol tidur ditandai dengan mengeluh sulit tidur Intoleransi Aktivitas (D.0056) berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen ditandai dengan pasien mengeluh lemas dan pusing saat berdiri, TD ortostatik menurun (100/80 mmHg → 60/40 mmHg), Wajah dan konjungtiva pucat, serta Hb 10,2 g/dL Keletihan (D.0057) berhubungan dengan gangguan fisiologis ditandai dengan merasa kurang tenaga, mengeluh lelah dan tampak lesu Diagnosis resiko : Resiko Syok (D.0039) dibuktikan dengan hipotensi Resiko Jatuh (D.0143) dibuktikan dengan hipotensi ortostatik Diagnosa Promosi Kesehatan : Kesiapan Peningkatan Tidur (D.0058) ditandai dengan pasien mengekspresikan keinginan untuk meningkatkan tidur Diagnosa Luaran Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 × 24 jam, maka toleransi aktivitas meningkat, dengan kriteria hasil : Kemudahan dalam melakukan aktivitas sehari-hari meningkat Kecepatan berjalan jarak berjalan meningkat Keluhan lelah menurun Dispnea saat aktivitas menurun Dispnea setelah aktivitas menurun Perasaan lemah menurun Tekanan darah membaik Warna kulit membaik Frekuensi napas dan nadi membaik Setelah dilakukan intervensi keperawatan, maka perfusi perifer meningkat, dengan kriteria hasil: Warna kulit pucat menurun Nyeri ekstremitas menurun Kelemahan otot menurun Tekanan darah sistolik membaik Tekanan darah diastolik membaik Tekanan arteri rata-rata membaik Setelah dilakukan intervensi keperawatan, maka pola tidur membaik, dengan kriteria hasil : Kemampuan beraktivitas meningkat Keluhan sulit tidur menurun Keluhan sering terjaga menurun Keluhan pola tidur menurun Keluhan istirahat tidak cukup menurun Setelah melakukan intervensi keperawatan, maka tingkat kelelahan menurun dengan kriteria hasil: Tenaga meningkat Kemampuan melakukan aktivitas rutin meningkat Sakit kepala menurun Keluhan lelah menurun Nafsu makan membaik Pola tidur membaik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0056
Deskripsi Singkat: Intoleransi aktivitas adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas fisik atau aktivitas sehari-hari secara adekuat karena ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen. Pada kasus Ny. R, kondisi ini disebabkan oleh kombinasi hipotensi ortostatik dan anemia ringan. Hipotensi ortostatik menyebabkan penurunan tekanan darah yang signifikan saat perubahan posisi (dari berbaring ke duduk), yang mengakibatkan aliran darah dan suplai oksigen ke otak dan jaringan tubuh lainnya berkurang secara tiba-tiba. Anemia ringan (Hb 10,2 g/dL) memperburuk kondisi ini karena kapasitas darah untuk mengangkut oksigen menurun. Ketidakseimbangan ini memanifestasikan sebagai gejala lemas, pusing, perasaan ingin jatuh, dan ketidakmampuan untuk berdiri lama. Pasien mengkompensasi dengan menghindari aktivitas yang memicu gejala, namun hal ini justru mengganggu pemenuhan peran dan aktivitas hariannya sebagai ibu rumah tangga. Diagnosa ini menjadi fokus utama karena langsung berkaitan dengan keluhan utama pasien dan mempengaruhi kualitas hidupnya secara signifikan.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah "Toleransi Aktivitas Meningkat". Kriteria luaran ini mencakup perbaikan yang komprehensif pada kemampuan pasien untuk menjalani aktivitas tanpa disertai gejala yang memberatkan. Peningkatan kemudahan dalam melakukan aktivitas sehari-hari (seperti menyapu, mencuci) menjadi indikator utama keberhasilan intervensi. Peningkatan kecepatan dan jarak berjalan menunjukkan perbaikan kapasitas fungsional. Penurunan keluhan lelah, perasaan lemah, dan dispnea (baik selama maupun setelah aktivitas) menandai tercapainya keseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen. Parameter fisiologis seperti tekanan darah yang membaik (tidak lagi menunjukkan penurunan ortostatik yang drastis), frekuensi napas dan nadi yang stabil setelah aktivitas, serta perbaikan warna kulit dari pucat menjadi lebih kemerahan, merupakan bukti objektif dari peningkatan perfusi jaringan. Luaran ini diukur secara bertahap, dengan target setelah 3x24 jam intervensi pasien menunjukkan kemajuan dalam kriteria-kriteria tersebut, yang pada akhirnya mengarah pada kemandirian dalam beraktivitas dan penurunan kecemasan.
