Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23224 | 09 Dec 2025
Klinis : Pasien mengeluhkan percuma mengikuti pengobatan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketidakpatuhan Terapeutik
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Perilaku individu dan/atau keluarga yang tidak sesuai dengan rekomendasi terapeutik yang disepakati bersama dari profesional kesehatan, yang dapat mengakibatkan hasil klinis dan fungsional yang tidak optimal.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kepatuhan terhadap program terapeutik. Ditandai dengan: 1) Mengungkapkan pemahaman tentang program terapeutik. 2) Mengungkapkan persetujuan untuk mengikuti program terapeutik. 3) Melaporkan pelaksanaan program terapeutik sesuai instruksi. 4) Melaporkan hambatan dalam melaksanakan program terapeutik. 5) Memodifikasi gaya hidup untuk mendukung program terapeutik. 6) Memantau tanda dan gejala kemajuan kondisi. 7) Memanfaatkan sistem pendukung sosial.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Manajemen Kepatuhan. Tindakan: 1) Identifikasi faktor yang mempengaruhi kepatuhan (pengetahuan, keyakinan, budaya, finansial, efek samping, kompleksitas regimen, dukungan sosial). 2) Diskusikan dengan pasien/keluarga tentang persepsi penyakit, manfaat pengobatan, dan konsekuensi ketidakpatuhan. 3) Libatkan pasien dalam pengambilan keputusan tentang rencana terapi. 4) Sederhanakan regimen terapi jika memungkinkan (misal: penyesuaian jadwal, kombinasi obat). 5) Ajarkan pasien/keluarga tentang program terapi (tujuan, cara, waktu, dosis, efek samping). 6) Gunakan alat bantu untuk meningkatkan kepatuhan (misal: boks pil, pengingat alarm, kalender, catatan harian). 7) Kembangkan kontrak perilaku dengan pasien terkait partisipasi dalam terapi. 8) Jadwalkan kunjungan tindak lanjut atau telemonitoring untuk evaluasi. 9) Fasilitasi dukungan keluarga dan rujuk ke kelompok pendukung jika diperlukan. 10) Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk menyesuaikan rencana terapi sesuai kebutuhan dan kemampuan pasien. 11) Berikan penguatan positif atas usaha dan keberhasilan pasien. 12) Evaluasi secara berkala pemahaman dan pelaksanaan program terapi.
-
Article No. 23225 | 09 Dec 2025
Klinis : Pasien mengeluhkan percuma mengikuti pengobatan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketidakpatuhan terhadap Regimen Terapeutik
Kode SDKI: 00082
Deskripsi Singkat: Pola perilaku individu dan/atau keluarga dalam mengikuti program pengobatan dan promosi kesehatan yang tidak sesuai dengan rekomendasi dari tenaga kesehatan, yang dapat mengakibatkan hasil klinis yang tidak optimal.
Kode SLKI: 1918
Deskripsi : Pasien/Keluarga berpartisipasi dalam regimen terapeutik. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien/Keluarga menyatakan pemahaman tentang regimen terapeutik (penyakit, pengobatan, diet, aktivitas). 2) Pasien/Keluarga mendemonstrasikan perilaku sesuai regimen terapeutik (misalnya, minum obat tepat waktu, mengikuti diet, melakukan latihan). 3) Pasien/Keluarga mengidentifikasi faktor penghambat kepatuhan (biaya, efek samping, keyakinan, dukungan). 4) Pasien/Keluarga menggunakan strategi untuk mengatasi faktor penghambat kepatuhan. 5) Pasien/Keluarga melaporkan peningkatan kepatuhan terhadap regimen terapeutik. 6) Pasien menunjukkan perbaikan atau stabilitas kondisi klinis (seperti tekanan darah, gula darah, atau parameter lain yang relevan).
Kode SIKI: 4230
Deskripsi : Manajemen Ketidakpatuhan. Intervensi keperawatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi pasien/keluarga dalam menjalani regimen terapeutik. Intervensi meliputi: 1) Identifikasi penyebab ketidakpatuhan (misalnya, faktor ekonomi, keyakinan kesehatan, efek samping obat, kompleksitas regimen, kurangnya dukungan sosial, atau persepsi tentang penyakit). 2) Jelaskan kembali secara jelas dan sederhana tentang penyakit, tujuan pengobatan, manfaat terapi, dan konsekuensi ketidakpatuhan. Gunakan metode edukasi yang sesuai (verbal, tulisan, demonstrasi). 3) Libatkan pasien/keluarga dalam menetapkan tujuan terapi yang realistis dan dapat dicapai. 4) Kolaborasi dengan pasien/keluarga untuk memodifikasi regimen terapeutik agar lebih sesuai dengan gaya hidup dan kemampuan mereka (misalnya, menyusun jadwal minum obat, memodifikasi diet). 5) Ajarkan teknik untuk meningkatkan kepatuhan (misalnya, penggunaan kotak pil/pill box, pengingat di ponsel, catatan harian). 6) Berikan dukungan dan penguatan positif (reinforcement) untuk setiap usaha kepatuhan yang dilakukan pasien. 7) Fasilitasi dukungan keluarga dan sosial dengan melibatkan anggota keluarga dalam perawatan atau merujuk ke kelompok pendukung. 8) Monitor dan evaluasi secara berkala tingkat kepatuhan pasien dan respons terhadap terapi. 9) Kolaborasi dengan tim kesehatan lain (dokter, ahli gizi, pekerja sosial) untuk mengatasi hambatan spesifik seperti biaya obat atau efek samping. 10) Dokumentasi respons pasien, hambatan yang diidentifikasi, dan intervensi yang diberikan. Inti dari intervensi ini adalah pendekatan yang empatik, tidak menghakimi, dan berfokus pada pemberdayaan pasien, sehingga pasien merasa didukung dan termotivasi untuk mengambil peran aktif dalam pengelolaan kesehatannya sendiri.
-
Article No. 23226 | 09 Dec 2025
Klinis : Pasien mengatakan percuma mengikuti pengobatan, hidup saya sudah tidak ada harapan lagi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Bunuh Diri
Kode SDKI: 0017
Deskripsi Singkat: Risiko individu melakukan tindakan yang dapat mengakhiri hidupnya sendiri.
Kode SLKI: 1007
Deskripsi : Perilaku bunuh diri dicegah. Kriteria hasil: 1) Mengungkapkan perasaan putus asa dan tidak berdaya. 2) Mengungkapkan pikiran untuk bunuh diri. 3) Mengidentifikasi sumber dukungan yang tersedia. 4) Menggunakan sumber dukungan yang tersedia. 5) Tidak ada upaya atau rencana bunuh diri.
Kode SIKI: 4300
Deskripsi : Pencegahan Bunuh Diri. Intervensi: 1) Kaji faktor risiko bunuh diri (riwayat percobaan sebelumnya, rencana spesifik, akses pada sarana, penyalahgunaan zat, isolasi sosial, penyakit kronis/terminal). 2) Kaji faktor protektif (dukungan sosial, keyakinan agama/spiritual, keterikatan pada keluarga, alasan untuk hidup). 3) Tanyakan langsung tentang ide, rencana, dan niat bunuh diri dengan empati dan tanpa menghakimi. 4) Lakukan kontrak verbal atau tertulis untuk tidak mencelakakan diri dan segera menghubungi tenaga profesional/dukungan jika pikiran bunuh diri muncul. 5) Tingkatkan rasa aman dengan mengamankan lingkungan dari benda-benda berbahaya (pisau, obat-obatan, tali, dll.). 6) Kolaborasi untuk pemberian terapi farmakologi (antidepresan, ansiolitik) sesuai resep dan pantau efeknya. 7) Temani atau atur pengawasan ketat (satu lawan satu) sesuai tingkat risiko. 8) Berikan pendampingan dan hadir secara penuh (therapeutic presence) untuk pasien. 9) Bantu pasien mengidentifikasi pemicu pikiran bunuh diri dan strategi koping alternatif. 10) Libatkan keluarga atau orang terdekat dalam pengawasan dan memberikan dukungan emosional. 11) Rujuk ke tenaga kesehatan mental (psikiater, psikolog) untuk terapi lebih lanjut. 12) Berikan edukasi tentang penyakit, pengobatan, dan harapan pemulihan. 13) Bantu pasien mengidentifikasi dan memperkuat alasan untuk hidup dan sumber harapan. 14) Lakukan follow-up atau kunjungan lanjutan untuk memantau kondisi.
-
Article No. 23227 | 09 Dec 2025
Klinis : pasien seorang laki laki umur 45 tahun datang dengan keluhan demam sudah 5 hari yang lalu dengan suhu 39 dan tidak mau makan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: