Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 20058 | 25 Jul 2025
Klinis : Pasien di diagnosa medis bronkieksitasis non cystic fibrosis, TB paru loss to follow uo, pneumonia, asna eksaserbasi akut. Pasien mengalami nyeri dada rasanya seperti ditusuk saat bernapas dan batuk. Pasien mengeluhkan sering terbangun dari tidur karena batuk
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan informasi yang diberikan, berikut adalah Diagnosis Keperawatan, penjelasan singkat, serta kode dan definisi dari SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi pasien tersebut:
Diagnosis Keperawatan:
1. Pola Napas Tidak Efektif (00032)
2. Nyeri Akut (00132)
3. Kelelahan (00093)
Penjelasan Singkat:
1. Pola Napas Tidak Efektif (00032)
- Definisi: Ketidakmampuan untuk mempertahankan pola pernapasan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan oksigen.
- Kode SDKI: 10014
- Kode SLKI: 10001
- Kode SIKI: 10016
2. Nyeri Akut (00132)
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang dijelaskan dalam istilah tersebut (International Association for the Study of Pain).
- Kode SDKI: 10027
- Kode SLKI: 10014
- Kode SIKI: 10038
3. Kelelahan (00093)
- Definisi: Sensasi nyata dan berkelanjutan dari ketidakmampuan untuk memulai dan menyelesaikan aktivitas.
- Kode SDKI: 10008
- Kode SLKI: 10004
- Kode SIKI: 10010
Penjelasan singkat:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) adalah standar diagnosis keperawatan yang dikembangkan oleh PPNI.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah standar luaran keperawatan yang dikembangkan oleh PPNI.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah standar intervensi keperawatan yang dikembangkan oleh PPNI.
Setiap diagnosis keperawatan, luaran, dan intervensi memiliki kode unik yang memudahkan penggunaannya. -
Article No. 20059 | 25 Jul 2025
Klinis : Pasien di diagnosa medis bronkieksitasis non cystic fibrosis, TB paru loss to follow uo, pneumonia, asna eksaserbasi akut. Pasien mengalami nyeri dada saat bernapas dan batuk. Pasien mengeluhkan sering terbangun dari tidur karena batuk
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang relevan untuk kondisi pasien berdasarkan diagnosis medis dan keluhan yang disebutkan:
### **1. Diagnosa Keperawatan:** **Nyeri Akut (SDKI Code: 00132)**
**Penjelasan:**
Pasien mengeluh nyeri dada saat bernapas dan batuk, yang mengindikasikan nyeri akut terkait inflamasi dan iritasi saluran pernapasan akibat bronkiektasis, pneumonia, dan asma eksaserbasi akut.
**SLKI (Luaran Keperawatan):**
- **Kode 2101 (Nyeri Terkontrol):**
- Skala nyeri menurun (?3 dari skala 0-10).
- Pasien mampu bernapas dengan nyaman.
**SIKI (Intervensi Keperawatan):**
- **Kode 5614 (Manajemen Nyeri):**
- Ajarkan teknik relaksasi napas dalam.
- Berikan analgesik sesuai resep (jika diperlukan).
- Posisikan pasien untuk mengurangi nyeri (misalnya, semi-Fowler).
---
### **2. Diagnosa Keperawatan:** **Gangguan Pola Tidur (SDKI Code: 00095)**
**Penjelasan:**
Pasien sering terbangun karena batuk, mengganggu kualitas tidur dan pemulihan.
**SLKI (Luaran Keperawatan):**
- **Kode 0803 (Kualitas Tidur Meningkat):**
- Pasien dapat tidur minimal 6 jam tanpa gangguan batuk.
**SIKI (Intervensi Keperawatan):**
- **Kode 6520 (Manajemen Lingkungan Tidur):**
- Atur posisi kepala lebih tinggi untuk mengurangi batuk malam hari.
- Berikan edukasi tentang teknik batuk efektif sebelum tidur.
---
### **3. Diagnosa Keperawatan:** **Gangguan Pertukaran Gas (SDKI Code: 00030)**
**Penjelasan:**
Bronkiektasis, pneumonia, dan asma eksaserbasi mengganggu oksigenasi, menyebabkan hipoksemia dan peningkatan kerja pernapasan.