Kode SIKI: I.08010, I.08011, I.04005, I.09005
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi intoleransi aktivitas pada Ny. R bersifat multidimensi. Pertama, Manajemen Energi (I.08010) diterapkan dengan mengajarkan pasien teknik menghemat energi, seperti duduk saat melakukan pekerjaan rumah, mengambil jeda istirahat yang cukup antaraktivitas, dan mengatur prioritas aktivitas. Perawat juga membantu mengidentifikasi aktivitas yang dapat memicu pusing. Kedua, Latihan Aktivitas (I.08011) dilakukan dengan merencanakan program aktivitas bertahap, dimulai dari rentang gerak di tempat tidur, duduk di tepi tempat tidur, berdiri dengan pegangan, hingga berjalan jarak pendek dengan pengawasan, untuk melatih respons kardiovaskuler terhadap perubahan posisi. Ketiga, Manajemen Hipotensi (I.04005) sangat krusial, meliputi edukasi untuk bangun dari tidur atau duduk secara perlahan (duduk terlebih dahulu beberapa menit sebelum berdiri), memastikan asupan cairan yang cukup, dan memantau tanda-tanda pusing. Keempat, Edukasi Kesehatan (I.09005) diberikan mengenai hubungan antara anemia, hipotensi, dan gejala yang dialami, pentingnya nutrisi kaya zat besi dan vitamin untuk memperbaiki anemia, serta pentingnya pola tidur teratur untuk pemulihan energi. Semua intervensi ini dilakukan dengan melibatkan pasien dan keluarganya, dimonitor responsnya terhadap aktivitas, dan dievaluasi secara berkala untuk menyesuaikan tingkat aktivitas yang aman.
Kondisi: Perfusi Perifer Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0009
Deskripsi Singkat: Perfusi perifer tidak efektif adalah suatu keadaan di mana aliran darah menuju ekstremitas (tangan dan kaki) berkurang, mengakibatkan penurunan nutrisi dan oksigenasi pada jaringan perifer. Pada Ny. R, meskipun data objektif menyebutkan akral hangat dan tidak ada edema, terdapat tanda utama lain yang mendukung diagnosa ini, yaitu hipotensi ortostatik yang berat (penurunan TD sistolik 40 mmHg) dan pucat pada wajah serta konjungtiva. Hipotensi yang signifikan menyebabkan tekanan darah sistemik rendah, yang dapat mengurangi kekuatan pendorong darah untuk mencapai jaringan perifer secara optimal. Anemia (Hb rendah) semakin memperparah karena kandungan oksigen dalam darah itu sendiri sudah berkurang. Kombinasi kedua faktor ini mengakibatkan gangguan dalam pengiriman oksigen ke kapiler perifer, yang dimanifestasikan secara klinis sebagai pucat. Pucat pada konjungtiva dan wajah merupakan indikator yang sensitif terhadap penurunan konsentrasi hemoglobin dan aliran darah ke jaringan kulit dan mukosa. Diagnosa ini berfokus pada konsekuensi fisiologis dari hipotensi dan anemia terhadap sirkulasi mikro, yang menjadi dasar dari gejala lemas dan intoleransi aktivitas yang lebih luas.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah "Perfusi Perifer Meningkat". Kriteria luaran ini diarahkan untuk menormalkan tanda-tanda gangguan sirkulasi perifer. Penurunan warna kulit pucat, khususnya pada area wajah, bibir, dan konjungtiva, menjadi tanda utama perbaikan perfusi dan peningkatan kadar hemoglobin. Penurunan nyeri ekstremitas (meski pada kasus ini tidak dikeluhkan, luaran ini tetap relevan sebagai pencegahan) dan kelemahan otot menandai membaiknya suplai nutrisi dan oksigen ke jaringan otot perifer. Parameter hemodinamik yang membaik adalah inti dari luaran ini: peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik ke rentang yang lebih normal dan stabil, serta perbaikan tekanan arteri rata-rata (MAP). Peningkatan MAP menunjukkan peningkatan tekanan pendorong rata-rata selama siklus jantung, yang secara langsung berkorelasi dengan peningkatan aliran darah ke organ-organ vital dan jaringan perifer. Pencapaian luaran ini akan mendukung luaran intoleransi aktivitas, karena jaringan yang terperfusi dengan baik akan mampu melakukan metabolisme dan aktivitas dengan lebih efisien.
Kode SIKI: I.04005, I.08010, I.09005
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk meningkatkan perfusi perifer pada Ny. R berfokus pada mengatasi penyebab utamanya, yaitu hipotensi dan anemia. Manajemen Hipotensi (I.04005) adalah intervensi utama, yang meliputi pemantauan ketat tekanan darah dalam berbagai posisi, mendorong asupan cairan yang adekuat untuk meningkatkan volume darah intravaskuler, dan mengajarkan manuver perubahan posisi yang lambat untuk mencegah penurunan tekanan darah mendadak yang memperburuk perfusi. Manajemen Energi (I.08010) juga berperan dengan mencegah kelelahan yang dapat memperberat hipotensi. Selain itu, Edukasi Kesehatan (I.09005) diberikan mengenai pentingnya diet kaya zat besi, vitamin B12, dan asam folat untuk menunjang produksi sel darah merah yang sehat, sehingga dapat memperbaiki anemia dan kapasitas angkut oksigen darah. Perawat juga akan memantau warna kulit, kelembaban, dan suhu ekstremitas sebagai evaluasi respons terhadap intervensi. Kerja sama dengan tim medis untuk terapi penyebab dasar (misalnya, kemungkinan suplementasi zat besi) juga merupakan bagian penting dari intervensi ini.
Kondisi: Keletihan
Kode SDKI: D.0057
Deskripsi Singkat: Keletihan adalah perasaan subjektif yang mendalam berupa kekurangan energi, kelelahan, atau kehabisan tenaga yang tidak sebanding dengan aktivitas yang baru saja dilakukan dan berdampak pada kemampuan untuk berfungsi secara normal. Pada Ny. R, keletihan berhubungan dengan gangguan fisiologis, yaitu hipotensi ortostatik dan anemia. Kondisi ini menyebabkan suplai oksigen dan nutrisi ke seluruh sel tubuh, termasuk sel otot dan saraf, menjadi tidak optimal. Tubuh berusaha berkompensasi dengan meningkatkan kerja jantung (nadi 98x/menit), namun kompensasi ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme, sehingga muncul perasaan lemas yang terus-menerus dan kurang tenaga. Keletihan ini diperberat oleh pola tidur yang tidak teratur dan nafsu makan yang menurun, yang menyebabkan cadangan energi tubuh juga berkurang. Berbeda dengan sekadar mengantuk, keletihan pada Ny. R bersifat melelahkan secara fisik dan mempengaruhi motivasinya untuk beraktivitas, yang tercermin dari kekhawatirannya bahwa kondisi ini menghambat pekerjaan rumah tangga. Keletihan merupakan pengalaman menyeluruh yang dialami pasien dan menjadi penghalang utama untuk pemulihan dan kemandirian.
Kode SLKI: L.09002
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah "Tingkat Keletihan Menurun". Kriteria luaran ini mengukur perbaikan dari aspek energi, fungsional, dan gejala terkait. Peningkatan
Article No. 23157 | 05 Dec 2025
Klinis : seorang anak usia 3 tahun dengan diagnosa epilepsi, edema ec malnutrisi, hipoalbumin, hidorsepalus, mTB, BP, dengan keluhan batuk masih, bengkak di seluruh tubuh, hasil abumin 2.60, evaluasi ppd tes positif, kejang tidak ada, kesadaran composmentis, BB: 10.88 kg
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Status dimana individu mengalami atau berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03101
Deskripsi : SLKI L.03101 berfokus pada pemantauan dan manajemen status nutrisi klien. Pada kasus anak ini, intervensi keperawatan meliputi pemantauan ketat berat badan (BB 10.88 kg untuk usia 3 tahun menunjukkan underweight), pengukuran antropometri berkala, dan observasi tanda klinis malnutrisi seperti edema (bengkak di seluruh tubuh) dan hipoalbuminemia (albumin 2.60 g/dL). Perawat akan mendokumentasikan asupan makanan dan cairan, kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan protein yang tinggi, serta memantau hasil pemeriksaan laboratorium seperti albumin. Tujuannya adalah mengidentifikasi tren penurunan atau perbaikan status nutrisi secara objektif, serta mengevaluasi respons tubuh terhadap terapi nutrisi yang diberikan, seperti pemberian makanan tinggi protein atau suplementasi khusus. Pemantauan juga mencakup pengamatan terhadap tanda-tanda komplikasi seperti refeeding syndrome mengingat kondisi malnutrisi yang berat.
Kode SIKI: I.11034
Deskripsi : SIKI I.11034 adalah intervensi pemberian nutrisi secara oral dengan modifikasi diet khusus. Pada anak dengan edema dan hipoalbuminemia akibat malnutrisi, intervensi ini diwujudkan dengan menyiapkan dan memberikan diet tinggi protein dan tinggi kalori dalam porsi kecil namun sering, sesuai toleransi. Perawat akan memodifikasi tekstur makanan (lunak/puree) untuk memudahkan konsumsi, memilih makanan yang disukai anak untuk meningkatkan nafsu makan, dan memastikan lingkungan makan yang tenang dan menyenangkan. Edukasi dan dukungan kepada keluarga tentang pentingnya diet khusus ini, cara menyiapkannya, dan strategi menghadapi anak yang mungkin sulit makan merupakan bagian krusial. Perawat juga akan memantau toleransi makanan, mengobservasi adanya mual/muntah, serta mengevaluasi penurunan edema dan peningkatan berat badan sebagai indikator keberhasilan intervensi nutrisi ini. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk formulasi diet yang tepat sangat esensial.
Kondisi:
Kode SDKI: B.3.5
Deskripsi Singkat: Status dimana individu mengalami peningkatan kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat membahayakan kesehatan atau kehidupannya.
Kode SLKI: L.07001
Deskripsi : SLKI L.07001 berfokus pada upaya meminimalkan faktor risiko cedera dan memastikan lingkungan yang aman. Pada anak dengan riwayat epilepsi (meski saat ini tidak kejang), risiko cedera utama adalah jatuh atau trauma saat kejang berulang. Perawat akan memantau faktor pemicu kejang, mengobservasi tanda aura (jika ada), dan memastikan lingkungan sekitar tempat tidur aman (pagar tempat tidur terpasang, lantai tidak licin, tidak ada benda tajam di sekitarnya). Selain itu, kondisi hidrosefalus dan malnutrisi dapat mempengaruhi keseimbangan dan perkembangan motorik, meningkatkan risiko jatuh. Perawat juga akan memantau kesadaran (compos mentis) secara berkala. Intervensi keselamatan seperti penggunaan helm protektif jika diperlukan, serta penyimpanan alat kesehatan yang aman, termasuk dalam lingkup SLKI ini. Dokumentasi frekuensi dan karakteristik kejang jika terjadi, serta respons terhadap terapi antikonvulsan, menjadi bagian penting dari pemantauan untuk mencegah cedera.
Kode SIKI: I.25001
Deskripsi : SIKI I.25001 adalah intervensi manajemen kejang secara spesifik. Perawat akan menyiapkan dan memastikan ketersediaan alat suction dan airway di dekat pasien, serta obat-obatan anti-kejang darurat sesuai pesanan. Selama kejang, perawat akan melindungi anak dari cedera dengan membaringkannya di tempat datar dan aman, melonggarkan pakaian, dan membaringkan tubuhnya dalam posisi miring (recovery position) setelah kejang berhenti. Perawat tidak akan memasukkan apa pun ke dalam mulut. Setelah kejang, perawat akan memantau tanda-tanda vital, durasi post-ictal, dan memberikan dukungan oksigen jika diperlukan. Edukasi kepada keluarga tentang langkah-langkah yang harus dilakukan di rumah jika anak kejang, cara mengenali tanda bahaya (kejang berkepanjangan, sulit bernapas), dan pentingnya kepatuhan minum obat anti-epilepsi merupakan komponen edukasi dari intervensi ini. Pemantauan efek samping obat juga dilakukan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: B.2.1
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.04005
Deskripsi : SLKI L.04005 berfokus pada pemantauan status pernapasan dan upaya mempertahankan jalan napas yang paten. Pada anak dengan keluhan "batuk masih" dan kondisi umum lemah akibat malnutrisi dan TB (evaluasi PPD tes positif), risiko retensi sekret dan gangguan bersihan jalan napas meningkat. Perawat akan memantau frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan, serta mengobservasi adanya suara napas tambahan seperti wheezing, ronchi, atau stridor. Pemantauan tanda-tanda distress pernapasan seperti napas cuping hidung, retraksi dada, dan sianosis dilakukan secara berkala. Auskultasi bunyi napas untuk menilai kebersihan jalan napas dari sekret menjadi tindakan rutin. Perawat juga memantau efektivitas batuk (apakah batuk produktif atau tidak), karakteristik sputum, serta respons terhadap terapi nebulisasi atau fisioterapi dada jika diberikan. Pemantauan saturasi oksigen (jika tersedia) adalah parameter objektif penting dalam menilai keberhasilan pemeliharaan jalan napas.
Kode SIKI: I.08002
Deskripsi : SIKI I.08002 adalah intervensi manajemen jalan napas. Pada anak dengan batuk tidak efektif, intervensi ini dapat mencakup fisioterapi dada seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage (dengan pertimbangan kondisi edema dan kelemahan umum) untuk membantu mobilisasi sekret. Posisikan anak dengan kepala agak tinggi (semi-fowler) untuk memudahkan ekspansi paru dan upaya batuk. Ajarkan dan bantu keluarga untuk melakukan teknik batuk efektif jika anak kooperatif, atau lakukan suctioning jika sekret banyak dan anak tidak mampu mengeluarkannya sendiri dengan memperhatikan teknik steril. Pastikan hidrasi adekuat (sesuai toleransi dan batasan jika ada) untuk mengencerkan sekret. Kolaborasi pemberian obat bronkodilator atau mukolitik sesuai resep, serta pemberian oksigen jika ada indikasi hipoksia. Edukasi keluarga tentang pentingnya fisioterapi napas, tanda distress pernapasan yang harus dilaporkan, dan pencegahan penularan TB juga termasuk dalam intervensi ini.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: B.1.4
Deskripsi Singkat: Status dimana individu mengalami peningkatan kerentanan terhadap invasi oleh patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: L.06101
<>Deskripsi : SLKI L.06101 berfokus pada pemantauan tanda dan gejala infeksi serta upaya pencegahan. Anak dalam kondisi ini memiliki beberapa faktor risiko infeksi yang sangat tinggi: status gizi buruk (malnutrisi, hipoalbumin) yang melemahkan sistem imun secara sistemik, penyakit infeksi aktif (Tuberculosis/TB berdasarkan PPD positif), dan adanya edema generalisata yang dapat menjadi media pertumbuhan kuman dan berisiko rusaknya integritas kulit. Perawat akan memantau tanda-tanda sistemik infeksi seperti suhu tubuh, denyut nadi, dan leukositosis. Observasi lokal pada kulit yang edema (kemerahan, hangat, lecet) dan tanda-tanda infeksi saluran napas (perubahan sputum) dilakukan rutin. Pemantauan respons terhadap terapi anti-TB (OAT) juga penting untuk menilai kesembuhan infeksi primer. Selain itu, perawat memantau kepatuhan terhadap terapi antibiotik jika diberikan untuk infeksi lain, serta memastikan isolasi yang tepat untuk mencegah penularan TB ke pasien lain atau keluarga, sesuai protokol pencegahan infeksi.
Kode SIKI: I.18001
Deskripsi : SIKI I.18001 adalah intervensi pengendalian infeksi. Tindakan utama meliputi penerapan kewaspadaan standar dan kewaspadaan droplet untuk TB, seperti penggunaan masker pada pasien saat batuk, penggunaan APD (masker N95) oleh perawat dan pengunjung, serta penempatan ruangan yang memadai. Perawat akan melakukan perawatan kulit yang ekstra hati-hati pada area edema untuk mencegah luka dan infeksi, seperti perubahan posisi berkala dan penggunaan alas tidur yang lembut. Mendorong dan memfasilitasi asupan nutrisi yang adekuat merupakan upaya mendasar untuk meningkatkan sistem imun. Edukasi kepada keluarga tentang pentingnya mencuci tangan, teknik batuk/bersin yang aman, membatasi pengunjung, dan menyelesaikan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280