Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24226 | 24 Feb 2026
Klinis : DS: Klien mengatakan hanya minum 3-4 gelas/hari Mengurangi minum karena takut sering BAK Menahan rasa haus DO: Mukosa bibir kering Turgor kulit menurun Urin kuning pekat dan bau menyengat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: 00027
Deskripsi Singkat: Penurunan volume cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular yang dapat mengakibatkan dehidrasi, penurunan perfusi jaringan, dan gangguan fungsi seluler. Kondisi ini ditandai dengan asupan cairan yang tidak adekuat, kehilangan cairan berlebih, atau kombinasi keduanya.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : SLKI 1401 berfokus pada pemantauan dan pemeliharaan keseimbangan cairan. Tujuan utamanya adalah memastikan asupan dan haluaran cairan klien seimbang serta tanda-tanda vital dalam rentang normal. Intervensi keperawatan dalam SLKI ini mencakup pemantauan ketat tanda-tanda vital (terutama nadi dan tekanan darah) untuk mendeteksi hipotensi ortostatik atau takikardia sebagai tanda penurunan volume cairan. Perawat akan memantau dan mencatat asupan dan haluaran cairan secara akurat, termasuk jumlah, warna, dan karakteristik urin. Turgor kulit dan kelembaban membran mukosa dinilai secara berkala. Perawat juga akan menimbang berat badan klien setiap hari dengan timbangan yang sama dan pada waktu yang sama untuk mendeteksi perubahan akut yang mengindikasikan kehilangan cairan. Selain itu, lingkungan klien diatur untuk meminimalkan kehilangan cairan, misalnya dengan mengurangi paparan panas. Edukasi kepada klien dan keluarga tentang pentingnya asupan cairan yang adekuat dan tanda-tanda dehidrasi juga merupakan bagian integral dari SLKI ini untuk mencegah kekambuhan.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : SIKI 4201 adalah intervensi spesifik untuk mengatasi defisit volume cairan melalui pemberian cairan dan pemantauan. Intervensi ini dimulai dengan penilaian menyeluruh penyebab defisit cairan, yang dalam kasus ini adalah pembatasan asupan sukarela karena takut sering BAK. Perawat akan berkolaborasi dengan dokter dalam menentukan jenis, jumlah, dan kecepatan pemberian cairan, baik secara oral maupun intravena, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan klien. Perawat memastikan akses cairan mudah dijangkau klien dan mendorong asupan cairan sedikit demi sedikit namun sering, sesuai toleransi. Strategi untuk meningkatkan asupan oral dapat meliputi pemberian cairan dalam variasi suhu (misalnya air dingin atau hangat) dan jenis (air putih, jus, kuah sup) yang disukai klien. Perawat juga akan mengatasi hambatan psikologis dengan memberikan edukasi bahwa mengurangi minum justru dapat memperburuk kondisi (urin menjadi lebih pekat dan lebih mengiritasi kandung kemih) dan menjelaskan pola BAK normal. Pemantauan respons terhadap terapi cairan dilakukan dengan mengevaluasi peningkatan kelembaban membran mukosa, membaiknya turgor kulit, warna urin yang kembali jernih atau kuning muda, serta keseimbangan input dan output. Tanda-tanda kelebihan cairan juga harus diwaspadai selama pemberian terapi. Dokumentasi yang akurat dan komunikasi dengan tim kesehatan lain tentang perkembangan kondisi klien sangat ditekankan dalam pelaksanaan SIKI ini.
-
Article No. 24227 | 24 Feb 2026
Klinis : gagal ginjal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: