Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23241 | 09 Dec 2025
Klinis : pasien baru datang dengan keluhan tidak sadar sejak pagi, sebelumnya nafsu makan menurun.riwayat tulang kejepit. O : KU : Tampak sakit sedang Kes : apatis TD : 65/40 mmhg N : 85 x/mnt RR : 18x/mnt S : 36C SpO2: 92 nrm 15 lpm Kepala : Normocephali Mata : CA +/+ SI -/- Jantung: suara jantung I II reguler, galop - Paru : sdv +/+ wheezing -/- rhonki -/- Abdomen : supel,bising usus + Extremitas atas : akral dingin +/+ oedem -/- crt <2 detik Extremitas bawah: akral dingin +/+ oedem -/- crt <2 detik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Perfusi Perifer Tidak Efektif
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Penurunan nutrisi dan oksigen pada tingkat jaringan perifer akibat gangguan suplai darah.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Perfusi perifer membaik. Kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal yang diharapkan. 2) Nadi perifer teraba kuat dan simetris. 3) Warna kulit normal, tidak pucat atau sianosis. 4) Suhu kulit hangat. 5) Pengisian kapiler (CRT) < 3 detik. 6) Tidak ada nyeri, kesemutan, atau mati rasa pada ekstremitas. 7) Produksi urine adekuat (>0,5 mL/kgBB/jam). 8) Tingkat kesadaran compos mentis.
Kode SIKI: 2240
Deskripsi : Pemantauan perfusi perifer. Intervensi keperawatan: 1) Kaji tanda-tanda penurunan perfusi perifer: warna kulit (pucat, sianosis, kemerahan), suhu (dingin), kelembaban, CRT, kekuatan nadi perifer, edema, sensasi (nyeri, baal, kesemutan). 2) Pantau tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan saturasi oksigen (SpO2). 3) Kaji tingkat kesadaran dan respons sensorik. 4) Kaji keluaran urine (jumlah, warna, berat jenis). 5) Anjurkan untuk menghindari menyilangkan kaki atau posisi yang menghambat aliran darah. 6) Lakukan mobilisasi bertahap sesuai toleransi dan kondisi pasien. 7) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan. 8) Kolaborasi pemberian cairan intravena dan obat-obatan sesuai resep (misalnya, vasopressor, inotropik) untuk mempertahankan tekanan darah dan curah jantung. 9) Ajarkan pasien/keluarga untuk melaporkan tanda-tanda penurunan perfusi seperti ekstremitas dingin, nyeri, atau perubahan warna. 10) Berikan penghangatan pada ekstremitas yang dingin, hindari penggunaan bantal pemanas langsung. 11) Posisikan pasien dengan elevasi ekstremitas yang sesuai, hindari posisi yang menekan pembuluh darah. 12) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium seperti asam laktat, gas darah, dan elektrolit.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: 0027
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan tekanan darah sistolik dan/atau diastolik dari rentang normal yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: 2701
Deskripsi : Tekanan darah stabil. Kriteria hasil: 1) Tekanan darah dalam rentang normal yang diharapkan untuk pasien. 2) Denyut nadi dalam rentang normal. 3) Tidak ada gejala hipotensi (pusing, lemas, sinkop) atau hipertensi (sakit kepala, epistaksis). 4) Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai. 5) Fungsi organ vital (ginjal, jantung, otak) terjaga.
Kode SIKI: 4040
Deskripsi : Pemantauan tekanan darah. Intervensi keperawatan: 1) Kaji faktor risiko ketidakstabilan tekanan darah: riwayat penyakit, medikasi, nyeri, stres, perubahan posisi, kehilangan cairan. 2) Pantau tekanan darah, nadi, frekuensi pernapasan secara teratur dan bandingkan dengan nilai dasar. 3) Kaji tanda dan gejala hipotensi (misalnya, pusing, penglihatan kabur, lemas, mual, kulit dingin/lembab, penurunan kesadaran) dan hipertensi. 4) Pantau status cairan: asupan dan keluaran, tanda dehidrasi atau kelebihan cairan. 5) Anjurkan perubahan posisi bertahap (dari berbaring ke duduk, lalu berdiri). 6) Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena sesuai resep untuk mengatasi hipovolemia. 7) Kolaborasi pemberian obat-obatan untuk mempertahankan tekanan darah sesuai resep. 8) Monitor respons pasien terhadap terapi cairan dan obat. 9) Kaji tingkat nyeri dan berikan manajemen nyeri yang tepat. 10) Berikan lingkungan yang tenang dan minimalkan stres. 11) Ajarkan pasien/keluarga untuk melaporkan gejala perubahan tekanan darah. 12) Pantau hasil pemeriksaan penunjang seperti elektrolit dan fungsi ginjal.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: 0201
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Kriteria hasil: 1) Jalan napas paten. 2) Suara napas bersih, tidak ada suara tambahan. 3) Frekuensi dan irama pernapasan dalam rentang normal. 4) Saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang normal. 5) Tidak ada sianosis. 6) Mampu batuk efektif dan mengeluarkan sekret (jika sadar).
Kode SIKI: 3140
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi keperawatan: 1) Kaji status pernapasan: frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas, penggunaan otot bantu napas. 2) Auskultasi suara napas, identifikasi adanya suara tambahan (ronkhi, wheezing). 3) Pantau saturasi oksigen (SpO2) secara terus menerus. 4) Kaji warna kulit dan membran mukosa (sianosis). 5) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, semi fowler, jika tidak kontraindikasi). 6) Lakukan fisioterapi dada dan suction jika diperlukan untuk mengeluarkan sekret. 7) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan dan protokol. 8) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif jika pasien kooperatif. 9) Lakukan penghisapan lendir (suction) jalan napas atas jika ada indikasi (penurunan refleks batuk, suara ronkhi). 10) Kaji dan pertahankan kepatenan jalan napas, siapkan alat bantu jalan napas jika diperlukan. 11) Monitor analisa gas darah (jika tersedia). 12) Kolaborasi dengan tim medis untuk penanganan lebih lanjut jika terjadi gagal napas.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0015
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat.
