Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 20406 | 04 Aug 2025
Klinis : diagnosa penyakit diabetes melitus tipe 2 harus ada kata di tandai dengan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan hormat, sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan, serta penjelasan singkat mengenai SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi *diabetes melitus tipe 2*.
Diagnosa Keperawatan:
*Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah* (kode: 00179)
Definisi: Variasi dalam kadar glukosa darah yang tidak dapat diprediksi dan tidak terkendali.
SDKI:
- Kadar Glukosa Darah (kode: 10001)
Definisi: Konsentrasi glukosa yang terukur dalam darah.
- Aktivitas Fisik (kode: 10002)
Definisi: Gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka dan memerlukan pengeluaran energi.
- Pengetahuan Manajemen Diabetes (kode: 10003)
Definisi: Pemahaman tentang diabetes, termasuk etiologi, tanda dan gejala, pengobatan, dan pencegahan komplikasi.
SLKI:
- Stabilitas Kadar Glukosa Darah (kode: 20001)
Definisi: Kemampuan untuk mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang normal.
- Partisipasi dalam Perawatan Diri (kode: 20002)
Definisi: Keterlibatan individu dalam aktivitas yang meningkatkan atau mempertahankan kesehatan.
- Pengendalian Diabetes (kode: 20003)
Definisi: Kemampuan untuk mengelola diabetes secara efektif.
SIKI:
- Pemantauan Kadar Glukosa Darah (kode: 30001)
Definisi: Pengukuran dan pencatatan kadar glukosa darah.
- Manajemen Latihan Fisik (kode: 30002)
Definisi: Pemberian panduan untuk melakukan aktivitas fisik yang sesuai.
- Edukasi Manajemen Diabetes (kode: 30003)
Definisi: Pemberian informasi dan pelatihan tentang pengelolaan diabetes.
Dalam praktik keperawatan, diagnosa, luaran, dan intervensi keperawatan yang terkait dengan *diabetes melitus tipe 2* sangat penting untuk memastikan perawatan yang komprehensif dan terarah bagi pasien. -
Article No. 20407 | 04 Aug 2025
Klinis : diagnosa sistem persarafan penyakit stroke masalah aktivitas fisik
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang sesuai dengan kondisi yang Anda berikan.
1. Kode ICD-10:
- Kode: I63
- Deskripsi: Infark serebri
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 93.31
- Deskripsi: Terapi fisik, latihan dan rehabilitasi
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 I63 (Infark serebri) sesuai dengan diagnosis sistem persarafan penyakit stroke yang Anda berikan. Infark serebri merupakan salah satu tipe stroke yang disebabkan oleh sumbatan aliran darah ke otak, menyebabkan kerusakan jaringan otak.
2. Kode ICD-9-CM 93.31 (Terapi fisik, latihan dan rehabilitasi) sesuai dengan masalah aktivitas fisik yang disebabkan oleh kondisi stroke. Prosedur ini melibatkan intervensi terapeutik untuk membantu pasien stroke meningkatkan fungsi fisik, mobilitas, dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Dalam penanganan pasien stroke, terapi fisik, latihan, dan rehabilitasi merupakan komponen penting dalam proses pemulihan dan peningkatan kemampuan fungsional pasien. Tujuan utamanya adalah membantu pasien mencapai kemandirian yang optimal dalam melakukan aktivitas sehari-hari. -
Article No. 20408 | 04 Aug 2025
Klinis : diagnosa penyakit diabetes melitus tipe 2 harus ada kata di tandai dengan
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Tentu, saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis untuk kondisi penyakit diabetes melitus tipe 2.
1. Kode ICD-10:
- Kode: E11
- Deskripsi: *Diabetes melitus tipe 2*
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 99.15
- Deskripsi: Pemberian insulin, dengan tone = akademis, persona = dokter/perekam medik
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 E11 merupakan kode untuk *Diabetes melitus tipe 2*, yang merupakan bentuk paling umum dari diabetes. Diabetes melitus tipe 2 adalah kondisi di mana tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan efektif atau tidak dapat memproduksi insulin yang cukup, menyebabkan kadar gula darah yang tinggi.
2. Kode ICD-9-CM 99.15 adalah kode untuk "Pemberian insulin", yang merupakan salah satu terapi utama untuk mengelola diabetes melitus tipe 2. Pemberian insulin dapat dilakukan melalui injeksi atau infus intravena untuk membantu mengontrol kadar gula darah pada pasien dengan diabetes melitus tipe 2.
