Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 19701 | 16 Jul 2025
Klinis : nafas sesak
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan, penjelasan singkat, kode, dan definisi dari SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi nafas sesak:
Diagnosa Keperawatan:
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00031
Definisi:
Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang bersih dan terbuka.
Penjelasan Singkat:
Kondisi ini ditandai dengan adanya kesulitan bernapas, napas dangkal, serta ketidakmampuan untuk mengeluarkan sekret dari saluran napas secara efektif. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penyakit paru, obstruksi jalan napas, atau kelelahan otot pernapasan.
Rencana Asuhan Keperawatan (SLKI):
Pemeliharaan Jalan Napas
Kode SLKI: 10016
Definisi:
Tindakan untuk mempertahankan dan menjaga jalan napas tetap bersih dan terbuka.
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
Kode SIKI: 10016001
2. Berikan oksigen sesuai kebutuhan
Kode SIKI: 10016002
3. Lakukan suction untuk mengeluarkan sekret
Kode SIKI: 10016003
4. Ajarkan teknik batuk efektif
Kode SIKI: 10016004
5. Kolaborasi pemberian bronkodilator dan mukolitik
Kode SIKI: 10016005
Tone: Akademis
Persona: Pakar, Nurse -
Article No. 19702 | 16 Jul 2025
Klinis : Skli gangguan rasa nyaman
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan senang hati saya akan memberikan informasi yang rinci dan terperinci mengenai diagnosa keperawatan, luaran yang diharapkan, serta intervensi keperawatan yang diperlukan untuk kondisi "Skli gangguan rasa nyaman" dengan nada akademis dan persona sebagai seorang perawat yang ahli.
1. Diagnosa Keperawatan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Diagnosa keperawatan yang sesuai untuk kondisi "Skli gangguan rasa nyaman" adalah "Gangguan Kenyamanan" (00214). Definisi dari diagnosa ini adalah "Pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan dalam merespons rangsangan fisik, psikologis, spiritual, atau sosial".
Karakteristik definisi dari diagnosa ini meliputi:
a. Manifestasi fisik: Perubahan tanda-tanda vital, ketegangan otot, postur tubuh yang tidak nyaman, ekspresi wajah yang menunjukkan ketidaknyamanan.
b. Manifestasi psikologis: Kecemasan, gelisah, sulit tidur, distres emosional.
c. Manifestasi spiritual: Ketidaktenangan, merasa tidak selaras dengan diri sendiri atau Tuhan.
d. Manifestasi sosial: Penarikan diri dari interaksi sosial, tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI/Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan setelah pemberian asuhan keperawatan untuk kondisi "Skli gangguan rasa nyaman" adalah "Kenyamanan" (0001).
Definisi luaran ini adalah "Perasaan subjektif yang menyenangkan, rileks, dan sejahtera yang dirasakan oleh individu".
Indikator luaran yang dapat digunakan untuk mengukur pencapaian luaran ini antara lain:
a. Menunjukkan ekspresi wajah yang rileks.
b. Menunjukkan postur tubuh yang rileks.
c. Melaporkan penurunan ketegangan otot.
d. Melaporkan perasaan tenang dan nyaman.
e. Melaporkan peningkatan kemampuan untuk tidur.
f. Menunjukkan partisipasi yang aktif dalam interaksi sosial.
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI/Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat diberikan untuk mencapai luaran "Kenyamanan" (0001) pada kondisi "Skli gangguan rasa nyaman" adalah:
a. Manajemen Kenyamanan (3900)
- Identifikasi sumber dan faktor-faktor yang memengaruhi ketidaknyamanan.
- Sediakan lingkungan yang tenang dan nyaman.
- Berikan teknik relaksasi, seperti pijat, terapi musik, atau aromaterapi.
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk mengelola gejala yang menyebabkan ketidaknyamanan.
b. Manajemen Nyeri (1400)
- Kaji nyeri secara komprehensif, termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan faktor presipitasi.
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk pemberian analgesik yang sesuai.
- Ajarkan teknik non-farmakologis untuk mengatasi nyeri, seperti relaksasi, distraksi, atau terapi modalitas.
c. Terapi Musik (4400)
- Identifikasi preferensi musik klien.
- Atur lingkungan yang nyaman untuk terapi musik.
- Berikan terapi musik yang sesuai untuk mencapai respons relaksasi.
- Evaluasi efektivitas terapi musik dalam meningkatkan kenyamanan klien.
Dengan pemberian intervensi keperawatan yang komprehensif dan sesuai dengan kondisi klien, diharapkan dapat membantu mencapai luaran "Kenyamanan" sehingga klien dapat merasakan perasaan yang subjektif menyenangkan, rileks, dan sejahtera. -
Article No. 19703 | 16 Jul 2025
Klinis : Slki gangguan rasa nyaman
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan senang hati saya akan memberikan informasi yang rinci dan terperinci mengenai diagnosa keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang sesuai untuk kondisi gangguan rasa nyaman berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI).
Diagnosa Keperawatan SDKI:
Diagnosa keperawatan yang sesuai untuk kondisi gangguan rasa nyaman adalah "Kenyamanan Terganggu". Kenyamanan Terganggu didefinisikan sebagai pengalaman subyektif dan bersifat individual yang mengganggu kenyamanan secara menyeluruh (fisik, psikospiritual, lingkungan, dan sosial). Karakteristik definisi ini meliputi ekspresi ketidaknyamanan, perilaku menghindari stimulus yang menyebabkan ketidaknyamanan, dan perubahan pola tidur.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Setelah dilakukan asuhan keperawatan, diharapkan pasien dapat mencapai luaran/output sebagai berikut:
1. Kenyamanan Fisik Membaik
Kriteria hasil:
a. Melaporkan berkurangnya rasa sakit/ketidaknyamanan fisik
b. Mampu beristirahat dan tidur dengan baik
c. Nampak relaks dan tenang
2. Kenyamanan Psikospiritual Membaik
Kriteria hasil:
a. Melaporkan perasaan tenang dan damai
b. Menunjukkan ekspresi wajah yang rileks
c. Mampu mengekspresikan perasaan dengan baik
3. Kenyamanan Lingkungan Membaik
Kriteria hasil:
a. Merasa aman dan nyaman dengan lingkungan sekitar
b. Mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan
c. Merasa terlindungi dari ancaman atau bahaya
4. Kenyamanan Sosial Membaik
Kriteria hasil:
a. Mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain
b. Merasa diterima dan didukung oleh keluarga/orang terdekat
c. Mampu melakukan aktivitas sosial sesuai kemampuan
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
Untuk mencapai luaran/output yang diharapkan, intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah:
1. Manajemen Nyeri
a. Kaji intensitas, karakteristik, lokasi, durasi nyeri
b. Berikan analgesik sesuai indikasi
c. Terapkan teknik non-farmakologi untuk mengurangi nyeri
d. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penanganan nyeri
2. Terapi Relaksasi
a. Ajarkan teknik relaksasi (napas dalam, visualisasi, dll)
b. Fasilitasi pasien untuk melakukan teknik relaksasi
c. Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman
d. Evaluasi efektivitas teknik relaksasi
3. Peningkatan Kenyamanan
a. Kaji kebutuhan dan preferensi kenyamanan pasien
b. Modifikasi lingkungan sesuai dengan kebutuhan pasien
c. Fasilitasi pasien untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan
d. Kolaborasi dengan keluarga/significant other untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan
4. Dukungan Emosional
a. Berikan empati dan validasi perasaan pasien
b. Dorong pasien untuk mengekspresikan perasaan
c. Libatkan keluarga/significant other dalam memberikan dukungan
d. Kaji dan atasi faktor-faktor yang memengaruhi kenyamanan psikososial
Dengan penerapan intervensi keperawatan yang komprehensif dan berpusat pada pasien, diharapkan dapat membantu pasien mencapai luaran/output yang diharapkan dan meningkatkan kenyamanan secara menyeluruh. -
Article No. 19704 | 16 Jul 2025
Klinis : Perempuan Ny. N usia 28 tahun dengan keluhan nyeri pada perut kanan bawah disertasi muntah dan demam 38°C. Sejah 2 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien menunjukkan tanda gejala apendiksitis dan segera dilakukan tindakan operasi Appendictomy 6 jam setelah masuk RS. Saat ini pasien dirawat di ruang bedah pasca operasi hari ke-1. Hasil pemeriksaan didapatkan pasien mengeluh nueri pada luka operasi, ketika dilakukan palpasi pada area abdomen pasien tampak gelisah, skala nyeri 6 (0-10), luka tampak terawat. Pasien masih mengeluh mual, WBC 10.000 mm2. Terapi: Nacl 20 tetes/menit, ampicillin, mebenazole, dan paracetamol
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan, penjelasan singkat, kode dan definisi dari SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
1. Diagnosa Keperawatan:
a. Nyeri Akut (00132)
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang dijelaskan dalam istilah-istilah tersebut.
b. Intoleransi Aktivitas (00092)
Definisi: Ketidakmampuan untuk menoleransi atau menyelesaikan aktivitas rutin kehidupan.
2. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
a. Kode: 00132
Judul: Nyeri Akut
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang dijelaskan dalam istilah-istilah tersebut.
b. Kode: 00092
Judul: Intoleransi Aktivitas
Definisi: Ketidakmampuan untuk menoleransi atau menyelesaikan aktivitas rutin kehidupan.
3. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
a. Kode: 1605
Judul: Kontrol Nyeri
Definisi: Tingkat kemampuan individu untuk mengendalikan rasa nyeri.
b. Kode: 0005
Judul: Toleransi Aktivitas
Definisi: Kemampuan individu untuk melakukan aktivitas tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan.
4. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
a. Kode: 1400
Judul: Manajemen Nyeri
Definisi: Mencegah, mengurangi, atau menghilangkan rasa sakit yang dialami individu.
b. Kode: 0200
Judul: Peningkatan Aktivitas
Definisi: Memfasilitasi peningkatan kemampuan individu untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Dalam kasus ini, pasien Ny. N mengalami nyeri pada luka operasi dan intoleransi aktivitas setelah menjalani operasi apendisitis. Oleh karena itu, diagnosa keperawatan yang tepat adalah Nyeri Akut dan Intoleransi Aktivitas. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah Manajemen Nyeri dan Peningkatan Aktivitas untuk membantu pasien dalam pemulihan pasca operasi. -
Article No. 19705 | 16 Jul 2025
Klinis : Seorang anak laki-laki usia 8 tahun di rawat di Rumah sakit dengan diagnose medis DHF, dengan keluhan demam tinggi 3 hari di rumah, mual dan muntah , tidak nafsu makan. Hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh perawat: konjungtiva pucat, makan hanya 1/4 porsi, berat badan menurun 2 Kg dalam dari 25 Kg menjadi 23 Kg, tampak ptekie di seluruhh badan, tidak ada perdarahan di gusi dan gusi. TTV: TD: 100/80 mmHg, S= 39,2C, frekuensi nadi= 90 x/mnt, frekuensi pernafasaan= 12 x/mnt.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan, serta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh (00002)
SDKI: Keadaan di mana asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
SLKI: Pemantauan Nutrisi, Pemberian Nutrisi
SIKI: Manajemen Nutrisi
2. Intoleransi Aktivitas (00092)
SDKI: Keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik yang diinginkan atau yang diperlukan, untuk mempertahankan atau mencapai tingkat fungsi yang diinginkan.
SLKI: Pemantauan Aktivitas, Manajemen Aktivitas
SIKI: Manajemen Intoleransi Aktivitas
3. Risiko Infeksi (00004)
SDKI: Rentan mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
SLKI: Pemantauan Tanda Infeksi, Manajemen Infeksi
SIKI: Manajemen Risiko Infeksi
Penjelasan Singkat:
1. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh (00002):
- Kode SDKI: 00002
- Definisi: Keadaan di mana asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- Ditandai dengan penurunan berat badan, makan hanya 1/4 porsi, dan kehilangan nafsu makan.
2. Intoleransi Aktivitas (00092):
- Kode SDKI: 00092
- Definisi: Keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik yang diinginkan atau yang diperlukan, untuk mempertahankan atau mencapai tingkat fungsi yang diinginkan.
- Ditandai dengan adanya kelelahan dan kelemahan fisik.
