Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23280 | 13 Dec 2025
Klinis : DPH-3 KU: sesak berkurang Pasien datang dengan keluhan sesak napas sejak 2 hari SMRS yang memberat dalam 2 jam terakhir, keringat dingin (+), nyeri dada (-), mual (-), muntah (-), BAB dan BAK tidak ada keluhan. RPD : R/ CKD V sudah pernah HD 2x, terakhir 8/12/25. Jadwal rutin HD setiap senin R/ DM R/ HT : KU : lemah, CM TD : 152/90 N : 52 RR : 17 S: 36.3 SpO2 : 98% on NC 5 lpm NRM 15 lpm Mata : CA (+/+), SI (-/-), mata cowong (-/-) Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-) Thoraks : simetris kanan dan kiri, retraksi (-) Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Paru : SDV (+/+), RBH (+/+), RBK (-/-), wheezing (+/+) Abdomen : supel (+), BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (-) Eks. Superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-) Eks. Inferior : akral hangat (+/+), oedem (+/+) Lab (11/12/2025) --> post HD Hb 7.89 L --> 9.28 Hct 22.8 L --> 28.4 AE 2.59 L--> 3.19 AL 17.67 H --> 9.30 AT 258 --> 177 ribu/ul GDS 225 H --> 92 Ur 169.1 C --> 102.7 Cr 6.75 H --> 4.30 Albumin --> 2.80 Elektrolit: Na: 136 K: 4 Cl: 101 Ca2+ : 1.1 GDS 11/12/25: 242 mg/dl GDS 13/12/25: 112mg/dl
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kardiak Output
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana darah yang dipompa oleh jantung per menit tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kardiak output membaik. Ditandai dengan: 1) Tekanan darah dalam rentang normal sesuai usia, 2) Denyut nadi dalam rentang normal sesuai usia dan ritme reguler, 3) Nadi perifer teraba kuat dan simetris, 4) Kulit hangat dan kering, 5) Tidak ada perubahan status mental, 6) Haluaran urine adekuat (≥ 0,5 mL/kgBB/jam), 7) Tidak dispnea/ortopnea, 8) Tidak edema paru, 9) Tidak edema perifer, 10) Suara jantung I dan II normal, tanpa murmur, gallop, atau thrill.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : 1) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan saturasi oksigen. 2) Monitor status hemodinamik (tekanan darah, nadi, isi nadi, pengisian kapiler, warna dan kehangatan kulit). 3) Auskultasi suara jantung (irama, frekuensi, bunyi jantung I dan II, gallop, murmur). 4) Auskultasi bunyi napas (ronki, mengi). 5) Monitor status pernapasan (irama, kedalaman, usaha napas). 6) Monitor status neurologis (kesadaran, orientasi). 7) Monitor balance cairan (intake dan output, berat badan). 8) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan. 9) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi sesuai program (seperti inotropik, vasodilator, diuretik). 10) Atur posisi pasien semi fowler/fowler. 11) Batasi aktivitas, anjurkan tirah baring. 12) Berikan dukungan psikologis. 13) Ajarkan pasien/keluarga tanda dan gejala penurunan kardiak output yang harus dilaporkan.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana seseorang mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09003
Deskripsi : Toleransi aktivitas membaik. Ditandai dengan: 1) Mampu melakukan aktivitas sehari-hari sesuai kemampuan, 2) Tanda vital dalam rentang normal sebelum, selama, dan setelah aktivitas (tekanan darah sistolik tidak meningkat > 20-40 mmHg, diastolik tidak meningkat > 10-15 mmHg, nadi tidak meningkat > 20x/menit dari irama istirahat, pernapasan tidak meningkat > 10x/menit dari irama istirahat), 3) Tidak sesak napas, 4) Tidak nyeri dada, 5) Tidak kelelahan/kelelahan berlebihan, 6) Tidak pusing, 7) Warna kulit normal, 8) Tidak diaforesis.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : 1) Kaji tingkat intoleransi aktivitas (skala 0-10). 2) Kaji faktor penyebab intoleransi aktivitas (kelelahan, kelemahan, nyeri, gangguan fungsi jantung, paru, muskuloskeletal, status psikologis). 3) Monitor tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas. 4) Bantu pasien mengidentifikasi aktivitas yang dapat dilakukan. 5) Rencanakan kemajuan aktivitas bertahap (rentang gerak pasif/aktif, duduk di tempat tidur, duduk di kursi, ambulasi). 6) Anjurkan teknik menghemat energi (mengatur ritme aktivitas, istirahat sebelum lelah, duduk saat melakukan aktivitas). 7) Atur lingkungan yang aman dan nyaman. 8) Kolaborasi pemberian terapi oksigen selama aktivitas jika diperlukan. 9) Ajarkan pasien/keluarga tanda dan gejala intoleransi aktivitas yang harus diwaspadai.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan: Lebih dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana seseorang berisiko mengalami peningkatan retensi cairan dan natrium yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : Keseimbangan cairan tubuh teratasi. Ditandai dengan: 1) Tanda vital dalam rentang normal (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu), 2) Tidak edema perifer, 3) Tidak edema paru, 4) Tidak distensi vena jugularis, 5) Berat badan stabil sesuai target, 6) Balance cairan seimbang, 7) Elektrolit dalam rentang normal, 8) Bunyi napas bersih, 9) Tidak sesak napas/ortopnea.
Kode SIKI: I.10001
Deskripsi : 1) Monitor tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu). 2) Monitor status cairan (intake dan output, balance cairan, berat badan harian dengan skala yang sama, waktu yang sama, pakaian yang sama). 3) Monitor tanda kelebihan cairan (edema perifer/sakral, distensi vena jugularis, krekels, sesak napas, ortopnea, peningkatan tekanan darah, peningkatan CVP). 4) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit, BUN, kreatinin, albumin, hematokrit). 5) Kaji edema (lokasi, derajat, pitting). 6) Batasi asupan cairan sesuai program. 7) Kolaborasi pemberian terapi diuretik sesuai program. 8) Kolaborasi terapi pengganti ginjal (hemodialisis) sesuai jadwal. 9) Atur posisi semi fowler/fowler untuk memfasilitasi pernapasan. 10) Ajarkan pasien/keluarga tentang pembatasan cairan dan diet rendah garam, serta tanda-tanda kelebihan cairan yang harus dilaporkan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana seseorang tidak mampu membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Ditandai dengan: 1) Jalan napas paten, 2) Tidak dispnea, 3) Tidak sianosis, 4) Bunyi napas bersih, 5) Mampu batuk efektif, 6) Sekret dapat dikeluarkan, 7) Saturasi oksigen dalam rentang normal sesuai usia, 8) Gas darah arteri dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : 1) Kaji status pernapasan (irama, kedalaman, usaha napas, penggunaan otot bantu). 2) Monitor saturasi oksigen. 3) Auskultasi bunyi napas setiap 4-8 jam atau sesuai kebutuhan. 4) Kaji kemampuan batuk dan karakteristik sputum. 5) Atur posisi semi fowler/fowler atau tinggi. 6) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif. 7) Lakukan fisioterapi dada (postural drainage, perkusi, vibrasi) jika diperlukan. 8) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika diperlukan. 9) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai program. 10) Kolaborasi pemberian terapi nebulizer/bronkodilator sesuai program. 11) Berikan cairan yang adekuat sesuai toleransi untuk mengencerkan sekret. 12) Monitor analisa gas darah jika diperlukan.
-
Article No. 23281 | 13 Dec 2025
Klinis : Penurunan kesadaran post KLL KU: Lemah Kes: E2V2M3 TD: 144/56 HR: 72 RR: 25 S: 37 SPO2: 98% Kepala: hematom (+) R. Frontalis (S) Wajah: VL (+) terjahit, 10x1cm R. Frontal (S), 3x1cm R. Labia Oris Inferior, krepitasi (-) Mata: hematom periorbita (-/-), perdarahan subconjungtiva (-/-) Hidung: epistaksis (+/+) Telinga: ottorhagia (-/-) Mulut: perdarahan (+), gigi tanggal (-) Leher: jejas (-) Thorax: jejas (-), nyeri tekan (-), krepitasi (-) Abdomen: jejas (-), nyeri tekan (-) Ekstremitas atas: ROM bebas, akral hangat, CRT 2” Ekstremitas bawah: VL 5x1 cm terjahit situasional RO Thorax RSSP 11/12/25 Kesan : - Pulmo normal - Cardiomegali CT Scan RSSP 11/12/25 Kesan : - ICH di parietalis sinistra - SAH minimal di occipitalis dextra - Tak tampak fraktur pada sistema tulang yang tervisualisasi - Tak tampak EDH, SDH, maupun IVH pada Head CT Scan saat ini - Tak tampak gambaran herniasi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Otak
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke otak yang dapat menyebabkan ketidakadekuatan oksigen dan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan otak.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tingkat kesadaran (GCS) mendekati atau mencapai nilai normal (E4V5M6), tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien, tidak ada tanda peningkatan tekanan intrakranial (seperti sakit kepala hebat, muntah proyektil, perubahan pupil), fungsi kognitif dan sensorik tetap utuh atau membaik, serta hasil pemeriksaan penunjang (seperti CT scan) menunjukkan tidak ada perburukan perdarahan atau edema serebral.
Kode SIKI: 3320
Deskripsi : Pemantauan Neurologis. Intervensi ini mencakup pengkajian komprehensif dan berkelanjutan terhadap status neurologis pasien untuk mendeteksi dini adanya perubahan atau deteriorasi. Kegiatan spesifik meliputi: memantau dan mendokumentasikan tingkat kesadaran menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS) secara rutin (pada kasus ini, E2V2M3 menunjukkan penurunan kesadaran signifikan), mengobservasi ukuran, kesamaan, dan reaksi pupil terhadap cahaya, memantau kekuatan motorik dan sensasi pada keempat ekstremitas, mengkaji adanya tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial (nyeri kepala, muntah, perubahan pola napas), serta memantau tanda-tanda vital (TD, Nadi, RR, Suhu) yang dapat dipengaruhi oleh kondisi neurologis. Pada pasien dengan TD 144/56 (tekanan nadi lebar) dan RR 25 perlu diwaspadai sebagai respons Cushing atau gangguan lainnya. Pemantauan ketat terhadap perubahan GCS adalah kunci utama.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan traumatis (hematom frontal, luka jahit multipel, epistaksis, perdarahan mulut) dengan onset yang aktual atau potensial, dan durasinya terbatas.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Kriteria hasil meliputi: pasien (jika kooperatif) melaporkan penurunan skala nyeri ke tingkat yang dapat ditoleransi atau nol, menunjukkan perilaku nyeri yang menurun (gelisah, merintih), tanda-tanda vital (seperti peningkatan HR dan RR) kembali ke baseline pasien, pasien dapat beristirahat dengan tenang, dan luka-luka menunjukkan tanda penyembuhan tanpa infeksi.
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi ini meliputi tindakan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. Kegiatan spesifik meliputi: melakukan pengkajian nyeri komprehensif (lokasi, karakteristik, intensitas menggunakan skala yang sesuai meski kesadaran menurun, dengan mengobservasi perilaku), memberikan analgesik sesuai instruksi dokter dengan mempertimbangkan status neurologis, menerapkan teknik non-farmakologis seperti reposisi yang nyaman, menjaga lingkungan tenang, memberikan kompres dingin pada area hematom untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri, serta melakukan perawatan luka dengan teknik aseptik dan lembut untuk meminimalkan nyeri selama perawatan. Memantau efektivitas dan efek samping intervensi yang diberikan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi patogen, terkait dengan rusaknya integritas kulit dan membran mukosa (luka jahit di wajah dan ekstremitas, epistaksis, perdarahan mulut) serta adanya hematom yang merupakan media pertumbuhan bakteri.
Kode SLKI: 1101
Deskripsi : Kontrol Infeksi. Kriteria hasil meliputi: luka menunjukkan proses penyembuhan tanpa tanda-tanda infeksi (rubor, kalor, dolor, tumor, purulen), suhu tubuh tetap dalam rentang normal (36-37.5°C), hasil pemeriksaan laboratorium (seperti leukosit) dalam batas normal, dan tidak terjadi infeksi nosokomial.
Kode SIKI: 1940
Deskripsi : Perawatan Luka. Intervensi ini meliputi pencegahan infeksi dan optimalisasi penyembuhan luka. Kegiatan spesifik meliputi: melakukan perawatan luka jahit secara aseptik dan rutin sesuai protokol, mengobservasi karakteristik luka (warna, bau, adanya drainage, kondisi jahitan), mempertahankan kelembaban luka yang adekuat dengan balutan yang tepat, melakukan perawatan kebersihan mulut dengan hati-hati untuk mencegah infeksi pada area perdarahan mulut, memantau tanda-tanda sistemik infeksi (demam, peningkatan leukosit), serta memberikan edukasi (pada keluarga) tentang tanda-tanda infeksi yang perlu dilaporkan. Pada pasien penurunan kesadaran, pencegahan infeksi saluran napas juga penting dengan suction yang steril dan posisi semi-fowler jika memungkinkan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0009
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten, berisiko terjadi akibat penurunan kesadaran (GCS 7), perdarahan mulut, dan epistaksis yang berpotensi menyebabkan aspirasi atau sumbatan.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Pemeliharaan Jalan Napas. Kriteria hasil meliputi: jalan napas paten dibuktikan dengan suara napas bersih, tidak ada suara tambahan (mengorok, stridor, ronki), saturasi oksigen (SpO2) ≥95%, frekuensi napas dalam rentang normal (12-20x/menit), dan tidak ada tanda sianosis atau distress pernapasan.
Kode SIKI: 3140
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini meliputi tindakan untuk mempertahankan atau memulihkan patensi jalan napas. Kegiatan spesifik meliputi: memposisikan pasien dengan kepala sedikit elevasi (jika tidak kontraindikasi dengan cedera spinal) atau posisi lateral recovery untuk mencegah lidah jatuh ke belakang dan memfasilitasi drainase sekret, melakukan penghisapan lendir (suction) dari orofaring/nasofaring secara rutin dan sesuai kebutuhan dengan teknik steril, memantau suara napas dan pola pernapasan (pada kasus ini RR 25 perlu diwaspadai), memantau saturasi oksigen secara terus menerus, mempersiapkan alat bantu jalan napas (airway, alat suction) di dekat pasien, serta melakukan fisioterapi dada jika memungkinkan. Keberadaan epistaksis dan perdarahan mulut memerlukan kewaspadaan ekstra terhadap risiko aspirasi darah.
-
Article No. 23282 | 13 Dec 2025
Klinis : 4.Risiko cedera pada janin b.d kecemasan yang berlebih tentang proses persalinan d.d pasien tampak khawatir tentang proses persalinannya (D.0138, hal 300)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Cedera pada Janin b.d Kecemasan yang Berlebih tentang Proses Persalinan
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Diagnosis Keperawatan "Risiko Cedera pada Janin" didefinisikan sebagai kondisi di mana janin rentan mengalami cedera fisik atau komplikasi selama periode antenatal, intranatal, atau postnatal akibat faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat mengancam kesehatannya. Dalam konteks kasus ini, faktor penyebab (etiologi) yang diidentifikasi adalah "kecemasan yang berlebih tentang proses persalinan". Kecemasan maternal yang tinggi dan tidak terkelola dapat memicu respons stres fisiologis, seperti peningkatan hormon katekolamin (adrenalin dan noradrenalin) dan kortisol. Peningkatan hormon-hormon ini dapat menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah uteroplasenta, yang mengurangi aliran darah dan suplai oksigen serta nutrisi ke janin. Selain itu, kecemasan dapat memengaruhi pola tidur, nafsu makan, dan kepatuhan ibu terhadap perawatan antenatal, yang secara tidak langsung meningkatkan risiko komplikasi seperti pertumbuhan janin terhambat, gawat janin, atau persalinan preterm. Data klinis yang mendukung (d.d) adalah "pasien tampak khawatir tentang proses persalinannya", yang merupakan manifestasi perilaku dan verbal dari kecemasan yang dialami. Tujuan utama perawatan keperawatan adalah untuk mengurangi tingkat kecemasan ibu, sehingga secara proaktif menurunkan risiko potensial cedera pada janin melalui intervensi yang terfokus pada dukungan emosional, edukasi, dan pemantauan.
Kode SLKI: L.15039
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah "Kecemasan Terkontrol". Luaran ini mengindikasikan bahwa setelah intervensi keperawatan, tingkat kecemasan klien mengalami penurunan hingga ke tingkat yang dapat dikelola, sehingga tidak lagi menimbulkan dampak fisiologis yang signifikan bagi ibu maupun janin. Kriteria luaran spesifik yang diharapkan mencakup: klien mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan sumber kecemasannya terkait persalinan secara verbal, menunjukkan kemampuan menggunakan teknik relaksasi atau koping yang adaptif (seperti teknik pernapasan dalam atau relaksasi progresif), tanda-tanda vital berada dalam rentang normal yang mengindikasikan berkurangnya respons stres otonom (denyut nadi dan tekanan darah stabil), serta menunjukkan perilaku yang lebih tenang dan kooperatif selama pemeriksaan atau konsultasi. Pengurangan kecemasan secara langsung berkontribusi pada stabilisasi lingkungan fisiologis ibu, yang pada gilirannya meningkatkan perfusi uteroplasenta dan mengurangi faktor risiko cedera pada janin. Pencapaian luaran ini diukur melalui skala kecemasan yang divalidasi, observasi perilaku, dan laporan subjektif dari klien mengenai perasaannya.
Kode SIKI: I.12533
Deskripsi : Intervensi Keperawatan yang direkomendasikan adalah "Manajemen Kecemasan". Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan sistematis yang dilakukan perawat untuk membantu klien mengenali, mengkonfrontasi, dan mengurangi perasaan cemasnya. Pelaksanaannya dimulai dengan membangun hubungan terapeutik dan lingkungan yang suportif. Perawat akan mengkaji tingkat, sumber, dan manifestasi kecemasan klien secara mendalam. Edukasi menjadi komponen kunci, yaitu dengan memberikan informasi yang akurat dan mudah dipahami tentang proses persalinan normal, tanda-tanda bahaya, serta prosedur yang mungkin dihadapi, untuk mengurangi ketakutan akibat ketidaktahuan. Perawat akan melatih klien teknik relaksasi, seperti napas dalam diafragma, relaksasi otot progresif, atau guided imagery, dan mendorong praktik secara mandiri. Dukungan emosional diberikan melalui pendekatan empati, mendengarkan aktif, dan validasi perasaan klien. Perawat juga dapat memfasilitasi dukungan sosial dengan melibatkan keluarga (suami/keluarga terdekat) dalam proses memberikan dukungan. Kolaborasi dengan bidan atau dokter dilakukan jika kecemasan sangat berat dan memerlukan pendekatan medis lebih lanjut. Selain intervensi psikologis, perawat juga akan memantau kondisi janin (seperti melalui pengukuran denyut jantung janin dan pergerakan janin) sebagai bagian integral untuk meyakinkan ibu dan mendeteksi dini adanya masalah. Dokumentasi respons klien terhadap intervensi dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas tindakan. Tindakan-tindakan ini bertujuan memutus siklus kecemasan-stres-respon fisiologis yang membahayakan janin, sehingga mencapai luaran "Kecemasan Terkontrol" dan pada akhirnya menurunkan "Risiko Cedera pada Janin".
-
Article No. 23268 | 12 Dec 2025
Klinis : Tumor otak pediatrik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Tumor Otak Pediatrik
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Perfusi Serebral: Tujuan keperawatan adalah untuk mempertahankan atau meningkatkan perfusi serebral yang adekuat pada pasien anak dengan tumor otak. Intervensi difokuskan pada pemantauan ketat tanda-tanda neurologis seperti tingkat kesadaran (GCS), ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik, serta tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial (TIK) seperti sakit kepala hebat, muntah proyektil, dan papiledema. Perawat akan mengatur posisi kepala pasien dengan elevasi 15-30 derajat untuk memfasilitasi drainase vena, menghindari manuver valsava, dan memastikan keseimbangan cairan serta elektrolit. Pemberian terapi osmotik (seperti manitol) sesuai instruksi dokter juga menjadi bagian dari manajemen. Pemantauan hemodinamik dan oksigenasi dilakukan untuk menjamin suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan otak. Edukasi pada keluarga tentang tanda-tanda darurat neurologis sangat penting untuk deteksi dini dan tindakan cepat.
Kode SIKI: 3401
<>Deskripsi : Pemantauan Neurologis: Intervensi keperawatan spesifik ini melibatkan pengkajian komprehensif dan berkelanjutan terhadap status neurologis pasien. Perawat akan melakukan pemeriksaan neurologis serial minimal setiap 2-4 jam atau lebih sering tergantung kondisi, termasuk penilaian GCS (Glasgow Coma Scale) yang dimodifikasi untuk anak, fungsi motorik dan sensorik, refleks, serta fungsi saraf kranial. Observasi terhadap pola napas (misalnya: Cheyne-Stokes, apneu) sangat penting karena dapat mengindikasikan kompresi batang otak. Perawat juga memantau tanda-tanda vital dengan cermat, mengingat adanya kemungkinan respons Cushing (hipertensi, bradikardia, pernapasan tidak teratur). Pengukuran lingkar kepala pada bayi dan pengamatan adanya ubun-ubun menonjol dilakukan. Semua temuan didokumentasikan dengan akurat untuk menilai tren dan keefektifan terapi. Komunikasi yang jelas dengan tim medis mengenai setiap perubahan status neurologis adalah tindakan kritis untuk mencegah kerusakan neurologis lebih lanjut.
Kondisi: Tumor Otak Pediatrik
Kode SDKI: 1473
Deskripsi Singkat: Risiko Cedera
Kode SLKI: 1930
<>Deskripsi : Pengendalian Risiko Cedera: Tujuan keperawatan adalah mencegah terjadinya cedera fisik pada pasien anak yang rentan akibat efek tumor otak. Risiko cedera dapat berasal dari kejang, ataksia (gangguan keseimbangan dan koordinasi), kelemahan anggota gerak, penurunan kesadaran, atau defisit penglihatan. Perawat akan menciptakan lingkungan yang aman dengan menggunakan bantingan tempat tidur, menjaga lantai tetap kering dan bebas dari rintangan, serta memastikan pencahayaan yang memadai. Penggunaan restraint fisik yang tepat sesuai kebijakan institusi dapat dipertimbangkan jika sangat diperlukan untuk mencegah pasien menarik selang atau infus. Aktivitas dan mobilisasi pasien diawasi ketat, mungkin dengan bantuan alat bantu jalan atau bantuan perawat/fisioterapis. Manajemen kejang yang proaktif dengan pemberian obat antikonvulsan sesuai resep dan kesiapan alat suction serta airway di samping tempat tidur. Edukasi keluarga tentang pencegahan cedera di rumah dan selama rawat inap merupakan bagian integral dari intervensi ini.
Kode SIKI: 4160
Deskripsi : Pengelolaan Kejang: Intervensi ini ditujukan untuk melindungi pasien dari bahaya selama kejang dan meminimalkan komplikasi. Saat kejang terjadi, perawat memprioritaskan keselamatan pasien dengan membaringkannya di tempat yang aman, melonggarkan pakaian (terutama di area leher), dan memiringkan kepala untuk menjaga jalan napas. Perawat tidak memasukkan benda apapun ke dalam mulut pasien. Selama kejang, perawat akan mengamati dan mendokumentasikan karakteristik kejang: onset, durasi, bagian tubuh yang terlibat, gerakan mata, adanya inkontinensia, dan status kesadaran pasca-kejang (post-ictal). Memastikan oksigenasi yang adekuat dan siap melakukan suction jika diperlukan. Setelah kejang, perawat akan menilai kembali status neurologis pasien, memberikan ketenangan, dan menjelaskan kejadian kepada keluarga. Pemberian obat antikonvulsan secara tepat waktu dan pemantauan kadar obat dalam darah juga termasuk dalam intervensi ini untuk mencapai kontrol kejang yang optimal.
Kondisi: Tumor Otak Pediatrik
Kode SDKI: 1480
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tujuan keperawatan adalah mengurangi atau menghilangkan nyeri yang dialami pasien anak, yang sering kali disebabkan oleh peningkatan tekanan intrakranial, efek pasca-operasi, atau prosedur invasif. Nyeri pada anak dinilai menggunakan skala yang sesuai usia (seperti FLACC, Wong-Baker Faces, atau Numeric Rating Scale). Perawat akan mengelola nyeri dengan pendekatan farmakologis dan non-farmakologis. Pemberian analgesik sesuai resep (misalnya, parasetamol, NSAID, atau opioid untuk nyeri berat) dengan mempertimbangkan waktu puncak obat sebelum prosedur yang menyakitkan. Intervensi non-farmakologis seperti distraksi (bermain, menonton video), relaksasi, teknik napas dalam, sentuhan terapeutik, serta pengaturan lingkungan yang tenang dan nyaman sangat efektif. Posisi tubuh yang nyaman dan dukungan psikologis untuk mengurangi kecemasan juga dapat menurunkan persepsi nyeri. Evaluasi keefektifan intervensi nyeri dilakukan secara berkala dan dokumentasi yang akurat sangat penting untuk penyesuaian terapi.
Kode SIKI: 6540
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Intervensi spesifik ini mencakup serangkaian tindakan sistematis. Perawat pertama-tama mengkaji karakteristik nyeri (lokasi, intensitas, kualitas, durasi, faktor pencetus dan pereda) dengan bahasa yang dipahami anak. Penggunaan alat skrining nyeri yang valid untuk populasi pediatrik adalah kunci. Perawat kemudian merencanakan dan melaksanakan intervensi berdasarkan hasil pengkajian. Selain pemberian obat, perawat dapat menerapkan kompres hangat/dingin, masase lembut, atau guided imagery. Penting untuk melibatkan orang tua dalam memberikan kenyamanan karena kehadiran mereka adalah analgesik psikologis yang kuat. Perawat juga memantau efek samping terapi analgesik, khususnya depresi pernapasan pada pemberian opioid. Pendidikan kepada anak dan keluarga tentang cara melaporkan nyeri dan metode non-farmakologis yang dapat dilakukan mandiri sangat ditekankan untuk meningkatkan kemandirian dan kontrol terhadap nyeri.
-
Article No. 23269 | 12 Dec 2025
Klinis : Tumor otak pediatrik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Tumor Otak Pediatrik
Kode SDKI: 0019
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Manajemen Cairan
Kode SIKI: 3501
Deskripsi : Pemantauan Asupan dan Haluaran Cairan
Kondisi: Tumor Otak Pediatrik
Kode SDKI: 0020
Deskripsi Singkat: Risiko Cedera
Kode SLKI: 1901
Deskripsi : Pencegahan Cedera
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Pemantauan Tanda-Tanda Peningkatan Tekanan Intrakranial
Kondisi: Tumor Otak Pediatrik
Kode SDKI: 0065
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: 0713
Deskripsi : Manajemen Nyeri
Kode SIKI: 3210
Deskripsi : Pengkajian Nyeri Komprehensif
Kondisi: Tumor Otak Pediatrik
Kode SDKI: 0086
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: 2001
Deskripsi : Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Kode SIKI: 3404
Deskripsi : Pemantauan Tanda dan Gejala Infeksi
Kondisi: Tumor Otak Pediatrik
Kode SDKI: 0094
Deskripsi Singkat: Ansietas (pada Anak dan Keluarga)
Kode SLKI: 1410
Deskripsi : Manajemen Ansietas
Kode SIKI: 4504
Deskripsi : Pemberian Dukungan Emosional
-
Article No. 23270 | 12 Dec 2025
Klinis : Tumor otak untuk anak, pre op dan post op
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Tumor Otak pada Anak (Pre-Operasi dan Post-Operasi)
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Suhu Tubuh
Kode SLKI: 0710
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal. Kriteria Hasil: 1) Kulit hangat saat disentuh. 2) Suhu tubuh dalam rentang normal sesuai usia. 3) Tidak ada menggigil. 4) Tidak ada diaforesis (berkeringat berlebihan).
Kode SIKI: 0804
Deskripsi : Pemantauan Suhu. Tindakan Keperawatan: 1) Monitor suhu tubuh secara teratur sesuai kondisi klien. 2) Identifikasi faktor yang mempengaruhi perubahan suhu tubuh. 3) Lakukan tindakan untuk mempertahankan suhu lingkungan yang nyaman. 4) Berikan selimut hangat atau teknik pendinginan sesuai indikasi. 5) Kolaborasi pemberian terapi untuk mengatasi penyebab ketidakstabilan suhu tubuh. Penjelasan: Pada anak dengan tumor otak, khususnya pre-operasi, tumor dapat mengganggu fungsi hipotalamus yang merupakan pusat pengatur suhu tubuh, sehingga berisiko menyebabkan hipertermia. Pasca operasi, respon inflamasi dari pembedahan dan potensi perdarahan atau infeksi juga dapat menyebabkan ketidakstabilan suhu (baik hipertermia maupun hipotermia). Pemantauan ketat dan intervensi tepat diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti kejang atau peningkatan tekanan intrakranial yang dapat diperburuk oleh demam.
Kondisi: Tumor Otak pada Anak (Pre-Operasi dan Post-Operasi)
Kode SDKI: 0035
Deskripsi Singkat: Risiko Cedera
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Klien bebas dari cedera. Kriteria Hasil: 1) Tidak ada tanda-tanda cedera fisik. 2) Lingkungan aman dan bebas bahaya. 3) Menggunakan alat pelindung diri atau restraint sesuai indikasi. 4) Keluarga/ pengasuh memahami upaya pencegahan cedera.
Kode SIKI: 1001
Deskripsi : Pencegahan Cedera. Tindakan Keperawatan: 1) Identifikasi faktor risiko cedera pada klien (misal: penurunan kesadaran, kelemahan, kejang). 2) Pertahankan lingkungan yang aman (pinggiran tempat tidur terpasang, lantai tidak licin, pencahayaan adequate). 3) Awasi klien secara ketat, terutama saat agitasi atau penurunan kesadaran. 4) Ajarkan keluarga tentang pencegahan cedera. 5) Kolaborasi pemberian terapi antikejang jika diperlukan. Penjelasan: Pre-operasi, anak dengan tumor otak berisiko tinggi mengalami cedera akibat gejala seperti kejang, ataksia (gangguan keseimbangan), kelemahan anggota gerak, atau gangguan penglihatan. Pasca operasi, risiko cedera tetap tinggi karena efek anestesi, nyeri, kelemahan pasca bedah, potensi edema otak, atau defisit neurologis baru. Pencegahan cedera adalah prioritas mutlak untuk memastikan keselamatan anak selama masa kritis ini. Tindakan harus proaktif dengan modifikasi lingkungan dan pengawasan ketat oleh perawat dan keluarga.
Kondisi: Tumor Otak pada Anak (Pre-Operasi dan Post-Operasi)
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: 0101
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Kriteria Hasil: 1) Skala nyeri menurun. 2) Ekspresi wajah rileks. 3) Dapat beristirahat dengan tenang. 4) Melaporkan nyeri berkurang atau hilang.
Kode SIKI: 0201
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan Keperawatan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, intensitas, skala, karakter) dengan alat yang sesuai usia (FLACC, Wong-Baker Faces). 2) Berikan posisi yang nyaman dan dukungan fisik. 3) Lakukan distraksi atau terapi non-farmakologis lain (misal: teknik napas dalam, musik, sentuhan terapeutik). 4) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program terapi. 5) Evaluasi efektivitas dan efek samping intervensi nyeri. Penjelasan: Nyeri pada anak dengan tumor otak pre-operasi dapat berasal dari peningkatan tekanan intrakranial (nyeri kepala hebat, sering di pagi hari atau memburuk dengan batuk/beraktivitas). Pasca operasi, nyeri bersifat multifaktor: nyeri insisi bedah, nyeri kepala pasca kraniotomi, spasme otot leher, atau adanya drainase. Manajemen nyeri yang adekuat sangat penting tidak hanya untuk kenyamanan, tetapi juga untuk mempromosikan penyembuhan, mengurangi stres, dan mencegah komplikasi seperti hipertensi yang dapat memperburuk edema atau perdarahan otak. Pendekatan harus holistik, menggabungkan farmakologis dan non-farmakologis.
Kondisi: Tumor Otak pada Anak (Pre-Operasi dan Post-Operasi)
Kode SDKI: 0044
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: 1101
Deskripsi : Kontrol Infeksi. Kriteria Hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 2) Tidak ada tanda-tanda infeksi (rubor, kalor, dolor, tumor, functio laesa). 3) Hasil laboratorium dalam batas normal. 4) Luka bersih, kering, dan tidak ada drainage purulen.
Kode SIKI: 1201
Deskripsi : Pencegahan Infeksi. Tindakan Keperawatan: 1) Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan. 2) Pertahankan teknik aseptik dan steril pada perawatan luka, akses intravena, dan prosedur invasif. 3) Monitor tanda-tanda infeksi sistemik dan lokal (terutama di area luka operasi). 4) Lakukan perawatan luka sesuai protokol. 5) Kolaborasi pemberian antibiotik profilaksis atau terapeutik. Penjelasan: Risiko infeksi sangat signifikan pada fase post-operasi. Luka kraniotomi merupakan pintu masuk potensial bagi mikroorganisme ke dalam sistem saraf pusat, yang dapat menyebabkan infeksi serius seperti meningitis atau abses otak. Faktor risiko lain termasuk pemasangan drainase ventrikel atau lumbar, kateter urine, dan akses vaskular. Pada fase pre-operasi, risiko infeksi lebih terkait dengan kondisi umum yang mungkin menurun akibat penyakit atau terapi sebelumnya. Pencegahan infeksi memerlukan kewaspadaan dan disiplin tinggi dalam menerapkan prinsip aseptik pada setiap tindakan keperawatan.
Kondisi: Tumor Otak pada Anak (Pre-Operasi dan Post-Operasi)
Kode SDKI: 0018
Deskripsi Singkat: Kecemasan (pada anak/orang tua)
Kode SLKI: 0501
Deskripsi : Kontrol Kecemasan. Kriteria Hasil: 1) Ekspresi wajah rileks. 2) Melaporkan kecemasan berkurang. 3) Dapat beristirahat dengan cukup. 4) Kooperatif selama tindakan.
Kode SIKI: 0601
Deskripsi : Penurunan Kecemasan. Tindakan Keperawatan: 1) Kaji tingkat kecemasan anak dan orang tua. 2) Berikan informasi yang jujur dan sesuai usia/perkembangan anak tentang kondisi dan prosedur yang akan dijalani. 3) Dorong orang tua untuk terlibat dalam perawatan jika memungkinkan. 4) Ajarkan teknik relaksasi sederhana. 5) Rujuk ke tim pendukung (psikolog, pekerja sosial) jika diperlukan. Penjelasan: Diagnosis tumor otak dan prosedur operasi besar merupakan sumber kecemasan dan stres yang sangat besar bagi anak dan keluarganya. Kecemasan dapat bermanifestasi sebagai regresi perilaku, agitasi, ketakutan berpisah, atau gejala fisik pada anak. Orang tua mungkin mengalami ketakutan akan kematian, kecacatan anak, atau beban finansial. Kecemasan yang tidak terkelola dapat menghambat proses penyembuhan, mengurangi koping, dan mempengaruhi kepatuhan terhadap terapi. Peran perawat sangat penting dalam memberikan dukungan emosional, edukasi, dan menciptakan lingkungan terapeutik yang menenangkan. Komunikasi yang empatik dan informatif adalah kunci intervensi ini.
-
Article No. 23271 | 12 Dec 2025
Klinis : Tumor otak untuk anak, pre op
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Tumor Otak pada Anak, Pre-Operasi
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Perfusi Serebral: Tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk usia; status neurologis stabil (misalnya, tingkat kesadaran, ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik, fungsi sensorik) sesuai dengan kondisi dasar; tidak ada atau terkontrol peningkatan tekanan intrakranial (TIK).
Kode SIKI: 3501
Deskripsi : Pemantauan Neurologis: Kaji status neurologis secara teratur dan sistematis (tingkat kesadaran menggunakan skala yang sesuai usia seperti AVPU atau GCS pediatrik, ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik, fungsi sensorik, refleks). Observasi tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial (sakit kepala hebat, muntah proyektil, penurunan kesadaran, perubahan pola pernapasan, perubahan tanda vital seperti bradikardia dan hipertensi, pupil anisokor). Pantau dan catat tanda vital dengan ketat, termasuk tekanan darah, nadi, pernapasan, dan suhu. Pertahankan kepala tempat tidur pada posisi elevasi sesuai anjuran (biasanya 15-30 derajat) untuk memfasilitasi aliran balik vena dan menurunkan TIK. Hindari manuver yang dapat meningkatkan TIK seperti fleksi atau hiperekstensi leher, kompresi vena jugularis, mengejan (Valsalva), batuk kuat, atau posisi kepala yang datar. Kolaborasi dalam pemberian terapi osmotik (seperti manitol) atau kortikosteroid (seperti deksametason) sesuai resep untuk mengurangi edema serebral. Berikan oksigenasi yang adekuat untuk memastikan suplai oksigen ke otak. Minimalkan stimulasi lingkungan yang berlebihan (kebisingan, cahaya) dan lakukan perawatan dengan tenang. Ajarkan keluarga untuk mengenali tanda-tanda perburukan neurologis dan segera melaporkan. Lakukan pengkajian nyeri dan kelola nyeri secara efektif karena nyeri dapat meningkatkan TIK. Kolaborasi dalam pemantauan tekanan intrakranial invasif jika diperlukan.
Kode SDKI: 0028
Deskripsi Singkat: Ansietas (pada anak dan/atau keluarga)
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Ansietas: Melaporkan penurunan perasaan cemas; menunjukkan perilaku dan tanda fisiologis yang menurun (misalnya, tidak gelisah, pola tidur dan makan membaik, tanda vital dalam rentang normal).
Kode SIKI: 4510
Deskripsi : Pengurangan Ansietas: Bangun hubungan saling percaya dengan anak dan keluarga. Kaji tingkat ansietas, sumber ketakutan, dan mekanisme koping yang biasa digunakan. Berikan informasi yang jujur, jelas, dan sesuai usia anak tentang penyakit, prosedur pre-operasi, dan apa yang akan dialami, menggunakan bahasa yang sederhana dan alat bantu visual jika memungkinkan. Dorong anak dan keluarga untuk mengungkapkan perasaan, pertanyaan, dan kekhawatiran. Validasi perasaan mereka dan berikan dukungan emosional. Ajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam, distraksi (misalnya, bermain, mendongeng, menonton video), dan imajinasi terbimbing sesuai usia. Fasilitasi kenyamanan melalui sentuhan terapeutik, keberadaan yang menenangkan, dan pengaturan lingkungan yang tenang. Libatkan orang tua dalam perawatan sebanyak mungkin untuk memberikan rasa aman pada anak. Kolaborasi dengan tim play therapy atau child life specialist untuk membantu anak memproses pengalaman melalui bermain. Bantu keluarga mengidentifikasi dan memobilisasi sumber dukungan sosial dan spiritual. Berikan penjelasan tentang peran perawat dan tim kesehatan lainnya untuk mengurangi ketidakpastian. Observasi dan dokumentasi respons emosional serta efektivitas intervensi yang diberikan.
Kode SDKI: 0034
Deskripsi Singkat: Risiko Cedera
Kode SLKI: 2002
Deskripsi : Kontrol Risiko Cedera: Lingkungan aman; tidak terjadi cedera (misalnya, jatuh, trauma, kejang tidak terkontrol).
Kode SIKI: 6540
Deskripsi : Pencegahan Cedera: Lakukan pengkajian risiko jatuh dan kejang secara komprehensif, pertimbangkan defisit neurologis, penurunan kesadaran, dan efek samping obat. Pasang side rail tempat tidur selalu dalam posisi terangkat dan pastikan lingkungan sekitar tempat tidur bebas dari bahaya tersandung. Tempatkan pasien di ruangan yang mudah diawasi. Gunakan restraint yang aman dan sesuai kebijakan hanya jika benar-benar diperlukan untuk mencegah pasien menarik alat atau cedera, dan evaluasi secara berkala. Jika ada risiko kejang, pastikan alat hisap dan airway tersedia di dekat tempat tidur. Ajarkan keluarga tentang tindakan pertama saat kejang (melindungi kepala, memiringkan posisi, tidak memasukkan apa pun ke mulut). Kolaborasi dalam pemberian terapi antikonvulsan sesuai resep dan pantau efek serta efek sampingnya. Bantu pasien dalam mobilisasi, jangan biarkan pasien dengan penurunan kesadaran atau kelemahan tanpa pengawasan. Gunakan alas lantai anti-slip di kamar mandi. Atur pencahayaan yang cukup, terutama di malam hari. Berikan edukasi pada keluarga tentang pentingnya pengawasan terus-menerus dan faktor risiko cedera yang spesifik pada kondisi anak mereka. Pantau dan catat setiap episode kejang atau kejadian hampir cedera untuk evaluasi lebih lanjut.
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: 1001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Melaporkan nyeri terkontrol; menunjukkan perilaku nyeri menurun (misalnya, tidak menangis, dapat beristirahat, ekspresi wajah rileks).
Kode SIKI: 2810
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Kaji nyeri secara komprehensif menggunakan skala nyeri yang sesuai usia (FLACC, Wong-Baker Faces, Numeric Rating Scale) meliputi lokasi, intensitas, karakter, durasi, faktor pencetus dan pereda. Observasi tanda perilaku nyeri pada anak yang belum bisa verbal (menangis, gelisah, ekspresi wajah menyeringai, postur tubuh melindungi). Berikan intervensi non-farmakologis seperti distraksi (bermain, musik, video), relaksasi, kompres hangat/dingin sesuai indikasi, reposisi yang nyaman, dan sentuhan terapeutik. Kolaborasi dalam pemberian analgesik sesuai resep (misalnya, parasetamol, NSAID, atau opioid untuk nyeri berat), perhatikan dosis berdasarkan berat badan dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya. Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung istirahat. Edukasi anak dan keluarga tentang pentingnya melaporkan nyeri dan metode non-farmakologis yang dapat dilakukan. Lakukan reassessment nyeri setelah intervensi (misalnya, 30 menit setelah pemberian obat parenteral atau 1 jam setelah oral) dan dokumentasi respons. Kelola faktor yang dapat memperberat nyeri seperti ansietas atau ketakutan dengan pendekatan psikologis. Kolaborasi dengan tim medis jika nyeri tidak terkontrol dengan regimen yang ada.
Kode SDKI: 0025
Deskripsi Singkat: Defisit Pengetahuan (pada keluarga) mengenai kondisi, prosedur, dan perawatan
Kode SLKI: 1802
Deskripsi : Pengetahuan: Penyakit dan Prognosis: Menyatakan pemahaman tentang penyakit, rencana tindakan, dan prognosis.
Kode SIKI: 5520
Deskripsi : Edukasi Pasien: Kaji tingkat pengetahuan, kesiapan belajar, dan preferensi metode belajar keluarga. Berikan penjelasan tentang tumor otak secara sederhana, tujuan pembedahan, dan manfaatnya. Jelaskan tahapan persiapan pre-operasi (puasa, pemeriksaan penunjang, premedikasi). Jelaskan apa yang akan terjadi pada hari operasi (proses masuk ke kamar operasi, anestesi, durasi perkiraan). Informasikan tentang perawatan pasca operasi yang akan dialami anak (adanya perban, alat monitor, kemungkinan nyeri, dan observasi neurologis intensif). Ajarkan keluarga tanda-tanda komplikasi yang perlu dilaporkan segera baik pre maupun pasca operasi (perubahan kesadaran, kejang, muntah proyektil, demam, keluarnya cairan dari luka). Gunakan metode edukasi yang variatif seperti ceramah, diskusi, brosur, atau model anatomi. Berikan kesempatan untuk bertanya dan klarifikasi. Libatkan keluarga dalam perawatan sederhana jika memungkinkan untuk meningkatkan rasa percaya diri. Evaluasi pemahaman keluarga dengan meminta mereka mengulang informasi atau demonstrasi. Berikan dukungan emosional selama proses edukasi karena informasi yang banyak dapat meningkatkan ansietas. Kolaborasi dengan tim dokter untuk penjelasan medis yang lebih detail. Dokumentasi topik yang telah diberikan dan respons keluarga.
-
Article No. 23272 | 12 Dec 2025
Klinis : Tumor otak pediatrik, ambik 3 diagnosa, salah satunya nyeri kronik, 2 lainnya?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Tumor Otak Pediatrik (Nyeri Kronis)
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Nyeri kronis adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang berlangsung atau berulang lebih dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengurangi atau meringankan nyeri. Pada pasien anak dengan tumor otak, nyeri kronis dapat bersifat multifaktorial, berasal dari tekanan tumor pada struktur intrakranial yang sensitif, peningkatan tekanan intrakranial, atau sebagai efek samping pengobatan. SLKI ini mencakup serangkaian intervensi yang bertujuan untuk mengelola nyeri secara komprehensif. Fokus utamanya adalah melakukan penilaian nyeri yang akurat dan berkelanjutan menggunakan skala yang sesuai usia (seperti FLACC, Wong-Baker FACES, atau skala numerik), karena anak sering kali kesulitan mengkomunikasikan nyeri mereka. Intervensi meliputi pemberian analgesik sesuai protokol, baik farmakologis (seperti opioid atau non-opioid) maupun non-farmakologis. Teknik non-farmakologis sangat krusial pada anak, termasuk distraksi (permainan, menonton video), relaksasi, terapi musik, sentuhan terapeutik, serta manajemen lingkungan yang nyaman (pengaturan cahaya, suhu, kebisingan). Edukasi dan dukungan kepada keluarga juga merupakan bagian integral, mengajarkan mereka cara mengenali tanda nyeri pada anak, teknik penanganan non-farmakologis di rumah, dan pentingnya kepatuhan terhadap regimen obat. Tujuan akhirnya adalah meminimalkan pengalaman nyeri, meningkatkan kenyamanan, dan mempertahankan fungsi serta kualitas hidup anak sebisa mungkin selama perjalanan penyakitnya.
Kode SIKI: I.14079
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Tindakan keperawatan spesifik yang dilakukan perawat. Intervensi ini dimulai dengan penilaian komprehensif yang mencakup karakteristik nyeri (lokasi, intensitas, kualitas, durasi), faktor pemicu dan pereda, serta respons emosional dan perilaku anak. Perawat akan mendokumentasikan hasil penilaian secara teratur. Selanjutnya, perawat mengelola pemberian analgesik sesuai resep dokter, memantau efektivitas dan efek sampingnya (seperti sedasi, konstipasi, mual). Secara paralel, perawat menerapkan dan mengajarkan teknik non-farmakologis, seperti memandu anak melalui latihan napas dalam, imajinasi terbimbing, atau memberikan terapi sentuhan. Perawat juga memfasilitasi distraksi yang sesuai dengan usia dan kondisi anak. Penting bagi perawat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung, mengurangi stresor, dan memposisikan anak dengan nyaman untuk mengurangi ketegangan. Kolaborasi dengan tim medis, terapis, dan keluarga adalah kunci. Perawat mendidik orang tua tentang rencana manajemen nyeri, tanda-tanda yang harus diwaspadai, dan kapan harus mencari bantuan. Evaluasi berkelanjutan terhadap respons anak terhadap intervensi yang diberikan menjadi dasar untuk penyesuaian rencana perawatan, memastikan pendekatan yang dinamis dan individual.
Kondisi: Tumor Otak Pediatrik (Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi)
Kode SDKI: D.0026
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakseimbangan nutrisi adalah keadaan rentan terhadap asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan.
Kode SLKI: L.03008
Deskripsi : Status Nutrisi: Pencapaian keseimbangan antara asupan nutrisi dengan kebutuhan metabolik tubuh. Pada anak dengan tumor otak, risiko ketidakseimbangan nutrisi sangat tinggi akibat berbagai faktor. Tumor dan peningkatan tekanan intrakranial dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, dan anoreksia yang menurunkan asupan. Efek samping terapi (kemoterapi, radiasi) sering memperburuk gejala gastrointestinal. Selain itu, kondisi hipermetabolik akibat penyakit dan kebutuhan energi untuk penyembuhan meningkatkan kebutuhan nutrisi. SLKI ini bertujuan untuk mempertahankan atau mencapai status gizi yang optimal. Intervensi dimulai dengan pemantauan ketat parameter nutrisi: pengukuran berat badan dan tinggi badan/panjang badan secara serial, pengukuran lingkar lengan atas, dan penilaian asupan diet harian. Perawat berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menghitung kebutuhan kalori, protein, dan mikronutrien sesuai usia dan kondisi. Manajemen gejala seperti pemberian antiemetik sebelum kemoterapi, menyajikan makanan dalam porsi kecil namun sering, dan memodifikasi tekstur makanan sesuai toleransi adalah hal mendasar. Jika asupan oral tidak mencukupi, perawat dapat terlibat dalam pemberian nutrisi enteral (melalui selang NG atau PEG) sesuai instruksi. Edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya nutrisi, strategi meningkatkan asupan, dan perawatan alat bantu nutrisi sangat penting. Tujuannya adalah mencegah malnutrisi, mempertahankan massa tubuh tanpa lemak, mendukung fungsi imun, dan memungkinkan anak menjalani terapi dengan kekuatan yang lebih baik.
Kode SIKI: I.01170
Deskripsi : Manajemen Nutrisi: Tindakan keperawatan untuk memastikan kecukupan nutrisi. Perawat melakukan skrining nutrisi awal dan penilaian yang berkelanjutan. Tindakan spesifik termasuk menimbang berat badan dengan teknik yang konsisten, mendokumentasikan asupan dan output, serta mengobservasi tanda klinis malnutrisi (kelemahan, edema, kulit kering). Perawat memfasilitasi lingkungan makan yang menyenangkan dan bebas stres, membantu anak dalam makan jika diperlukan, dan memastikan kebersihan mulut sebelum dan sesudah makan untuk meningkatkan nafsu makan. Perawat mengelola terapi nutrisi tambahan atau khusus, memantau toleransi pemberian makanan enteral (seperti sisa lambung, distensi abdomen), dan merawat selang pemberian makanan. Manajemen gejala seperti mual dan muntah dilakukan melalui pemberian obat, teknik relaksasi, dan menghindari bau yang memicu. Perawat juga memberikan konseling gizi dasar kepada keluarga, merekomendasikan makanan padat kalori dan protein, serta memantau kepatuhan terhadap rekomendasi diet. Kolaborasi dengan ahli gizi dan dokter diperlukan untuk menyesuaikan rencana nutrisi berdasarkan respons anak. Evaluasi efektivitas intervensi dilakukan melalui tren berat badan, data asupan, dan parameter laboratorium (seperti albumin, hemoglobin).
Kondisi: Tumor Otak Pediatrik (Risiko Cedera)
Kode SDKI: D.0064
Deskripsi Singkat: Risiko cedera adalah keadaan rentan terhadap kerusakan fisik akibat interaksi dengan sumber energi (termis, mekanis, listrik, kimia) yang melebihi ambang batas pertahanan tubuh.
Kode SLKI: L.19001
Deskripsi : Kontrol Risiko: Tindakan untuk mencegah atau mengurangi ancaman bahaya. Pada anak dengan tumor otak, risiko cedera meningkat secara signifikan karena manifestasi neurologis dari penyakitnya. Tumor dapat menyebabkan gejala seperti kejang, ataksia (gangguan keseimbangan dan koordinasi), kelemahan motorik, penurunan kesadaran, gangguan penglihatan, dan sakit kepala hebat. Gejala-gejala ini membuat anak rentan terjatuh, terbentur, atau mengalami kecelakaan lainnya. SLKI ini berfokus pada penciptaan lingkungan yang aman dan pengawasan yang ketat untuk mencegah cedera. Intervensi utamanya meliputi penilaian risiko jatuh yang komprehensif menggunakan alat skrining yang sesuai pediatri, dan penilaian neurologis berkala (tingkat kesadaran, kekuatan motorik, koordinasi, tanda peningkatan TIK). Berdasarkan penilaian, tindakan keselamatan spesifik diterapkan: menggunakan penghalang tempat tidur, menjaga tempat tidur dalam posisi rendah, memastikan area di sekitar tempat tidur bebas dari barang berbahaya, dan menyediakan pencahayaan yang memadai. Jika anak mengalami ataksia atau kelemahan, bantuan dalam mobilitas dan penggunaan alat bantu jalan mungkin diperlukan. Manajemen kejang adalah komponen kritis, termasuk memastikan tersedianya obat anti-kejang, melonggarkan pakaian saat kejang, dan melindungi kepala dari benturan. Edukasi kepada pengasuh dan keluarga tentang mengenali tanda-tanda bahaya (seperti perubahan status neurologis), teknik pengawasan yang aman, dan modifikasi lingkungan rumah sangat penting. Tujuannya adalah meminimalkan kejadian cedera fisik, mempertahankan integritas kulit dan jaringan, serta memastikan keselamatan anak selama perawatan.
Kode SIKI: I.19064
Deskripsi : Pencegahan Jatuh: Tindakan keperawatan untuk meminimalkan faktor risiko jatuh. Perawat secara proaktif mengidentifikasi faktor risiko intrinsik (gejala neurologis, pengobatan sedatif) dan ekstrinsik (lantai licin, peralatan medis). Tindakan spesifik termasuk mengorientasikan anak dan keluarga terhadap lingkungan, menempatkan bel pemanggil dalam jangkauan, menggunakan alas kaki anti-slip, dan memasang tanda "risiko jatuh" di area perawatan anak. Perawat memastikan barang-barang pribadi berada dalam jangkauan yang aman dan merapikan kabel atau peralatan. Pengawasan yang meningkat diperlukan selama anak ke toilet atau berpindah tempat. Perawat juga melatih anak dan keluarga tentang teknik berpindah posisi yang aman. Dokumentasi
Article No. 23273 | 12 Dec 2025
Klinis : pasien terpasang ngt dengan produk berwarna hitam dan bising usus 9x/mnt
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan berat badan, penurunan massa otot, dan penurunan daya tahan tubuh yang terkait dengan ketidakmampuan mencerna atau menyerap nutrisi secara adekuat akibat faktor internal atau eksternal.
Kode SLKI: L.03102
Deskripsi : Status nutrisi membaik. Kriteria hasil: 1) Asupan nutrisi oral sesuai kebutuhan, 2) Berat badan stabil atau meningkat mencapai target, 3) Nilai laboratorium terkait nutrisi dalam batas normal, 4) Tidak menunjukkan tanda malnutrisi (seperti kelemahan otot, edema, kulit kering).
Kode SIKI: I.13270
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Intervensi keperawatan: 1) Kaji faktor penyebab risiko ketidakseimbangan nutrisi, termasuk kondisi yang mempengaruhi absorbsi (seperti keluarnya produk berwarna hitam yang mengindikasikan perdarahan saluran cerna bagian atas). 2) Monitor tanda-tanda klinis malnutrisi dan perdarahan (seperti kelemahan, pucat, takikardia, melena). 3) Hitung kebutuhan kalori, protein, dan cairan harian pasien secara komprehensif. 4) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan komposisi dan formula nutrisi yang tepat sesuai kondisi pasien dan toleransi. 5) Lakukan pemberian nutrisi enteral melalui NGT sesuai protokol (posisi kepala elevasi 30-45 derajat, periksa residu lambung, atur kecepatan pemberian). 6) Observasi dan catat karakteristik aspirat NGT (warna, volume, konsistensi), dan waspadai aspirat berwarna hitam atau kopi yang menandakan perdarahan. 7) Auskultasi bising usus secara teratur (bising usus 9x/menit dalam rentang normal, menunjukkan motilitas usus ada) untuk menilai kesiapan dan toleransi pemberian nutrisi enteral. 8) Monitor dan dokumentasi keseimbangan cairan, berat badan harian, serta pemeriksaan laboratorium (seperti hemoglobin, albumin, elektrolit). 9) Lakukan perawatan dan fiksasi NGT untuk mencegah iritasi dan dislodgement. 10) Berikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang tujuan, prosedur, dan tanda komplikasi pemberian nutrisi enteral.
Article No. 23274 | 12 Dec 2025
Klinis : Anamnesa (S) Pasien datang dengan keluhan kejang 1-2 menit di rumah. di rumah diberikan stesolid per rectal, demam hari pertama, mulai 6 jam SMRS. r/w ok/jang sebelumnya. di Pemeriksaan Fisik (O) T 40.5 Kepala : DBN Mata : DBN Hidung : DBN Mulut : DBN Telinga : DBN Leher : DBN Thorax : Ronkhi i/+ Paru : DBN Jantung : DBN Punggung : DBN Abdomen : DBN Ekstremitas : DBN Diagnosa (A) KDS, bronkopneumonia Daftar Masalah Tindakan (P) IVFD D5 1/2 NS 12 tpm Ijn Paracetamol 150 mg Edukasi Time Out Planning Terapi 11 December 2025 23:11:17 Catatan: DBN umumnya singkatan dari "Dalam Batas Normal". T 40.5 mengacu pada suhu tubuh 40.5 derajat Celsius. Ronkhi i/+ Paru menunjukkan adanya ronkhi (suara napas tambahan, biasanya kasar) pada paru-paru. KDS kemungkinan singkatan dari Kejang Demam Sederhana atau Kejang Demam. SMRS singkatan dari Sebelum Masuk Rumah Sakit. IVFD D5 1/2 NS 12 tpm adalah instruksi pemberian cairan infus. Ijn Paracetamol 150 mg adalah instruksi pemberian obat Paracetamol (intravena/suntikan).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Termoregulasi dan Risiko Komplikasi Kejang Demam pada Anak dengan Bronkopneumonia
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Termoregulasi adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami ketidakmampuan mempertahankan suhu tubuh dalam batas normal. Pada kasus ini, pasien anak dengan bronkopneumonia datang dengan suhu tubuh sangat tinggi (hipertermia) 40.5°C yang merupakan faktor pemicu utama kejang demam. Hipertermia ini disebabkan oleh proses infeksi (bronkopneumonia) yang mengganggu pusat termoregulasi di hipotalamus. Kondisi ini berisiko menimbulkan komplikasi lebih lanjut seperti dehidrasi, kejang berulang, dan gangguan metabolisme jika tidak segera ditangani. Fokus diagnosa ini adalah pada faktor risiko dan upaya pencegahan komplikasi akibat ketidakseimbangan termoregulasi.
Kode SLKI: 1400
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Tindakan keperawatan ini meliputi serangkaian intervensi untuk memantau dan menurunkan suhu tubuh yang meningkat. Pada pasien ini, SLKI akan mencakup: (1) Memantau suhu tubuh secara berkala (setiap 2-4 jam atau sesuai kondisi) untuk menilai tren dan respons terhadap terapi. (2) Memberikan terapi antipiretik (Paracetamol 150 mg IV) sesuai instruksi dokter untuk menurunkan titik setel suhu di hipotalamus. (3) Memberikan tindakan pendinginan konduktif seperti kompres hangat (bukan dingin) di daerah lipatan pembuluh darah besar (aksila, lipat paha) dan dahi untuk meningkatkan pelepasan panas dari tubuh. (4) Mengatur lingkungan yang nyaman, sirkulasi udara baik, dan menggunakan pakaian yang menyerap keringat serta tipis. (5) Memenuhi kebutuhan cairan dengan pemberian IVFD D5 1/2 NS untuk mencegah dehidrasi akibat peningkatan penguapan dan berkeringat. Tujuan akhir SLKI ini adalah mencapai dan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal untuk mencegah kejang berulang.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Pemantauan Tanda-Tanda Kejang. Intervensi ini sangat kritis mengingat pasien memiliki riwayat kejang demam. SIKI meliputi: (1) Melakukan observasi ketat terhadap tanda prodromal kejang seperti mata mendelik, kedutan otot wajah atau anggota gerak, perubahan kesadaran, atau tangisan tiba-tiba. (2) Memastikan kesiapan alat dan obat emergency (seperti stesolid rectal) di dekat pasien. (3) Melakukan time out dan edukasi kepada keluarga tentang langkah-langkah yang harus dilakukan jika kejang terjadi di rumah sakit, seperti membaringkan pasien di tempat aman, memiringkan posisi, tidak memasukkan apapun ke dalam mulut, serta segera memanggil perawat. (4) Memantau durasi dan karakteristik kejang jika terjadi (gerakan tonik-klonik, fokal, atau absence). (5) Memantau tanda-tanda pasca kejang (post-iktal) seperti lemas, mengantuk, bingung, atau sakit kepala. (6) Melindungi pasien dari cedera selama kejang dengan memasang pengaman di tempat tidur (jangka pendek jika diperlukan) dan menjauhkan benda keras. Intervensi ini bertujuan untuk mendeteksi dini, mencegah cedera, dan memberikan penanganan segera jika kejang terjadi.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280