Kode SLKI: 1501
Deskripsi : Kontrol nyeri. Kriteria hasil: 1) Melaporkan nyeri berkurang atau hilang (skala nyeri menurun). 2) Ekspresi wajah rileks, tidak meringis. 3) Tanda vital stabil. 4) Dapat beristirahat dan tidur dengan nyaman. 5) Dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan tanpa gangguan nyeri hebat.
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Manajemen nyeri. Intervensi keperawatan: 1) Kaji karakteristik nyeri: lokasi, intensitas (skala 0-10), kualitas, durasi, faktor pencetus dan pereda. 2) Observasi respons nonverbal nyeri (pada pasien tidak sadar/apati): gelisah, ekspresi wajah meringis, perubahan tanda vital, perlindungan area tertentu. 3) Kaji riwayat nyeri dan manajemen nyeri sebelumnya. 4) Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman. 5) Lakukan teknik nonfarmakologi: distraksi, relaksasi, reposisi yang nyaman, kompres hangat/dingin (sesuai indikasi). 6) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep, pantau efektivitas dan efek sampingnya. 7) Evaluasi respons pasien terhadap intervensi nyeri yang diberikan. 8) Ajarkan pasien/keluarga tentang teknik nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri. 9) Kaji faktor-faktor yang memperberat atau meringankan nyeri. 10) Monitor tanda vital sebelum dan sesudah pemberian analgesik. 11) Kolaborasi dengan tim medis untuk penanganan nyeri neuropatik jika terkait dengan riwayat tulang kejepit (HNP). 12) Dokumentasi karakteristik nyeri dan respons terhadap intervensi.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk menuntaskan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: 0601
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat. Kriteria hasil: 1) Melaporkan peningkatan energi untuk
Article No. 23242 | 09 Dec 2025
Klinis : Pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan utama bengkak dan nyeri pada tangan kiri sejak ±2 bulan terakhir. Bengkak dirasakan semakin membesar dan menimbulkan rasa kebas serta gerakan tangan yang semakin terbatas. Pasien juga mengeluhkan adanya benjolan pada payudara kiri sejak ±3 tahun lalu yang semakin membesar, terasa nyeri, dan mengeluarkan nanah. Nyeri menjalar hingga ke ketiak kiri. Pasien memiliki riwayat fototerapi sebanyak 5 kali di RS Hermina, namun menghentikan terapi sejak 5 bulan terakhir karena kendala biaya. Keluhan sesak napas dan demam disangkal. Saat pengkajian di ruang rawat inap, pasien tampak dengan nyeri skala 5, benjolan besar pada mammae kiri (±30 × 20 cm), batas tidak tegas, konsistensi kenyal, disertai keluarnya nanah. Lengan kiri tampak bengkak dengan pitting edema (+). Hasil pemeriksaan vital: TD 129/91 mmHg; HR 120×/menit; RR 20 ×/menit; SpO₂ 98% RA; Suhu 37.1°C. Hasil penunjang yang abnormal menunjukkan adanya anemia ringan (Hb 11.3 g/dL), leukositosis (14.84 ×10³/µL), hipoalbuminemia berat (albumin 1.6 g/dL), serta gangguan parameter eritrosit (MCV 67 fL; MCH 22 pg; RDW meningkat), yang mengarah pada anemia mikrositik. Di IGD pasien mendapatkan tatalaksana awal berupa pemeriksaan laboratorium lengkap, foto rontgen (thorax, humerus, antebrachii), antibiotik PCT 1 g IV, dan NaCl 500 cc/8 jam.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Nyeri Kronis terkait Proses Penyakit Kanker Payudara Stadium Lanjut dengan Komplikasi Infeksi dan Limfedema
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut. Pada pasien ini, nyeri bersifat kompleks, mencakup komponen akut (nyeri pada benjolan yang terinfeksi dan mengeluarkan nanah) dan kronis (nyeri yang telah berlangsung lama pada benjolan payudara dan menjalar ke ketiak). Nyeri skala 5 menunjukkan intensitas sedang yang memerlukan intervensi. Sumber nyeri berasal dari multipleks: tekanan massa tumor besar (30x20 cm), proses inflamasi/infeksi lokal dengan nanah, serta kemungkinan kompresi/infiltrasi saraf yang menyebabkan nyeri menjalar dan kebas. Nyeri ini menyebabkan penderitaan, membatasi aktivitas, dan mempengaruhi kualitas hidup pasien secara signifikan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Tingkat nyeri terkontrol. Luaran yang diharapkan adalah nyeri pasien dapat dikendalikan hingga tingkat yang dapat ditoleransi (skala ≤3 atau sesuai tujuan yang ditetapkan), ditandai dengan ekspresi wajah dan postur tubuh yang rileks, mampu berpartisipasi dalam aktivitas perawatan diri sesuai kemampuan, serta melaporkan penurunan skala nyeri secara verbal atau menggunakan alat ukur yang valid. Kontrol nyeri pada kasus ini sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan, memungkinkan mobilisasi lengan yang terbatas untuk mencegah edema memburuk, dan meningkatkan partisipasi dalam rencana terapi. Pengendalian nyeri juga dapat menurunkan respons stres sistemik yang ditunjukkan oleh takikardia (HR 120x/menit).
Kode SIKI: I.08021
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan yang komprehensif meliputi: 1) Pengkajian nyeri secara komprehensif menggunakan metode PQRST (Provocation, Quality, Region, Severity, Time) dengan fokus pada karakteristik nyeri pada payudara dan lengan, serta evaluasi skala nyeri secara berkala. 2) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program dokter (seperti pemberian antibiotik PCT yang juga berdampak pada nyeri akibat infeksi) dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya. 3) Intervensi non-farmakologis: melakukan perawatan luka pada area yang terinfeksi dengan teknik aseptik untuk mengurangi sumber nyeri inflamasi, mengajarkan teknik distraksi dan relaksasi napas dalam, serta memposisikan pasien dengan nyaman (meninggikan lengan kiri yang edema dengan bantal untuk mengurangi ketegangan dan nyeri). 4) Edukasi pasien tentang pentingnya melaporkan nyeri dan tidak menahannya. 5) Mengurangi faktor pencetus nyeri, seperti menghindari tekanan langsung pada massa tumor dan lengan yang bengkak selama perawatan. Intervensi ini harus didokumentasikan dan dievaluasi secara terus-menerus.
Kondisi: Gangguan Integritas Jaringan terkait Proses Neoplastik Ganas dan Infeksi Sekunder pada Mammae Sinistra
Kode SDKI: D.0065
Deskripsi Singkat: Gangguan integritas jaringan adalah kerusakan pada jaringan tubuh, termasuk membran mukosa, kornea, integumen, atau jaringan subkutan. Pada pasien, gangguan ini bersifat masif dan kompleks. Penyebab utamanya adalah pertumbuhan sel neoplastik ganas yang tidak terkendali membentuk massa besar (30x20 cm) dengan batas tidak tegas, yang secara progresif merusak arsitektur jaringan payudara normal. Komplikasi utama adalah infeksi sekunder, ditandai dengan konsistensi kenyal, keluarnya nanah, dan nyeri, yang diperkuat oleh data laboratorium leukositosis (14.84). Infeksi ini memperparah kerusakan jaringan, menciptakan lingkungan yang nekrotik, dan berisiko tinggi untuk sepsis. Gangguan integritas ini juga menjadi port de entry bagi mikroorganisme, memperlambat penyembuhan, dan merupakan sumber nyeri serta distress psikologis yang signifikan bagi pasien.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : Penyembuhan luka: jaringan granulasi. Luaran yang realistis pada kondisi stadium lanjut ini mungkin bukan penyembuhan sempurna, tetapi tercapainya proses penyembuhan tingkat jaringan yang optimal dalam konteks penyakitnya. Tujuannya adalah mencegah perluasan kerusakan jaringan dan mengendalikan infeksi. Indikatornya meliputi: berkurangnya atau terkelolanya drainage nanah (purulen), berkurangnya tanda-tanda infeksi lokal (kemerahan, panas, nyeri, bengkak), tidak meluasnya area nekrosis, terbentuknya jaringan granulasi pada area yang memungkinkan, serta hasil kultur yang menunjukkan respons terhadap terapi antibiotik. Pencapaian luaran ini akan mengurangi risiko komplikasi sistemik dan meningkatkan kenyamanan pasien.
Kode SIKI: I.10029
Deskripsi : Perawatan Luka. Intervensi keperawatan spesifik meliputi: 1) Melakukan pengkajian luka/lesi secara komprehensif setiap hari: mencatat ukuran, kedalaman, karakter drainage (jumlah, warna, konsistensi, bau), kondisi kulit sekitar, dan tanda infeksi. 2) Melakukan perawatan luka dengan teknik aseptik dan no-touch yang ketat untuk mencegah infeksi silang. 3) Melakukan debridemen yang sesuai (kolaboratif jika diperlukan) untuk membersihkan jaringan nekrotik dan memungkinkan pertumbuhan jaringan sehat. 4) Memilih balutan yang tepat (misalnya, balutan absorben untuk menampung drainage banyak, atau balutan antimikroba) dan mengganti balutan secara teratur sesuai kondisi. 5) Kolaborasi pemberian antibiotik sistemik (sesuai hasil kultur dan sensitivitas) dan evaluasi responsnya. 6) Mempertahankan nutrisi yang adekuat, khususnya asupan protein, meskipun menantang dalam kondisi hipoalbuminemia berat, untuk mendukung perbaikan jaringan. 7) Melindungi kulit sekitar luka dari iritasi cairan luka.
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan: Limfedema Sekunder terkait Obstruksi Aliran Limfatik oleh Proses Metastasis Kanker
Kode SDKI: D.0185
Deskripsi Singkat: Kelebihan volume cairan adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan retensi cairan interstitial. Pada pasien, kelebihan cairan bersifat lokal (regional) pada ekstremitas atas kiri, yang secara spesifik disebut limfedema sekunder. Patofisiologinya adalah obstruksi aliran pembuluh limfe di daerah aksila (ketiak) kiri akibat adanya metastasis kanker payudara ke kelenjar limfe regional atau akibat kompresi massa tumor primer yang sangat besar. Obstruksi ini menyebabkan akumulasi cairan kaya protein di jaringan interstitial lengan, dimanifestasikan sebagai bengkak dengan pitting edema (+). Limfedema ini menyebabkan keluhan kebas (karena tekanan pada saraf), keterbatasan gerak, meningkatkan risiko infeksi (selulitis), dan menimbulkan ketidaknyamanan serta disabilitas fungsional. Hipoalbuminemia berat (1.6 g/dL) dapat memperberat edema karena penurunan tekanan onkotik plasma.
Kode SLKI: L.06008
Deskripsi : Keseimbangan cairan. Luaran yang diharapkan adalah volume cairan pada ekstremitas yang terdampak tidak meningkat lebih lanjut dan menunjukkan tanda-tanda pengurangan. Indikatornya meliputi: penurunan ukuran lingkar lengan yang diukur serial pada titik-titik yang konsisten, berkurangnya atau hilangnya pitting edema, peningkatan rentang gerak sendi lengan, serta berkurangnya keluhan kebas dan ketegangan pada kulit. Pencapaian luaran ini akan meningkatkan mobilitas, menurunkan risiko komplikasi, dan meningkatkan kenyamanan pasien.
Kode SIKI: I.06030
Deskripsi : Manajemen Limfedema. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Pengukuran lingkar lengan yang edema secara berkala dan terdokumentasi untuk memantau perkembangan. 2) Elevasi ekstremitas yang edema (lengan kiri) lebih tinggi dari jantung saat istirahat untuk memanfaatkan gravitasi dalam drainase. 3) Melakukan atau mengajarkan teknik drainase limfatik manual yang lembut (jika tidak terkontraindikasi pada area tumor). 4) Kolaborasi dengan fisioterapis untuk terapi latihan ringan dan rentang gerak pasif/aktif yang aman untuk merangsang pompa otot. 5) Melindungi kulit ekstremitas yang edema dari cedera, infeksi, dan tekanan (misalnya, hindari pengukuran tekanan darah di lengan tersebut). 6) Memberikan edukasi tentang perawatan kulit, menghindari konstriksi (gelang, pakaian ketat), dan tanda-tanda infeksi yang harus diwaspadai. 7) Kolaborasi penatalaksanaan hipoalbuminemia untuk memperbaiki tekanan onkotik.
Kondisi: Risiko Infeksi menyebar (Sepsis) terkait Pertahanan Primer Tidak Adekuat (Gangguan Integritas Kulit/Jaringan dan Leukositosis) dan Penyakit Kronis
Article No. 23243 | 09 Dec 2025
Klinis : DS: - Ny. S mengatakan keluar flek dari area perineumnya sejak kemarin - Ny. S mengatakan cepat merasa lelah dan pusing saat beraktivitas DO: - Terlihat adanya flek yang keluar dari area perineum berwarna merah kecokelatan dengan jumlah ± 10 cc - Ny. S tampak pucat, lemas, dan konjungtiva anemis - Hasil VT: belum terdapat pembukaan - Hb: 9.5 g/dL (rendah) - Ht: 28.1% (rendah)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Perdarahan Antepartum
Kode SDKI: 0206
Deskripsi Singkat: Kehilangan darah dari traktus genitalia setelah usia kehamilan 20 minggu hingga sebelum persalinan.
Kode SLKI: 2001
Deskripsi : Perdarahan antepartum terkontrol. Kriteria hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam batas normal, 2) Tidak ada peningkatan jumlah perdarahan, 3) Hasil pemeriksaan laboratorium dalam batas normal, 4) Nyeri berkurang atau terkontrol, 5) Kecemasan berkurang, 6) Kebutuhan nutrisi dan cairan terpenuhi.
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : Manajemen Perdarahan. Tindakan keperawatan: 1) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan saturasi oksigen, 2) Monitor warna, konsistensi, dan jumlah perdarahan, 3) Lakukan pemeriksaan dalam sesuai indikasi dan protokol, 4) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (Hb, Ht, trombosit, golongan darah), 5) Berikan terapi oksigen sesuai kebutuhan, 6) Lakukan kateterisasi urine dan monitor balance cairan, 7) Berikan terapi cairan intravena dan transfusi darah sesuai program dokter, 8) Anjurkan tirah baring total, 9) Atur posisi pasien untuk meningkatkan sirkulasi dan mengurangi perdarahan, 10) Lakukan perawatan perineum, 11) Berikan edukasi dan dukungan psikologis untuk mengurangi kecemasan, 12) Kolaborasi pemberian obat tokolitik, kortikosteroid, atau lainnya sesuai program dokter.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: 1001
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat. Kriteria hasil: 1) Melaporkan peningkatan toleransi terhadap aktivitas, 2) Tanda-tanda vital dalam batas normal selama dan setelah aktivitas, 3) Tidak mengalami kelelahan yang berlebihan, 4) Dapat melakukan aktivitas sehari-hari sesuai kemampuan.
Kode SIKI: 1400
Deskripsi : Manajemen Energi. Tindakan keperawatan: 1) Kaji faktor penyebab kelelahan (misal: anemia, nyeri, gangguan tidur), 2) Monitor tanda-tanda vital saat istirahat dan saat aktivitas, 3) Bantu identifikasi prioritas aktivitas, 4) Bantu klien dalam perencanaan dan penjadwalan aktivitas, 5) Anjurkan teknik penghematan energi (misal: duduk saat melakukan aktivitas, istirahat cukup), 6) Bantu aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan, 7) Anjurkan peningkatan asupan nutrisi dan cairan, 8) Kolaborasi pemberian terapi untuk mengatasi penyebab (misal: suplemen zat besi untuk anemia), 9) Berikan lingkungan yang tenang untuk mendukung istirahat.
Kondisi: Risiko Syok Hipovolemik
Kode SDKI: 0613
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan perfusi jaringan yang mengancam jiwa akibat kehilangan cairan atau darah dari sirkulasi.
Kode SLKI: 1801
Deskripsi : Risiko syok hipovolemik tidak terjadi. Kriteria hasil: 1) Tanda-tanda vital stabil dalam batas normal, 2) Volume cairan tubuh adekuat, 3) Haluaran urine adekuat, 4) Status mental baik, 5) Mukosa membran lembab, pengisian kapiler kurang dari 3 detik.
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : Manajemen Perdarahan. Tindakan keperawatan: 1) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan) dan saturasi oksigen secara ketat, 2) Monitor tanda-tanda syok (hipotensi, takikardia, pucat, kulit dingin/lembab, penurunan kesadaran, penurunan haluaran urine), 3) Monitor jumlah dan karakteristik perdarahan, 4) Monitor balance cairan (intake-output) secara akurat, 5) Monitor hasil laboratorium (Hb, Ht, elektrolit), 6) Berikan terapi oksigen sesuai kebutuhan, 7) Pasang akses intravena dengan kanula besar dan pertahankan patensi, 8) Berikan terapi cairan intravena atau transfusi darah sesuai program dokter, 9) Anjurkan tirah baring total, 10) Siapkan alat dan obat untuk penanganan kegawatdaruratan.
Article No. 23244 | 09 Dec 2025
Klinis : intergritas kulit
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Integritas Kulit
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Kerentanan terhadap kerusakan pada epidermis dan/atau dermis, yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 1601
Deskripsi : Integritas kulit dapat dipertahankan. Intervensi keperawatan untuk SLKI ini berfokus pada pencegahan kerusakan kulit. Tindakan yang dilakukan meliputi: (1) Melakukan pengkajian kulit secara teratur dan sistematis, termasuk mencatat faktor risiko seperti imobilitas, inkontinensia, status nutrisi, dan perfusi jaringan. (2) Mempertahankan kebersihan kulit dengan membersihkan secara lembut menggunakan sabun pH netral dan air hangat, serta segera mengeringkannya, terutama pada area lipatan. (3) Mengaplikasikan pelembab untuk menjaga kelembaban kulit dan penghalang kulit. (4) Melakukan perubahan posisi secara teratur dan menggunakan teknik perpindahan yang tepat untuk mengurangi tekanan, gesekan, dan gaya geser. (5) Menggunakan alat bantu seperti bantal, matras tekanan khusus, atau pelindung tumit untuk mendistribusikan tekanan. (6) Memastikan asupan nutrisi dan hidrasi yang adekuat untuk mendukung kesehatan kulit. (7) Melindungi kulit dari paparan kelembaban berlebih akibat inkontinensia dengan menggunakan pelindung kulit dan produk penyerap yang tepat. (8) Mendidik pasien dan keluarga tentang strategi pencegahan dan tanda-tanda awal kerusakan kulit.
Kode SIKI: 3540
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencegah gangguan integritas kulit dilakukan melalui tindakan proteksi kulit. Perawat secara proaktif melindungi kulit dari cedera mekanis, kimia, dan fisik. Tindakan spesifik mencakup: (a) Inspeksi kulit setidaknya sekali sehari, memperhatikan warna, kelembaban, suhu, turgor, dan integritas, terutama di atas tonjolan tulang dan area yang tertekan. (b) Meminimalkan tekanan pada kulit dengan jadwal perubahan posisi yang individual, menggunakan bantuan alat angkat daripada menarik pasien di atas tempat tidur untuk mengurangi gesekan. (c) Memilih dan menggunakan permukaan tempat tidur atau kursi yang sesuai untuk mengurangi tekanan. (d) Mengelola kelembaban kulit dengan menjaga kebersihan, menggunakan krim penghalang untuk area yang terpapar urine atau feses, dan memastikan linen tetap kering dan bebas dari kerutan. (e) Mengoptimalkan status nutrisi dengan memantau asupan protein, kalori, vitamin (seperti vitamin C dan A), mineral (seperti Zinc), dan cairan, serta berkolaborasi dengan ahli gizi jika diperlukan. (f) Memfasilitasi mobilisasi sesuai toleransi untuk meningkatkan sirkulasi. (g) Menggunakan teknik perawatan kulit yang tepat saat membersihkan, menghindari penggosokan kuat, dan menggunakan produk perawatan kulit yang tidak mengiritasi. (h) Mendokumentasikan temuan dan intervensi secara akurat untuk memantau efektivitas dan mengubah rencana jika diperlukan. Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan perawatan fisik langsung dengan pendidikan dan modifikasi lingkungan untuk menciptakan kondisi optimal bagi kulit untuk tetap utuh dan sehat, sehingga mencegah komplikasi seperti ulkus dekubitus yang dapat memperburuk kondisi pasien, meningkatkan biaya perawatan, dan menurunkan kualitas hidup.
Article No. 23245 | 09 Dec 2025
Klinis : Jika Albumin 1.6 g/dL (3.4 - 4.8) pada pasien Ca Mammae sinistra disertai dengan pembengkakan pada tangan kiri. Diagnosa keperawatan, intervensi dan evaluasi apa yang harus di ambil
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh dan Risiko Gangguan Integritas Kulit serta Risiko Infeksi terkait Hipoalbuminemia dan Limfedema pada Ca Mammae Sinistra
Kode SDKI: B.4
Deskripsi Singkat: Diagnosa Keperawatan "Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh" ditegakkan berdasarkan nilai albumin 1.6 g/dL yang jauh di bawah normal (3.4-4.8 g/dL). Hipoalbuminemia berat ini merupakan indikator kuat dari malnutrisi protein-energi, yang umum terjadi pada pasien kanker akibat peningkatan kebutuhan metabolik dari penyakit, anoreksia, efek samping pengobatan, dan katabolisme protein. Kondisi ini secara langsung berkontribusi pada pembengkakan (edema/limfedema) pada tangan kiri karena albumin berperan penting dalam menjaga tekanan onkotik plasma. Rendahnya albumin menyebabkan cairan merembes dari pembuluh darah ke jaringan interstitial, memicu edema. Pada pasien kanker payudara kiri, pembengkakan tangan kiri sangat mungkin merupakan limfedema sekunder akibat terapi bedah atau radiasi yang mengganggu sistem limfatik aksila, dan hipoalbuminemia memperberat kondisi ini. Selain itu, hipoalbuminemia menimbulkan risiko serius terhadap integritas kulit (kulit menjadi tipis, kering, mudah rusak) dan menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi, sehingga perlu dipertimbangkan juga diagnosis risiko seperti Risiko Gangguan Integritas Kulit dan Risiko Infeksi.
Kode SLKI: B.4.1, M.2.1, M.3.1
Deskripsi : Intervensi keperawatan (SLKI) difokuskan pada penanganan multifaktor. Pertama, Manajemen Nutrisi (B.4.1): Meliputi kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun diet tinggi protein dan tinggi kalori yang disesuaikan dengan toleransi pasien, mungkin dalam porsi kecil namun sering. Memantau asupan dan keluaran cairan, serta berat badan secara berkala. Memberikan edukasi tentang pentingnya protein untuk sintesis albumin dan penyembuhan. Dapat pula mempertimbangkan suplementasi nutrisi oral atau, jika diperlukan, dukungan nutrisi parenteral sesuai kolaborasi dengan dokter. Kedua, Manajemen Edema (M.2.1): Khusus untuk menangani pembengkakan tangan kiri. Intervensi meliputi elevasi ekstremitas yang terkena, perawatan kulit yang lembut untuk mencegah cedera, penggunaan teknik drainase limfatik manual (jika diinstruksikan oleh terapis), dan edukasi mengenai perlindungan lengan kiri dari tekanan, cedera, serta infeksi. Pemantauan lingkar lengan secara teratur untuk menilai perkembangan edema. Ketiga, Perawatan Kulit (M.3.1): Untuk mencegah gangguan integritas kulit akibat edema dan malnutrisi. Dilakukan dengan menjaga kebersihan kulit, menggunakan pelembab non-alkohol, menghindari gesekan dan tekanan, serta menginspeksi kulit secara rutin terutama di area yang bengkak untuk mendeteksi dini tanda kemerahan, lecet, atau ruptur.
Kode SIKI: B.4.1.1, B.4.1.2, B.4.1.3, M.2.1.1, M.2.1.2, M.3.1.1, M.3.1.2
Deskripsi : Kriteria hasil (SIKI) yang diharapkan mencerminkan perbaikan dari kondisi pasien. Untuk nutrisi (B.4.1.1, B.4.1.2, B.4.1.3): Pasien menunjukkan peningkatan asupan nutrisi dan cairan sesuai target yang ditetapkan, berat badan meningkat atau stabil (tidak turun lebih lanjut), dan yang terpenting, nilai laboratorium (terutama albumin serum) menunjukkan tren peningkatan mendekati rentang normal. Untuk manajemen edema (M.2.1.1, M.2.1.2): Pembengkakan pada tangan kiri berkurang, yang dapat diukur melalui penurunan lingkar lengan dan pengamatan klinis. Pasien juga mampu mendemonstrasikan perilaku perawatan diri untuk mengelola limfedema, seperti teknik elevasi dan perawatan kulit yang aman. Untuk perawatan kulit (M.3.1.1, M.3.1.2): Integritas kulit tetap utuh, tidak ada tanda-tanda kerusakan kulit (lecet, luka, infeksi) di area yang edema maupun area tekanan. Pasien memahami dan berpartisipasi dalam tindakan pencegahan kerusakan kulit. Secara keseluruhan, evaluasi keberhasilan intervensi adalah kombinasi dari perbaikan parameter biokimia (albumin), antropometri (berat badan, lingkar lengan), klinis (pengurangan edema, kulit utuh), dan peningkatan pengetahuan serta keterlibatan pasien dalam perawatan dirinya.
Article No. 23246 | 09 Dec 2025
Klinis : Jika Albumin 1.6 g/dL (3.4 - 4.8) pada pasien Ca Mammae sinistra disertai dengan pembengkakan pada tangan kiri. Diagnosa keperawatan apa yang harus di ambil? Tangannya yang bengkak dibalut oleh perban elastis untuk mengurangi pembengkakan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh dan Risiko Gangguan Integritas Kulit serta Risiko Infeksi terkait Hipoalbuminemia dan Limfedema pada Ca Mammae Sinistra
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Pada kasus ini, hipoalbuminemia berat (albumin 1.6 g/dL) merupakan penanda laboratorium kunci yang menunjukkan defisit nutrisi protein-energi yang serius. Albumin disintesis di hati dan merupakan protein plasma utama yang berfungsi menjaga tekanan onkotik koloid, mengangkut berbagai zat (seperti hormon, obat-obatan, asam lemak), dan berperan dalam penyembuhan luka. Kadar albumin yang sangat rendah (<2.0 g/dL) menunjukkan malnutrisi berat, peningkatan katabolisme akibat proses keganasan (Ca Mammae), atau kombinasi keduanya. Kondisi ini diperparah oleh penyakit kanker yang meningkatkan kebutuhan energi dan protein tubuh (sindrom kaheksia kanker), sementara asupan mungkin terganggu akibat efek samping terapi, anoreksia, atau mual. Hipoalbuminemia menyebabkan edema karena penurunan tekanan onkotik, yang pada pasien ini dimanifestasikan sebagai pembengkakan tangan kiri (limfedema sekunder pasca pengobatan kanker payudara). Selain itu, risiko gangguan integritas kulit dan infeksi juga meningkat secara signifikan karena peran albumin dalam proses regenerasi jaringan dan respon imun.
Kode SLKI: 020058
Deskripsi : SLKI 020058: Manajemen Nutrisi. Tujuan intervensi keperawatan adalah untuk meningkatkan status nutrisi pasien, dengan kriteria hasil: 1) Peningkatan berat badan menuju rentang ideal, 2) Peningkatan kadar albumin serum menuju nilai normal (3.4-4.8 g/dL), 3) Asupan nutrisi oral/protein yang adekuat sesuai kebutuhan yang dihitung, 4) Penurunan tanda klinis malnutrisi (seperti kelelahan, penurunan massa otot). Perawat akan melakukan kolaborasi dengan ahli gizi untuk menghitung kebutuhan kalori dan protein berdasarkan kondisi pasien (kanker, adanya edema). Intervensi mencakup pemberian edukasi tentang pentingnya diet tinggi protein dan tinggi kalori, pemilihan jenis makanan yang mudah dikonsumsi dan disukai pasien, serta monitoring asupan dan toleransi makanan. Jika asupan oral tidak mencukupi, perawat akan mempersiapkan pasien untuk pemberian nutrisi enteral atau parenteral sesuai indikasi dan kolaborasi dengan dokter. Monitoring berat badan, lingkar lengan, dan pemeriksaan laboratorium (albumin, prealbumin) dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi keberhasilan intervensi. Manajemen nutrisi yang adekuat juga akan berdampak tidak langsung pada pengurangan edema dengan memperbaiki tekanan onkotik plasma.
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : SIKI 4410: Manajemen Limfedema. Tujuan intervensi adalah untuk mengurangi pembengkakan (edema) pada ekstremitas atas kiri dan mencegah komplikasi. Intervensi ini sangat relevan karena pasien telah menunjukkan limfedema dan mendapatkan penatalaksanaan awal berupa perban elastis. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Pemantauan dan Pengkajian: Mengukur lingkar lengan secara berkala untuk menilai perkembangan edema, menilai integritas kulit pada area yang bengkak (risiko rusak/lecet), menilai tingkat nyeri atau ketidaknyamanan, serta memantau tanda-tanda infeksi (eritema, panas, demam). 2) Perawatan Kulit: Menjaga kebersihan kulit pada ekstremitas yang edema dengan sabun lembut dan pelembab untuk mencegah kekeringan dan pecah-pecah, yang merupakan pintu masuk infeksi. 3) Manajemen Kompresi: Memastikan perban elastis atau stoking kompresi dipasang dengan benar (tekanan gradien), tidak terlalu ketat yang dapat menghambat aliran darah, dan melepasnya sesuai protokol untuk perawatan kulit. Mendidik pasien dan keluarga tentang teknik pemasangan dan perawatan alat kompresi. 4) Elevasi: Menganjurkan dan membantu elevasi lengan yang bengkak di atas level jantung ketika duduk atau berbaring untuk memanfaatkan gravitasi dalam mengurangi pembengkakan. 5) Latihan Gerak: Mendorong latihan gerak ringan yang aman untuk ekstremitas tersebut (sesuai anjuran fisioterapi) untuk merangsang pompa otot dan aliran limfe. 6) Edukasi dan Pencegahan: Memberikan edukasi untuk melindungi lengan yang terkena dari cedera, suntikan, pengukuran tekanan darah, paparan panas berlebihan, dan aktivitas berat yang dapat memperburuk kondisi. 7) Kolaborasi: Merujuk ke terapis limfedema atau fisioterapi untuk terapi dekongesti kompleks (Complex Decongestive Therapy/CDT) yang lebih komprehensif jika diperlukan. Intervensi ini secara sinergis dengan manajemen nutrisi bertujuan untuk mengurangi edema, meningkatkan kenyamanan pasien, dan mencegah komplikasi serius seperti selulitis atau limfangitis.
Article No. 23247 | 09 Dec 2025
Klinis : koping stress tidak efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Koping Stress Tidak Efektif
Kode SDKI: 00069
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk mengelola respons fisiologis atau psikologis secara konstruktif terhadap peristiwa atau situasi yang dipersepsikan sebagai mengancam, menantang, atau berbahaya.
Kode SLKI: 1400
Deskripsi : Koping. Tujuan keperawatan adalah pasien dapat menunjukkan kemampuan untuk mengelola stres secara adaptif. Luaran yang diharapkan meliputi: (1) Mengidentifikasi sumber stresor dan reaksi personal terhadapnya. (2) Mengungkapkan perasaan dan pikiran terkait situasi stres. (3) Mendemonstrasikan penggunaan teknik relaksasi atau metode koping yang sesuai untuk mengurangi ketegangan. (4) Melaporkan penurunan gejala fisik dan emosional yang terkait stres (seperti gelisah, insomnia, palpitasi). (5) Mengembangkan dan menggunakan strategi pemecahan masalah untuk menghadapi situasi yang menantang. (6) Memanfaatkan sistem pendukung sosial (keluarga, teman, tenaga profesional) secara efektif. (7) Menunjukkan peningkatan dalam fungsi peran dan aktivitas kehidupan sehari-hari. Pencapaian luaran ini menunjukkan perbaikan dalam kemampuan koping, diukur melalui observasi perilaku, laporan subjektif pasien, dan penilaian klinis.
Kode SIKI: 3290
Deskripsi : Manajemen Koping. Intervensi keperawatan yang komprehensif untuk membantu pasien mengembangkan dan menggunakan strategi adaptif dalam menghadapi stres. Intervensi ini meliputi: (1) Membangun hubungan terapeutik yang empatik dan mendukung untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi ekspresi perasaan. (2) Mengkaji bersama pasien sumber stresor internal dan eksternal, serta respons fisiologis, emosional, dan perilaku yang muncul. (3) Membantu pasien mengidentifikasi kekuatan pribadi dan mekanisme koping yang pernah berhasil digunakan di masa lalu. (4) Mengajarkan dan melatih teknik relaksasi, seperti napas dalam, relaksasi otot progresif, guided imagery, atau mindfulness. (5) Melatih keterampilan pemecahan masalah secara sistematis: mendefinisikan masalah, mengidentifikasi alternatif solusi, mengevaluasi konsekuensi, memilih tindakan, dan mengevaluasi hasil. (6) Mendorong ekspresi perasaan secara verbal atau melalui media lain (seperti menulis jurnal) untuk memfasilitasi katarsis dan pemahaman. (7) Memfasilitasi modifikasi lingkungan untuk mengurangi paparan stresor jika memungkinkan. (8) Mendorong keterlibatan dalam aktivitas yang memberikan rasa pencapaian dan kesenangan (aktivitas terapeutik). (9) Melakukan latihan asertif dan pelatihan komunikasi untuk meningkatkan kemampuan menghadapi konflik interpersonal. (10) Mengkoordinasikan dan memfasilitasi pemanfaatan sistem pendukung sosial, termasuk keluarga dan kelompok dukungan. (11) Memberikan edukasi tentang respons tubuh terhadap stres dan hubungan pikiran-tubuh. (12) Memantau tanda-tanda eskalasi stres dan risiko terhadap diri sendiri atau orang lain. (13) Kolaborasi dengan tenaga kesehatan mental (psikolog, psikiater) jika diperlukan terapi modalitas lebih lanjut. Intervensi ini dilaksanakan secara individual, sensitif terhadap budaya, dan dievaluasi secara berkala untuk menyesuaikan pendekatan berdasarkan respons pasien.
Article No. 23248 | 09 Dec 2025
Klinis : koping stress tidak efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Koping Stress Tidak Efektif
Kode SDKI: 00069
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan dalam mengelola respons fisiologis atau psikologis terhadap peristiwa atau situasi yang penuh tekanan, yang mengakibatkan kegagalan untuk beradaptasi atau memenuhi peran dan fungsi yang diharapkan. Hal ini ditandai dengan perilaku maladaptif, distres emosional, dan gangguan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.
Kode SLKI: 1400
Deskripsi : SLKI 1400: Manajemen Koping. Tujuan akhir dari intervensi keperawatan adalah pasien mampu mendemonstrasikan koping yang efektif. Kriteria hasilnya meliputi: (1) Mengidentifikasi kekuatan dan sumber koping pribadi; (2) Mengungkapkan perasaan dan emosi secara tepat; (3) Menggunakan strategi koping adaptif untuk mengelola stres; (4) Melaporkan penurunan tingkat stres dan kecemasan yang dirasakan; (5) Menunjukkan peningkatan dalam fungsi peran dan partisipasi dalam hubungan sosial; (6) Membuat keputusan yang konstruktif terkait masalah yang dihadapi; serta (7) Mengakses dan menggunakan sistem pendukung yang tersedia secara efektif. Pencapaian SLKI ini diukur melalui observasi perilaku, laporan subjektif pasien, dan peningkatan objektif dalam kemampuan menyelesaikan masalah serta berinteraksi dengan lingkungan.
Kode SIKI: 4230
Deskripsi : SIKI 4230: Peningkatan Koping. Intervensi keperawatan ini berfokus pada membantu pasien mengembangkan dan memperkuat kemampuan kognitif dan perilaku untuk mengelola tuntutan internal dan eksternal yang dianggap melebihi sumber daya yang dimiliki. Intervensi spesifik meliputi: (a) Membangun hubungan terapeutik untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi ekspresi perasaan. (b) Mengajarkan teknik relaksasi, seperti napas dalam dan relaksasi otot progresif, untuk mengurangi ketegangan fisiologis. (c) Melatih keterampilan pemecahan masalah secara sistematis: mengidentifikasi masalah, mengeksplorasi alternatif solusi, mengevaluasi konsekuensi, dan mengimplementasikan pilihan. (d) Membantu pasien mengidentifikasi dan memodifikasi pola pikir negatif atau distorsi kognitif yang memperburuk stres melalui pendekatan kognitif sederhana. (e) Mendorong aktivitas fisik yang sesuai dan teknik manajemen waktu. (f) Memfasilitasi mobilisasi sistem pendukung, baik dari keluarga, teman, atau kelompok komunitas. (g) Melakukan role-play untuk melatih respons yang lebih adaptif dalam situasi penuh tekanan. (h) Memberikan pendidikan kesehatan tentang respons tubuh terhadap stres dan pentingnya koping sehat. (i) Meningkatkan harga diri dengan mengakui keberhasilan sekecil apa pun. (j) Kolaborasi dengan tenaga profesional lain seperti psikolog atau konselor jika diperlukan. Implementasi SIKI ini bersifat individual, disesuaikan dengan sumber stres, kepribadian, budaya, dan sumber daya pasien, dengan evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas strategi koping yang diterapkan.
Article No. 23249 | 09 Dec 2025
Klinis : koping stress tidak efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Koping Stres Tidak Efektif
Kode SDKI: 00069
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk mengelola respons fisiologis atau psikologis secara konstruktif terhadap peristiwa atau situasi kehidupan yang penuh tekanan.
Kode SLKI: 1400
Deskripsi : Koping. SLKI ini menggambarkan kemampuan klien untuk mengelola stres secara adaptif. Indikator yang diharapkan mencakup: (1) Mengidentifikasi sumber stresor secara akurat; (2) Mengekspresikan perasaan dan pikiran terkait stresor; (3) Menggunakan strategi koping yang adaptif dan mengurangi yang maladaptif; (4) Melaporkan penurunan tingkat distress emosional dan fisiologis; (5) Mempertahankan fungsi peran dan aktivitas sehari-hari; (6) Memanfaatkan dukungan sosial yang tersedia; (7) Mengevaluasi efektivitas strategi koping yang digunakan; (8) Mengembangkan rencana untuk mengatasi stresor di masa depan. Tujuan akhirnya adalah klien dapat mendemonstrasikan perilaku dan respons emosional yang adaptif dalam menghadapi stresor, sehingga kualitas hidup dan fungsi optimalnya tetap terjaga.
Kode SIKI: 3220
Deskripsi : Peningkatan Koping. Intervensi keperawatan ini berfokus pada membantu klien mengembangkan dan memperkuat kemampuan untuk mengatasi stresor internal dan eksternal. Aktivitas keperawatan meliputi: (1) Membangun hubungan terapeutik yang mendukung dan empatik untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi ekspresi perasaan; (2) Mengkaji bersama klien sumber stresor, persepsi klien terhadap stresor, serta strategi koping yang pernah digunakan (baik adaptif maupun maladaptif); (3) Membantu klien mengidentifikasi dan mengekspresikan perasaan seperti cemas, marah, atau putus asa secara verbal; (4) Mengajarkan dan melatih keterampilan koping spesifik, seperti teknik relaksasi (napas dalam, relaksasi otot progresif), teknik distraksi, dan restrukturisasi kognitif (mengganti pikiran negatif dengan yang lebih realistis); (5) Mendorong aktivitas fisik yang sesuai dan manajemen pola hidup sehat (nutrisi, tidur) untuk meningkatkan ketahanan terhadap stres; (6) Memfasilitasi peningkatan dukungan sosial dengan mengidentifikasi anggota keluarga atau kelompok pendukung yang dapat diandalkan; (7) Membantu klien mengevaluasi konsekuensi dari setiap pilihan koping dan memilih strategi yang paling menguntungkan; (8) Memberikan reinforcement positif terhadap setiap kemajuan atau upaya adaptif yang dilakukan klien; (9) Kolaborasi dengan tenaga profesional lain (psikolog, konselor) jika diperlukan; (10) Membantu klien menyusun rencana tindakan konkret untuk menghadapi stresor saat ini dan potensial di masa depan. Intervensi ini bersifat holistik, ditujukan untuk memberdayakan klien sehingga mereka bukan hanya mengatasi krisis saat ini, tetapi juga membangun ketahanan (resilience) untuk tantangan selanjutnya.
Article No. 23250 | 09 Dec 2025
Klinis : Nyeri akut
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode ICD-10: R52.0
Deskripsi Singkat : Nyeri akut merujuk pada sensasi tidak menyenangkan dan pengalaman emosional yang terkait dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang relatif cepat dan durasi terbatas (biasanya kurang dari 3-6 bulan). Ini berfungsi sebagai sinyal peringatan biologis penting dari tubuh. Kode R52.0 diklasifikasikan di bawah gejala dan tanda umum (Bab XVIII), tepatnya dalam kategori "Nyeri, tidak diklasifikasikan di tempat lain". Penggunaan kode ini tepat ketika nyeri adalah gejala utama yang dilaporkan dan belum dapat dikaitkan dengan diagnosis penyakit spesifik yang mendasarinya (misalnya, radang sendi, patah tulang, atau infeksi). Dalam konteks pelatihan, kode ini menggarisbawahi pentingnya mendokumentasikan nyeri sebagai entitas yang signifikan sambil menekankan bahwa kodifikasi akhir harus didasarkan pada diagnosis etiologi yang pasti setelah penyelidikan klinis lengkap. Pengkodean yang akurat untuk nyeri memfasilitasi pelacakan, manajemen, dan penelitian terkait perawatan nyeri.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282