Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 22655 | 07 Nov 2025
Klinis : Seorang perawat A melakukan home visit ke sebuah keluarga yang terdiri dari suami istri, Tn. J (30 th) dan Ny. S (28 th), serta dua anak yang masih kecil, An. E (4 th) dan An. D (2 th). Dari hasil wawancara didapatkan hasil Klien adalah seorang ibu rumah tangga sementara suami bekerja sebagai pegawai swasta. Suami klien baru-baru ini mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan cedera tulang belakang. Karena cedera tersebut, suami klien harus menjalani perawatan medis yang intensif dan rehabilitasi untuk memulihkan mobilitasnya. Selama proses ini, suami klien tidak bisa bekerja dan ini berdampak pada keuangan keluarga. Klien yang sebelumnya hanya mengurus rumah tangga, sekarang harus mengambil peran ganda sebagai pengasuh anak-anak, melakukan pekerjaan rumah tangga, dan mengurus suaminya yang sakit namun belum mampu melakukan secara optimal seperti mengajarkan Latihan ROM (range of motion) meskipun sudah diajarkan di Rumah Sakit. Ini menimbulkan tekanan tambahan bagi klien, baik secara fisik maupun mental. Di samping itu, anak-anak mereka juga membutuhkan perhatian ekstra. An. E dan dan An. D merasa kebingungan dan cemas karena perubahan tiba-tiba dalam rutinitas keluarga mereka. Mereka juga merindukan kehadiran ayah mereka yang sebelumnya sering bermain dan berinteraksi dengan mereka. Karena focus merawat suami dan bekerja sehingga kedua anak klien terabaikan.Dari hasil pengumpulan data tersebut kemudian perawat A melakukan analisa data dan melakukan skoring masalah dengan skala Baylon & Maglaya baru kemudian menegakkan diagnosa untuk membantu mengatasi masalah keluarga tersebut.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Perubahan Peran dan Beban Pengasuhan dalam Keluarga
Kode SDKI: D.0136
Deskripsi Singkat: Respon terhadap perubahan peran dan hubungan yang dialami oleh seorang individu atau keluarga.
Kode SLKI: L.03136
Deskripsi : Keluarga mengidentifikasi sumber stres dan koping. Keluarga mengidentifikasi perubahan peran dan hubungan. Keluarga mengungkapkan perasaan tentang perubahan peran dan hubungan. Keluarga mengidentifikasi strategi untuk mengatasi perubahan peran dan hubungan. Keluarga menggunakan strategi koping yang efektif. Keluarga mempertahankan atau meningkatkan fungsi peran. Keluarga berpartisipasi dalam aktivitas sosial. Keluarga melaporkan kepuasan dengan peran dan hubungan.
Kode SIKI: I.01215
Deskripsi : Diskusikan dengan keluarga tentang perubahan peran dan hubungan. Diskusikan dengan keluarga tentang perasaan terhadap perubahan peran dan hubungan. Diskusikan dengan keluarga tentang strategi koping yang digunakan. Ajarkan keluarga tentang strategi koping yang adaptif. Fasilitasi keluarga untuk mengidentifikasi dukungan sosial. Fasilitasi keluarga untuk mengakses sumber dukungan sosial. Bantu keluarga untuk mengidentifikasi kekuatan keluarga. Bantu keluarga untuk mengidentifikasi sumber stres. Bantu keluarga untuk mengembangkan rencana mengatasi stres. Dukung keluarga dalam melaksanakan rencana mengatasi stres. Fasilitasi keluarga untuk berpartisipasi dalam aktivitas sosial. Monitor kepuasan keluarga terhadap peran dan hubungan.
Kondisi: Kecemasan pada Anak
Kode SDKI: D.0007
Deskripsi Singkat: Perasaan tidak nyaman atau ketakutan yang dialami oleh anak sebagai respons terhadap ancaman yang tidak dapat diidentifikasi secara spesifik.
Kode SLKI: L.03007
Deskripsi : Anak mengungkapkan perasaan cemas berkurang. Anak menunjukkan perilaku cemas berkurang. Anak menunjukkan ekspresi wajah rileks. Anak mampu mengidentifikasi penyebab kecemasan. Anak menggunakan strategi untuk mengurangi kecemasan. Anak berpartisipasi dalam aktivitas yang sesuai usia. Anak menunjukkan pola tidur yang adekuat. Anak menunjukkan pola makan yang adekuat. Anak berinteraksi dengan orang lain.
Kode SIKI: I.01211
Deskripsi : Kaji tingkat kecemasan anak. Identifikasi penyebab kecemasan anak. Dengarkan ungkapan perasaan anak. Berikan rasa aman dan nyaman. Ajarkan teknik relaksasi sederhana (misal: menarik napas dalam, bermain). Fasilitasi anak untuk mengekspresikan perasaan (melalui bermain, menggambar). Pertahankan rutinitas yang familiar. Libatkan anak dalam aktivitas yang menyenangkan. Kolaborasi dengan keluarga untuk memberikan dukungan emosional. Monitor tanda-tanda kecemasan.
Kondisi: Perawatan Luka dan Terapi Fisik di Rumah
Kode SDKI: D.0184
Deskripsi Singkat: Kemampuan keluarga untuk memberikan perawatan luka dan terapi fisik di rumah.
Kode SLKI: L.03184
Deskripsi : Keluarga mengidentifikasi tanda dan gejala komplikasi. Keluarga mendemonstrasikan perawatan luka. Keluarga mendemonstrasikan terapi fisik. Keluarga memantau kondisi luka. Keluarga memantau respons terhadap terapi fisik. Keluarga menggunakan sumber daya yang tersedia. Keluarga mematuhi rencana perawatan. Keluarga melaporkan kemajuan kondisi.
Kode SIKI: I.05065
Deskripsi : Kaji pengetahuan keluarga tentang perawatan luka dan terapi fisik. Ajarkan keluarga tentang prosedur perawatan luka. Ajarkan keluarga tentang teknik terapi fisik (ROM). Demonstrasikan perawatan luka dan terapi fisik (ROM). Fasilitasi keluarga untuk mendemonstrasikan kembali perawatan luka dan terapi fisik (ROM). Ajarkan keluarga tentang tanda dan gejala komplikasi. Bantu keluarga untuk mengembangkan jadwal perawatan. Bantu keluarga untuk mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan. Monitor pelaksanaan perawatan oleh keluarga. Evaluasi kemajuan kondisi klien.
-
Article No. 22656 | 07 Nov 2025
Klinis : Seorang perawat A melakukan home visit ke sebuah keluarga yang terdiri dari suami istri, Tn. J (30 th) dan Ny. S (28 th), serta dua anak yang masih kecil, An. E (4 th) dan An. D (2 th). Dari hasil wawancara didapatkan hasil Klien adalah seorang ibu rumah tangga sementara suami bekerja sebagai pegawai swasta. Suami klien baru-baru ini mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan cedera tulang belakang. Karena cedera tersebut, suami klien harus menjalani perawatan medis yang intensif dan rehabilitasi untuk memulihkan mobilitasnya. Selama proses ini, suami klien tidak bisa bekerja dan ini berdampak pada keuangan keluarga. Klien yang sebelumnya hanya mengurus rumah tangga, sekarang harus mengambil peran ganda sebagai pengasuh anak-anak, melakukan pekerjaan rumah tangga, dan mengurus suaminya yang sakit namun belum mampu melakukan secara optimal seperti mengajarkan Latihan ROM (range of motion) meskipun sudah diajarkan di Rumah Sakit. Ini menimbulkan tekanan tambahan bagi klien, baik secara fisik maupun mental. Di samping itu, anak-anak mereka juga membutuhkan perhatian ekstra. An. E dan dan An. D merasa kebingungan dan cemas karena perubahan tiba-tiba dalam rutinitas keluarga mereka. Mereka juga merindukan kehadiran ayah mereka yang sebelumnya sering bermain dan berinteraksi dengan mereka. Karena focus merawat suami dan bekerja sehingga kedua anak klien terabaikan.Dari hasil pengumpulan data tersebut kemudian perawat A melakukan analisa data dan melakukan skoring masalah dengan skala Baylon & Maglaya baru kemudian menegakkan diagnosa untuk membantu mengatasi masalah keluarga tersebut.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Perubahan Peran dan Stres Pengasuhan dalam Keluarga
Kode SDKI: D.0186
Deskripsi Singkat: Risiko Perubahan Peran Orang Tua
Kode SLKI: L.03158
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Kemampuan Keluarga dalam Peran Orang Tua". Tujuan dari kriteria luaran ini adalah untuk meningkatkan kemampuan keluarga, khususnya Ny. S sebagai ibu, dalam menjalankan peran pengasuhan secara optimal meskipun berada di bawah tekanan dan perubahan peran yang signifikan. Keluarga diharapkan dapat mempertahankan atau mengembalikan stabilitas dan fungsi pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak. Secara spesifik, luaran yang diharapkan mencakup kemampuan orang tua untuk mengenali dan memenuhi kebutuhan fisik (makan, kebersihan, keamanan) dan psikologis (kasih sayang, perhatian, rasa aman) anak-anak. Orang tua diharapkan dapat menciptakan rutinitas yang terstruktur dan konsisten bagi anak-anak untuk mengurangi kebingungan dan kecemasan mereka. Selain itu, orang tua juga harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan anak-anak, mendengarkan keluh kesah mereka, dan memberikan penjelasan yang sesuai usia mengenai kondisi ayah mereka. Kemampuan untuk meluangkan waktu berkualitas (quality time) dengan anak-anak meskipun dalam kesibukan merawat suami juga menjadi indikator keberhasilan luaran ini. Pada akhirnya, keluarga diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan peran yang terjadi tanpa mengorbankan kualitas pengasuhan terhadap An. E dan An. D.
Kode SIKI: I.01264
Deskripsi : SIKI untuk diagnosa ini adalah "Dukungan Peran Orang Tua". Intervensi ini dirancang untuk membantu Ny. S dan Tn. J dalam mengatasi tantangan peran pengasuhan yang mereka hadapi. Intervensi dimulai dengan mengkaji persepsi dan pemahaman keluarga tentang peran orang tua dalam situasi krisis saat ini. Perawat akan mendiskusikan perasaan, harapan, dan kendala yang dialami Ny. S dalam menjalankan peran ganda. Perawat kemudian akan melatih Ny. S tentang manajemen waktu dan energi, membantu mengidentifikasi prioritas, serta mendelegasikan tugas-tugas rumah tangga yang mungkin bisa dibantu oleh anggota keluarga lain atau tetangga. Intervensi kunci adalah dengan memfasilitasi komunikasi antara suami-istri mengenai pembagian peran pengasuhan yang masih mungkin dilakukan oleh Tn. J meskipun dengan keterbatasan fisiknya, misalnya dengan menjadi pendengar bagi anak-anak, membacakan buku cerita, atau mengawasi mereka dari tempat tidur. Hal ini dapat mengembalikan rasa keterlibatan Tn. J dan mengurangi kerinduan anak. Perawat juga akan mengajarkan strategi pengasuhan praktis untuk anak usia dini dalam situasi stres, seperti cara menenangkan anak yang cemas dan cara menjelaskan kondisi ayah dengan bahasa yang mudah dimengerti. Membantu keluarga menjadwalkan waktu berkualitas yang singkat namun intensif dengan anak-anak adalah intervensi lain yang penting. Perawat dapat menghubungkan keluarga dengan kelompok dukungan atau layanan konseling jika diperlukan untuk menguatkan kemampuan koping orang tua. Evaluasi terhadap intervensi ini dilakukan dengan memantau perubahan perilaku anak, tingkat stres orang tua, dan kualitas interaksi antara orang tua dan anak.
Kondisi: Defisit Perawatan Diri dan Manajemen Perawatan Kesehatan di Rumah
Kode SDKI: D.0094
Deskripsi Singkat: Ketidakefektifan Manajemen Regimen Terapeutik
Kode SLKI: L.03132
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Kemampuan Keluarga dalam Manajemen Regimen Terapeutik". Tujuan luaran ini adalah keluarga, terutama Ny. S, mampu secara mandiri dan efektif mengelola perawatan kesehatan Tn. J di rumah. Keluarga diharapkan dapat memahami dan melaksanakan regimen terapeutik yang telah ditetapkan oleh tenaga kesehatan. Secara spesifik, luaran yang diharapkan adalah keluarga mampu menjelaskan dengan benar tujuan dan prosedur perawatan yang harus dilakukan, termasuk Latihan ROM. Keluarga dapat mendemonstrasikan dengan tepat teknik-teknik perawatan yang aman, seperti memposisikan tubuh Tn. J untuk mencegah dekubitus, melakukan latihan ROM secara rutin dan benar, serta memantau tanda-tanda komplikasi. Keluarga juga diharapkan mampu mengatur jadwal pemberian obat (jika ada), perawatan, dan terapi latihan secara konsisten. Selain itu, keluarga dapat mengidentifikasi sumber daya yang tersedia di komunitas (seperti puskesmas, layanan home care, atau peralatan medis sederhana) yang dapat mendukung perawatan di rumah. Kemampuan untuk memodifikasi lingkungan rumah agar lebih aman dan mendukung mobilitas Tn. J juga merupakan bagian dari luaran ini. Yang tak kalah penting, keluarga mampu memantau kemajuan kondisi Tn. J dan mengetahui kapan harus mencari bantuan medis lebih lanjut.
Kode SIKI: I.00993
Deskripsi : SIKI untuk diagnosa ini adalah "Manajemen Regimen Terapeutik". Intervensi keperawatan difokuskan pada peningkatan kemampuan dan kepercayaan diri Ny. S dalam merawat suaminya. Intervensi dimulai dengan melakukan asesmen ulang terhadap pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan Ny. S mengenai perawatan yang harus diberikan. Perawat akan memberikan pendidikan kesehatan (edukasi) yang komprehensif dan disesuaikan dengan kondisi Ny. S, meliputi penjelasan tentang cedera tulang belakang, pentingnya ROM, dan konsekuensi jika perawatan tidak dilakukan. Intervensi inti adalah dengan mendemonstrasikan secara langsung dan meminta Ny. S untuk melakukan kembali (return demonstration) Latihan ROM dan teknik perawatan lainnya. Perawat akan membetulkan kesalahan teknik dan memastikan Ny. S melakukannya dengan percaya diri. Perawat juga akan membantu keluarga menyusun jadwal perawatan yang terintegrasi dengan aktivitas rumah tangga dan pengasuhan anak, sehingga tidak membebani satu pihak. Membuat catatan harian sederhana untuk memantau pelaksanaan ROM dan perkembangan Tn. J dapat diterapkan. Perawat akan memfasilitasi keluarga untuk mengidentifikasi kendala (seperti kelelahan, kurangnya peralatan) dan bersama-sama mencari solusinya. Memberikan reinforcement positif atas setiap usaha dan keberhasilan yang dicapai Ny. S sangat penting untuk meningkatkan motivasinya. Perawat juga dapat berperan sebagai penghubung (linkage) dengan tenaga rehabilitasi medik atau pekerja sosial jika diperlukan pendalaman latihan atau bantuan alat. Evaluasi dilakukan dengan menilai peningkatan keterampilan Ny. S, konsistensi pelaksanaan perawatan, dan perkembangan klinis Tn. J.
Kondisi: Stres dan Beban Psikologis pada Pengasuh Utama
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Kecemasan
Kode SLKI: L.03007
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Kontrol Kecemasan". Tujuan luaran ini adalah menurunkan tingkat kecemasan dan stres yang dialami oleh Ny. S sehingga ia dapat berfungsi lebih optimal dalam peran barunya. Luaran yang diharapkan adalah Ny. S mampu mengidentifikasi sumber-sumber kecemasannya, baik yang berkaitan dengan kondisi suami, keuangan, maupun pengasuhan anak. Ny. S diharapkan dapat mendemonstrasikan teknik-teknik koping yang adaptif dan sehat untuk mengelola stres, seperti teknik relaksasi napas dalam, mengungkapkan perasaan kepada orang yang dipercaya, atau mengambil waktu sejenak untuk diri sendiri. Ia juga diharapkan melaporkan penurunan gejala-gejala kecemasan seperti sulit tidur, mudah marah, atau perasaan khawatir yang berlebihan. Selain itu, luaran yang penting adalah Ny. S mampu meminta bantuan dan dukungan dari lingkungan sosialnya, seperti keluarga besar, tetangga, atau teman, tanpa merasa terbebani oleh rasa gengsi atau gagal. Kemampuan untuk menetapkan harapan yang realistis terhadap dirinya sendiri dan situasi yang dihadapi juga merupakan indikator keberhasilan. Pada akhirnya, Ny. S diharapkan memiliki persepsi yang lebih positif tentang kemampuannya dalam menghadapi tantangan dan dapat mempertahankan kesejahteraan psikologisnya.
Kode SIKI: I.03003
Deskripsi : SIKI untuk diagnosa ini adalah "Manajemen Kecemasan". Intervensi keperawatan ditujukan untuk membantu Ny. S mengenali dan mengelola perasaan cemasnya. Intervensi diawali dengan menciptakan hubungan terapeutik yang membuat Ny. S merasa aman untuk mengekspresikan perasaan takut, khawatir, dan kewalahan yang dialaminya. Perawat akan aktif mendengarkan (active listening) tanpa menghakimi. Perawat kemudian akan mengajarkan teknik-teknik relaksasi sederhana yang dapat dilakukan di rumah, seperti latihan pernapasan dalam dan relaksasi otot progresif, serta mendorong Ny. S untuk mempraktikkannya saat merasa sangat tegang. Intervensi kognitif juga dapat dilakukan dengan membantu Ny. S mengidentifikasi pikiran-pikiran negatif yang memicu kecemasan (misalnya, "Saya tidak bisa melakukan semua ini") dan menggantinya dengan pikiran yang lebih rasional dan positif ("Saya sedang melakukan yang terbaik dan boleh meminta bantuan"). Perawat akan mendorong dan memfasilitasi Ny. S untuk membangun jaringan dukungan sosial, misalnya dengan mengajaknya mengidentifikasi siapa saja yang bisa dimintai tolong untuk menjaga anak atau suami sebentar, sehingga ia memiliki waktu untuk beristirahat. Membantu Ny. S menetapkan tujuan harian yang kecil dan realist
Article No. 22657 | 07 Nov 2025
Klinis : Seorang perawat A melakukan home visit ke sebuah keluarga yang terdiri dari suami istri, Tn. J (30 th) dan Ny. S (28 th), serta dua anak yang masih kecil, An. E (4 th) dan An. D (2 th). Dari hasil wawancara didapatkan hasil Klien adalah seorang ibu rumah tangga sementara suami bekerja sebagai pegawai swasta. Suami klien baru-baru ini mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan cedera tulang belakang. Karena cedera tersebut, suami klien harus menjalani perawatan medis yang intensif dan rehabilitasi untuk memulihkan mobilitasnya. Selama proses ini, suami klien tidak bisa bekerja dan ini berdampak pada keuangan keluarga. Klien yang sebelumnya hanya mengurus rumah tangga, sekarang harus mengambil peran ganda sebagai pengasuh anak-anak, melakukan pekerjaan rumah tangga, dan mengurus suaminya yang sakit namun belum mampu melakukan secara optimal seperti mengajarkan Latihan ROM (range of motion) meskipun sudah diajarkan di Rumah Sakit. Ini menimbulkan tekanan tambahan bagi klien, baik secara fisik maupun mental. Di samping itu, anak-anak mereka juga membutuhkan perhatian ekstra. An. E dan dan An. D merasa kebingungan dan cemas karena perubahan tiba-tiba dalam rutinitas keluarga mereka. Mereka juga merindukan kehadiran ayah mereka yang sebelumnya sering bermain dan berinteraksi dengan mereka. Karena focus merawat suami dan bekerja sehingga kedua anak klien terabaikan.Dari hasil pengumpulan data tersebut kemudian perawat A melakukan analisa data dan melakukan skoring masalah dengan skala Baylon & Maglaya baru kemudian menegakkan diagnosa untuk membantu mengatasi masalah keluarga tersebut.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketidakefektifan Peran Keluarga
Kode SDKI: D.0119
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan seorang anggota keluarga untuk menciptakan, mempertahankan, dan melakukan fungsi peran yang optimal dalam keluarga, yang dapat berdampak pada pemenuhan kebutuhan anggota keluarga lainnya.
Kode SLKI: L.03121
Deskripsi : Keluarga mampu mengelola peran dan tanggung jawab. Kriteria hasil: 1) Mengidentifikasi perubahan peran dalam keluarga. 2) Mengkomunikasikan peran dan tanggung jawab masing-masing anggota keluarga. 3) Mengatur pembagian tugas dalam keluarga. 4) Melaksanakan tugas sesuai peran dan tanggung jawab. 5) Memanfaatkan sumber daya yang ada untuk membantu pelaksanaan peran. 6) Mengevaluasi pelaksanaan peran dan tanggung jawab.
Kode SIKI: I.01254
Deskripsi : Fasilitasi Peran Keluarga. Intervensi: 1) Diskusikan dengan keluarga tentang perubahan peran yang terjadi. 2) Bantu keluarga mengidentifikasi peran dan tanggung jawab masing-masing anggota. 3) Latih keluarga untuk mengatur pembagian tugas yang adil dan realistis. 4) Bantu keluarga mengidentifikasi sumber daya internal dan eksternal yang dapat dimanfaatkan. 5) Ajarkan keterampilan perawatan kesehatan yang diperlukan (seperti ROM). 6) Fasilitasi komunikasi terbuka antar anggota keluarga. 7) Berikan dukungan emosional dan penguatan positif. 8) Rujuk ke pihak terkait jika diperlukan (misalnya, pekerja sosial, terapis fisik).
Kondisi: Kecemasan
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Perasaan tidak nyaman yang samar-samar atau ancaman dari suatu bahaya yang sumbernya sebagian besar atau seluruhnya tidak diketahui oleh individu, berkaitan dengan antisipasi bahaya. Perasaan gugup, khawatir, atau gelisah tentang suatu kejadian atau situasi yang tidak pasti hasilnya.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Kontrol Kecemasan. Kriteria hasil: 1) Mengenali tanda dan gejala kecemasan. 2) Mengidentifikasi faktor pencetus kecemasan. 3) Melaporkan penurunan perasaan cemas. 4) Mendemonstrasikan teknik relaksasi untuk mengatasi kecemasan. 5) Menunjukkan perilaku koping yang adaptif. 6) Tidur dan istirahat dengan cukup.
Kode SIKI: I.01440
Deskripsi : Manajemen Kecemasan. Intervensi: 1) Dengarkan dengan penuh perhatian keluhan klien. 2) Identifikasi bersama klien situasi yang menimbulkan kecemasan. 3) Ajarkan teknik relaksasi (contoh: napas dalam, relaksasi otot progresif). 4) Bantu klien mengidentifikasi mekanisme koping yang telah berhasil di masa lalu. 5) Anjurkan aktivitas fisik ringan untuk mengurangi ketegangan. 6) Berikan informasi yang akurat tentang kondisi suami untuk mengurangi ketidakpastian. 7) Fasilitasi dukungan spiritual jika klien menghendaki. 8) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi jika diperlukan.
Kondisi: Perawatan Diri Defisit
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas perawatan diri (mandi, toileting, berpakaian, makan) secara mandiri, yang dapat disebabkan oleh keterbatasan fisik, kognitif, atau psikososial.
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : Perawatan Diri. Kriteria hasil: 1) Mengidentifikasi faktor yang menghambat perawatan diri. 2) Memenuhi kebutuhan kebersihan diri (mandi, toileting, oral). 3) Memenuhi kebutuhan berpakaian. 4) Memenuhi kebutuhan makan dan minum. 5) Menggunakan alat bantu aktivitas sehari-hari jika diperlukan. 6) Meminta bantuan ketika membutuhkan.
Kode SIKI: I.01211
Deskripsi : Bantuan Perawatan Diri. Intervensi: 1) Kaji tingkat ketergantungan klien (Tn. J) dalam aktivitas perawatan diri. 2) Bantu klien dalam memenuhi kebutuhan perawatan diri sesuai kemampuannya (misalnya, menyiapkan air mandi, membantu berpakaian). 3) Ajarkan dan bantu keluarga (Ny. S) dalam memberikan perawatan diri yang aman dan nyaman. 4) Anjurkan klien untuk melakukan sebanyak mungkin aktivitas perawatan diri secara mandiri. 5) Modifikasi lingkungan untuk mendukung kemandirian klien. 6) Ajarkan penggunaan alat bantu jika diperlukan.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: D.0002
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap cedera yang dapat menyebabkan kerusakan fisik atau jaringan pada diri sendiri atau orang lain, yang dapat membahayakan kesehatan dan kesejahteraan.
Kode SLKI: L.03008
Deskripsi : Kontrol Risiko Cedera. Kriteria hasil: 1) Mengidentifikasi faktor risiko cedera di lingkungan. 2) Memodifikasi lingkungan untuk mencegah cedera. 3) Mendemonstrasikan perilaku yang aman. 4) Menggunakan alat bantu dengan benar. 5) Meminta bantuan ketika berisiko mengalami cedera.
Kode SIKI: I.01446
Deskripsi : Pencegahan Cedera. Intervensi: 1) Identifikasi faktor risiko cedera pada Tn. J (misalnya, kelemahan otot, gangguan mobilitas) dan anak-anak (karena kurang pengawasan). 2) Ajarkan keluarga tentang teknik perpindahan yang aman (transfer dan posisi). 3) Anjurkan untuk menjaga lingkungan rumah bebas dari bahaya (lantai tidak licin, barang tidak berantakan). 4) Anjurkan pengawasan ekstra pada anak-anak. 5) Ajarkan Ny. S teknik mengangkat yang benar untuk mencegah cedera punggungnya sendiri. 6) Pastikan area tidur dan kamar mandi Tn. J mudah diakses dan aman.
Article No. 22658 | 07 Nov 2025
Klinis : Tn. A datang ke IGD dengan keluhan sesak napas yang semakin berat sejak 2 hari terakhir. Pasien merasa kelelahan saat aktivitas ringan seperti berjalan di rumah. Ia mengeluhkan batuk berdahak berwarna kehijauan dan napas berbunyi seperti 'mengi". Pasien merasa nyeri dada ringan ketika menarik napas dalam
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00031
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Perilaku yang menunjukkan upaya untuk mempertahankan atau meningkatkan bersihan jalan napas, seperti batuk efektif, suara napas bersih, dan tidak ada sianosis. Secara spesifik, luaran yang diharapkan adalah jalan napas pasien kembali paten, ditandai dengan suara napas yang bersih (tidak ada mengi atau ronki), batuk yang efektif sehingga dapat mengeluarkan dahak kehijauan, serta tidak adanya keluhan sesak napas dan penggunaan otot bantu napas. Pasien juga diharapkan memiliki pola napas yang normal dan irama jantung yang stabil. Selain itu, pasien dan keluarga diharapkan dapat memahami dan berpartisipasi dalam tindakan untuk menjaga bersihan jalan napas, seperti teknik batuk efektif dan posisi yang tepat. Pencapaian luaran ini dinilai melalui pemantauan status pernapasan, evaluasi efektivitas batuk, dan pengukuran tanda-tanda vital secara berkala.
Kode SIKI: 3240
Deskripsi : Tindakan keperawatan yang dilakukan untuk membantu pasien dalam mengatasi masalah bersihan jalan napas yang tidak efektif. Intervensi ini dimulai dengan pengkajian komprehensif terhadap status pernapasan pasien, termasuk frekuensi, irama, dan kedalaman napas; penggunaan otot bantu napas; adanya sianosis; serta auskultasi suara napas (seperti mengi yang dialami Tn. A) untuk mengidentifikasi area yang terganggu. Tindakan utama meliputi penataan posisi pasien untuk memaksimalkan pertukaran gas, seperti posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi, yang memudahkan ekspansi dada. Terapi oksigen diberikan sesuai program medis untuk mengatasi hipoksia. Fisioterapi dada dan latihan batuk efektif sangat penting untuk membantu mobilisasi dan pengeluaran sekret dahak yang kental dan kehijauan. Manajemen sekresi dilakukan dengan teknik seperti suctioning jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri secara efektif. Hidrasi yang adekuat, baik secara oral atau intravena, diberikan untuk mengencerkan sekret sehingga lebih mudah dikeluarkan. Selain tindakan langsung, edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya mematuhi terapi, teknik pernapasan dalam, serta mengenali tanda-tanda memburuknya kondisi (seperti sesak yang bertambah) merupakan komponen krusial dari intervensi ini. Pemantauan dan evaluasi berkelanjutan terhadap respons pasien terhadap setiap intervensi dilakukan untuk menilai efektivitas dan menentukan perlunya modifikasi tindakan.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
Kode SLKI: 0403
Deskripsi : Pola pernapasan yang optimal untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen, ditandai dengan frekuensi dan kedalaman napas yang normal, tidak ada dyspnea, serta penggunaan otot bantu napas. Luaran yang diharapkan adalah Tn. A dapat mencapai pola napas yang efektif, di mana frekuensi napasnya berada dalam rentang normal, irama napas teratur, dan tidak ada keluhan sesak napas baik saat istirahat maupun saat melakukan aktivitas ringan. Bunyi mengi (wheezing) yang dialami pasien diharapkan dapat berkurang hingga hilang. Pasien juga diharapkan menunjukkan tanda-tanda ventilasi yang adekuat, seperti warna kulit yang normal (tidak pucat atau sianosis) dan saturasi oksigen dalam batas normal. Selain itu, pasien diharapkan mampu melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berjalan di dalam rumah, tanpa mengalami kelelahan atau sesak napas yang berarti. Pencapaian luaran ini dievaluasi melalui observasi pola napas, pengukuran tanda-tanda vital (terutama frekuensi napas dan saturasi oksigen), serta laporan subjektif pasien mengenai perasaan sesaknya.
Kode SIKI: 3244
Deskripsi : Tindakan keperawatan yang bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran udara yang adekuat dan meningkatkan kenyamanan pernapasan pasien. Intervensi diawali dengan pemantauan ketat terhadap pola, frekuensi, dan kedalaman napas pasien, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memperberat seperti kecemasan atau nyeri. Untuk mengatasi pola napas yang tidak efektif, perawat dapat melatih pasien teknik pernapasan dalam dan perlahan, serta pernapasan bibir mengerucut (pursed-lip breathing) untuk memperpanjang waktu ekspirasi dan mengurangi udara yang terperangkap, yang sering menjadi penyebab mengi. Posisi tubuh seperti duduk tegak atau condong ke depan (tripod position) diajarkan dan dibantu untuk memudahkan kerja otot-otot pernapasan. Pemberian oksigen sesuai indikasi dan program medis merupakan tindakan vital untuk mengoreksi hipoksemia. Manajemen lingkungan juga penting, seperti memastikan sirkulasi udara yang baik dan mengurangi alergen atau iritan yang dapat memicu bronkospasme. Jika nyeri dada (seperti yang dialami Tn. A saat menarik napas dalam) mengganggu pola napas, manajemen nyeri yang tepat perlu dilakukan. Edukasi kepada pasien mengenai pentingnya menghemat energi (energy conservation) dan teknik relaksasi untuk mengurangi kecemasan yang dapat memperburuk sesak napas juga merupakan bagian integral dari intervensi ini. Evaluasi terhadap efektivitas intervensi dilakukan secara terus-menerus dengan menilai perubahan pola napas, penurunan keluhan sesak, dan peningkatan saturasi oksigen.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 00098
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk menuntaskan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: 1802
Deskripsi : Kemampuan untuk melakukan aktivitas fisik yang diperlukan atau diinginkan dengan respons fisiologis yang normal, seperti tidak terjadi peningkatan signifikan pada denyut nadi, tekanan darah, atau frekuensi napas yang tidak proporsional dengan tingkat aktivitas. Luaran yang diharapkan untuk Tn. A adalah ia dapat kembali melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan di dalam rumah, tanpa disertai keluhan kelelahan yang berlebihan atau sesak napas. Pasien diharapkan mampu mengidentifikasi aktivitas yang dapat ditoleransi dan yang perlu dihindari untuk sementara. Tanda-tanda vital (denyut nadi, tekanan darah, frekuensi napas) diharapkan stabil dan kembali ke baseline dalam waktu yang wajar setelah beraktivitas. Pasien juga diharapkan dapat mendemonstrasikan teknik penghematan energi, seperti mengambil istirahat yang cukup di sela-sela aktivitas. Pencapaian luaran ini diukur melalui observasi kemampuan fungsional pasien, laporan subjektif tentang tingkat kelelahan, dan pemantauan tanda-tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas.
Kode SIKI: 0202
Deskripsi : Tindakan keperawatan yang bertujuan untuk meningkatkan toleransi dan partisipasi pasien dalam aktivitas fisik, serta meminimalkan kelelahan. Intervensi dimulai dengan pengkajian terhadap tingkat intoleransi aktivitas pasien, termasuk faktor penyebab (seperti hipoksia pada kasus Tn. A) dan respons fisiologis terhadap aktivitas. Perawat kemudian menyusun rencana aktivitas yang terstruktur, dimulai dari aktivitas yang ringan dan sederhana, kemudian ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan peningkatan kondisi pasien. Teknik penghematan energi diajarkan, seperti duduk saat melakukan aktivitas (misalnya menyikat gigi atau berpakaian), menyelingi aktivitas dengan periode istirahat yang cukup, dan menghindari aktivitas yang mengejan. Lingkungan pasien diatur untuk meminimalkan energi yang dikeluarkan, misalnya dengan menempatkan barang-barang yang sering digunakan dalam jangkauan. Memastikan oksigenasi yang adekuat sebelum, selama, dan setelah aktivitas adalah hal yang fundamental. Kolaborasi dengan tim gizi untuk memastikan asupan nutrisi yang cukup sebagai sumber energi juga penting. Perawat memantau respons pasien terhadap setiap peningkatan aktivitas, termasuk tanda-tanda vital dan keluhan subjektif, untuk mencegah kelelahan yang berlebihan. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya keseimbangan antara aktivitas dan istirahat, serta mengenali tanda-tanda intoleransi aktivitas, merupakan bagian kunci untuk keberhasilan manajemen jangka panjang.
Article No. 22659 | 07 Nov 2025
Klinis : Seorang pasien laki-laki berusia 62 tahun datang ke Unit Gawat Darurat dengan keluhan sesak napas yang semakin berat dalam 3 hari terakhir. Pasien juga mengeluhkan pembengkakan di kaki, cepat lelah, dan batuk yang memburuk terutama saat berbaring. Pasien memiliki riwayat hipertensi selama 10 tahun dan pernah mengalami infark miokard 2 tahun yang lalu. Pengkajian Awal: Tanda vital: Tekanan darah: 160/90 mmHg Denyut jantung: 110 kali/menit (takikardia) Frekuensi napas: 28 kali/menit (dispnea) Saturasi oksigen: 88% (tanpa oksigen) Suhu: 37,2°C
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana volume darah yang dipompa oleh ventrikel kiri per menit tidak cukup memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.07001
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa keperawatan "Penurunan Curah Jantung" berfokus pada upaya mempertahankan atau meningkatkan curah jantung agar mencukupi kebutuhan tubuh. Intervensi keperawatan yang direncanakan harus mencakup pemantauan ketat terhadap tanda-tanda vital, khususnya tekanan darah, denyut nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen. Perawat akan mengkaji status hemodinamik pasien, termasuk pengisian kapiler, warna dan kehangatan kulit, serta kualitas denyut nadi perifer. Pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi oksigen di atas 92% merupakan tindakan prioritas. Perawat juga akan memantau respons pasien terhadap pemberian obat-obatan kardiovaskular seperti diuretik, vasodilator, atau inotropik, serta mengobservasi adanya efek samping. Posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi dianjurkan untuk mengurangi preload dan memfasilitasi ekspansi paru, sehingga meringankan beban kerja jantung dan sesak napas. Asupan dan output cairan akan dipantau secara ketat untuk mendeteksi adanya ketidakseimbangan dan mencegah overload cairan yang dapat memperburuk gagal jantung. Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya pembatasan cairan dan natrium, serta pengenalan tanda-tanda memburuknya kondisi (seperti sesak napas, bengkak yang meningkat, dan penambahan berat badan yang cepat) juga merupakan bagian integral dari luaran yang diharapkan. Tujuan akhirnya adalah tanda-tanda vital pasien stabil dalam rentang yang dapat diterima, edema berkurang, sesak napas teratasi, dan pasien menunjukkan pemahaman tentang manajemen kondisinya.
Kode SIKI: I.11006
Deskripsi : SIKI untuk manajemen penurunan curah jantung melibatkan serangkaian tindakan yang sistematis dan terukur. Pertama, perawat akan memantau tanda-tanda vital secara berkala (setiap 15-30 menit atau sesuai protokol kegawatan) termasuk tekanan darah, nadi, pernapasan, dan suhu, serta melakukan pemantauan saturasi oksigen secara terus-menerus. Kedua, memberikan terapi oksigen dengan kanul nasal atau masker sesuai order dokter untuk mempertahankan saturasi oksigen >92%. Ketiga, membantu posisi pasien dalam semi-Fowler atau Fowler tinggi untuk memudahkan pernapasan dan mengurangi beban kerja jantung. Keempat, memantau status cairan dengan ketat dengan mencatat balance cairan (intake dan output) setiap 24 jam dan memantau berat badan harian dengan timbangan yang sama dan pakaian yang sama. Kelima, melakukan auskultasi bunyi jantung dan paru untuk mendeteksi adanya suara jantung tambahan (gallop S3/S4) yang mengindikasikan gagal jantung, serta mendengarkan ronki basal halus di basal paru sebagai tanda edema paru. Keenam, mengkaji edema dengan menekan area tulang kering (pretibial) atau sakrum dan mencatat tingkatan (misalnya, +1 hingga +4). Ketujuh, memantau respons terhadap pemberian obat seperti diuretik (misalnya, furosemid) dengan mengobservasi peningkatan output urin dan penurunan sesak napas, serta memantau elektrolit (terutama kalium). Kedelapan, memberikan edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga tentang penyakit, pengobatan, diet rendah garam dan rendah cairan, serta pentingnya istirahat. Kesembilan, mengurangi kecemasan pasien dengan menjelaskan prosedur yang dilakukan dengan tenang dan jelas, serta menciptakan lingkungan yang menenangkan. Tindakan-tindakan ini dilakukan secara holistik dan berkesinambungan untuk mengoptimalkan fungsi jantung dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini bertujuan untuk mencapai dan mempertahankan jalan napas yang paten sehingga pertukaran gas dapat berlangsung optimal. Luaran yang diharapkan meliputi bunyi napas yang bersih (bebas dari suara mengi, ronki, atau stridor) pada auskultasi, frekuensi napas dalam rentang normal, serta batuk yang efektif untuk mengeluarkan sekresi. Pasien diharapkan mampu mendemonstrasikan teknik batuk efektif dan latihan napas dalam. Selain itu, pasien akan menunjukkan peningkatan saturasi oksigen dalam nilai normal (>95%) dan tidak menunjukkan tanda-tanda sianosis atau distress pernapasan. Perawat akan memantau karakteristik sputum (warna, konsistensi, jumlah) untuk mengevaluasi adanya infeksi atau perbaikan kondisi. Pasien dan keluarga juga akan terlibat dalam manajemen jalan napas, dengan memahami pentingnya hidrasi yang adekuat untuk mengencerkan sekresi, serta teknik-teknik fisioterapi dada jika diperlukan. Lingkungan akan dikondisikan untuk meminimalkan paparan iritan yang dapat memicu batuk atau bronkospasme. Tujuan akhirnya adalah pasien dapat mempertahankan pola napas yang normal dan nyaman tanpa adanya akumulasi sekret yang berlebihan di saluran pernapasan.
Kode SIKI: I.08012
Deskripsi : SIKI untuk mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif meliputi tindakan-tindakan yang bertujuan mengeluarkan sekresi dan memastikan kelancaran aliran udara. Pertama, perawat akan mengkaji bunyi napas setiap 2-4 jam atau sesuai kebutuhan untuk mengidentifikasi area yang mengalami penumpukan sekret. Kedua, memantau frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan serta mengobservasi penggunaan otot bantu pernapasan. Ketiga, membantu pasien dalam posisi yang memudahkan ekspansi paru maksimal, seperti duduk tegak atau semi-Fowler. Keempat, mendorong latihan napas dalam dan batuk efektif. Jika batuk tidak efektif, perawat dapat melakukan manuver batuk dibantu dengan menekan secara lembut pada epigastrium saat pasien batuk. Kelima, melakukan fisioterapi dada seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage jika tidak ada kontraindikasi (misalnya, pada kondisi hemodinamik yang tidak stabil). Keenam, melakukan suction pada jalan napas atas atau bawah (sesuai kompetensi dan indikasi) jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri. Ketujuh, memastikan hidrasi yang adekuat baik secara oral atau intravena (jika diizinkan) untuk mengencerkan sekresi sehingga lebih mudah dikeluarkan. Kedelapan, memberikan nebulizer atau obat bronkodilator sesuai order dokter untuk membuka jalan napas. Kesembilan, memantau saturasi oksigen secara terus-menerus dan menyesuaikan pemberian oksigen sesuai kebutuhan. Tindakan-tindakan ini dilakukan secara teratur dan dievaluasi efektivitasnya untuk memastikan jalan napas pasien tetap terbuka.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : SLKI untuk intoleransi aktivitas berfokus pada peningkatan toleransi pasien terhadap aktivitas secara bertahap tanpa menimbulkan distress yang signifikan. Luaran yang diharapkan adalah pasien mampu mendemonstrasikan peningkatan toleransi aktivitas yang dapat diukur, misalnya dengan peningkatan kemampuan untuk melakukan aktivitas perawatan diri (seperti mandi, berpakaian) tanpa mengalami sesak napas, takikardia, atau kelelahan yang berlebihan. Pasien akan dapat mengidentifikasi tanda-tanda kelelahan dan mengetahui kapan harus beristirahat. Tanda-tanda vital (denyut nadi, tekanan darah, frekuensi napas) diharapkan kembali ke baseline dalam waktu 3-5 menit setelah beraktivitas. Perawat akan membantu pasien dalam menyusun rencana aktivitas yang terstruktur, yang mencakup periode istirahat yang cukup di sela-sela aktivitas. Pasien dan keluarga akan memahami pentingnya keseimbangan antara aktivitas dan istirahat dalam manajemen kondisi gagal jantung. Tujuan jangka panjangnya adalah pasien dapat mencapai tingkat kemandirian yang optimal dalam aktivitas hidup sehari-harinya sesuai dengan kapasitas fungsional jantungnya.
Kode SIKI: I.10006
Deskripsi : SIKI untuk menangani intoleransi aktivitas dirancang untuk menghemat energi pasien dan secara bertahap membangun daya tahan tubuh. Pertama, perawat akan m
Article No. 22660 | 07 Nov 2025
Klinis : Seorang pasien laki-laki berusia 62 tahun datang ke Unit Gawat Darurat dengan keluhan sesak napas yang semakin berat dalam 3 hari terakhir. Pasien juga mengeluhkan pembengkakan di kaki, cepat lelah, dan batuk yang memburuk terutama saat berbaring. Pasien memiliki riwayat hipertensi selama 10 tahun dan pernah mengalami infark miokard 2 tahun yang lalu. Pengkajian Awal: Tanda vital: Tekanan darah: 160/90 mmHg Denyut jantung: 110 kali/menit (takikardia) Frekuensi napas: 28 kali/menit (dispnea) Saturasi oksigen: 88% (tanpa oksigen) Suhu: 37,2°C
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana volume darah yang dipompa oleh ventrikel jantung per menit tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Kinerja Jantung Meningkat". Tujuan utama dari seluruh intervensi keperawatan adalah untuk meningkatkan kinerja jantung hingga mencapai tingkat yang memadai untuk perfusi jaringan. Luaran yang diharapkan meliputi: tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien (tekanan darah, denyut nadi, pernapasan), penurunan atau hilangnya dispnea dan ortopnea, penurunan atau hilangnya edema perifer (seperti pembengkakan kaki), peningkatan toleransi terhadap aktivitas yang ditandai dengan berkurangnya keluhan cepat lelah, pengisian kapiler yang membaik (kurang dari 3 detik), haluaran urin yang adekuat, bunyi jantung yang jelas tanpa gallop S3 atau S4, kulit hangat dan kering, serta saturasi oksigen dalam rentang normal. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa jantung telah berhasil memompa darah secara lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi dan metabolisme seluruh tubuh.
Kode SIKI: I.10220
Deskripsi : SIKI untuk mengatasi penurunan curah jantung adalah "Manajemen Curah Jantung". Ini adalah serangkaian tindakan sistematis dan komprehensif yang ditujukan untuk mengoptimalkan volume darah yang dipompa oleh jantung. Intervensi dimulai dengan pemantauan ketat terhadap status hemodinamik, termasuk tekanan darah, denyut nadi, frekuensi jantung dan pernapasan, serta saturasi oksigen secara berkala. Oksigen tambahan dengan kanul nasal atau masker akan diberikan untuk mempertahankan saturasi oksigen di atas 92%, mengatasi hipoksia yang memperberat kerja jantung. Posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi sangat dianjurkan untuk mengurangi preload jantung dan memudahkan ekspansi paru, sehingga mengurangi sesak napas. Asupan dan haluaran cairan dipantau dengan ketat untuk mendeteksi ketidakseimbangan; pembatasan cairan dan natrium mungkin diperlukan untuk mengurangi beban volume pada jantung. Tirah baring diinstruksikan untuk mengurangi konsumsi oksigen tubuh, dan aktivitas dilakukan secara bertahap sesuai toleransi pasien. Pemberian obat-obatan seperti diuretik (untuk mengurangi edema dan preload), vasodilator (untuk menurunkan afterload), atau inotropik (sesuai resep dokter untuk meningkatkan kekuatan kontraksi jantung) dilakukan dengan memantau efek dan efek sampingnya. Edukasi diberikan kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya diet rendah garam, pengenalan gejala memburuk, dan pentingnya istirahat. Seluruh intervensi ini bertujuan untuk mengurangi beban kerja jantung, meningkatkan efisiensi pompa jantung, dan akhirnya mengembalikan curah jantung ke tingkat yang memadai.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Bersihan Jalan Napas". Tujuan luaran yang diharapkan adalah pasien mampu mempertahankan jalan napas yang paten. Ini ditandai dengan suara napas yang bersih (bebas dari suara tambahan seperti wheezing atau ronchi), batuk yang efektif untuk mengeluarkan sekresi (jika ada), frekuensi napas dalam rentang normal, irama napas yang teratur, tidak adanya sianosis, serta saturasi oksigen dalam batas normal. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa pertukaran gas tidak lagi terhambat oleh sumbatan pada saluran pernapasan, sehingga oksigenasi tubuh dapat berlangsung dengan optimal.
Kode SIKI: I.0590
Deskripsi : SIKI untuk mengatasi masalah ini adalah "Manajemen Jalan Napas". Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan untuk memastikan jalan napas tetap terbuka dan bersih. Tindakan dimulai dengan penilaian bunyi napas, frekuensi, irama, dan upaya pernapasan. Posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi diterapkan untuk memudahkan ekspansi paru dan memanfaatkan gravitasi dalam mengeluarkan sekresi. Teknik batuk efektif diajarkan dan dibantu jika pasien lemah. Fisioterapi dada (seperti perkusi dan vibrasi) dapat dilakukan untuk mengeluarkan sekret yang sulit. Jika sekresi kental, terapi nebulizer mungkin diberikan untuk mengencerkan dahak. Pengisapan (suction) jalan napas dilakukan jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekresi sendiri. Pemberian oksigen sesuai kebutuhan untuk mengatasi hipoksemia. Hidrasi yang adekuat juga penting untuk mengencerkan sekresi. Pemantauan yang terus-menerus terhadap status pernapasan dan respons terhadap terapi merupakan bagian integral dari intervensi ini untuk mencegah memburuknya kondisi.
Kondisi: Pertukaran Gas Terganggu
Kode SDKI: D.0011
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: L.04002
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Pertukaran Gas". Luaran yang diharapkan adalah tercapainya keseimbangan pertukaran gas yang adekuat. Parameter yang menunjukkan luaran ini tercapai meliputi saturasi oksigen dalam rentang normal (misalnya >95%), analisa gas darah (seperti PaO2 dan PaCO2) dalam batas normal, frekuensi napas dan irama yang normal, tidak adanya tanda-tanda distress pernapasan (seperti penggunaan otot bantu napas), tingkat kesadaran yang baik (tidak gelisah atau penurunan kesadaran akibat hipoksia), serta kulit yang berwarna normal (tidak pucat atau sianosis). Pencapaian ini menunjukkan bahwa oksigenasi darah dan pembuangan karbon dioksida di tingkat alveolus berlangsung secara efektif.
Kode SIKI: I.0580
Deskripsi : SIKI untuk mengatasi masalah ini adalah "Manajemen Pertukaran Gas". Intervensi ini berfokus pada upaya mengoptimalkan proses oksigenasi dan ventilasi. Tindakan utama adalah pemberian terapi oksigen sesuai indikasi dan protokol untuk memperbaiki hipoksemia. Posisi tubuh seperti semi-Fowler atau Fowler tinggi dipertahankan untuk memaksimalkan ekspansi paru. Memantau status pernapasan secara ketat, termasuk saturasi oksigen terus-menerus dan analisa gas darah secara berkala, sangat penting untuk menilai efektivitas intervensi. Teknik pernapasan dalam dan batuk efektif diajarkan untuk mencegah atelektasis dan meningkatkan ventilasi. Menjaga lingkungan yang tenang dan mengatur aktivitas untuk mencegah kelelahan yang dapat memperburuk hipoksia juga merupakan bagian dari intervensi. Kolaborasi untuk pemberian bronkodilator atau obat lain yang dapat meningkatkan fungsi paru juga mungkin dilakukan. Tujuan akhirnya adalah memulihkan keseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan metabolisme sel tubuh.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0091
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Toleransi Aktivitas". Luaran yang diharapkan adalah peningkatan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan atau tanda-tanda fisiologis distress. Tanda-tanda luaran tercapai meliputi kemampuan pasien untuk melakukan aktivitas perawatan diri (seperti mandi, berpakaian) secara mandiri atau dengan bantuan minimal, penurunan keluhan lelah dan sesak napas saat beraktivitas, tanda-tanda vital (denyut nadi, tekanan darah, pernapasan) yang stabil dan kembali ke baseline dalam waktu singkat setelah beraktivitas, serta kemampuan untuk berpartisipasi dalam aktivitas sosial atau rekreasional sesuai tingkat kemampuannya. Pencapaian ini menunjukkan bahwa tubuh telah beradaptasi dan memiliki cadangan energi yang cukup untuk memenuhi tuntutan aktivitas.
Kode SIKI: I.08010
Deskripsi : SIKI untuk mengatasi masalah ini adalah "Manajemen Energi". Intervensi ini bertujuan untuk menghemat dan mengoptimalkan penggunaan energi pasien. Perawat akan membantu pasien dalam mengidentifikasi aktivitas prioritas dan menyusun jadwal aktivitas yang diselingi dengan periode istirahat yang cukup. Lingkungan diatur untuk meminimalkan energi yang terbuang, misalnya dengan menempatkan barang-barang yang sering digunakan dalam jangkaun jangkauan. Perawat mendorong partisipasi aktif pasien dalam perawatan diri sesuai dengan batas toleransinya, dan memberikan bantuan secara bertahap. Teknik penghematan energi, seperti duduk saat mandi atau berpakaian, diajarkan kepada pasien. Aktivitas yang berat
Article No. 22661 | 07 Nov 2025
Klinis : Seorang anak perempuan berusia 9 tahun dirawat di ruang perawatan anak sejak 3 hari yang lalu karena demam. Ibu mengatakan anaknya demam sejak seminggu yang lalu dan anaknya hanya mau makan 3 sendok makan. Demam muncul pada malam hari dan mereda pada pagi hari. Anak mendapatkan terapi IVFD Asering 500 cc/8 jam, cefotaxime 2 x 500 mg, ranitidine 3x50 mg, paracetamol 3x250 mg, dan curcuma 2x1 cth. Hasil Pemeriksaan Lab : Hb 11,6 gr/dL Ht 30%, Leukosit 5.900/mm3, LED : 7mm/jam, Trombosit 150.000/mm3, Salmonella Typhil O: 1/80, Salmonella Typhii H: 1/160. Hasil Pemeriksaan Fisik terdapat Suhu 38°C, Nadi 118x/menit, Pernapasan 30x/menit, TD 100/60 mmHg, Berat badan 29 kg, Tinggi badan 133 cm, Bibir tampak kering & pecah-pecah Lidah tampak kotor, Perut anak tampak cembung Auskultasi terdengar bising usus 5x/ menit, Tidak terdapat nyeri tekan, Akral teraba panas.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: B.2
Deskripsi Singkat: Kondisi individu yang berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular. Pada pasien ini, risiko ini ditandai dengan demam tinggi yang berkepanjangan (meningkatkan kehilangan cairan insensible), asupan nutrisi dan cairan per oral yang sangat kurang (hanya 3 sendok makan), tanda-tanda klinis dehidrasi seperti bibir kering dan pecah-pecah, serta takikardia (Nadi 118x/menit) yang dapat mengindikasikan kompensasi tubuh terhadap volume cairan yang menurun. Meskipun mendapat terapi IVFD, faktor penyebab defisit cairan masih aktif berlangsung.
Kode SLKI: 0711
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit dapat dipertahankan. Tujuan dari SLKI ini adalah untuk memastikan bahwa status hidrasi pasien tetap adekuat dan mencegah terjadinya defisit volume cairan yang nyata. Kriteria evaluasinya meliputi: tanda-tanda vital dalam rentang normal yang diharapkan untuk usianya (khususnya suhu dan frekuensi nadi), membran mukosa (bibir) lembab, turgor kulit baik, produksi urin adekuat, dan tidak ada tanda-tanda dehidrasi lebih lanjut. Perawat akan memantau asupan dan haluaran cairan secara ketat, memastikan infus IVFD berjalan lancar dengan kecepatan yang tepat, serta memantau respons hemodinamik pasien terhadap terapi cairan yang diberikan.
Kode SIKI: 0711A
Deskripsi : Memantau status hidrasi. Intervensi ini melibatkan pengamatan yang cermat dan terus-menerus terhadap tanda-tanda klinis yang mengindikasikan status cairan pasien. Perawat akan secara teratur memeriksa dan mendokumentasikan tanda-tanda vital (suhu, nadi, pernapasan, tekanan darah), dengan perhatian khusus pada takikardia dan hipotensi yang dapat mengindikasikan dehidrasi. Memantau keadaan membran mukosa (kekeringan dan pecah pada bibir), turgor kulit, serta produksi urin (jumlah dan frekuensi) merupakan bagian kunci. Pemantauan balans cairan (intake dan output) sangat penting untuk mengevaluasi efektivitas terapi IVFD dan asupan oral.
Kode SIKI: 0711B
Deskripsi : Memantau hasil pemeriksaan laboratorium terkait. Walaupun dari data yang ada tidak menunjukkan kelainan elektrolit yang dramatis, pemantauan tetap diperlukan. Perawat perlu memahami nilai normal laboratorium seperti hemoglobin dan hematokrit (untuk melihat kemungkinan hemokonsentrasi), serta elektrolit (natrium, kalium, klorida) jika tersedia, untuk mengantisipasi ketidakseimbangan yang mungkin terjadi akibat demam dan asupan yang minim.
Kode SIKI: 0711C
Deskripsi : Mempertahankan pemberian cairan parenteral sesuai program. Intervensi ini bersifat teknis dan kritis. Perawat bertanggung jawab untuk memastikan jalur infus intravena tetap patent dan berfungsi dengan baik, mengatur kecepatan tetesan infus (Asering 500 cc/8 jam) secara akurat sesuai resep dokter, serta mengobservasi lokasi penusukan jarum infus terhadap tanda-tanda flebitis, infiltrasi, atau infeksi. Keakuratan pemberian cairan ini langsung mempengaruhi pencapaian keseimbangan cairan yang diharapkan.
Kondisi: Hipertermi
Kode SDKI: B.5
Deskripsi Singkat: Kondisi suhu tubuh individu yang meningkat di atas rentang normal sebagai akibat dari ketidakmampuan tubuh dalam mempertahankan suhu. Pada pasien ini, diagnosis ini didukung oleh data suhu tubuh 38°C yang diukur secara objektif, demam yang muncul pada malam hari dengan pola yang konsisten sejak seminggu yang lalu, serta akral yang teraba panas. Demam ini merupakan manifestasi utama dari infeksi Salmonella typhi (demam tifoid) yang ditegakkan melalui hasil uji Widal (Salmonella Typhii H: 1/160). Hipertermi juga berkontribusi terhadap peningkatan risiko defisit volume cairan dan ketidaknyamanan pasien.
Kode SLKI: 0128
Deskripsi : Suhu tubuh normal dapat dipertahankan. Tujuan dari SLKI ini adalah untuk menurunkan dan mempertahankan suhu tubuh pasien dalam rentang normal (36.5°C - 37.5°C). Kriteria keberhasilannya termasuk: suhu tubuh yang terukur dalam rentang normal, penurunan frekuensi nadi dan pernapasan menuju normal, pasien tampak nyaman, tidak menggigil, dan kulit teraba hangat tanpa tanda-tanda kepanasan yang berlebihan. Pengendalian suhu tubuh juga diharapkan dapat mengurangi beban metabolik tubuh.
Kode SIKI: 0128A
Deskripsi : Memantau suhu tubuh. Ini adalah intervensi dasar yang harus dilakukan secara rutin dan terjadwal. Perawat akan mengukur suhu tubuh pasien secara berkala (misalnya setiap 4 jam atau sesuai kondisi) menggunakan termometer yang terkalibrasi, mendokumentasikan hasilnya, dan mengidentifikasi pola demam. Pemantauan ini penting untuk mengevaluasi efektivitas terapi antipiretik (paracetamol) dan antibiotik (cefotaxime), serta untuk mendeteksi dini jika terjadi komplikasi seperti syok atau perforasi usus yang dapat ditandai dengan perubahan suhu tubuh yang drastis.
Kode SIKI: 0128B
Deskripsi : Memberikan terapi hangat/dingin. Dalam konteks hipertermi, intervensi ini lebih berfokus pada upaya pendinginan. Perawat dapat melakukan tindakan kompres hangat/tepid sponge pada area lipatan tubuh seperti ketiak dan selangkangan untuk membantu menurunkan suhu tubuh melalui proses konduksi dan evaporasi. Penting untuk menghindari kompres dingin atau alkohol karena dapat menyebabkan menggigil yang justru meningkatkan produksi panas tubuh. Memastikan lingkungan yang sejuk dan nyaman juga merupakan bagian dari intervensi ini.
Kode SIKI: 0128C
Deskripsi : Memberikan terapi farmakologis sesuai program. Intervensi ini menekankan pada pemberian obat yang tepat. Perawat bertanggung jawab untuk memberikan antipiretik (paracetamol 3x250 mg) secara tepat waktu dan sesuai dosis yang diresepkan, serta memantau efek samping dan efektivitasnya. Selain itu, pemberian antibiotik (cefotaxime 2 x 500 mg) secara tepat waktu adalah krusial karena ini merupakan terapi kausal untuk mengatasi infeksi penyebab demam tifoid. Perawat harus memastikan antibiotik diberikan sesuai intervalnya untuk mempertahankan kadar obat dalam darah yang efektif membasmi kuman.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.1
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan durasi onset yang tiba-tiba atau lambat dan intensitas ringan hingga berat yang diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan. Meskipun dalam data fisik disebutkan "Tidak terdapat nyeri tekan" pada abdomen, demam tifoid seringkali menimbulkan ketidaknyamanan yang luas seperti sakit kepala, mialgia (nyeri otot), dan malaise yang dapat dikategorikan sebagai pengalaman nyeri atau ketidaknyamanan secara umum. Kondisi "lidah tampak kotor" (coated tongue) dan anoreksia juga dapat berkontribusi pada sensasi tidak nyaman di mulut. Pemberian analgetik (paracetamol) selain untuk demam juga berfungsi sebagai pereda nyeri.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Kontrol nyeri dapat dipertahankan. Tujuan dari SLKI ini adalah untuk mengurangi atau menghilangkan sensasi nyeri atau ketidaknyamanan yang dialami pasien. Kriteria evaluasinya meliputi: pasien (dalam hal ini anak) dapat melaporkan atau menunjukkan melalui skala nyeri (seperti Faces Pain Scale) bahwa intensitas nyeri telah berkurang, pasien tampak lebih tenang dan mampu beristirahat dengan nyenyak, ekspresi wajah rileks, serta tidak lagi menunjuk atau melindungi area tubuh tertentu yang dirasa tidak nyaman.
Kode SIKI: 0801A
Deskripsi : Memantau nyeri. Mengingat usia pasien adalah anak-anak yang mungkin kesulitan mendeskripsikan nyeri secara verbal, perawat perlu menggunakan keterampilan observasi yang tajam. Ini termasuk mengamati perilaku nonverbal seperti ekspresi wajah (cemberut, menangis), postur tubuh (melindungi perut, gelisah), pola tidur, dan nafsu makan. Perawat dapat menggunakan alat skrining nyeri yang sesuai untuk anak seperti Wong-Baker FACES Pain Rating Scale untuk mendapatkan penilaian yang lebih objektif. Pemantauan dilakukan sebelum dan sesudah pemberian intervensi pereda nyeri.
Kode SIKI: 0801B
Deskripsi : Mengajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri. Intervensi ini sangat relevan untuk pasien
Article No. 22662 | 07 Nov 2025
Klinis : Seorang anak perempuan berusia 9 tahun dirawat di ruang perawatan anak sejak 3 hari yang lalu karena demam. Ibu mengatakan anaknya demam sejak seminggu yang lalu dan anaknya hanya mau makan 3 sendok makan. Demam muncul pada malam hari dan mereda pada pagi hari. Anak mendapatkan terapi IVFD Asering 500 cc/8 jam, cefotaxime 2 x 500 mg, ranitidine 3x50 mg, paracetamol 3x250 mg, dan curcuma 2x1 cth. Hasil Pemeriksaan Lab : Hb 11,6 gr/dL Ht 30%, Leukosit 5.900/mm3, LED : 7mm/jam, Trombosit 150.000/mm3, Salmonella Typhil O: 1/80, Salmonella Typhii H: 1/160. Hasil Pemeriksaan Fisik terdapat Suhu 38°C, Nadi 118x/menit, Pernapasan 30x/menit, TD 100/60 mmHg, Berat badan 29 kg, Tinggi badan 133 cm, Bibir tampak kering & pecah-pecah Lidah tampak kotor, Perut anak tampak cembung Auskultasi terdengar bising usus 5x/ menit, Tidak terdapat nyeri tekan, Akral teraba panas.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana individu berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular. Status ini ditandai dengan peningkatan suhu tubuh (demam 38°C), takikardia (nadi 118x/menit), tachypnea (pernapasan 30x/menit), bibir kering dan pecah-pecah, lidah kotor yang dapat mengindikasikan penurunan asupan cairan, serta penurunan asupan nutrisi (hanya mau makan 3 sendok makan). Demam yang berulang menyebabkan peningkatan kehilangan cairan insensible melalui penguapan. Meskipun tekanan darah masih dalam rentang normal, peningkatan frekuensi nadi dan pernapasan merupakan kompensasi awal tubuh terhadap penurunan volume cairan. Hasil laboratorium seperti hematokrit 30% juga perlu diwaspadai sebagai indikator hemokonsentrasi. Faktor risiko utama pada pasien ini adalah demam yang berkepanjangan dan asupan oral yang tidak adekuat, sehingga berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran cairan tubuh.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mempertahankan keseimbangan cairan. Tindakan yang dilakukan meliputi: 1) Memonitor status hidrasi secara ketat setiap 4-8 jam, termasuk tanda-tanda vital (suhu, nadi, pernapasan, tekanan darah), pengisian kapiler, turgor kulit, dan keadaan membran mukosa (bibir dan lidah). 2) Memonitor asupan dan keluaran cairan (balance cairan) secara akurat, termasuk cairan infus (IVFD Asering 500cc/8 jam) dan asupan oral. 3) Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi cairan intravena sesuai program (Asering 500cc/8 jam) dan evaluasi efektivitasnya. 4) Meningkatkan asupan cairan per oral dengan cara mendorong pasien untuk minum sedikit tapi sering, menawarkan cairan yang disukai anak, menggunakan alat minum yang menarik, dan menjelaskan pentingnya minum kepada anak dan ibu. 5) Memonitor hasil pemeriksaan laboratorium seperti hematokrit (Ht) untuk menilai status hemokonsentrasi. 6) Mengajarkan kepada orang tua (ibu) untuk mengenali tanda-tanda dehidrasi pada anak seperti bibir kering, mata cekung, lemas, dan penurunan frekuensi buang air kecil. 7) Mengatur lingkungan yang nyaman untuk mengurangi kehilangan cairan, misalnya dengan mengatur suhu ruangan agar tidak terlalu panas. Tujuan dari seluruh intervensi ini adalah untuk mencegah progresivitas defisit volume cairan dan menjaga keseimbangan cairan tubuh pasien.
Kode SIKI: I.03114
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan setelah intervensi keperawatan adalah: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk usia, yaitu suhu 36,5-37,5°C, nadi 70-110x/menit, pernapasan 18-26x/menit, dan tekanan darah stabil. 2) Status hidrasi adekuat yang ditandai dengan turgor kulit baik (kembali dalam < 2 detik), membran mukosa bibir lembab dan tidak pecah-pecah, mata tidak cekung, dan produksi urin adekuat (1-2 ml/kgBB/jam). 3) Keseimbangan cairan positif, dimana asupan cairan (baik oral maupun parenteral) minimal sama dengan atau lebih besar dari keluaran cairan (urine, insensible water loss). 4) Hasil laboratorium hematokrit (Ht) dalam rentang normal (sekitar 35-45% untuk anak perempuan usia ini). 5) Anak menunjukkan kemauan untuk minum dan asupan cairan per oral meningkat. 6) Orang tua (ibu) mampu mendemonstrasikan cara memantau tanda-tanda hidrasi yang adekuat dan dehidrasi pada anaknya. Pencapaian kriteria hasil ini menunjukkan bahwa risiko defisit volume cairan telah terkelola dengan baik dan status hidrasi pasien tetap optimal selama masa perawatan.
Kondisi: Hipertermi
Kode SDKI: D.0084
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana suhu tubuh individu meningkat di atas rentang normal sebagai respons terhadap proses patologis. Pada pasien ini, hipertermi ditandai dengan suhu tubuh 38°C yang muncul pada malam hari dan mereda pada pagi hari, disertai akral yang teraba panas. Pola demam yang naik turun (remiten) ini konsisten dengan infeksi sistemik seperti demam tifoid, yang didukung oleh hasil pemeriksaan serologi Widal (Salmonella Typhii H: 1/160) yang menunjukkan infeksi akut. Demam terjadi karena pelepasan pirogen endogen sebagai respons terhadap infeksi bakteri Salmonella typhi, yang memengaruhi pusat pengatur suhu di hipotalamus. Hipertermi meningkatkan metabolisme basal sebesar 10-13% untuk setiap kenaikan 1°C suhu tubuh, yang berimplikasi pada peningkatan kebutuhan oksigen, peningkatan frekuensi jantung dan pernapasan, serta peningkatan kehilangan cairan melalui evaporasi. Kondisi ini juga berkontribusi pada ketidaknyamanan pasien, penurunan nafsu makan, dan kelemahan umum.
Kode SLKI: L.08021
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk menurunkan suhu tubuh. Tindakan yang dilakukan meliputi: 1) Memonitor suhu tubuh secara teratur setiap 4 jam atau sesuai kebutuhan, dan mendokumentasikan pola demam. 2) Memberikan terapi antipiretik (paracetamol 3x250 mg) sesuai program dokter dan mengevaluasi efektivitasnya dalam menurunkan suhu tubuh. 3) Melakukan tindakan pendinginan fisik seperti kompres hangat di daerah aksila dan lipat paha, memandikan dengan air hangat, serta menggunakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat. 4) Memastikan asupan cairan yang adekuat untuk menggantikan cairan yang hilang melalui penguapan selama demam, baik melalui infus maupun dorongan minum per oral. 5) Memonitor tanda-tanda vital lain seperti nadi dan pernapasan yang dapat meningkat selama demam. 6) Mengatur ventilasi ruangan agar tetap sejuk dan nyaman. 7) Kolaborasi pemberian antibiotik (cefotaxime 2 x 500 mg) sebagai terapi kausal untuk mengatasi infeksi penyebab demam. 8) Memberikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya pemberian antipiretik yang tepat, teknik kompres yang benar, dan tanda-tanda demam yang perlu diwaspadai. Tujuan intervensi ini adalah untuk menurunkan suhu tubuh ke rentang normal, mengurangi ketidaknyamanan pasien, dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kode SIKI: I.08021
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan setelah intervensi keperawatan adalah: 1) Suhu tubuh dalam rentang normal (36,5-37,5°C) dalam 24-48 jam setelah intervensi. 2) Pola demam menunjukkan perbaikan, yaitu frekuensi dan tinggi suhu menurun. 3) Tanda-tanda vital lain (nadi dan pernapasan) dalam rentang normal sesuai usia. 4) Pasien tampak lebih nyaman, tidak rewel, dan dapat beristirahat dengan tenang. 5) Tidak terdapat komplikasi terkait hipertermi seperti kejang demam atau dehidrasi berat. 6) Orang tua memahami dan mampu melakukan tindakan penanganan demam di rumah. Pencapaian kriteria ini menunjukkan bahwa masalah hipertermi telah teratasi dan proses infeksi underlying sedang dalam penanganan yang efektif.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan durasi terbatas. Meskipun dalam pemeriksaan fisik disebutkan "tidak terdapat nyeri tekan", demam tifoid (typhoid fever) seringkali menimbulkan keluhan nyeri atau ketidaknyamanan yang bersifat difus, terutama pada daerah abdomen. Hal ini didukung oleh temuan fisik seperti perut yang tampak cembung dan bising usus yang meningkat (5x/menit) yang dapat mengindikasikan gangguan pada saluran cerna. Proses inflamasi pada dinding usus (ulkus) akibat infeksi Salmonella typhi dapat menimbulkan sensasi nyeri atau rasa tidak nyaman. Selain itu, kondisi bibir kering dan pecah-pecah serta lidah kotor juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan oral. Nyeri atau ketidaknyamanan ini, meskipun mungkin tidak diekspresikan secara verbal oleh anak, dapat berkontribusi pada penurunan nafsu makan dan peningkatan rasa tidak nyaman secara keseluruhan. Penggunaan skala nyeri yang sesuai untuk anak usia 9 tahun (seperti Faces Pain Scale-Revised) diperlukan untuk menilai intensitas nyeri secara lebih akurat.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengelola nyeri. Tindakan yang dilakukan meliputi: 1) Melakukan pengkajian nyeri komprehensif menggunakan skala nyeri yang sesuai untuk anak usia 9 tahun, menilai lokasi, intensitas, karakter, dan faktor yang memperberat atau meringankan nyeri. 2) Memonitor tanda-tanda nonverbal ketidaknyamanan atau nyeri seperti ekspresi wajah, postur tubuh, gelisah, menangis, atau penarikan diri dari interaksi sosial.
Article No. 22663 | 07 Nov 2025
Klinis : Kecemasan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi Berdasarkan SDKI, SLKI, SIKI untuk Kondisi Kecemasan
Sebagai seorang perawat profesional, penegakan diagnosa keperawatan, penetapan luaran, dan perencanaan intervensi yang terstandar adalah krusial untuk memastikan kualitas asuhan yang holistik dan berbasis bukti. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) telah mengembangkan tiga pilar utama dalam standar praktik keperawatan:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Merupakan panduan untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah kesehatan pasien yang dapat diatasi melalui intervensi keperawatan. SDKI menyediakan daftar diagnosa keperawatan yang terstruktur dengan definisi, batasan karakteristik, dan faktor risiko/penyebab.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Adalah panduan untuk menetapkan tujuan dan kriteria hasil yang terukur setelah intervensi keperawatan dilakukan. SLKI membantu perawat dalam merumuskan luaran yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (SMART).
-
Article No. 22664 | 07 Nov 2025
Klinis : Dukungan beduka
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Dukungan Berduka
Kode SDKI: N.0012
Deskripsi Singkat: Respon fisiologis dan psikososial terhadap suatu kehilangan.
Kode SLKI: N.0012.1
Deskripsi : Pasien dapat mengungkapkan perasaan kehilangan. Perawat mendorong pasien dan/atau keluarga untuk mengungkapkan perasaan sedih, marah, rasa bersalah, takut, cemas, atau perasaan lainnya yang terkait dengan kehilangan. Perawat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk ekspresi emosional, mendengarkan dengan penuh perhatian dan empati tanpa menghakimi, serta memvalidasi perasaan yang diungkapkan sebagai respon yang normal terhadap berduka.
Kode SIKI: N.0012.2
Deskripsi : Pasien dapat mengidentifikasi sumber dukungan. Perawat membantu pasien dan/atau keluarga untuk mengenali dan memanfaatkan sistem pendukung yang tersedia, baik dari dalam diri sendiri, keluarga, teman, komunitas, atau spiritual. Perawat mengeksplorasi jaringan sosial pasien, mendiskusikan peran dan ketersediaan masing-masing sumber dukungan, serta memfasilitasi koneksi dengan kelompok pendukung berduka atau konselor jika diperlukan untuk memperkuat jaringan dukungan sosialnya.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433