Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 221 | 21 Sep 2024
Klinis : diagnosa awal status asmatikus
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi status asmatikus:
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Pola Napas Tidak Efektif
Penjelasan:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Pola napas individu yang tidak dapat memenuhi kebutuhan oksigenasi.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Individu memperlihatkan pola napas yang efektif dalam memenuhi kebutuhan oksigenasi.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi yang dilakukan untuk membantu individu dalam mencapai pola napas yang efektif, seperti pemberian bronkodilator, oksigen, teknik pernapasan, dan manajemen lingkungan.
2. Intoleransi Aktivitas
Penjelasan:
- SDKI: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan karena adanya keterbatasan fisik dan/atau psikologis.
- SLKI: Individu dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa adanya keterbatasan.
- SIKI: Intervensi yang dilakukan untuk meningkatkan toleransi aktivitas, seperti latihan fisik yang disesuaikan, manajemen energi, dan pemberian oksigen.
3. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
Penjelasan:
- SDKI: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau sumbatan dari jalan napas untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
- SLKI: Individu memiliki jalan napas yang paten dan bebas dari sumbatan.
- SIKI: Intervensi yang dilakukan untuk mempertahankan jalan napas yang efektif, seperti pemberian bronkodilator, terapi uap, dan tindakan suction.
Dalam praktiknya, diagnosis keperawatan ini dapat dikombinasikan dan dikembangkan sesuai dengan kondisi spesifik pasien dengan status asmatikus. -
Article No. 222 | 21 Sep 2024
Klinis : resiko infeksi UVEITIS
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI untuk kondisi resiko infeksi UVEITIS:
Diagnosa Keperawatan:
Risiko Infeksi berhubungan dengan proses patofisiologi penyakit uveitis.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Risiko Infeksi: Kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat mengancam kesehatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Kontrol Infeksi: Kemampuan individu untuk mencegah dan mengendalikan infeksi.
- Status Infeksi: Keadaan individu terinfeksi atau tidak terinfeksi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen Infeksi: Tindakan untuk mencegah, mengendalikan, dan mengobati infeksi.
- Pemantauan Tanda dan Gejala Infeksi: Pengamatan dan pencatatan tanda-tanda dan gejala infeksi.
- Perawatan Mata: Tindakan untuk memelihara kesehatan dan kebersihan mata.
Pada kondisi uveitis, pasien memiliki risiko infeksi yang tinggi, baik infeksi pada mata maupun infeksi sistemik. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen infeksi, pemantauan tanda dan gejala infeksi, serta perawatan mata yang tepat untuk mencegah komplikasi dan meminimalkan risiko infeksi. -
Article No. 223 | 21 Sep 2024
Klinis : keperawatan gawat darurat dengan pasien status ASTHMATICUS
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Untuk kondisi keperawatan gawat darurat dengan pasien status ASTHMATICUS, kode ICD-10 dan ICD-9-CM yang sesuai adalah sebagai berikut:
1. Kode ICD-10:
- Kode: J45.901
- Deskripsi: Asma, tipe tidak ditentukan, status asmatikus
2. Kode ICD-9-CM (jika ada):
- Kode: 493.91
- Deskripsi: Status asmatikus
Penjelasan:
- Kode ICD-10 J45.901 digunakan untuk mengkodekan kondisi asma, tipe tidak ditentukan, dengan status asmatikus. Status asmatikus adalah kondisi akut yang terjadi pada penderita asma, ditandai dengan gejala yang sangat parah dan sulit dikontrol.
- Kode ICD-9-CM 493.91 digunakan untuk mengkodekan status asmatikus, yang merupakan kondisi akut pada penderita asma dengan gejala berat dan membutuhkan penanganan segera. -
Article No. 224 | 21 Sep 2024
Klinis : keperawatan gawat darurat dengan pasien status ASTHMATICUS
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan untuk kondisi pasien dengan status ASTHMATICUS adalah:
1. Gangguan Pola Napas Tidak Efektif
- Definisi: Ketidakmampuan untuk memelihara pertukaran gas yang adekuat yang dapat mengancam kesehatan.
- Penyebab: Obstruksi jalan napas, kelelahan otot pernapasan, kecemasan.
- Gejala: Sesak napas, takipnea, retraksi dinding dada, penggunaan otot bantu pernapasan.
2. Risiko Kekurangan Volume Cairan
- Definisi: Kerentanan mengalami pengurangan cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraseluler, yang dapat membahayakan kesehatan.
- Penyebab: Peningkatan kebutuhan cairan, gangguan regulasi cairan.
- Gejala: Takikardi, hipotensi, penurunan turgor kulit, xerostomia.
3. Ansietas
- Definisi: Respon emosional dan psikologis individu terhadap sumber ancaman yang tidak jelas atau tidak diketahui.
- Penyebab: Krisis situasional, ancaman terhadap integritas diri.
- Gejala: Khawatir, takut, tegang, gelisah.
Penjelasan singkat SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. SDKI: Merupakan sistem klasifikasi diagnosa keperawatan yang disusun secara sistematis dan komprehensif. Diagnosa keperawatan dirumuskan berdasarkan pengkajian, analisis data, dan identifikasi masalah kesehatan pasien.
2. SLKI: Merupakan sistem klasifikasi luaran (outcome) keperawatan yang diharapkan dapat dicapai setelah intervensi keperawatan dilakukan. SLKI terdiri dari berbagai luaran keperawatan yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan asuhan keperawatan.
3. SIKI: Merupakan sistem klasifikasi intervensi keperawatan yang disusun secara sistematis dan komprehensif. SIKI terdiri dari berbagai intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai luaran keperawatan yang diharapkan.
Penggunaan SDKI, SLKI, dan SIKI dalam praktik keperawatan gawat darurat dengan pasien status ASTHMATICUS dapat membantu perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang terstruktur, efektif, dan berpusat pada pasien. -
Article No. 225 | 21 Sep 2024
Klinis : peningkatan tekanan intra okuli pada uveitis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan untuk kondisi peningkatan tekanan intra okuli pada uveitis adalah:
1. Gangguan Penglihatan Berhubungan dengan Peningkatan Tekanan Intraokuli
Penjelasan singkat:
- SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia): Gangguan Penglihatan adalah keterbatasan kemampuan seseorang dalam menerima dan/atau menginterpretasikan stimulus visual.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat mempertahankan fungsi penglihatan yang optimal.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah menurunkan tekanan intraokuli, memantau tanda-tanda peningkatan tekanan intraokuli, dan memberikan terapi sesuai dengan kondisi pasien.
Uveitis adalah peradangan pada uvea (iris, korpus siliaris, dan koroid) yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan intraokuli. Peningkatan tekanan intraokuli dapat mengganggu fungsi penglihatan pasien. Oleh karena itu, diagnosa keperawatan yang tepat adalah Gangguan Penglihatan Berhubungan dengan Peningkatan Tekanan Intraokuli. -
Article No. 226 | 21 Sep 2024
Klinis : diagnosa asmatikus
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi asmatikus:
Diagnosa Keperawatan:
1. Pola Napas Tidak Efektif
2. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
3. Intoleransi Aktivitas
Penjelasan Singkat:
1. Pola Napas Tidak Efektif (SDKI)
- Definisi: Perubahan dalam frekuensi, kedalaman, atau irama pernapasan yang memengaruhi ventilasi.
- Karakteristik: Napas cepat, dangkal, sesak napas, penggunaan otot bantu napas, bunyi napas abnormal.
- Faktor yang Berhubungan: Penyakit paru obstruktif, asma, infeksi saluran napas.
2. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas (SDKI)
- Definisi: Ketidakmampuan untuk mengeluarkan secret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang bersih.
- Karakteristik: Suara napas tambahan (mengi, ronki), takipnea, dispnea, produksi sputum berlebih.
- Faktor yang Berhubungan: Bronkospasme, sekresi berlebih, obstruksi jalan napas.
3. Intoleransi Aktivitas (SDKI)
- Definisi: Keterbatasan pada toleransi melakukan aktivitas fisik yang diinginkan atau diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
- Karakteristik: Rasa lelah, sesak napas, mengeluh nyeri, munculnya tanda-tanda stres fisiologis (nadi cepat, perubahan tekanan darah).
- Faktor yang Berhubungan: Penurunan kekuatan dan daya tahan otot, penurunan fungsi ventilasi.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Pola Napas Efektif
- Bersihan Jalan Napas Efektif
- Toleransi Aktivitas Meningkat
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen Jalan Napas
- Manajemen Bronkodilator
- Manajemen Oksigen
- Terapi Latihan -
Article No. 227 | 21 Sep 2024
Klinis : penurunan penglihatan pada uveitis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Untuk kondisi penurunan penglihatan pada uveitis, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan penglihatan berhubungan dengan proses inflamasi pada uveitis.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Domain: Sensori Perseptual
- Kelas: Penglihatan
- Diagnosa Keperawatan: Gangguan Penglihatan
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Domain: Sensori Perseptual
- Kelas: Penglihatan
- Luaran Keperawatan: Kemampuan Penglihatan Meningkat
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Domain: Sistem Tubuh
- Kelas: Sistem Sensori
- Intervensi Keperawatan:
1. Manajemen Nyeri
2. Perawatan Mata
3. Terapi Relaksasi
Penjelasan Singkat:
1. Uveitis adalah kondisi peradangan pada lapisan tengah mata (uvea), yang dapat menyebabkan penurunan penglihatan.
2. Diagnosa keperawatan "Gangguan Penglihatan" berkaitan dengan penurunan fungsi penglihatan akibat proses inflamasi pada uveitis.
3. Luaran keperawatan yang diharapkan adalah "Kemampuan Penglihatan Meningkat" melalui intervensi keperawatan yang tepat.
4. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi manajemen nyeri, perawatan mata, dan terapi relaksasi untuk mengatasi masalah penglihatan akibat uveitis. -
Article No. 228 | 21 Sep 2024
Klinis : penurunan lapang pandang pada uveitis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi penurunan lapang pandang pada uveitis:
Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Penglihatan berhubungan dengan peradangan pada uvea (uveitis)
SDKI (Standar Diagnostik Keperawatan Indonesia):
1. Definisi: Gangguan dalam kemampuan individu untuk menerima dan menginterpretasikan informasi visual.
2. Karakteristik Definisi:
- Penurunan ketajaman penglihatan
- Penurunan lapang pandang
- Perubahan kemampuan beradaptasi dengan cahaya
- Perubahan kemampuan membedakan warna
3. Faktor yang Berhubungan:
- Gangguan struktural pada mata (uveitis)
- Gangguan fungsional pada mata
- Gangguan neurologis
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Luaran Keperawatan:
- Peningkatan Kemampuan Penglihatan
2. Kriteria Hasil:
- Klien dapat menyebutkan perubahan pada penglihatan
- Klien dapat beradaptasi dengan perubahan penglihatan
- Klien dapat melakukan aktivitas sehari-hari sesuai kemampuan penglihatan
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Intervensi Keperawatan:
- Manajemen Penglihatan
2. Aktivitas Keperawatan:
- Mengkaji fungsi penglihatan klien
- Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penglihatan
- Mengajarkan teknik-teknik kompensasi untuk mengatasi gangguan penglihatan
- Memberikan edukasi tentang kondisi mata dan penanganannya
- Melakukan koordinasi dengan tenaga kesehatan lain (misalnya oftalmolog) untuk penanganan lebih lanjut
Penjelasan Singkat:
Uveitis adalah peradangan pada uvea (lapisan tengah bola mata) yang dapat menyebabkan penurunan lapang pandang. Diagnosa keperawatan yang tepat adalah "Gangguan Penglihatan berhubungan dengan peradangan pada uvea (uveitis)". Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah Manajemen Penglihatan, yang meliputi pengkajian, identifikasi faktor penyebab, pemberian edukasi, dan koordinasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penanganan lebih lanjut. -
Article No. 229 | 21 Sep 2024
Klinis : osteoporosis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Certainly! Here is the nursing diagnosis, along with brief explanations of SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), and SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) for the condition of osteoporosis:
Nursing Diagnosis:
Risiko Fraktur berhubungan dengan osteoporosis
Explanation:
Osteoporosis adalah penyakit tulang yang ditandai dengan penurunan massa dan kekuatan tulang, sehingga meningkatkan risiko terjadinya fraktur. Oleh karena itu, diagnosis keperawatan yang tepat adalah "Risiko Fraktur berhubungan dengan osteoporosis".
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Risiko Fraktur: Kerentanan individu terhadap cedera tulang yang dapat mengakibatkan terputusnya kontinuitas struktur tulang.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Tingkat risiko fraktur
2. Pengetahuan tentang osteoporosis dan pencegahan fraktur
3. Perilaku pencegahan fraktur
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Risiko Fraktur
2. Edukasi Kesehatan tentang Osteoporosis
3. Aktivitas Fisik untuk Kesehatan Tulang
Dalam menangani pasien dengan osteoporosis, perawat perlu fokus pada upaya pencegahan fraktur, peningkatan pengetahuan pasien, dan promosi perilaku yang mendukung kesehatan tulang. Intervensi keperawatan yang tepat dapat membantu pasien mengelola risiko fraktur dan mencegah komplikasi yang dapat timbul akibat osteoporosis. -
Article No. 230 | 21 Sep 2024
Klinis : penurunan lapang pandang
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan untuk kondisi penurunan lapang pandang:
1. Gangguan Penglihatan
Penjelasan:
- SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia): Gangguan Penglihatan didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk melihat dengan jelas atau secara normal.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Luaran yang diharapkan pada pasien dengan gangguan penglihatan antara lain perbaikan fungsi penglihatan, penerimaan terhadap perubahan penglihatan, dan peningkatan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain mengkaji faktor penyebab, memberikan edukasi tentang penyebab dan penanganan, memfasilitasi penggunaan alat bantu penglihatan, dan melakukan latihan untuk meningkatkan fungsi penglihatan.