Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23285 | 14 Dec 2025
Klinis : Pasien datang dengan keluhan sesak nafas yang memberat sejak tadi malam (12 jam smrs) muntah 1 x, bab bak normal. dm gds 226 jantung: sejak mei 2024 ranap di rssp jantung pulang kemaren tgl 13 desember 2025 KU lemah, CM TD: 101/76 HR: 85 x/m RR: 24 x/m SB: 36 C SpO2: 90% on room air Mata : CA -/-, SI -/- Thorax : SDV menurun +/+, RBH +/+, RBK -/-, WH -/- BJ I-II, irreguler, bising (+) Abdomen :supel, BU (+), NT (-) Ekstremitas : Akral dingin +/+, edem -/- A : Chest discomfort Riw jantung Riw DM O2 NK 3-5 lpm Aspilet 1x80 mg CPG 1x75 mg Atorvastatin 1x40 mg Inj. Furosemide 2 amp extra -> lanjut SP 10 mg/jam Inj. Ranitidine 1 amp/12 jam Spironolakton 1x25 mg Bisoprolol 1x2.5 mg Ramipril 1x2.5 mg Cek CKMB, elektrolit
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Pertukaran Gas. Tujuan: Pasien menunjukkan pertukaran gas yang adekuat, dibuktikan dengan status oksigenasi dan ventilasi yang membaik. Kriteria hasil mencakup: 1) Status pernapasan dalam rentang normal yang diharapkan (frekuensi, irama, kedalaman). 2) Bunyi napas bersih/jelas pada kedua lapang paru. 3) Status mental dalam rentang normal. 4) Gas darah arteri dalam rentang normal. 5) Saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang normal. 6) Tidak ada sianosis. 7) Tidak ada dispnea atau distress pernapasan. Pada pasien ini, tujuan utamanya adalah meningkatkan SpO2 dari 90% (hipoksemia) ke target >94-95%, menurunkan frekuensi pernapasan (tachypnea 24x/menit), dan menghilangkan bunyi ronki basah halus (RBH +/+) yang mengindikasikan kongesti paru.
Kode SIKI: 2010
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi: Mempertahankan jalan napas paten dan bersih. Aktivitas keperawatan meliputi: 1) Memonitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, upaya, penggunaan otot bantu). 2) Memonitor bunyi napas untuk mendeteksi adanya suara tambahan seperti ronki, mengi, atau penurunan bunyi napas. 3) Memonitor status oksigenasi melalui SpO2 dan tanda klinis sianosis. 4) Memberikan terapi oksigen sesuai program (O2 NK 3-5 lpm) dan memantau efektivitasnya. 5) Mengatur posisi pasien untuk memaksimalkan ekspansi dada (misalnya, posisi semi-Fowler tinggi). 6) Melakukan fisioterapi dada jika diperlukan dan sesuai kondisi pasien. 7) Mengajarkan teknik batuk efektif dan napas dalam. 8) Memastikan lingkungan yang nyaman dan mendukung upaya pernapasan. 9) Kolaborasi pemberian obat bronkodilator atau diuretik (seperti Furosemide yang sudah diresepkan) untuk mengurangi kongesti paru. 10) Memantau respons terhadap terapi dan melaporkan perubahan yang tidak diinginkan.
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Curah jantung tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : Status Sirkulasi. Tujuan: Pasien menunjukkan peningkatan status sirkulasi dan curah jantung yang adekuat. Kriteria hasil mencakup: 1) Tekanan darah dalam rentang normal yang diharapkan. 2) Denyut nadi dalam rentang normal, kuat, dan reguler. 3) Warna dan kehangatan kulit dalam rentang normal. 4) Pengisian kapiler < 3 detik. 5) Haluaran urine adekuat (>0,5 mL/kgBB/jam). 6) Status mental dalam rentang normal. 7) Tidak ada nyeri dada. Pada pasien ini, tujuan spesifik adalah mempertahankan tekanan darah yang adekuat (TD 101/76 cenderung rendah), memantau irama jantung yang ireguler dan adanya bising, meningkatkan kehangatan akral (akral dingin +/+), serta memastikan respons terhadap terapi diuretik dan inotropik/vasodilator (Ramipril, Bisoprolol).
Kode SIKI: 0802
Deskripsi : Manajemen Curah Jantung. Intervensi: Meningkatkan aliran darah dan tekanan untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Aktivitas keperawatan meliputi: 1) Memonitor tanda-tanda vital (TD, Nadi, RR) secara berkala, khususnya tekanan darah sebelum pemberian obat antihipertensi/penurun afterload seperti Ramipril. 2) Memonitor irama dan frekuensi jantung, serta mendokumentasikan adanya kelainan seperti ireguler dan bising. 3) Memonitor status perfusi perifer (warna, suhu, pengisian kapiler, nadi perifer) dan neurologis. 4) Mengatur keseimbangan cairan (intake-output) secara ketat, terutama dengan pemberian diuretik (Furosemide drip dan Spironolakton). 5) Memberikan terapi obat sesuai program (termasuk Aspilet, CPG, Atorvastatin, Bisoprolol, Ramipril) dan memantau efek serta efek sampingnya. 6) Mengkolaborasi pemantauan hemodinamik lebih lanjut jika diperlukan. 7) Mengajarkan pasien untuk melaporkan segera jika muncul nyeri dada, sesak napas memberat, atau palpitasi. 8) Mempertahankan tirah baring atau aktivitas terbatas sesuai toleransi untuk mengurangi beban kerja jantung. 9) Memberikan dukungan psikologis untuk mengurangi kecemasan yang dapat memperberat beban jantung.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: 0301
Deskripsi : Aktivitas. Tujuan: Pasien dapat melakukan aktivitas secara bertahap sesuai dengan toleransi tanpa menimbulkan gejala. Kriteria hasil mencakup: 1) Melaporkan peningkatan toleransi aktivitas. 2) Menunjukkan penurunan tanda-tanda intoleransi aktivitas (seperti takikardia, takipnea, hipotensi, kelelahan ekstrem, sesak napas). 3) Mampu melakukan aktivitas perawatan diri sesuai tingkat kemampuannya. 4) Mematuhi program latihan atau aktivitas yang ditetapkan. Pada pasien dengan kondisi lemah, sesak napas, dan riwayat gagal jantung, tujuan awal adalah pasien dapat melakukan aktivitas dasar (misalnya, makan, BAB/BAK) tanpa distress pernapasan yang memberat, serta tanda vital stabil selama aktivitas.
Kode SIKI: 0201
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi: Mengatur energi untuk memperlancar penyembuhan dan aktivitas yang diperlukan. Aktivitas keperawatan meliputi: 1) Memonitor respons pasien terhadap aktivitas (perubahan TD, HR, RR, SpO2, dan keluhan sesak/lelah). 2) Mengatur jadwal aktivitas yang seimbang dengan istirahat. 3) Membantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan untuk menghemat energi. 4) Mengajarkan teknik penghematan energi (misalnya, duduk saat mandi, istirahat antaraktivitas). 5) Meningkatkan aktivitas secara bertahap sesuai kondisi dan program rehabilitasi jantung jika ada. 6) Memastikan lingkungan yang aman dan mendukung untuk mencegah cedera akibat kelemahan. 7) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memastikan asupan nutrisi yang mendukung peningkatan energi tanpa memberatkan jantung dan memperburuk gula darah (GDS 226). 8) Memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya keseimbangan aktivitas dan istirahat.
-
Article No. 23287 | 14 Dec 2025
Klinis : penurunan kesadaran KU lemah, E2V3M4 TD 125/66 mmHg N 110x/menit R 32 x/menit S 36,7 c SpO2 97 % on NC 5 lpm mata: CA -/-, SI -/- mulut: lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-), deviasi lidah (-) N. XII thorax: simetris, retraksi (-) jantung: S1S2 regular, murmur (-), gallop (-) paru: SDV +/+, rbh -/-, rbk -/-, wheezing -/- abdomen: supel, BU + menurun, timpani +, NT (-) ext atas: akral hangat +/+, oedem -/-, lateralisasi sinistra ext bawah: akral hangat +/+, oedem -/-, Refleks fisiologis +1/+1/+1/+1 Refleks patologis : -/-/+/+ NIHSS : 23 -23 CT Scan Kesan : - Infark cerebri di lobus frontotemporalis dextra Rontgen thorax: Kesan : - Cardiomegali dan Pulmo normal - Elongatio aortae
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Gangguan Kesadaran) pada Pasien Stroke Iskemik dengan Komplikasi Neurologis dan Kardiorespirasi
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Gangguan Kesadaran didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana individu mengalami penurunan, perubahan, atau fluktuasi dalam kesadaran terhadap diri dan lingkungannya. Kondisi ini ditandai dengan penurunan respons terhadap rangsangan, disorientasi, dan penurunan kemampuan kognitif. Pada kasus ini, pasien dengan skor GCS E2V3M4 (total 9) menunjukkan penurunan kesadaran sedang, didukung oleh temuan CT Scan infark serebri di lobus frontotemporalis kanan dan skor NIHSS 23 yang menunjukkan defisit neurologis berat. Penurunan kesadaran ini merupakan manifestasi langsung dari gangguan fungsi otak akibat iskemia, yang memengaruhi sistem aktivasi retikularis dan area kortikal. Selain itu, faktor komorbid seperti kardiomegali dapat memperburuk perfusi serebral, memperparah gangguan kesadaran. Gangguan ini berdampak pada semua aspek kehidupan pasien, termasuk kemampuan untuk melindungi diri, berkomunikasi, dan memenuhi kebutuhan dasar, sehingga memerlukan intervensi keperawatan yang komprehensif dan monitoring ketat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti aspirasi, infeksi, atau peningkatan tekanan intrakranial.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : SLKI 0901 bertujuan untuk meningkatkan atau mempertahankan tingkat kesadaran. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: (1) Memonitor dan mendokumentasikan status neurologis secara berkala (GCS, pupil, tanda vital, refleks patologis seperti Babinski positif yang ditemukan) untuk mendeteksi perubahan dini. (2) Mempertahankan jalan napas paten dengan posisi semi-fowler, suctioning sesuai kebutuhan, dan mempertahankan oksigenasi (SpO2 >95%) dengan terapi oksigen nasal kanul 5 lpm. (3) Meminimalkan stimulasi lingkungan yang berlebihan untuk mencegah agitasi dan peningkatan metabolisme serebral. (4) Melakukan stimulasi sensori yang terarah dan bermakna, seperti memanggil nama pasien, sentuhan, dan orientasi terhadap waktu, tempat, dan orang. (5) Memonitor dan mengelola faktor-faktor yang dapat memperburuk kesadaran, seperti keseimbangan cairan-elektrolit, gula darah, dan perfusi serebral yang adekuat dengan mempertahankan tekanan darah dalam rentang yang ditentukan. (6) Kolaborasi dalam pemberian terapi medis sesuai indikasi (seperti trombolitik, neuroprotektor, atau manajemen gagal jantung akibat kardiomegali) untuk mengatasi penyebab dasar. (7) Melindungi pasien dari cedera akibat penurunan kesadaran, seperti menggunakan pagar tempat tidur dan menghindari restraint. Tujuan akhir adalah tercapainya peningkatan skor GCS dan penurunan skor NIHSS, serta tidak terjadinya komplikasi sekunder akibat imobilisasi dan penurunan kesadaran.
Kode SIKI: 0901
Deskripsi : SIKI 0901 berfokus pada tindakan-tindakan spesifik yang dilakukan perawat untuk mencapai SLKI. Tindakan-tindakan tersebut meliputi: (1) Pengkajian Neurologis: Melakukan pemeriksaan GCS (E2V3M4) setiap jam atau sesuai protokol, memeriksa reaksi pupil (isokor), memantau refleks patologis (Babinski), dan menilai kekuatan motorik (lateralisasi sinistra). (2) Manajemen Jalan Napas dan Oksigenasi: Memastikan kanul oksigen terpasang dengan baik dan aliran 5 lpm, memantau SpO2 secara kontinu, melakukan auskultasi paru (SDV +/+) untuk mendeteksi kongesti, serta memposisikan kepala agak elevasi 30 derajat. (3) Pemantauan Hemodinamik dan Sistemik: Memantau tanda vital (TD, Nadi, RR, Suhu) setiap jam, mengobservasi pola napas (takipnea 32x/menit) untuk mendeteksi distress pernapasan atau peningkatan tekanan intrakranial. Memonitor output urine dan status hidrasi (mukosa bibir). (4) Intervensi Keamanan dan Pencegahan Komplikasi: Melakukan perubahan posisi pasien setiap 2 jam untuk mencegah dekubitus, melakukan latihan rentang gerak pasif pada ekstremitas yang lemah (lateralisasi sinistra), dan menjaga kulit tetap bersih dan kering. (5) Stimulasi dan Komunikasi: Berbicara dengan suara tenang dan jelas saat melakukan prosedur, menyentuh tangan pasien sebelum memulai kontak, dan mengorientasikan pasien pada setiap interaksi. (6) Kolaborasi dan Monitoring Diagnostik: Mempersiapkan dan mendampingi pasien untuk pemeriksaan penunjang ulang jika diperlukan, melaporkan temuan abnormal (seperti perubahan GCS, peningkatan refleks patologis, atau tanda-tanda gagal jantung) kepada dokter secara cepat, serta mengadministrasikan obat-obatan sesuai resep dengan prinsip 6 benar. (7) Dukungan Nutrisi dan Eliminasi: Memantau status abdomen (BU menurun, timpani) dan berkolaborasi untuk pemenuhan nutrisi enteral jika diperlukan, serta memantau pola defekasi. Semua tindakan ini didokumentasikan secara lengkap dan evaluasi efektivitasnya dilakukan secara berkala untuk menilai kemajuan atau deteriorasi kondisi pasien.
-
Article No. 23288 | 14 Dec 2025
Klinis : Penurunan kesadaran post KLL KU Lemah Kes E1V1M1 TD 191/80 mmHg N 137 x/m RR 45 x/m SPO2 99% on NRM S 36,3’C Kepala: Hematom (+) R. Parietalis (D) uk 8x5 cm, Hematome (+) R. Parietalis (S) uk 1x1 cm Mata: hematom periorbita (+/-), perdarahan subconjungtiva (-/-) Hidung: epistaksis (-/-) Telinga: ottorhagia (-/-) Mulut: perdarahan (+), gigi tanggal (-) Leher: jejas (-) Thorax: jejas (-), nyeri tekan (-), krepitasi (-) Abdomen: jejas (-), nyeri tekan (-) Ekstremitas atas: ROM bebas, akral hangat, CRT 2” Ekstremitas bawah: ROM bebas, akral hangat, CRT 2” RO Thorax RSSP 11/12/25 Kesan: Pulmo dan besar cor normal Sistema tulang intact RO Cervical RSSP 11/12/25 Kesan : - Compresi di corpus V.C 6 - Spondylosis carvicalis - Penyempitan DIV C 3-4, C 4-5 dan C 5-6 CT Scan RSSP 11/12/25 Kesan : - Hematom extracranial di parietalis dextra - Fraktur linier di temporoparietalis dextra - SAH di temporoparietalis bilateral dan falk cerebri dan ICH di temporalis sinistra - SDH di frontotemporoparietooccipitalis dextra - Oedem cerebri - Tak tampak EDH maupun IVH pada Head CT Scan saat ini - Tak tampak gambaran herniasi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Otak
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah dan oksigen ke jaringan otak yang dapat mengakibatkan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan metabolisme sel-sel otak.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Perfusi serebral membaik, ditandai dengan: 1) Tekanan intrakranial dalam batas normal, 2) Tekanan perfusi serebral adekuat, 3) Tanda-tanda vital dalam batas normal yang diharapkan, 4) Status neurologis stabil atau membaik, 5) Tidak ada tanda peningkatan tekanan intrakranial, 6) Keseimbangan cairan dan elektrolit terjaga.
Kode SIKI: 3510
Deskripsi : Pemantauan neurologis: 1) Kaji status neurologis secara berkala menggunakan skala GCS (Glasgow Coma Scale). Pada pasien ini, kesadaran E1V1M1 menunjukkan penurunan kesadaran yang sangat signifikan (skor GCS=3). 2) Pantau ukuran pupil, reaksi terhadap cahaya, dan kesamaan antara kiri dan kanan. 3) Observasi adanya tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial seperti sakit kepala hebat, muntah proyektil, perubahan pola napas (pada pasien ini RR 45x/m menandakan kemungkinan distress neurologis), dan penurunan tingkat kesadaran lebih lanjut. 4) Pantau tanda-tanda vital (TD, N, RR, Suhu) secara ketat. Tekanan darah 191/80 mmHg yang tinggi dapat merupakan respons Cushing untuk mempertahankan perfusi serebral akibat peningkatan TIK, namun juga berisiko memperburuk edema. Nadi 137 x/m menunjukkan takikardia kompensasi. 5) Dokumentasikan semua temuan dengan jelas dan bandingkan untuk menilai tren perburukan atau perbaikan. 6) Kolaborasi dalam pemantauan tekanan intrakranial jika diperlukan. 7) Laporkan segera setiap perubahan neurologis yang drastis.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0008
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan patensi jalan napas.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif, ditandai dengan: 1) Suara napas bersih, 2) Tidak ada sianosis, 3) Frekuensi dan irama napas dalam batas normal, 4) Gas darah arteri dalam batas normal, 5) Pasien mampu mengeluarkan sekret, 6) Tidak ada suara napas tambahan.
Kode SIKI: 3220
Deskripsi : Manajemen jalan napas: 1) Pertahankan patensi jalan napas dengan posisi yang tepat (misalnya, posisi kepala sedikit elevasi 30 derajat jika tidak ada kontraindikasi spinal untuk mengurangi tekanan vena intrakranial). 2) Lakukan penghisapan lendir (suction) secara rutin dan bila diperlukan dengan teknik steril dan hati-hati untuk mencegah stimulasi yang dapat meningkatkan TIK. 3) Auskultasi suara napas tiap jam atau sesuai protokol untuk mendeteksi adanya penumpukan sekret atau kemungkinan aspirasi (mengingat penurunan kesadaran dan perdarahan mulut). 4) Pantau terus saturasi oksigen (SpO2) meskipun saat ini 99% pada NRM, karena kondisi neurologis dapat berubah cepat. 5) Siapkan alat bantu jalan napas di tempat tidur pasien. 6) Kolaborasi dalam pemberian terapi oksigen dan persiapan intubasi jika terjadi kegagalan napas. Pola napas 45x/m yang sangat cepat (takipnea) menunjukkan ketidakefektifan atau distress yang memerlukan intervensi ketat.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 0018
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap cedera fisik akibat faktor internal atau eksternal.
Kode SLKI: 1901
Deskripsi : Cedera tidak terjadi, ditandai dengan: 1) Tidak ada cedera fisik, 2) Faktor risiko cedera dapat dikendalikan, 3) Lingkungan aman, 4) Perilaku protektif.
Kode SIKI: 6540
Deskripsi : Pencegahan cedera: 1) Pasang pengaman tempat tidur (side rail) yang selalu dalam keadaan terpasang dan tinggikan. 2) Pertimbangkan untuk menggunakan restrain yang lembut sesuai kebijakan rumah sakit jika pasien menunjukkan perilaku agitasi atau upaya mencabut alat, dengan tetap memprioritaskan keselamatan dan menghormati martabat pasien. 3) Hindari penggunaan restrain fisik jika memungkinkan, ganti dengan pengawasan ketat (one-on-one). 4) Pastikan lingkungan sekitar tempat tidur aman, bebas dari benda tajam atau berbahaya. 5) Lakukan mobilisasi dengan sangat hati-hati jika diperlukan, pertahankan alignment tulang belakang mengingat temuan kompresi corpus vertebrae cervicalis C6. 6) Gunakan teknik komunikasi yang tenang dan sentuhan therapeutic meskipun pasien tidak responsif, karena pendengaran mungkin masih berfungsi. 7) Monitor terus status neurologis karena penurunan kesadaran yang mendalam (GCS 3) membuat pasien sama sekali tidak mampu melindungi dirinya sendiri dari bahaya lingkungan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0012
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol nyeri, ditandai dengan: 1) Mengungkapkan nyeri berkurang, 2) Ekspresi wajah rileks, 3) Dapat beristirahat atau tidur dengan adekuat, 4) Tanda-tanda vital dalam batas normal, 5) Menggunakan metode nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri.
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Manajemen nyeri: 1) Kaji nyeri secara komprehensif menggunakan alat observasi perilaku (seperti FLACC, BPS) karena pasien tidak dapat melaporkan nyeri secara verbal (GCS 3). Perhatikan tanda seperti gelisah, peningkatan tonus otot, perubahan tanda vital (TD dan N yang sudah tinggi dapat dipengaruhi nyeri), dan ekspresi wajah. 2) Lakukan intervensi non-farmakologi seperti reposisi yang nyaman dengan menjaga alignment tulang belakang leher, sentuhan therapeutic, dan mengurangi stimulasi lingkungan (cahaya, suara). 3) Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgetik yang tepat (biasanya opioid dengan monitoring ketat) dengan mempertimbangkan status neurologis. Hindari obat yang dapat menekan pernapasan atau mengganggu penilaian neurologis. 4) Evaluasi efektivitas intervensi nyeri dengan memantau perubahan pada tanda-tanda perilaku dan fisiologis setiap kali setelah intervensi. 5) Catat respons pasien terhadap terapi nyeri. Nyeri pada pasien ini dapat berasal dari multipel fraktur tengkorak, hematoma, cedera servikal, dan prosedur invasif yang mungkin dilakukan.
-
Article No. 23289 | 14 Dec 2025
Klinis : Benjolan mengempes, Nyeri perut (-) Kes CM R. Abdomen I: Distensi (-), benjolan pada umbilical (+) mengecil A: BU (+) normal, BU benjolan (-) P: Undulasi (+), P: NT (-) R. Inguinal (D) I: luka bekas operasi tertutup kassa, rembes (-) A: Bising Usus (-) P: lunak (-), NT (-), teraba hangat (+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko meningkat terhadap invasi patogen.
Kode SLKI: 1920
Deskripsi : Perilaku pencegahan infeksi.
Kode SIKI: 3540
Deskripsi : Mempertahankan teknik aseptik. 3542: Mempertahankan integritas kulit. 3544: Memonitor tanda dan gejala infeksi.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0021
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol nyeri.
Kode SIKI: 4500: Manajemen nyeri. 4502: Administrasi analgesik. 4504: Evaluasi nyeri.
Kondisi: Gangguan Integritas Kulit
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Gangguan pada epidermis dan/atau dermis.
Kode SLKI: 1101
Deskripsi : Penyembuhan luka: insisi.
Kode SIKI: 3520: Perawatan luka. 3522: Perawatan insisi. 3524: Pencegahan infeksi luka.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 0014
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah yang samar atau tidak menyenangkan dari ketidaknyamanan atau rasa takut disertai dengan respons otonom; perasaan yang timbul karena antisipasi bahaya. Ini adalah sinyal peringatan akan ancaman yang akan datang, memungkinkan individu untuk mengambil tindakan untuk menghadapi ancaman.
Kode SLKI: 1402
Deskripsi : Kontrol ansietas.
Kode SIKI: 5820: Peningkatan koping. 5822: Teknik relaksasi. 5824: Dukungan emosional.
-
Article No. 23290 | 14 Dec 2025
Klinis : Keluhan Utama_ Nyeri Perut _RPS_ Pasien datang dengan keluhan nyeri perut 3 jam SMRS. Keluhan disertai dengan benjolan pada pusar yang tidak dapat masuk kembali. Awalnya, pasien sering merasakan benjolan yang muncul pada pusar yang dapat kembali jika didorong dengan jari sejak 5 tahun yang lalu. 3 jam SMRS, benjolan muncul dan tidak dapat kembali lagi. Keluhan tidak bisa BAK (-), tidak bisa kentut (-), mual (-), muntah (-) disangkal. Karena keluhan tidak membaik, pasien dibawa ke IGD RSSP. _RPD_ Riwayat penyakit sistemik (+) - Hepatitis B, kontrol rutin di - RSDM - Sirosis Hepatis - Ascites Riwayat operasi (+) - Herniorepair September 2025 di RSSP - Wound Dehiscene Post - Herniorepair 01/10/2025 di RSSP Riwayat alergi (-) Riwayat trauma (-) KU: Lemah Kes: CM TD: 110/70 mmHg HR: 86 x/menit RR: 26 x/menit Suhu: 38.1 °C SpO2: 98% on room air _Status Generalis_ Kepala: t.a.k Mata: Konjungtiva anemis (+/+), Sklera Ikterik (-/-) Hidung: terpasang NGT (+) produk (-) Mulut: mukosa kering (-) Leher : t.a.k Thoraks: S1S2 reguler, SDV (+/+), simetris ka=ki Abdomen :_status lokalis_ Genital : terpasang DC (+) produk kuning jernih Ekstremitas atas: Edema (-/-), akral hangat (+/+), CRT <2” Ekstremitas bawah: Edema (-/-), akral hangat (+/+), CRT <2” _Status Lokalis_ R. Abdomen I: Distensi (+), tampak benjolan pada umbilical A: BU (+) normal, BU benjolan (+) P: Undulasi (+), shifting dullness (+) P: NT (+) R. Inguinal (D) I: luka bekas operasi tertutup kassa, rembes (-) A: Bising Usus (-) P: lunak (-), NT (-), teraba hangat (+) _Lab RSSP 13/12/2025_ Hb 9.44 AE 3.21 Hmt 28.2 AL 6.25 AT 43 Goldar B PT 22.7 INR 1.95 APTT 46.0 GDS 98 SGOT 52 SGPT 49 Ur 47.1 Cr 1.23 HbsAg (+) HIV NR
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0007
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan atau antisipasi berakhir dalam waktu singkat.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Kemampuan pasien untuk mengendalikan dan mengurangi pengalaman nyeri. Pada kasus ini, tujuan keperawatan adalah pasien melaporkan penurunan skala nyeri, menunjukkan perilaku adaptif (tidak gelisah, dapat istirahat), dan tanda vital dalam rentang normal. Intervensi difokuskan pada penilaian nyeri yang komprehensif (lokasi, karakteristik, intensitas, faktor pencetus dan pereda), pemberian analgesik sesuai program, serta teknik non-farmakologis seperti reposisi dan distraksi. Evaluasi dilakukan dengan memantau respons pasien terhadap terapi yang diberikan.
Kode SIKI: I.08021
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Tindakan keperawatan untuk meringankan atau mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi pasien. Pada pasien dengan hernia inkarserata dan riwayat operasi, tindakan meliputi: 1) Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif menggunakan skala yang sesuai (misal, Numeric Rating Scale/NRS) setiap 2-4 jam dan setelah intervensi. 2) Memantau tanda-tanda vital (TD, HR, RR) sebagai indikator fisiologis nyeri. 3) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai instruksi dokter (misal, opioid atau non-opioid) dengan mempertimbangkan riwayat sirosis hepatis yang mempengaruhi metabolisme obat. 4) Melakukan reposisi atau posisi nyaman yang tidak menekan area benjolan. 5) Memberikan penjelasan tentang prosedur untuk mengurangi kecemasan yang memperberat nyeri. 6) Memantau dan mendokumentasikan efektivitas intervensi serta efek samping obat. 7) Mengajarkan teknik distraksi dan relaksasi napas dalam. Tindakan ini harus dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi pasien yang lemah dan adanya distensi abdomen.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi patogen, yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.11001
Deskripsi : Kontrol Infeksi: Kemampuan untuk mencegah, menghindari, dan mendeteksi risiko infeksi. Tujuan keperawatan adalah pasien tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi sistemik atau lokal (seperti demam, pus, kemerahan, panas pada luka). Parameter yang dinilai antara lain suhu tubuh dalam rentang normal, luka operasi bersih dan kering, hasil laboratorium leukosit dalam batas normal, serta tidak ada tanda sepsis. Intervensi mencakup pemantauan ketat tanda-tanda infeksi, perawatan luka aseptik, dan edukasi pentingnya kebersihan.
Kode SIKI: I.11030
Deskripsi : Pengendalian Infeksi: Tindakan untuk mencegah dan mengurangi risiko infeksi. Pada pasien ini, tindakan spesifik meliputi: 1) Memantau suhu tubuh secara ketat (saat ini 38.1°C menunjukkan kemungkinan infeksi atau proses inflamasi akut pada hernia inkarserata). 2) Melakukan perawatan luka operasi inguinal dan umbilikal (jika ada insisi) dengan teknik aseptik, mengobservasi karakteristik drainase, tanda inflamasi (kemerahan, panas, bengkak, nyeri). 3) Meningkatkan kebersihan diri pasien, termasuk perawatan area genital dengan DC terpasang. 4) Kolaborasi pemberian antibiotik profilaksis atau terapeutik sesuai program. 5) Memantau hasil laboratorium seperti leukosit (AL 6.25 masih normal, tetapi perlu diwaspadai tren kenaikan). 6) Mengajarkan pasien dan keluarga teknik cuci tangan yang benar. Risiko diperberat oleh kondisi pasien dengan sirosis hepatis dan status gizi yang mungkin terganggu (Hb rendah), yang menurunkan daya tahan tubuh.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0027
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: L.03003
Deskripsi : Status Nutrisi: Kondisi keseimbangan antara asupan nutrisi dengan kebutuhan tubuh untuk pertumbuhan, pemeliharaan jaringan, dan aktivitas. Tujuan keperawatan adalah pasien menunjukkan peningkatan atau pemeliharaan berat badan yang adekuat, nilai hemoglobin dan albumin meningkat/menstabil, serta tidak ada tanda malnutrisi lebih lanjut. Status dinilai dari nilai laboratorium (Hb, Albumin), antropometri, dan asupan oral.
Kode SIKI: I.03017
Deskripsi : Manajemen Nutrisi: Tindakan untuk memfasilitasi asupan makanan dan cairan yang seimbang. Pada pasien dengan sirosis hepatis, ascites, dan status pasca operasi, tindakan meliputi: 1) Memantau asupan dan output cairan serta makanan (NGT terpasang namun produk (-), menunjukkan mungkin ada restriksi atau disfungsi motilitas usus). 2) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan nutrisi dan diet khusus (biasanya tinggi kalori-protein, rendah garam untuk mengatasi ascites dan hipoalbuminemia). 3) Memantau nilai laboratorium terkait nutrisi (Hb 9.44 g/dL menunjukkan anemia, Albumin/AL 6.25 mg/dL? perlu konversi ke g/dL, biasanya pada sirosis terjadi hipoalbuminemia). 4) Memberikan nutrisi parenteral atau enteral sesuai indikasi dan program dokter. 5) Mengatur posisi yang nyaman selama pemberian nutrisi untuk mencegah mual. 6) Memantau tanda-tanda perbaikan status gizi dan edema. Kondisi sirosis dan ascites menyebabkan gangguan metabolisme protein dan penyerapan nutrisi, sehingga memerlukan penanganan khusus.
Kondisi: Risiko Perfusi Perifer Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan nutrisi dan oksigenasi pada tingkat jaringan perifer akibat penurunan suplai darah.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Status Sirkulasi Perifer: Kondisi aliran darah ke ekstremitas untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan. Tujuan keperawatan adalah mempertahankan perfusi jaringan perifer yang adekuat, ditandai dengan CRT < 2 detik, akral hangat, warna kulit normal, dan nadi perifer teraba. Parameter dinilai dari pengamatan ekstremitas, CRT, dan warna kulit.
Kode SIKI: I.06011
Deskripsi : Pemantauan Sirkulasi Perifer: Tindakan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang suplai darah ke ekstremitas. Pada pasien dengan hernia inkarserata, risiko utama adalah strangulasi usus yang dapat mengganggu suplai darah ke segmen usus yang terjepit, yang akhirnya berdampak sistemik. Tindakan keperawatan meliputi: 1) Memantau dengan ketat tanda-tanda strangulasi seperti nyeri yang semakin hebat, distensi abdomen bertambah, perubahan warna benjolan (jika terlihat), demam, dan takikardia. 2) Melakukan pengkajian perfusi perifer secara berkala (saat ini akral hangat dan CRT <2" masih baik). 3) Memantau tanda-tanda syok (hipotensi, takikardia, penurunan kesadaran) akibat kehilangan cairan ke third space atau sepsis. 4) Memantau balance cairan ketat (input-output). 5) Kolaborasi dalam pemberian cairan intravena untuk menjaga volume sirkulasi. Risiko diperberat oleh kondisi sirosis yang sudah dapat mempengaruhi hemodinamik sistemik.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau kekhawatiran yang tidak jelas dan tidak nyaman sebagai respons terhadap ancaman yang tidak spesifik.
Kode SLKI: L.12001
Deskripsi : Kontrol Ansietas: Kemampuan untuk mengendalikan dan mengurangi perasaan gelisah, ketegangan, atau kekhawatiran. Tujuan keperawatan adalah pasien dapat mengungkapkan penyebab ansietas, menunjukkan teknik koping adaptif (relaksasi, komunikasi terbuka), serta tanda-tanda fisiologis ansietas (seperti takikardia, peningkatan RR) berkurang. Kecemasan dinilai dari laporan subjektif pasien, perilaku (gelisah, ekspresi wajah), dan tanda vital.
Kode SIKI: I.
Article No. 23291 | 14 Dec 2025
Klinis : Pasien datang dengan keluhan penurunan kesadaran + sejak 1 hari SMRS Sebelumnya mengeluhkan nyeri kepala, lemas + KU Lemah GCS E1V1M1 Penurunan kesadaran SNH dd SH
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Keadaan di mana individu mengalami penurunan dalam kemampuan untuk berespons terhadap rangsangan lingkungan dan proses berpikir, mulai dari kebingungan ringan hingga koma.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : SLKI 1401: Tingkat kesadaran membaik. Deskripsi lengkap: Tujuan akhir dari asuhan keperawatan adalah peningkatan atau pemulihan tingkat kesadaran. Hal ini diukur melalui parameter seperti peningkatan skor Glasgow Coma Scale (GCS), kemampuan untuk berespons secara tepat terhadap perintah verbal atau rangsangan nyeri, orientasi terhadap orang, tempat, dan waktu, serta kemampuan berkomunikasi secara koheren. Perawat mengevaluasi kemajuan melalui pemantauan neurologis ketat, termasuk pemeriksaan GCS secara berkala, reaksi pupil, dan tanda-tanda vital. Intervensi difokuskan untuk mengatasi penyebab yang mendasari, melindungi jalan napas, mencegah cedera lebih lanjut, dan memberikan stimulasi sensorik yang tepat. Pencapaian SLKI ini menunjukkan keberhasilan dalam menstabilkan kondisi neurologis pasien dan mencegah komplikasi lebih lanjut akibat imobilisasi dan penurunan kesadaran, seperti pneumonia aspirasi, kontraktur, atau ulkus dekubitus. Evaluasi dilakukan dengan dokumentasi tren peningkatan skor GCS, laporan dari keluarga mengenai respons pasien, dan observasi langsung terhadap interaksi pasien dengan lingkungan.
Kode SIKI: 3501, 3502, 3503, 3504, 3505, 3506, 3507, 3508
Deskripsi : SIKI untuk penurunan kesadaran mencakup serangkaian intervensi sistematis. 3501: Memantau tingkat kesadaran dengan alat ukur seperti GCS secara rutin dan mendokumentasikan setiap perubahan. 3502: Memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) untuk mengidentifikasi tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial atau syok. 3503: Mempertahankan jalan napas dengan posisi semi-fowler atau lateral, suction, dan persiapan alat bantu napas jika diperlukan. 3504: Melindungi pasien dari cedera dengan menggunakan bingkai tempat tidur, penghalang, dan menghindari restraint yang tidak perlu. 3505: Memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan melalui pemberian cairan intravena atau selang nasogastrik sesuai program dokter. 3506: Memenuhi kebutuhan eliminasi dengan pemasangan kateter urine atau program bowel training. 3507: Mempertahankan integritas kulit melalui perubahan posisi (reposisi) setiap 2 jam, perawatan kulit, dan penggunaan alas tidur anti-decubitus. 3508: Melakukan latihan rentang gerak pasif untuk mencegah kontraktur dan trombosis. Intervensi-intervensi ini bersifat holistik dan saling terkait. Pemantauan neurologis (3501, 3502) adalah dasar untuk menilai perkembangan dan mendeteksi kegawatan. Sementara itu, intervensi suportif (3503 hingga 3508) adalah kunci untuk mencegah komplikasi sekunder yang dapat memperburuk prognosis, seperti pneumonia, sepsis dari luka tekan, atau malnutrisi. Pelaksanaan SIKI harus disertai dengan edukasi kepada keluarga mengenai kondisi pasien dan peran mereka dalam observasi serta pencegahan cedera. Semua intervensi didokumentasikan secara akurat untuk evaluasi keberhasilan SLKI.
Article No. 23292 | 14 Dec 2025
Klinis : Pasien wanita, usia 60 tahun, mengalami nyeri dada yang hebat, menjalar ke lengan kiri, disertai dengan sesak napas, mual, dan keringat dingin. EKG menunjukkan infark miokard akut. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus tipe 2.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Penurunan Curah Jantung pada Infark Miokard Akut dengan Komorbid Hipertensi dan Diabetes Melitus Tipe 2
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Tujuan: Nyeri dapat dikontrol. Kriteria Hasil: 1) Pasien melaporkan nyeri dapat dikontrol. 2) Menunjukkan perilaku untuk mengontrol nyeri (misalnya: istirahat, teknik relaksasi, distraksi). 3) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 4) Ekspresi wajah rileks. Penjelasan: Pada pasien dengan infark miokard akut, nyeri dada hebat merupakan gejala utama yang disebabkan oleh iskemia jaringan jantung. SLKI ini berfokus pada pencapaian kenyamanan pasien melalui pengurangan atau penghilangan nyeri. Pengontrolan nyeri bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi juga mengurangi beban kerja jantung (karena nyeri meningkatkan katekolamin yang memperberat kerja jantung), menurunkan konsumsi oksigen miokard, dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti perluasan infark atau aritmia. Perawat berperan dalam melakukan pengkajian nyeri komprehensif (PQRST), memberikan terapi farmakologis (seperti nitrogliserin, morfin) sesuai instruksi, serta intervensi non-farmakologis seperti menciptakan lingkungan tenang, teknik napas dalam, dan memberikan dukungan emosional untuk mengurangi ansietas yang memperberat persepsi nyeri.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan: 1) Kaji karakteristik nyeri (lokasi, kualitas, intensitas, durasi, frekuensi, faktor pencetus dan pereda). 2) Monitor tanda-tanda vital sebelum dan sesudah intervensi nyeri. 3) Ajarkan teknik non-farmakologi untuk mengurangi nyeri (napas dalam, distraksi, imajinasi terbimbing). 4) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program terapi. 5) Evaluasi efektivitas intervensi pengurangan nyeri. 6) Berikan informasi tentang proses nyeri. Penjelasan: Intervensi ini sistematis dimulai dari pengkajian yang akurat untuk menentukan tindakan selanjutnya. Pada konteks infark miokard, pengkajian nyeri yang cermat membantu membedakan nyeri jantung dari nyeri lain dan memantau perkembangan iskemia. Pemantauan tanda vital (terutama tekanan darah dan denyut nadi) sangat krusial sebelum pemberian obat seperti nitrogliserin atau morfin untuk menghindari hipotensi. Pengajaran teknik non-farmakologi memberdayakan pasien untuk memiliki kendali parsial atas nyerinya, yang dapat mengurangi perasaan helplessness. Kolaborasi pemberian analgesik, khususnya opioid dan vasodilator, memerlukan kehati-hatian dan pemantauan efek samping seperti depresi pernapasan atau hipotensi. Evaluasi berkelanjutan memastikan bahwa intervensi efektif dan memandu kebutuhan modifikasi terapi. Pemberian informasi mengurangi kecemasan dan meningkatkan kooperasi pasien dalam manajemen nyeri.
Kondisi: Nyeri Akut dan Penurunan Curah Jantung pada Infark Miokard Akut dengan Komorbid Hipertensi dan Diabetes Melitus Tipe 2
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Penurunan Curah Jantung adalah ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Pemulihan Curah Jantung. Tujuan: Curah jantung adekuat. Kriteria Hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal (tekanan darah, nadi, pernapasan). 2) Nadi perifer teraba kuat dan simetris. 3) Tidak ada dispneu atau ortopneu. 4) Status mental baik (sadar, orientasi baik). 5) Produksi urin adekuat (>0,5 mL/kgBB/jam). 6) Kulit hangat dan kering. Penjelasan: Infark miokard merusak otot jantung, mengurangi daya kontraktilitas, dan secara langsung menurunkan curah jantung. Kondisi ini dapat berlanjut menjadi syok kardiogenik. SLKI ini bertujuan memulihkan keseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen tubuh. Tanda vital normal mencerminkan kompensasi yang adekuat; hipotensi atau takikardia dapat mengindikasikan penurunan curah jantung yang signifikan. Nadi perifer yang kuat menunjukkan perfusi jaringan yang baik. Tidak adanya dispneu menandakan tidak ada gagal jantung kiri atau kongesti paru. Status mental adalah indikator sensitif perfusi serebral. Produksi urin yang adekuat adalah indikator objektif perfusi ginjal. Kulit hangat dan kering menunjukkan perfusi perifer yang baik. Pencapaian kriteria ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan dan medis berhasil dalam menstabilkan fungsi jantung dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti gagal jantung atau syok.
Kode SIKI: I.03001
Deskripsi : Manajemen Curah Jantung. Tindakan: 1) Monitor tanda-tanda vital, status hemodinamik (jika terpasang monitor), dan status pernapasan secara berkala. 2) Pertahankan tirah baring dengan posisi semi-Fowler untuk mengurangi beban kerja jantung. 3) Monitor balance cairan (intake dan output) setiap jam atau sesuai kebutuhan. 4) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan. 5) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi (inotropik, diuretik, vasodilator) sesuai program. 6) Kaji tingkat nyeri dan kendalikan. 7) Monitor hasil pemeriksaan diagnostik (EKG serial, enzim jantung, elektrolit). Penjelasan: Intervensi ini bersifat menyeluruh dan kritis. Pemantauan ketat diperlukan untuk mendeteksi perubahan status secara dini. Tirah baring dan posisi semi-Fowler mengurangi preload dan afterload jantung, sehingga menurunkan konsumsi oksigen miokard. Pemantauan balance cairan sangat penting karena kelebihan cairan dapat memperberat gagal jantung, sementara kekurangan dapat memperburuk hipotensi. Oksigen diberikan untuk meningkatkan saturasi oksigen darah dan suplai oksigen ke miokard yang iskemik. Kolaborasi pemberian obat-obatan kardioaktif memerlukan keakuratan dan pemantauan efek serta toksisitas. Pengendalian nyeri, seperti dijelaskan sebelumnya, secara langsung mendukung manajemen curah jantung dengan mengurangi stres fisiologis. Pemantauan hasil diagnostik membantu menilai luasnya infark, perkembangan, dan respons terhadap terapi, serta mengidentifikasi komplikasi seperti aritmia. Pada pasien dengan komorbid hipertensi dan diabetes, pemantauan tekanan darah dan gula darah juga menjadi bagian integral untuk mencegah fluktuasi yang dapat memperburuk kondisi jantung.
Article No. 23293 | 14 Dec 2025
Klinis : Seorang laki-laki usia 46 tahun dirujuk dari RS swasta dengan keluhan berak hitam dan muntah darah dengan kecurigaan hemofilia. Berak hitam sejak 13 hari sebelum masuk rumah sakit dengan konsistensi lengket dan bau khas, dengan volume 3-4 gelas perhari. Muntah darah kehitaman seperti kopi dan sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit, frekuensi 3-4 kali, volume seperempat gelas tiap kali muntah, dan telah mendapatkan transfusi darah sebanyak 15 kantung. Pemeriksaan laboratorium darah lengkap didapatkan hemoglobin 1,7 gr/dl (normal: 13.5-18.0 gr/dl), hematokrit 14,3 % (normal: 40-54%), trombosit 66 K/ul (normal: 150-440 K/uL). Hasil pemeriksaan faal hemostasis : waktu perdarahan (Duke) : 2,0 menit (normal: 1-3 menit), waktu pembekuan (Lee & White) : 14,0 menit (normal: 5-15 menit), waktu protrombin (PT) : 21 detik (normal: 12- 18 detik), APTT : 96 detik (normal: 22.6-35 detik).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perdarahan dan Perdarahan Aktif pada Gangguan Hemostasis (Hemofilia/Sindrom Koagulopati)
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan volume darah sirkulasi yang dapat mengancam jiwa akibat ketidakmampuan tubuh untuk menghentikan perdarahan karena defisiensi atau disfungsi faktor pembekuan darah.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Perdarahan dapat dicegah atau dikendalikan. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk pasien (terutama tekanan darah dan nadi), 2) Nilai hemoglobin dan hematokrit stabil atau meningkat mendekati rentang normal, 3) Tidak ada bukti perdarahan aktif baru (seperti hematoma baru, petekie, perdarahan gusi, atau epistaksis), 4) Hasil pemeriksaan faal hemostasis (seperti APTT) menunjukkan perbaikan atau terkontrol dengan terapi penggantian faktor pembekuan, 5) Pasien dan keluarga dapat menyebutkan tanda-tanda perdarahan yang perlu dilaporkan segera dan memahami pentingnya menghindari trauma.
Kode SIKI: 3540
Deskripsi : Manajemen Perdarahan. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan status hemodinamik secara ketat dan berkelanjutan untuk mendeteksi dini syok hipovolemik, mengingat Hb sangat rendah (1.7 gr/dl). 2) Memantau tanda-tanda perdarahan lebih lanjut, seperti frekuensi dan karakteristik muntah (hematemesis) serta feses (melena), dan memeriksa kulit/mukosa untuk petekie atau ekimosis. 3) Kolaborasi pemberian transfusi darah dan komponen darah (seperti Fresh Frozen Plasma/FFP atau konsentrat faktor pembekuan sesuai indikasi) sesuai protokol untuk mengoreksi anemia berat dan defisiensi faktor pembekuan, dengan memantau reaksi transfusi. 4) Melakukan tirah baring dan meminimalkan aktivitas fisik untuk mengurangi risiko trauma dan perdarahan spontan. 5) Memantau hasil laboratorium serial (Hb, Ht, trombosit, APTT, PT) untuk mengevaluasi efektivitas terapi. 6) Kolaborasi pemberian terapi farmakologis seperti antifibrinolitik (asam traneksamat) jika diindikasikan. 7) Memberikan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga mengenai kondisi hemofilia, pentingnya menghindari obat-obat yang mempengaruhi pembekuan (seperti aspirin, NSAID), dan mengenali tanda perdarahan yang memerlukan penanganan darurat. 8) Mempertahankan akses intravena yang paten untuk pemberian cairan, darah, dan obat-obatan darurat. 9) Mengajarkan teknik tekanan langsung pada area perdarahan eksternal jika terjadi. 10) Memberikan dukungan psikologis untuk mengurangi kecemasan akibat perdarahan yang mengancam jiwa.
Kondisi: Nyeri Akut terkait Perdarahan Gastrointestinal dan Prosedur Medis
Kode SDKI: 0027
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terkait dengan perdarahan di saluran cerna, distensi abdomen, atau prosedur invasif seperti transfusi berulang dan pemeriksaan penunjang.
Kode SLKI: 1406
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien melaporkan penurunan intensitas nyeri pada skala nyeri yang ditetapkan (misalnya, dari skala 7-8 menjadi ≤3), 2) Pasien menunjukkan tanda-tanda perilaku nyeri yang berkurang (tidak gelisah, ekspresi wajah rileks), 3) Tanda-tanda vital yang dipengaruhi nyeri (seperti takikardia dan hipertensi) menunjukkan perbaikan, 4) Pasien dapat menunjukkan metode nonfarmakologis yang efektif untuk mengatasi nyeri ringan-sedang.
Kode SIKI: 3900
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Melakukan penilaian nyeri komprehensif secara berkala menggunakan skala yang sesuai (PQRST: Provokasi, Kualitas, Region, Skala, Waktu), termasuk lokasi, karakteristik, intensitas, dan faktor yang memperberat atau meringankan. 2) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep dengan mempertimbangkan gangguan hemostasis pasien (menghindari obat yang mempengaruhi fungsi trombosit seperti NSAID). 3) Menerapkan intervensi nonfarmakologis seperti teknik relaksasi napas dalam, distraksi, dan penciptaan lingkungan yang tenang. 4) Memposisikan pasien dengan nyaman, mungkin dengan posisi semi-Fowler untuk mengurangi ketegangan abdominal. 5) Memantau dan mendokumentasi efektivitas intervensi farmakologis dan nonfarmakologis yang diberikan dalam mengontrol nyeri. 6) Memberikan edukasi kepada pasien tentang pentingnya melaporkan nyeri secara dini sebelum nyeri menjadi berat. 7) Mengurangi stimulus nyeri yang tidak perlu dari lingkungan sekitar.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas terkait Ketidakseimbangan antara Suplai dan Kebutuhan Oksigen
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan, yang disebabkan oleh anemia berat (Hb 1.7 gr/dl) dan kehilangan darah kronis.
Kode SLKI: 0003
Deskripsi : Toleransi Aktivitas. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien mampu melakukan aktivitas perawatan diri dasar (seperti makan, toileting) dengan bantuan minimal tanpa disertai peningkatan signifikan tanda vital (nadi, pernapasan) atau keluhan lelah berlebihan, 2) Pasien melaporkan penurunan perasaan lelah dan kelemahan, 3) Tanda-tanda vital (terutama nadi dan tekanan darah) stabil selama dan setelah aktivitas, 4) Tidak terjadi penurunan saturasi oksigen selama aktivitas.
Kode SIKI: 0200
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Memantau respons pasien terhadap aktivitas (tekanan darah, nadi, pernapasan, saturasi oksigen, dan keluhan lelah) sebelum, selama, dan setelah aktivitas. 2) Merencanakan dan menjadwalkan periode istirahat yang cukup di sela-sela aktivitas perawatan dan prosedur. 3) Membantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan, mendorong kemandirian secara bertahap seiring perbaikan kondisi. 4) Mengajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas, memecah tugas menjadi bagian-bagian kecil, dan memprioritaskan aktivitas penting. 5) Menjaga lingkungan sekitar pasien agar alat-alat yang sering digunakan mudah dijangkau. 6) Kolaborasi dalam pemberian terapi oksigen jika diperlukan untuk meningkatkan ketersediaan oksigen. 7) Meningkatkan asupan nutrisi yang adekuat untuk mendukung produksi energi.
Kondisi: Ansietas terkait Ancaman terhadap Kesehatan dan Ketidakpastian Prognosis
Kode SDKI: 0014
<>Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau kekhawatiran yang samar-samar atau jelas yang berasal dari antisipasi ancaman terhadap diri, yang dipicu oleh kondisi perdarahan masif yang mengancam jiwa, prosedur medis yang intensif (transfusi 15 kantung), dan diagnosis hemofilia yang baru dicurigai.
Kode SLKI: 1402
Deskripsi : Kontrol Ansietas. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien dapat mengungkapkan perasaan cemas dan penyebabnya, 2) Pasien melaporkan penurunan tingkat ansietas secara subjektif, 3) Pasien menunjukkan penurunan tanda-tanda fisiologis ansietas (seperti takikardia, tremor, ketegangan otot), 4) Pasien dapat mendemonstrasikan satu strategi koping adaptif untuk mengatasi ansietas.
Kode SIKI: 5820
Deskripsi : Pengurangan Ansietas. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Membangun hubungan saling percaya dengan pendekatan yang tenang, empatik, dan memberikan informasi yang jujur. 2) Mengkaji tingkat ansietas pasien, sumber ketakutan, dan mekanisme koping yang biasa digunakan. 3) Memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami tentang kondisi penyakit, rencana pemeriksaan, dan pengobatan untuk mengurangi ketidakpastian. 4) Mendorong pasien untuk mengungkapkan perasaan, pertanyaan, dan kekhawatirannya. 5) Mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam dan relaksasi progresif. 6) Memfasilitasi dukungan spiritual sesuai keyakinan pasien jika diinginkan. 7) Melibatkan keluarga dalam memberikan dukungan emosional dan
Article No. 23294 | 14 Dec 2025
Klinis : Seorang laki-laki usia 46 tahun dirujuk dari RS swasta dengan keluhan berak hitam dan muntah darah dengan kecurigaan hemofilia. Berak hitam sejak 13 hari sebelum masuk rumah sakit dengan konsistensi lengket dan bau khas, dengan volume 3-4 gelas perhari. Muntah darah kehitaman seperti kopi dan sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit, frekuensi 3-4 kali, volume seperempat gelas tiap kali muntah, dan telah mendapatkan transfusi darah sebanyak 15 kantung. Pemeriksaan laboratorium darah lengkap didapatkan hemoglobin 1,7 gr/dl (normal: 13.5-18.0 gr/dl), hematokrit 14,3 % (normal: 40-54%), trombosit 66 K/ul (normal: 150-440 K/uL). Hasil pemeriksaan faal hemostasis : waktu perdarahan (Duke) : 2,0 menit (normal: 1-3 menit), waktu pembekuan (Lee & White) : 14,0 menit (normal: 5-15 menit), waktu protrombin (PT) : 21 detik (normal: 12- 18 detik), APTT : 96 detik (normal: 22.6-35 detik).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Jaringan Serebral, Ginjal, Jantung, dan Perifer Tidak Efektif
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan sirkulasi darah (nutrisi dan oksigen) ke tingkat sel yang dapat mengganggu fungsi tubuh, berhubungan dengan gangguan volume cairan dan komponen darah.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Perfusi jaringan adekuat. Ditandai dengan: Tekanan darah dalam rentang normal untuk usia, Nadi perifer teraba kuat dan simetris, Warna kulit dan membran mukosa normal, Suhu kulit hangat, Pengisian kapiler kurang dari 3 detik, Tidak ada pusing, Tidak ada perubahan status mental, Haluaran urine adekuat (0,5-1,5 ml/kgBB/jam), Tidak ada nyeri dada, Tidak ada dyspnea, Nilai laboratorium terkait dalam rentang normal.
Kode SIKI: 2010
Deskripsi : Pemantauan perfusi jaringan. Tindakan: Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) secara teratur, Observasi warna kulit, kelembaban, dan suhu (terutama akral), Palpasi kualitas nadi perifer (radialis, dorsalis pedis), Evaluasi pengisian kapiler, Pantau status neurologis (tingkat kesadaran, orientasi, respon motorik), Monitor haluaran urine setiap jam, Auskultasi bunyi jantung dan paru, Pantau hasil pemeriksaan laboratorium (seperti hemoglobin, hematokrit, elektrolit, analisis gas darah), Kolaborasi pemberian terapi cairan dan transfusi darah sesuai program, Pertahankan posisi yang meningkatkan aliran darah (misalnya, tungkai sedikit ditinggikan jika tidak kontraindikasi), Hindari posisi yang menekan pembuluh darah, Ajarkan pasien untuk melaporkan gejala pusing, nyeri dada, atau sesak napas, Lakukan pengkajian nyeri, Dokumentasikan semua temuan secara komprehensif.
Kondisi: Risiko Syok Hipovolemik
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan volume sirkulasi darah yang mengancam jiwa, berhubungan dengan kehilangan darah aktif (perdarahan).
Kode SLKI: 0802
Deskripsi : Syok hipovolemik teratasi. Ditandai dengan: Tekanan darah sistolik ≥ 90 mmHg atau sesuai target, Denyut nadi 60-100 kali/menit dan kuat, Frekuensi pernapasan 12-20 kali/menit dan reguler, Pengisian kapiler kurang dari 3 detik, Haluaran urine ≥ 30 ml/jam, Status mental sadar dan orientasi baik, Kulit hangat dan kering, Tidak ada keluhan rasa haus yang berlebihan, Nilai hemoglobin dan hematokrit stabil atau membaik.
Kode SIKI: 2010, 2602
Deskripsi : Pemantauan perfusi jaringan (2010) seperti yang telah dijelaskan di atas, ditambah dengan Resusitasi Cairan (2602). Tindakan Resusitasi Cairan: Pasang akses intravena dengan kanula ukuran besar, Berikan cairan resusitasi (kristaloid/koloid) atau transfusi komponen darah sesuai protokol dan hasil laboratorium, Atur kecepatan tetesan infus sesuai kondisi hemodinamik pasien, Monitor respons hemodinamik (TD, nadi, CVP jika terpasang) sebelum, selama, dan sesudah pemberian cairan, Pantau tanda-tanda kelebihan beban cairan (dispnea, ronki, edema), Ukur balance cairan (intake dan output) secara ketat, Kolaborasi pemberian obat-obatan vasoaktif jika diperlukan, Siapkan dan bantu tindakan untuk menghentikan sumber perdarahan (misalnya, endoskopi terapeutik), Pastikan darah atau komponen darah untuk transfusi sudah tersedia dan diberikan sesuai indikasi, Lakukan pengkajian ulang terus-menerus terhadap tanda-tanda syok.
Kondisi: Risiko Perdarahan
Kode SDKI: 0021
Deskripsi Singkat: Risiko kehilangan darah dari sirkulasi, berhubungan dengan gangguan mekanisme hemostasis (koagulopati) seperti yang terlihat dari hasil APTT yang memanjang dan kecurigaan hemofilia.
Kode SLKI: 2106
Deskripsi : Perdarahan terkontrol. Ditandai dengan: Tanda-tanda vital stabil, Tidak ada manifestasi perdarahan baru (hematemesis, melena, petekie, ekimosis), Hasil pemeriksaan hemostasis (seperti APTT, PT) menunjukkan perbaikan atau mendekati nilai normal, Kadar hemoglobin dan hematokrit stabil atau meningkat, Kulit dan membran mukosa utuh tanpa tanda perdarahan, Pasien dan keluarga memahami tindakan pencegahan perdarahan.
Kode SIKI: 4160
Deskripsi : Manajemen Perdarahan. Tindakan: Monitor tanda-tanda perdarahan aktif (muntah darah, berak hitam, hematoma, petekie) dan perdarahan tersembunyi, Pantau tanda-tanda vital dan gejala anemia (pucat, lemas, takikardia) secara ketat, Lakukan pemeriksaan feses dan muntahan terhadap darah samar, Hindari tindakan yang memicu trauma atau perdarahan (suntikan IM, pengukuran tekanan darah yang terlalu kuat, pemasangan NGT jika tidak emergensi), Gunakan sikat gigi yang sangat lembut dan hindari flossing jika terjadi perdarahan gusi, Anjurkan pasien menghindari mengedan, batuk kuat, atau mengorek hidung, Kolaborasi pemberian terapi pengganti faktor pembekuan (pada hemofilia) atau komponen darah (Fresh Frozen Plasma/FFP untuk koreksi APTT) sesuai program dokter, Berikan obat hemostatik sesuai resep, Edukasi pasien dan keluarga tentang tanda-tanda perdarahan yang harus dilaporkan segera, Lakukan perawatan kulit dengan lembut untuk mencegah trauma, Dokumentasi karakteristik, frekuensi, dan volume perdarahan.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 0009
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan, berhubungan dengan kelemahan akibat anemia berat (Hb 1,7 gr/dl).
Kode SLKI: 0003
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat. Ditandai dengan: Pasien mampu melakukan aktivitas sesuai tingkat kemampuannya tanpa keluhan lelah berlebihan, Tanda vital (nadi, pernapasan, tekanan darah) dalam rentang normal sebelum, selama, dan setelah aktivitas, Tidak mengalami dyspnea, pusing, atau nyeri dada saat beraktivitas, Pasien melaporkan peningkatan energi dan kemampuan untuk melakukan perawatan diri, Keseimbangan antara aktivitas dan istirahat tercapai.
Kode SIKI: 0201
Deskripsi : Manajemen Energi. Tindakan: Kaji respons fisiologis terhadap aktivitas (perubahan TD, nadi, pernapasan, dan skala lelah), Bantu pasien dalam perawatan diri (mandi, toileting, makan) sesuai kebutuhan untuk menghemat energi, Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas atau prosedur, Jadwalkan aktivitas secara bertahap sesuai toleransi, mulai dari aktivitas di tempat tidur, duduk, hingga ambulasi, Anjurkan teknik penghematan energi (misalnya, duduk saat mandi, istirahat sejenak saat makan), Kolaborasi pemberian transfusi PRC untuk meningkatkan kapasitas angkut oksigen dan mengurangi gejala anemia, Monitor kadar hemoglobin secara berkala, Berikan lingkungan yang tenang untuk mendukung istirahat dan tidur, Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya keseimbangan aktivitas dan istirahat, Dokumentasikan kemajuan toleransi aktivitas pasien.
Article No. 23295 | 14 Dec 2025
Klinis : Seorang anak usia 5 tahun datang ke layanan kesehatan karena orang tua mengeluhkan kesulitan berkomunikasi, sering mengulang kata (ekolalia), menghindari kontak mata, lebih memilih bermain sendiri, dan menjadi tantrum ketika rutinitas berubah, serta tampak memiliki pola perilaku yang terbatas dan berulang-ulang, yang menunjukkan adanya gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku, seperti yang sering terlihat pada Autism Spectrum Disorder (ASD); kondisi ini biasanya tampak sejak usia dini dan berdampak pada kemampuan anak berinteraksi dengan lingkungan serta mengekspresikan kebutuhan dan emosinya secara efektif.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Interaksi Sosial dan Komunikasi terkait Autism Spectrum Disorder (ASD)
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Gangguan interaksi sosial adalah keadaan dimana individu mengalami kesulitan dalam membina dan mempertahankan hubungan interpersonal yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan konteks sosial budayanya. Pada kasus anak dengan ASD, defisit ini merupakan inti dari gangguan, yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk terlibat dalam interaksi timbal balik, kesulitan memahami isyarat sosial nonverbal (seperti kontak mata, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh), serta kegagalan dalam mengembangkan hubungan dengan teman sebaya yang sesuai dengan tingkat perkembangannya. Kondisi ini bukan sekadar rasa malu atau kepribadian introvert, melainkan merupakan gangguan neurodevelopmental yang mendasar yang membatasi kapasitas anak untuk memahami dunia sosial di sekitarnya. Anak mungkin tampak acuh tak acuh terhadap orang lain, tidak membagi minat atau pencapaian, dan mengalami kesulitan besar dalam menyesuaikan perilaku dengan berbagai konteks sosial. Dampaknya sangat luas, mulai dari hambatan dalam belajar melalui observasi dan imitasi, hingga meningkatnya risiko isolasi sosial, kecemasan, dan frustrasi karena ketidakmampuan menyampaikan kebutuhan atau memahami harapan sosial.
Kode SLKI: 2002
Deskripsi : Peningkatan interaksi sosial adalah serangkaian tindakan keperawatan yang bertujuan untuk membantu individu meningkatkan kemampuan dan partisipasinya dalam interaksi sosial. Pada anak dengan ASD, luaran ini difokuskan pada pencapaian kemampuan berinteraksi yang lebih fungsional dan bermakna sesuai dengan potensi anak. Tujuannya bukan untuk "menyembuhkan" ASD, tetapi untuk memaksimalkan keterampilan sosial anak. Indikator keberhasilannya dapat meliputi: anak mampu melakukan kontak mata secara spontan dalam interaksi singkat, merespons ketika namanya dipanggil, menunjukkan minat untuk berada di dekat anak lain (meski belum bisa bermain bersama secara kooperatif), mulai menggunakan gerakan sederhana untuk berkomunikasi (seperti menunjuk atau mengangguk), serta mampu terlibat dalam aktivitas giliran (turn-taking) yang sederhana. Pencapaian luaran ini juga ditandai dengan penurunan perilaku yang mengganggu interaksi (seperti tantrum atau menarik diri) saat berada dalam setting sosial. Kemajuan diukur secara individual, bertahap, dan realistis, dengan mengakui setiap usaha kecil anak sebagai sebuah keberhasilan. Peningkatan interaksi sosial ini menjadi fondasi penting untuk pengembangan keterampilan komunikasi, belajar, dan kualitas hidup anak di masa depan.
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Fasilitasi interaksi sosial adalah intervensi keperawatan spesifik yang dirancang untuk menciptakan peluang, memberikan dukungan, dan melatih anak dengan ASD agar dapat terlibat dalam interaksi sosial yang positif. Intervensi ini bersifat terstruktur, individual, dan dilakukan secara konsisten. Aktivitasnya meliputi: pertama, pembuatan rutinitas sosial yang terprediksi, seperti ritual salam dan pamit, untuk mengurangi kecemasan anak. Kedua, penggunaan bantuan visual (gambar, kartu, atau schedule board) untuk membantu anak memahami urutan aktivitas sosial dan harapan yang berlaku. Ketiga, pelatihan keterampilan sosial secara langsung dan eksplisit, misalnya dengan role-play cara menyapa, meminta izin, atau mengantri. Keempat, pengondisian lingkungan untuk meminimalkan distraksi sensorik yang dapat mengganggu fokus anak pada interaksi. Kelima, pemanfaatan minat khusus anak sebagai jembatan untuk memulai interaksi (misal, jika anak suka kereta api, gunakan mainan kereta api sebagai media bermain bersama). Keenam, pemberian pujian dan reinforcement segera setiap kali anak menunjukkan upaya interaksi, sekecil apa pun. Ketujuh, kolaborasi dengan keluarga dan terapis untuk memastikan pendekatan yang konsisten di semua lingkungan. Intervensi ini juga mencakup edukasi dan dukungan bagi orang tua untuk memahami pola komunikasi anak dan cara meresponsnya secara efektif. Prinsip utamanya adalah memasukkan latihan interaksi ke dalam aktivitas sehari-hari dengan cara yang menyenangkan, tidak mengancam, dan menghargai keunikan anak.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280