Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 20159 | 28 Jul 2025
Klinis : klien laki-laki berusia 30 tahun dengan tidak ada keluhan dan membawa hasil lab positif sipilis
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci untuk setiap poin yang Anda minta.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi tersebut:
1. Risiko Infeksi Seksual
Definisi: Rentan terhadap serangan patogen yang dapat ditularkan melalui aktivitas seksual.
Etiologi: Hasil pemeriksaan laboratorium positif untuk infeksi sipilis.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Kontrol Infeksi
Definisi: Kemampuan individu untuk mencegah atau mengendalikan infeksi.
Kriteria Hasil:
a. Menunjukkan pemahaman tentang penyakit menular seksual dan cara penularannya.
b. Menunjukkan pemahaman tentang pentingnya perilaku seksual yang aman.
c. Menunjukkan pemahaman tentang pentingnya pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
d. Melaporkan gejala infeksi seksual dengan segera.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Edukasi Kesehatan
Definisi: Memberikan informasi yang terstruktur dan terencana untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan klien dalam mengelola masalah kesehatan.
Aktivitas:
a. Jelaskan penyakit menular seksual, termasuk sipilis, dan cara penularannya.
b. Jelaskan pentingnya perilaku seksual yang aman, seperti penggunaan kondom.
c. Jelaskan pentingnya pemeriksaan dan pengobatan yang tepat untuk infeksi seksual.
d. Dorong klien untuk segera melaporkan gejala infeksi seksual.
2. Manajemen Risiko
Definisi: Mengidentifikasi dan mengelola faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan.
Aktivitas:
a. Identifikasi faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko infeksi seksual, seperti perilaku seksual yang berisiko.
b. Kembangkan rencana untuk mengurangi faktor-faktor risiko tersebut.
c. Monitor dan evaluasi efektivitas rencana yang telah dibuat.
3. Dukungan Emosional
Definisi: Memberikan dukungan dan empati untuk membantu klien mengatasi masalah emosional yang terkait dengan kondisi kesehatannya.
Aktivitas:
a. Dengarkan dan validasi perasaan klien tentang diagnosa infeksi seksual.
b. Berikan dukungan dan empati untuk membantu klien mengatasi rasa malu, cemas, atau stigma yang mungkin timbul.
c. Bantu klien mengembangkan strategi koping yang efektif untuk mengatasi masalah emosional.
Dengan intervensi keperawatan yang komprehensif, diharapkan klien dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya dalam mencegah, mengendalikan, dan mengelola infeksi seksual, sehingga dapat mencapai luaran yang diharapkan, yaitu kontrol infeksi yang optimal. -
Article No. 20160 | 28 Jul 2025
Klinis : klien laki-laki berusia 30 tahun dengan tidak ada keluhan dan membawa hasil lab positif sipilis
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci untuk setiap poin yang Anda minta.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi tersebut:
Diagnosa Keperawatan yang sesuai untuk klien laki-laki berusia 30 tahun dengan hasil laboratorium positif sipilis tanpa adanya keluhan adalah "Risiko Penularan Penyakit". Diagnosa ini dipilih karena meskipun klien tidak menunjukkan gejala, hasil laboratorium menunjukkan adanya infeksi sipilis, sehingga terdapat risiko penularan penyakit kepada orang lain.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Setelah diberikan Asuhan Keperawatan, diharapkan klien dapat mencapai luaran/output sebagai berikut:
1. Pengetahuan Tentang Kesehatan: Klien menunjukkan pemahaman yang baik tentang penyakit sipilis, termasuk cara penularan, gejala, dan pentingnya pengobatan.
2. Perilaku Kesehatan Promotif: Klien menunjukkan perilaku yang mendukung kesehatan, seperti mengikuti program pengobatan, menghindari kontak seksual tanpa pelindung, dan melakukan skrining/pemeriksaan rutin.