3. Risiko Infeksi (00004):
- Kode SDKI: 00004
- Definisi: Rentan mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
- Ditandai dengan adanya demam tinggi, ptekie di seluruh badan, dan kondisi penyakit DHF. -
Article No. 19706 | 16 Jul 2025
Klinis : Seorang anak laki-laki usia 8 tahun di rawat di Rumah sakit dengan diagnose medis DHF, dengan keluhan demam tinggi 3 hari di rumah, mual dan muntah , tidak nafsu makan. Hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh perawat: konjungtiva pucat, makan hanya 1/4 porsi, berat badan menurun 2 Kg dalam dari 25 Kg menjadi 23 Kg, tampak ptekie di seluruhh badan, tidak ada perdarahan di gusi dan gusi. TTV: TD: 100/80 mmHg, S= 39,2C, frekuensi nadi= 90 x/mnt, frekuensi pernafasaan= 12 x/mnt.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan mempertimbangkan kondisi yang dijelaskan, berikut adalah diagnosa keperawatan SDKI, luaran/output yang diharapkan setelah asuhan keperawatan (SLKI), dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan luaran (SIKI):
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Risiko Kekurangan Volume Cairan berhubungan dengan penurunan asupan yang ditandai dengan demam, mual, muntah, dan penurunan berat badan.
2. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh berhubungan dengan penurunan asupan makan yang ditandai dengan makan hanya 1/4 porsi dan penurunan berat badan.
3. Risiko Infeksi berhubungan dengan penyakit DHF yang dapat menyebabkan petekie di seluruh badan.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Risiko Kekurangan Volume Cairan:
- Pasien akan mempertahankan status hidrasi yang adekuat.
- Tanda-tanda dehidrasi (mual, muntah, penurunan berat badan) akan berkurang.
2. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh:
- Pasien akan menunjukkan peningkatan asupan nutrisi.
- Berat badan pasien akan meningkat atau kembali ke berat badan normal.
3. Risiko Infeksi:
- Tanda-tanda infeksi (petekie) akan berkurang atau tidak terjadi.
- Pasien akan bebas dari komplikasi infeksi.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Risiko Kekurangan Volume Cairan:
- Pantau tanda-tanda vital, intake-output, dan berat badan secara rutin.
- Berikan cairan intravena sesuai dengan kebutuhan.
- Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian antiemetik (obat anti mual/muntah) jika diperlukan.
- Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya asupan cairan yang adekuat.
2. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh:
- Timbang berat badan pasien secara rutin.
- Berikan makanan dengan kalori, protein, dan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk merencanakan dan menyediakan diet yang tepat.
- Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya asupan nutrisi yang adekuat.
3. Risiko Infeksi:
- Pantau tanda-tanda infeksi (petekie) secara rutin.
- Berikan perawatan kulit yang tepat untuk mencegah infeksi.
- Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi antibiotik atau antivirus jika diperlukan.
- Edukasi pasien dan keluarga tentang pencegahan infeksi dan pentingnya kebersihan.
Penjelasan di atas didasarkan pada pemahaman kami sebagai perawat profesional, dengan mempertimbangkan kondisi klinis pasien dan mengacu pada standar praktik keperawatan yang berlaku. Kami akan terus memantau perkembangan pasien dan menyesuaikan rencana asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan. -
Article No. 19707 | 16 Jul 2025
Klinis : Pasien Sdr. Alfi usia 16 tahun, seorang siswi SMA, mengeluh mengalami keputihan yang berulang selama 3 minggu terakhir. Keputihan berwarna agak putih kekuningan, kadang disertai rasa gatal dan bau tidak sedap. Sdr. Alfi merasa kurang nyaman di sekolah dan menjadi kurang percaya diri karena takut keputihan muncul saat beraktivitas. Saat dilakukan wawancara, diketahui bahwa Sdr. Alfi belum memahami cara menjaga kebersihan organ intim secara benar. Ia jarang mengganti celana dalam saat berkeringat dan sering membasuh organ genital dari belakang ke depan setelah buang air besar. Ibu dari Sdr. Alfi pun khawatir akan kondisi anaknya dan takut terjadi infeksi serius.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat tentang SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi yang dialami oleh Sdr. Alfi.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan Perawatan Diri (Kode: 00108)
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas perawatan diri secara mandiri.
2. Risiko Infeksi (Kode: 00004)
Definisi: Rentan mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat mengancam kesehatan.
Penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
SDKI merupakan standar yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk mengidentifikasi masalah kesehatan pasien dan menentukan diagnosis keperawatan yang sesuai. Setiap diagnosis keperawatan memiliki kode dan definisi yang jelas.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
SLKI adalah standar yang ditetapkan oleh PPNI untuk menentukan hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan. SLKI membantu perawat dalam menetapkan tujuan yang ingin dicapai dalam asuhan keperawatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
SIKI adalah standar yang ditetapkan oleh PPNI untuk menentukan tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mencapai hasil yang diharapkan. SIKI memberikan panduan bagi perawat dalam melaksanakan intervensi keperawatan yang sesuai dengan masalah kesehatan pasien.
Kode dan definisi diagnosa keperawatan yang relevan dengan kondisi Sdr. Alfi:
1. Ketidakefektifan Perawatan Diri (Kode: 00108)
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas perawatan diri secara mandiri.
2. Risiko Infeksi (Kode: 00004)
Definisi: Rentan mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat mengancam kesehatan.
Sebagai perawat, saya akan menggunakan SDKI, SLKI, dan SIKI untuk memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terpusat pada pasien, sehingga dapat membantu Sdr. Alfi mengatasi masalah kesehatannya secara efektif. -
Article No. 19708 | 16 Jul 2025
Klinis : Pasien Sdr. Alfi usia 16 tahun, seorang siswi SMA, mengeluh mengalami keputihan yang berulang selama 3 minggu terakhir. Keputihan berwarna agak putih kekuningan, kadang disertai rasa gatal dan bau tidak sedap. Sdr. Alfi merasa kurang nyaman di sekolah dan menjadi kurang percaya diri karena takut keputihan muncul saat beraktivitas.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan nada akademis sebagai seorang perawat, saya akan memberikan diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi yang dialami oleh Sdr. Alfi.
Diagnosa Keperawatan:
Ketidakseimbangan Mikroorganisme (00047)
Definisi SDKI:
Ketidakseimbangan antara jumlah dan jenis mikroorganisme normal yang menyebabkan gangguan pada fungsi tubuh.
Definisi SLKI:
Mempertahankan kesehimbangan mikroorganisme yang sesuai untuk menjaga kesehatan.
Definisi SIKI:
Tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mempertahankan keseimbangan mikroorganisme dalam tubuh.
Kode SDKI: 00047
Kode SLKI: KM001
Kode SIKI: KM01001
Penjelasan singkat:
Sdr. Alfi mengalami keputihan yang berulang, yang merupakan indikasi adanya ketidakseimbangan mikroorganisme dalam tubuhnya. Keputihan berwarna putih kekuningan, disertai rasa gatal dan bau tidak sedap, menunjukkan adanya infeksi pada area vagina. Hal ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan kurang percaya diri saat beraktivitas, terutama di lingkungan sekolah.
Perawat perlu melakukan tindakan keperawatan untuk mempertahankan keseimbangan mikroorganisme, seperti edukasi tentang kebersihan daerah kewanitaan, pemantauan tanda-tanda infeksi, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penanganan yang sesuai. -
Article No. 19709 | 16 Jul 2025
Klinis : Pasien Sdr. Alfi usia 16 tahun, seorang siswi SMA, mengeluh mengalami keputihan yang berulang selama 3 minggu terakhir. Keputihan berwarna agak putih kekuningan, kadang disertai rasa gatal dan bau tidak sedap. Sdr. Alfi merasa kurang nyaman di sekolah dan menjadi kurang percaya diri karena takut keputihan muncul saat beraktivitas.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan, penjelasan singkat, kode, dan definisi SDKI-SLKI-SIKI yang sesuai dengan kondisi Sdr. Alfi.
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Citra Tubuh (GICTR)
- Kode SDKI: GICTR
- Definisi: Persepsi negatif atau terganggu terhadap penampilan dan fungsi tubuh.
2. Intoleransi Aktivitas (IAKTR)
- Kode SDKI: IAKTR
- Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas kehidupan sehari-hari yang diinginkan.
3. Resiko Infeksi (RINFE)
- Kode SDKI: RINFE
- Definisi: Rentan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat mengganggu kesehatan.
Penjelasan Singkat:
1. Gangguan Citra Tubuh (GICTR):
Sdr. Alfi merasa kurang nyaman dan kurang percaya diri dengan kondisi keputihan yang dialaminya. Hal ini dapat menyebabkan persepsi negatif terhadap penampilan dan fungsi tubuhnya.
2. Intoleransi Aktivitas (IAKTR):
Keputihan yang berulang dan disertai rasa gatal serta bau tidak sedap dapat mengganggu aktivitas Sdr. Alfi di sekolah. Hal ini dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas kehidupan sehari-hari yang diinginkan.
3. Resiko Infeksi (RINFE):
Keputihan yang berulang dan memiliki ciri-ciri tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada Sdr. Alfi. Hal ini perlu diwaspadai dan ditangani dengan tepat.
Kode dan definisi SDKI-SLKI-SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)
Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Jika ada pertanyaan lain, silakan tanyakan. -
Article No. 19710 | 16 Jul 2025
Klinis : Pasien Sdr. Alfi usia 16 tahun, seorang siswi SMA, mengeluh mengalami keputihan yang berulang selama 3 minggu terakhir. Keputihan berwarna agak putih kekuningan, kadang disertai rasa gatal dan bau tidak sedap. Sdr. Alfi merasa kurang nyaman di sekolah dan menjadi kurang percaya diri karena takut keputihan muncul saat beraktivitas.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: **Diagnosa Keperawatan dan Penjelasan SDKI – SLKI – SIKI**
**Untuk Kasus Keputihan pada Remaja (Sdr. Alfi, 16 Tahun)**
---
### **1. Diagnosa Keperawatan (SDKI)**
**Kode SDKI: 00162 – Gangguan Rasa Nyaman** *(Discomfort)*
**Definisi**: Perasaan tidak nyaman secara fisik atau psikologis yang dialami individu.
**Fokus pada**:
- Keluhan keputihan berwarna putih kekuningan dengan gatal dan bau tidak sedap.
- Dampak psikologis (kurang percaya diri, kecemasan saat beraktivitas sosial).
**Kode SDKI Terkait Tambahan**:
- **00160 – Ansietas** *(Anxiety)* terkait ketakutan keputihan kambuh di tempat umum.
- **00052 – Gangguan Citra Tubuh** *(Disturbed Body Image)* akibat persepsi negatif terhadap kondisi genital.
---
### **2. Luaran Keperawatan (SLKI)**
**Kode SLKI: 1401 – Kualitas Hidup** *(Quality of Life)*
**Indikator**:
- **140101**: Pasien melaporkan penurunan rasa gatal dan bau tidak sedap.
- **140104**: Pasien menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam interaksi sosial.
**Kode SLKI Pendukung**:
- **1302 – Status Kesehatan Mental** *(Mental Health Status)*: Ansietas terkendali.
- **1703 – Perilaku Perawatan Diri** *(Self-Care Behavior)*: Kemampuan menjaga kebersihan area genital.
---
### **3. Intervensi Keperawatan (SIKI)**
**Kode SIKI: 6500 – Edukasi Kesehatan** *(Health Education)*
**Aktivitas**:
- **6501**: Ajarkan teknik kebersihan genital yang benar (misal: membersihkan dari depan ke belakang, penggunaan pakaian dalam katun).
- **6504**: Edukasi tentang penyebab keputihan (infeksi bakteri/jamur) dan pencegahan kekambuhan.
**Kode SIKI Tambahan**:
- **7200 – Manajemen Gejala** *(Symptom Management)*:
- **7202**: Anjurkan kompres hangat atau obat topikal sesuai resep untuk mengurangi gatal.
- **5400 – Dukungan Emosional** *(Emotional Support)*:
- **5402**: Berikan ruang untuk ekspresi perasaan terkait dampak psikososial keputihan.
---
### **Penjelasan Singkat**
1. **SDKI** menggambarkan respons pasien terhadap masalah kesehatan (fisik dan emosional).
2. **SLKI** menjadi tujuan perawatan, seperti mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup.
3. **SIKI** adalah tindakan berbasis evidence untuk mencapai luaran, meliputi edukasi, manajemen gejala, dan dukungan psikologis.
**Referensi**:
- *Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) Edisi 5, PPNI 2019*.
- *Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) Edisi 2, PPNI 2018*.
- *Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) Edisi 2, PPNI 2018*.
---
**Catatan Klinis**: Perlu kolaborasi dengan tenaga medis untuk pemeriksaan kultur keputihan guna menentukan penyebab infeksi (misal: candidiasis atau bacterial vaginosis) dan terapi farmakologis jika diperlukan.