Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23275 | 12 Dec 2025
Klinis : Anamnesa (S) nyeri dada khas angina jam 18 lagi duduk2 keringat dingin sesak; di igd masuk jam 20.28 dengan nyeri dada vas 6-7, nyeri perut + demam + batpil + daire + rpd 15 nov 25 + dr mutiara spjp + CHF ec AR SEVERE, MR Moderate, TR Mild to moderate, PR Mild, LA LV dilatasi HT (multiple drug) rko = herbesser CD 0-0-200 mg no 30 candesartan 16-0-8 mg no 40 bisoprolol 1x2,5 mg no 30 HCT 0-25-0 mg no 30 clonidine 3x0,15 No 90 lansoprazole 1x30 mg no 15 nitrokal 2x1 no 60. stop Pemeriksaan Fisik (O) gcs 15 TD 198/88 nadi 94rr 21 suhu 36.9 spo2 98 conjunctiva anemis -/- sklera ikterik -/- jvp meningkat thorak tidak retraksi cor s1s2 reg, bising + pulmo ves +/+ wh -/- rh -/- abdomen supel, rte + timpani, bising + ekstremitas - udem inferior Diagnosa (A) dispneu ec CHF, AR SEVERE, MR Moderate, TR Mild to moderate, PR Mild, LA LV dilatasi HT Daftar Masalah Tindakan (P) A -- B -- O2 nasal kanul 3 lpm C -- inf nad 0.9 tran set lini D -- inj furosemid 2 amp pasang dc cek paket jantung ureum kreatinin troponin, ro thorak, ekg, ranap dsp cardio lapor dpjp dr ervita spjp ranap bangsal biasa obat rutin lanjut Candesartan naik 2x16 Nitrokal masuk lagi 2x5 mg cek urin Edukasi Time Out Planning 2 Terapi 11 December 2025 20:51:25
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: 3201
Deskripsi : SLKI 3201 berfokus pada manajemen nyeri. Tujuannya adalah agar nyeri pasien dapat teratasi. Indikator utamanya meliputi: (1) Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, intensitas dengan skala seperti VAS, faktor pencetus dan pereda, serta respons emosional). (2) Memberikan intervensi farmakologis (analgesik) sesuai instruksi dokter atau protokol, seperti pemberian Nitrokal (nitrat) untuk angina. (3) Menerapkan intervensi non-farmakologis seperti teknik relaksasi, distraksi, atau penciptaan lingkungan yang tenang. (4) Memonitor dan mengevaluasi respons pasien terhadap terapi nyeri, termasuk pengurangan skala nyeri (dari VAS 6-7 menjadi lebih rendah) dan efek samping pengobatan. (5) Mendokumentasikan semua aspek pengkajian, intervensi, dan evaluasi nyeri. Pada kasus ini, intervensi dimulai dengan pemberian oksigen untuk mengurangi iskemia miokard, pemberian obat nitrogliserin (Nitrokal), serta memastikan pasien beristirahat. Pemantauan EKG dan troponin juga merupakan bagian tidak langsung dari manajemen nyeri iskemik ini.
Kode SIKI: 4501
Deskripsi : SIKI 4501 adalah intervensi pemberian analgesik dan pengelolaan nyeri. Ini mencakup tindakan-tindakan spesifik yang dilakukan perawat. Pertama, mengkaji karakteristik nyeri (dalam data: nyeri dada khas angina, VAS 6-7). Kedua, mempersiapkan dan memberikan obat analgesik atau antianginal sesuai resep (seperti memastikan pemberian Nitrokal 2x5 mg, dan obat rutin lainnya). Ketiga, menerapkan teknik non-farmakologis seperti membimbing pasien untuk bernapas perlahan dan dalam, memposisikan pasien dengan nyaman (biasanya posisi semi-Fowler untuk memudahkan pernapasan), serta memberikan edukasi singkat tentang pentingnya melaporkan nyeri. Keempat, memonitor tanda-tanda vital (TD, nadi, RR) sebelum dan sesudah intervensi untuk menilai respons dan mendeteksi efek samping (misalnya hipotensi akibat nitrat). Kelima, berkolaborasi dengan tim medis untuk pemeriksaan penunjang (EKG, troponin) guna menegakkan penyebab nyeri. Keenam, mendokumentasikan semua tindakan yang dilakukan, perubahan skala nyeri, dan respons pasien secara akurat dan tepat waktu.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : SLKI 0901 bertujuan untuk meningkatkan toleransi aktivitas pasien. Indikator pencapaiannya meliputi: (1) Pasien mampu menunjukkan peningkatan kemampuan dalam melakukan aktivitas tanpa disertai gejala tidak toleran seperti dispnea, nyeri dada, takikardia, atau tekanan darah abnormal. (2) Keseimbangan antara asupan dan pengeluaran oksigen tercapai. Untuk mencapainya, perawat perlu: Mengkaji faktor penyebab intoleransi aktivitas (pada kasus ini adalah CHF dan stenosis katup aorta berat yang mengurangi curah jantung). Memonitor respons fisiologis terhadap aktivitas (denyut nadi, tekanan darah, frekuensi napas, saturasi oksigen, dan keluhan nyeri dada atau sesak). Merencanakan dan mengatur jadwal aktivitas dengan periode istirahat yang cukup. Membantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan untuk menghemat energi. Memberikan oksigenasi tambahan (seperti O2 nasal kanul 3 lpm) selama aktivitas jika diperlukan. Mengevaluasi perkembangan toleransi aktivitas secara bertahap dan mencatat setiap peningkatan atau hambatan.
Kode SIKI: 1401
Deskripsi : SIKI 1401 adalah manajemen energi dan bantuan dalam aktivitas. Tindakan spesifiknya antara lain: (1) Mengajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas, menghindari gerakan mendadak, dan menyebar aktivitas sepanjang hari. (2) Membantu pasien dalam mobilitas dan aktivitas sehari-hari (misalnya, membantu pasien ke toilet, memandikan) berdasarkan tingkat kelemahannya. (3) Memonitor dan mencatat tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas untuk mengidentifikasi intoleransi. (4) Meningkatkan aktivitas secara bertahap sesuai kondisi klinis pasien, dimulai dari aktivitas di tempat tidur, duduk di tepi tempat tidur, hingga ambulasi terbatas. (5) Berkolaborasi dengan tim fisioterapi jika diperlukan. (6) Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya keseimbangan aktivitas dan istirahat, serta tanda-tanda kelelahan yang harus diwaspadai.
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: 0021
Deskripsi Singkat: Curah jantung tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : SLKI 0801 bertujuan agar curah jantung pasien memadai. Indikatornya adalah: (1) Tanda vital dalam rentang yang dapat diterima (TD mendekati normal, nadi teratur, tidak ada takikardia ekstrem). (2) Status perfusi perifer adekuat (kulit hangat dan kering, pengisian kapiler < 3 detik, produksi urin adekuat >0,5 mL/kg/jam). (3) Tidak ada atau berkurangnya gejala gagal jantung seperti dispnea, ortopnea, dan edema. Pada pasien ini, tujuan jangka pendek adalah menurunkan afterload dan preload untuk mengurangi beban kerja jantung. Intervensi pemberian furosemid (diuretik) untuk mengurangi preload, pemberian Candesartan (ARB) dan Nitrokal (vasodilator) untuk menurunkan afterload, serta pemberian Bisoprolol (beta blocker) untuk mengontrol denyut jantung dan kebutuhan oksigen miokard, semuanya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi curah jantung. Pemantauan ketat tekanan darah (198/88 menunjukkan hipertensi yang memberatkan kerja jantung), nadi, dan output urin (dengan pemasangan DC/pemantauan urin) adalah kunci evaluasi SLKI ini.
Kode SIKI: 4101
Deskripsi : SIKI 4101 adalah pemantauan hemodinamik. Tindakan spesifik perawat meliputi: (1) Memantau dan mencatat tanda vital (TD, nadi, RR, suhu, SpO2) secara teratur dan berkelanjutan. (2) Memantau status cairan (balance cairan) dengan ketat, termasuk intake (infus) dan output (urine melalui DC). (3) Memberikan terapi obat sesuai resep (seperti furosemid, Candesartan, Nitrokal) dengan tepat waktu dan memantau efek serta efek sampingnya (misalnya, hipotensi, gangguan elektrolit). (4) Memantau hasil pemeriksaan penunjang seperti ureum, kreatinin, dan troponin untuk menilai fungsi ginjal dan kerusakan miokard. (5) Mengobservasi tanda-tanda penurunan perfusi (kulit dingin, pucat, penurunan kesadaran, oliguria). (6) Membantu dan mempersiapkan pemeriksaan diagnostik seperti EKG dan foto thorax. (7) Melaporkan setiap perubahan kondisi yang signifikan (seperti peningkatan JVP, edema, atau penurunan output urin) kepada dokter penanggung jawab.
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Peningkatan retensi cairan isotonik.
Kode SLKI: 0601
Deskripsi : SLKI 0601 bertujuan untuk mencapai keseimbangan cairan. Indikatornya adalah: (1) Tanda-tanda kelebihan volume cairan berkurang atau hilang (edema tidak ada, bunyi paru bersih, JVP tidak meningkat). (2) Berat badan stabil atau menuju berat badan ideal (biasanya berat badan sebelum dekompensasi). (3) Balance cairan negatif terkontrol. (4) Elektrolit serum dalam batas normal. Pada pasien dengan CHF, kelebihan volume cairan adalah masalah sentral yang memperberat dispnea. Intervensi keperawatan difokuskan pada: Membatasi asupan cairan sesuai instruksi. Memantau ketat intake dan output cairan. Memberikan terapi diuretik (furosemid) seperti yang telah diresepkan dan mengevaluasi efektivitasnya melalui peningkatan output urin dan penurunan sesak. Memantau tanda-tanda dehidrasi atau gangguan elektrolit (terutama natrium dan kalium) sebagai efek samping diuretik. Mengajarkan pasien untuk memantau berat badan harian dan mengenali tanda edema.
Kode SIKI: 4120
Article No. 23276 | 12 Dec 2025
Klinis : pasien banyak tidur, respon jika dibangunkan, minum bisa dengan sedotan kecil, susu tidak bisa nyedot, badan terasa lemah
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Kelemahan Otot dan Kelelahan yang Tidak Ditentukan
Kode ICD-10: R53.1
Deskripsi Singkat : Deskripsi klinis pasien menunjukkan gejala kelemahan tubuh yang signifikan (asthenia), kelelahan (fatigue), dan penurunan kemampuan fungsional, termasuk kesulitan menyusu/minum. Gejala seperti banyak tidur (hipersomnia), respons hanya saat dibangunkan, dan kelemahan badan yang dirasakan, mengarah pada sindrom malaise dan kelelahan yang diklasifikasikan di bawah gejala dan tanda umum. Kode R53.1 (Kelemahan dan Kelelahan) digunakan untuk mendokumentasikan keluhan non-spesifik ini ketika penyebab pastinya (misalnya, infeksi, gangguan neurologis, gangguan metabolik, atau malnutrisi) belum dapat ditentukan dari informasi terbatas. Kode ini berada dalam bab 'Gejala, Tanda dan Temuan Klinis serta Laboratorium yang Abnormal, Tidak Diklasifikasikan di Tempat Lain' (R00-R99). Penggunaan kode ini bersifat sementara dan memerlukan investigasi lebih lanjut untuk menegakkan diagnosis etiologi yang mendasarinya, seperti infeksi berat, gangguan neuromuskular, atau kondisi sistemik lainnya. Dalam konteks pelatihan, kode ini mengajarkan pentingnya mendokumentasikan gejala secara akurat sebelum diagnosis definitif ditegakkan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23277 | 12 Dec 2025
Klinis : pasien banyak tidur, respon jika dibangunkan, minum bisa dengan sedotan kecil, susu tidak bisa nyedot, badan terasa lemah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Kelemahan Fisik (Fatigue)
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Keadaan kelelahan fisik dan/atau mental yang luar biasa dan menetap yang tidak dapat dihilangkan dengan istirahat dan mengganggu kemampuan individu untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Kode SLKI: L.1.1.1
Deskripsi : Pasien menunjukkan peningkatan tingkat energi dan kemampuan untuk melakukan aktivitas. Indikator yang relevan dengan kondisi pasien meliputi: 1) Pasien mampu melakukan aktivitas perawatan diri (seperti makan/minum) sesuai dengan tingkat kemampuannya. 2) Pasien melaporkan penurunan perasaan lelah atau kelemahan. 3) Pasien menunjukkan peningkatan partisipasi dalam aktivitas yang diinginkan. Dalam konteks pasien yang lemah dan banyak tidur, tujuan utamanya adalah mencapai tingkat energi yang memungkinkan ia untuk minum dan makan (susu) secara mandiri tanpa hambatan signifikan, serta mengurangi waktu tidur berlebihan di siang hari.
Kode SIKI: I.1.1.1
Deskripsi : Intervensi untuk mengatasi kelemahan fisik dan meningkatkan energi. Intervensi yang direkomendasikan berdasarkan kondisi pasien adalah: 1) Monitor Tingkat Energi dan Kelemahan: Kaji pola tidur-bangun, durasi dan kualitas tidur, serta respon pasien saat dibangunkan. Observasi tanda-tanda kelemahan seperti suara lemah, gerakan terbatas, dan ketidakmampuan menyelesaikan aktivitas (seperti minum susu). 2) Kolaborasi Pemberian Nutrisi dan Cairan: Karena pasien lemah dan hanya bisa minum dengan sedotan kecil, kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyediakan nutrisi cair atau makanan lunak berkalori tinggi dan mudah ditelan. Ajarkan dan bantu keluarga dalam pemberian makan/minum dengan teknik dan alat yang tepat (misal: sedotan dengan diameter yang sesuai, posisi setengah duduk untuk mencegah aspirasi). Jika minum susu tidak bisa disedot, evaluasi konsistensi susu atau alternatifkan dengan susu formula kental atau menggunakan sendok. 3) Manajemen Aktivitas dan Istirahat: Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas seperti makan. Bantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai toleransi, jangan biarkan kelelahan. Lakukan mobilisasi bertahap (dari baring, duduk di tempat tidur, hingga berdiri jika memungkinkan) untuk mencegah kelemahan bertambah parah. 4) Lingkungan yang Nyaman: Atur lingkungan untuk mendukung istirahat dan menghemat energi pasien, seperti menempatkan barang-barang yang sering digunakan dalam jangkauan. 5) Edukasi Pasien dan Keluarga: Jelaskan tentang pentingnya menghemat energi, teknik mengatur aktivitas, dan tanda-tanda kelelahan yang harus diwaspadai. Anjurkan keluarga untuk membangunkan pasien secara berkala untuk makan/minum dan mencegah gangguan siklus tidur. 6) Kolaborasi Medis: Kolaborasi dengan tim medis untuk mengevaluasi penyebab medis dari kelemahan dan banyak tidur (misalnya: infeksi, gangguan elektrolit, efek samping obat, atau kondisi neurologis) sehingga terapi penyebab dapat diberikan. Intervensi-intervensi ini bertujuan untuk mengatasi defisit energi, meningkatkan asupan nutrisi, dan secara bertahap meningkatkan kemampuan fungsional pasien.
Article No. 23278 | 12 Dec 2025
Klinis : pasien mengalami sesak, oedem anasarka, sianosis, CRT lebih dari 3 dt. taki kardi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Kondisi di mana darah yang dipompa oleh jantung per menit (curah jantung) tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03103
Deskripsi : SLKI L.03103 berfokus pada pemulihan dan pemeliharaan curah jantung yang adekuat. Tujuan utamanya adalah agar curah jantung pasien kembali memadai untuk perfusi jaringan, yang ditandai dengan tanda-tanda vital dalam rentang normal atau dapat diterima untuk pasien, nadi perifer teraba kuat dan reguler, waktu pengisian kapiler (CRT) ≤ 2 detik, kulit hangat dan kering, haluaran urine adekuat (≥ 0,5 mL/kgBB/jam), serta tingkat kesadaran baik. Intervensi keperawatan untuk mencapai ini meliputi pemantauan ketat tanda-tanda vital, status pernapasan, dan oksigenasi; pemberian terapi oksigen sesuai resep; memposisikan pasien untuk memfasilitasi pernapasan dan sirkulasi (misalnya, semi-Fowler); memantau keseimbangan cairan (intake-output, berat badan harian); memberikan obat-obatan pendukung jantung (seperti inotropik, diuretik, vasodilator) sesuai resep dengan tepat dan memantau efek serta efek sampingnya; serta membatasi aktivitas fisik untuk mengurangi beban kerja jantung dan mendorong tirah baring atau aktivitas bertahap sesuai toleransi. Edukasi juga diberikan kepada pasien dan keluarga mengenai kondisi, pengobatan, dan pentingnya pembatasan cairan serta diet rendah garam.
Kode SIKI: I.08280
Deskripsi : SIKI I.08280 adalah intervensi spesifik "Manajemen Curah Jantung" yang terdiri dari serangkaian tindakan sistematis. Intervensi ini dimulai dengan pengkajian menyeluruh terhadap tanda-tanda penurunan curah jantung seperti takikardia, hipotensi, sesak napas, penurunan kesadaran, CRT memanjang, nadi lemah, kulit dingin dan lembap, serta penurunan haluaran urine. Tindakan pemantauan berkelanjutan mencakup pengukuran tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu, dan saturasi oksigen secara teratur. Pemasangan dan pemantauan kateter vena sentral (CVP) dan kateter arteri mungkin dilakukan untuk menilai status hemodinamik. Pemberian terapi oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen > 95% adalah langkah kritis. Posisi pasien diatur untuk optimalisasi sirkulasi dan pernapasan. Manajemen cairan yang ketut dilakukan dengan memantau balance cairan, memberikan cairan atau membatasi asupan cairan sesuai kondisi dan resep dokter. Pemberian obat-obatan kardiovaskular seperti digoxin, dopamin, dobutamin, diuretik, atau vasodilator harus dilakukan dengan keakuratan dosis, kecepatan infus yang tepat, dan pemantauan respons serta tanda-tanda toksisitas. Istirahat fisik dan emosional mutlak diperlukan, sehingga perawat perlu mengatur lingkungan yang tenang, membantu dalam aktivitas sehari-hari, dan memberikan penjelasan untuk mengurangi kecemasan. Pemantauan haluaran urine setiap jam dan pemeriksaan elektrolit serum (terutama kalium) juga merupakan bagian integral dari intervensi ini. Seluruh tindakan didokumentasikan dengan cermat dan perubahan status dilaporkan segera kepada tim medis. Intervensi ini bersifat dinamis dan terus dievaluasi berdasarkan respons klinis pasien.
Article No. 23279 | 12 Dec 2025
Klinis : Pasien seorang Perempuan usia 32 tahun G3P0A2, datang ke RSUD Gemolong Sragen pada tanggal 10 Desember 2025 jam 22.21 WIB dengan keluhan mual muntah, pusing cekot-cekot, lemas sejak kemarin siang. Saat ini pasien hamil ketiga, usia kehamilan saat ini 12 minggu dengan HEG dan dehidrasi sedang berat. Saat dilakukan pengkajian, pasien mengatakan selalu muntah setelah makan dan merasa lemas. Hasil pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 156/95 mmHg; N 103 x/menit; RR 20 x/menit; SpO2 99%; Suhu 36°C.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan dan Elektrolit
Kode SDKI: 0201
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan, peningkatan, atau pergeseran cepat dari satu kompartemen cairan tubuh ke kompartemen lain.
Kode SLKI: 2001
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai dengan kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal (TD sistolik 90-140 mmHg, diastolik 60-90 mmHg, Nadi 60-100 x/menit, Suhu 36,5-37,5°C). 2) Turgor kulit elastis (kembali < 2 detik). 3) Mukosa mulut lembab. 4) Produksi urin adekuat (≥ 30 ml/jam). 5) Keseimbangan masukan dan haluaran (Balance I/O) mendekati seimbang. 6) Tidak ada tanda dehidrasi atau overhidrasi. 7) Nilai laboratorium elektrolit (Na, K, Cl) dalam batas normal.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Manajemen Cairan dan Elektrolit meliputi intervensi: 1) Monitor tanda-tanda dehidrasi (turgor kulit, mukosa mulut, mata cekung, produksi urin). 2) Pantau tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan) setiap 2-4 jam atau sesuai kondisi. 3) Ukur dan catat masukan dan haluaran cairan (Balance I/O) secara ketat. 4) Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena sesuai program dokter. 5) Atur kecepatan tetesan infus sesuai program. 6) Pantau akses infus (patensi, tanda flebitis/infiltrasi). 7) Kolaborasi pemeriksaan laboratorium elektrolit (Natrium, Kalium, Klorida). 8) Anjurkan dan bantu pasien untuk meningkatkan asupan cairan per oral secara bertahap jika sudah memungkinkan (misal: minum sedikit-sedikit tapi sering). 9) Berikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya menjaga asupan cairan dan tanda-tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai.
Kondisi: Hiperemesis Gravidarum
Kode SDKI: 0101
Deskripsi Singkat: Mual dan muntah berlebihan selama kehamilan yang mengakibatkan gangguan aktivitas sehari-hari, dehidrasi, dan ketidakseimbangan elektrolit.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Manajemen Hiperemesis dengan kriteria hasil: 1) Frekuensi mual dan muntah berkurang atau terkontrol. 2) Asupan nutrisi dan cairan per oral dapat ditoleransi. 3) Tanda vital stabil dalam rentang normal. 4) Berat badan tidak turun signifikan atau mulai stabil. 5) Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara bertahap. 6) Pasien melaporkan penurunan rasa mual. 7) Keseimbangan elektrolit dalam batas normal.
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Manajemen Hiperemesis Gravidarum meliputi intervensi: 1) Kaji frekuensi, jumlah, dan karakter muntah. 2) Kaji faktor pemicu mual muntah. 3) Anjurkan dan bantu teknik pemberian makan sedikit-sedikit tapi sering (small frequent feeding). 4) Anjurkan menghindari makanan berlemak, berminyak, dan berbau tajam. 5) Anjurkan konsumsi makanan kering (biskuit, roti) sebelum bangun tidur pagi hari. 6) Berikan perawatan mulut sebelum dan sesudah muntah. 7) Kolaborasi pemberian terapi farmakologis antiemetik sesuai program dokter. 8) Monitor tanda-tanda dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. 9) Berikan dukungan psikologis dan edukasi tentang kondisi hiperemesis gravidarum. 10) Anjurkan posisi istirahat yang nyaman.
Kondisi: Risiko Hipertensi dalam Kehamilan
Kode SDKI: 0204
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan/atau diastolik ≥ 90 mmHg setelah usia kehamilan 20 minggu pada wanita yang sebelumnya normotensi.
Kode SLKI: 1402
Deskripsi : Pengendalian Tekanan Darah dalam Kehamilan dengan kriteria hasil: 1) Tekanan darah terkontrol dalam rentang target yang ditetapkan (misal: <140/90 mmHg). 2) Tidak ada keluhan sakit kepala hebat, gangguan penglihatan, atau nyeri ulu hati. 3) Hasil pemeriksaan protein urin negatif/trace. 4) Refleks dalam batas normal. 5) Tidak ada edema patologis (pitting edema yang signifikan). 6) Kesejahteraan janin terjaga (denyut jantung janin dalam rentang normal 110-160 dpm).
Kode SIKI: 4411
Deskripsi : Manajemen Hipertensi dalam Kehamilan meliputi intervensi: 1) Monitor tekanan darah secara teratur (setiap 4-6 jam atau sesuai kondisi). 2) Kaji adanya tanda bahaya preeklampsia (sakit kepala, skotoma, diplopia, nyeri epigastrium). 3) Anjurkan tirah baring dalam posisi miring ke kiri. 4) Kaji refleks tendon dalam (refleks patela) dan adanya klonus. 5) Monitor keseimbangan cairan (balance I/O). 6) Kolaborasi pemeriksaan protein urin. 7) Kolaborasi pemberian terapi antihipertensi sesuai program dokter. 8) Monitor denyut jantung janin dan aktivitas janin. 9) Berikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda bahaya yang harus segera dilaporkan. 10) Anjurkan diet seimbang dengan pembatasan garam sesuai anjuran.
Article No. 23260 | 11 Dec 2025
Klinis : Pb datang dgn keluhan sesak napas memberat sejak 2 jam SMRS, keringat dingin (+), nyeri dada (-), mual (-), muntah (-), keluhan lain (-) RPD: CKD V on HD terakhir 8/12/25, HT KU : tampak sesak, CM T : 230/122 mmHg N : 125 x/mnt R : 26 x/mnt S : 35.5 C SpO2: 72% room air -> 96% on O2 NRM 15 lpmMata : CA (+/+), SI (-/-), mata cowong (-/-) Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-) Thoraks : simetris kanan dan kiri, retraksi (-) Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Paru : SDV (+/+), Rbh +/+, wheezing (-/-) Abdomen : supel (+), BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (-) Eks. Superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-) crt < 2 dtk Eks. Inferior : akral hangat (+/+), oedem (-/-) crt < 2 dtk Hb 7.09 L AE 2.59 L AL 17. 67 H AT 258 Goldar A GDS 225 H Ur 169.1 C Cr 6.75 C
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Pertukaran Gas. Tujuan: Pasien menunjukkan pertukaran gas yang adekuat, dibuktikan dengan status oksigenasi dan ventilasi yang membaik. Kriteria hasil: 1) Mempertahankan jalan napas paten. 2) Menunjukkan peningkatan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat (misalnya, nilai analisis gas darah dalam rentang normal, saturasi oksigen >94%). 3) Berpartisipasi dalam program pengobatan untuk meningkatkan pertukaran gas (misalnya, latihan napas, batuk efektif, posisi yang tepat). 4) Mempertahankan kesadaran dan kognisi yang jernih. 5) Mengurangi gejala distress pernapasan (misalnya, takipnea, sianosis, gelisah).
Kode SIKI: 0410
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi: 1) Pastikan jalan napas paten dengan teknik kepala-tengkuk-dagu atau jaw thrust jika diperlukan. 2) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, posisi semi-Fowler/Fowler tinggi). 3) Lakukan penghisapan lendir jalan napas sesuai indikasi. 4) Kolaborasi pemberian oksigen sesuai program terapi (misalnya, kanula nasal, masker). 5) Pantau status pernapasan: frekuensi, irama, kedalaman, dan upaya pernapasan. 6) Auskultasi suara napas setiap 2-4 jam atau sesuai kebutuhan. 7) Pantau tanda-tanda vital dan saturasi oksigen (SpO2) secara berkala. 8) Pantau status mental dan tanda-tanda hipoksia/sianosis. 9) Kolaborasi dalam pemeriksaan analisis gas darah (AGD) dan tindakan lanjutan sesuai hasil. 10) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif jika memungkinkan. 11) Berikan dukungan psikologis untuk mengurangi kecemasan yang memperburuk sesak.
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Curah jantung tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: 0601
Deskripsi : Status Sirkulasi. Tujuan: Pasien menunjukkan peningkatan status sirkulasi dan curah jantung. Kriteria hasil: 1) Tekanan darah dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien. 2) Denyut nadi dalam rentang normal dan ritmis. 3) Haluaran urine adekuat (>0,5 mL/kgBB/jam). 4) Ekstremitas hangat, pengisian kapiler < 2 detik. 5) Tidak ada atau berkurangnya gejala distress pernapasan (ortopnea, dispnea). 6) Tingkat kesadaran baik (compos mentis).
Kode SIKI: 0610
Deskripsi : Manajemen Curah Jantung. Intervensi: 1) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan) secara ketat. 2) Observasi warna kulit, kelembaban, suhu, dan pengisian kapiler. 3) Posisikan pasien dengan kepala lebih tinggi (semi-Fowler) untuk memfasilitasi pernapasan dan mengurangi beban jantung. 4) Pantau keseimbangan cairan (balance cairan) dengan ketat, catat intake dan output. 5) Kolaborasi pemberian terapi obat-obatan sesuai indikasi (misalnya, antihipertensi, diuretik, inotropik) dengan pemantauan efek samping. 6) Batasi aktivitas fisik, bantu aktivitas perawatan diri untuk menghemat energi dan mengurangi beban kerja jantung. 7) Pantau status neurologis/tingkat kesadaran. 8) Kolaborasi pemantauan hemodinamik lebih lanjut jika diperlukan. 9) Berikan edukasi dan dukungan untuk mengurangi kecemasan.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: 0020
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan tekanan darah sistolik dan/atau diastolik dari rentang normal yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: 2001
Deskripsi : Pengendalian Tekanan Darah. Tujuan: Pasien mempertahankan tekanan darah dalam rentang yang ditargetkan. Kriteria hasil: 1) Tekanan darah dalam rentang yang ditentukan. 2) Mengenali faktor risiko dan gejala perubahan tekanan darah. 3) Mematuhi regimen terapi yang ditentukan.
Kode SIKI: 2010
Deskripsi : Pemantauan Tekanan Darah. Intervensi: 1) Ukur tekanan darah pada kedua lengan dengan teknik yang tepat, gunakan ukuran manset yang sesuai. 2) Pantau dan catat tekanan darah secara berkala sesuai kondisi kritis pasien (misalnya, setiap 15-30 menit atau lebih sering). 3) Observasi gejala yang berhubungan dengan hipertensi berat (sakit kepala, penglihatan kabur, mual, sesak napas, kecemasan). 4) Pertahankan tirah baring atau batasi aktivitas selama krisis hipertensi. 5) Kolaborasi pemberian obat antihipertensi sesuai program, evaluasi respons dan efek samping. 6) Pantau efek samping terapi obat (misalnya, hipotensi ortostatik, pusing). 7) Kurangi stimulasi lingkungan, ciptakan suasana tenang. 8) Kolaborasi pembatasan cairan dan diet sesuai indikasi (misalnya, rendah garam). 9) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya kontrol tekanan darah dan kepatuhan pengobatan.
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Peningkatan retensi cairan isotonik.