**SLKI (Luaran Keperawatan):**
- **Kode 0401 (Fungsi Pernapasan Membaik):**
- Saturasi O? ?95%, frekuensi napas 12-20x/menit.
**SIKI (Intervensi Keperawatan):**
- **Kode 3310 (Terapi Oksigen):**
- Berikan oksigen sesuai kebutuhan.
- **Kode 3230 (Fisioterapi Dada):**
- Latihan napas dalam dan batuk efektif.
---
### **4. Diagnosa Keperawatan:** **Risiko Infeksi (SDKI Code: 00004)**
**Penjelasan:**
Riwayat TB loss to follow-up dan bronkiektasis meningkatkan risiko infeksi sekunder.
**SLKI (Luaran Keperawatan):**
- **Kode 1102 (Risiko Infeksi Terkendali):**
- Tidak ada tanda infeksi baru (demam, leukositosis).
**SIKI (Intervensi Keperawatan):**
- **Kode 6540 (Pencegahan Infeksi):**
- Edukasi kebersihan tangan dan penggunaan masker.
- Pantau tanda vital dan laboratorium terkait infeksi.
---
### **5. Diagnosa Keperawatan:** **Ansietas (SDKI Code: 00146)**
**Penjelasan:**
Kondisi kronis dan gejala yang mengganggu dapat memicu kecemasan.
**SLKI (Luaran Keperawatan):**
- **Kode 1301 (Ansietas Terkontrol):**
- Pasien melaporkan penurunan kecemasan.
**SIKI (Intervensi Keperawatan):**
- **Kode 5820 (Dukungan Emosional):**
- Berikan informasi jelas tentang kondisi dan terapi.
---
**Catatan:**
- **SDKI, SLKI, dan SIKI** mengacu pada standar PPNI (2023).
- Intervensi disesuaikan dengan kondisi spesifik pasien dan kolaborasi dengan tim medis.
Semoga membantu. -
Article No. 20060 | 25 Jul 2025
Klinis : Suhu 38 derajat
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat, saya akan memberikan penjelasan rinci mengenai diagnosis keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang sesuai untuk kondisi suhu 38 derajat Celsius.
Diagnosis Keperawatan SDKI:
Diagnosis keperawatan yang sesuai untuk kondisi suhu 38 derajat Celsius adalah Hipertermia (00007). Hipertermia didefinisikan sebagai kenaikan suhu tubuh di atas rentang normal, yang disebabkan oleh gangguan mekanisme pengaturan suhu tubuh. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi, dehidrasi, paparan panas yang berlebihan, atau kondisi medis lainnya.
Luaran/Output yang Diharapkan SLKI:
Setelah dilakukan asuhan keperawatan, luaran atau output yang diharapkan adalah:
1. Suhu tubuh kembali normal (00008): Pasien menunjukkan suhu tubuh dalam rentang normal (36,5-37,5 derajat Celsius).
2. Pengendalian demam (00472): Pasien menunjukkan penurunan suhu tubuh, tanda-tanda vital stabil, dan tidak ada komplikasi yang terkait dengan demam.
3. Termoregulasi (00008): Pasien menunjukkan kemampuan untuk mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal melalui mekanisme thermoregulasi yang efektif.
Intervensi Keperawatan SIKI:
Untuk mencapai luaran yang diharapkan, berikut adalah intervensi keperawatan yang diperlukan:
1. Manajemen Hipertermia (4640):
a. Monitoring suhu tubuh secara berkala, setidaknya setiap 4 jam.
b. Memberikan kompres dingin atau menggunakan kipas angin untuk menurunkan suhu tubuh.
c. Menjaga hidrasi pasien dengan memberikan cairan oral atau intravena, jika diperlukan.
d. Mengidentifikasi dan mengatasi penyebab hipertermia, seperti infeksi atau dehidrasi.
e. Memantau tanda-tanda vital lainnya, seperti denyut nadi, pernapasan, dan tekanan darah.
2. Manajemen Demam (4612):
a. Memberikan obat antipiretik sesuai dengan resep dokter.
b. Memantau respons pasien terhadap pemberian antipiretik.
c. Mengevaluasi efektivitas intervensi dalam menurunkan suhu tubuh.
d. Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pengelolaan demam.
3. Termoregulasi (4620):
a. Memantau suhu tubuh dan tanda-tanda vital secara berkala.
b. Mengatur lingkungan untuk mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal.
c. Memberikan intervensi yang sesuai untuk meningkatkan atau menurunkan suhu tubuh, jika diperlukan.
d. Mengevaluasi efektivitas intervensi dalam mempertahankan suhu tubuh.
Dengan melaksanakan intervensi keperawatan yang komprehensif dan terfokus pada pengelolaan hipertermia, diharapkan pasien dapat mencapai luaran yang diharapkan, yaitu suhu tubuh kembali normal, pengendalian demam yang efektif, dan termoregulasi yang baik. -
Article No. 20061 | 25 Jul 2025
Klinis : Pasien mengeluh pusing, mual, tidak enak badan, perut terasa penuh, dan sudah 2 kali buang air besar (BAB) encer
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
Diagnosa Keperawatan yang paling sesuai dengan kondisi pasien yang mengeluh pusing, mual, tidak enak badan, perut terasa penuh, dan sudah 2 kali buang air besar (BAB) encer adalah "Diare".
Diare didefinisikan sebagai perubahan konsistensi dan frekuensi BAB menjadi lebih encer dari biasanya, yaitu lebih dari 3 kali sehari. Gejala-gejala yang dialami pasien, seperti pusing, mual, tidak enak badan, dan perut terasa penuh, merupakan manifestasi klinis dari diare.
Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI):
Setelah diberikan Asuhan Keperawatan, diharapkan pasien dapat mencapai luaran/output sebagai berikut:
1. Keseimbangan Cairan: Pasien dapat mempertahankan status hidrasi yang adekuat, ditandai dengan:
a. Vital signs dalam batas normal
b. Tidak ada tanda-tanda dehidrasi
c. Intake dan output cairan seimbang
2. Pengendalian Diare: Pasien dapat mengendalikan episode diare, ditandai dengan:
a. Frekuensi BAB menurun menjadi kurang dari 3 kali sehari
b. Konsistensi feses kembali normal
c. Tidak ada keluhan perut terasa penuh atau mual-muntah
3. Pemahaman Manajemen Diare: Pasien dan/atau keluarga dapat mendemonstrasikan manajemen diare yang efektif, seperti:
a. Mengetahui penyebab dan faktor risiko diare
b. Dapat melakukan perawatan higienis dan diet yang tepat
c. Dapat mengidentifikasi tanda-tanda komplikasi dan kapan harus mencari bantuan kesehatan
Intervensi Keperawatan (SIKI):
Untuk mencapai luaran/output yang diharapkan, intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah:
1. Manajemen Cairan
a. Kaji status hidrasi pasien (tanda-tanda dehidrasi, turgor kulit, mukosa oral, dll.)
b. Pantau intake dan output cairan secara ketat
c. Berikan cairan oral atau parenteral sesuai kebutuhan untuk mempertahankan keseimbangan cairan
d. Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya rehidrasi oral
2. Manajemen Diare
a. Kaji frekuensi, konsistensi, dan karakteristik feses pasien
b. Identifikasi faktor penyebab diare (makanan, obat-obatan, infeksi, dll.)
c. Berikan diet yang tepat dan sesuai toleransi pasien
d. Berikan obat antidiare atau antimotilitas jika diperlukan
e. Edukasi pasien dan keluarga tentang manajemen diare yang efektif
3. Edukasi Kesehatan
a. Ajarkan pasien dan keluarga tentang penyebab, pencegahan, dan penanganan diare
b. Dorong pasien dan keluarga untuk mempraktikkan perilaku higienis yang baik
c. Motivasi pasien dan keluarga untuk mematuhi rencana perawatan
Dengan intervensi keperawatan yang komprehensif dan berpusat pada pasien, diharapkan pasien dapat memulihkan kondisi dan mencapai luaran/output yang diharapkan. -
Article No. 20062 | 25 Jul 2025
Klinis : I.03098 - Manajemen Diare
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai untuk Kondisi I.03098 - Manajemen Diare:
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi I.03098 - Manajemen Diare adalah:
1. Diare Akut
Definisi: Pengeluaran feses cair atau lembek dalam jumlah yang berlebihan, lebih dari tiga kali per hari, dengan atau tanpa tanda-tanda dehidrasi.
2. Risiko Ketidakseimbangan Cairan
Definisi: Berisiko mengalami peningkatan atau penurunan total volume cairan, elektrolit, dan asam-basa dalam tubuh.
Luaran/Output yang Diharapkan Setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Kontrol Diare
Definisi: Mampu mengendalikan frekuensi dan konsistensi defekasi.
Kriteria Hasil:
- Frekuensi defekasi menurun menjadi kurang dari 3 kali per hari.
- Konsistensi feses menjadi normal (padat).
- Tidak ada tanda-tanda dehidrasi.
2. Keseimbangan Cairan
Definisi: Mempertahankan total volume cairan, elektrolit, dan asam-basa dalam batas normal.
Kriteria Hasil:
- Tanda-tanda vital dalam batas normal.
- Intake dan output cairan seimbang.
- Tidak ada tanda-tanda dehidrasi.
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan untuk Mencapai Tujuan Luaran (SIKI):
1. Manajemen Diare
Tujuan: Mengendalikan frekuensi dan konsistensi defekasi.
Aktivitas:
- Kaji tanda dan gejala diare, seperti frekuensi, konsistensi, dan volume feses.
- Identifikasi penyebab diare, seperti infeksi, obat-obatan, atau makanan.
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk menentukan pengobatan yang sesuai.
- Ajarkan pasien dan keluarga tentang manajemen diare, seperti menjaga hidrasi, pemberian diet yang tepat, dan tindakan higienis.
- Pantau progres pasien dan lakukan intervensi lanjutan jika diperlukan.
2. Manajemen Cairan
Tujuan: Mempertahankan keseimbangan cairan, elektrolit, dan asam-basa.
Aktivitas:
- Kaji status hidrasi pasien, seperti tanda-tanda vital, turgor kulit, dan output urin.
- Hitung intake dan output cairan secara akurat.
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk menentukan kebutuhan cairan dan elektrolit yang sesuai.
- Berikan cairan dan elektrolit sesuai kebutuhan, baik secara oral maupun parenteral.
- Pantau tanda-tanda vital, intake dan output cairan, serta hasil pemeriksaan laboratorium.
- Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya menjaga hidrasi.
Dengan diagnosa keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang terperinci, diharapkan pasien dengan kondisi I.03098 - Manajemen Diare dapat menerima asuhan keperawatan yang komprehensif dan efektif untuk mencapai hasil yang optimal. -
Article No. 20063 | 25 Jul 2025
Klinis : manajemen bersihan jalan nafas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya, yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia, untuk kondisi manajemen bersihan jalan nafas:
Diagnosa Keperawatan:
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif (10001)
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 10001
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 0410 Bersihan Jalan Napas
Definisi: Kemampuan mempertahankan jalur napas yang terbuka dan bebas dari obstruksi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: I0013 Manajemen Jalan Napas
Definisi: Pengaturan dan perawatan untuk mempertahankan atau memperbaiki permeabilitas jalan napas.
Penjelasan singkat:
Diagnosa Keperawatan "Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif" mengacu pada ketidakmampuan pasien untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas, sehingga jalan napas tidak dapat dipertahankan dalam keadaan terbuka.
SDKI menyediakan definisi resmi untuk diagnosa ini, yaitu ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
SLKI menyediakan luaran yang diharapkan, yaitu kemampuan mempertahankan jalur napas yang terbuka dan bebas dari obstruksi.
SIKI menyediakan intervensi keperawatan yang dapat dilakukan, yaitu Manajemen Jalan Napas, yang didefinisikan sebagai pengaturan dan perawatan untuk mempertahankan atau memperbaiki permeabilitas jalan napas. -
Article No. 20064 | 25 Jul 2025
Klinis : manajemen bersihan jalan nafas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah respons dalam format RTF yang sesuai dengan permintaan Anda:
{\rtf1\ansi\ansicpg1252\deff0{\fonttbl{\f0\fnil\fcharset0 Calibri;}}
{\colortbl;\red0\green0\blue0;\red0\green0\blue255;}
\viewkind4\uc1\pard\sa200\sl276\slmult1\f0\fs22\lang1057
\b DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN PENJELASAN SDKI - SLKI - SIKI\b0
\par \b (PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA - PPNI)\b0
\par \b Kondisi: Manajemen Bersihan Jalan Napas\b0
\par
\par \b 1. \i Diagnosa Keperawatan (SDKI):\i0\b0
\par \b Kode: 00031\b0
\par \b Judul: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif\b0
\par \b Definisi:\b0 Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan permeabilitas jalan napas.
\par \b 2. \i Kriteria Hasil (SLKI):\i0\b0
\par \b Kode: 3201\b0
\par \b Judul: Pemeliharaan Bersihan Jalan Napas\b0
\par \b Indikator:\b0
\par - Jalan napas paten (skala 1-5: 5 = selalu paten)
\par - Suara napas bersih (skala 1-5: 5 = tidak ada abnormalitas)
\par - Tidak ada sekret berlebihan (skala 1-5: 5 = tidak ada sekret)
\par \b 3. \i Intervensi Keperawatan (SIKI):\i0\b0
\par \b Kode: 3310\b0
\par \b Judul: Manajemen Bersihan Jalan Napas\b0
\par \b Aktivitas:\b0
\par - Auskultasi suara napas tiap 2-4 jam
\par - Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan
\par - Berikan oksigen sesuai indikasi
\par - Ajarkan teknik batuk efektif
\par \b Referensi:\b0
\par PPNI. (2017). \i Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), dan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI).\i0
\par \pard\sa200\sl276\slmult1\fs22\lang1057
}
Anda dapat menyalin teks di atas ke editor teks dan menyimpannya dalam format RTF. Semoga membantu! -
Article No. 20065 | 25 Jul 2025
Klinis : manajemen bersihan jalan nafas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi "Manajemen Bersihan Jalan Napas" dengan tone akademis dan persona pakar/perawat.
Diagnosa Keperawatan:
Manajemen Bersihan Jalan Napas (00044)
Definisi:
Ketidakmampuan untuk mempertahankan jalan napas yang bebas dari sekret atau obstruksi untuk memfasilitasi pertukaran gas.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00044
Judul: Manajemen Bersihan Jalan Napas
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 0301
Judul: Bersihan Jalan Napas
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 30101
Judul: Manajemen Jalan Napas
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) menetapkan "Manajemen Bersihan Jalan Napas" sebagai salah satu diagnosis keperawatan yang dapat diidentifikasi pada pasien dengan masalah ketidakmampuan mempertahankan jalan napas yang bebas dari sekret atau obstruksi.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) menetapkan "Bersihan Jalan Napas" sebagai salah satu luaran keperawatan yang harus dicapai untuk mengatasi diagnosis "Manajemen Bersihan Jalan Napas".
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) menetapkan "Manajemen Jalan Napas" sebagai salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai luaran "Bersihan Jalan Napas" dan mengatasi diagnosis "Manajemen Bersihan Jalan Napas".
Dengan demikian, SDKI, SLKI, dan SIKI merupakan standar yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk memandu perawat dalam proses asuhan keperawatan, mulai dari identifikasi diagnosis, penetapan luaran, hingga intervensi yang dapat dilakukan. -
Article No. 20066 | 25 Jul 2025
Klinis : Pasien kaku di badan sejak tgl 23/7/25. Awalnya os ada bisul di punggung, os tidak tau sebelumnya terkena apa di punggung, keluhan kaku semakin berat sampai perut hingga kedua kaki
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan mempertimbangkan kondisi pasien yang disajikan, berikut adalah analisis dan rekomendasi yang dapat diberikan:
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Mobilitas Fisik Terganggu
Definisi: Keterbatasan dalam pergerakan yang disengaja, yang terjadi secara mandiri, dalam lingkup yang luas.
Penyebab: Terdapat bisul di punggung yang menyebabkan kekakuan di badan, perut, dan kedua kaki.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Mobilitas Fisik
a. Kriteria Hasil:
- Pasien dapat bergerak dengan lebih leluasa
- Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri
- Pasien dapat mempertahankan rentang gerak sendi yang optimal
b. Skala: 4 (Baik)
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Manajemen Aktivitas
a. Tujuan: Membantu pasien meningkatkan atau mempertahankan mobilitas fisik
b. Aktivitas:
- Lakukan penilaian kemampuan fisik pasien
- Kembangkan rencana aktivitas yang realistis dan sesuai dengan kondisi pasien
- Ajarkan teknik mobilisasi yang aman dan sesuai dengan kondisi pasien
- Pantau respon pasien terhadap aktivitas yang dilakukan
- Berikan motivasi dan dukungan kepada pasien selama proses mobilisasi
2. Manajemen Nyeri
a. Tujuan: Membantu pasien mencapai kontrol yang optimal terhadap nyeri
b. Aktivitas:
- Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
- Identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi nyeri
- Kembangkan intervensi farmakologis dan nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri
- Ajarkan pasien teknik manajemen nyeri
- Pantau efektivitas intervensi yang dilakukan
3. Perawatan Luka
a. Tujuan: Membantu pemulihan luka dan mencegah komplikasi
b. Aktivitas:
- Lakukan pengkajian luka secara menyeluruh
- Berikan perawatan luka sesuai dengan prinsip perawatan luka yang baik
- Ajarkan pasien dan keluarga cara perawatan luka yang benar
- Pantau perkembangan penyembuhan luka
Penjelasan:
1. Diagnosa Keperawatan SDKI
Diagnosa Keperawatan "Mobilitas Fisik Terganggu" dipilih karena kondisi pasien mengalami kekakuan di badan, perut, dan kedua kaki yang disebabkan oleh adanya bisul di punggung. Hal ini dapat menyebabkan keterbatasan dalam pergerakan yang disengaja dan terjadi secara mandiri.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI)
Luaran yang diharapkan adalah Mobilitas Fisik dengan kriteria hasil yang mencakup kemampuan pasien untuk bergerak dengan lebih leluasa, melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri, dan mempertahankan rentang gerak sendi yang optimal. Capaian target ini akan menunjukkan pemulihan kondisi fisik pasien.
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI)
a. Manajemen Aktivitas: Bertujuan untuk membantu pasien meningkatkan atau mempertahankan mobilitas fisik melalui penilaian kemampuan, pengembangan rencana aktivitas, teknik mobilisasi yang aman, serta pemberian motivasi dan dukungan.
b. Manajemen Nyeri: Bertujuan untuk membantu pasien mencapai kontrol yang optimal terhadap nyeri melalui pengkajian nyeri, identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi, pemberian intervensi farmakologis dan nonfarmakologis, serta pengajaran teknik manajemen nyeri.
c. Perawatan Luka: Bertujuan untuk membantu pemulihan luka dan mencegah komplikasi melalui pengkajian luka, pemberian perawatan luka yang sesuai, serta pengajaran pasien dan keluarga tentang cara perawatan luka yang benar.
Tone akademis, persona pakar, dan nurse dipertahankan dalam penjelasan ini untuk memberikan informasi yang komprehensif dan berwibawa dalam konteks keperawatan. -
Article No. 20067 | 25 Jul 2025
Klinis : pasien datang dengan keluhan batuk,flu,meriang
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI sesuai dengan kondisi pasien yang datang dengan keluhan batuk, flu, dan meriang:
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif (00031)
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Kode: 00031
- Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Kode: 00044
- Definisi: Keadaan dimana individu dapat mempertahankan bersihan jalan napas yang adekuat.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Kode: 00193
- Definisi: Tindakan memfasilitasi pemeliharaan atau peningkatan bersihan jalan napas.
2. Hipertermia (00007)
Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas kisaran normal akibat kegagalan mekanisme pengaturan suhu.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Kode: 00007
- Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas kisaran normal akibat kegagalan mekanisme pengaturan suhu.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Kode: 00003
- Definisi: Keadaan dimana suhu tubuh berada dalam kisaran normal.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Kode: 00194
- Definisi: Tindakan menurunkan atau mempertahankan suhu tubuh dalam kisaran normal.
Catatan:
Diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI di atas didasarkan pada Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Diagnosa keperawatan dan kodenya dapat bervariasi tergantung pada referensi yang digunakan.