Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 25096 | 14 Apr 2026
Klinis : Kesadaran turun Riw = stroke KU : Lemah Kes : CM TD : 152/98 HR : 101 RR : 29 S : 36.6 SpO2 : 94 Mata : CA -/- SI -/- refleks cahaya (+/+) Mulut : dbn leher: dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/- whz -/- Abdomen :supel, BU (+) , NT (-) Genitalia : tidak ada kelainan Ekstremitas atas : akral hangat (+/+), edema -/-, CRT <2 , KM 5/5 Ekstremitas bawah : akral hangat (+/+), edema -/-, CRT <2 , KM 5/5 Sensorik : + II + + II + Motorik : +2/+2/+2 II +4/+4/ +4 +2/+2/+2 II +4/+4/ +4 Refleks fisiologis: +2 ||+2 +2 || +2 Refleks patologis: - || - - || - Clonus - || - Nistagmus: (-) NIHHS : 8 Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - Cemas: - Hasil Lab Darah Rutin (10/04/26) Darah Rutin Hemoglobin 14.28 Eritrosit 5.13 Hematokrit 40.8 Lekosit 17.00 (H) Trombosit 190 Golongan Darah O Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 138 Fungsi Ginjal Ureum 36.4 Kreatinin 1.10 Hasil Rontgen Thorax (10/04/26) Kesan : - TB paru aktif - Besar cor normal Hasil CT scan kepala non-kontras (10/04/26) Kesan: - Infark cerebri di vermis cerebelli dextra dengan perifocal oedema di sekitarnya. - Atrophy cerebri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Tingkat Kesadaran
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan tingkat kesadaran adalah keadaan di mana kemampuan seseorang untuk berespons terhadap rangsangan dari lingkungan eksternal atau internal mengalami penurunan, mulai dari kebingungan ringan hingga koma. Pada pasien ini, kondisi ini terjadi sebagai akibat dari infark cerebelli (stroke) yang mengganggu fungsi batang otak dan sistem aktivasi retikularis, serta diperberat oleh kemungkinan hipoksia sekunder akibat infeksi TB paru aktif dan peningkatan tekanan intrakranial karena edema perifokal. Data klinis seperti NIHSS 8 (skor sedang), RR meningkat (29x/menit), dan leukositosis (17.00) mendukung kompleksitas kondisi ini. Penurunan kesadaran mengancam fungsi dasar kehidupan seperti jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi, serta meningkatkan risiko komplikasi seperti aspirasi, infeksi, dan dekubitus.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI L.08001 bertujuan untuk mempertahankan atau meningkatkan tingkat kesadaran menuju tingkat responsif yang optimal. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: (1) Memonitor dan mendokumentasikan status neurologis secara berkala menggunakan skala GCS dan NIHSS, termasuk respons motorik, verbal, dan pupil. (2) Mempertahankan jalan napas paten dengan posisi semi-fowler atau lateral jika tidak ada kontraindikasi, serta melakukan penghisapan lendir sesuai kebutuhan. (3) Memonitor status pernapasan (RR, pola, SpO2) dan memberikan oksigen tambahan untuk mempertahankan SpO2 >95%. (4) Memonitor tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial seperti sakit kepala, muntah proyektil, perubahan kesadaran, dan tanda-tanda vital (perhatikan tekanan nadi yang melebar). (5) Melakukan manajemen lingkungan yang tenang, menghindari rangsangan berlebihan, dan menjelaskan semua prosedur kepada pasien meskipun respons terbatas. (6) Kolaborasi pemberian terapi medis sesuai indikasi (seperti osmotik diuretik untuk edema, antibiotik untuk infeksi). (7) Melakukan perawatan dasar seperti perawatan mulut, kulit, dan perubahan posisi untuk mencegah komplikasi imobilisasi.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : SIKI I.08001 mengukur keberhasilan intervensi dengan kriteria hasil: (1) Tingkat kesadaran pasien menunjukkan perbaikan atau tidak memburuk, ditandai dengan skor GCS yang stabil atau meningkat, dan respons yang sesuai terhadap rangsangan verbal atau nyeri. (2) Jalan napas tetap paten tanpa bunyi napas tambahan yang mengindikasikan obstruksi. (3) Fungsi pernapasan adekuat dengan SpO2 dalam rentang target (≥95%) dan frekuensi napas dalam rentang normal. (4) Tidak ada tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial yang memburuk. (5) Tanda-tanda vital (TD, HR, RR, Suhu) berada dalam parameter yang dapat diterima atau menunjukkan perbaikan menuju stabil. (6) Komplikasi seperti aspirasi, atelektasis, infeksi nosokomial, atau dekubitus dapat dicegah. Evaluasi dilakukan secara terus-menerus melalui pengamatan, pemeriksaan fisik, dan penggunaan alat monitoring. Dokumentasi yang akurat tentang perubahan status neurologis dan respons terhadap terapi menjadi kunci dalam menilai pencapaian kriteria hasil ini. Pada pasien dengan multi-morbiditas (stroke dan TB), pencapaian mungkin bertahap dan fokus pada pencegahan komplikasi sambil mengoptimalkan fungsi neurologis yang tersisa.
-
Article No. 25097 | 14 Apr 2026
Klinis : Kesadaran turun Riw = stroke KU : Lemah Kes : CM TD : 152/98 HR : 101 RR : 29 S : 36.6 SpO2 : 94 Mata : CA -/- SI -/- refleks cahaya (+/+) Mulut : dbn leher: dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/- whz -/- Abdomen :supel, BU (+) , NT (-) Genitalia : tidak ada kelainan Ekstremitas atas : akral hangat (+/+), edema -/-, CRT <2 , KM 5/5 Ekstremitas bawah : akral hangat (+/+), edema -/-, CRT <2 , KM 5/5 Sensorik : + II + + II + Motorik : +2/+2/+2 II +4/+4/ +4 +2/+2/+2 II +4/+4/ +4 Refleks fisiologis: +2 ||+2 +2 || +2 Refleks patologis: - || - - || - Clonus - || - Nistagmus: (-) NIHHS : 8 Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - Cemas: - Hasil Lab Darah Rutin (10/04/26) Darah Rutin Hemoglobin 14.28 Eritrosit 5.13 Hematokrit 40.8 Lekosit 17.00 (H) Trombosit 190 Golongan Darah O Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 138 Fungsi Ginjal Ureum 36.4 Kreatinin 1.10 Hasil Rontgen Thorax (10/04/26) Kesan : - TB paru aktif - Besar cor normal Hasil CT scan kepala non-kontras (10/04/26) Kesan: - Infark cerebri di vermis cerebelli dextra dengan perifocal oedema di sekitarnya. - Atrophy cerebri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Keadaan di mana individu mengalami penurunan dalam kemampuan untuk berespons terhadap rangsangan lingkungan dan mengalami penurunan kesadaran terhadap diri sendiri.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Pasien menunjukkan tingkat kesadaran yang membaik. SLKI ini diukur dengan parameter seperti skor GCS (Glasgow Coma Scale) yang meningkat, respons yang sesuai terhadap perintah verbal atau rangsangan nyeri, orientasi terhadap orang, tempat, dan waktu yang membaik, serta kemampuan berkomunikasi yang meningkat. Tujuan akhirnya adalah pasien mencapai kesadaran penuh (GCS 15) dan fungsi kognitif yang optimal sesuai kemampuannya. Intervensi keperawatan difokuskan untuk memantau status neurologis, melindungi dari cedera, mempertahankan jalan napas, serta memberikan stimulasi kognitif dan sensorik yang tepat.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan sistematis untuk memantau dan meningkatkan tingkat kesadaran pasien. Pertama, lakukan pengkajian status neurologis secara berkala dan komprehensif menggunakan GCS, termasuk membuka mata, respons motorik, dan respons verbal. Pantau tanda-tanda vital (TD, Nadi, RR, Suhu) dan saturasi oksigen untuk mendeteksi perubahan sistemik yang mempengaruhi perfusi otak. Kedua, lindungi pasien dari cedera dengan memasang pagar tempat tidur, menggunakan bantalan pelindung jika diperlukan, dan menghindari restraint yang tidak perlu. Ketiga, pertahankan jalan napas paten dengan posisi semi-fowler atau lateral jika tidak kontraindikasi, lakukan penghisapan lendir sesuai kebutuhan, dan siapkan alat bantu napas. Keempat, berikan stimulasi kognitif dan sensorik yang terarah seperti memperkenalkan diri setiap kali berinteraksi, menyebutkan nama, tempat, dan waktu, menggunakan nada suara yang tenang, serta melibatkan keluarga dalam komunikasi. Kelima, penuhi kebutuhan dasar seperti kebersihan mulut (dengan hati-hati), perawatan kulit untuk mencegah dekubitus, pemenuhan nutrisi dan hidrasi sesuai kondisi (waspada disfagia), serta manajemen eliminasi. Keenam, kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi farmakologi sesuai indikasi (seperti anti-edema serebral) dan pemeriksaan penunjang. Dokumentasikan semua temuan dan respons pasien terhadap intervensi yang diberikan secara detail dan berkelanjutan.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Pola Napas
Kode SDKI: D.0095
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami penurunan inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.04003
Deskripsi : Pola napas pasien efektif. SLKI ini dicapai ketika frekuensi napas pasien dalam rentang normal (12-20 kali/menit pada dewasa), irama napas teratur, tidak ada penggunaan otot bantu napas, saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang target (≥95%), dan hasil analisa gas darah dalam batas normal. Pasien juga tidak menunjukkan tanda distress pernapasan seperti sianosis, gelisah, atau kesulitan berbicara. Intervensi difokuskan pada pemantauan, optimalisasi posisi, dan pencegahan komplikasi pernapasan.
Kode SIKI: I.04005
Deskripsi : Intervensi ini bertujuan untuk mencegah terjadinya ketidakefektifan pola napas pada pasien berisiko. Tindakan dimulai dengan pengkajian pola napas secara ketat: hitung frekuensi, kedalaman, dan irama napas tiap 1-4 jam, amati penggunaan otot bantu napas, retraksi, dan adanya suara napas abnormal (ronkhi, wheezing). Pantau saturasi oksigen secara terus-menerus atau berkala. Kedua, atur posisi untuk memaksimalkan ekspansi dada, seperti semi-Fowler atau Fowler tinggi, ubah posisi secara periodik. Ketiga, lakukan fisioterapi dada jika diperlukan seperti latihan napas dalam, batuk efektif (jika kesadaran memungkinkan), dan perkusi/vibrasi. Keempat, berikan terapi oksigen sesuai order dan protokol, pastikan kanula/masker terpasang dengan baik dan aliran oksigen sesuai. Kelima, lakukan penghisapan jalan napas (suction) dengan teknik steril jika terdapat sekret yang tidak dapat dikeluarkan pasien. Keenam, kolaborasi dalam pemberian obat bronkodilator atau mukolitik jika ada indikasi, serta dalam interpretasi hasil pemeriksaan seperti analisa gas darah dan foto thorax. Ketujuh, edukasi keluarga tentang tanda-tanda distress pernapasan yang perlu dilaporkan segera. Semua tindakan dan respons pasien didokumentasikan dengan cermat.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi patogen yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.11001
Deskripsi : Pasien bebas dari infeksi. SLKI ini ditandai dengan tidak adanya tanda dan gejala infeksi seperti demam, lekositosis (jumlah leukosit normal), kemerahan, bengkak, nyeri, atau pus pada area potensial infeksi. Tanda vital dalam batas normal, hasil kultur negatif, dan luka (jika ada) menunjukkan proses penyembuhan. Intervensi keperawatan berfokus pada pencegahan melalui teknik aseptik, pengendalian sumber infeksi, dan pemantauan dini.
Kode SIKI: I.11001
Deskripsi : Intervensi ini mencakup tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi secara menyeluruh. Pertama, cuci tangan dengan teknik higienis atau menggunakan handrub berbasis alkohol sebelum dan setelah kontak dengan pasien atau lingkungan pasien. Kedua, gunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai seperti sarung tangan dan masker saat melakukan prosedur yang berisiko terpapar cairan tubuh. Ketiga, lakukan perawatan luka atau area invasif (seperti area insersi infus, kateter) dengan teknik steril sesuai protokol. Keempat, pertahankan integritas kulit dengan perawatan kulit yang baik, perubahan posisi rutin (setiap 2 jam) untuk mencegah dekubitus yang dapat menjadi port de entri infeksi. Kelima, lakukan perawatan kebersihan mulut secara teratur untuk mencegah pneumonia aspirasi dan infeksi mulut. Keenam, kelola perangkat invasif (kateter urin, NGT, dll) dengan prinsip closed system dan lepaskan secepat mungkin jika tidak diperlukan lagi. Ketujuh, pantau tanda-tanda infeksi sistemik dan lokal secara ketat: suhu tubuh, jumlah leukosit (pada kasus ini leukosit 17.00 sudah tinggi, perlu perhatian khusus), kemerahan, bengkak, dan karakteristik sputum atau urine. Kedelapan, kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian antibiotik profilaksis atau terapi jika diperlukan, serta pengambilan spesimen untuk kultur. Edukasi pengunjung dan keluarga tentang pentingnya kebersihan tangan dan pembatasan pengunjang yang sakit. Dokumentasikan semua tindakan pencegahan dan temuan pengkajian.
-
Article No. 25098 | 14 Apr 2026
Klinis : Pasien dengan penurunan kesadaran. Keluhan sesak napas, gelisah KU lemah, GCS E2V3M3 TD: 117/89 mmHg HR: 85 x/m RR: 20x/m SB: 36 C SpO2: 94% NRM 5 lpm Mata : CA -/- SI -/- refleks cahaya (+/+) Mulut : dbn leher: dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, irreguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/- whz -/- Abdomen :supel, BU (+) , NT (-) Genitalia : tidak ada kelainan Ekstremitas atas : akral hangat (+/+), edema -/-, CRT <2 Ekstremitas bawah : akral hangat (+/+), edema -/-, CRT <2 Sensorik : + II + + II + Motorik : +1/+1/+1 II +1/+1/+1 +2/+2/+2 II +2/+2/+2 Refleks fisiologis: +2 ||+2 +2 || +2 Refleks patologis: - || - - || - Clonus - || - Nistagmus: (-) NIHHS : 17 Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - Cemas: - Hasil Lab Darah Rutin (10/04/26) Darah Rutin Hemoglobin 13.76 Eritrosit 4.36 Hematokrit 43.1 Lekosit 13.09 Trombosit 109 Golongan Darah O Elektrolit Natrium (Na) 145 Kalium (K) 4.7 Chlorida (Cl) 109 Calsium (Ca2+) 1.0 pH 7.45 Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 48 Fungsi Hati AST (SGOT) 163 ALT (SGPT) 48 Fungsi Ginjal Ureum 98.4 Kreatinin 2.04 Glukosa Darah Glukosa Darah Puasa 142 Profil Lipid Cholesterol total 150 Cholesterol HDL 37 Cholesterol LDL 88 Trigliserida 123 Asam Urat 10.9 Imunoserologi (10/04) TSH : 0.55 Free T4 : 1.34 INR : 1.55 Glukosa darah (11/04) GDP : 113 GD2PP : 107 Hasil CT scan kepala non-kontras (09/04/26) Kesan : - Infark cerebri di frontalis dextra - Atrofi cerebri - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebelli Hasil Rontgen Thorax (09/04/26) Kesan : - Cardiomegali dengan oedem pulmonum
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Otak
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik, ditandai dengan: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima, 2) Status neurologis stabil atau membaik, 3) Tidak ada peningkatan tekanan intrakranial, 4) Kebutuhan oksigen terpenuhi.
Kode SIKI: I.08001 - I.08009
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mempertahankan dan meningkatkan perfusi serebral meliputi: 1) Memonitor tanda-tanda vital dan status neurologis (GCS) secara ketat dan berkelanjutan (I.08001). 2) Mempertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat untuk meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi tekanan intrakranial (I.08002). 3) Mempertahankan jalan napas paten dan memastikan oksigenasi adekuat sesuai kebutuhan (SpO2 >94%) (I.08003). 4) Memonitor keseimbangan cairan dan elektrolit, serta fungsi ginjal (ureum/kreatinin tinggi) untuk mencegah overload atau dehidrasi yang memperburuk perfusi (I.08004). 5) Kolaborasi pemberian terapi sesuai penyebab (seperti manajemen hipoglikemia, terapi stroke iskemik) dan memantau efek serta efek samping pengobatan (I.08005). 6) Meminimalkan stimulasi yang tidak perlu, memberikan lingkungan yang tenang (I.08006). 7) Melakukan perawatan untuk mencegah komplikasi imobilisasi (I.08009).
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0007
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif, ditandai dengan: 1) Suara napas bersih, 2) Frekuensi dan irama napas dalam rentang normal, 3) Tidak ada sianosis, 4) Mampu mengeluarkan sekret, 5) Nilai analisis gas darah dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.03001 - I.03010
Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan dan mencapai bersihan jalan napas yang efektif pada pasien dengan penurunan kesadaran meliputi: 1) Auskultasi suara napas setiap 2-4 jam untuk mendeteksi adanya ronki, wheezing, atau area tanpa suara napas (I.03001). 2) Memonitor frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha pernapasan (I.03002). 3) Melakukan fisioterapi dada (postural drainage, perkusi, dan vibrasi) jika indikasi (I.03003). 4) Melakukan suction pada jalan napas atas dan/atau bawah sesuai kebutuhan untuk mengangkat sekret (I.03004). 5) Memberikan terapi oksigen sesuai program dan memonitor saturasi oksigen (SpO2) secara terus menerus (I.03005). 6) Memposisikan pasien dengan posisi semi-Fowler atau lateral untuk memudahkan drainase sekret dan ekspansi paru (I.03006). 7) Memonitor status hidrasi untuk mengencerkan sekret (I.03007). 8) Kolaborasi pemberian bronkodilator atau mukolitik jika diperlukan (I.03009). 9) Memastikan alat bantu napas seperti kanul nasal atau masker terpasang dengan baik (I.03010).
Kondisi: Risiko Cedera
<>Kode SDKI: D.0025Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan atau gangguan fungsi tubuh.
Kode SLKI: L.19001
Deskripsi : Cedera tidak terjadi, ditandai dengan: 1) Kondisi fisik utuh, 2) Lingkungan aman, 3) Tidak ada tanda-tanda cedera fisik.
Kode SIKI: I.19001 - I.19007
Deskripsi : Intervensi untuk mencegah cedera pada pasien dengan penurunan kesadaran dan gelisah meliputi: 1) Mengidentifikasi faktor risiko cedera seperti penurunan kesadaran (GCS 8), gelisah, kelemahan motorik, dan hipoglikemia (I.19001). 2) Menggunakan pengaman tempat tidur (side rail) yang selalu terpasang dan dalam posisi terangkat (I.19002). 3) Memasang restrain fisik atau kimia sesuai protokol jika diperlukan untuk mencegah pasien menarik alat atau jatuh, dengan tetap memperhatikan hak pasien (I.19003). 4) Menjaga lingkungan sekitar pasien aman, bersih, terang, dan bebas dari benda berbahaya (I.19004). 5) Mengatur posisi tempat tidur serendah mungkin saat perawat tidak berada di samping pasien (I.19005). 6) Memeriksa kondisi kulit secara rutin untuk mendeteksi dini tanda cedera akibat tekanan atau restrain (I.19006). 7) Memastikan alat-alat medis terpasang dengan baik dan aman (I.19007).
Kondisi: Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.02001
Deskripsi : Kebutuhan nutrisi terpenuhi, ditandai dengan: 1) Asupan makanan sesuai kebutuhan, 2) Berat badan stabil atau meningkat sesuai target, 3) Nilai laboratorium terkait nutrisi dalam batas normal.
Kode SIKI: I.02001 - I.02018
Deskripsi : Intervensi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada pasien stroke dengan penurunan kesadaran meliputi: 1) Menilai status nutrisi, kemampuan menelan (disfagia diskrining), dan fungsi gastrointestinal (I.02001). 2) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori, protein, dan cairan harian berdasarkan kondisi (I.02002). 3) Memberikan nutrisi melalui selang nasogastrik (NGT) dengan formula yang sesuai secara bertahap sesuai toleransi (I.02003, I.02004). 4) Memposisikan pasien dengan kepala elevasi 30-45 derajat selama pemberian makan melalui NGT dan minimal 30 menit setelahnya untuk mencegah aspirasi (I.02005). 5) Memonitor sisa lambung sebelum pemberian makan berikutnya untuk evaluasi toleransi (I.02007). 6) Memonitor tanda-tanda aspirasi seperti batuk, sesak, atau suara napas basah (I.02008). 7) Memonitor hasil laboratorium terkait nutrisi (protein, albumin, elektrolit) dan gula darah (hipo-hiperglikemia) (I.02009, I.02010). 8) Memberikan perawatan mulut secara rutin untuk menjaga kebersihan dan integritas mukosa (I.02013). 9) Memonitor berat badan secara periodik (I.02018).
-
Article No. 25099 | 14 Apr 2026
Klinis : Keluhan saat ini sesak napas hilang timbul, dirumah pasien nyaman tidur 1-2 bantal, keluhan batuk berdahak dirasakan, keluhan berdebar dan nyeri dada khas ACS disangkal. Ku Lemah Kes: Composmentis TD: 153/96 HR: 80 RR: 23 S: 36.5 Spo2: 100 JVP kesan normal Vesikuler +/+, RBH -/-. RBK +/+, WZ +/- Udem -/- Lab HEMATOLOGI Darah Rutin - Hemoglobin 13.28 g/dL 12.2 ~ 18.1 - Eritrosit 4.54 juta/µL 4.04 ~ 6.13 - Hematokrit 39.2 % 37.7 ~ 53.7 Index Eritrosit - MCV 86.5 fL 80 ~ 97 - MCH 29.3 pg 27 ~ 31.2 - MCHC 33.9 g/dL 31.8 ~ 35.4 - Lekosit 10.11 ribu/µL 4.6 ~ 10.2 - Trombosit 256 ribu/µL 150 ~ 450 - RDW-CV 13.66 % 11.5 ~ 14.5 - MPV 6.16 fL 0 ~ 99.9 Hitung Jenis - Neutrofil 64.0 % 37 ~ 80 - Limfosit 19.7 % 19 ~ 48 - Monosit 7.8 % 0 ~ 12 - Eosinofil 7.35 H % 0 ~ 7 - Basofil 1.2 % 0 ~ 2.5 - Total Neutrofil 6.47 ribu/µL 1,5 ~ 7 - Total Lymphosit 1.99 ribu/µL 1 ~ 3,7 - Total Monosit 0.78 ribu/µL - Total Eosinofil 0.74 ribu/µL - Total Basofil 0.12 Gol. Darah (A B O) - Golongan Darah O KIMIA KLINIK ELEKTROLIT - Natrium (Na) 141 mmol/L 135 ~ 150 - Kalium (K) 3.2 L mmol/L 3.5 ~ 5.1 - Chlorida (Cl) 105 mmol/L 98 ~ 109 - Calsium (Ca2+) 1.1 mmol/L 1.1 ~ 1.4 - pH 7.54 H 7.35 ~ 7.45 Glukosa Darah - Glukosa Darah Sewaktu 106 mg/dL < 200 Fungsi Hati - AST (SGOT) 29 U/l < 37 - ALT (SGPT) 18 U/l < 42 Fungsi Ginjal - Ureum 55.6 H mg/dL 10 ~ 50 - Kreatinin 1.89 H mg/dL 0.6 ~ 1.1 Jantung - CK-MB 27 Analisa Gas Darah Measure (Corected) - pH 7.49 H 7.35 ~ 7.45 - PCO2 35.6 mm Hg 35 ~ 45 - PO2 94 mm Hg 80 ~ 100 - SO2 98.0 % 95 ~ 99 - Lactat 1.0 mmol/L 0.9 ~ 1.7 Calcualted - HCO3 26.8 H mmol/L 21 ~ 26 - TCO2 28.0 H mmol/L 23 ~ 27 - Base(Ecf) 3.0
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pertukaran gas membaik. Ditandai dengan: 1) Gangguan pertukaran gas tidak ada (dispnea, takipnea, sianosis, gelisah, penurunan kesadaran, hipoksemia/hiperkapnia). 2) Pola napas efektif. 3) Keseimbangan asam-basa dalam batas normal. 4) Suara napas tambahan tidak ada. 5) Hasil analisis gas darah dalam batas normal.
Kode SIKI: I.04006
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Tindakan: 1) Bebaskan jalan napas dari sumbatan. 2) Atur posisi untuk memaksimalkan ventilasi (mis., semi-Fowler/Fowler). 3) Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan. 4) Kolaborasi pemberian oksigen sesuai kebutuhan. 5) Ajarkan batuk efektif dan napas dalam. 6) Auskultasi suara napas. 7) Pantau tanda-tanda distress pernapasan (takipnea, sianosis, gelisah). 8) Pantau saturasi oksigen (SpO2). 9) Pantau hasil analisis gas darah. 10) Berikan cairan yang adekuat untuk mengencerkan sekret. 11) Pertahankan kelembaban udara. 12) Kolaborasi pemberian bronkodilator dan obat lainnya sesuai indikasi.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk memenuhi atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09002
Deskripsi : Toleransi aktivitas membaik. Ditandai dengan: 1) Mampu melakukan aktivitas sesuai kemampuan. 2) Tanda vital dalam batas normal saat aktivitas. 3) Kelemahan dan kelelahan menurun. 4) Dispnea atau nyeri dada saat aktivitas menurun.
Kode SIKI: I.09005
Deskripsi : Manajemen energi. Tindakan: 1) Kaji respons pasien terhadap aktivitas (tanda vital, kelemahan, sesak, nyeri dada). 2) Bantu pasien mengidentifikasi aktivitas yang dapat ditunda. 3) Rencanakan periode istirahat yang cukup. 4) Bantu aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan. 5) Anjurkan teknik penghematan energi (duduk saat melakukan aktivitas, istirahat teratur). 6) Tingkatkan aktivitas secara bertahap sesuai toleransi. 7) Pertahankan lingkungan yang aman dan nyaman untuk beraktivitas. 8) Kolaborasi pemberian terapi oksigen selama aktivitas jika diperlukan. 9) Edukasi keluarga untuk membantu pasien dalam aktivitas.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskuler, interstisial, dan/atau intraseluler.
Kode SLKI: L.06002
Deskripsi : Keseimbangan cairan membaik. Ditandai dengan: 1) Keseimbangan cairan seimbang (asupan dan haluan). 2) Turgor kulit baik. 3) Membran mukosa lembab. 4) Tidak ada edema. 5) Tanda vital dalam batas normal. 6) Berat badan stabil. 7) Elektrolit dalam batas normal.
Kode SIKI: I.06012
Deskripsi : Manajemen cairan. Tindakan: 1) Monitor tanda-tanda dehidrasi/kelebihan cairan (turgor kulit, edema, JVP, berat badan). 2) Monitor tanda vital (TD, nadi, RR). 3) Catat balance cairan (intake dan output) secara akurat. 4) Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai program. 5) Anjurkan intake oral sesuai toleransi dan batasan. 6) Monitor hasil laboratorium (elektrolit, ureum, kreatinin). 7) Observasi adanya edema. 8) Ukur berat badan harian dengan skala dan waktu yang sama. 9) Kolaborasi pemberikan terapi diuretik jika diperlukan. 10) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya balance cairan dan tanda-tanda ketidakseimbangan.
Kondisi: Risiko Penurunan Cardiac Output
Kode SDKI: D.0022
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Cardiac output membaik. Ditandai dengan: 1) Cardiac output adekuat (nadi perifer teraba, kulit hangat dan kering, CRT < 3 detik, kesadaran baik). 2) Tanda vital dalam batas normal. 3) Dyspnea pada saat aktivitas tidak ada. 4) Edema tidak ada. 5) Produksi urin adekuat (>0,5 mL/kgBB/jam).
Kode SIKI: I.03006
Deskripsi : Manajemen cardiac output. Tindakan: 1) Monitor tanda vital (TD, HR, RR) dan irama jantung. 2) Kaji kualitas nadi perifer, capillary refill time (CRT), suhu dan warna kulit. 3) Monitor status pernapasan (sesak, orthopnea). 4) Monitor balance cairan (intake-output, berat badan). 5) Observasi adanya edema. 6) Monitor tanda-tanda penurunan kesadaran. 7) Kaji nyeri dada (skala, lokasi, karakteristik). 8) Berikan oksigen sesuai indikasi. 9) Anjurkan tirah baring atau aktivitas terbatas sesuai kondisi. 10) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi (seperti diuretik, inotropik) sesuai program. 11) Monitor hasil laboratorium terkait (elektrolit, ureum, kreatinin, enzim jantung). 12) Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mengurangi beban kerja jantung.
-
Article No. 25100 | 14 Apr 2026
Klinis : Hari ini : lemes, masih diare ku lemah td: 134/109 mmHg rr: 21 x/m s: 36,4C spo2: 98-99 % n: 89 x/m Status Generalisata Mata : CA -/- SI -/- Thorax : SDV +/+ rh -/-, wh -/-, S1S2 reguler, BJ (-) Abdomen : supel, BU (+) timpani, NT (-), Ext atas : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Ext bawah : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Lab RSSP Darah Rutin (8/4/26) Hb 13.22 Eritrosit 4.70 Hematokrit 39.5 MCV 84.0 MCH 28.1 MCHC 33.4 RDW 11.45 Leukosit 16.55 Neutrofil 90.2 Limfosit 6.1 Monosit 3.2 Eosinofil 0.02 Basofil 0.4 Total Neutrofil 14.93 Total Limfosit 1.02 Total Monosit 0.53 Total Eosinofil 0.00 Total Basofil 0.07 Trombosit 247 MPV 6.99 GDS 461 Ureum 56.3 Kreatinin 0.90 CK-MB 22 Golongan darah A Glukosa stik (13/4/26 06.17) -> 150
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hiperglikemia dan Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Risiko Defisit Volume Cairan adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Keseimbangan Cairan. Tujuan keperawatan adalah mempertahankan keseimbangan cairan dengan kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal (TD: 90-120/60-80 mmHg, N: 60-100 x/menit, RR: 12-20 x/menit). 2) Tidak ada tanda dehidrasi (turgor kulit elastis, mukosa bibir lembab, produksi urin adekuat >0,5 mL/kgBB/jam). 3) Keseimbangan masukan dan haluaran cairan seimbang. 4) Elektrolit dalam rentang normal. Pada pasien ini, data yang mendukung adalah adanya keluhan lemas dan diare yang dapat menyebabkan kehilangan cairan, serta tekanan darah yang cenderung tinggi (134/109 mmHg) yang dapat merupakan kompensasi awal dari volume cairan yang berkurang. Meskipun tanda dehidrasi seperti CRT dan akral masih baik, risiko tetap tinggi karena adanya diare yang masih berlangsung. Leukositosis dan neutrofilia yang tinggi juga dapat meningkatkan kebutuhan metabolik dan kehilangan cairan insensible.
Kode SIKI: 3510
Deskripsi : Manajemen Cairan. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Memonitor tanda-tanda defisit volume cairan (tanda vital, turgor kulit, membran mukosa, produksi urin, berat badan) setiap 2-4 jam atau sesuai kondisi. 2) Memonitor masukan dan haluaran cairan setiap 8 jam, dengan memperhitungkan kehilangan cairan dari diare. 3) Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena sesuai resep dokter untuk mengoreksi defisit dan memenuhi kebutuhan harian. 4) Menganjurkan dan membantu pasien untuk meningkatkan asupan cairan per oral jika sudah toleran, secara bertahap. 5) Memonitor hasil pemeriksaan laboratorium (ureum, kreatinin, hematokrit) sebagai indikator status hidrasi. 6) Mengajarkan pada pasien dan keluarga tanda-tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai. 7) Mengatasi penyebab diare melalui kolaborasi pemberian terapi yang sesuai.
Kondisi: Hiperglikemia
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Hiperglikemia adalah kondisi dimana kadar glukosa darah lebih tinggi dari nilai normal.
Kode SLKI: 1402
Deskripsi : Kontrol Kadar Glukosa Darah. Tujuan keperawatan adalah tercapainya kontrol glikemik yang optimal dengan kriteria hasil: 1) Kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan (biasanya mendekati 70-180 mg/dL). 2) Pasien tidak menunjukkan gejala hiperglikemia (poliuria, polidipsi, lemas, penurunan kesadaran). 3) Pasien memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kadar gula darahnya. Pada pasien ini, data yang sangat menonjol adalah kadar GDS (Glukosa Darah Sewaktu) yang sangat tinggi yaitu 461 mg/dL, didukung juga oleh hasil glukosa stik 150 mg/dL (mungkin pasca terapi awal). Hiperglikemia berat ini dapat menyebabkan diare osmotik, memperburuk kondisi lemas, dan meningkatkan risiko dehidrasi serta komplikasi metabolik akut seperti ketoasidosis diabetik (terutama dengan nilai GDS setinggi itu). Leukositosis yang tinggi juga dapat dipicu oleh stres hiperglikemia atau infeksi yang menyertai.
Kode SIKI: 2120
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Memonitor kadar glukosa darah secara berkala (setiap 1-6 jam sesuai protokol) menggunakan glukometer. 2) Mengobservasi tanda dan gejala hiperglikemia (poliuria, polidipsi, lemas, mual, napas kussmaul, penurunan kesadaran) dan hipoglikemia. 3) Kolaborasi pemberian insulin sesuai resep dokter (biasanya insulin kerja cepat atau drip insulin) dengan teknik pemberian dan penyimpanan yang tepat. 4) Memonitor tanda-tanda ketoasidosis diabetik (napas berbau aseton, napas dalam dan cepat, penurunan kesadaran). 5) Memberikan pendidikan kesehatan mengenai penyebab hiperglikemia (misalnya: infeksi, diet, stres), cara pemberian insulin, teknik pemeriksaan gula darah mandiri, dan perencanaan makan. 6) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk penyusunan diet diabetik yang sesuai. 7) Memonitor hasil laboratorium seperti elektrolit dan gas darah untuk mendeteksi ketidakseimbangan asam-basa.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Intoleransi Aktivitas adalah keadaan dimana individu mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk menuntaskan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Toleransi Aktivitas. Tujuan keperawatan adalah meningkatkan toleransi aktivitas dengan kriteria hasil: 1) Pasien mampu melakukan aktivitas dengan tingkat bantuan yang sesuai. 2) Tanda vital (nadi, pernapasan, tekanan darah) dalam rentang normal sebelum, selama, dan setelah aktivitas. 3) Pasien melaporkan penurunan perasaan lemas dan lelah. 4) Tidak terjadi dyspnea, nyeri dada, atau pusing yang berlebihan saat beraktivitas. Pada pasien ini, data utama adalah keluhan "lemes" dan "ku lemah" yang diungkapkan langsung oleh pasien. Kelemahan ini sangat mungkin disebabkan oleh kombinasi hiperglikemia berat (yang mengganggu metabolisme energi seluler) dan potensi dehidrasi dari diare. Hiperglikemia menyebabkan diuresis osmotik dan kehilangan elektrolit, serta menghambat penggunaan glukosa oleh sel, sehingga pasien kekurangan energi. Denyut nadi 89 x/menit yang berada di batas atas normal juga dapat menunjukkan upaya tubuh berkompensasi.
Kode SIKI: 0201
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Mengkaji respons fisiologis terhadap aktivitas (perubahan tanda vital, dyspnea, kelelahan) sebelum, selama, dan setelah aktivitas. 2) Membantu pasien dalam merencanakan dan menjadwalkan periode istirahat yang cukup di sela-sela aktivitas. 3) Membantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai tingkat toleransinya, dan meningkatkan bantuan secara bertahap seiring perbaikan kondisi. 4) Menganjurkan aktivitas ringan dan progresif sesuai toleransi, seperti latihan rentang gerak di tempat tidur kemudian duduk di tepi tempat tidur. 5) Menjelaskan penyebab kelemahan (hiperglikemia dan dehidrasi) dan rencana penanganannya kepada pasien untuk mengurangi kecemasan. 6) Memastikan kebutuhan nutrisi dan cairan terpenuhi untuk mendukung produksi energi. 7) Mengkolaborasikan terapi untuk mengatasi penyebab dasar (hiperglikemia dan diare) agar toleransi aktivitas dapat membaik.
-
Article No. 25101 | 14 Apr 2026
Klinis : Hari ini : lemes, masih diare ku lemah td: 134/109 mmHg rr: 21 x/m s: 36,4C spo2: 98-99 % n: 89 x/m Status Generalisata Mata : CA -/- SI -/- Thorax : SDV +/+ rh -/-, wh -/-, S1S2 reguler, BJ (-) Abdomen : supel, BU (+) timpani, NT (-), Ext atas : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Ext bawah : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Lab RSSP Darah Rutin (8/4/26) Hb 13.22 Eritrosit 4.70 Hematokrit 39.5 MCV 84.0 MCH 28.1 MCHC 33.4 RDW 11.45 Leukosit 16.55 Neutrofil 90.2 Limfosit 6.1 Monosit 3.2 Eosinofil 0.02 Basofil 0.4 Total Neutrofil 14.93 Total Limfosit 1.02 Total Monosit 0.53 Total Eosinofil 0.00 Total Basofil 0.07 Trombosit 247 MPV 6.99 GDS 461 Ureum 56.3 Kreatinin 0.90 CK-MB 22 Golongan darah A Glukosa stik (13/4/26 06.17) -> 150
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: 0015
Deskripsi Singkat: Risiko variasi kadar glukosa darah dari rentang normal.
Kode SLKI: 2116
Deskripsi : Pengendalian Kadar Glukosa Darah: Kemampuan mengontrol kadar glukosa darah dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: 3400
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia: Tindakan untuk menurunkan kadar glukosa darah.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0020
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons terhadap patogen.
Kode SLKI: 2120
Deskripsi : Kontrol Infeksi: Tindakan untuk mencegah dan mengurangi infeksi.
Kode SIKI: 4320
Deskripsi : Pengawasan Infeksi: Pengumpulan dan analisis data pasien untuk mencegah atau menangani infeksi.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk memenuhi atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: 0101
Deskripsi : Status Energi: Tingkat energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Kode SIKI: 4140
Deskripsi : Manajemen Energi: Mengatur penggunaan energi untuk memperbaiki toleransi aktivitas.
-
Article No. 25102 | 14 Apr 2026
Klinis : Benjolan leher kanan sejak 2 bulan yang lalu awalnya sebesar biji jagung namun 1 Bulan ini makin membesar. Benjolan tidak teraba nyeri, Sesak nafas tidak ada. Batuk ada hilang timbul. Demam tidak ada. Riwayat sesak nafas tidak ada. Pasien saat ini sudah makan nasi namun jumlah sedikit. Diagnosa: lympangioma
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan berat badan atau penurunan asupan nutrisi yang dapat menyebabkan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Status nutrisi pasien membaik, ditandai dengan: 1) Asupan makanan dan cairan sesuai dengan kebutuhan tubuh. 2) Berat badan dalam rentang normal sesuai usia, jenis kelamin, dan tinggi badan. 3) Nilai laboratorium terkait nutrisi dalam batas normal. 4) Tidak ada tanda-tanda malnutrisi seperti kelemahan, rambut rontok, atau kulit kering bersisik. 5) Memiliki pengetahuan yang adekuat mengenai pemilihan makanan bergizi sesuai kondisi kesehatannya. Kriteria hasil ini bertujuan untuk memastikan pasien mampu mempertahankan atau mencapai status gizi yang optimal, mendukung proses penyembuhan, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Pencapaian SLKI ini memerlukan intervensi keperawatan yang terfokus pada edukasi, pemantauan asupan, dan kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun rencana diet yang sesuai, terutama dalam konteks adanya penyakit seperti limfangioma yang mungkin mempengaruhi nafsu makan atau kemampuan menelan.
Kode SIKI: I.09139
Deskripsi : Manajemen Nutrisi: 1) Kaji faktor yang mempengaruhi asupan nutrisi (misal: mual, anoreksia, kesulitan menelan, efek psikologis benjolan). 2) Timbang berat badan dan ukur antropometri lain secara teratur. 3) Monitor asupan dan output cairan serta kalori harian. 4) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori, jenis, dan tekstur makanan yang sesuai. 5) Anjurkan makan porsi kecil namun sering dengan makanan tinggi protein dan kalori. 6) Ciptakan lingkungan makan yang nyaman dan bebas bau tidak sedap. 7) Berikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi untuk penyembuhan dan jenis makanan yang dianjurkan. 8) Lakukan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan untuk meningkatkan kenyamanan. 9) Pantau hasil laboratorium seperti albumin, hemoglobin, dan limfosit total. 10) Evaluasi efektivitas intervensi nutrisi dan modifikasi rencana sesuai respons pasien. Intervensi ini bersifat komprehensif untuk mengatasi masalah asupan yang sedikit, mencegah malnutrisi, dan mendukung kondisi pasien secara keseluruhan sebelum, selama, dan setelah penanganan limfangioma.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: M.3.1
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau ketakutan yang tidak jelas sumbernya sebagai respons terhadap ancaman yang tidak spesifik.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Pasien menunjukkan penurunan tingkat ansietas, ditandai dengan: 1) Mengungkapkan perasaan tenang dan mampu beristirahat. 2) Menunjukkan ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang rileks. 3) Dapat mengidentifikasi faktor pemicu ansietas (seperti benjolan yang membesar dan ketidakpastian diagnosis). 4) Menggunakan strategi koping adaptif untuk mengelola kecemasannya. 5) Tidur dan istirahat dengan cukup. 6) Kooperatif selama pemeriksaan dan pengobatan. 7) Memahami informasi yang diberikan tentang kondisi dan rencana perawatannya. Mengatasi ansietas sangat penting karena kecemasan dapat memperburuk persepsi gejala, menurunkan nafsu makan, dan menghambat proses penyembuhan. Dengan mencapai tingkat kecemasan yang terkendali, pasien dapat berpikir lebih jernih, berpartisipasi aktif dalam perawatan, dan meningkatkan kualitas hidupnya meski menghadapi penyakit.
Kode SIKI: I.07170
Deskripsi : Manajemen Ansietas: 1) Kaji tingkat ansietas pasien (ringan, sedang, berat) dan manifestasinya (verbal maupun nonverbal). 2) Dengarkan dengan penuh perhatian dan empati terhadap keluhan serta kekhawatiran pasien. 3) Berikan informasi yang jujur, jelas, dan sesuai tentang kondisi limfangioma, rencana diagnostik (seperti USG atau biopsi), dan pilihan penanganan. 4) Jelaskan semua prosedur yang akan dilakukan untuk mengurangi ketakutan akan hal yang tidak diketahui. 5) Ajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam dan distraksi. 6) Libatkan keluarga untuk memberikan dukungan emosional. 7) Fasilitasi pasien untuk mengekspresikan perasaannya. 8) Pertahankan lingkungan yang tenang dan nyaman. 9) Kolaborasi jika diperlukan untuk terapi farmakologi sesuai resep. 10) Evaluasi respons pasien terhadap intervensi yang diberikan. Intervensi ini bertujuan untuk mengurangi beban psikologis pasien, meningkatkan rasa kontrol diri, dan membangun hubungan terapeutik perawat-pasien yang mendukung proses adaptasi terhadap penyakit.
Kondisi: Ketidakefektifan Pola Nafas
Kode SDKI: C.0029
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk bernapas secara adekuat untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi tubuh.
Kode SLKI: L.04003
Deskripsi : Pola napas pasien efektif, ditandai dengan: 1) Frekuensi napas dalam rentang normal sesuai usia. 2) Irama napas teratur. 3) Tidak menggunakan otot bantu pernapasan. 4) Tidak ada sianosis atau tanda distress pernapasan. 5) Nilai saturasi oksigen dalam batas normal (≥95%). 6) Bunyi napas bersih di seluruh lapang paru. 7) Pasien melaporkan tidak merasa sesak napas atau napas pendek. Meskipun pasien saat ini tidak sesak, limfangioma di leher memiliki risiko menyebabkan kompresi pada saluran napas seiring pertumbuhannya. SLKI ini menjadi tujuan pencegahan dan pemantauan untuk memastikan pola napas tetap adekuat dan mendeteksi dini setiap perubahan yang mengancam jalan napas.
Kode SIKI: I.08011
Deskripsi : Pemantauan Pernapasan: 1) Kaji frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha pernapasan setiap shift atau sesuai kebutuhan. 2) Auskultasi bunyi napas untuk mendeteksi adanya stridor, wheezing, atau penurunan bunyi napas. 3) Monitor saturasi oksigen secara berkala. 4) Observasi adanya tanda sianosis, retraksi dada, atau penggunaan otot bantu napas. 5) Tanyakan langsung kepada pasien tentang adanya perasaan sesak atau sumbatan di tenggorokan. 6) Posisikan pasien semi-Fowler atau posisi yang paling nyaman untuk bernapas. 7) Instruksikan pasien untuk segera melaporkan jika muncul sensasi sesak, tersedak, atau perubahan suara. 8) Kolaborasi dalam pemeriksaan penunjang seperti foto thoraks jika diperlukan. 9) Siapkan alat bantu emergensi jalan napas di dekat pasien sebagai tindakan antisipasi. 10) Dokumentasi setiap perubahan status pernapasan secara akurat dan lengkap. Intervensi ini bersifat preventif dan detektif, sangat krusial mengingat lokasi anatomi limfangioma yang berpotensi mengganggu fungsi vital pernapasan.
-
Article No. 25103 | 14 Apr 2026
Klinis : Nyeri Sesak napas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau durasi yang relatif singkat.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Pasien mampu mengontrol nyeri dengan kriteria hasil: 1) Menyatakan nyeri berkurang atau hilang, 2) Menunjukkan ekspresi wajah rileks, 3) Dapat beristirahat, tidur, dan beraktivitas dengan tepat, 4) Mendemonstrasikan penggunaan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri, 5) Mematuhi regimen farmakologis yang diresepkan, dan 6) Melaporkan dampak nyeri terhadap fungsi hidup yang menurun. SLKI ini berfokus pada pencapaian manajemen nyeri yang efektif oleh pasien, di mana perawat berperan sebagai edukator dan fasilitator untuk mencapai kemandirian pasien dalam mengontrol nyeri melalui kombinasi intervensi farmakologis dan nonfarmakologis, serta pemantauan respons terhadap terapi.
Kode SIKI: 4501
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan untuk meringankan atau mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi pasien. Aktivitas keperawatan meliputi: 1) Lakukan pengkajian nyeri yang komprehensif (lokasi, karakteristik, onset, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas, dan faktor pencetus/pereda), 2) Observasi isyarat verbal dan nonverbal ketidaknyamanan, 3) Gunakan alat pengkajian nyeri yang sesuai (skala numerik, wajah, dll.), 4) Berikan analgetik sesuai resep dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya, 5) Implementasikan intervensi nonfarmakologis (distraksi, relaksasi napas dalam, terapi musik, kompres hangat/dingin, posisi yang nyaman), 6) Ajarkan pasien dan keluarga tentang teknik manajemen nyeri, 7) Kurangi rangsangan yang dapat meningkatkan persepsi nyeri (lingkungan tenang), 8) Dukung dan bantu pasien dalam teknik relaksasi, 9) Evaluasi dan dokumentasi respons pasien terhadap intervensi. SIKI ini menekankan pendekatan holistik dengan menggabungkan terapi medis dan asuhan keperawatan mandiri untuk memodulasi persepsi nyeri, meningkatkan kenyamanan, dan memulihkan fungsi.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0411
Deskripsi Singkat: Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : Status Pernapasan: Ventilasi. Pasien mencapai ventilasi yang adekuat dengan kriteria hasil: 1) Frekuensi napas dalam rentang normal sesuai usia, 2) Irama napas teratur, 3) Kedalaman napas adekuat, 4) Tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan, 5) Bunyi napas bersih di seluruh lapang paru, 6) Nilai gas darah arteri dalam rentang normal, dan 7) Pasien melaporkan tidak sesak. SLKI ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi ventilasi yang optimal, memastikan pertukaran oksigen dan karbon dioksida berlangsung efektif, sehingga mencegah hipoksia dan komplikasi lebih lanjut. Pencapaiannya melibatkan pemantauan ketat, terapi oksigen jika diperlukan, dan edukasi pasien.
Kode SIKI: 3320
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi untuk mempertahankan jalan napas paten dan meningkatkan pertukaran gas. Aktivitas keperawatan meliputi: 1) Kaji frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha pernapasan, 2) Auskultasi bunyi napas, 3) Pantau tanda-tanda hipoksia (sianosis, gelisah, penurunan kesadaran), 4) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi), 5) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif, 6) Berikan terapi oksigen sesuai indikasi dan resep, 7) Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan, 8) Bantu penghisapan lendir (suction) jika pasien tidak mampu membersihkan sekret, 9) Pantau analisa gas darah dan saturasi oksigen (SpO2), 10) Ajarkan teknik penghematan energi untuk mengurangi beban kerja pernapasan, 11) Pertahankan lingkungan yang bebas dari alergen atau iritan, 12) Kolaborasi pemberian bronkodilator atau obat lain sesuai resep. SIKI ini bersifat komprehensif, mencakup tindakan promotif, preventif, dan kuratif untuk mengatasi hambatan pada jalan napas dan meningkatkan kapasitas pertukaran gas paru.
-
Article No. 25104 | 14 Apr 2026
Klinis : Pasien mengeluhkan nyeri dada tembus ke belakang, skala nyeri 5, hilang saat di beri obat dan saat tidur menyamping, nyeri hilang timbul, sakitnya terus menerus tetapi berkurang saat menyamping. Pasien terpasang oksigen 3lpm
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0009
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau mendadak dengan intensitas ringan hingga berat.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Tingkat nyeri terkontrol. Ditandai dengan: 1) Melaporkan nyeri terkontrol. 2) Menunjukkan perilaku nyeri terkontrol (misalnya, mampu beristirahat, tidur). 3) Tanda-tanda fisiologis nyeri terkontrol (misalnya, tanda-tanda vital dalam rentang normal). 4) Mengenali faktor pencetus nyeri. 5) Menggunakan metode nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri.
Kode SIKI: I.08059
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas, faktor pencetus, dan faktor penghilang). 2) Observasi tanda-tanda nonverbal dari ketidaknyamanan atau nyeri (misalnya, perubahan tanda vital, gelisah, ekspresi wajah, postur tubuh). 3) Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien. 4) Berikan analgetik sesuai program terapi. 5) Evaluasi efektivitas analgetik (onset, puncak, durasi) dan efek samping. 6) Ajarkan penggunaan skala nyeri untuk melaporkan intensitas nyeri. 7) Kolaborasi dengan tim kesehatan lain dalam pemberian terapi farmakologis dan nonfarmakologis. 8) Lakukan tindakan nonfarmakologis (misalnya: distraksi, relaksasi, kompres hangat/dingin, reposisi, masase, dukungan emosional). 9) Atur posisi pasien untuk kenyamanan maksimal. 10) Monitor dan dokumentasi respons pasien terhadap intervensi.
-
Article No. 25105 | 14 Apr 2026
Klinis : Pasien mengeluhkan nyeri dada tembus ke belakang, skala nyeri 5, hilang saat di beri obat dan saat tidur menyamping, nyeri hilang timbul, sakitnya terus menerus tetapi berkurang saat menyamping. Karena sakit itu pasien merasakan sesak juga. Pasien terpasang oksigen 3lpm
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah seperti cedera; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dan perkiraan akhir yang dapat diantisipasi.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Pasien mampu mengontrol nyeri. Ditunjukkan dengan perilaku: 1) Mengenali faktor penyebab, 2) Mengenali onset nyeri, 3) Menggunakan metode nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri, 4) Menggunakan analgesik dengan tepat, 5) Melaporkan nyeri dapat dikontrol, 6) Melaporkan nyeri berkurang atau hilang, 7) Menunjukkan ekspresi wajah rileks, 8) Menunjukkan posisi tubuh nyaman, 9) Melaporkan mampu beristirahat dan tidur, 10) Melaporkan mampu melakukan aktivitas sesuai kondisi.
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. Kegiatan: 1) Monitor lokasi, karakteristik, intensitas (skala 0-10), frekuensi, dan durasi nyeri. 2) Monitor faktor yang memperberat dan meringankan nyeri. 3) Monitor respons nonverbal ketidaknyamanan. 4) Monitor dampak nyeri terhadap fungsi (tidur, nafsu makan, aktivitas fisik, hubungan interpersonal, konsentrasi). 5) Lakukan pendekatan terapeutik untuk mengurangi persepsi nyeri. 6) Ajarkan penggunaan teknik nonfarmakologis (relaksasi nafas dalam, distraksi, imajinasi terbimbing, kompres hangat/dingin). 7) Kolaborasi pemberian farmakologis sesuai indikasi. 8) Evaluasi efektivitas intervensi pengurangan nyeri. 9) Fasilitasi posisi yang nyaman. 10) Berikan lingkungan yang tenang.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk bernapas secara adekuat untuk mempertahankan suplai oksigen ke sel dan membuang karbon dioksida dari tubuh, yang dapat disebabkan oleh gangguan pada sistem pernapasan, sirkulasi, atau neurologis.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Status Pernapasan: Ventilasi. Pasien menunjukkan ventilasi yang adekuat. Ditunjukkan dengan perilaku: 1) Frekuensi napas dalam rentang normal sesuai usia, 2) Irama napas teratur, 3) Kedalaman napas adekuat, 4) Tidak menggunakan otot bantu napas, 5) Tidak ada sianosis, 6) Tidak ada bunyi napas tambahan, 7) Ekspansi dada simetris, 8) Gas darah arteri dalam rentang normal, 9) Saturasi oksigen dalam rentang normal, 10) Melaporkan tidak sesak napas.
Kode SIKI: 3180
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Tindakan untuk mempertahankan jalan napas paten dan meningkatkan pertukaran gas. Kegiatan: 1) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas). 2) Auskultasi bunyi napas. 3) Monitor tanda hipoksia (gelisah, cemas, penurunan kesadaran, sianosis). 4) Monitor saturasi oksigen. 5) Pertahankan posisi semifowler/fowler untuk memudahkan ekspansi paru. 6) Bantu latihan napas dalam dan batuk efektif. 7) Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan. 8) Berikan terapi oksigen sesuai program dan monitor efektivitasnya. 9) Lakukan suction jika diperlukan. 10) Kolaborasi pemberian bronkodilator atau obat lain sesuai indikasi.