Kode SLKI: 0201
Deskripsi : Keseimbangan Cairan. Tujuan: Pasien mencapai dan mempertahankan keseimbangan cairan yang optimal. Kriteria hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 2) Berat badan stabil tanpa perubahan yang signifikan. 3) Tidak ada edema perifer atau paru. 4) Mukosa membran lembab. 5) Haluaran urine adekuat sesuai kondisi ginjal.
Kode SIKI: 0210
Deskripsi : Manajemen Cairan/Volume. Intervensi: 1) Pantau ketat intake dan output cairan setiap jam atau sesuai kebutuhan. 2) Timbang berat badan harian dengan timbangan yang sama, pada waktu yang sama. 3) Auskultasi suara napas, perhatikan adanya ronki basal (seperti pada pasien ini: Rbh +/+) sebagai tanda edema paru. 4) Observasi adanya edema perifer, sakral, atau anasarka. 5) Kolaborasi pembatasan asupan cairan sesuai program terapi untuk pasien CKD. 6) Kolaborasi pemberian terapi diuretik sesuai indikasi dan pantau efektivitasnya (peningkatan output urine) serta efek samping (misalnya, gangguan elektrolit). 7) Posisikan pasien dengan kepala lebih tinggi untuk memfasilitasi pernapasan. 8) Pantau status hemodinamik (tekanan darah, CVP jika ada). 9) Kolaborasi dalam persiapan dan evaluasi terapi hemodialisis (HD) berikutnya, mengingat pasien CKD V on HD dengan ureum dan kreatinin tinggi.
Article No. 23261 | 11 Dec 2025
Klinis : penglihatan mata kanan buram pasca stroke
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Tidak ada respons dari API.
Article No. 23262 | 11 Dec 2025
Klinis : penglihatan mata kanan buram pasca stroke
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Persepsi Sensorik: Visual pasca Stroke
Kode SDKI: 00255
Deskripsi Singkat: Perubahan dalam jumlah atau pola stimulus yang datang disertai dengan respons yang tidak akurat, distorsi, atau berkurang terhadap stimulus tersebut.
Kode SLKI: 4501
Deskripsi : Pemulihan persepsi sensorik. Kriteria hasil: 1) Mengidentifikasi perubahan sensasi, 2) Mengkompensasi perubahan sensasi, 3) Menggunakan metode alternatif untuk meningkatkan sensasi, 4) Menggunakan alat bantu untuk meningkatkan sensasi, 5) Area tubuh yang mengalami perubahan sensasi bebas dari cedera.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Manajemen penglihatan. Tindakan keperawatan: 1) Monitor status penglihatan (ketajaman, lapang pandang, adaptasi gelap, persepsi warna, persepsi kedalaman), 2) Monitor faktor yang memperberat gangguan penglihatan, 3) Monitor respons emosional terhadap gangguan penglihatan, 4) Fasilitasi penggunaan kacamata atau lensa kontak sesuai indikasi, 5) Atur lingkungan untuk meningkatkan penglihatan (pencahayaan, kontras warna, mengurangi silau), 6) Tempatkan barang-barang kebutuhan dalam jangkauan penglihatan, 7) Ajarkan metode untuk melindungi mata dari cedera, 8) Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi, 9) Rujuk ke spesialis mata sesuai indikasi.
Article No. 23263 | 11 Dec 2025
Klinis : penglihatan mata kanan buram pasca stroke
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Persepsi Sensori: Visual pasca Stroke
Kode SDKI: 00245
Deskripsi Singkat: Perubahan dalam jumlah dan pola stimulus yang datang disertai dengan respons yang tidak akurat terhadap stimulus tersebut, khususnya pada indera penglihatan.
Kode SLKI: 4501
Deskripsi : Pemulihan Persepsi Sensori: Visual. Deskripsi: Perawat memfasilitasi pemulihan persepsi visual. Kriteria Hasil: 1) Pasien mengidentifikasi stimulus visual dengan benar; 2) Pasien mendemonstrasikan perilaku kompensasi untuk defisit visual; 3) Pasien mempertahankan keamanan dari bahaya lingkungan; 4) Pasien melaporkan peningkatan kenyamanan dalam beraktivitas; 5) Pasien menggunakan alat bantu visual jika diperlukan. Penjelasan: SLKI ini berfokus pada upaya perawat untuk membantu pasien dalam mengatasi dan beradaptasi dengan gangguan penglihatan yang dialami pasca stroke. Intervensi keperawatan diarahkan untuk melatih ulang interpretasi visual, memodifikasi lingkungan agar aman, dan mengajarkan teknik kompensasi. Tujuannya adalah memaksimalkan fungsi penglihatan yang tersisa, mencegah cedera akibat keterbatasan penglihatan (seperti jatuh atau menabrak benda), serta meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup pasien. Pemulihan persepsi visual adalah proses yang mungkin membutuhkan waktu dan melibatkan kerja sama dengan keluarga dan tenaga rehabilitasi lainnya seperti terapis okupasi.
Kode SIKI: 4501
Deskripsi : Manajemen Persepsi Sensori: Visual. Deskripsi: Meminimalkan gangguan persepsi visual dan memaksimalkan fungsi. Kriteria Intervensi: 1) Kaji ketajaman penglihatan, lapang pandang, persepsi kedalaman, dan kemampuan membedakan warna; 2) Identifikasi area defisit visual (misalnya, hemianopsia, penglihatan buram, diplopia); 3) Orientasikan pasien terhadap lingkungan; 4) Atur lingkungan untuk keamanan (singkirkan bahaya tersandung, pastikan pencahayaan memadai); 5) Tempatkan benda-benda kebutuhan sehari-hari di area penglihatan yang tidak terganggu; 6) Ajarkan teknik kompensasi seperti memindai lingkungan secara sistematis (scanning) dengan menggerakkan kepala; 7) Anjurkan penggunaan alat bantu jika diresepkan (kacamata, lensa prismatik); 8) Kolaborasi dengan tim rehabilitasi (okupasi terapi) untuk pelatihan visual; 9) Libatkan keluarga dalam modifikasi lingkungan dan strategi komunikasi; 10) Berikan dukungan psikologis untuk mengatasi frustrasi atau kesedihan akibat kehilangan fungsi. Penjelasan: SIKI ini memberikan panduan langkah-langkah konkret yang dilakukan perawat untuk menangani gangguan persepsi visual. Penilaian (assessment) yang mendetail sangat penting untuk memahami sifat dan tingkat keparahan defisit. Intervensi kemudian disesuaikan, mencakup aspek keamanan fisik yang menjadi prioritas utama. Perawat berperan sebagai edukator, mengajarkan pasien dan keluarga strategi adaptasi. Kolaborasi dengan ahli lain seperti okupasi terapis sangat krusial karena mereka memiliki keahlian spesifik dalam terapi visual dan aktivitas kehidupan sehari-hari. Intervensi ini juga mencakup dukungan emosional, mengingat gangguan penglihatan dapat sangat mengganggu identitas dan kemandirian seseorang. Pendekatan holistik ini bertujuan untuk memberdayakan pasien agar dapat berfungsi optimal meski dengan keterbatasan yang ada.
Article No. 23265 | 11 Dec 2025
Klinis : resiko ketidakseimbangan elektrolit
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit
Kode SDKI: 00095
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan konsentrasi serum elektrolit yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Keseimbangan Elektrolit. Deskripsi: Pasien mempertahankan keseimbangan elektrolit dalam batas normal yang ditunjukkan oleh nilai laboratorium serum elektrolit (natrium, kalium, kalsium, magnesium, fosfat, klorida) dalam rentang normal, tidak ada tanda-tanda klinis ketidakseimbangan elektrolit (seperti kelemahan otot, kram, perubahan status mental, aritmia), dan asupan serta output cairan seimbang. Perawat memantau tanda-tanda vital dan status neurologis secara berkala, memeriksa hasil laboratorium elektrolit, memberikan pendidikan kesehatan tentang sumber makanan kaya elektrolit dan tanda-tanda ketidakseimbangan yang perlu diwaspadai, serta mengelola terapi penggantian elektrolit sesuai resep jika diperlukan. Pemantauan ketat pada pasien dengan faktor risiko seperti muntah, diare, penggunaan diuretik, gangguan ginjal, atau nutrisi parenteral total sangat penting untuk mencegah terjadinya ketidakseimbangan.
Kode SIKI: 3520
Deskripsi : Manajemen Elektrolit. Deskripsi: Intervensi keperawatan yang bertujuan untuk mempromosikan keseimbangan elektrolit dan mencegah atau mengoreksi defisit maupun kelebihan elektrolit. Intervensi ini meliputi: 1) Pemantauan: Mengobservasi dan mendokumentasikan tanda-tanda klinis ketidakseimbangan elektrolit (misalnya, perubahan kekuatan otot, kram, kelemahan, parestesia, perubahan EKG, edema, turgor kulit, membran mukosa). Memantau asupan dan haluaran cairan secara ketat. Memeriksa dan mencatat hasil pemeriksaan laboratorium elektrolit serum (Na, K, Ca, Mg, Phos, Cl). 2) Pemberian Terapi: Mempersiapkan dan memberikan suplemen atau pengganti elektrolit (oral, melalui selang nasogastrik, atau intravena) sesuai resep dokter dengan memperhatikan kecepatan, kompatibilitas, dan efek samping. Memastikan akses intravena yang adekuat untuk pemberian cairan dan elektrolit. 3) Pencegahan: Mengidentifikasi pasien yang berisiko tinggi (misalnya, dengan diuresis osmotik, drainase gastrointestinal, luka bakar, terapi diuretik). Melakukan kolaborasi untuk menyesuaikan terapi diuretik atau penggantian cairan. 4) Pendidikan Kesehatan: Mengajarkan pasien dan keluarga tentang pentingnya diet seimbang yang mengandung elektrolit, tanda dan gejala ketidakseimbangan elektrolit yang harus dilaporkan, serta kepatuhan terhadap terapi pengobatan. 5) Intervensi Khusus: Melakukan tindakan keamanan jika terdapat perubahan status mental. Memantau respons jantung terhadap terapi kalium. Mengatur kecepatan infus cairan hipertonik atau yang mengandung kalium dengan sangat hati-hati untuk mencegah komplikasi. Tindakan ini dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan untuk meminimalkan risiko dan mengatasi ketidakseimbangan elektrolit yang dapat mengancam jiwa.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280