Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23234 | 09 Dec 2025
Klinis : Nyeri dada - sesak + batuk + TD 110/74 Hr 83 N 83 Rr 23 Sat 95% NRM 10 lpm UO 2500/24/60 – 1.7 cc/kg/jam BC - 1300 cc RBH basal paru hB 16,4 hT 50 l 24 tR 370 nA 139 k 3,8 cL 103 cA 1.1 uR 49 cRE 1.9 CKMB 40 GDP 102 Chol 194 HDL 33 LDL 119 TG 208 Au 9,5 pH 7.32 BE -7 CO2 37 O2 130 HCO3 19 Sat 99 8.12.25 Na 129 K 4.2 Cl 89 Ca 1.1 EKG : ST elevasi V1-V4, LVH cornel,susp LV aneurism 09.12.25 Na 135 K 4,6 Cl 93 Ca 0,9 Ur 78 Cre 2.1 A : NTSEMI high risk killip 2 perbaikan HT emergensi Pneumonia komunitas KR IV PSI 91 Presumtive TB Azotemia cre 1.9 – 2,1 eGFR 38 cc/min Asidosis Metabolik tidak terkompensasi P : Bed Rest O2 NRM 10 lpm Tcm sputum Cek sputum mikroorganisme dan sensitivitas antibiotik Cek Ur Cre Elek /3 hari 9.12.25 sesak napas (+) berkurang O: KU : tampak sakit Sedang GCS E4V5M6 TD: 132/84 mmHg N: 69 x/m R: 24x/m Sat 99% on NRM 12 lpm Pemeriksaan pulmo I : pengembangan dada kanan dan kiri sama P : fremitus raba dada kanan dan kiri sama P : sonor +/+ A : sdv +/+ rbk +/+ wh -/- egofoni -/- HEMATOLOGI 6/12/25 RDW-CV 11.89 MPV 6.54 Hitung Jenis Neutrofil 85.4 Limfosit 9.5 Monosit 4.2 Eosinofil 0.35 Basofil 0.5 Total Neutrofil 20.77 Total Lymphosit 2.31 Total Monosit 01.03 Total Eosinofil 0.09 Total Basofil 0.13 Gol. Darah (A B O) Golongan Darah B KIMIA KLINIK ELEKTROLIT Natrium (Na) 139 Kalium (K) 3.8 Chlorida (Cl) 103 Calsium (Ca2+) 1.1 pH 7.53 Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 101 Fungsi Hati AST (SGOT) 51 ALT (SGPT) 54 Fungsi Ginjal Ureum 49.3 Kreatinin 1.91 Jantung CK-MB 40 Darah Rutin Hemoglobin 16.40 Eritrosit 5.75 Hematokrit 50.0 Index Eritrosit MCV 87.0 MCH 28.5 MCHC 32.8 Lekosit 24.32 KIMIA KLINIK Analisa Gas Darah Measure (Corected) pH 7.32 PCO2 37.5 PO2 130 SO2 99.0 Lactat 1.0 Calcualted HCO3 19.2 TCO2 20.0 Base(Ecf) -7.0
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Ketidakefektifan Pola Napas
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut (International Association for the Study of Pain); onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama [waktu], nyeri terkontrol dengan kriteria hasil: 1) Pasien melaporkan nyeri terkontrol. 2) Menunjukkan perilaku kenyamanan. 3) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 4) Menunjukkan teknik nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri. Pada kasus ini, nyeri dada yang dialami pasien merupakan manifestasi dari NSTEMI high risk dengan elevasi segmen ST di EKG (V1-V4), menunjukkan iskemia miokard akut. Nyeri ini memerlukan manajemen segera untuk mengurangi beban kerja jantung dan mencegah perluasan infark. Pengendalian nyeri merupakan tujuan utama untuk menurunkan respons stres simpatis yang dapat memperburuk kondisi jantung dan pernapasan.
Kode SIKI: I.08039
Deskripsi : Intervensi untuk mengelola nyeri dengan tindakan: 1) Kaji karakteristik nyeri (lokasi, intensitas, skala, faktor pencetus dan pereda). 2) Monitor tanda vital sebelum dan sesudah pemberian analgesik. 3) Ajarkan teknik distraksi dan relaksasi. 4) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program terapi. 5) Evaluasi efektivitas dan efek samping analgetik. 6) Atur posisi untuk kenyamanan. Pada pasien ini, intervensi difokuskan pada pemantauan ketat respons nyeri dada terhadap terapi medis (seperti nitrogliserin, morfin), mengingat kondisi jantungnya yang tidak stabil (suspected LV aneurysm) dan gangguan ginjal (azotemia) yang mempengaruhi metabolisme obat. Posisi semi-Fowler dapat membantu mengurangi ketegangan pada dada dan memfasilitasi pernapasan.
Kondisi: Ketidakefektifan Pola Napas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk bernapas secara adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, ditandai dengan peningkatan upaya bernapas, perubahan frekuensi dan kedalaman pernapasan, hipoksemia, dan sianosis.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama [waktu], pola napas efektif dengan kriteria hasil: 1) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal. 2) Irama pernapasan teratur. 3) Tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan. 4) Saturasi oksigen dalam rentang normal. 5) Bunyi napas bersih. Pada pasien ini, sesak napas (+) yang berkurang merupakan fokus utama. Kondisi ini disebabkan oleh dua masalah utama: gangguan kardiak (NSTEMI high risk, Killip 2, kemungkinan edema paru) dan gangguan pulmonal (Pneumonia komunitas KR IV, presumtive TB). Meskipun saturasi 99% dengan oksigen aliran tinggi, frekuensi napas 24x/menit (takipnea) dan adanya ronkhi basal kasar (rbk +/+) menunjukkan upaya ekstra untuk mempertahankan pertukaran gas. Tujuan SLKI adalah mencapai pola napas yang efektif dengan frekuensi normal dan bunyi napas yang jernih.
Kode SIKI: I.03005
Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan jalan napas dengan tindakan: 1) Kaji status pernapasan (frekuensi, kedalaman, irama, upaya). 2) Auskultasi bunyi napas. 3) Posisikan semi-Fowler atau Fowler tinggi. 4) Berikan oksigen sesuai program. 5) Ajarkan batuk efektif dan napas dalam. 6) Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan. 7) Monitor analisa gas darah. Pada pasien ini, intervensi krusial meliputi pemberian O2 NRM 10-12 lpm sesuai program, pemantauan ketat tanda vital dan saturasi, serta memposisikan pasien untuk optimalisasi ekspansi dada. Batuk efektif perlu diajarkan dengan hati-hati mengingat nyeri dada. Fisioterapi dada dan pengelolaan sekret (TCM sputum) sangat penting untuk menangani pneumonia dan kemungkinan TB.
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Curah jantung tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, berisiko terjadi komplikasi seperti syok, aritmia, atau henti jantung.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama [waktu], curah jantung adekuat dengan kriteria hasil: 1) Tekanan darah dalam rentang normal. 2) Denyut nadi dalam rentang normal dan berirama. 3) Nadi perifer teraba kuat dan sama. 4) Haluaran urine adekuat (0,5-1,5 cc/kgBB/jam). 5) Kulit hangat dan kering. Pada pasien ini, meskipun TD dan Nadi saat ini stabil, pasien memiliki risiko tinggi penurunan curah jantung akibat NSTEMI high risk dengan area iskemia yang luas (V1-V4), suspesi aneurisma ventrikel kiri, dan riwayat Killip 2. Haluaran urine 1.7 cc/kg/jam masih adekuat, namun fungsi ginjal yang menurun (azotemia, eGFR 38) dapat mempengaruhi keseimbangan cairan dan setelah beban jantung. SLKI bertujuan mempertahankan stabilitas hemodinamik dan mencegah syok kardiogenik.
Kode SIKI: I.09002
Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan curah jantung dengan tindakan: 1) Monitor tanda vital, CVP (jika ada), dan haluaran urine tiap jam. 2) Kaji kualitas nadi perifer, warna dan suhu kulit. 3) Berikan terapi oksigen. 4) Batasi aktivitas (Bed Rest). 5) Kolaborasi pemberian terapi inotropik, vasodilator, atau diuretik sesuai program. 6) Monitor hasil EKG dan enzim jantung. Pada pasien ini, intervensi utama adalah tirah baring ketat untuk mengurangi konsumsi oksigen miokard, pemantauan ketat tanda vital dan balance cairan (input 1300 cc vs output 2500 cc perlu diperhatikan), serta kolaborasi pemberian obat-obatan kardiak seperti antiplatelet, statin, beta blocker, ACE inhibitor dengan mempertimbangkan fungsi ginjal yang menurun.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik, berisiko menyebabkan penurunan berat badan, kelemahan, dan gangguan penyembuhan.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama [waktu], kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan kriteria hasil: 1) Berat badan stabil atau meningkat sesuai target. 2) Nilai albumin dan hemoglobin dalam rentang normal. 3) Asupan makanan dan cairan adekuat. 4) Tidak ada tanda malnutrisi. Pada pasien ini, meskipun nilai hemoglobin dan hematokrit tinggi (mungkin akibat hemokonsentrasi atau dehidrasi relatif), pasien mengalami multiple stress metabolik (infark jantung, infeksi pneumonia/TB, azotemia). Asidosis metabolik tidak terkompensasi (pH 7.32, HCO3 19, BE -7) dan hipoalbumin (Au 9.5) menunjukkan gangguan metabolik dan risiko malnutrisi. Kebutuhan nutrisi yang adekuat sangat penting untuk penyembuhan jaringan jantung, melawan infeksi, dan mempertahankan fungsi imun.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Intervensi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dengan tindakan: 1) Kaji status nutrisi (BB, IMT, lingkar lengan). 2) Timbang berat badan setiap hari. 3) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan protein. 4) Berikan diet tinggi kalori tinggi protein (TKTP) dalam porsi kecil dan sering. 5) Monitor toleransi diet dan asupan harian. 6) Berikan suplemen nutrisi oral jika diperlukan. Pada pasien ini, diperlukan diet khusus yang memperhatikan kondisi jantung (mungkin rendah garam), ginjal (mungkin pembatasan protein tergantung stadium), dan infeksi (meningkatkan protein). Kolaborasi dengan ahli gizi dan dokter sangat penting untuk merancang diet yang sesuai dengan multi-morbiditas pasien.
-
Article No. 23235 | 09 Dec 2025
Klinis : : DPH-4 KU: mengatakn keluhan berkurang, merasa nyeri pada dada dan terkadang perut terasa sakit RPS: P/B datang dengan keluhan keringat dingin, perut sakit, mual muntah setiap makan dan minum, batuk R/ op tulang blkg 2 th yll d rsdm, tak bsa jalan sejak 2 thn O : KU: lemah, GCS 456 TD : 120/72 HR : 100 RR : 32 S : 36.4 Spo2 : 100% on NC 4 LPM Mata : CA (+/+), SI (-/-) Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-) Thoraks : simetris kanan dan kiri, retraksi (-) Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Paru : SDV (+/+), RBH (-/-), RBK (-/-), wheezing (-/-) Abdomen : supel (+), BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (-) Eks. Superior : akral hangat(+/+), oedem (-/-) Eks. Inferior : akral hangat(+/+), oedem (+/+) Lab (07/12/2025) Hb 6.07 (L) Hct 19.2 (L) AE 2.42 (L) AL 14.03 (H) AT 455 GDS 102 SGOT 62 (H) SGPT 40 (H) Ur 8.9 Cr 0.34
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan perkiraan akhir yang dapat diantisipasi.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol nyeri. Tujuan akhir dari SLKI ini adalah pasien dapat menunjukkan kontrol nyeri yang adekuat, yang ditandai dengan: 1) Melaporkan nyeri terkontrol; 2) Menunjukkan kemampuan untuk menggunakan teknik nonfarmakologis; 3) Mematuhi regimen farmakologis yang diresepkan; 4) Mempertahankan tingkat fungsi yang diinginkan; dan 5) Menggunakan sumber daya yang tepat untuk manajemen nyeri.
Kode SIKI: I.08001 - I.08034 (Contoh: I.08001, I.08004, I.08007, I.08009)
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengelola nyeri akut meliputi serangkaian tindakan sistematis. Pertama, lakukan pengkajian nyeri yang komprehensif termasuk lokasi (dada dan perut seperti pada pasien), karakteristik, intensitas (menggunakan skala yang valid), faktor pencetus dan pereda, serta respons emosional terhadap nyeri. Kedua, ajarkan dan bantu pasien menggunakan teknik nonfarmakologis seperti distraksi, relaksasi napas dalam (mengingat RR pasien 32x/menit, teknik pernapasan dapat membantu), dan posisi yang nyaman. Ketiga, kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep dengan mempertimbangkan kondisi pasien (misalnya, fungsi hati yang terganggu berdasarkan peningkatan SGOT/SGPT). Keempat, evaluasi efektivitas intervensi (farmakologis dan nonfarmakologis) dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan kenyamanan, dengan memantau skala nyeri, tanda vital (HR 100x/menit dapat dipengaruhi nyeri), dan perilaku pasien. Kelima, edukasi pasien dan keluarga tentang rencana manajemen nyeri dan pentingnya melaporkan nyeri sedini mungkin. Intervensi harus disesuaikan, mengingat pasien memiliki riwayat immobilisasi lama (tidak bisa jalan sejak 2 tahun) yang dapat berkontribusi pada ketidaknyamanan.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0091
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Kontrol Energi: Tindakan untuk mengontrol energi. Tujuan akhirnya adalah pasien dapat menunjukkan kontrol energi yang adekuat, ditandai dengan: 1) Melaporkan peningkatan energi; 2) Menunjukkan kemampuan untuk melakukan aktivitas sesuai toleransi; 3) Mempertahankan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat; 4) Menggunakan teknik penghematan energi; dan 5) Menggunakan sumber daya yang tepat untuk manajemen energi.
Kode SIKI: I.09001 - I.09021 (Contoh: I.09001, I.09004, I.09006, I.09010)
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk intoleransi aktivitas difokuskan pada pengelolaan energi dan peningkatan kapasitas fungsional. Langkah pertama adalah mengkaji faktor penyebab, seperti kelemahan umum (KU lemah), anemia berat (Hb 6.07 g/dL), peningkatan kerja pernapasan (RR 32x/menit), dan immobilisasi lama. Kedua, buat perencanaan aktivitas yang terstruktur dengan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas. Aktivitas harus dimulai secara bertahap, dimulai dari rentang gerak pasif/aktif di tempat tidur, duduk, hingga berdiri jika memungkinkan, dengan memantau respons tanda vital (terutama HR dan RR). Ketiga, ajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas, memecah tugas menjadi bagian-bagian kecil, dan menghindari aktivitas yang menahan napas (Valsalva). Keempat, atur lingkungan untuk meminimalkan pengeluaran energi (misalnya, menempatkan barang-barang yang sering digunakan dalam jangkauan). Kelima, kolaborasi untuk menangani faktor penyebab yang mendasar, seperti pemberian transfusi darah untuk anemia berat (setelah pertimbangan medis) dan terapi oksigen (NC 4 LPM sudah diberikan) untuk mengurangi beban kerja jantung dan paru. Keenam, berikan dukungan psikologis dan motivasi untuk mencegah frustrasi akibat keterbatasan mobilitas yang sudah berlangsung lama.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko untuk diserang oleh organisme patogen.
Kode SLKI: L.06121
Deskripsi : Kontrol Risiko Infeksi: Tindakan untuk mengontrol risiko infeksi. Tujuan akhirnya adalah pasien dapat menunjukkan kontrol risiko infeksi yang adekuat, ditandai dengan: 1) Tidak menunjukkan tanda dan gejala infeksi; 2) Menunjukkan kemampuan untuk melakukan perilaku pencegahan infeksi; 3) Mempertahankan pertahanan tubuh terhadap infeksi; 4) Mematuhi regimen pencegahan infeksi; dan 5) Menggunakan sumber daya yang tepat untuk pencegahan infeksi.
Kode SIKI: I.06121 - I.06133 (Contoh: I.06121, I.06122, I.06124, I.06129)
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk risiko infeksi bertujuan mempertahankan integritas pertahanan tubuh dan mencegah invasi patogen. Intervensi dimulai dengan pengkajian faktor risiko, yaitu anemia berat (Hb rendah mengganggu respons imun), immobilisasi lama (risiko dekubitus dan infeksi pernapasan), dan riwayat operasi tulang belakang (potensi infeksi kronis atau gangguan integritas kulit). Tindakan pencegahan infeksi yang ketat harus diterapkan, termasuk cuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan pasien. Lakukan perawatan kulit yang hati-hati dengan inspeksi rutin pada area tekanan, terutama ekstremitas inferior yang edema (+/+), untuk mencegah kulit rusak sebagai port de entry infeksi. Pertahankan kebersihan mulut dan saluran pernapasan dengan perawatan mulut rutin (meski mukosa bibir kering (-)) dan latihan napas dalam/ batuk efektif untuk mencegah pneumonia, mengingat pasien batuk dan imobilisasi. Kelola peralatan invasif (seperti kanul oksigen nasal) dengan teknik aseptik. Pantau tanda-tanda infeksi secara ketat setiap shift: suhu tubuh (saat ini 36.4°C), karakteristik sputum, warna dan bau urine, serta kemerahan/panas pada area edema. Kolaborasi pemberian nutrisi yang adekuat untuk mendukung sistem imun dan terapi antibiotik jika diperlukan. Edukasi pasien dan keluarga tentang tanda-tanda infeksi yang harus dilaporkan segera.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0012
Deskripsi Singkat: Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Kontrol Pernapasan: Tindakan untuk mengontrol pernapasan. Tujuan akhirnya adalah pasien dapat menunjukkan kontrol pernapasan yang adekuat, ditandai dengan: 1) Mempertahankan pola napas yang efektif; 2) Menunjukkan kemampuan untuk menggunakan teknik pernapasan yang tepat; 3) Mempertahankan pertukaran gas yang adekuat; 4) Mematuhi regimen terapi pernapasan; dan 5) Menggunakan sumber daya yang tepat untuk manajemen pernapasan.
Kode SIKI: I.04001 - I.04025 (Contoh: I.04001, I.04004, I.04007, I.04010)
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk pola napas tidak efektif ditujukan untuk mengoptimalkan pertukaran gas dan mengurangi kerja pernapasan. Langkah awal adalah memantau status pernapasan secara ketat: frekuensi (32x/menit menunjukkan takipnea), irama, kedalaman, penggunaan otot aksesori (retraksi (-) pada pasien ini), dan saturasi oksigen (SpO2 100% dengan oksigen). Posisikan pasien dengan posisi semi-Fowler atau Fowler untuk memudahkan ekspansi dada, terutama mengingat keluhan nyeri dada dan abdomen yang dapat membatasi pernapasan. Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif untuk membersihkan jalan napas dan meningkatkan ventilasi alveoli. Kelola terapi oksigen sesuai order (NC 4 LPM) dan evaluasi efektivitasnya. Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan, meski auskultasi paru tidak menunjukkan abnormalitas (RBH, RBK, wheezing negatif). Kolaborasi dalam manajemen nyeri, karena nyeri dada dan perut dapat menyebabkan pernapasan dangkal. Pantau hasil analisis gas darah jika tersedia dan parameter laboratorium terkait (seperti peningkatan AL mungkin menunjukkan respons stres atau infeksi). Edukasi pasien tentang pentingnya melaporkan sesak napas, nyeri dada bertambah, atau kelelahan saat bernapas. Intervensi ini juga harus mempertimbangkan kompensasi
Article No. 23236 | 09 Dec 2025
Klinis : Nyeri dada - sesak - TD 185/100 Hr 86 N 85 rr 20 Spo2 100 UO 2700/24/60 – 1.8 cc/kg/jam BC -1000cc jantung: s1 s2 ireguler, murmur + paru: sdv +/+ TTE 2.25 EF 33% TTE 7.25 LA LV Dilatasi, EF 33% MR Moderate, AR mild, DD gr II LVIDD 55 TAPSE 2.3 7.12.25 HB 11,7 Ht 36 L 8.45 Tr 316 Na 136 K 5.0 Cl 101 Ca 1.1 GDS 116 Ur 73 Cre 1.98 CKMB 16 GDP 94 Chol 175 HDL 28 LDL 90 TG 288 Au 7.7
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Dada dan Sesak Napas pada Gagal Jantung dengan Hipertensi dan Gangguan Elektrolit
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung sejak kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08016
Deskripsi : Nyeri Terkontrol. Kriteria hasil: 1) Melaporkan nyeri terkontrol. 2) Menunjukkan tanda-tanda nyeri terkontrol (misalnya, ekspresi wajah rileks, mampu istirahat/tidur, mampu melakukan aktivitas sesuai kemampuan). 3) Menunjukkan teknik nonfarmakologi yang dipilih untuk mengatasi nyeri. 4) Menggunakan analgesik sesuai resep. 5) Mengidentifikasi faktor pemicu nyeri. 6) Mematuhi regimen pengobatan nyeri.
Kode SIKI: I.08095
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan keperawatan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (PQRST). 2) Ajarkan teknik nonfarmakologi (napas dalam, distraksi, relaksasi). 3) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep dan evaluasi efektivitas serta efek samping. 4) Bantu posisi yang nyaman. 5) Monitor tanda vital sebelum dan sesudah intervensi nyeri. 6) Ciptakan lingkungan yang tenang. 7) Edukasi pasien dan keluarga tentang pelaporan nyeri dan manajemennya.
Kondisi: Penurunan Curah Jantung pada Gagal Jantung Sistolik (EF 33%)
Kode SDKI: D.0055
Deskripsi Singkat: Penurunan Curah Jantung adalah kondisi ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03005
Deskripsi : Status Sirkulasi Terpelihara. Kriteria hasil: 1) Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan. 2) Denyut nadi dalam rentang normal, kuat dan teratur. 3) Warna kulit dan kehangatan normal. 4) Pengisian kapiler < 3 detik. 5) Tidak ada edema paru. 6) Haluaran urine adekuat (>0,5 cc/kgBB/jam). 7) Status mental baik.
Kode SIKI: I.03037
Deskripsi : Manajemen Curah Jantung. Tindakan keperawatan: 1) Monitor ketat tanda vital, saturasi oksigen, dan status pernapasan. 2) Monitor irama jantung (ireguler, murmur). 3) Kaji status hemodinamik (tekanan darah tinggi namun dengan EF rendah menunjukkan kompensasi). 4) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi (diuretik, afterload reducer seperti ACEi/ARB, beta blocker). 5) Batasi asupan cairan sesuai instruksi, balance cairan ketat (input-output, pasien sudah output tinggi mungkin efek diuretik). 6) Berikan oksigen sesuai kebutuhan. 7) Anjurkan tirah baring, bantu aktivitas untuk mengurangi beban kerja jantung. 8) Monitor elektrolit (terutama Kalium 5.0 mEq/L yang mendekati batas atas).
Kondisi: Intoleransi Aktivitas pada Gagal Jantung
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Intoleransi Aktivitas adalah keadaan di mana seseorang mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk menuntaskan atau mempertahankan aktivitas sehari-hari yang diperlukan.
Kode SLKI: L.01001
Deskripsi : Toleransi Aktivitas Meningkat. Kriteria hasil: 1) Melaporkan peningkatan kemampuan melakukan aktivitas. 2) Menunjukkan penurunan tanda intoleransi aktivitas (takikardi, hipertensi, dispnea, kelelahan). 3) Mematuhi program aktivitas yang dianjurkan. 4) Menggunakan teknik penghematan energi.
Kode SIKI: I.01001
Deskripsi : Manajemen Energi. Tindakan keperawatan: 1) Kaji respons pasien terhadap aktivitas (tanda vital, sesak, kelelahan). 2) Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas. 3) Bantu aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan. 4) Ajarkan teknik penghematan energi (duduk saat melakukan aktivitas, istirahat teratur). 5) Tingkatkan aktivitas secara bertahap sesuai toleransi. 6) Kolaborasi dengan fisioterapi jika diperlukan. 7) Monitor respons terhadap terapi jantung untuk meningkatkan toleransi aktivitas.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan: Lebih dari Kebutuhan Tubuh terkait Gagal Jantung
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan: Lebih dari Kebutuhan Tubuh adalah keadaan rentan terhadap kelebihan asupan cairan, retensi cairan, atau keduanya, yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: L.06010
Deskripsi : Keseimbangan Cairan Terpelihara. Kriteria hasil: 1) Balance cairan seimbang. 2) Tidak ada edema. 3) Berat badan stabil. 4) Bunyi napas bersih. 5) Tekanan darah dalam rentang normal. 6) Elektrolit dalam batas normal.
Kode SIKI: I.06016
Deskripsi : Manajemen Cairan. Tindakan keperawatan: 1) Monitor ketat intake dan output cairan (Balance Cairan -1000cc menunjukkan output lebih besar dari input, mungkin akibat terapi diuretik). 2) Timbang berat badan harian dengan kondisi yang sama. 3) Kaji adanya edema (perifer, sakral). 4) Auskultasi bunyi napas (ronkhi, wheezing) dan kaji adanya sesak napas. 5) Monitor tanda vital dan tekanan vena jugularis. 6) Kolaborasi pemberian diuretik dan monitor efeknya (peningkatan UO) serta efek samping (gangguan elektrolit seperti hiperkalemia). 7) Batasi asupan cairan dan natrium sesuai instruksi. 8) Edukasi pasien dan keluarga tentang pembatasan cairan dan garam, serta pentingnya pemantauan berat badan.
Kondisi: Ansietas terkait Kondisi Penyakit dan Nyeri Dada
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah perasaan tidak nyaman yang samar-samar atau takut disertai respons otonom (sumber sering tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu).
Kode SLKI: L.07001
Deskripsi : Kontrol Ansietas. Kriteria hasil: 1) Melaporkan penurunan ansietas. 2) Menunjukkan penurunan tanda ansietas (gelisah, takikardi). 3) Menggunakan strategi koping efektif untuk mengatasi ansietas. 4) Mengungkapkan perasaan dan kekhawatiran.
Kode SIKI: I.07029
Deskripsi : Pengurangan Ansietas. Tindakan keperawatan: 1) Kaji tingkat ansietas dan faktor penyebab (nyeri, diagnosis, prosedur). 2) Berikan informasi yang jujur dan jelas tentang kondisi, prosedur, dan pengobatan. 3) Gunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan. 4) Ajarkan teknik relaksasi dan napas dalam. 5) Fasilitasi dukungan spiritual atau sosial sesuai kebutuhan. 6) Kolaborasi jika diperlukan pemberian farmakoterapi untuk ansietas. 7) Dengarkan keluhan dan kekhawatiran pasien dengan empati.
Article No. 23237 | 09 Dec 2025
Klinis : kanker nasofaring keluhan pusing, nyeri (rahang, saat buka mulut) susah makan cemas, takut pake selang nasi sesendok 2 sendok, minum air + susu, makan bubur 2 kali, BAK 4x/hari, BAB 1x/hari olahraga, jalan-jalan susah tidur, suka kebangun malem, baru tidur jam 1/malam kerja serabutan sebelumnya, skrg ga kerja pengobatan dibiayai bpjs di rs sendiri, suami meninggal, anak kerja dan masih kecil harapan terbesar bisa makan, sudah usaha operasi, kemo tapi kaya gini aja yg bikin tenang main hp denger musik beribadah biasa aja
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1.1
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan berat badan dan massa otot, serta penurunan asupan nutrisi yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : SLKI L.03115: Status nutrisi membaik. Indikator yang relevan untuk pasien ini meliputi: 1) Asupan nutrisi dan cairan oral sesuai kebutuhan metabolik (ditargetkan meningkat dari kondisi saat ini: nasi sesendok, bubur 2x sehari). 2) Berat badan stabil atau meningkat sesuai potensi. 3) Pasien menunjukkan kemauan dan kemampuan untuk mengonsumsi makanan yang disajikan. 4) Pasien melaporkan peningkatan nafsu makan. Pencapaian SLKI ini memerlukan intervensi untuk mengatasi hambatan fisik (nyeri rahang, trismus) dan psikologis (cemas, takut selang). Tujuannya adalah memutus siklus malnutrisi yang dapat memperburuk prognosis kanker, menurunkan toleransi terapi, dan memperlambat penyembuhan.
Kode SIKI: I.05241
Deskripsi : SIKI I.05241: Manajemen Nutrisi. Intervensi keperawatan yang komprehensif meliputi: 1) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun diet tinggi kalori dan protein dengan tekstur yang sesuai (lunak, cair kental, puree) yang mudah ditelan dengan nyeri rahang dan keterbukaan mulut terbatas. 2) Memberikan makanan dalam porsi kecil namun sering (misal, 6-8 kali/hari) untuk memaksimalkan asupan total. 3) Memodifikasi lingkungan makan yang nyaman, tenang, dan bebas tekanan. 4) Mengajarkan dan mendorong teknik relaksasi sebelum makan (misal, napas dalam) untuk mengurangi ketegangan otot rahang dan kecemasan. 5) Manajemen nyeri yang optimal sebelum waktu makan (kolaborasi pemberian analgesik sesuai program). 6) Memberikan edukasi tentang pentingnya nutrisi sebagai bagian dari terapi dan kekuatan untuk melawan penyakit. 7) Jika asupan oral tetap tidak adekuat, kolaborasi untuk pertimbangan pemberian nutrisi enteral (misal, NGT) dengan pendekatan yang empatik untuk mengurangi ketakutan pasien, menjelaskan manfaatnya untuk mencapai "harapan terbesar bisa makan" dengan memberikan istirahat pada saluran cerna bagian atas sementara tetap memenuhi kebutuhan nutrisi.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: B.3.1.1
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang mendadak atau lambat dan intensitas ringan hingga berat.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : SLKI L.03001: Kontrol nyeri. Tujuan utamanya adalah pasien melaporkan penurunan intensitas nyeri dan peningkatan kenyamanan. Indikatornya meliputi: 1) Pasien dapat mendemonstrasikan penggunaan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri. 2) Skala nyeri yang dilaporkan pasien menurun (dari skala awal). 3) Tanda-tanda nonverbal nyeri (seperti ekspresi wajah, gelisah, postur tubuh) berkurang. 4) Fungsi yang terganggu akibat nyeri membaik, seperti kemampuan untuk membuka mulut lebih lebar untuk makan atau berbicara dengan lebih nyaman. 5) Pasien melaporkan periode istirahat dan tidur yang tidak terganggu nyeri. Pada pasien kanker nasofaring, nyeri di rahang dan saat membuka mulut (trismus) sangat mengganggu kualitas hidup dan intake nutrisi, sehingga pengelolaannya menjadi prioritas.
Kode SIKI: I.08034
Deskripsi : SIKI I.08034: Manajemen Nyeri. Intervensi yang harus dilakukan: 1) Melakukan penilaian nyeri komprehensif (PQRST: Provokasi, Kualitas, Region, Skala, Waktu) secara rutin, khususnya sebelum dan setelah intervensi. 2) Memberikan analgesik sesuai resep (biasanya opioid untuk nyeri kanker sedang-berat) secara tepat waktu, bukan atas permintaan saja, untuk menjaga kadar obat tetap stabil. 3) Mengajarkan dan memfasilitasi teknik non-farmakologis seperti kompres hangat/dingin pada area rahang, distraksi dengan mendengarkan musik atau main HP (yang sudah menjadi kebiasaan pasien), relaksasi progresif, dan napas dalam. 4) Melakukan kolaborasi dengan tim medis untuk manajemen nyeri neuropatik jika diperlukan. 5) Memodifikasi aktivitas untuk menghemat energi dan mengurangi pemicu nyeri. 6) Memberikan edukasi bahwa nyeri adalah bagian dari penyakit yang dapat dikelola dan pasien berhak untuk bebas nyeri.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: B.4.1.1
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau kekhawatiran yang tidak jelas dan tidak nyaman sebagai respons terhadap ancaman yang tidak spesifik.
Kode SLKI: L.07031
Deskripsi : SLKI L.07031: Kontrol ansietas. Tujuannya adalah pasien menunjukkan penurunan tingkat kecemasan dan peningkatan koping yang adaptif. Indikatornya antara lain: 1) Pasien dapat mengidentifikasi dan menyatakan perasaan cemas dan takutnya (misal, takut pakai selang, takut akan masa depan). 2) Pasien mendemonstrasikan teknik relaksasi untuk mengurangi gejala ansietas. 3) Tanda-tanda fisiologis ansietas (seperti gelisah, sulit tidur) berkurang. 4) Pasien melaporkan perasaan lebih tenang dan memiliki harapan. 5) Pasien dapat berpartisipasi dalam perawatan dirinya tanpa disabilitas oleh kecemasan. Kecemasan pasien bersifat multifaktorial: takut prosedur (selang), ketidakpastian penyakit ("sudah usaha operasi, kemo tapi kaya gini aja"), dan beban psikososial (sendiri, finansial BPJS, anak masih kecil).
Kode SIKI: I.10030
Deskripsi : SIKI I.10030: Pengurangan Ansietas. Intervensi keperawatan yang diperlukan: 1) Membangun hubungan terapeutik dengan pendekatan empati, aktif mendengarkan keluhan dan ketakutan pasien tanpa menghakimi. 2) Memberikan informasi yang jujur, jelas, dan sesuai kebutuhan tentang penyakit, rencana terapi (termasuk tujuan pemasangan selang jika diperlukan), dan kemajuan pengobatan untuk mengurangi ketakutan akan hal yang tidak diketahui. 3) Mendorong ekspresi perasaan melalui komunikasi terbuka. 4) Memfasilitasi dan mendukung penggunaan mekanisme koping yang sudah dimiliki pasien dan efektif, yaitu distraksi (main HP, dengar musik). Bisa dikembangkan dengan menyarankan konten yang menenangkan. 5) Mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam dan imajinasi terbimbing. 6) Meningkatkan dukungan spiritual dengan menanyakan kebutuhan ibadah yang lebih menenangkan, bukan hanya "biasa aja". 7) Kolaborasi dengan pekerja sosial atau psikolog untuk mengatasi beban finansial dan dukungan keluarga, serta merujuk ke kelompok pendukung (support group) pasien kanker jika memungkinkan.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: B.6.1.1
Deskripsi Singkat: Gangguan pada kuantitas dan kualitas tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu fungsi kehidupan yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09002
Deskripsi : SLKI L.09002: Perilaku tidur membaik. Tujuan utamanya adalah pasien mencapai istirahat dan tidur yang adekuat. Indikator pencapaiannya: 1) Pasien melaporkan peningkatan durasi dan kualitas tidur. 2) Frekuensi terbangun di malam hari berkurang. 3) Waktu tidur malam menjadi lebih awal (dari jam 1 menjadi lebih awal). 4) Pasien melaporkan perasaan segar saat bangun tidur. 5) Fungsi siang hari (seperti nafsu makan, mood, energi untuk jalan-jalan) membaik. Gangguan tidur pada pasien ini sangat mungkin terkait dengan nyeri, ansietas, dan siklus maladaptif dimana kurang tidur memperburuk persepsi nyeri dan kecemasan.
Kode SIKI: I.11030
Deskripsi : SIKI I.11030: Peningkatan Tidur. Intervensi keperawatan yang holistik: 1) Menilai pola tidur-bangun secara detail dan faktor penyebab (nyeri, cemas, kebiasaan). 2) Menerapkan manajemen nyeri yang efektif, terutama pada malam hari. 3) Menerapkan intervensi pengurangan ansietas sebelum tidur. 4) Mendorong kebiasaan sleep hygiene: menciptakan lingkungan tidur yang gelap, tenang, dan
Article No. 23238 | 09 Dec 2025
Klinis : Pasien saat ini mengalami demam thyroid, mengeluh mual mual
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermia dan Mual terkait Demam Tiroid (Krisis Tiroid)
Kode SDKI: 00007
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal. Penjelasan: SLKI ini menetapkan tujuan akhir bahwa suhu tubuh pasien kembali dan dipertahankan dalam rentang normal (36,5°C - 37,5°C). Untuk mencapai ini, perawat akan merencanakan dan melaksanakan intervensi seperti pemantauan suhu berkala, pemberian terapi antipiretik sesuai instruksi, pendinginan lingkungan dan tubuh (kompres hangat/tepid sponge), serta memastikan hidrasi yang adekuat untuk mendukung termoregulasi. Pengendalian penyebab hipertermia, dalam hal ini krisis tiroid, melalui pemberian obat antitiroid, beta-blocker, dan terapi suportif lainnya oleh tim medis merupakan bagian integral dari pencapaian luaran ini. Pemantauan tanda-tanda vital dan status neurologis juga penting untuk mendeteksi komplikasi.
Kode SIKI: 2610
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Penjelasan: Intervensi keperawatan ini merupakan serangkaian tindakan sistematis untuk menurunkan suhu tubuh tinggi pada pasien dengan demam tiroid (krisis tiroid). Tindakan dimulai dengan pemantauan ketat suhu tubuh, tanda vital (nadi, pernapasan, tekanan darah), dan status neurologis secara berkala (setiap 1-2 jam atau sesuai kebutuhan). Perawat akan mengatur lingkungan yang sejuk, menggunakan sirkulasi udara yang baik, dan mungkin mengurangi selimut. Tindakan pendinginan fisik seperti kompres hangat (tepid sponge) di area lipatan tubuh (aksila, lipat paha) dan dahi dapat dilakukan, hindari kompres dingin atau alkohol karena dapat menyebabkan vasokonstriksi dan menggigil yang justru meningkatkan produksi panas. Pemberian cairan intravena atau per oral (jika toleran) sangat krusial untuk mengatasi dehidrasi dan membantu pendinginan sentral. Perawat akan mengadministrasikan obat-obatan sesuai resep, seperti antipiretik (parasetamol), obat antitiroid (PTU atau methimazole), beta-blocker (propranolol) untuk mengontrol respons hipermetabolik, dan mungkin kortikosteroid. Edukasi pada pasien dan keluarga tentang kondisi, tujuan terapi, dan tanda-tanda memburuk yang harus dilaporkan juga merupakan bagian dari intervensi ini. Seluruh tindakan didokumentasikan dengan baik untuk evaluasi keberhasilan.
Kondisi: Mual terkait Stimulasi Berlebihan pada Sistem Saraf Pusat dan Gastrointestinal akibat Krisis Tiroid
Kode SDKI: 00126
Deskripsi Singkat: Sensasi tidak nyaman di faring, posterior mulut, atau epigastrium yang mungkin mengarah pada keinginan atau usaha untuk muntah.
Kode SLKI: 1404
Deskripsi : Kontrol Mual. Penjelasan: Luaran yang diharapkan adalah pasien melaporkan penurunan atau hilangnya sensasi mual, mampu mempertahankan asupan cairan dan nutrisi yang adekuat tanpa muntah, serta menunjukkan tanda-tanda klinis seperti frekuensi mual menurun, tidak adanya muntah, dan kondisi mukosa mulut yang lembap. Perawat akan berkolaborasi untuk mencapai ini dengan mengidentifikasi dan mengatasi faktor pemicu, seperti bau tertentu atau makanan berlemak, serta mengelola penyebab mendasar (hipertiroidisme). Pemberian obat antiemetik sesuai resep (seperti metoklopramid atau ondansetron) adalah tindakan utama. Manajemen non-farmakologis seperti teknik relaksasi, distraksi, pemberian makanan kecil dan sering dengan tekstur lunak, serta menjaga kebersihan mulut juga sangat penting. Memastikan lingkungan yang nyaman, bebas bau menyengat, dan ventilasi baik turut mendukung tercapainya luaran ini.
Kode SIKI: 1450
Deskripsi : Manajemen Mual. Penjelasan: Intervensi ini mencakup tindakan komprehensif untuk mengurangi sensasi mual dan mencegah muntah. Perawat akan mengkaji karakteristik mual (frekuensi, durasi, pemicu), serta memantau tanda-tanda dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Tindakan yang dilakukan meliputi pemberian obat antiemetik tepat waktu sesuai resep dokter dan memantau efek sampingnya. Intervensi non-farmakologis diterapkan seperti mengatur pola makan: menawarkan makanan dalam porsi kecil tapi sering, menghindari makanan berlemak, berminyak, atau sangat manis, serta memilih makanan kering dan hambar (seperti biskuit, roti) saat bangun tidur. Teknik manajemen napas dalam dan relaksasi dapat diajarkan kepada pasien. Perawat juga akan membantu pasien dalam menjaga kebersihan mulut sebelum dan sesudah makan untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Posisi tubuh yang nyaman, biasanya setengah duduk, dan menghindari gerakan tiba-tiba setelah makan dapat membantu. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang strategi mengatasi mual di rumah juga diberikan. Pemantauan asupan dan haluaran cairan serta berat badan dilakukan untuk menilai keadekuatan nutrisi dan hidrasi.
Article No. 23239 | 09 Dec 2025
Klinis : Pasien saat ini mengalami demam thyroid, mengeluh mual mual
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermia terkait proses penyakit (Demam Tirotoksikosis/Krisis Tiroid)
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal yang terkait dengan proses penyakit, dalam hal ini krisis tiroid atau demam tirotoksikosis akibat pelepasan hormon tiroid berlebihan yang meningkatkan laju metabolisme basal secara drastis.
Kode SLKI: L.14012
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal. Intervensi keperawatan diarahkan untuk memantau dan mengendalikan suhu tubuh pasien hingga kembali ke rentang normal (36-37,5°C). Hal ini mencakup pemantauan ketat tanda vital (terutama suhu) setiap 1-2 jam, lingkungan yang sejuk (pengaturan suhu ruangan, sirkulasi udara baik, pakaian tipis dan menyerap keringat), serta tindakan pendinginan fisik seperti kompres hangat/tepid sponge di area pembuluh darah besar (ketiak, lipat paha, leher). Kolaborasi pemberian obat antipiretik dan terapi spesifik untuk mengatasi penyebab (seperti antitiroid, beta-blocker, cairan intravena) sangat penting. Edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya pemantauan dan tanda-tanda kegawatan juga dilakukan. Tujuan akhirnya adalah mengembalikan keseimbangan termoregulasi tubuh yang terganggu oleh badai hormon tiroid.
Kode SIKI: I.01259
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Intervensi ini melibatkan serangkaian tindakan sistematis. Pertama, lakukan pengukuran suhu tubuh secara berkala dan akurat. Kedua, atur lingkungan untuk memfasilitasi kehilangan panas: turunkan suhu ruangan, gunakan kipas angin (dengan hati-hati), dan hindari selimut tebal. Ketiga, lakukan pendinginan tubuh dengan kompres hangat (bukan air dingin untuk mencegah menggigil yang justru meningkatkan metabolisme) atau mandi sponge. Keempat, penuhi kebutuhan cairan dengan mendorong intake oral atau kolaborasi pemberian cairan IV untuk mengganti kehilangan cairan melalui diaforesis dan mencegah dehidrasi. Kelima, kolaborasi pemberian obat-obatan sesuai resep: antipiretik (seperti parasetamol, hindari salisilat), obat antitiroid (PTU atau metimazol), beta-blocker (propranolol untuk mengontrol takikardia dan tremor), serta kortikosteroid. Keenam, pantau tanda-tanda komplikasi seperti dehidrasi, perubahan kesadaran, atau takiaritmia. Ketujuh, berikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang kondisi, penyebab demam, dan pentingnya pengobatan tiroid yang teratur. Semua tindakan didokumentasikan dengan baik untuk evaluasi keberhasilan intervensi.
Kondisi: Mual terkait stimulasi pusat muntah (akibat peningkatan hormon tiroid dan metabolisme)
Kode SDKI: D.0012
Deskripsi Singkat: Sensasi tidak nyaman di daerah epigastrium dan faring dengan keinginan untuk muntah, yang dialami pasien, terkait dengan efek peningkatan hormon tiroid pada saluran cerna dan sistem saraf pusat.
Kode SLKI: L.03008
Deskripsi : Kontrol mual. Tujuan keperawatan adalah agar pasien melaporkan penurunan atau hilangnya sensasi mual, mampu mengidentifikasi faktor pemicu, serta menunjukkan perilaku untuk mengelola mual. Intervensi mencakup pengkajian karakteristik mual (frekuensi, pemicu), memodifikasi diet dengan memberikan makanan kecil dan sering, tekstur lunak, hindari makanan berlemak, berminyak, atau terlalu manis. Anjurkan pasien untuk duduk tegak selama dan setelah makan. Ciptakan lingkungan yang nyaman, bebas dari bau menyengat yang dapat memicu mual. Teknik relaksasi dan distraksi dapat membantu. Kolaborasi pemberian obat antiemetik sesuai resep dokter sangat penting untuk mengontrol gejala. Pemantauan tanda-tanda dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit akibat mual dan muntah yang mungkin terjadi juga perlu dilakukan. Keluarga dilibatkan untuk membantu menyediakan makanan yang sesuai dan mendukung pasien.
Kode SIKI: I.01226
Deskripsi : Manajemen Mual. Intervensi ini dimulai dengan pengkajian menyeluruh: tanyakan skala mual (0-10), kapan muncul, durasi, dan faktor yang memperberat atau meringankan. Lakukan tindakan non-farmakologis: atur posisi pasien untuk mengurangi tekanan abdomen, berikan makanan/minuman dingin atau suhu ruangan (hindari yang panas), sarankan untuk menghirup udara segar atau aroma lemon/jahe yang dapat mengurangi mual, anjurkan teknik napas dalam dan perlahan. Atur jadwal pemberian obat antiemetik secara proaktif sebelum makan atau sebelum mual memberat. Jika mual berhubungan dengan kecemasan, lakukan pendekatan untuk mengurangi ansietas. Pantau asupan dan output cairan, serta tanda-tanda dehidrasi seperti turgor kulit dan membran mukosa kering. Kolaborasi dengan tim gizi untuk penyusunan diet yang tepat. Evaluasi efektivitas intervensi dan obat antiemetik, serta lakukan penyesuaian jika diperlukan. Dokumentasi semua temuan dan respons pasien.
Article No. 23240 | 09 Dec 2025
Klinis : Pasien saat ini mengalami demam thypoid, mengeluh mual mual, pasien juga memiliki riwayat DM
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0014
Deskripsi Singkat: Status dimana individu berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: L.14016
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai. Indikator yang dapat diamati meliputi: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk usia (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu). 2) Turgor kulit baik (kembali dalam 1-2 detik). 3) Mukosa mulut lembab. 4) Produksi urin adekuat (0,5-1 ml/kgBB/jam atau 30 ml/jam pada dewasa). 5) Keseimbangan masukan dan haluaran cairan (balance cairan mendekati nol). 6) Kadar elektrolit serum (Natrium, Kalium) dalam batas normal. 7) Tidak ada edema atau penurunan edema. 8) Berat badan stabil (tidak ada perubahan signifikan yang mendadak). 9) Tidak ada tanda dehidrasi atau overhidrasi. 10) Tingkat kesadaran baik (compos mentis).
Kode SIKI: I.14066
Deskripsi : Manajemen Keseimbangan Cairan. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) secara teratur. 2) Observasi dan catat keseimbangan masukan dan haluaran cairan setiap 24 jam. 3) Ukur berat badan setiap hari dengan timbangan yang sama, pakaian yang sama, dan waktu yang sama. 4) Observasi tanda-tanda klinis dehidrasi (turgor kulit, mata cekung, mukosa mulut kering, rasa haus) atau overhidrasi (edema, crackles paru, distensi vena leher). 5) Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai program terapi. 6) Anjurkan dan bantu peningkatan asupan cairan per oral secara bertahap sesuai toleransi dan kondisi pasien. 7) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit, hematokrit, ureum-kreatinin). 8) Lakukan perawatan mulut untuk menjaga kelembaban mukosa. 9) Atur posisi pasien untuk meminimalkan edema atau memfasilitasi pernapasan jika ada edema paru. 10) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya asupan cairan dan tanda-tanda ketidakseimbangan cairan yang perlu dilaporkan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0026
Deskripsi Singkat: Status dimana individu berisiko mengalami invasi oleh patogen patogen.
Kode SLKI: L.26001
Deskripsi : Risiko infeksi terkontrol. Indikator yang dapat diamati meliputi: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal (terutama suhu tubuh). 2) Tidak ada tanda-tanda infeksi lokal (seperti kemerahan, bengkak, nyeri, panas, pus) atau sistemik (seperti demam, menggigil, leukositosis). 3) Hasil pemeriksaan penunjang (seperti leukosit, kultur darah) dalam batas normal atau menunjukkan perbaikan. 4) Luka (jika ada) menunjukkan proses penyembuhan (granulasi, tidak ada discharge purulen). 5) Pasien dan keluarga memahami dan melakukan upaya pencegahan infeksi. 6) Kebersihan diri dan lingkungan terjaga. 7) Status nutrisi adekuat untuk mendukung sistem imun. 8) Tidak terjadi infeksi nosokomial selama perawatan.
Kode SIKI: I.26004
Deskripsi : Manajemen Infeksi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Monitor tanda-tanda vital, terutama suhu tubuh, secara teratur. 2) Lakukan teknik aseptik dan antiseptik ketat pada semua prosedur invasif (seperti perawatan infus, kateter). 3) Anjurkan dan bantu kebersihan diri (cuci tangan, mandi, perawatan mulut). 4) Lakukan perawatan luka dengan teknik steril jika ada. 5) Batasi pengunjung jika diperlukan dan anjurkan pengunjung untuk cuci tangan. 6) Kolaborasi pemberian terapi antibiotik sesuai program (tepat jenis, dosis, waktu, dan cara). 7) Monitor hasil laboratorium (hitung leukosit, laju endap darah, kultur). 8) Anjurkan asupan nutrisi tinggi protein dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. 9) Edukasi pasien dan keluarga tentang tanda-tanda infeksi yang perlu diwaspadai (demam, kemerahan, nyeri). 10) Lakukan isolasi atau tindakan pencegahan berdasarkan transmisi penyakit jika diperlukan.
Kondisi: Hiperglikemia
Kode SDKI: D.0183
Deskripsi Singkat: Status dimana individu mengalami peningkatan kadar glukosa dalam darah.
Kode SLKI: L.18301
Deskripsi : Kadar glukosa darah terkontrol. Indikator yang dapat diamati meliputi: 1) Kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan (sesuai kondisi pasien, umumnya pra-prandial 80-130 mg/dL, post-prandial <180 mg/dL). 2) Tidak ada gejala hiperglikemia (poliuria, polidipsi, polifagi, lemas, pandangan kabur). 3) Tidak ada gejala hipoglikemia (lemas, keringat dingin, gemetar, pusing, penurunan kesadaran). 4) Pasien memahami dan melakukan pemantauan glukosa darah mandiri. 5) Pasien memahami dan melakukan penatalaksanaan diet diabetes. 6) Pasien patuh terhadap terapi farmakologis (obat oral atau insulin) jika diresepkan. 7) Tidak ada komplikasi akut hiperglikemia (seperti ketoasidosis diabetik). 8) Hasil pemeriksaan HbA1c dalam batas target (<7% untuk kebanyakan pasien).
Kode SIKI: I.18303
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Monitor kadar glukosa darah secara berkala sesuai kondisi (misal, 4 kali sehari: sebelum makan dan sebelum tidur). 2) Observasi tanda dan gejala hiperglikemia (poliuria, polidipsi, lemas) dan hipoglikemia. 3) Kolaborasi pemberian terapi insulin atau obat anti-diabetes oral sesuai program dengan dosis dan waktu yang tepat. 4) Anjurkan dan atur diet sesuai program (konsultasi gizi: diet DM dengan komposisi karbohidrat, protein, lemak seimbang, dan pembatasan gula sederhana). 5) Edukasi pasien tentang penyakit DM, faktor risiko, komplikasi, dan pentingnya kontrol glikemik. 6) Ajarkan teknik pemantauan glukosa darah mandiri (penggunaan glukometer). 7) Ajarkan teknik penyuntikan insulin (jika menggunakan) termasuk rotasi area injeksi. 8) Anjurkan aktivitas fisik ringan sesuai toleransi kondisi (mengingat pasien demam tifoid). 9) Kolaborasi pemantauan keton urine jika diperlukan (terutama jika glukosa darah sangat tinggi). 10) Edukasi tentang penatalaksanaan sakit (sick day management) pada pasien DM, termasuk tetap minum obat/insulin, memantau gula darah lebih sering, dan asupan cairan yang cukup.
Article No. 23241 | 09 Dec 2025
Klinis : pasien baru datang dengan keluhan tidak sadar sejak pagi, sebelumnya nafsu makan menurun.riwayat tulang kejepit. O : KU : Tampak sakit sedang Kes : apatis TD : 65/40 mmhg N : 85 x/mnt RR : 18x/mnt S : 36C SpO2: 92 nrm 15 lpm Kepala : Normocephali Mata : CA +/+ SI -/- Jantung: suara jantung I II reguler, galop - Paru : sdv +/+ wheezing -/- rhonki -/- Abdomen : supel,bising usus + Extremitas atas : akral dingin +/+ oedem -/- crt <2 detik Extremitas bawah: akral dingin +/+ oedem -/- crt <2 detik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Perfusi Perifer Tidak Efektif
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Penurunan nutrisi dan oksigen pada tingkat jaringan perifer akibat gangguan suplai darah.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Perfusi perifer membaik. Kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal yang diharapkan. 2) Nadi perifer teraba kuat dan simetris. 3) Warna kulit normal, tidak pucat atau sianosis. 4) Suhu kulit hangat. 5) Pengisian kapiler (CRT) < 3 detik. 6) Tidak ada nyeri, kesemutan, atau mati rasa pada ekstremitas. 7) Produksi urine adekuat (>0,5 mL/kgBB/jam). 8) Tingkat kesadaran compos mentis.
Kode SIKI: 2240
Deskripsi : Pemantauan perfusi perifer. Intervensi keperawatan: 1) Kaji tanda-tanda penurunan perfusi perifer: warna kulit (pucat, sianosis, kemerahan), suhu (dingin), kelembaban, CRT, kekuatan nadi perifer, edema, sensasi (nyeri, baal, kesemutan). 2) Pantau tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan saturasi oksigen (SpO2). 3) Kaji tingkat kesadaran dan respons sensorik. 4) Kaji keluaran urine (jumlah, warna, berat jenis). 5) Anjurkan untuk menghindari menyilangkan kaki atau posisi yang menghambat aliran darah. 6) Lakukan mobilisasi bertahap sesuai toleransi dan kondisi pasien. 7) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan. 8) Kolaborasi pemberian cairan intravena dan obat-obatan sesuai resep (misalnya, vasopressor, inotropik) untuk mempertahankan tekanan darah dan curah jantung. 9) Ajarkan pasien/keluarga untuk melaporkan tanda-tanda penurunan perfusi seperti ekstremitas dingin, nyeri, atau perubahan warna. 10) Berikan penghangatan pada ekstremitas yang dingin, hindari penggunaan bantal pemanas langsung. 11) Posisikan pasien dengan elevasi ekstremitas yang sesuai, hindari posisi yang menekan pembuluh darah. 12) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium seperti asam laktat, gas darah, dan elektrolit.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: 0027
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan tekanan darah sistolik dan/atau diastolik dari rentang normal yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: 2701
Deskripsi : Tekanan darah stabil. Kriteria hasil: 1) Tekanan darah dalam rentang normal yang diharapkan untuk pasien. 2) Denyut nadi dalam rentang normal. 3) Tidak ada gejala hipotensi (pusing, lemas, sinkop) atau hipertensi (sakit kepala, epistaksis). 4) Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai. 5) Fungsi organ vital (ginjal, jantung, otak) terjaga.
Kode SIKI: 4040
Deskripsi : Pemantauan tekanan darah. Intervensi keperawatan: 1) Kaji faktor risiko ketidakstabilan tekanan darah: riwayat penyakit, medikasi, nyeri, stres, perubahan posisi, kehilangan cairan. 2) Pantau tekanan darah, nadi, frekuensi pernapasan secara teratur dan bandingkan dengan nilai dasar. 3) Kaji tanda dan gejala hipotensi (misalnya, pusing, penglihatan kabur, lemas, mual, kulit dingin/lembab, penurunan kesadaran) dan hipertensi. 4) Pantau status cairan: asupan dan keluaran, tanda dehidrasi atau kelebihan cairan. 5) Anjurkan perubahan posisi bertahap (dari berbaring ke duduk, lalu berdiri). 6) Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena sesuai resep untuk mengatasi hipovolemia. 7) Kolaborasi pemberian obat-obatan untuk mempertahankan tekanan darah sesuai resep. 8) Monitor respons pasien terhadap terapi cairan dan obat. 9) Kaji tingkat nyeri dan berikan manajemen nyeri yang tepat. 10) Berikan lingkungan yang tenang dan minimalkan stres. 11) Ajarkan pasien/keluarga untuk melaporkan gejala perubahan tekanan darah. 12) Pantau hasil pemeriksaan penunjang seperti elektrolit dan fungsi ginjal.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: 0201
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Kriteria hasil: 1) Jalan napas paten. 2) Suara napas bersih, tidak ada suara tambahan. 3) Frekuensi dan irama pernapasan dalam rentang normal. 4) Saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang normal. 5) Tidak ada sianosis. 6) Mampu batuk efektif dan mengeluarkan sekret (jika sadar).
Kode SIKI: 3140
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi keperawatan: 1) Kaji status pernapasan: frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas, penggunaan otot bantu napas. 2) Auskultasi suara napas, identifikasi adanya suara tambahan (ronkhi, wheezing). 3) Pantau saturasi oksigen (SpO2) secara terus menerus. 4) Kaji warna kulit dan membran mukosa (sianosis). 5) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, semi fowler, jika tidak kontraindikasi). 6) Lakukan fisioterapi dada dan suction jika diperlukan untuk mengeluarkan sekret. 7) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan dan protokol. 8) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif jika pasien kooperatif. 9) Lakukan penghisapan lendir (suction) jalan napas atas jika ada indikasi (penurunan refleks batuk, suara ronkhi). 10) Kaji dan pertahankan kepatenan jalan napas, siapkan alat bantu jalan napas jika diperlukan. 11) Monitor analisa gas darah (jika tersedia). 12) Kolaborasi dengan tim medis untuk penanganan lebih lanjut jika terjadi gagal napas.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0015
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat.
Kode SLKI: 1501
Deskripsi : Kontrol nyeri. Kriteria hasil: 1) Melaporkan nyeri berkurang atau hilang (skala nyeri menurun). 2) Ekspresi wajah rileks, tidak meringis. 3) Tanda vital stabil. 4) Dapat beristirahat dan tidur dengan nyaman. 5) Dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan tanpa gangguan nyeri hebat.
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Manajemen nyeri. Intervensi keperawatan: 1) Kaji karakteristik nyeri: lokasi, intensitas (skala 0-10), kualitas, durasi, faktor pencetus dan pereda. 2) Observasi respons nonverbal nyeri (pada pasien tidak sadar/apati): gelisah, ekspresi wajah meringis, perubahan tanda vital, perlindungan area tertentu. 3) Kaji riwayat nyeri dan manajemen nyeri sebelumnya. 4) Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman. 5) Lakukan teknik nonfarmakologi: distraksi, relaksasi, reposisi yang nyaman, kompres hangat/dingin (sesuai indikasi). 6) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep, pantau efektivitas dan efek sampingnya. 7) Evaluasi respons pasien terhadap intervensi nyeri yang diberikan. 8) Ajarkan pasien/keluarga tentang teknik nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri. 9) Kaji faktor-faktor yang memperberat atau meringankan nyeri. 10) Monitor tanda vital sebelum dan sesudah pemberian analgesik. 11) Kolaborasi dengan tim medis untuk penanganan nyeri neuropatik jika terkait dengan riwayat tulang kejepit (HNP). 12) Dokumentasi karakteristik nyeri dan respons terhadap intervensi.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk menuntaskan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: 0601
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat. Kriteria hasil: 1) Melaporkan peningkatan energi untuk
Article No. 23242 | 09 Dec 2025
Klinis : Pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan utama bengkak dan nyeri pada tangan kiri sejak ±2 bulan terakhir. Bengkak dirasakan semakin membesar dan menimbulkan rasa kebas serta gerakan tangan yang semakin terbatas. Pasien juga mengeluhkan adanya benjolan pada payudara kiri sejak ±3 tahun lalu yang semakin membesar, terasa nyeri, dan mengeluarkan nanah. Nyeri menjalar hingga ke ketiak kiri. Pasien memiliki riwayat fototerapi sebanyak 5 kali di RS Hermina, namun menghentikan terapi sejak 5 bulan terakhir karena kendala biaya. Keluhan sesak napas dan demam disangkal. Saat pengkajian di ruang rawat inap, pasien tampak dengan nyeri skala 5, benjolan besar pada mammae kiri (±30 × 20 cm), batas tidak tegas, konsistensi kenyal, disertai keluarnya nanah. Lengan kiri tampak bengkak dengan pitting edema (+). Hasil pemeriksaan vital: TD 129/91 mmHg; HR 120×/menit; RR 20 ×/menit; SpO₂ 98% RA; Suhu 37.1°C. Hasil penunjang yang abnormal menunjukkan adanya anemia ringan (Hb 11.3 g/dL), leukositosis (14.84 ×10³/µL), hipoalbuminemia berat (albumin 1.6 g/dL), serta gangguan parameter eritrosit (MCV 67 fL; MCH 22 pg; RDW meningkat), yang mengarah pada anemia mikrositik. Di IGD pasien mendapatkan tatalaksana awal berupa pemeriksaan laboratorium lengkap, foto rontgen (thorax, humerus, antebrachii), antibiotik PCT 1 g IV, dan NaCl 500 cc/8 jam.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Nyeri Kronis terkait Proses Penyakit Kanker Payudara Stadium Lanjut dengan Komplikasi Infeksi dan Limfedema
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut. Pada pasien ini, nyeri bersifat kompleks, mencakup komponen akut (nyeri pada benjolan yang terinfeksi dan mengeluarkan nanah) dan kronis (nyeri yang telah berlangsung lama pada benjolan payudara dan menjalar ke ketiak). Nyeri skala 5 menunjukkan intensitas sedang yang memerlukan intervensi. Sumber nyeri berasal dari multipleks: tekanan massa tumor besar (30x20 cm), proses inflamasi/infeksi lokal dengan nanah, serta kemungkinan kompresi/infiltrasi saraf yang menyebabkan nyeri menjalar dan kebas. Nyeri ini menyebabkan penderitaan, membatasi aktivitas, dan mempengaruhi kualitas hidup pasien secara signifikan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Tingkat nyeri terkontrol. Luaran yang diharapkan adalah nyeri pasien dapat dikendalikan hingga tingkat yang dapat ditoleransi (skala ≤3 atau sesuai tujuan yang ditetapkan), ditandai dengan ekspresi wajah dan postur tubuh yang rileks, mampu berpartisipasi dalam aktivitas perawatan diri sesuai kemampuan, serta melaporkan penurunan skala nyeri secara verbal atau menggunakan alat ukur yang valid. Kontrol nyeri pada kasus ini sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan, memungkinkan mobilisasi lengan yang terbatas untuk mencegah edema memburuk, dan meningkatkan partisipasi dalam rencana terapi. Pengendalian nyeri juga dapat menurunkan respons stres sistemik yang ditunjukkan oleh takikardia (HR 120x/menit).
Kode SIKI: I.08021
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan yang komprehensif meliputi: 1) Pengkajian nyeri secara komprehensif menggunakan metode PQRST (Provocation, Quality, Region, Severity, Time) dengan fokus pada karakteristik nyeri pada payudara dan lengan, serta evaluasi skala nyeri secara berkala. 2) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program dokter (seperti pemberian antibiotik PCT yang juga berdampak pada nyeri akibat infeksi) dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya. 3) Intervensi non-farmakologis: melakukan perawatan luka pada area yang terinfeksi dengan teknik aseptik untuk mengurangi sumber nyeri inflamasi, mengajarkan teknik distraksi dan relaksasi napas dalam, serta memposisikan pasien dengan nyaman (meninggikan lengan kiri yang edema dengan bantal untuk mengurangi ketegangan dan nyeri). 4) Edukasi pasien tentang pentingnya melaporkan nyeri dan tidak menahannya. 5) Mengurangi faktor pencetus nyeri, seperti menghindari tekanan langsung pada massa tumor dan lengan yang bengkak selama perawatan. Intervensi ini harus didokumentasikan dan dievaluasi secara terus-menerus.
Kondisi: Gangguan Integritas Jaringan terkait Proses Neoplastik Ganas dan Infeksi Sekunder pada Mammae Sinistra
Kode SDKI: D.0065
Deskripsi Singkat: Gangguan integritas jaringan adalah kerusakan pada jaringan tubuh, termasuk membran mukosa, kornea, integumen, atau jaringan subkutan. Pada pasien, gangguan ini bersifat masif dan kompleks. Penyebab utamanya adalah pertumbuhan sel neoplastik ganas yang tidak terkendali membentuk massa besar (30x20 cm) dengan batas tidak tegas, yang secara progresif merusak arsitektur jaringan payudara normal. Komplikasi utama adalah infeksi sekunder, ditandai dengan konsistensi kenyal, keluarnya nanah, dan nyeri, yang diperkuat oleh data laboratorium leukositosis (14.84). Infeksi ini memperparah kerusakan jaringan, menciptakan lingkungan yang nekrotik, dan berisiko tinggi untuk sepsis. Gangguan integritas ini juga menjadi port de entry bagi mikroorganisme, memperlambat penyembuhan, dan merupakan sumber nyeri serta distress psikologis yang signifikan bagi pasien.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : Penyembuhan luka: jaringan granulasi. Luaran yang realistis pada kondisi stadium lanjut ini mungkin bukan penyembuhan sempurna, tetapi tercapainya proses penyembuhan tingkat jaringan yang optimal dalam konteks penyakitnya. Tujuannya adalah mencegah perluasan kerusakan jaringan dan mengendalikan infeksi. Indikatornya meliputi: berkurangnya atau terkelolanya drainage nanah (purulen), berkurangnya tanda-tanda infeksi lokal (kemerahan, panas, nyeri, bengkak), tidak meluasnya area nekrosis, terbentuknya jaringan granulasi pada area yang memungkinkan, serta hasil kultur yang menunjukkan respons terhadap terapi antibiotik. Pencapaian luaran ini akan mengurangi risiko komplikasi sistemik dan meningkatkan kenyamanan pasien.
Kode SIKI: I.10029
Deskripsi : Perawatan Luka. Intervensi keperawatan spesifik meliputi: 1) Melakukan pengkajian luka/lesi secara komprehensif setiap hari: mencatat ukuran, kedalaman, karakter drainage (jumlah, warna, konsistensi, bau), kondisi kulit sekitar, dan tanda infeksi. 2) Melakukan perawatan luka dengan teknik aseptik dan no-touch yang ketat untuk mencegah infeksi silang. 3) Melakukan debridemen yang sesuai (kolaboratif jika diperlukan) untuk membersihkan jaringan nekrotik dan memungkinkan pertumbuhan jaringan sehat. 4) Memilih balutan yang tepat (misalnya, balutan absorben untuk menampung drainage banyak, atau balutan antimikroba) dan mengganti balutan secara teratur sesuai kondisi. 5) Kolaborasi pemberian antibiotik sistemik (sesuai hasil kultur dan sensitivitas) dan evaluasi responsnya. 6) Mempertahankan nutrisi yang adekuat, khususnya asupan protein, meskipun menantang dalam kondisi hipoalbuminemia berat, untuk mendukung perbaikan jaringan. 7) Melindungi kulit sekitar luka dari iritasi cairan luka.
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan: Limfedema Sekunder terkait Obstruksi Aliran Limfatik oleh Proses Metastasis Kanker
Kode SDKI: D.0185
Deskripsi Singkat: Kelebihan volume cairan adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan retensi cairan interstitial. Pada pasien, kelebihan cairan bersifat lokal (regional) pada ekstremitas atas kiri, yang secara spesifik disebut limfedema sekunder. Patofisiologinya adalah obstruksi aliran pembuluh limfe di daerah aksila (ketiak) kiri akibat adanya metastasis kanker payudara ke kelenjar limfe regional atau akibat kompresi massa tumor primer yang sangat besar. Obstruksi ini menyebabkan akumulasi cairan kaya protein di jaringan interstitial lengan, dimanifestasikan sebagai bengkak dengan pitting edema (+). Limfedema ini menyebabkan keluhan kebas (karena tekanan pada saraf), keterbatasan gerak, meningkatkan risiko infeksi (selulitis), dan menimbulkan ketidaknyamanan serta disabilitas fungsional. Hipoalbuminemia berat (1.6 g/dL) dapat memperberat edema karena penurunan tekanan onkotik plasma.
Kode SLKI: L.06008
Deskripsi : Keseimbangan cairan. Luaran yang diharapkan adalah volume cairan pada ekstremitas yang terdampak tidak meningkat lebih lanjut dan menunjukkan tanda-tanda pengurangan. Indikatornya meliputi: penurunan ukuran lingkar lengan yang diukur serial pada titik-titik yang konsisten, berkurangnya atau hilangnya pitting edema, peningkatan rentang gerak sendi lengan, serta berkurangnya keluhan kebas dan ketegangan pada kulit. Pencapaian luaran ini akan meningkatkan mobilitas, menurunkan risiko komplikasi, dan meningkatkan kenyamanan pasien.
Kode SIKI: I.06030
Deskripsi : Manajemen Limfedema. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Pengukuran lingkar lengan yang edema secara berkala dan terdokumentasi untuk memantau perkembangan. 2) Elevasi ekstremitas yang edema (lengan kiri) lebih tinggi dari jantung saat istirahat untuk memanfaatkan gravitasi dalam drainase. 3) Melakukan atau mengajarkan teknik drainase limfatik manual yang lembut (jika tidak terkontraindikasi pada area tumor). 4) Kolaborasi dengan fisioterapis untuk terapi latihan ringan dan rentang gerak pasif/aktif yang aman untuk merangsang pompa otot. 5) Melindungi kulit ekstremitas yang edema dari cedera, infeksi, dan tekanan (misalnya, hindari pengukuran tekanan darah di lengan tersebut). 6) Memberikan edukasi tentang perawatan kulit, menghindari konstriksi (gelang, pakaian ketat), dan tanda-tanda infeksi yang harus diwaspadai. 7) Kolaborasi penatalaksanaan hipoalbuminemia untuk memperbaiki tekanan onkotik.
Kondisi: Risiko Infeksi menyebar (Sepsis) terkait Pertahanan Primer Tidak Adekuat (Gangguan Integritas Kulit/Jaringan dan Leukositosis) dan Penyakit Kronis
Article No. 23243 | 09 Dec 2025
Klinis : DS: - Ny. S mengatakan keluar flek dari area perineumnya sejak kemarin - Ny. S mengatakan cepat merasa lelah dan pusing saat beraktivitas DO: - Terlihat adanya flek yang keluar dari area perineum berwarna merah kecokelatan dengan jumlah ± 10 cc - Ny. S tampak pucat, lemas, dan konjungtiva anemis - Hasil VT: belum terdapat pembukaan - Hb: 9.5 g/dL (rendah) - Ht: 28.1% (rendah)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Perdarahan Antepartum
Kode SDKI: 0206
Deskripsi Singkat: Kehilangan darah dari traktus genitalia setelah usia kehamilan 20 minggu hingga sebelum persalinan.
Kode SLKI: 2001
Deskripsi : Perdarahan antepartum terkontrol. Kriteria hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam batas normal, 2) Tidak ada peningkatan jumlah perdarahan, 3) Hasil pemeriksaan laboratorium dalam batas normal, 4) Nyeri berkurang atau terkontrol, 5) Kecemasan berkurang, 6) Kebutuhan nutrisi dan cairan terpenuhi.
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : Manajemen Perdarahan. Tindakan keperawatan: 1) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan saturasi oksigen, 2) Monitor warna, konsistensi, dan jumlah perdarahan, 3) Lakukan pemeriksaan dalam sesuai indikasi dan protokol, 4) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (Hb, Ht, trombosit, golongan darah), 5) Berikan terapi oksigen sesuai kebutuhan, 6) Lakukan kateterisasi urine dan monitor balance cairan, 7) Berikan terapi cairan intravena dan transfusi darah sesuai program dokter, 8) Anjurkan tirah baring total, 9) Atur posisi pasien untuk meningkatkan sirkulasi dan mengurangi perdarahan, 10) Lakukan perawatan perineum, 11) Berikan edukasi dan dukungan psikologis untuk mengurangi kecemasan, 12) Kolaborasi pemberian obat tokolitik, kortikosteroid, atau lainnya sesuai program dokter.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: 1001
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat. Kriteria hasil: 1) Melaporkan peningkatan toleransi terhadap aktivitas, 2) Tanda-tanda vital dalam batas normal selama dan setelah aktivitas, 3) Tidak mengalami kelelahan yang berlebihan, 4) Dapat melakukan aktivitas sehari-hari sesuai kemampuan.
Kode SIKI: 1400
Deskripsi : Manajemen Energi. Tindakan keperawatan: 1) Kaji faktor penyebab kelelahan (misal: anemia, nyeri, gangguan tidur), 2) Monitor tanda-tanda vital saat istirahat dan saat aktivitas, 3) Bantu identifikasi prioritas aktivitas, 4) Bantu klien dalam perencanaan dan penjadwalan aktivitas, 5) Anjurkan teknik penghematan energi (misal: duduk saat melakukan aktivitas, istirahat cukup), 6) Bantu aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan, 7) Anjurkan peningkatan asupan nutrisi dan cairan, 8) Kolaborasi pemberian terapi untuk mengatasi penyebab (misal: suplemen zat besi untuk anemia), 9) Berikan lingkungan yang tenang untuk mendukung istirahat.
Kondisi: Risiko Syok Hipovolemik
Kode SDKI: 0613
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan perfusi jaringan yang mengancam jiwa akibat kehilangan cairan atau darah dari sirkulasi.
Kode SLKI: 1801
Deskripsi : Risiko syok hipovolemik tidak terjadi. Kriteria hasil: 1) Tanda-tanda vital stabil dalam batas normal, 2) Volume cairan tubuh adekuat, 3) Haluaran urine adekuat, 4) Status mental baik, 5) Mukosa membran lembab, pengisian kapiler kurang dari 3 detik.
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : Manajemen Perdarahan. Tindakan keperawatan: 1) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan) dan saturasi oksigen secara ketat, 2) Monitor tanda-tanda syok (hipotensi, takikardia, pucat, kulit dingin/lembab, penurunan kesadaran, penurunan haluaran urine), 3) Monitor jumlah dan karakteristik perdarahan, 4) Monitor balance cairan (intake-output) secara akurat, 5) Monitor hasil laboratorium (Hb, Ht, elektrolit), 6) Berikan terapi oksigen sesuai kebutuhan, 7) Pasang akses intravena dengan kanula besar dan pertahankan patensi, 8) Berikan terapi cairan intravena atau transfusi darah sesuai program dokter, 9) Anjurkan tirah baring total, 10) Siapkan alat dan obat untuk penanganan kegawatdaruratan.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280