Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 22153 | 16 Oct 2025
Klinis : Penggunaan otot bantu napas Retraksi dada Pernapasan cuping hidung Terpasang ncpap fio2 25% peep 7 Pola napas hiperventilasi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi (SDKI - SLKI - SIKI)
Berdasarkan data kondisi pasien yang diberikan, yaitu penggunaan otot bantu napas, retraksi dada, pernapasan cuping hidung, pola napas hiperventilasi, serta terpasang NCPAP FiO2 25% PEEP 7, diagnosa keperawatan yang paling relevan adalah Pola Napas Tidak Efektif.
1. Diagnosa Keperawatan (SDKI)
Komponen
Detail
Kode SDKI
D.0005
Nama Diagnosa
Pola Napas Tidak Efektif
Definisi
Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
Batasan Karakteristik (Data Objektif)
- Penggunaan otot bantu napas (sesuai data pasien)
- Retraksi dada (sesuai data pasien)
- Pernapasan cuping hidung (sesuai data pasien)
- Pola napas hiperventilasi (sesuai data pasien)
- Dispnea
- Fase ekspirasi memanjang
- Penurunan tekanan inspirasi/ekspirasi
- Penurunan ventilasi semenit
- Penurunan kapasitas vital
- Takipnea
- Kedalaman napas menurun
Penyebab (Etiologi)
Penyebab spesifik tidak teridentifikasi dari data yang diberikan, namun dapat terkait dengan:
- Hambatan upaya napas (mis. nyeri saat bernapas, kelemahan otot pernapasan)
- Deformitas dinding dada
- Gangguan neuromuskular
- Kerusakan neurologis (mis. cedera kepala, stroke)
- Imaturitas neurologis (pada bayi)
- Ansietas
- Nyeri
(Penentuan etiologi yang tepat memerlukan pengkajian lebih lanjut terhadap riwayat kesehatan dan kondisi klinis pasien secara menyeluruh.)
2. Luaran Keperawatan (SLKI)
Komponen
Detail
Kode SLKI
L.01004
Nama Luaran Utama
Pola Napas
Definisi
Inspirasi dan/atau ekspirasi yang memberikan ventilasi adekuat.
Kriteria Hasil (Setelah dilakukan intervensi keperawatan, diharapkan Pola Napas membaik dengan kriteria:)
- Penggunaan otot bantu napas menurun (dari 5 menjadi 3 atau kurang)
- Retraksi dinding dada menurun (dari 5 menjadi 3 atau kurang)
- Pernapasan cuping hidung menurun (dari 5 menjadi 3 atau kurang)
- Dispnea menurun
- Frekuensi napas membaik (rentang normal sesuai usia)
- Kedalaman napas membaik
- Pola napas membaik (tidak hiperventilasi)
- Saturasi oksigen meningkat (mis. > 95%)
- Tekanan parsial karbon dioksida (PCO2) membaik
- Tekanan parsial oksigen (PO2) membaik
- Ventilasi semenit meningkat
-
Article No. 22154 | 16 Oct 2025
Klinis : pasien dispnea, adanya penggunaan otot bantu pernapasan, pola napas abnormal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan dan Kerangka SDKI-SLKI-SIKI
Sebagai seorang perawat profesional, penegakan diagnosa keperawatan yang tepat adalah langkah krusial dalam memberikan asuhan yang berpusat pada pasien dan berbasis bukti. Berdasarkan kondisi pasien yang Anda sampaikan (dispnea, adanya penggunaan otot bantu pernapasan, pola napas abnormal), berikut adalah diagnosa keperawatan yang paling relevan beserta penjelasan kerangka SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Diagnosa Keperawatan Utama
Pola Napas Tidak Efektif (D.0005)
- Definisi: Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
- Data Objektif Pasien (Gejala dan Tanda Mayor):
- Dispnea
- Penggunaan otot bantu pernapasan
- Pola napas abnormal
- Penjelasan: Ketiga data yang Anda sampaikan merupakan karakteristik mayor objektif dari diagnosa Pola Napas Tidak Efektif menurut SDKI. Dispnea menunjukkan kesulitan bernapas, penggunaan otot bantu pernapasan mengindikasikan peningkatan usaha napas untuk mencapai ventilasi yang adekuat, dan pola napas abnormal (misalnya takipnea, bradipnea, atau pola lain yang tidak teratur) secara langsung mencerminkan ketidakmampuan sistem pernapasan untuk berfungsi secara optimal. Diagnosa ini menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan oksigenasi dan kelangsungan hidup pasien.
Penjelasan Kerangka SDKI - SLKI - SIKI
Kerangka Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) adalah panduan esensial bagi perawat di Indonesia untuk menyeragamkan proses asuhan keperawatan, memastikan kualitas, dan meningkatkan akuntabilitas profesional.
Komponen
Kode & Nama
Definisi
Aplikasi pada Kasus Pasien
SDKI
(Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
D.0005
Pola Napas Tidak Efektif
Buku panduan yang berisi daftar diagnosis keperawatan yang ditetapkan oleh PPNI, lengkap dengan definisi, penyebab, gejala dan tanda, serta kondisi klinis terkait. Fungsinya adalah menyeragamkan penegakan diagnosis keperawatan di Indonesia, menjadi dasar perencanaan intervensi dan evaluasi.
Definisi Diagnosa: Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
Penyebab (Etiologi): Berhubungan dengan (etiologi yang mendasari, misalnya: hambatan upaya napas, perubahan membran alveoli-kapiler, deformitas dinding dada, dll.)
Gejala dan Tanda Mayor (Objektif):
- Dispnea
- Penggunaan otot bantu pernapasan
- Pola napas abnormal
(Etiologi spesifik perlu dikaji lebih lanjut dari riwayat pasien dan pemeriksaan fisik.)
Article No. 22155 | 16 Oct 2025
Klinis : dispnea, takikardia, adanya bunyi napas tambahan (wheezing), sianosis, pola napas abnormal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html