Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23266 | 11 Dec 2025
Klinis : Obesitas febris
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Obesitas Febris
Kode SDKI: B.1.1.1
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakseimbangan nutrisi: lebih dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan asupan melebihi kebutuhan metabolik dan aktivitas fisik yang menurun, yang diperberat oleh keadaan febris (demam) yang dapat mempengaruhi metabolisme basal namun tidak serta merta mengurangi asupan.
Kode SLKI: L.1.1.1
Deskripsi : SLKI L.1.1.1: Manajemen Nutrisi. Tujuan utama adalah pasien dapat mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat sesuai dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang direkomendasikan. Pada konteks obesitas febris, fokusnya adalah memastikan asupan nutrisi yang adekuat untuk mendukung respons imun melawan infeksi (sumber febris) tanpa memperburuk kelebihan berat badan. Perawat akan memantau asupan dan keluaran kalori, memberikan edukasi tentang pemilihan makanan bergizi seimbang dengan kepadatan kalori yang tepat, serta memfasilitasi konsultasi gizi. Dalam keadaan febris, tubuh membutuhkan energi dan protein lebih untuk perbaikan sel, sehingga diet ketat sangat tidak dianjurkan. SLKI ini menekankan pada modifikasi pola makan jangka panjang, peningkatan aktivitas fisik bertahap setelah febris teratasi, dan pemantauan parameter biokimia (seperti gula darah dan profil lipid) yang sering terganggu pada obesitas. Peran perawat termasuk membantu pasien menetapkan tujuan realistis, mengidentifikasi pemicu makan berlebih, dan memberikan dukungan untuk perubahan perilaku berkelanjutan.
Kode SIKI: I.1.1.1.1
Deskripsi : SIKI I.1.1.1.1: Manajemen Hipertermia. Intervensi ini langsung menangani komponen "febris" pada kondisi pasien. Tujuannya adalah untuk menurunkan suhu tubuh dan mencegah komplikasi akibat demam seperti dehidrasi dan peningkatan kebutuhan metabolik yang dapat memperberat beban kardiovaskular pada obesitas. Intervensi spesifik meliputi: 1) Memantau suhu tubuh secara teratur dan tanda vital lainnya. 2) Memberikan terapi antipiretik (obat penurun panas) sesuai resep dokter dengan mempertimbangkan dosis berdasarkan berat badan aktual (perhitungan dosis pada obesitas memerlukan kehati-hatian). 3) Meningkatkan kehilangan panas melalui tindakan konduksi dan evaporasi seperti kompres hangat di area lipatan tubuh (aksila, lipat paha) dengan hati-hati karena area lipatan pada obesitas rentan terhadap iritasi dan infeksi jamur. 4) Mendorong asupan cairan yang adekuat untuk mengganti kehilangan cairan melalui penguapan dan keringat, memilih cairan tanpa gula tambahan untuk menghindari asupan kalori berlebih. 5) Mengatur lingkungan agar nyaman (sirkulasi udara baik, suhu ruangan sejuk). 6) Memantau tanda-tanda dehidrasi dan kelelahan. Pada pasien obesitas, febris dapat meningkatkan kerja jantung dan pernapasan; sehingga pemantauan fungsi kardiorespirasi menjadi sangat penting. Intervensi ini dilakukan bersamaan dengan upaya identifikasi dan penanganan penyebab febris itu sendiri.
-
Article No. 23253 | 10 Dec 2025
Klinis : Keluarga Ny. Hj. M merupakan keluarga dengan ibu berusia lanjut yang tinggal bersama satu anak yang belum menikah, sementara anak lainnya telah berkeluarga dan tinggal terpisah. Setelah suami meninggal enam tahun lalu, terjadi perubahan peran dalam keluarga sehingga Ny. Hj. M menjadi kepala keluarga dan kebutuhan ekonomi sebagian besar ditanggung oleh anak yang tinggal serumah serta mendapat bantuan dari anak-anak lainnya. Secara kesehatan, Ny. Hj. M memiliki riwayat DM tipe 2 yang saat ini tidak terkontrol, ditandai dengan kadar gula darah sangat tinggi, keluhan lemas, nyeri kaki, dan gangguan tidur. Perawatan kesehatan masih terbatas pada minum obat rutin tanpa pengelolaan pola makan dan aktivitas yang memadai. Lingkungan tempat tinggal padat penduduk, dekat area pembuangan sampah, dengan ventilasi dan pencahayaan rumah yang kurang optimal. Keluarga menggunakan fasilitas kesehatan hanya ketika kondisi memburuk, dan penyelesaian masalah kesehatan masih mengandalkan kemampuan keluarga serta dukungan anak-anak. Koping keluarga cenderung terbatas, terutama terkait stresor ekonomi, namun hubungan antar anggota keluarga tetap baik dan saling mendukung. Secara keseluruhan, keluarga menunjukkan kemampuan dasar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun masih memiliki keterbatasan dalam pengambilan keputusan kesehatan, perawatan penyakit kronis, serta pengelolaan lingkungan yang sehat.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Hiperglikemia Tidak Terkendali
Kode ICD-10: E11.65
Deskripsi Singkat : Kondisi ini merujuk pada Diabetes Mellitus Tipe 2 yang tidak terkontrol dengan komplikasi hiperglikemia. Kode E11.65 secara spesifik mengindikasikan diabetes tipe 2 dengan hiperglikemia, yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang sangat tinggi melebihi rentang target. Pada kasus Ny. Hj. M, hal ini dimanifestasikan melalui keluhan lemas, nyeri kaki, dan gangguan tidur, meskipun telah mengonsumsi obat rutin. Hiperglikemia kronis yang tidak terkendali merupakan faktor risiko utama untuk berkembangnya komplikasi mikrovaskuler (seperti neuropati yang mungkin menyebabkan nyeri kaki) dan makrovaskuler. Pengelolaan kondisi ini memerlukan pendekatan multifaset yang tidak hanya mencakup farmakoterapi, tetapi juga modifikasi gaya hidup seperti pengaturan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, dan pemantauan glukosa darah secara berkala. Ketidakmampuan dalam pengelolaan pola makan dan aktivitas, seperti yang dialami pasien, secara langsung berkontribusi pada buruknya kontrol glikemik. Kode ini membantu dalam mendokumentasikan tingkat keparahan dan kompleksitas kondisi pasien, yang penting untuk perencanaan perawatan dan edukasi kesehatan yang lebih intensif.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23254 | 10 Dec 2025
Klinis : Keluarga Ny. Hj. M merupakan keluarga dengan ibu berusia lanjut yang tinggal bersama satu anak yang belum menikah, sementara anak lainnya telah berkeluarga dan tinggal terpisah. Setelah suami meninggal enam tahun lalu, terjadi perubahan peran dalam keluarga sehingga Ny. Hj. M menjadi kepala keluarga dan kebutuhan ekonomi sebagian besar ditanggung oleh anak yang tinggal serumah serta mendapat bantuan dari anak-anak lainnya. Secara kesehatan, Ny. Hj. M memiliki riwayat DM tipe 2 yang saat ini tidak terkontrol, ditandai dengan kadar gula darah sangat tinggi, keluhan lemas, nyeri kaki, dan gangguan tidur. Perawatan kesehatan masih terbatas pada minum obat rutin tanpa pengelolaan pola makan dan aktivitas yang memadai. Lingkungan tempat tinggal padat penduduk, dekat area pembuangan sampah, dengan ventilasi dan pencahayaan rumah yang kurang optimal. Keluarga menggunakan fasilitas kesehatan hanya ketika kondisi memburuk, dan penyelesaian masalah kesehatan masih mengandalkan kemampuan keluarga serta dukungan anak-anak. Koping keluarga cenderung terbatas, terutama terkait stresor ekonomi, namun hubungan antar anggota keluarga tetap baik dan saling mendukung. Secara keseluruhan, keluarga menunjukkan kemampuan dasar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun masih memiliki keterbatasan dalam pengambilan keputusan kesehatan, perawatan penyakit kronis, serta pengelolaan lingkungan yang sehat.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketidakefektifan Manajemen Regimen Terapeutik Keluarga
Kode SDKI: D.0115
Deskripsi Singkat: Kesulitan keluarga dalam mengintegrasikan dan melaksanakan program pengobatan dan terapi ke dalam kegiatan sehari-hari untuk mencapai tujuan kesehatan.
Kode SLKI: L.08130
Deskripsi : Keluarga mampu mengelola regimen terapeutik. Kriteria hasil (SLKI) yang diharapkan meliputi: 1) Keluarga menyatakan pemahaman tentang regimen terapeutik; 2) Keluarga mendemonstrasikan keterampilan dalam melaksanakan prosedur perawatan; 3) Keluarga memodifikasi lingkungan untuk mendukung pelaksanaan regimen terapeutik; 4) Keluarga memantau kemajuan dan respons terhadap regimen terapeutik; serta 5) Keluarga berkolaborasi dengan tenaga kesehatan dalam mengevaluasi dan menyesuaikan regimen. Pada kasus Ny. Hj. M, tujuan intervensi keperawatan adalah mengarahkan keluarga mencapai kemampuan ini, mengingat kondisi saat ini di mana manajemen DM tipe 2 Ny. Hj. M tidak optimal. Keluarga hanya terbatas pada pemberian obat tanpa mengelola pola makan, aktivitas, dan pemantauan yang memadai. Pencapaian SLKI ini memerlukan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan komitmen keluarga secara keseluruhan, termasuk anak yang tinggal serumah dan anak-anak yang tinggal terpisah sebagai sistem pendukung.
Kode SIKI: I.05280
Deskripsi : Fasilitasi manajemen regimen terapeutik. Intervensi keperawatan (SIKI) yang harus dilakukan perawat mencakup: 1) Mengkaji pengetahuan, keyakinan, dan hambatan keluarga dalam melaksanakan regimen terapeutik. Perawat perlu mengeksplorasi pemahaman keluarga tentang DM, pentingnya diet, olahraga, dan pemantauan gula darah, serta kendala ekonomi atau psikologis yang dihadapi. 2) Mendemonstrasikan dan memfasilitasi latihan keterampilan perawatan yang diperlukan, seperti cara memantau tanda-tanda hipo/hiperglikemia, perawatan kaki, dan teknik injeksi insulin jika diperlukan. 3) Membantu keluarga mengidentifikasi dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, baik dari dalam keluarga (dukungan anak-anak) maupun dari fasilitas kesehatan (posbindu, puskesmas). 4) Berkolaborasi dengan keluarga untuk mengembangkan rencana manajemen yang realistis dan sesuai dengan kondisi sosial-ekonomi dan budaya keluarga, misalnya merancang menu makan dengan bahan yang terjangkau dan jadwal aktivitas fisik ringan yang aman untuk lansia. 5) Memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antar anggota keluarga serta dengan tenaga kesehatan lain (dokter, ahli gizi) untuk memastikan keberlanjutan perawatan. Intervensi ini harus dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan edukasi dan pemberdayaan, mengingat koping keluarga yang terbatas dan kebiasaan berobat hanya saat kondisi memburuk.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Meningkatnya kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat membahayakan keselamatan akibat interaksi antara kondisi klien (internal) dan faktor lingkungan (eksternal).
Kode SLKI: L.07001
Deskripsi : Keselamatan fisik klien terpelihara. Kriteria hasil (SLKI) yang dituju adalah: 1) Lingkungan fisik klien bebas dari bahaya; 2) Klien terlindungi dari cedera; 3) Klien mendemonstrasikan perilaku pencegahan cedera. Dalam konteks Ny. Hj. M, tujuan keperawatan adalah mencegah cedera seperti jatuh, luka pada kaki (ulkus diabetik), atau kecelakaan domestik lainnya. Faktor risikonya sangat nyata: kondisi kesehatan (DM tidak terkontrol menyebabkan lemas, nyeri kaki, dan potensi neuropati/hiplikemi), gangguan tidur yang meningkatkan risiko kelelahan, serta lingkungan rumah dengan pencahayaan dan ventilasi kurang yang dapat meningkatkan risiko tersandung atau kecelakaan. Keluarga diharapkan mampu memodifikasi lingkungan rumah, memantau kondisi ibu, dan menerapkan tindakan pencegahan cedera secara konsisten.
Kode SIKI: I.07940
Deskripsi : Manajemen keselamatan lingkungan. Intervensi keperawatan (SIKI) yang dilakukan meliputi: 1) Mengidentifikasi faktor risiko cedera di lingkungan klien, seperti lantai licin, pencahayaan redup, barang berserakan, atau akses ke area berbahaya. 2) Melibatkan keluarga dalam modifikasi lingkungan untuk mengurangi bahaya, misalnya menata perabotan, menambah lampu, memasang pegangan di kamar mandi, dan memastikan area lalu lintas bebas hambatan. 3) Edukasi keluarga dan klien tentang risiko cedera spesifik terkait DM (misalnya, pemeriksaan kaki rutin, pemilihan alas kaki yang aman, kehati-hatian saat beraktivitas karena lemas). 4) Melatih keluarga untuk mengawasi dan mendampingi Ny. Hj. M dalam aktivitas mobilitas, terutama saat kondisi gula darah tidak stabil yang ditandai lemas. 5) Merekomendasikan pemeriksaan kesehatan berkala untuk mengontrol DM sehingga mengurangi gejala yang menjadi faktor risiko cedera. Intervensi ini penting mengingat lingkungan tempat tinggal yang padat dan dekat pembuangan sampah juga berpotensi menimbulkan bahaya sanitasi dan kecelakaan.
Kondisi: Ketidakefektifan Koping Keluarga
Kode SDKI: D.0107
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan keluarga dalam menghadapi atau mengelola stresor internal atau eksternal secara adaptif akibat ketidakadekuatan sumber daya (fisik, psikologis, kognitif, atau finansial).
Kode SLKI: L.08070
Deskripsi : Koping keluarga efektif. Kriteria hasil (SLKI) yang diharapkan adalah: 1) Keluarga mengidentifikasi sumber stresor secara akurat; 2) Keluarga mengungkapkan perasaan dan saling mendukung; 3) Keluarga menggunakan strategi koping yang konstruktif; 4) Keluarga mencari dan menggunakan sumber bantuan yang tepat; 5) Keluarga mengevaluasi efektivitas strategi koping yang digunakan. Pada keluarga Ny. Hj. M, meskipun hubungan antaranggota baik dan saling mendukung, koping mereka dinilai terbatas terutama dalam menghadapi stresor ekonomi dan beban perawatan penyakit kronis. Mereka cenderung pasif dalam menyelesaikan masalah kesehatan (hanya berobat saat parah) dan mengandalkan kemampuan internal tanpa maksimal memanfaatkan sistem pendukung eksternal. Tujuan keperawatan adalah meningkatkan ketahanan keluarga dengan mengembangkan strategi koping yang lebih adaptif dan proaktif.
Kode SIKI: I.05030
Deskripsi : Peningkatan koping keluarga. Intervensi keperawatan (SIKI) yang dilakukan mencakup: 1) Membantu keluarga mengenali dan memberi nama stresor yang mereka hadapi (ekonomi, perubahan peran, beban penyakit kronis, lingkungan tidak sehat). 2) Memfasilitasi komunikasi terbuka antaranggota keluarga (ibu dan anak-anak, baik yang serumah maupun terpisah) untuk membagi perasaan dan beban. 3) Menguatkan dan memuji kekuatan keluarga yang sudah ada, yaitu hubungan yang baik dan sikap saling mendukung. 4) Melatih keluarga dalam pemecahan masalah (problem solving) secara sistematis, misalnya merencanakan pengelolaan keuangan untuk biaya kesehatan atau menjadwalkan peran perawatan. 5) Mengenalkan keluarga pada sumber daya komunitas yang dapat dimanfaatkan, seperti bantuan sosial untuk lansia, pelayanan kesehatan gratis di puskesmas, atau kelompok dukungan (support group) untuk keluarga dengan DM. 6) Mendorong keluarga untuk mengambil inisiatif dalam perawatan kesehatan preventif, bukan sekadar kuratif. Intervensi ini bertujuan mengubah pola koping dari pasif dan reaktif menjadi lebih aktif dan terencana.
Kondisi: Pola Tidur Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat:
Kode SLKI: L.03020
Deskripsi : Kualitas tidur membaik. Kriteria hasil (SLKI) yang dituju adalah: 1) Klien melaporkan peningkatan perasaan segar setelah tidur; 2) Durasi dan kualitas tidur klien sesuai kebutuhan; 3) Gangguan tidur klien berkurang. Pada Ny. Hj. M, gangguan tidur merupakan salah satu keluhan yang dapat memperburuk kondisi DM dan kualitas hidup secara keseluruhan. Gangguan ini mungkin terkait dengan gejala DM (poliuria, nyeri kaki), kondisi psikologis, atau ketidaknyamanan lingkungan. Tujuan keperawatannya adalah membantu klien dan keluarga menciptakan kondisi yang kondusif untuk tidur nyenyak.
Kode SIKI: I.05800
Deskripsi : Manajemen gangguan tidur. Intervensi keperawatan (SIKI) yang dilakukan meliputi: 1) Mengkaji pola dan kebiasaan tidur klien, serta faktor-faktor penyebab gangguan (fisik, lingkungan, emosional). 2) Kolaborasi dengan dokter untuk mengontrol kadar gula darah
Article No. 23255 | 10 Dec 2025
Klinis : Pasien lahir SC G1,P1,A0. BL = 3886 gram, PL 50 cm. A/S 9/10. LK = 36 cm. Sudah injeksi vitamin K, Hep B 0. Namun belum Polio 0. BB pulang 3620 gram. Usia 2 hari dicek kadar bil tot 8,93. Saat ini usia 13 hari, kontrol pertama kali. BB saat ini 3300 gram (turun 15%). Sempat di rumah 37,9 C (termometer infrared, pasca diberikan calming rub). Turun sendiri. Tidak batuk/pilek. Intake ASI dbf tiap 3-4 jam. Tidak ada masalah menyusui, hanya puting lecet saja di payudara kanan. Setiap menyusu durasi bisa 1 jam, dengan break 30 menit. BAB 4-5 kali/hari, kuning. BAK ada tiap 4 jam. -Goldar ayah : B/+, Ibu : B/+, Bayi : B/+ Catatan Perkembangan : Bayi Usia 13 hari, perawatan hari ke 1. keadaan umum sedang, gerak aktif, menangis kuat, tali pusat tidakada, akral teraba hangat, crt <3 detik, merintih tidak ada, retraksi tidak ada, sianosis tidak ada, NCH tidak ada, tonus otot baik, pernafasan spontan dengan room air, asi ada, reflek hisap kuat, tidak ada kembung, tidak ada muntah, BAB ada, BAK ada, Tanda-tanda vital : S : 36,7 C HR : 110x/mnt RR : 40x/mnt SP02 : 99% Pemeriksaan Fisik : Berat Badan Lahir : 3886 gr Panjang badan Lahir : 50 cm Berat badan pulang dr RS : 3620 GR Panjang Badan SEKARANG: 49,1cm Berat Badan SEKARANG : 3300gr Intake :100 cc/6jam output : 85 cc/6jam Balance : + 15cc/6jam Deuresis : 2,5 cc/kgbb/6jam Hasil penunjang: 8/12/2025 Bilirubin Total H 19.03 mg/dL Bilirubin Direk H 0.77 mg/dL Bilirubin Indirek 18.26 Permasalahan: 1. Ikterik neonatus 2. Risiko gangguan integritas kulit 3. Defisit pengertahuan tentang ikterik nenonatus Saran: Rawat Perina -Monitor keadaan umum dan TTV -Hitung Balance cairan pershif -Pertahankan suhu bayi 36,5-37,5 c Light Therapy intensif/double, rencana 24 jam --> star start tgl 8/12/2025 Jam 16.30 Wib Oral: ASI tiap 2-3 jam atau SF 60-70 ml tiap 3 jam Cek lab bilirubin total setelah 24 jam LT. tggl 9/12/2025 16.30 wib
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Suhu Tubuh
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakseimbangan antara produksi panas, perolehan panas, dan kehilangan panas.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal. Penjelasan: Pada neonatus, khususnya bayi dengan ikterik yang memerlukan fototerapi, risiko hipotermia atau hipertermia meningkat. Bayi ini memiliki riwayat suhu 37.9°C di rumah (walaupun turun sendiri dan terkait dengan pemijatan) dan memerlukan fototerapi intensif yang dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh atau dehidrasi. SLKI ini berfokus pada upaya mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal (36,5-37,5°C seperti tercantum dalam saran). Intervensi keperawatan mencakup pemantauan suhu tubuh secara berkala, memastikan lingkungan termonetral (termasuk pengaturan jarak dan intensitas lampu fototerapi), menghindari paparan angin, serta memantau tanda-tanda stres termal seperti lembap, gelisah, atau letargi. Pencapaian SLKI ini dinilai dari stabilitas suhu tubuh dalam rentang yang ditargetkan selama periode perawatan.
Kode SIKI: I.14079
Deskripsi : Memantau suhu tubuh. Penjelasan: Intervensi ini adalah tindakan dasar dan kritis dalam mengelola Risiko Ketidakseimbangan Suhu Tubuh. Pada kasus ini, pemantauan suhu tubuh harus dilakukan secara teratur (misalnya setiap 2-4 jam atau sesuai protokol) menggunakan termometer yang akurat. Pemantauan menjadi lebih penting karena bayi menjalani fototerapi double (intensif), yang berisiko menyebabkan overheating (hipertermia) dan meningkatkan kehilangan cairan insensibel. Perawat harus mencatat fluktuasi suhu, menghubungkannya dengan waktu fototerapi, kondisi lingkungan, dan keadaan klinis bayi. Data ini digunakan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi termoregulasi (seperti menyesuaikan suhu ruangan atau intensitas lampu) dan sebagai bagian dari penilaian keseimbangan cairan secara keseluruhan. Pemantauan yang ketat membantu mencegah komplikasi seperti dehidrasi atau hiperpireksia.
Kondisi: Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai. Penjelasan: Bayi menunjukkan beberapa faktor risiko defisit volume cairan: penurunan berat badan signifikan (15% dari berat lahir), menjalani fototerapi intensif (yang meningkatkan kehilangan cairan insensibel melalui kulit dan feses), serta asupan yang mungkin belum optimal meskipun refleks hisap kuat. Durasi menyusu lama (1 jam dengan break 30 menit) dapat mengindikasikan inefisiensi transfer ASI. SLKI ini bertujuan untuk mencapai dan mempertahankan keseimbangan cairan positif, yang tercermin dari berat badan yang stabil/meningkat, tanda vital normal, turgor kulit baik, dan produksi urin adekuat (diuresis >2-3 cc/kgBB/jam). Perhitungan balance cairan (+15cc/6jam) dan diuresis (2,5 cc/kgbb/6jam) yang sudah dilakukan adalah bagian dari evaluasi menuju SLKI ini, namun nilai diuresis tersebut masih berada di batas bawah normal dan perlu ditingkatkan.
Kode SIKI: I.15030
Deskripsi : Memantau keseimbangan cairan. Penjelasan: Intervensi ini merupakan tindakan spesifik untuk mengatasi risiko defisit volume cairan. Pada bayi ini, pemantauan keseimbangan cairan harus ketat dan akurat. Ini mencakup pencatatan intake (ASI per menyusu, jika mungkin ditimbang sebelum dan sesudah menyusu, atau volume susu formula jika diberikan) dan output (frekuensi dan karakteristik BAK serta BAB, pengukuran urin jika memungkinkan). Perhitungan balance cairan per shift (seperti yang disarankan) adalah inti dari intervensi ini. Data ini digunakan untuk mengevaluasi kecukupan asupan, menyesuaikan rencana pemberian minum (ASI tiap 2-3 jam atau suplementasi), dan mencegah dehidrasi yang dapat memperberat hiperbilirubinemia. Pemantauan juga termasuk menilai tanda klinis dehidrasi seperti fontanel, turgor kulit, dan membran mukosa.
Kondisi: Hiperbilirubinemia
Kode SDKI: D.0284
Deskripsi Singkat: Peningkatan kadar bilirubin dalam darah.
Kode SLKI: L.28030
Deskripsi : Kadar bilirubin dalam batas normal. Penjelasan: Ini adalah SLKI utama yang langsung menargetkan masalah utama pasien, yaitu ikterus neonatorum dengan kadar bilirubin total 19.03 mg/dL. SLKI ini berfokus pada penurunan dan pemeliharaan kadar bilirubin serum di bawah ambang batas yang memerlukan terapi (sesuai kurva usia gestasi dan usia jam). Pencapaiannya diukur melalui pemantauan klinis (penurunan warna ikterik pada kulit) dan pemeriksaan laboratorium (penurunan kadar bilirubin total setelah 24 jam fototerapi). Tindakan untuk mencapai SLKI ini meliputi pelaksanaan fototerapi intensif sesuai protokol, memastikan paparan kulit maksimal, menjaga hidrasi adekuat untuk mendukung ekskresi bilirubin, serta memantau efektivitas dan efek samping terapi.
Kode SIKI: I.28023
Deskripsi : Melakukan terapi cahaya (fototerapi). Penjelasan: Ini adalah intervensi spesifik dan esensial untuk diagnosa Hiperbilirubinemia. Pada kasus ini, fototerapi intensif/double sudah direncanakan. Perawat bertanggung jawab dalam pelaksanaannya: memastikan alat fototerapi berfungsi dengan intensitas cahaya yang adekuat, menempatkan bayi pada jarak yang tepat, membuka pakaian bayi untuk memaksimalkan area tubuh yang terpapar (dengan menutupi mata dan genitalia untuk proteksi), serta secara berkala mengubah posisi bayi (prone, supine, lateral) untuk memastikan paparan merata. Perawat juga harus memantau bayi selama fototerapi terhadap efek samping seperti ruam, peningkatan suhu tubuh, atau dehidrasi, serta memastikan terapi berjalan terus-menerus sesuai instruksi (rencana 24 jam). Dokumentasi waktu mulai dan evaluasi hasil terapi (cek bilirubin setelah 24 jam) juga bagian dari intervensi ini.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Tingkat nyeri terkontrol. Penjelasan: Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit, bayi yang menjalani fototerapi intensif, dipisahkan dari ibu untuk periode tertentu, dan mungkin mengalami prosedur seperti pengambilan darah untuk pemeriksaan bilirubin berulang, berisiko mengalami nyeri akut. Selain itu, kondisi puting lecet ibu dapat memengaruhi kenyamanan selama menyusui. SLKI ini bertujuan untuk memastikan bayi menunjukkan tanda-tanda kenyamanan: tidak sering menangis atau merintih, pola tidur dan menyusu yang baik, serta skor nyeri (menggunakan alat skrining nyeri neonatus seperti NIPS - Neonatal Infant Pain Scale) yang rendah. Pengendalian nyeri penting karena stres akibat nyeri dapat memperburuk kondisi klinis bayi.
Kode SIKI: I.03025
Deskripsi : Memberikan terapi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri. Penjelasan: Pada neonatus, intervensi non-farmakologis adalah lini pertama manajemen nyeri. Perawat dapat melakukan intervensi seperti swaddling (membedong) yang memberikan rasa aman dan membatasi pergerakan yang tidak terkontrol selama fototerapi, memberikan sentuhan terapeutik atau pemijatan lembut (diluar waktu fototerapi), memfasilitasi kontak kulit ke kulit (kangaroo care) dengan ibu di saat jeda fototerapi jika kondisi memungkinkan, serta memberikan sugar solution (sukrosa 24%) sebelum prosedur yang menimbulkan nyeri seperti pengambilan darah. Memastikan bayi kenyang dan nyaman sebelum tidur juga merupakan bagian dari manajemen nyeri. Intervensi ini membantu menurunkan stres, mengurangi tangisan, dan meningkatkan kualitas tidur bayi.
Kondisi: Ketidakefektifan Pemberian ASI
Kode SDKI: D.0183
Deskripsi Singkat: Kesulitan dalam memberikan ASI kepada bayi atau anak yang disusui.
Kode SLKI: L.18009
Deskripsi : Ibu mampu memberikan ASI secara efektif. Penjelasan: Data menunjukkan "tidak ada masalah menyusui, hanya puting lecet saja di payudara kanan", namun pola menyusu (durasi 1 jam dengan breakArticle No. 23256 | 10 Dec 2025
Klinis : Berikut **resume kasus lengkap, runut, dan kronologis**, disusun seperti format resume medis di rumah sakit. Sudah mencakup seluruh bagian dari keluhan utama hingga rencana perawatan. --- # **RESUME MEDIS KASUS** ## **1. Keluhan Utama** Pasien datang dengan **perut mulas sejak ±5 jam yang semakin sering** pada usia kehamilan kurang bulan (±36 minggu), disertai **sesak napas ringan**. --- ## **2. Riwayat Penyakit Sekarang** Pasien G3P0A2 dengan kehamilan hasil IVF datang ke IGD karena mulas yang dirasakan sejak lima jam sebelumnya dan frekuensinya semakin meningkat. Tidak terdapat perdarahan dari jalan lahir maupun keluar cairan ketuban. Gerakan janin masih dirasakan baik. Pasien mengeluh pusing yang berkurang setelah diberikan obat, serta mual dan muntah setelah makan. Tidak ada nyeri ulu hati, demam, keputihan, ataupun keluhan BAK dan BAB. Sesak napas ringan muncul terutama saat aktivitas ringan (sesak kelas II). Saat pemeriksaan awal, tekanan darah tercatat tinggi (160/90 mmHg), dan pemeriksaan urin menunjukkan proteinuria. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis, LED meningkat, HsCRP normal, hipoalbuminemia, dan LEA (++). Kondisi ini dikaitkan dengan riwayat hipertensi dalam kehamilan dan penyakit penyerta pasien. Berdasarkan hasil tersebut, pasien ditegakkan diagnosis **Preeklampsia Berat (PEB)** disertai **DM Tipe 2**, **polihidramnion**, **obesitas grade III**, **hipoalbuminemia**, serta **suspek asma bronkial**. Pasien kemudian direncanakan untuk observasi ketat dan terapi penanganan preeklampsia. --- ## **3. Riwayat Penyakit Dahulu** Pasien memiliki riwayat **Diabetes Mellitus sejak 2021** dengan terapi rutin Apidra 8 unit dan Lantus 10 unit. Terdapat riwayat **hipertensi selama kehamilan** saat ini. Pasien tidak memiliki riwayat alergi obat, tidak pernah mengalami trauma, dan tidak ada riwayat penyakit ginjal atau jantung sebelumnya. Riwayat asma disebutkan dalam rekam medis sebagai suspek, meskipun tidak muncul serangan saat ini. --- ## **4. Riwayat Obstetri** * G3P0A2. * Kehamilan ini merupakan hasil **program IVF**. * Riwayat persalinan sebelumnya: 1. Tahun 2023: Abortus 10 minggu, kuret (RSU Pali). 2. Tahun 2023: Abortus 8 minggu, kuret (RSU Pali). * HPHT: 17 Maret 2025. * Menarche usia 12 tahun, siklus teratur 5 hari. * Gerakan janin masih dirasakan adekuat. --- ## **5. Pemeriksaan Fisik & Tanda Vital** **Keadaan Umum:** Baik. **Tanda Vital:** * TD: 160/90 mmHg * Nadi: 90x/menit * RR: 22x/menit * Suhu: 36,8°C **Temuan lain:** * Tidak ditemukan perdarahan pervaginam. * Tidak ada tanda ketuban pecah. * Tidak ada nyeri tekan abdomen. * Sesak napas ringan kelas II. --- ## **6. Pemeriksaan Penunjang** **Laboratorium:** * Magnesium: 2.00 mg/dL * HsCRP: 0.7 mg/L * LED: 105 mm/jam (meningkat) * Leukosit: meningkat * Urin: * LEA (++), nitrit (-) * Protein urine (+) * Keton (-) * Albumin: 2.9 g/dL (hipoalbuminemia) **USG:** * Janin tunggal, presentasi kepala * EFW sesuai usia kehamilan * Gerak janin adekuat * Ditemukan polihidramnion --- ## **7. Diagnosis Kerja** 1. **Preeklampsia Berat (PEB)** 2. **Kehamilan 36 minggu hasil IVF, G3P0A2** 3. **Diabetes Mellitus Tipe 2** 4. **Polihidramnion** 5. **Obesitas Grade III** 6. **Hipoalbuminemia** 7. **Suspek Asma Bronkial** --- ## **8. Terapi & Rencana Perawatan (Plan)** * **Observasi ketat:** KU, TTV, HIS, DJJ. * **Bedrest total.** * **Terapi preeklampsia berat:** * MgSO₄ 40%: loading 4 g IV pelan → drip 6 g/jam. * Nifedipin oral untuk kontrol tekanan darah. * **Terapi pendukung:** * O₂ NRM 15 Lpm. * Pemberian Dexametason 12 mg IM (pematangan paru) selama 2 hari. * Albumin kapsul 1 kaps/8 jam. * Diet rendah garam <2 g/hari. * **Manajemen DM:** * Apidra 3×10 IU. * Lantus 1×12 IU. * Pemantauan gula darah berkala. * Cek HbA1c & profil lipid. * **Konsultasi:** * Divisi Pulmonologi untuk evaluasi suspek asma. * **Instruksi Perawat:** * Observasi TTV berkala. * Pantau DJJ & his. * Edukasi pasien dan keluarga terkait kondisi dan rencana tata laksana. ---
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Serebral, Ginjal, dan Uteroplasenta Tidak Efektif pada Preeklampsia Berat
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan aliran darah ke otak, ginjal, dan plasenta akibat vasospasme dan hipertensi yang berhubungan dengan preeklampsia berat.
Kode SLKI: L.14015
Deskripsi : Perfusi serebral, ginjal, dan uteroplasenta adekuat. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tekanan darah terkontrol dalam rentang target (misalnya, sistolik <150 mmHg dan diastolik <100 mmHg), tidak ada keluhan sakit kepala hebat, penglihatan kabur, nyeri ulu hati, atau nyeri perut kanan atas; produksi urin adekuat (>30 ml/jam atau sesuai berat badan); hasil pemeriksaan fungsi ginjal (ureum, kreatinin) dalam batas normal; dan kesejahteraan janin terjaga yang ditandai dengan DJJ dalam rentang normal (110-160x/menit) dan gerakan janin yang adekuat. Tujuan utama adalah mencegah progresi menjadi eklampsia (kejang) dan sindrom HELLP, serta mempertahankan fungsi organ vital ibu dan kesejahteraan janin.
Kode SIKI: I.13075
Deskripsi : Intervensi keperawatan difokuskan pada pemantauan ketat dan manajemen terapi untuk mengontrol hipertensi dan mencegah komplikasi. Perawat akan: 1) Memantau tanda vital (terutama tekanan darah) setiap 1-2 jam atau sesuai protokol, serta status neurologis (tingkat kesadaran, sakit kepala, penglihatan). 2) Memantau asupan dan haluaran cairan secara ketat, mencatat balance cairan setiap jam. 3) Memberikan terapi obat sesuai resep (MgSO4 untuk profilaksis kejang dan antihipertensi seperti nifedipin) dengan memastikan kecepatan infus yang tepat dan mengobservasi efek samping (refleks patela, depresi pernapasan). 4) Memfasilitasi tirah baring total dalam posisi miring ke kiri untuk meningkatkan aliran darah ke plasenta. 5) Memantau kesejahteraan janin melalui DJJ dan aktivitas janin secara berkala. 6) Menciptakan lingkungan yang tenang dan redup cahaya untuk mengurangi stimulasi yang dapat memicu kejang. 7) Melakukan edukasi pada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda bahaya yang harus dilaporkan segera (sakit kepala hebat, pandangan kabur, nyeri perut atas, gerakan janin berkurang).
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Diabetes Mellitus dalam Kehamilan
Kode SDKI: D.0064
Deskripsi Singkat: Risiko fluktuasi kadar glukosa darah di luar rentang normal yang dapat membahayakan ibu dan janin, diperberat oleh kondisi stres fisiologis preeklampsia dan terapi steroid.
Kode SLKI: L.15013
Deskripsi : Kadar glukosa darah stabil dalam rentang target. Kriteria hasil mencakup: kadar glukosa darah puasa dan 2 jam postprandial dalam rentang target yang ditetapkan (biasanya puasa <95 mg/dL dan 2 jam postprandial <120 mg/dL); tidak ada episode hipoglikemia (berkeringat, lemas, pusing) atau hiperglikemia berat (polidipsi, poliuri); pemahaman pasien mengenai manajemen DM selama sakit kritis; serta tidak adanya komplikasi akut seperti ketoasidosis diabetik. Stabilitas glikemik penting untuk mencegah makrosomia janin, hipoglikemia neonatal, dan memperburuk kondisi preeklampsia.
Kode SIKI: I.15019
Deskripsi : Intervensi keperawatan berfokus pada regulasi glikemik yang ketat. Perawat akan: 1) Memantau kadar glukosa darah secara berkala (biasanya 4-6 kali/hari atau sesuai protokol) terutama sebelum pemberian insulin dan makan. 2) Memberikan terapi insulin (Apidra dan Lantus) sesuai resep dengan dosis, waktu, dan teknik penyuntikan yang tepat, serta melakukan rotasi area injeksi. 3) Berkolaborasi dalam pemberian diet khusus DM yang juga rendah garam (<2 g/hari) dan memantau asupan nutrisi pasien. 4) Mengobservasi tanda dan gejala hipoglikemia (terutama setelah pemberian insulin atau jika pasien mual/muntah) dan hiperglikemia. 5) Mempersiapkan dan memberikan terapi glukosa (misalnya, dekstrosa) jika terjadi hipoglikemia sesuai protokol. 6) Melakukan edukasi pada pasien tentang pentingnya pemantauan gula darah, tanda-tanda hipo/hiperglikemia, dan penyesuaian diet selama dirawat. 7) Memfasilitasi pemeriksaan laboratorium penunjang seperti HbA1c dan profil lipid.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif terkait Sesak Napas dan Obesitas Grade III
Kode SDKI: D.0011
Deskripsi Singkat: Ketidakefektifan pola pernapasan yang ditandai dengan sesak napas (kelas II), peningkatan frekuensi pernapasan (22x/menit), dan faktor risiko obesitas serta suspek asma.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pola napas efektif. Kriteria hasil yang diharapkan adalah: frekuensi pernapasan dalam rentang normal (16-20x/menit), tidak ada keluhan sesak napas saat istirahat atau aktivitas ringan, saturasi oksigen (SpO2) >95% dengan atau tanpa terapi oksigen, bunyi napas bersih tanpa wheezing atau ronchi, serta pasien mampu menunjukkan teknik pernapasan yang efektif untuk mengatasi sesak. Tujuannya adalah memastikan kecukupan oksigenasi untuk ibu dan janin serta mencegah komplikasi hipoksia.
Kode SIKI: I.04006
Deskripsi : Intervensi keperawatan ditujukan untuk mempertahankan dan meningkatkan pertukaran gas. Perawat akan: 1) Memantau status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas), saturasi oksigen, dan warna kulit secara berkala. 2) Memberikan terapi oksigen sesuai resep (O2 NRM 15 Lpm) dan mengevaluasi efektivitasnya. 3) Membantu posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi untuk memudahkan ekspansi paru. 4) Mengajarkan dan mendorong latihan napas dalam dan efektif. 5) Melakukan auskultasi bunyi napas untuk mendeteksi adanya abnormalitas seperti wheezing (mengi) yang mengarah ke asma. 6) Memfasilitasi konsultasi ke Divisi Pulmonologi untuk evaluasi lebih lanjut mengenai suspek asma. 7) Memantau respons terhadap terapi dan melaporkan setiap penurunan status pernapasan.
Kondisi: Risiko Infeksi pada Hipoalbuminemia dan Riwayat Tindakan Invasif (IVF, Kuretase)
Kode SDKI: D.0022
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap infeksi akibat penurunan daya tahan tubuh dari hipoalbuminemia, status hiperglikemik DM, dan riwayat prosedur invasif di daerah genitalia.
Kode SLKI: L.11001
Deskripsi : Bebas dari infeksi. Kriteria hasil meliputi: tanda vital dalam batas normal (suhu <38°C), tidak ada tanda-tanda infeksi lokal (seperti kemerahan, bengkak, nyeri, pus) atau sistemik (menggigil, leukositosis progresif); hasil pemeriksaan laboratorium penanda infeksi (seperti leukosit, LED, HsCRP) menunjukkan perbaikan atau tidak memburuk; luka atau port dekat IV (untuk MgSO4) tetap bersih, kering, dan tidak ada tanda inflamasi.
Kode SIKI: I.11030
Deskripsi : Intervensi keperawatan berfokus pada pencegahan infeksi nosokomial dan pengawasan tanda-tanda infeksi. Perawat akan: 1) Melakukan cuci tangan secara ketat sebelum dan setelah kontak dengan pasien. 2) Mempertahankan teknik aseptik dan steril dalam semua prosedur invasif (pemasangan infus, penyuntikan). 3) Memantau tanda vital, terutama suhu tubuh, secara teratur. 4) Mengobservasi area injeksi, lokasi pemasangan infus, dan jalan lahir (jika ada pemeriksaan dalam) untuk tanda-tanda infeksi. 5) Memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya kebersihan diri dan melaporkan jika ada demam atau nyeri lokal. 6) Memantau hasil laboratorium (leukosit, LED) dan melaporkan peningkatan yang signifikan. 7) Mendorong asupan nutrisi yang adekuat dan pemberian suplementasi albumin sesuai resep untuk memperbaiki status hipoalbuminemia sebagai upaya meningkatkan daya tahan tubuh.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh terkait Mual Muntah dan Hipoalbuminemia
Kode SDKI: D.0029
Des
Article No. 23257 | 10 Dec 2025
Klinis : pb datang dgn keluhan tidak bisa komunikasi sejak jam 15:00 wib SMRS Riwayat = R/ post ranap di rs amal sehat 1 bulan yll dgn penyumbatan otak dan herpes B : KU : Sedang, Kes: GCS E2V2M3 TD : 184/131 mmHg S : 37.9 °C N : 152 x / menit RR : 28x / menit SpO2 : 97 % room air _Status Generalis_ Kepala: normocephal Mata: Konjungtiva Anemis (+/+) Hidung: Terpasang NGT (+) tidak dialirkan Mulut: Mukosa kering (-) Leher: Pembesaran KGB (-) Thorak: Simetris, S1 S2 (+) reguler, SDV (+/+) Abdomen: Distensi (-), BU (+), Timpani (+) Ekstremitas atas: Akral dingin (+/+), crt AT 177 SGOT 36 SGPT 16 Ur 130.5 C Cr 6.75 C Lab (09/12/2025) Hb 8.66 Hct 24.9 AE 2.77 AL 13.62 AT 218 GDS 132 Ur 182.2 Cr 5.57 Albumin 1.50 GDS 8/12/25 114 mg/dL GDS 10/12/25 92 mg/dL RO. thorax 6/12/25 Kesan : - Oedem pulmonum - Besar cor normal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Komunikasi Verbal
Kode SDKI: 00265
Deskripsi Singkat: Keadaan di mana individu mengalami penurunan, keterlambatan, atau ketidakmampuan dalam menerima, memproses, mengirim, dan/atau menggunakan suatu sistem simbol (bahasa) untuk berkomunikasi. Berdasarkan data pasien dengan GCS E2V2M3 (skor total 7) yang menunjukkan respons verbal sangat terbatas (hanya mengeluarkan suara), riwayat penyumbatan otak (stroke), dan keluhan utama tidak bisa berkomunikasi sejak jam tertentu, diagnosa ini sangat relevan. Penurunan kesadaran dan kerusakan neurologis pasca-stroke secara langsung mengganggu pusat bahasa dan kemampuan motorik untuk berbicara.
Kode SLKI: 0916
Deskripsi : Komunikasi verbal efektif. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: pasien dapat menyampaikan kebutuhan dasar melalui metode komunikasi yang dipilih (misalnya, gerakan mata, anggota gerak, atau alat bantu), keluarga/pengasuh memahami metode komunikasi yang digunakan pasien, serta kebutuhan hidrasi, nutrisi, dan kenyamanan pasien terpenuhi meskipun terdapat hambatan verbal. Dalam konteks pasien ini, tujuan utamanya adalah membangun sistem komunikasi alternatif yang memadai mengingat gangguan kesadarannya, sekaligus memastikan bahwa semua intervensi keperawatan dan medis dapat dipahami oleh tim dan keluarga.
Kode SIKI: 3500
Deskripsi : Fasilitasi Komunikasi. Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan sistematis untuk membantu pasien dengan gangguan komunikasi. Pertama, perawat akan melakukan asesmen menyeluruh terhadap kemampuan komunikasi residual pasien (misalnya, respons terhadap perintah sederhana, gerakan mata, atau ekspresi wajah). Kedua, menetapkan metode komunikasi yang konsisten dan sederhana, seperti menggunakan gambar, papan komunikasi, atau isyarat ya/tidak dengan gerakan mata. Ketiga, berkolaborasi dengan keluarga untuk melatih dan menerapkan metode tersebut secara konsisten. Keempat, memastikan alat bantu komunikasi selalu dalam jangkauan pasien. Kelima, berbicara dengan tenang, jelas, dan penuh hormat kepada pasien meskipun ia tidak merespons secara verbal, karena pendengaran mungkin masih berfungsi. Keenam, memberikan waktu yang cukup bagi pasien untuk merespons dan tidak memotong usahanya. Intervensi ini juga mencakup dokumentasi preferensi dan kemampuan komunikasi pasien serta berbagi informasi dengan seluruh tim kesehatan untuk meminimalkan frustrasi pasien dan memaksimalkan partisipasinya dalam perawatan.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: 00119
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya variasi tekanan darah dari rentang normal yang dapat mengancam kesehatan. Pasien menunjukkan data tekanan darah 184/131 mmHg yang termasuk dalam krisis hipertensi. Riwayat penyumbatan otak (stroke) merupakan faktor risiko utama dan konsekuensi dari hipertensi yang tidak terkontrol. Tekanan darah yang sangat tinggi ini berisiko menyebabkan kerusakan organ lebih lanjut, seperti perdarahan otak (stroke hemoragik), memburuknya edema paru yang sudah ada, atau kerusakan ginjal akut pada ginjal yang sudah terganggu (ditunjukkan oleh nilai kreatinin tinggi). Kondisi ini memerlukan pemantauan dan intervensi segera.
Kode SLKI: 0702
Deskripsi : Tekanan Darah Dalam Rentang Normal. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tekanan darah sistolik dan diastolik pasien menurun dan stabil dalam rentang target yang ditentukan (biasanya mendekati 140/90 mmHg atau lebih rendah sesuai instruksi medis), tidak ada gejala lebih lanjut dari kerusakan organ target (seperti sakit kepala hebat, perubahan neurologis mendadak, nyeri dada), fungsi ginjal tidak memburuk, dan edema paru menunjukkan perbaikan. Pemantauan yang ketat dan respon terapeutik yang cepat adalah kunci pencapaian SLKI ini.
Kode SIKI: 2620
Deskripsi : Pemantauan Tekanan Darah. Intervensi ini mencakup tindakan mengukur, menginterpretasi, dan menindaklanjuti tekanan darah arteri. Pada pasien ini, tindakan yang dilakukan meliputi: pertama, mengukur tekanan darah secara berkala (setiap 15-30 menit hingga stabil, kemudian setiap jam) dengan teknik yang akurat. Kedua, memantau dan mendokumentasikan tekanan darah di kedua lengan untuk perbandingan. Ketiga, mengobservasi tanda dan gejala yang berkaitan dengan hipertensi berat (sakit kepala, kejang, penurunan kesadaran, mual/muntah) serta tanda hipotensi jika terapi antihipertensi diberikan. Keempat, memastikan kenyamanan pasien dan mengurangi stimulasi berlebihan yang dapat memicu peningkatan tekanan darah. Kelima, mengkolaborasikan pemberian obat antihipertensi intravena sesuai resep dengan kecepatan titrasi yang aman. Keenam, memantau respons terapi dan efek samping obat. Ketujuh, memantau parameter terkait seperti denyut nadi, haluaran urin, dan status neurologis (GCS) sebagai indikator perfusi organ. Kedelapan, mengkaji faktor penyerta seperti nyeri atau ansietas yang dapat meningkatkan tekanan darah dan mengelolanya. Intervensi ini bersifat kontinu dan kritis untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten. Meskipun SpO2 97%, pasien memiliki beberapa faktor risiko yang signifikan: GCS 7 (penurunan kesadaran dan refleks batuk), adanya NGT (dapat meningkatkan risiko aspirasi), temuan radiologis edema pulmonum, dan frekuensi napas 28x/menit (tachypnea). Edema paru menyebabkan penumpukan cairan di alveoli yang mengganggu pertukaran gas dan dapat memicu produksi sekresi berbusa. Penurunan kesadaran juga meningkatkan risiko obstruksi jalan napas oleh lidah dan akumulasi sekresi.
Kode SLKI: 0411
Deskripsi : Status Pernapasan: Ventilasi. Kriteria hasil mencakup: suara napas bersih (bebas dari suara tambahan seperti ronki atau wheezing), frekuensi napas dalam rentang normal (12-20x/menit), tidak ada sianosis, saturasi oksigen (SpO2) tetap >95% dengan atau tanpa bantuan oksigen, dan jalan napas tetap paten. Pada pasien ini, tujuan utamanya adalah mencegah atelektasis, pneumonia aspirasi, dan mempertahankan pertukaran gas yang adekuat meskipun terdapat edema paru.
Kode SIKI: 3140
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini meliputi tindakan untuk mempertahankan jalan napas paten dan meningkatkan pertukaran gas. Pertama, posisikan pasien dengan kepala tempat tidur ditinggikan 30-45 derajat (jika tidak ada kontraindikasi) untuk memudahkan ekspansi dada dan mengurangi tekanan abdominal. Kedua, lakukan penghisapan lendir (suction) jalan napas secara rutin dan bila diperlukan dengan teknik steril, perhatikan warna, jumlah, dan konsistensi sekret. Ketiga, kaji suara napas setiap 2-4 jam dan catat adanya ronki (crackles) yang mengindikasikan edema. Keempat, lakukan fisioterapi dada seperti perkusi dan vibrasi jika sesuai, serta perubahan posisi untuk mobilisasi sekresi. Kelima, pastikan NGT terpasang dengan benar dan dialirkan sesuai program untuk mengurangi risiko aspirasi lambung. Keenam, berikan terapi oksigen sesuai kebutuhan dan resep untuk mempertahankan saturasi. Ketujuh, kolaborasi pemberian obat diuretik dan bronkodilator sesuai resep untuk menangani edema paru. Kedelapan, pantau status pernapasan (irama, kedalaman, usaha napas) dan tanda-tanda distress pernapasan secara terus-menerus. Intervensi ini bersifat preventif dan kuratif untuk memastikan oksigenasi yang adekuat.
Article No. 23258 | 10 Dec 2025
Klinis : penurunan kesadaran KU lemah, E4V1M6 TD 187/87 mmHg N 67 x/menit R 18 x/menit S SpO2 mata: CA -/-, SI -/-, pupil +/+, 2mm/2mm mulut: lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-), deviasi lidah (tidak dapat dinilai) N. XII thorax: simetris, retraksi (-) jantung: S1S2 regular, murmur (-), gallop (-) paru: SDV +/+, rbh -/-, rbk -/-, wheezing -/- abdomen: supel, BU + dbn, timpani +, NT (-) ext atas: akral hangat +/+, oedem -/- ext bawah: akral hangat +/+, oedem -/- Kekuatan motorik: 3/3/3 - 1/1/1, 1/1/1 - 1/1/1 Refleks fisiologis: +1/+1/+1/+1 Refleks patologis: (+/+) Sensibilitas: (Normal/normal/normal/normal) NIHSS: 21 -> 21 -> 19 Komplikasi tirah baring: - Hasil CT (5/12): Kesan: - Contusional intracerebral hemorrhagic lobus temporalis dextra - Chronic subdural haematoma di lobus frontotemporoparietoccipitalis sinistra yang extensi ke intraventrikuler dextra et sinistra cornu posterior - Subarachnoid hemortagioc di falx cerebri sinistra aspek posterior - Atrophy cerebri - Sistema tulang intact
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Gangguan Persepsi Sensori: Serebral) pada Pasien dengan Stroke Hemoragik
Kode SDKI: D.0139
Deskripsi Singkat: Gangguan dalam menerima dan memproses rangsangan yang dimanifestasikan dengan disorientasi, perubahan dalam respons terhadap rangsangan, dan perubahan pola kognitif akibat gangguan fungsi serebral.
Kode SLKI: L.08021
Deskripsi : Tingkat kesadaran membaik. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: pasien menunjukkan respons yang sesuai terhadap rangsangan verbal dan nyeri (skor GCS mendekati normal), orientasi terhadap orang, tempat, dan waktu membaik, fungsi kognitif (seperti memori dan perhatian) menunjukkan perbaikan, serta tidak terjadi penurunan kesadaran lebih lanjut. Target spesifik untuk pasien ini adalah peningkatan skor GCS dari E4V1M6 (total 11) mendekati 15, dan penurunan skor NIHSS yang konsisten.
Kode SIKI: I.08021
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat kesadaran serta mencegah cedera lebih lanjut. Intervensi utama meliputi: 1) **Pemantauan Neurologis Ketat**: Memantau dan mendokumentasikan tingkat kesadaran (GCS) setiap 1-2 jam, reaksi pupil, tanda-tanda vital (terutama tekanan darah yang sangat tinggi 187/87 mmHg memerlukan pengendalian bertahap untuk perfusi serebral adekuat), dan kekuatan motorik (saat ini hemiparese berat kanan 3/3/3 kiri 1/1/1). 2) **Manajemen Jalan Napas dan Oksigenasi**: Posisikan pasien dengan kepala ditinggikan 30 derajat untuk mengurangi tekanan intrakranial, pastikan jalan napas paten, pantau saturasi oksigen (SpO2), dan berikan oksigen tambahan sesuai kebutuhan. 3) **Perawatan Lingkungan dan Stimulasi**: Kurangi stimulasi yang tidak perlu (suara, cahaya), tetapi berikan stimulasi sensori yang terarah seperti memanggil nama pasien dengan suara tenang, sentuhan, dan orientasi terhadap waktu dan tempat setiap kali melakukan interaksi. 4) **Pencegahan Cedera**: Gunakan bantal penghalang pada sisi tempat tidur, pertimbangkan penggunaan restrain yang lembut jika diperlukan untuk mencegah pasien mencabut selang atau infus, dan lakukan perawatan kulit dengan sering untuk mencegah dekubitus. 5) **Kolaborasi**: Berkolaborasi dalam pemberian terapi medis untuk mengontrol tekanan darah, mengurangi edema serebral, dan terapi lain sesuai instruksi dokter. 6) **Komunikasi dengan Keluarga**: Edukasi keluarga tentang kondisi pasien, cara berkomunikasi yang efektif, dan pentingnya partisipasi dalam memberikan orientasi dan stimulasi yang aman.
Article No. 23259 | 10 Dec 2025
Klinis : penurunan kesadaran KU lemah, E4V1M6 TD 187/87 mmHg N 67 x/menit R 18 x/menit S SpO2 mata: CA -/-, SI -/-, pupil +/+, 2mm/2mm mulut: lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-), deviasi lidah (tidak dapat dinilai) N. XII thorax: simetris, retraksi (-) jantung: S1S2 regular, murmur (-), gallop (-) paru: SDV +/+, rbh -/-, rbk -/-, wheezing -/- abdomen: supel, BU + dbn, timpani +, NT (-) ext atas: akral hangat +/+, oedem -/- ext bawah: akral hangat +/+, oedem -/- Kekuatan motorik: 3/3/3 - 1/1/1, 1/1/1 - 1/1/1 Refleks fisiologis: +1/+1/+1/+1 Refleks patologis: (+/+) Sensibilitas: (Normal/normal/normal/normal) NIHSS: 21 -> 21 -> 19 Komplikasi tirah baring: - Hasil CT (5/12): Kesan: - Contusional intracerebral hemorrhagic lobus temporalis dextra - Chronic subdural haematoma di lobus frontotemporoparietoccipitalis sinistra yang extensi ke intraventrikuler dextra et sinistra cornu posterior - Subarachnoid hemortagioc di falx cerebri sinistra aspek posterior - Atrophy cerebri - Sistema tulang intact Rbh - Bising - Terpasang PPM di dada kiri RPO tidak ada data Data PPM tidak ada data EKG : ventrikel Pacing rythm Rate 72 bpm
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran dan Defisit Neurologis Pasca Perdarahan Intrakranial
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Otak
Kode SLKI: L.03104
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik, ditandai dengan: 1) Tekanan darah dalam parameter yang ditetapkan, 2) Tidak ada peningkatan defisit neurologis, 3) Tanda-tanda vital dalam batas normal, 4) Status mental stabil atau membaik.
Kode SIKI: I.05012
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mempertahankan dan meningkatkan perfusi serebral. Tindakan meliputi: 1) Memonitor status neurologis secara ketat dan berkelanjutan menggunakan skala GCS (seperti E4V1M6 pada pasien ini) dan NIHSS (yang menunjukkan skor tinggi 21-19). 2) Memantau dan mengelola tanda-tanda vital, khususnya tekanan darah (TD 187/87 mmHg menunjukkan hipertensi yang perlu dikelola untuk mencegah perdarahan ulang namun tetap mempertahankan tekanan perfusi serebral). 3) Memposisikan kepala tempat tidur 30 derajat untuk meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi tekanan intrakranial. 4) Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, menghindari cairan hipotonis yang dapat meningkatkan edema serebral. 5) Memberikan oksigenasi adekuat (memantau SpO2) untuk memenuhi kebutuhan metabolisme otak. 6) Kolaborasi pemberian terapi farmakologis sesuai indikasi seperti antihipertensi, osmotik diuretik (misal manitol), atau antikonvulsan. 7) Meminimalkan stimulasi yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial (suara bising, suction yang tidak perlu, nyeri). 8) Memonitor hasil pemeriksaan penunjang seperti CT scan yang menunjukkan kompleksitas perdarahan (contusional intracerebral hemorrhagic, chronic subdural hematoma, SAH).
Kondisi: Penurunan Kesadaran dan Defisit Neurologis Pasca Perdarahan Intrakranial
Kode SDKI: D.0096
Deskripsi Singkat: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Mobilitas fisik membaik, ditandai dengan: 1) Mampu melakukan aktivitas sesuai kemampuan, 2) Kekuatan otot membaik, 3) Rentang gerak sendi dalam batas normal atau membaik, 4) Tidak terjadi kontraktur.
Kode SIKI: I.09060
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencegah komplikasi imobilisasi dan meningkatkan mobilitas. Tindakan meliputi: 1) Melakukan asesmen kekuatan otot secara berkala (pada pasien ini kekuatan motorik 3/3/3 pada ekstremitas atas kanan turun drastis menjadi 1/1/1 pada ketiga sisi lainnya, menunjukkan hemiparese berat). 2) Melakukan latihan rentang gerak (Range of Motion/ROM) pasif pada ekstremitas yang lemah dan aktif pada yang masih kuat. 3) Mengatur posisi tubuh dengan alignment yang benar, menggunakan bantal untuk penyangga. 4) Melakukan perubahan posisi secara teratur setiap 2 jam untuk mencegah dekubitus dan pneumonia. 5) Menggunakan alat bantu seperti footboard untuk mencegah foot drop. 6) Kolaborasi dengan fisioterapis untuk rencana mobilisasi dini sesuai kondisi neurologis pasien. 7) Memantau dan mencatat perkembangan kekuatan otot dan kemampuan bergerak. 8) Melindungi ekstremitas yang lemah dari cedera, misalnya dengan menghindari tekanan berat atau posisi yang menekan sendi.
Kondisi: Penurunan Kesadaran dan Defisit Neurologis Pasca Perdarahan Intrakranial
Kode SDKI: D.0123Deskripsi Singkat: Risiko Cedera
Kode SLKI: L.08002
Deskripsi : Tidak terjadi cedera, ditandai dengan: 1) Lingkungan aman, 2) Tidak ada tanda-tanda cedera fisik, 3) Alat proteksi digunakan dengan tepat.
Kode SIKI: I.08329
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencegah cedera pada pasien dengan penurunan kesadaran dan defisit neurologis. Tindakan meliputi: 1) Menempatkan pasien di ruangan yang mudah diawasi, dekat dengan pos perawat. 2) Menggunakan penghalang tempat tidur (bed rail) yang dipasang dengan benar dan selalu dalam posisi terangkat. 3) Menjaga lingkungan sekitar tempat tidur bebas dari benda-benda berbahaya. 4) Menghindari penggunaan restrain fisik, sebagai gantinya gunakan strategi non-restraint seperti pengawasan ketat dan lingkungan yang aman. 5) Memastikan rem tempat tidur dalam kondisi terkunci saat melakukan perawatan. 6) Memeriksa kondisi kulit secara rutin untuk mendeteksi dini tanda cedera akibat gesekan atau tekanan. 7) Mengikat selang atau alat infus dengan aman untuk mencegah tersangkut. 8) Pada pasien dengan kelemahan motorik berat, ekstremitas yang lemah perlu ditopang dengan bantal dan diobservasi tanda-tanda trauma. 9) Memantau refleks patologis (seperti Babinski positif pada pasien ini) yang dapat menjadi indikasi disfungsi traktus piramidal dan meningkatkan risiko spasme yang tidak terkontrol.
Kondisi: Penurunan Kesadaran dan Defisit Neurologis Pasca Perdarahan Intrakranial
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Tidak terjadi infeksi, ditandai dengan: 1) Tanda-tanda vital dalam batas normal, 2) Tidak ada tanda-tanda infeksi lokal maupun sistemik, 3) Hasil laboratorium dalam batas normal.
Kode SIKI: I.08025
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencegah infeksi, terutama terkait dengan prosedur invasif dan imobilisasi. Tindakan meliputi: 1) Melakukan cuci tangan dengan teknik aseptik sebelum dan setelah kontak dengan pasien atau lingkungan pasien. 2) Mempertahankan teknik aseptik ketat pada semua luka atau prosedur invasif (jika ada). 3) Memonitor tanda-tanda infeksi sistemik seperti demam, peningkatan leukosit, dan tanda lokal seperti kemerahan, bengkak, atau drainage pada area pemasangan alat (misalnya area PPM di dada kiri, meski data tidak lengkap, area insersi perlu diperhatikan). 4) Melakukan perawatan kebersihan diri pasien (personal hygiene) secara rutin untuk menjaga integritas kulit. 5) Melakukan perubahan posisi dan perawatan kulit untuk mencegah luka dekubitus yang dapat menjadi port de entry infeksi. 6) Melakukan fisioterapi dada (jika kondisi memungkinkan) dan suction dengan teknik steril jika diperlukan untuk mencegah infeksi saluran napas. 7) Memantau status pernapasan (paru: SDV +/+, rbh -/-, rbk -/-) untuk mendeteksi dini kemungkinan pneumonia aspirasi atau pneumonia akibat tirah baring. 8) Kolaborasi pemberian terapi antibiotik profilaksis atau terapi jika indikasi. 9) Memastikan nutrisi adekuat untuk mendukung sistem imun.
Article No. 23222 | 09 Dec 2025
Klinis : Pasien mengeluhkan percuma mengikuti pengobatan
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Ketidakpuasan terhadap Pengobatan
Kode ICD-10: Z76.5
Deskripsi Singkat : Kode Z76.5 mengindikasikan "Person feigning illness [with obvious motivation]" atau orang yang berpura-pura sakit (dengan motivasi yang jelas). Dalam konteks pelaporan rekam medis, kode ini digunakan untuk situasi di mana seorang pasien menyatakan ketidakpuasan atau menyebut pengobatannya "percuma", namun setelah evaluasi klinis, tidak ditemukan dasar medis objektif untuk keluhan tersebut, dan terdapat indikasi motivasi non-medis (seperti keinginan untuk mendapatkan surat keterangan sakit, kompensasi, atau perhatian). Kode ini termasuk dalam bab "Faktor-faktor yang mempengaruhi status kesehatan dan kontak dengan layanan kesehatan". Penggunaannya memerlukan kehati-hatian dan hanya setelah pemeriksaan medis yang memadai untuk menyingkirkan penyebab organik atau psikiatri lainnya. Kode ini menandai alasan kontak dengan sistem kesehatan, bukan diagnosis penyakit itu sendiri.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23223 | 09 Dec 2025
Klinis : Pasien mengeluhkan percuma mengikuti pengobatan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakpatuhan
Kode SDKI: 0115
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya perilaku ketidakpatuhan terhadap program terapi yang direncanakan, yang dapat mengakibatkan hasil kesehatan yang tidak optimal atau komplikasi.
Kode SLKI: 4327
Deskripsi : Perilaku Kepatuhan. Pasien menunjukkan perilaku patuh terhadap program terapi yang direncanakan. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: pasien dapat menyebutkan kembali program terapi dengan benar, menjelaskan pentingnya kepatuhan, mengidentifikasi faktor penghambat kepatuhan, melaporkan pelaksanaan terapi sesuai rencana, dan menunjukkan peningkatan status kesehatan atau pencegahan komplikasi sesuai tujuan terapi.
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Manajemen Kepatuhan. Intervensi keperawatan yang komprehensif untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap program terapi. Intervensi ini mencakup: (1) Edukasi: Memberikan pendidikan kesehatan yang jelas, individual, dan mudah dipahami tentang kondisi penyakit, tujuan terapi, manfaat kepatuhan, dan konsekuensi ketidakpatuhan. Gunakan metode dan media yang sesuai dengan tingkat pendidikan dan budaya pasien. (2) Kolaborasi: Melibatkan pasien dan keluarga dalam penyusunan rencana terapi untuk meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab. Berkolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk menyederhanakan regimen terapi jika memungkinkan (misalnya, penyesuaian jadwal minum obat). (3) Dukungan dan Pemantauan: Memberikan dukungan emosional dan motivasi secara berkala. Membantu mengidentifikasi dan memecahkan masalah atau hambatan yang dihadapi pasien dalam menjalani terapi (misalnya, efek samping, biaya, akses, dukungan sosial). Menerapkan sistem pengingat atau jadwal yang membantu pasien (seperti alarm, boks pil, kalender). Melakukan pemantauan atau follow-up secara teratur untuk menilai pelaksanaan dan kemajuan terapi, serta mengevaluasi kembali rencana jika diperlukan. (4) Penguatan: Memberikan pujian dan penguatan positif atas usaha dan keberhasilan pasien dalam mematuhi terapi. Intervensi ini bertujuan untuk memberdayakan pasien, meningkatkan self-efficacy, dan menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku patuh, sehingga pada akhirnya dapat mencapai hasil kesehatan yang optimal.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280