3. Pengendalian Infeksi: Tidak terjadi penularan penyakit sipilis kepada orang lain selama masa perawatan.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
Untuk mencapai luaran/output yang diharapkan, berikut adalah intervensi keperawatan yang diperlukan:
1. Edukasi Kesehatan
- Memberikan informasi yang komprehensif kepada klien tentang penyakit sipilis, termasuk cara penularan, gejala, dampak, dan pentingnya pengobatan.
- Menjelaskan kepada klien pentingnya melakukan skrining/pemeriksaan rutin dan mengikuti program pengobatan secara teratur.
- Mendiskusikan dengan klien tentang cara-cara mencegah penularan penyakit, seperti penggunaan kondom saat berhubungan seksual.
2. Manajemen Infeksi
- Memantau tanda-tanda dan gejala infeksi pada klien.
- Memastikan klien mengikuti program pengobatan yang telah ditetapkan oleh tenaga kesehatan.
- Melakukan koordinasi dengan tim kesehatan lainnya (misalnya dokter, petugas laboratorium) untuk memantau perkembangan kondisi klien.
3. Dukungan Emosional
- Memberikan dukungan dan empati kepada klien untuk mengurangi kecemasan atau stigma yang mungkin dirasakan.
- Mendorong klien untuk terbuka dan membicarakan perasaannya terkait kondisi kesehatan yang dialami.
- Memberikan informasi tentang sumber-sumber dukungan atau konseling yang dapat diakses klien.
Dengan intervensi keperawatan yang komprehensif dan berpusat pada klien, diharapkan klien dapat meningkatkan pengetahuan, mengembangkan perilaku sehat, dan mencegah penularan penyakit, sehingga dapat mencapai luaran/output yang diharapkan. -
Article No. 20161 | 28 Jul 2025
Klinis : pasien datang dengan keluhan nyeri perut bagian bawah
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah penjelasan rinci dan terperinci untuk kondisi pasien dengan keluhan nyeri perut bagian bawah:
1. Diagnosa Keperawatan SDKI:
Diagnosa Keperawatan yang sesuai berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) adalah "Nyeri Akut". Nyeri akut didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut.
Karakteristik definisi:
- Terdapat keluhan nyeri yang dirasakan pasien
- Nyeri dapat terjadi secara tiba-tiba dan umumnya memiliki durasi terbatas
- Nyeri dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti inflamasi, infeksi, atau kondisi patologis lainnya
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
- Pasien melaporkan nyeri berkurang
- Pasien menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal
- Pasien menunjukkan ekspresi wajah yang lebih santai
- Pasien dapat beraktivitas tanpa mengalami peningkatan nyeri
- Pasien menunjukkan pemahaman tentang penyebab dan manajemen nyeri
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
a. Pengkajian:
- Kaji karakteristik nyeri (lokasi, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas)
- Identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi nyeri, seperti aktivitas, posisi, makanan, dan lainnya
- Catat tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, respirasi, suhu)
b. Intervensi:
- Berikan analgesik sesuai dengan resep dokter untuk mengurangi nyeri
- Ajarkan teknik manajemen nyeri non-farmakologis, seperti relaksasi, distraksi, dan kompres hangat
- Pertahankan posisi yang nyaman bagi pasien
- Kolaborasi dengan dokter untuk menentukan penyebab nyeri dan pengobatan yang tepat
- Berikan dukungan emosional dan informasi terkait nyeri yang dialami pasien
c. Evaluasi:
- Kaji ulang intensitas nyeri dengan skala nyeri
- Amati tanda-tanda vital dan ekspresi wajah pasien
- Tinjau kemampuan pasien dalam beraktivitas tanpa peningkatan nyeri
- Evaluasi pemahaman pasien tentang penyebab dan manajemen nyeri
Dengan melaksanakan intervensi keperawatan yang komprehensif dan berpusat pada pasien, diharapkan dapat membantu pasien mencapai luaran yang diharapkan, yaitu pengurangan nyeri, peningkatan fungsi, dan pemahaman yang baik tentang kondisi serta manajemen nyerinya. -
Article No. 20162 | 28 Jul 2025
Klinis : pasien datang hilang rasa di daerah lidah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, yaitu pasien datang dengan keluhan hilang rasa di daerah lidah, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
Perubahan Sensasi Persepsi: Gangguan Indera Pengecap (00123)
Definisi: Perubahan dalam kemampuan individu untuk menerima dan menginterpretasikan stimulasi indera pengecap.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00123
Definisi: Perubahan dalam kemampuan individu untuk menerima dan menginterpretasikan stimulasi indera pengecap.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: LS-13001
Definisi: Individu menunjukkan pemulihan sensasi pengecapan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: IP-13001
Definisi: Serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memulihkan sensasi pengecapan pada individu.
Penjelasan singkat:
Diagnosa keperawatan "Perubahan Sensasi Persepsi: Gangguan Indera Pengecap" mengacu pada kondisi pasien yang mengalami hilang rasa di daerah lidah, yang merupakan gangguan pada indera pengecap. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) memberikan definisi dan kode yang sesuai dengan kondisi ini. Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) mengacu pada luaran yang diharapkan, yaitu individu menunjukkan pemulihan sensasi pengecapan. Sementara itu, Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) memberikan definisi dan kode bagi intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk memulihkan sensasi pengecapan pada individu. -
Article No. 20163 | 28 Jul 2025
Klinis : pasien datang hilang rasa di daerah lidah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: **Diagnosa Keperawatan dan Penjelasan Singkat SDKI - SLKI - SIKI**
**Kondisi Pasien**: Hilang rasa di daerah lidah (disfungsi sensori).
### **1. Diagnosa Keperawatan (SDKI)**
**Kode**: **00128 – Gangguan Persepsi Sensorik: Gustatori**
**Definisi**: Perubahan dalam ketajaman atau pengorganisasian stimulus gustatori (rasa) yang mengganggu respons terhadap lingkungan.
**Penjelasan**:
- Hilang rasa (ageusia/hypogeusia) dapat disebabkan oleh gangguan neurologis, defisiensi nutrisi (misal: vitamin B12), infeksi, efek samping obat, atau trauma.
- SDKI ini menggambarkan ketidakmampuan pasien merasakan stimulus rasa secara normal, berdampak pada asupan nutrisi dan kualitas hidup.
---
### **2. Luaran Keperawatan (SLKI)**
**Kode**: **1302 – Fungsi Indera Pengecap Meningkat**
**Indikator**:
- **130201**: Kemampuan mengidentifikasi rasa dasar (manis, asam, asin, pahit).
- **130202**: Laporan subjektif pasien tentang perbaikan sensasi rasa.
- **130203**: Asupan nutrisi adekuat sesuai kebutuhan.
**Penjelasan**:
- Luaran ini menargetkan pemulihan fungsi pengecap melalui intervensi spesifik seperti modifikasi diet, terapi penyebab dasar, atau edukasi pasien.
---
### **3. Intervensi Keperawatan (SIKI)**
**Kode**: **3220 – Manajemen Gangguan Sensori**
**Aktivitas**:
- **322001**: Identifikasi penyebab gangguan (misal: pemeriksaan neurologis, riwayat obat).
- **322002**: Kolaborasi dengan tim medis untuk tatalaksana penyebab (contoh: suplementasi vitamin B12 jika defisiensi).
- **322003**: Modifikasi tekstur/suhu makanan untuk stimulasi reseptor rasa.
- **322004**: Edukasi pasien tentang teknik kompensasi (misal: fokus pada aroma makanan).
**Kode Tambahan**: **0902 – Edukasi Kesehatan** (untuk meningkatkan pemahaman pasien tentang kondisi dan perawatan mandiri).
---
**Catatan Akademis**:
- Pendekatan holistik diperlukan, termasuk pemeriksaan neurologis dan laboratorium (misal: kadar zinc, vitamin B12).
- Dokumentasi perubahan sensasi secara berkala menggunakan skala objektif (misal: tes konsentrasi rasa).
**Referensi**:
- *Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) Edisi 5*.
- *Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) Edisi 3*.
- *Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) Edisi 3*.
Format RTF terlampir dapat disesuaikan dengan kebutuhan dokumentasi klinis. -
Article No. 20164 | 28 Jul 2025
Klinis : Sesak nafas sejak kemarin sore, mual ada, muntah tidak ada, lemes ada, sakit kepala ada
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah penjelasan rinci terkait kondisi yang Anda berikan:
1. Diagnosa Keperawatan SDKI
Berdasarkan gejala yang dipaparkan, yaitu sesak napas, mual, lemas, dan sakit kepala, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah:
a. Ketidakefektifan Pola Napas
Definisi: Ketidakmampuan untuk mempertahankan pola napas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi.
b. Mual
Definisi: Sensasi tidak nyaman di perut yang dapat mengarah pada keinginan untuk muntah.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI)
a. Untuk Ketidakefektifan Pola Napas:
1) Pasien menunjukkan frekuensi napas dalam rentang normal.
2) Pasien menunjukkan irama napas teratur.
3) Pasien melaporkan sesak napas terkendali.
b. Untuk Mual:
1) Pasien melaporkan tidak ada mual.
2) Pasien mampu mengonsumsi makanan dan cairan tanpa timbul mual.
3) Pasien menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal.
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI)
a. Untuk Ketidakefektifan Pola Napas:
1) Kaji tanda-tanda vital dan pola napas pasien secara berkala.
2) Berikan oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi oksigen dalam batas normal.
3) Anjurkan pasien untuk melakukan teknik pernapasan dalam dan relaksasi.
4) Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk pemberian terapi obat-obatan yang dapat membantu mengatasi sesak napas.
b. Untuk Mual:
1) Kaji tanda-tanda vital pasien secara berkala.
2) Identifikasi faktor-faktor yang dapat memicu mual, seperti riwayat pengobatan, diet, atau stres.
3) Berikan intervensi nonfarmakologis, seperti kompres dingin pada daerah perut, aromaterapi, atau teknik relaksasi.
4) Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk pemberian terapi obat-obatan yang dapat membantu mengatasi mual.
5) Anjurkan pasien untuk mengonsumsi makanan dan cairan dalam jumlah kecil tapi sering.
Penjelasan di atas mencakup diagnosa keperawatan SDKI, luaran/output yang diharapkan setelah asuhan keperawatan (SLKI), dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan luaran (SIKI) berdasarkan kondisi yang Anda paparkan. Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda. Jika ada pertanyaan lain, jangan ragu untuk menanyakannya. -
Article No. 20165 | 28 Jul 2025
Klinis : sakit kepala dan lemah
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah penjelasan rinci dan terperinci untuk kondisi sakit kepala dan lemah:
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Nyeri Akut
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau yang digambarkan dalam istilah-istilah kerusakan semacam itu.
- Karakteristik Definisi: Melaporkan adanya nyeri, menunjukkan perilaku nyeri, menggunakan skala nyeri.
2. Kelelahan
- Definisi: Pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan yang mencakup kombinasi perasaan letih, kekurangan energi, dan penurunan kapasitas untuk melakukan pekerjaan fisik dan mental pada tingkat biasa.
- Karakteristik Definisi: Melaporkan kelelahan, menunjukkan penurunan ketahanan fisik, melaporkan penurunan kemampuan berkonsentrasi.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Nyeri Terkontrol
- Definisi: Keadaan di mana pasien dapat mengendalikan atau meredakan nyeri.
- Kriteria Hasil:
a. Melaporkan nyeri terkendali
b. Mampu menggunakan metode nonfarmakologis untuk mengendalikan nyeri
c. Menunjukkan perilaku untuk mengendalikan nyeri
2. Pemulihan Energi
- Definisi: Keadaan di mana pasien dapat mempertahankan atau meningkatkan energi.
- Kriteria Hasil:
a. Melaporkan peningkatan energi
b. Menunjukkan peningkatan aktivitas
c. Menunjukkan tanda-tanda vital dalam rentang normal
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Manajemen Nyeri
- Definisi: Tindakan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan faktor-faktor yang menyebabkan atau memperberat nyeri pada pasien.
- Aktivitas:
a. Kaji karakteristik nyeri (lokasi, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas)
b. Identifikasi faktor-faktor yang memperberat nyeri
c. Berikan analgesik sesuai indikasi
d. Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri (relaksasi, terapi musik, kompres hangat/dingin)
e. Evaluasi efektivitas intervensi nyeri
2. Manajemen Energi
- Definisi: Tindakan untuk membantu pasien mengatur penggunaan energi sehingga dapat mencapai tingkat aktivitas yang diinginkan.
- Aktivitas:
a. Kaji tingkat kelelahan dan penyebabnya
b. Bantu pasien mengidentifikasi aktivitas yang membutuhkan banyak energi
c. Anjurkan istirahat yang cukup
d. Ajarkan teknik manajemen energi (pengaturan aktivitas, diet seimbang, dll.)
e. Kolaborasi dengan tim kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pasien
Dengan penerapan diagnosa keperawatan, luaran, dan intervensi yang tepat, diharapkan pasien dapat mengatasi nyeri kepala dan meningkatkan energinya sehingga dapat beraktivitas dengan lebih baik. -
Article No. 20166 | 28 Jul 2025
Klinis : pasien mengatakan nyeri perut trombosit 589.000 monosit 36,6 kalium 33,38 klorida 98,74 ion kalsium 1,04
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan gejala yang Anda kemukakan, yaitu pasien mengeluhkan nyeri perut, dengan temuan laboratorium berupa trombositosis (trombosit 589.000), monositosis (monosit 36,6%), hiperkalemia (kalium 33,38 mEq/L), hipokloriemia (klorida 98,74 mEq/L), dan hipokalsemia (ion kalsium 1,04 mmol/L), berikut adalah kode ICD-10 dan kode ICD-9-CM Procedure yang sesuai:
1. Kode ICD-10:
- Kode: R10.4
- Deskripsi: Nyeri perut, tidak spesifik
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
Tidak ada kode ICD-9-CM Procedure yang spesifik untuk kondisi ini, karena penatalaksanaannya akan bergantung pada penyebab dan gejala yang ditemukan setelah evaluasi lebih lanjut.
Penjelasan:
- Kode ICD-10 R10.4 (Nyeri perut, tidak spesifik) dipilih karena pasien mengeluhkan nyeri perut tanpa keterangan yang lebih spesifik. Kode ini mencakup nyeri abdominal atau perut yang tidak dapat diklasifikasikan ke kategori yang lebih spesifik.
- Temuan laboratorium yang diberikan, seperti trombositosis, monositosis, hiperkalemia, hipokloriemia, dan hipokalsemia, tidak secara langsung mengarah pada suatu diagnosis spesifik. Diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan penyebab dari keluhan dan temuan laboratorium tersebut.
- Penatalaksanaan yang tepat akan ditentukan setelah dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang tambahan untuk mengidentifikasi penyebab dari nyeri perut dan kelainan laboratorium yang ditemukan. -
Article No. 20167 | 28 Jul 2025
Klinis : sesak napas batuk berdahak Rr= 32x/mnt posisi tidur setengah duduk
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi sesak napas, batuk berdahak, RR=32x/mnt, posisi tidur setengah duduk:
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
SDKI Kode: 00031
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan bersihan jalan napas yang efektif.
2. Pola Napas Tidak Efektif
SDKI Kode: 00032
Definisi: Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
Rencana Keperawatan (SLKI):
1. Peningkatan Bersihan Jalan Napas
SLKI Kode: 0400
Definisi: Tindakan untuk memfasilitasi pembersihan sekresi dari saluran napas.
2. Peningkatan Pola Napas
SLKI Kode: 0402
Definisi: Tindakan untuk memfasilitasi pola napas yang efektif.
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Manajemen Jalan Napas
SIKI Kode: I0150
Definisi: Menciptakan dan mempertahankan jalan napas yang paten untuk memfasilitasi pertukaran gas.
2. Terapi Oksigen
SIKI Kode: I0195
Definisi: Pemberian oksigen melalui berbagai alat untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah.
3. Manajemen Batuk
SIKI Kode: I0040
Definisi: Memfasilitasi batuk untuk membantu membersihkan jalan napas.
Dengan tone akademis dan persona pakar/perawat, penjelasan singkat dari diagnosa keperawatan, rencana keperawatan, dan intervensi keperawatan di atas dapat diberikan kepada pasien atau keluarga untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai kondisi dan tatalaksana keperawatan yang diperlukan. -
Article No. 20168 | 28 Jul 2025
Klinis : sesak napas batuk berdahak Rr= 32x/mnt posisi tidur setengah duduk
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: **Diagnosa Keperawatan dan Penjelasan Singkat SDKI – SLKI – SIKI**
*(Berdasarkan Standar PPNI untuk Kondisi: Sesak Napas, Batuk Berdahak, RR = 32x/menit, Posisi Setengah Duduk)*
---
### **1. Diagnosa Keperawatan (SDKI)**
**Kode:** **00032** – **Gangguan Pertukaran Gas**
**Definisi:** Ketidakmampuan tubuh dalam mempertahankan pertukaran oksigen dan karbon dioksida secara adekuat pada membran alveolus-kapiler.
**Faktor Penyebab (Etiologi):**
- Peningkatan produksi sekret (dahak) akibat inflamasi saluran napas.
- Peningkatan frekuensi pernapasan (tachypnea, RR >30x/menit).
- Posisi tubuh setengah duduk (*orthopnea*) sebagai kompensasi.
**Data Pendukung:**
- Sesak napas (*dyspnea*), batuk berdahak, RR 32x/menit (normal dewasa: 12–20x/menit).
---
### **2. Kriteria Luaran (SLKI)**
**Kode:** **0901** – **Status Pernapasan**
**Indikator:**
- **Frekuensi pernapasan dalam rentang normal** (12–20x/menit).
- **Pengeluaran sekret efektif** (batuk produktif dengan dahak jernih).
- **Posisi tubuh nyaman tanpa orthopnea**.
**Target:**
- Penurunan RR ?20x/menit dalam 24–48 jam.
- Pengurangan dahak dan perbaikan warna sekret (dari purulen ke mukoid).
---
### **3. Intervensi Keperawatan (SIKI)**
**Kode:** **3315** – **Manajemen Jalan Napas**
**Tindakan:**
- **Posisi semi-Fowler** (elevasi kepala 45–60°) untuk optimalisasi ekspansi paru.
- **Latihan batuk efektif** (*deep coughing*) dan **postural drainage** jika diperlukan.
- **Pemberian oksigen** (jika SpO? <90%) dengan kanul nasal/masker.
- **Suction** untuk pengeluaran sekret (jika pasien tidak mampu batuk efektif).
**Kode:** **3320** – **Manajemen Pernapasan**
**Tindakan:**
- **Monitoring tanda vital** (RR, SpO?, suara napas) tiap 2–4 jam.
- **Edukasi teknik pernapasan diafragma** untuk mengurangi kerja otot aksesori.
- **Kolaborasi pemberian bronkodilator/ekspektoran** sesuai resep dokter.
---
### **Penjelasan Akademik**
- **SDKI (00032):** Gangguan pertukaran gas dipilih karena ketidakseimbangan ventilasi-perfusi akibat retensi dahak dan peningkatan RR, yang mengarah pada hipoksemia potensial.
- **SLKI (0901):** Fokus pada stabilisasi fungsi respirasi dan eliminasi sekret sebagai indikator keberhasilan intervensi.
- **SIKI (3315 & 3320):** Intervensi bersifat multidimensi, mencakup tindakan fisik (posisi), terapeutik (latihan napas), dan kolaboratif (farmakologi).
**Catatan Klinis:**
- Evaluasi perlu mencakup auskultasi suara napas (mengi/ronkhi) dan pemeriksaan gas darah (jika diperlukan).
- Adaptasi intervensi berdasarkan respons pasien dan hasil laboratorium.
*(Referensi: Buku SDKI-SLKI-SIKI Edisi 4 PPNI, 2020)*
---
**Format RTF siap digunakan.**