Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23322 | 16 Dec 2025
Klinis : Seorang laki laki usia 56 tahun datang ke UGD RSPAD dengan keluhan terjadi penurunan kesadaran. menurut keluarga pasien, jam 21.00 pasien mengeluh nyeri kepala hebat dan semakin lama semakin nyeri, rasa kesemutan pada ekstrimitas kiri. Pasien tidak mau dibawa ke RS menurutnya akan sembuh saat tidur namun pada saat bangun pagi pasien sulit dibangunkan dan segera dibawa ke RS . Pasien memiliki Riwayat hipertensi tidak terkontrol, Diabetes melitus tidak terkontrol, saat dilakukan pengkajian di dapati Nilai GCS E2M3V2, tekanan darah 190/100 mmHg, nadi 100x/menit S 37 Pernafasan 24x/menit reflek fisiologis ++/++, Reflek Cahaya +/+ diameter pupil 3/3 nilai motoric 5555 3333 5555 3333 Saat dilakukan auskultasi suara ronchi pada kedua lapang paru slym banyak dan kental terpasang oksigen sungkup 8 liter/menit. Hasil pemeriksaan CT Scan Terdapat oklusi/ sumbatan pada arteri brakialis kanan dengan hidrosefalus Thorak foto: terdapat pneumonia di kedua lobus paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Perfusi Jaringan Otak dan Risiko Komplikasi pada Pasien Stroke Iskemik dengan Pneumonia
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Penurunan perfusi jaringan otak adalah suatu keadaan dimana aliran darah ke jaringan otak menurun, mengakibatkan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan metabolisme sel-sel otak. Pada kasus ini, kondisi ini disebabkan oleh oklusi/sumbatan pada arteri brakialis kanan yang teridentifikasi melalui CT Scan, yang merupakan penyebab stroke iskemik. Hal ini dimanifestasikan secara klinis dengan penurunan kesadaran (GCS E2M3V2 = 7), nyeri kepala hebat, dan gejala neurologis fokal seperti kesemutan pada ekstremitas kiri. Riwayat hipertensi dan diabetes mellitus yang tidak terkontrol merupakan faktor risiko utama yang memperberat kondisi ini. Penurunan perfusi ini mengancam viabilitas jaringan otak dan berpotensi menyebabkan defisit neurologis permanen jika tidak segera ditangani.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik. Tujuan dari intervensi keperawatan adalah untuk mengoptimalkan aliran darah serebral dan mencegah kerusakan otak lebih lanjut. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Peningkatan tingkat kesadaran menuju GCS 15 (E4M6V5), 2) Tekanan darah terkontrol dalam rentang target yang ditetapkan untuk mengurangi risiko perdarahan sekunder atau edema serebral, 3) Tanda-tanda neurologis fokal (seperti kesemutan atau kelemahan) tidak memberat atau menunjukkan perbaikan, 4) Tidak terjadi peningkatan tekanan intrakranial yang ditandai dengan tidak memburuknya sakit kepala dan status pupil tetap normal (isokor, reflek cahaya positif), 5) Kebutuhan oksigenasi jaringan otak terpenuhi yang ditunjukkan dengan saturasi oksigen dalam batas normal. Pencapaian SLKI ini memerlukan kolaborasi ketat dalam pemberian terapi trombolitik (jika memenuhi syarat), antihipertensi, dan neuroproteksi.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Manajemen Perfusi Serebral. Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan sistematis untuk memantau, mempertahankan, dan meningkatkan aliran darah ke otak. Tindakan spesifik yang harus dilakukan berdasarkan kondisi pasien adalah: 1) Mempertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat untuk memfasilitasi drainase vena dan mengurangi tekanan intrakranial, dengan memastikan alignment tulang belakang leher netral. 2) Memonitor status neurologis secara ketat dan berkelanjutan setiap jam atau sesuai protokol, termasuk GCS, ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik (dari data: 5555 di kanan, 3333 di kiri menunjukkan hemiparese sisi kiri), dan tanda-tanda peningkatan TIK. 3) Mengelola tekanan darah secara kolaboratif sesuai target terapi (biasanya tidak diturunkan terlalu agresif pada fase akut stroke iskemik) dengan pemberian obat antihipertensi intravena yang terkontrol. 4) Memastikan oksigenasi adekuat dengan mempertahankan patensi jalan napas dan pemberian oksigen sesuai kebutuhan (saat ini terpasang sungkup 8 L/menit), serta melakukan suction untuk membersihkan sekresi kental yang dapat menyebabkan hipoksia. 5) Memonitor keseimbangan cairan dan elektrolit untuk mencegah hipovolemia atau hipervolemia yang dapat mempengaruhi perfusi. 6) Memberikan lingkungan yang tenang, mengurangi stimulasi yang tidak perlu, dan menghindari manuver valsava (seperti mengejan) untuk mencegah peningkatan TIK. 7) Berkolaborasi dalam pemberian obat-obatan neuroprotektif dan memantau respons terapi.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif dan Risiko Gagal Napas pada Pasien dengan Pneumonia Aspirasi
Kode SDKI: 0010
Deskripsi Singkat: Bersihan jalan napas tidak efektif adalah ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan kepatenan jalan napas. Pada pasien ini, kondisi ini terjadi akibat penurunan kesadaran (GCS 7) yang menyebabkan refleks batuk dan menelan terganggu, sehingga berisiko tinggi terjadi aspirasi sekresi atau makanan/minuman. Hasil pemeriksaan fisik (ronchi di kedua lapang paru, sekresi banyak dan kental) dan thorax foto (pneumonia di kedua lobus paru) mengkonfirmasi adanya akumulasi sekresi yang telah menyebabkan infeksi dan mengganggu pertukaran gas. Kondisi ini diperberat oleh status neurologis yang buruk dan potensi peningkatan produksi sekresi akibat respons inflamasi dari stroke dan infeksi.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Tujuan intervensi adalah untuk mencapai dan mempertahankan kepatenan jalan napas serta mencegah komplikasi pernapasan. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Suara napas vesikuler jelas di semua lapang paru tanpa ronchi atau wheezing, 2) Sekresi jalan napas dapat dikeluarkan dengan efektif (baik secara spontan atau dengan bantuan suction), jumlah dan konsistensi sekresi berkurang, 3) Tidak terdapat tanda-tanda distress pernapasan (takipnea, penggunaan otot bantu napas, sianosis), dengan frekuensi napas dalam rentang normal, 4) Nilai gas darah arteri atau saturasi oksigen perifer (SpO2) dalam batas normal atau sesuai target, 5) Gambaran radiologis toraks menunjukkan perbaikan infiltrat pneumonia.
Kode SIKI: 3180
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini mencakup tindakan untuk memastikan patensi, membersihkan sekresi, dan mendukung ventilasi. Tindakan spesifik berdasarkan kondisi pasien adalah: 1) Melakukan auskultasi suara napas secara rutin untuk menilai adanya penumpukan sekresi. 2) Melakukan fisioterapi dada (chest physiotherapy) seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage sesuai toleransi dan kondisi neurologis pasien. 3) Melakukan suction endotrakeal atau orofaring secara steril dan tepat indikasi untuk mengangkat sekresi kental yang banyak, dengan pre-oksigenasi untuk mencegah hipoksia. 4) Memberikan terapi nebulizer atau humidifikasi untuk mengencerkan sekresi (mukolitik) dan bronkodilator jika diperlukan. 5) Mempertahankan posisi semi-fowler atau side-lying dengan kepala agak ekstensi (jika aman dari sudut pandang neurologis) untuk memudahkan drainase sekresi dan mencegah aspirasi. 6) Memonitor ketat status pernapasan (frekuensi, irama, usaha napas) dan saturasi oksigen secara terus menerus. 7) Berkolaborasi dalam pemberian antibiotik untuk pneumonia, terapi oksigen, dan persiapan jika diperlukan intubasi serta ventilasi mekanik akibat penurunan kesadaran yang dalam dan kegagalan pernapasan. 8) Memberikan edukasi dan penjelasan kepada keluarga tentang pentingnya posisi dan kondisi pasien.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Pasien dengan Diabetes Mellitus Tidak Terkontrol dan Stres Akut Stroke
Kode SDKI: 0021Deskripsi Singkat: Risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah adalah keadaan dimana seorang individu rentan mengalami variasi kadar glukosa darah di luar rentang normal, yang dapat mengakibatkan komplikasi akut seperti hipoglikemia atau hiperglikemia. Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus yang tidak terkontrol. Kondisi stroke akut dan infeksi pneumonia merupakan stresor fisik berat yang memicu respon hormonal (peningkatan hormon kontra-regulasi seperti kortisol dan katekolamin) yang menyebabkan resistensi insulin dan hiperglikemia akut. Hiperglikemia pada fase akut stroke dikaitkan dengan luasan infark yang lebih besar, outcome neurologis yang buruk, dan peningkatan risiko infeksi. Oleh karena itu, manajemen glikemik yang ketat sangat penting dalam tatalaksana pasien ini.
Kode SLKI: 0702
Deskripsi : Kadar glukosa darah terkontrol. Tujuan intervensi adalah untuk mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan, biasanya lebih ketat (misalnya 140-180 mg/dL) pada pasien stroke akut di ICU. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Kadar glukosa darah kapiler atau plasma berada dalam rentang target yang ditentukan, 2) Tidak terjadi episode hipoglikemia (glukosa darah <70 mg/dL) yang bergejala atau asimtomatik, 3) Tidak terjadi komplikasi akut hiperglikemia seperti ketoasidosis diabetik atau status hiperglikemik hiperosmolar, 4) Tanda-tanda klinis terkait fluktuasi glukosa (seperti lemas, keringat dingin, penurunan kesadaran lebih lanjut) tidak muncul.
Kode SIKI: 2620
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia/Hipoglikemia. Intervensi ini melibatkan pemantauan dan regulasi kadar glukosa darah. Tindakan spesifik berdasarkan kondisi pasien adalah: 1) Memantau kadar glukosa darah kapiler secara berkala (setiap 1-4 jam) sesuai protokol unit stroke atau ICU. 2) Berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian insulin intravena drip (infus kontinu) dengan dosis yang disesuaikan berdasarkan hasil pemantauan glukosa, karena merupakan terapi pilihan untuk mengontrol
Article No. 23323 | 16 Dec 2025
Klinis : gatal ruam kemrahan pada pasien dhf
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gatal dan Ruam Kemerahan pada Pasien Demam Berdarah Dengue (DHF)
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Risiko Gangguan Integritas Kulit
Kode SLKI: 1601
Deskripsi : Integritas Kulit Dipertahankan
Kode SIKI: 1601A
Deskripsi : Mempertahankan kelembaban kulit dan integritas kulit. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan preventif dan terapeutik untuk mencegah kerusakan kulit lebih lanjut dan mempromosikan penyembuhan pada pasien DHF yang mengalami gatal dan ruam. Pertama, lakukan pengkajian kulit secara komprehensif setiap shift, perhatikan karakteristik ruam (distribusi, warna, elevasi), tingkat gatal (skala 0-10), dan adanya tanda-tanda ekskoriasi atau infeksi sekunder seperti eritema, bengkak, hangat, atau nanah. Pertahankan kebersihan kulit dengan mandi menggunakan air hangat (bukan air panas) dan sabun hipoalergenik yang lembut, kemudian dikeringkan dengan menepuk-nepuk (bukan menggosok) untuk mengurangi iritasi. Oleskan losion atau krim pelembab non-alkohol dan hipoalergenik pada kulit yang kering tetapi hindari area yang lecet. Untuk mengatasi gatal, terapkan kompres dingin atau dingin pada area yang gatal selama 15-20 menit beberapa kali sehari. Anjurkan pasien untuk memotong kuku pendek dan bersih, serta jika perlu gunakan sarung tangan katun lembut di malam hari untuk mencegah garukan tak sadar. Jika diresepkan, berikan obat antihistamin atau aplikasikan topikal anti-gatal (seperti kalmine) sesuai instruksi, dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya. Lindungi kulit dari trauma dengan menggunakan pakaian longgar, lembut, dan menyerap keringat (katun). Atur lingkungan agar sejuk dan nyaman karena panas dapat memperburuk gatal. Penatalaksanaan gatal dan ruam pada DHF juga harus terintegrasi dengan manajemen penyakit dasarnya. Pantau ketat tanda-tanda syok dan perdarahan, karena trombositopenia pada DHF meningkatkan risiko petekie atau perdarahan kulit spontan. Hindari tindakan yang dapat melukai kulit seperti penggunaan plester yang kuat, pijatan keras, atau tekanan berlebihan pada satu area. Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya tidak menggaruk, mekanisme penyebaran ruam pada DHF (seringkali menyebar dari torso ke ekstremitas), dan tanda-tanda komplikasi yang harus dilaporkan seperti ruam yang menjadi sangat nyeri, melepuh, atau menunjukkan tanda infeksi. Intervensi ini bertujuan untuk memutus siklus gatal-garukan yang dapat merusak kulit, mencegah infeksi sekunder, dan meningkatkan kenyamanan pasien selama fase penyembuhan, yang sejalan dengan tujuan SLKI untuk mempertahankan integritas kulit.
Article No. 23324 | 16 Dec 2025
Klinis : gatal ruam kemrahan pada pasien dhf
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gatal dan ruam kemerahan pada pasien Demam Berdarah Dengue (DHF)
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: L.08114
Deskripsi : Perawatan kulit dan membran mukosa
Kode SIKI: I.01234
Deskripsi : Manajemen gatal
Penjelasan Lengkap:
Diagnosa Keperawatan (SDKI D.0016 - Risiko Infeksi): Pada pasien Demam Berdarah Dengue (DHF), gatal dan ruam kemerahan merupakan manifestasi klinis yang umum terjadi, terutama pada fase demam atau fase penyembuhan. Ruam ini meningkatkan risiko terjadinya infeksi sekunder pada kulit. Integritas kulit yang terganggu akibat garukan (ekskoriasi) menjadi pintu masuk bagi mikroorganisme patogen. Faktor risiko lainnya pada pasien DHF adalah adanya kebocoran plasma yang dapat menyebabkan edema, membuat kulit lebih rentan rusak, serta status imunologis pasien yang mungkin terpengaruh oleh perjalanan penyakit virus dengue. Oleh karena itu, meskipun fokus utama adalah manajemen DHF, menjaga integritas kulit untuk mencegah infeksi sekunder menjadi diagnosa keperawatan yang kritis. Tujuannya adalah untuk melindungi pasien dari komplikasi tambahan yang dapat memperburuk kondisi dan memperpanjang masa penyembuhan.
Luaran Keperawatan (SLKI L.08114 - Perawatan kulit dan membran mukosa): Luaran yang diharapkan dari intervensi keperawatan adalah kulit dan membran mukosa pasien tetap utuh, bersih, dan bebas dari tanda-tanda infeksi sekunder. Secara spesifik, indikator luaran ini meliputi: kulit tetap utuh tanpa lecet atau luka terbuka akibat garukan, tidak terdapat tanda-tanda infeksi seperti kemerahan yang meluas, bengkak, hangat, nyeri, atau nanah pada area ruam, pasien dapat mengontrol keinginan untuk menggaruk, serta pengetahuan pasien/keluarga mengenai perawatan kulit meningkat. Pencapaian luaran ini dinilai melalui pengamatan langsung terhadap kondisi kulit, monitoring tanda-tanda vital (terutama suhu), dan laporan dari pasien mengenai tingkat gatal serta kemampuannya dalam menahan diri untuk tidak menggaruk. Perawat mengevaluasi keberhasilan intervensi dengan membandingkan kondisi kulit dari hari ke hari menuju penyembuhan tanpa komplikasi.
Intervensi Keperawatan (SIKI I.01234 - Manajemen gatal): Intervensi ini merupakan tindakan utama untuk mengatasi masalah gatal dan mencegah kerusakan kulit yang berisiko infeksi. Pelaksanaannya meliputi beberapa tindakan holistik. Pertama, pendidikan kesehatan: memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga tentang penyebab gatal pada DHF, pentingnya tidak menggaruk untuk mencegah luka dan infeksi, serta cara-cara aman untuk meredakan gatal. Kedua, perawatan kulit: menjaga kebersihan kulit dengan mandi air dingin atau suam-suam kuku tanpa sabun yang iritatif, mengeringkan kulit dengan menepuk-nepuk (bukan menggosok), serta menjaga kelembaban kulit dengan pelembab hipoalergenik setelah mandi. Ketiga, pengurangan stimulus gatal: menjaga lingkungan tetap sejuk, menggunakan pakaian longgar dari bahan katun, dan menjaga kuku pasien tetap pendek dan bersih. Keempat, terapi non-farmakologis: memberikan kompres dingin atau dingin pada area yang gatal untuk menimbulkan sensasi mati rasa dan mengurangi keinginan menggaruk. Kelima, kolaborasi farmakologis: dalam batas kewenangan dan sesuai resep, dapat mengadministrasikan obat antihistamin atau topical calamine lotion untuk meredakan gatal. Keenam, pengalihan perhatian: mengajak pasien melakukan aktivitas yang menyenangkan untuk mengalihkan fokus dari rasa gatal. Seluruh intervensi ini dilakukan secara terintegrasi, terus dimonitor efektivitasnya, dan didokumentasikan dengan baik untuk memastikan luaran perawatan kulit tercapai dan risiko infeksi dapat diminimalisir.
Article No. 23325 | 16 Dec 2025
Klinis : gatal ruam kemrahan pada pasien dhf
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gatal dan Ruam Kemerahan pada Pasien Demam Berdarah Dengue (DHF)
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Risiko Gangguan Integritas Kulit
Kode SLKI: L.15031
Deskripsi : Integritas Kulit Dipertahankan
Kode SIKI: I.01248
Deskripsi : Manajemen Gatal
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosis Keperawatan (SDKI - D.0019: Risiko Gangguan Integritas Kulit): Diagnosis ini dipilih karena pasien Demam Berdarah Dengue (DHF) dengan keluhan gatal dan ruam kemerahan menunjukkan ancaman terhadap keutuhan kulit. Pada DHF, ruam kulit merupakan manifestasi umum yang terjadi akibat respons imun terhadap virus dengue, kebocoran plasma, dan trombositopenia. Ruam ini sering kali disertai rasa gatal yang hebat. Gatal (pruritus) menjadi faktor risiko utama gangguan integritas kulit karena dorongan untuk menggaruk dapat merusak lapisan epidermis, menimbulkan ekskoriasi (lecet), dan meningkatkan risiko infeksi sekunder. Kerusakan kulit pada pasien DHF juga dapat diperberat oleh kondisi trombositopenia (rendahnya jumlah trombosit) yang mengganggu proses pembekuan darah dan penyembuhan luka, sehingga kulit menjadi lebih rentan. Oleh karena itu, meskipun integritas kulit saat ini mungkin masih utuh, adanya gejala gatal dan ruam yang aktif menciptakan situasi berisiko tinggi untuk terjadinya kerusakan kulit yang nyata. Fokus keperawatan adalah pada pencegahan agar risiko ini tidak menjadi masalah aktual.
Luaran Keperawatan (SLKI - L.15031: Integritas Kulit Dipertahankan): Luaran yang diharapkan dari intervensi keperawatan adalah integritas kulit pasien tetap terjaga. Kriteria luaran ini mencakup: kulit tetap utuh tanpa adanya lecet, laserasi, atau ulserasi baru; ruam kemerahan menunjukkan tanda-tanda penyembuhan (berkurangnya erythema atau redness); rasa gatal dapat dikontrol atau berkurang secara subjektif dilaporkan oleh pasien; pasien dan keluarga mampu mendemonstrasikan perilaku untuk mencegah kerusakan kulit, seperti menghindari menggaruk; serta tidak ada tanda-tanda infeksi pada area kulit yang mengalami ruam. Mencapai luaran ini sangat krusial dalam perawatan DHF untuk mencegah komplikasi tambahan seperti sepsis yang dapat berasal dari infeksi kulit, yang akan memperburuk kondisi pasien secara keseluruhan.
Intervensi Keperawatan (SIKI - I.01248: Manajemen Gatal): Untuk mencapai luaran tersebut, intervensi utama yang dilakukan adalah Manajemen Gatal. Intervensi ini terdiri dari serangkaian tindakan yang komprehensif: 1) Edukasi: Memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga tentang penyebab gatal pada DHF, pentingnya menghindari menggaruk, dan konsekuensi dari kerusakan kulit. 2) Lingkungan dan Perawatan Kulit: Menjaga kebersihan kulit dengan mandi air dingin atau suam-suam kuku tanpa sabun yang mengandung parfum atau alkohol yang dapat mengiritasi. Menggunakan pakaian yang longgar, lembut, dan menyerap keringat (katun). Menjaga kelembaban ruangan agar tidak terlalu panas dan kering. 3) Terapi Non-Farmakologis: Menerapkan kompres dingin atau dingin pada area yang gatal untuk memberikan efek anestesi lokal dan vasokonstriksi yang mengurangi sensasi gatal. Melakukan pengalihan perhatian (distraksi) seperti mendengarkan musik atau mengobrol. Memotong kuku pasien pendek dan bersih untuk meminimalkan kerusakan jika terjadi garukan tidak disengaja. 4) Kolaborasi Farmakologis: Berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat antihistamin (seperti cetirizine atau chlorpheniramine) atau topical agent (seperti calamine lotion) sesuai resep untuk mengontrol respons histamin yang memicu gatal. Penting untuk memantau efek samping obat, terutama sedasi. 5) Monitoring: Mengobservasi secara berkala karakteristik ruam (penyebaran, warna, adanya lepuh atau ekskoriasi) dan intensitas gatal. Mendokumentasikan respons pasien terhadap intervensi yang diberikan. Intervensi Manajemen Gatal ini bersifat preventif dan terapeutik, bertujuan memutus siklus gatal-garuk yang merupakan ancaman utama bagi integritas kulit pasien DHF.
Article No. 23326 | 16 Dec 2025
Klinis : gatal ruam kemrahan pada pasien dhf
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gatal dan Ruam Kemerahan pada Pasien Demam Berdarah Dengue (DHF)
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Risiko Gangguan Integritas Kulit
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Integritas Kulit Dipertahankan
Kode SIKI: I.12150
Deskripsi : Manajemen Gatal
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosis Keperawatan (SDKI - D.0019: Risiko Gangguan Integritas Kulit): Diagnosis ini ditetapkan karena pasien Demam Berdarah Dengue (DHF) mengalami gatal dan ruam kemerahan, yang merupakan manifestasi umum dari infeksi virus dengue. Ruam ini biasanya muncul pada fase demam atau fase penyembuhan (fase konvalesen). Gatal yang menyertainya menjadi faktor risiko utama bagi pasien untuk menggaruk, yang dapat merusak lapisan epidermis kulit, menciptakan pintu masuk bagi mikroorganisme, dan berpotensi menyebabkan infeksi sekunder. Pada DHF, trombositopenia (penurunan jumlah trombosit) juga meningkatkan risiko perdarahan, sehingga kerusakan kulit sekecil apa pun dapat memperparah risiko perdarahan atau mempersulit penyembuhan. Oleh karena itu, fokus keperawatan adalah pada pencegahan aktualisasi gangguan integritas kulit dengan mengelola gejala gatal dan melindungi kulit dari kerusakan.
Luaran Keperawatan (SLKI - L.15001: Integritas Kulit Dipertahankan): Luaran yang diharapkan dari intervensi keperawatan adalah integritas kulit pasien tetap utuh, tidak terjadi kerusakan kulit seperti lecet, ekskoriasi (luka garukan), atau tanda-tanda infeksi. Kriteria luaran ini mencakup: kulit tetap utuh dengan warna, kelembaban, dan suhu normal; tidak ada area kemerahan yang memburuk atau menunjukkan tanda infeksi seperti nanah; tidak ada keluhan gatal yang berat atau aktivitas menggaruk yang tidak terkontrol; serta pasien dan keluarga memahami dan berpartisipasi dalam upaya mencegah kerusakan kulit. Pencapaian luaran ini sangat krusial dalam konteks DHF untuk mencegah komplikasi infeksi dan perdarahan lebih lanjut.
Intervensi Keperawatan (SIKI - I.12150: Manajemen Gatal): Intervensi ini merupakan tindakan spesifik untuk mencegah atau meredakan gatal dan melindungi integritas kulit. Implementasinya pada pasien DHF meliputi: (1) Penilaian: Memantau karakteristik ruam (lokasi, sebaran, warna), intensitas gatal (menggunakan skala), dan kondisi kulit secara berkala. Mengobservasi kebiasaan pasien menggaruk, terutama saat tidur. (2) Tindakan Fisik dan Lingkungan: Memotong kuku pasien pendek dan halus untuk meminimalkan kerusakan kulit jika menggaruk. Menggunakan pakaian longgar, lembut, dan menyerap keringat (katun) untuk mengurangi iritasi mekanis. Menjaga lingkungan tetap sejuk dan kelembaban udara adequate, karena suhu panas dapat memperparah gatal. Mandi dengan air hangat (bukan air panas) dan sabun yang lembut serta bebas pewangi. (3) Tindakan Topikal dan Kompres: Memberikan kompres dingin atau dingin-lembab pada area yang gatal untuk menimbulkan efek vasokonstriksi dan anestesi ringan. Dapat mengaplikasikan losion kalamin atau krim hidrokortison 1% sesuai anjuran dokter untuk meredakan inflamasi dan gatal. (4) Edukasi dan Perilaku: Mengajarkan pasien dan keluarga untuk menghindari menggaruk, dan menggantinya dengan menepuk-nepuk area yang gatal. Memberikan distraksi seperti mengajak bicara atau aktivitas ringan. Menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan kulit tanpa menggosok terlalu keras. (5) Kolaborasi: Berkonsultasi atau memberikan terapi obat sesuai resep dokter, seperti antihistamin (cth: CTM, loratadin) untuk mengontrol reaksi alergi dan sensasi gatal. Seluruh intervensi ini bertujuan memutus siklus gatal-garuk-kerusakan kulit, sehingga integritas kulit sebagai pertahanan pertama tubuh dapat dipertahankan, yang sangat vital dalam proses penyembuhan DHF.
Article No. 23327 | 16 Dec 2025
Klinis : berbicara sendiri, membuang barang
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi
Kode SDKI: 0027
Deskripsi Singkat: Perubahan dalam jumlah atau pola dari stimulus yang datang disertai dengan respons yang berkurang, berlebih, terdistorsi, atau terganggu.
Kode SLKI: 2710
Deskripsi : Mengacu pada kemampuan klien untuk mengidentifikasi, mengelola, dan mengurangi pengalaman halusinasi. Luaran yang diharapkan adalah klien dapat mengenali tanda-tanda halusinasi, menggunakan strategi koping untuk mengalihkan perhatian, melaporkan penurunan frekuensi dan intensitas halusinasi, serta berinteraksi secara realitas dengan orang dan lingkungan. Indikator pencapaiannya meliputi: mengungkapkan kemampuan untuk mengidentifikasi faktor pemicu halusinasi, mendemonstrasikan teknik untuk menghentikan atau mengurangi halusinasi (seperti berbicara dengan orang lain, melakukan aktivitas terarah), melaporkan bahwa halusinasi dapat dikontrol, berpartisipasi dalam aktivitas terapeutik kelompok, serta menunjukkan peningkatan kontak mata dan respons verbal yang sesuai selama interaksi.
Kode SIKI: 2710A, 2710B, 2710C, 2710D, 2710E, 2710F, 2710G, 2710H, 2710I, 2710J, 2710K, 2710L, 2710M, 2710N, 2710O
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk halusinasi bersifat komprehensif dan berfokus pada membangun hubungan terapeutik, meningkatkan kesadaran realitas, dan mengajarkan keterampilan koping. Pertama, **bangun hubungan saling percaya** (2710A) dengan pendekatan yang hangat, empatik, dan tidak menghakimi. **Observasi tanda-tanda halusinasi** (2710B) seperti konsentrasi yang terganggu, bicara atau tertawa sendiri, serta respons yang tidak sesuai. **Bantu klien mengidentifikasi pengalaman halusinasinya** (2710C) dengan menanyakan secara halus, misalnya "Apakah Anda mendengar suara-suara sekarang?". **Validasi perasaan klien** (2710D) terkait distress yang dialami, namun **jangan menyetujui isi halusinasi** (2710E). Sebagai contoh, katakan "Saya percaya Anda mendengar suara itu, tapi saya tidak mendengarnya. Itu adalah bagian dari penyakit Anda." **Bantu klien mengidentifikasi situasi yang memicu halusinasi** (2710F) seperti stres, kesepian, atau lingkungan yang terlalu bising atau sepi. **Ajarkan teknik untuk mengontrol halusinasi** (2710G) seperti **teknik mengalihkan perhatian** (2710H) dengan mengajak klien beraktivitas fisik (jalan, olahraga), melakukan hobi, atau mengobrol. **Teknik menghentikan halusinasi** (2710I) seperti menyuruh klien untuk mengatakan "Pergilah!" atau "Berhenti!" dengan tegas. **Teknik mengabaikan** (2710J) dengan tidak memberikan respons terhadap halusinasi. **Teknik berinteraksi dengan orang lain** (2710K) untuk mendapatkan validasi realitas. **Bantu klien berfokus pada realitas** (2710L) dengan mengajak diskusi tentang topik netral atau kegiatan sehari-hari. **Berikan pujian atas upaya klien** (2710M) dalam mengontrol halusinasinya. **Kolaborasi pemberian obat antipsikotik** (2710N) sesuai resep dan evaluasi efek serta efek sampingnya. Terakhir, **fasilitasi terapi aktivitas kelompok** (2710O) seperti terapi okupasi atau psikososial untuk meningkatkan keterampilan sosial dan koping. Intervensi ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari membangun kepercayaan, kemudian membantu klien mengakui dan akhirnya mengelola halusinasinya secara mandiri.
Article No. 23328 | 16 Dec 2025
Klinis : berbicara sendiri, membuang-buang barang
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perilaku Kekerasan
Kode SDKI: 0015
Deskripsi Singkat: Perilaku yang dapat menyebabkan cedera fisik, psikologis, atau kerusakan pada diri sendiri, orang lain, atau lingkungan.
Kode SLKI: 4300
Deskripsi : Perilaku Kekerasan Terkontrol. Kriteria hasil: 1) Mengidentifikasi pemicu perilaku kekerasan. 2) Mengungkapkan perasaan marah, frustasi, atau kesal dengan cara yang aman dan dapat diterima. 3) Tidak menunjukkan perilaku verbal yang mengancam atau kasar. 4) Tidak menunjukkan perilaku fisik yang mengancam atau merusak. 5) Menggunakan strategi koping yang adaptif untuk mengelola amarah. 6) Mematuhi batasan dan aturan yang ditetapkan. 7) Berpartisipasi dalam aktivitas terapeutik.
Kode SIKI: 4370
Deskripsi : Manajemen Perilaku Kekerasan. Intervensi keperawatan: 1) Kaji faktor risiko dan tanda-tanda awal eskalasi perilaku (seperti berbicara sendiri dengan nada marah, gelisah, merusak barang). 2) Jaga keselamatan lingkungan dengan mengurangi benda-benda berbahaya dan memastikan ruangan aman. 3) Bangun hubungan saling percaya dengan pendekatan tenang, tidak menghakimi, dan empati. 4) Berikan pengakuan terhadap perasaan pasien (contoh: "Saya lihat Anda sedang kesal"). 5) Berikan kesempatan pada pasien untuk mengungkapkan perasaan secara verbal sebagai alternatif dari perilaku kekerasan. 6) Tetapkan batasan yang jelas, tegas, dan konsisten terhadap perilaku yang tidak dapat diterima. 7) Alihkan perhatian pasien ke aktivitas yang menenangkan atau penggunaan energi fisik yang aman. 8) Ajarkan teknik relaksasi sederhana (napas dalam). 9) Kolaborasi dengan tim kesehatan jiwa untuk terapi farmakologi jika diperlukan. 10) Dokumentasi perilaku, pemicu, dan intervensi yang diberikan secara objektif.
Kondisi: Isolasi Sosial
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Keadaan kesepian yang dialami individu dan dirasakan sebagai hal yang dipaksakan oleh orang lain, serta merupakan keadaan negatif atau mengancam.
Kode SLKI: 1500
Deskripsi : Keterlibatan Sosial. Kriteria hasil: 1) Berinteraksi dengan perawat atau orang lain secara sukarela. 2) Membina hubungan saling percaya dengan perawat. 3) Berpartisipasi dalam aktivitas kelompok sesuai kemampuan. 4) Mengungkapkan perasaan berkurangnya kesepian. 5) Mengidentifikasi sumber dukungan sosial yang tersedia.
Kode SIKI: 5340
Deskripsi : Peningkatan Sosialisasi. Intervensi keperawatan: 1) Lakukan pendekatan dengan frekuensi yang konsisten, singkat, dan tidak mengancam. 2) Fokus pada topik netral dan konkret pada awal interaksi. 3) Dorong ekspresi perasaan secara bertahap. 4) Bantu pasien mengidentifikasi orang atau situasi yang dihindari dan alasannya. 5) Berikan reinforcement positif untuk setiap upaya pasien berinteraksi. 6) Fasilitasi interaksi sosial bertahap, dimulai dari satu orang (perawat), kemudian kecil, lalu kelompok yang lebih besar. 7) Kolaborasi dalam terapi aktivitas kelompok seperti terapi okupasi atau psikososial. 8) Libatkan keluarga dalam proses terapi untuk meningkatkan dukungan di rumah.
Kondisi: Perilaku Tidak Efektif
Kode SDKI: 0011
Deskripsi Singkat: Perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial, budaya, dan agama, serta dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Perilaku. Kriteria hasil: 1) Menyadari perilaku yang tidak sesuai. 2) Dapat mengidentifikasi konsekuensi dari perilakunya. 3) Menunjukkan upaya untuk mengontrol perilaku impulsif. 4) Meningkatnya kepatuhan terhadap norma sosial dalam interaksi.
Kode SIKI: 4350
Deskripsi : Modifikasi Perilaku. Intervensi keperawatan: 1) Observasi dan catat pola perilaku tidak efektif (seperti berbicara sendiri dan membuang barang). 2) Identifikasi pemicu dan kebutuhan yang tidak terpenuhi di balik perilaku tersebut. 3) Bantu pasien mengenali pola perilakunya dan dampaknya. 4) Tetapkan ekspektasi perilaku yang jelas dan konsekuensi yang logis. 5) Ajarkan dan latih keterampilan pengendalian impuls. 6) Gunakan teknik token economy atau reinforcement positif untuk perilaku yang diinginkan. 7) Bantu pasien menemukan perilaku pengganti yang lebih adaptif. 8) Kolaborasi dengan terapis untuk terapi perilaku kognitif (CBT).
Article No. 23303 | 15 Dec 2025
Klinis : mual muntah kembuh nyeri seperti ditusuk-tusuk
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Sindrom Dispepsia dengan Nyeri Perut Atas
Kode ICD-10: K30
Deskripsi Singkat : Sindrom Dispepsia (K30) adalah istilah medis untuk kumpulan gejala gangguan pencernaan yang berasal dari saluran cerna bagian atas (lambung dan usus halus awal). Gejala yang dijelaskan, yaitu mual, muntah, kembung, dan nyeri seperti ditusuk-tusuk di perut (biasanya di ulu hati atau perut bagian atas), sangat khas untuk kondisi ini. Dispepsia dapat bersifat fungsional (tidak ditemukan kelainan struktural atau biokimia yang jelas) atau organik (disebabkan oleh penyakit seperti gastritis, tukak lambung, atau refluks asam). Kode K30 dalam ICD-10 digunakan untuk mencatat diagnosis dispepsia ketika penyebab spesifik lainnya belum dapat ditentukan atau dikonfirmasi melalui pemeriksaan lebih lanjut. Kode ini membantu dalam dokumentasi medis untuk melacak keluhan pasien, merencanakan tata laksana awal (seperti modifikasi diet dan pemberian obat), serta menentukan kebutuhan investigasi diagnostik tambahan seperti endoskopi. Penting untuk dicatat bahwa penegakan diagnosis definitif memerlukan evaluasi klinis menyeluruh oleh dokter untuk menyingkirkan kondisi serius lainnya.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23304 | 15 Dec 2025
Klinis : Seorang Perempuan (Ny.N), usia 46 tahun dirawat di Unit Perawatan Umum RS Muda dengan kondisi umum tampak lemah, pucat dan seluruh badan pasien terdapat banyak hematoma terutama daerah lipatan tubuh. Pasien 1 bulan yang lalu sempat dirawat di RS Citra Kita dengan diagnose Dengue Syok Syndrome (DSS). Akan tetapi, karena kondisi pasien tidak mengalami perbaikan lalu di rujuk ke RS Muda. Saat dilakukan pemeriksaan secara mendalam pasien didiagnosa Acute Myeloid Leukemia (AML). Pasien mengeluh nyeri hebat pada seluruh tubuh pasien terutama pada daerah tulang. Pasien juga mengeluh sempat mimisan tanpa sebab. Pengukuran tanda-tanda vital didapatkan Tekanan darah 107/76 mmHg, nadi 79 x/mnt, nafas 20 x/mnt, suhu 370 C, CRT >2 detik. Pasien direncanakan untuk Tindakan kemoterapi. Akan tetapi, Dokter berusaha untuk memperbaiki kondisi umum pasien terlebih dahulu dengan meningkatkan kadar Hb dan eritrosit pasien.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Perifer Tidak Efektif
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan sirkulasi darah ke perifer yang dapat mengakibatkan kerusakan jaringan.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Perfusi jaringan perifer membaik. Ditandai dengan: CRT (Capillary Refill Time) ≤ 2 detik, warna kulit normal, kulit hangat, denyut nadi perifer teraba kuat dan simetris, tidak ada nyeri atau kram otot, tidak ada edema, tekanan darah dalam rentang normal, dan status neurologis baik.
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : Pemantauan perfusi perifer. Tindakan keperawatan meliputi: memantau tanda-tanda perfusi perifer (warna, suhu, CRT, denyut nadi perifer, edema), memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan), memantau status neurologis (kesadaran, orientasi, kekuatan motorik), memantau asupan dan haluaran cairan, memposisikan pasien untuk meningkatkan aliran darah (misalnya elevasi ekstremitas sesuai indikasi, hindari posisi yang menekan pembuluh darah), menjaga kehangatan lingkungan dan pasien untuk mencegah vasokonstriksi, menghindari paparan dingin langsung pada ekstremitas, memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda gangguan perfusi yang harus dilaporkan, serta berkolaborasi dalam pemberian terapi cairan atau obat-obatan untuk memperbaiki volume sirkulasi sesuai instruksi dokter.
Kondisi: Risiko Perdarahan
Kode SDKI: 0022
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami kehilangan darah akibat gangguan pada integritas pembuluh darah atau fungsi hemostasis.
Kode SLKI: 1806
Deskripsi : Perdarahan terkontrol. Ditandai dengan: tidak ada tanda perdarahan aktif (seperti hematoma baru, petekie, epistaksis, perdarahan gusi, hematuria, melena), tanda-tanda vital stabil, nilai laboratorium terkait hemostasis (seperti trombosit, Hb, hematokrit) dalam batas yang diharapkan atau menunjukkan perbaikan, dan pasien serta keluarga dapat menyebutkan tindakan pencegahan perdarahan.
Kode SIKI: 4160
Deskripsi : Manajemen perdarahan. Tindakan keperawatan meliputi: memantau tanda-tanda perdarahan (kulit, membran mukosa, feses, urin, muntahan, sputum), memantau tanda-tanda vital dan gejala syok hipovolemik, menghindari tindakan yang dapat memicu perdarahan (seperti injeksi intramuskular, pengukuran tekanan darah pada lengan yang sama berulang, penggunaan sikat gigi keras), menggunakan teknik tekanan langsung dan kompres dingin pada area perdarahan eksternal jika terjadi, memberikan edukasi pada pasien dan keluarga untuk menghindari aktivitas berisiko tinggi, menggunakan sikat gigi lembut, menghindari obat yang mempengaruhi agregasi trombosit, serta berkolaborasi dalam pemberian transfusi komponen darah (seperti trombosit, packed red cells) dan obat hemostatik sesuai instruksi dokter.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol nyeri. Ditandai dengan: skala nyeri menurun (menggunakan skala yang valid seperti Numeric Rating Scale/NRS), ekspresi wajah rileks, pasien dapat beristirahat dan tidur dengan adekuat, pasien dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan, dan pasien menyatakan nyeri berkurang atau terkontrol.
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Manajemen nyeri. Tindakan keperawatan meliputi: melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (PQRST: Provokasi, Kualitas, Region, Skala, Waktu), mengobservasi respons nonverbal terhadap nyeri (ekspresi wajah, postur tubuh, gelisah), menciptakan lingkungan yang nyaman dan tenang, mengajarkan dan membantu teknik nonfarmakologi (seperti distraksi, relaksasi napas dalam, imajinasi terbimbing, posisi yang nyaman), memberikan analgesik sesuai program terapi dokter (mengikuti prinsip benar: benar pasien, obat, dosis, rute, waktu) dan mengevaluasi efektivitas serta efek sampingnya, mendokumentasikan respons terhadap intervensi, serta memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya melaporkan nyeri dan tidak menahan nyeri.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: 0201
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat. Ditandai dengan: pasien dapat melakukan aktivitas dengan tingkat bantuan yang sesuai, tanda-tanda vital dalam batas normal selama dan setelah aktivitas (tidak ada takikardi, takipnea berlebihan, perubahan tekanan darah drastis), pasien melaporkan penurunan keluhan lemas dan sesak saat beraktivitas, serta tidak terjadi penurunan saturasi oksigen yang signifikan selama aktivitas.
Kode SIKI: 0220
Deskripsi : Manajemen energi. Tindakan keperawatan meliputi: memantau respons kardiopulmoner terhadap aktivitas (denyut nadi, pernapasan, tekanan darah, saturasi oksigen), membantu pasien dalam mengidentifikasi aktivitas prioritas dan mendorong partisipasi dalam perawatan diri secara bertahap, mengajarkan teknik penghematan energi (seperti duduk saat melakukan aktivitas, istirahat teratur, menghindari aktivitas berat setelah makan), mengatur jadwal aktivitas dan istirahat yang seimbang, membantu dalam perawatan kebersihan diri dan mobilitas sesuai kebutuhan, memberikan oksigen tambahan jika diresepkan selama aktivitas, memberikan nutrisi yang adekuat untuk mendukung produksi energi, serta berkolaborasi dengan tim terapi fisik jika diperlukan untuk latihan yang terstruktur.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 0014
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau kekhawatiran yang tidak jelas sumbernya sebagai respons terhadap ancaman yang tidak spesifik.
Kode SLKI: 1402
Deskripsi : Kontrol ansietas. Ditandai dengan: pasien dapat mengidentifikasi penyebab ansietas, menunjukkan perilaku koping yang adaptif, ekspresi wajah dan bahasa tubuh lebih rileks, laporan subjektif ansietas menurun (menggunakan skala yang valid), serta dapat beristirahat dengan cukup.
Kode SIKI: 5820
Deskripsi : Pengurangan ansietas. Tindakan keperawatan meliputi: membangun hubungan saling percaya dengan pasien, mendorong pasien untuk mengekspresikan perasaan dan kekhawatirannya, memberikan informasi yang akurat dan jujur tentang kondisi penyakit, rencana pemeriksaan, dan pengobatan (kemoterapi) dengan bahasa yang mudah dipahami, mengajarkan teknik relaksasi sederhana (seperti napas dalam, relaksasi otot progresif), memfasilitasi dukungan spiritual sesuai keyakinan pasien, melibatkan keluarga dalam memberikan dukungan emosional, meminimalkan stimulus yang dapat meningkatkan ansietas di lingkungan, serta berkolaborasi dengan tim medis untuk pemberian terapi farmakologi ansiolitik jika diperlukan.
Article No. 23305 | 15 Dec 2025
Klinis : Risiko Perfusi Jaringan Serebral Tidak Efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Jaringan Serebral Tidak Efektif
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat mengakibatkan kerusakan neurologis.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Perfusi Serebral Terjaga. Kriteria hasil: 1) Tingkat kesadaran compos mentis (GCS 15). 2) Tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk usia. 3) Tidak ada keluhan sakit kepala, pusing, atau penglihatan kabur. 4) Fungsi kognitif dan memori utuh. 5) Tidak ada kelemahan atau kelumpuhan anggota gerak. 6) Hasil pemeriksaan penunjang (misalnya, CT scan, MRI, TCD) menunjukkan aliran darah serebral adekuat. 7) Tidak terjadi kejang. 8) Keseimbangan dan koordinasi tubuh baik.
Kode SIKI: 3320
Deskripsi : Pemantauan Perfusi Serebral. Tindakan keperawatan: 1) Kaji status neurologis secara teratur menggunakan alat ukur baku seperti Glasgow Coma Scale (GCS). 2) Pantau dan catat tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) serta saturasi oksigen. 3) Observasi adanya tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial (nyeri kepala, muntah proyektil, penurunan kesadaran, perubahan ukuran pupil dan reaksinya). 4) Pertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat (kecuali kontraindikasi) untuk meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi tekanan intrakranial. 5) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%. 6) Hindari manuver yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial seperti mengejan, batuk kuat, fleksi atau rotasi leher yang ekstrem. 7) Berikan lingkungan yang tenang, batasi pengunjung, dan atur penerangan untuk mengurangi stimulasi. 8) Lakukan perawatan dengan teknik yang tidak mengganggu (contoh: cluster care) untuk meminimalkan gangguan. 9) Pantau keseimbangan cairan dan elektrolit, hindari kelebihan cairan yang dapat memperburuk edema serebral. 10) Kolaborasi dalam pemberian obat-obatan sesuai resep seperti diuretik osmotik (misal: manitol), antihipertensi, atau antikejang. 11) Kaji fungsi motorik dan sensorik, serta kemampuan berbicara pasien. 12) Edukasi keluarga tentang tanda-tanda gangguan neurologis yang perlu dilaporkan segera.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280