Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 174 | 20 Sep 2024
Klinis : Klienmengatakancemasdengankehamilannya karena riwayat keguguransebelumnya. Klienmengeluhseringkencingpadasiang dan malam hari, sehingga tidurnyaterganggu Klienmengatakanpunggungterasapegal, klien mengatakan kalau tidur terlentangseringsesaknafas Klienmengatakankakibengkak. Klientidakpernahmengikutisenamhamil Klienmengatakanmenerimakehadiransangbayiygakan lahir LeopoldI: TFU33cm,terababokong, LeopoldII, punggungkanan,ekstremitas kiri LeopoldIII:presentasikepala, Leopold IV: belum masuk PAP, DJJ144x/menit. Terdapat lineanigra,adastriaegravidarum,tampakbekasgarukan. TampakPutingsusuexverted/menonjol,tampakkotor, areolahiperpigmentasi, Udempada keduakakireflekpatelapositif2. Lab:Leukosit9700/mm3,Hb 11,0gr/%. Klien diberikan tablet SF 1x1 tablet, kalk 1x1tablet Hemodinamik : TD 130/80mmhg Hr 84x/mntT36,8cRr18x/mnt Klientampaksenangmenceritakantentangkebahagiaanmenantikankehadiransibuahhati G:4P 2A1H34Minggu
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah beberapa diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI, SLKI, dan SIKI yang terkait:
1. Diagnosa Keperawatan: Kecemasan berhubungan dengan riwayat keguguran sebelumnya
- SDKI: Kecemasan - kode 00146
- SLKI: Kontrol Kecemasan - kode F0401
- SIKI: Manajemen Kecemasan - kode 1402
2. Diagnosa Keperawatan: Pola Tidur Terganggu berhubungan dengan frekuensi berkemih yang meningkat
- SDKI: Pola Tidur Terganggu - kode 00198
- SLKI: Manajemen Tidur - kode F0501
- SIKI: Manajemen Tidur - kode 1850
3. Diagnosa Keperawatan: Nyeri Punggung Bawah berhubungan dengan pembesaran uterus
- SDKI: Nyeri Punggung Bawah - kode 00872
- SLKI: Kontrol Nyeri - kode F0301
- SIKI: Manajemen Nyeri - kode 1400
4. Diagnosa Keperawatan: Risiko Gangguan Pola Napas berhubungan dengan posisi tidur terlentang
- SDKI: Risiko Gangguan Pola Napas - kode 00034
- SLKI: Pemeliharaan Jalan Napas - kode F0701
- SIKI: Manajemen Jalan Napas - kode 3140
5. Diagnosa Keperawatan: Edema berhubungan dengan retensi cairan
- SDKI: Edema - kode 00244
- SLKI: Manajemen Cairan - kode F0801
- SIKI: Manajemen Cairan - kode 4120
6. Diagnosa Keperawatan: Defisit Pengetahuan berhubungan dengan kurangnya partisipasi dalam senam hamil
- SDKI: Defisit Pengetahuan - kode 00126
- SLKI: Peningkatan Pengetahuan - kode F1201
- SIKI: Edukasi Kesehatan - kode 5510
7. Diagnosa Keperawatan: Kegembiraan berhubungan dengan penerimaan terhadap kehadiran bayi baru
- SDKI: Kegembiraan - kode 00124
- SLKI: Adaptasi Psikologis - kode F1101
- SIKI: Fasilitasi Adaptasi Psikologis - kode 5270
Penjelasan singkat:
- SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk menentukan diagnosa keperawatan.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk menentukan luaran atau hasil yang diharapkan dari asuhan keperawatan.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk menentukan intervensi atau tindakan keperawatan yang dilakukan. -
Article No. 175 | 20 Sep 2024
Klinis : Hamil sungsang
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan untuk kasus Hamil Sungsang:
1. Risiko Kesehatan Ibu dan Janin yang Terganggu
- Definisi: Keadaan di mana ibu hamil dengan presentasi sungsang berisiko mengalami komplikasi kehamilan dan persalinan yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin.
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Risiko Komplikasi Kehamilan
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Kesehatan Ibu dan Janin Terpelihara, Koping Keluarga Efektif
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Perawatan Antenatal, Manajemen Komplikasi Kehamilan, Edukasi Kesehatan Keluarga
2. Kecemasan
- Definisi: Keadaan di mana ibu hamil dengan presentasi sungsang mengalami perasaan khawatir, tegang, atau takut yang berkaitan dengan kondisi kehamilannya.
- SDKI: Kecemasan
- SLKI: Kecemasan Terkendali, Kemampuan Koping Meningkat
- SIKI: Manajemen Kecemasan, Terapi Relaksasi, Dukungan Emosional
Penjelasan Singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) adalah acuan untuk menetapkan diagnosa keperawatan berdasarkan masalah kesehatan klien.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah acuan untuk menetapkan luaran atau hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah acuan untuk menetapkan intervensi keperawatan yang akan dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan.
Dengan menggunakan SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang terstandar dan terarah sesuai dengan kondisi klien, sehingga dapat mengoptimalkan proses pemulihan dan promosi kesehatan. -
Article No. 176 | 20 Sep 2024
Klinis : Hamil sungsang
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Untuk kondisi Hamil sungsang, kode ICD-10 dan ICD-9-CM yang sesuai adalah:
1. Kode ICD-10:
- Kode: O32.1
- Deskripsi: Kehamilan sungsang atau letak melintang, yang menyebabkan perawatan antenatal.
2. Kode ICD-9-CM (jika ada):
- Kode: 652.2X
- Deskripsi: Letak sungsang atau letak melintang.
Penjelasan:
- Kode ICD-10 O32.1 digunakan untuk mengindikasikan kehamilan sungsang atau letak melintang yang menyebabkan perawatan antenatal.
- Kode ICD-9-CM 652.2X mencakup letak sungsang atau letak melintang, yang dapat memerlukan tindakan atau prosedur medis selama kehamilan atau persalinan. -
Article No. 177 | 20 Sep 2024
Klinis : sering terbangun dimalam hari
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi "sering terbangun di malam hari", berikut adalah Diagnosa Keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Pola Tidur
Penjelasan:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Gangguan Pola Tidur: Ketidakmampuan untuk mempertahankan atau mencapai jumlah dan kualitas tidur yang diinginkan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Pemulihan Pola Tidur: Kemampuan untuk memperoleh dan mempertahankan pola tidur yang adekuat dan restorasi.
- Kenyamanan Tidur: Perasaan subjektif tentang ketenangan dan ketentraman selama tidur.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen Tidur: Identifikasi dan penanganan faktor-faktor yang mempengaruhi tidur untuk memaksimalkan waktu dan kualitas tidur.
- Edukasi Tentang Tidur: Pemberian informasi tentang pentingnya pola tidur yang adekuat dan strategi untuk memperbaiki kualitas tidur.
- Terapi Relaksasi: Intervensi untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis untuk meningkatkan relaksasi dan tidur.
Penjelasan singkat:
Diagnosa Keperawatan "Gangguan Pola Tidur" menggambarkan ketidakmampuan individu untuk mempertahankan atau mencapai jumlah dan kualitas tidur yang diinginkan. Luaran yang diharapkan adalah pemulihan pola tidur dan kenyamanan tidur. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi manajemen tidur, edukasi tentang tidur, dan terapi relaksasi untuk menangani faktor-faktor yang mempengaruhi tidur dan memaksimalkan kualitas tidur. -
Article No. 178 | 20 Sep 2024
Klinis : Pasien mengeluh batuk dan pilek
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi pasien yang mengeluhkan batuk dan pilek, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI yang sesuai:
Diagnosa Keperawatan:
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Penyebab: Peningkatan produksi sekret, edema mukosa, spasme otot, dan/atau obstruksi jalan napas
- Gejala dan Tanda: Batuk tidak efektif, sputum berlebihan, mengi, dispnea, ortopnea
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Bersihan jalan napas efektif
- Kriteria hasil: Frekuensi napas dalam rentang normal, tidak ada sputum yang menumpuk, tidak ada suara napas tambahan
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi: Manajemen Jalan Napas, Manajemen Oksigenasi, Manajemen Batuk
- Tindakan: Auskultasi suara napas, Identifikasi sputum, Monitor respirasi dan oksigenasi, Berikan oksigen, Latihan batuk efektif
Penjelasan singkat:
Diagnosa keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif menunjukkan adanya masalah terkait dengan ketidakmampuan pasien untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas. Hal ini dapat disebabkan oleh peningkatan produksi sekret, edema mukosa, spasme otot, dan/atau obstruksi jalan napas. Gejala dan tanda yang muncul antara lain batuk tidak efektif, sputum berlebihan, mengi, dispnea, dan ortopnea.
Tujuan keperawatan adalah mencapai bersihan jalan napas yang efektif, dengan kriteria hasil seperti frekuensi napas dalam rentang normal, tidak ada sputum yang menumpuk, dan tidak ada suara napas tambahan. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi manajemen jalan napas, manajemen oksigenasi, dan manajemen batuk, dengan tindakan seperti auskultasi suara napas, identifikasi sputum, monitor respirasi dan oksigenasi, pemberian oksigen, dan latihan batuk efektif. -
Article No. 179 | 20 Sep 2024
Klinis : Pasien ibu hamil di diagnosis diabetes gestasional
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Untuk kondisi pasien ibu hamil yang terdiagnosis diabetes gestasional, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh
- SDKI: Keadaan di mana individu memiliki kemungkinan mengalami intake nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- SLKI: Individu memerlukan bantuan untuk menjaga asupan nutrisi yang adekuat selama kehamilan.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang diperlukan meliputi pemantauan asupan nutrisi, evaluasi status gizi, dan edukasi tentang manajemen diet diabetes gestasional.
2. Risiko Hiperglikemia
- SDKI: Keadaan di mana individu memiliki kemungkinan mengalami peningkatan kadar glukosa darah di atas rentang normal.
- SLKI: Individu memerlukan bantuan untuk mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang normal selama kehamilan.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang diperlukan meliputi pemantauan kadar glukosa darah, pemberian insulin atau obat antidiabetes sesuai indikasi, dan edukasi tentang manajemen diabetes gestasional.
3. Risiko Komplikasi Kehamilan
- SDKI: Keadaan di mana individu memiliki kemungkinan mengalami komplikasi yang dapat memengaruhi kehamilan dan persalinan.
- SLKI: Individu memerlukan bantuan untuk mencegah dan mengelola komplikasi kehamilan akibat diabetes gestasional.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang diperlukan meliputi pemantauan tanda-tanda komplikasi, edukasi tentang pencegahan komplikasi, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penatalaksanaan komprehensif.
Penjelasan Singkat:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Merupakan standar yang digunakan untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah kesehatan pasien yang menjadi fokus asuhan keperawatan.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Merupakan standar yang digunakan untuk menetapkan hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan yang diberikan.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Merupakan standar yang digunakan untuk menentukan tindakan keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan. -
Article No. 180 | 20 Sep 2024
Klinis : gout aethritis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi gout arthritis:
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan peradangan sendi akibat penumpukan kristal asam urat.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Nyeri akut: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial atau dijelaskan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain).
- Gejala: Ekspresi wajah menunjukkan nyeri, mengeluh nyeri, gerakan protektif/membatasi, kesulitan tidur.
- Penyebab: Peradangan sendi akibat penumpukan kristal asam urat.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Tujuan: Pasien melaporkan nyeri berkurang.
- Indikator: Pasien dapat mengendalikan nyeri, pasien melaporkan nyeri berkurang, pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan nyeri.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi: Manajemen nyeri, termasuk pemberian analgetik, kompres dingin, istirahat sendi, dan edukasi tentang gout.
- Rasional: Mengurangi nyeri, mengatasi penyebab, dan meningkatkan kemampuan pasien dalam mengelola nyeri.
Singkatnya, pasien dengan gout arthritis dapat mengalami nyeri akut akibat peradangan sendi. Tujuan keperawatan adalah mengurangi nyeri sehingga pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen nyeri, seperti pemberian analgetik, kompres dingin, istirahat sendi, dan edukasi tentang gout. -
Article No. 181 | 20 Sep 2024
Klinis : gout arthritis
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Untuk kondisi gout arthritis, berikut kode ICD-10 dan ICD-9-CM yang sesuai:
1. Kode ICD-10:
- Kode: M10
- Deskripsi: Gout
2. Kode ICD-9-CM (jika ada):
- Kode: 274.0
- Deskripsi: Asam urat, Gout
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 M10 adalah kode untuk gout, yang merupakan jenis artritis yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat di dalam sendi. Gout dapat menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, dan peradangan di sendi.
2. Kode ICD-9-CM 274.0 adalah kode untuk asam urat atau gout. Kode ini dapat digunakan untuk prosedur atau tindakan medis yang terkait dengan penanganan gout, seperti pemberian obat-obatan, injeksi steroid, atau tindakan bedah jika diperlukan. -
Article No. 182 | 20 Sep 2024
Klinis : gout arthritis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi gout arthritis:
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan peradangan sendi dan deposit kristal urat.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut. Kondisi pada gout arthritis ditandai dengan nyeri dan peradangan sendi, terutama sendi jari kaki, tumit, dan lutut, yang disebabkan oleh deposit kristal urat.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Setelah dilakukan intervensi keperawatan, pasien diharapkan dapat menunjukkan: 1) Melaporkan penurunan tingkat nyeri, 2) Mendemonstrasikan teknik manajemen nyeri yang efektif, 3) Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi nyeri, dan 4) Melaporkan kualitas tidur yang membaik.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain: 1) Manajemen nyeri (pemberian analgesik, kompres dingin, teknik relaksasi, dll.), 2) Edukasi pasien tentang gout arthritis dan pengelolaan nyeri, 3) Identifikasi dan modifikasi faktor-faktor yang memengaruhi nyeri, 4) Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penanganan gout arthritis.
Singkatnya, diagnosa keperawatan utama pada gout arthritis adalah nyeri akut yang harus diatasi melalui manajemen nyeri, edukasi pasien, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk mencapai luaran yang diharapkan. -
Article No. 183 | 20 Sep 2024
Klinis : Lansia yang mengalami gangguan aktivitas dan istirahat dengan masalah keperawatan intoleransi aktivitas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi lansia yang mengalami gangguan aktivitas dan istirahat dengan masalah keperawatan intoleransi aktivitas:
Diagnosa Keperawatan:
Intoleransi Aktivitas
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Intoleransi Aktivitas adalah ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan, akibat keterbatasan fisik dan/atau psikologis.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Toleransi Aktivitas Meningkat
2. Kemampuan Aktivitas Meningkat
3. Kelelahan Menurun
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Aktivitas
2. Manajemen Energi
3. Manajemen Kelelahan
Penjelasan singkat:
- SDKI menjelaskan bahwa intoleransi aktivitas adalah ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas rutin akibat keterbatasan fisik dan/atau psikologis.
- SLKI menjelaskan luaran yang diharapkan, yaitu toleransi aktivitas meningkat, kemampuan aktivitas meningkat, dan kelelahan menurun.
- SIKI menjelaskan intervensi keperawatan yang dapat dilakukan, yaitu manajemen aktivitas, manajemen energi, dan manajemen kelelahan.
Tujuan dari intervensi ini adalah untuk membantu lansia meningkatkan toleransi aktivitas, kemampuan aktivitas, dan mengelola kelelahan sehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara optimal.