Dalam praktik klinis, kode ICD-10 dan ICD-9-CM digunakan oleh dokter, perekam medis, dan tenaga kesehatan lainnya untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan diagnosis dan prosedur medis yang dilakukan pada pasien. Penggunaan kode yang tepat sangat penting untuk tujuan dokumentasi, penagihan, dan pelaporan kesehatan. -
Article No. 20409 | 04 Aug 2025
Klinis : diagnosa sistem persarafan penyakit stroke masalah aktivitas fisik
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang sesuai dengan kondisi yang Anda berikan:
1. Kode ICD-10:
- Kode: I64
- Deskripsi: Stroke, tidak ditentukan apakah trombotik atau perdarahan
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 93.83
- Deskripsi: Terapi fisik, termasuk latihan untuk meningkatkan rentang gerak, kekuatan, dan koordinasi.
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 I64 (Stroke, tidak ditentukan apakah trombotik atau perdarahan) digunakan untuk menggambarkan kondisi stroke yang tidak dapat diklasifikasikan secara spesifik sebagai stroke iskemik (trombotik) atau stroke hemoragik (perdarahan). Ini merupakan diagnosis yang umum digunakan ketika informasi yang tersedia tidak cukup untuk menentukan tipe stroke yang lebih spesifik.
2. Kode ICD-9-CM 93.83 (Terapi fisik, termasuk latihan untuk meningkatkan rentang gerak, kekuatan, dan koordinasi) menggambarkan tindakan medis yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah aktivitas fisik yang sering terjadi pada pasien dengan riwayat stroke. Terapi fisik ini bertujuan untuk membantu pasien meningkatkan mobilitas, kekuatan, dan koordinasi gerak, sehingga dapat memaksimalkan kemampuan fungsional dan kualitas hidup.
Secara umum, pasien dengan riwayat stroke membutuhkan penanganan yang komprehensif, termasuk diagnosis yang tepat dan intervensi medis yang sesuai, seperti terapi fisik, untuk membantu pemulihan dan peningkatan aktivitas fisik. -
Article No. 20410 | 04 Aug 2025
Klinis : diagnosa sistem persarafan penyakit stroke masalah aktivitas fisik
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang sesuai dengan kondisi yang Anda sampaikan.
1. Kode ICD-10:
- Kode: I64
- Deskripsi: Stroke, tidak ditentukan sebagai hemoragik atau infark.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 93.83
- Deskripsi: Terapi aktivitas, termasuk rehabilitasi fisik.
Penjelasan:
Kode ICD-10 I64 digunakan untuk mendiagnosis stroke yang tidak ditentukan sebagai hemoragik atau infark. Stroke merupakan gangguan sistem saraf yang disebabkan oleh penyumbatan atau perdarahan di otak, yang dapat menyebabkan berbagai gejala seperti kelumpuhan, kesulitan berbicara, dan masalah aktivitas fisik.
Kode ICD-9-CM 93.83 digunakan untuk tindakan terapi aktivitas, termasuk rehabilitasi fisik. Prosedur ini bertujuan untuk membantu pasien stroke meningkatkan kemampuan fisik, mobilitas, dan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Tindakan ini dapat mencakup latihan fisik, terapi okupasi, dan program latihan yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
Penggunaan kode-kode ini sangat penting dalam dokumentasi medis dan pengkodean diagnosis serta prosedur untuk memastikan perawatan yang tepat dan akurat bagi pasien dengan kondisi stroke yang disertai masalah aktivitas fisik. -
Article No. 20411 | 04 Aug 2025
Klinis : diagnosa penyakit diabetes melitus tipe 2
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan, penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi diabetes melitus tipe 2, dengan nada akademis dan persona sebagai pakar/perawat.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan (00078)
Definisi: Ketidakmampuan yang terus-menerus untuk mengidentifikasi, mengelola, dan/atau mematuhi pengobatan yang direkomendasikan untuk penyakit atau kondisi.
2. Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah (00179)
Definisi: Berisiko mengalami fluktuasi kadar glukosa darah di luar rentang normal, yang dapat membahayakan kesehatan.
3. Kelelahan (00093)
Definisi: Perasaan keletihan dan penurunan kapasitas untuk melakukan aktivitas yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan sumber daya energi.
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
1. Kode: 00078
Nama: Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan
Definisi: Ketidakmampuan yang terus-menerus untuk mengidentifikasi, mengelola, dan/atau mematuhi pengobatan yang direkomendasikan untuk penyakit atau kondisi.
2. Kode: 00179
Nama: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Definisi: Berisiko mengalami fluktuasi kadar glukosa darah di luar rentang normal, yang dapat membahayakan kesehatan.
3. Kode: 00093
Nama: Kelelahan
Definisi: Perasaan keletihan dan penurunan kapasitas untuk melakukan aktivitas yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan sumber daya energi.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Kode: 1820
Nama: Manajemen Kesehatan
Definisi: Kemampuan individu, keluarga, atau komunitas untuk mengidentifikasi, mengelola, dan mematuhi pengobatan yang direkomendasikan untuk penyakit atau kondisi.
2. Kode: 2300
Nama: Stabilitas Kadar Glukosa Darah
Definisi: Kemampuan mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang normal.
3. Kode: 0001
Nama: Energi
Definisi: Kapasitas individu untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Kode: 7460
Nama: Manajemen Kesehatan
Definisi: Memfasilitasi kemampuan individu, keluarga, atau komunitas untuk mengidentifikasi, mengelola, dan mematuhi pengobatan yang direkomendasikan untuk penyakit atau kondisi.
2. Kode: 2120
Nama: Pemantauan Kadar Glukosa Darah
Definisi: Pengumpulan dan analisis data untuk mengidentifikasi dan memantau kadar glukosa darah.
3. Kode: 0180
Nama: Manajemen Energi
Definisi: Membantu individu untuk mengatur penggunaan energi agar dapat melakukan aktivitas sehari-hari. -
Article No. 20412 | 04 Aug 2025
Klinis : diagnosa penyakit diabetes melitus tipe 2
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan, penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya untuk kondisi diabetes melitus tipe 2, dengan nada akademis dan persona sebagai pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan:
1. Manajemen Kesehatan - Diabetes Melitus (10014)
Definisi: Kesiapan untuk meningkatkan kendali diri dalam pengelolaan diabetes melitus yang dapat diperkuat.
2. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh (00002)
Definisi: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
3. Risiko Hiperglikemia (00179)
Definisi: Berisiko mengalami peningkatan kadar glukosa darah di atas batas normal.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Kesehatan - Diabetes Melitus (10014)
Kode: 10014
Definisi: Kemampuan individu untuk mengelola kondisi diabetes melitus secara efektif.
2. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh (00002)
Kode: 00002
Definisi: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
3. Risiko Hiperglikemia (00179)
Kode: 00179
Definisi: Rentan mengalami peningkatan kadar glukosa darah di atas batas normal.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Pengelolaan Diabetes Melitus
Kode: 1910
Definisi: Kemampuan individu untuk mengelola kondisi diabetes melitus secara efektif.
2. Status Gizi
Kode: 1004
Definisi: Keseimbangan antara asupan dan kebutuhan nutrisi.
3. Kadar Glukosa Darah
Kode: 0802
Definisi: Konsentrasi glukosa dalam darah.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Diabetes Melitus
Kode: 6610
Definisi: Memberikan bantuan kepada klien untuk mengelola kondisi diabetes melitus secara efektif.
2. Manajemen Nutrisi
Kode: 1100
Definisi: Memfasilitasi asupan nutrisi yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
3. Pemantauan Kadar Glukosa Darah
Kode: 2130
Definisi: Mengobservasi dan mencatat kadar glukosa darah.
Dalam perawatan pasien dengan diabetes melitus tipe 2, perawat akan fokus pada upaya membantu pasien mengelola kondisi penyakitnya, memastikan asupan nutrisi yang adekuat, serta memantau kadar glukosa darah secara rutin untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi. -
Article No. 20413 | 04 Aug 2025
Klinis : pasien datang dengan keluhan pusing
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dalam kasus pasien dengan keluhan pusing, berikut adalah beberapa diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
1. Diagnosa Keperawatan: Kelelahan (00093)
- SDKI: Kelelahan adalah sensasi fisik dan emosional yang berkepanjangan, disertai dengan keterbatasan kapasitas untuk melakukan aktivitas.
- SLKI: Meningkatkan Istirahat (L-3206)
- SIKI: Manajemen Energi (D0207)
2. Diagnosa Keperawatan: Kurang Pengetahuan (00126)
- SDKI: Kurang Pengetahuan adalah keterbatasan informasi kognitif yang berkaitan dengan topik tertentu.
- SLKI: Meningkatkan Pengetahuan (L-3304)
- SIKI: Edukasi Kesehatan (D0201)
3. Diagnosa Keperawatan: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh (00002)
- SDKI: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh adalah intake makanan dan cairan yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- SLKI: Meningkatkan Asupan Nutrisi (L-3103)
- SIKI: Manajemen Nutrisi (D0304)
4. Diagnosa Keperawatan: Nyeri Akut (00132)
- SDKI: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat dan intensitas ringan hingga berat.
- SLKI: Mengurangi Nyeri (L-3501)
- SIKI: Manajemen Nyeri (D0409)
Kode diagnosa keperawatan menggunakan sistem klasifikasi NANDA-I (North American Nursing Diagnosis Association International), sedangkan kode intervensi dan hasil menggunakan sistem klasifikasi ICNP (International Classification for Nursing Practice) yang diadopsi oleh PPNI. -
Article No. 20414 | 04 Aug 2025
Klinis : anak usia 2 tahun,keluhan utama riwayat muntah dan diare dari 5 hari lalu dengan bb 9,5kg spo2:96 suhu:36,8 nadi : 141 diagnosa awal : GEA anemia diagnosa akhir : thalasemia suspect
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan mempertimbangkan kondisi yang Anda berikan, berikut adalah diagnosa keperawatan, penjelasan singkat, kode, dan definisi dari SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Ketidakseimbangan Cairan (00027)
- Definisi: Kerentanan untuk mengalami pengurangan, penambahan, atau perubahan komposisi cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraseluler, yang dapat membahayakan kesehatan.
- Kode SDKI: 00027
2. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh (00002)
- Definisi: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- Kode SDKI: 00002
3. Risiko Infeksi (00004)
- Definisi: Kerentanan untuk mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen, yang dapat membahayakan kesehatan.
- Kode SDKI: 00004
Rencana Keperawatan (SLKI):
1. Manajemen Cairan (S-0301)
- Definisi: Tindakan untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.
- Kode SLKI: S-0301
2. Manajemen Nutrisi (S-0304)
- Definisi: Tindakan untuk mempertahankan asupan nutrisi yang adekuat.
- Kode SLKI: S-0304
3. Pencegahan Infeksi (S-0401)
- Definisi: Tindakan untuk mencegah atau meminimalkan transmisi agen infeksi.
- Kode SLKI: S-0401
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Pemantauan Cairan (I-0301)
- Definisi: Pengumpulan dan analisis data yang berkaitan dengan status cairan pasien.
- Kode SIKI: I-0301
2. Pemberian Nutrisi (I-0304)
- Definisi: Pemberian nutrisi sesuai dengan kebutuhan tubuh.
- Kode SIKI: I-0304
3. Manajemen Infeksi (I-0401)
- Definisi: Intervensi untuk mencegah atau mengendalikan infeksi pada individu.
- Kode SIKI: I-0401
Tone: Akademis
Persona: Pakar, Perawat -
Article No. 20415 | 04 Aug 2025
Klinis : anak usia 2 tahun,keluhan utama riwayat muntah dan diare dari 5 hari lalu dengan bb 9,5kg spo2:96 suhu:36,8 nadi : 141 diagnosa awal : GEA anemia diagnosa akhir : thalasemia suspect dengan pemeriksaan pendukung laboratorium hb:7,6 leukosit:8.01 eritrosit :4,63 hematokrit :29,3 mcv:63,1 mch:16,4 mchc:26,0 trombosit:587 neutrofil:34,7 monosit:4,0 limfosit:59,6 eosinofil:1,5 basofil:0,2 glukosa acak:110mg/dl
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh (00002)
SDKI: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Definisi: Keadaan di mana individu berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode: 00002
2. Intoleransi Aktivitas (00092)
SDKI: Intoleransi Aktivitas
Definisi: Ketidakmampuan untuk mentoleransi atau menyelesaikan aktivitas rutin akibat keterbatasan fisiologis dan/atau psikologis.
Kode: 00092
3. Kurang Volume Cairan (00027)
SDKI: Kurang Volume Cairan
Definisi: Kehilangan cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intrasel.
Kode: 00027
4. Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Perifer (00204)
SDKI: Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Perifer
Definisi: Penurunan sirkulasi darah ke jaringan perifer yang dapat mengancam kesehatan.
Kode: 00204
Penjelasan Singkat:
1. Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh (00002):
Anak usia 2 tahun dengan riwayat muntah dan diare yang berlangsung selama 5 hari, serta berat badan 9,5 kg, berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metaboliknya.
2. Intoleransi Aktivitas (00092):
Kondisi anak dengan riwayat muntah dan diare, serta penurunan berat badan, dapat menyebabkan keterbatasan fisik dan ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas rutin secara efektif.
3. Kurang Volume Cairan (00027):
Riwayat muntah dan diare yang berlangsung selama 5 hari dapat menyebabkan kehilangan cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intrasel.
4. Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Perifer (00204):
Kondisi anemia yang ditunjukkan dengan pemeriksaan laboratorium (Hb: 7,6 g/dL) dapat menyebabkan penurunan sirkulasi darah ke jaringan perifer, yang dapat mengancam kesehatan anak.
Kode-kode tersebut mengikuti sistem klasifikasi SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia.