Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 21199 | 28 Aug 2025
Klinis : Pasien anak perempuan, usia 5 tahun, mengalami demam tinggi selama 3 hari, ruam merah di kulit, bintik Koplik di mukosa mulut, batuk kering, dan mata merah. Hasil pemeriksaan menunjukkan kemungkinan campak.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan kondisi pasien yang dideskripsikan, yaitu seorang anak perempuan usia 5 tahun dengan gejala demam tinggi selama 3 hari, ruam merah di kulit, bintik Koplik di mukosa mulut, batuk kering, dan mata merah, serta kemungkinan diagnosis campak, maka kode ICD-10 dan ICD-9-CM yang sesuai adalah:
1. Kode ICD-10:
- Kode: B05.9
- Deskripsi: Campak, tanpa komplikasi
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Tidak ada kode ICD-9-CM prosedur/tindakan yang spesifik untuk kondisi ini, karena penatalaksanaan campak umumnya bersifat suportif dan simptomatik, seperti pemberian cairan, antipiretik, dan tindakan untuk mengelola gejala lainnya.
Penjelasan:
- Kode ICD-10 B05.9 (Campak, tanpa komplikasi) sesuai dengan gambaran klinis pasien, yaitu anak dengan demam, ruam, bintik Koplik, batuk kering, dan mata merah, yang merupakan gejala-gejala khas dari penyakit campak.
- Tidak ada kode ICD-9-CM prosedur/tindakan yang spesifik, karena penatalaksanaan campak umumnya bersifat suportif dan simptomatik, seperti pemberian cairan, antipiretik, dan tindakan untuk mengelola gejala lainnya. Tidak ada tindakan medis khusus yang perlu dikodekan dalam ICD-9-CM.
- Diagnosis campak pada anak ini perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium, seperti deteksi antibodi IgM spesifik terhadap virus campak atau pemeriksaan PCR, untuk memastikan diagnosis. -
Article No. 21200 | 28 Aug 2025
Klinis : Risiko defisit cairan berhubungan dengan kehilangan cairan melalui diare
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi risiko defisit cairan berhubungan dengan kehilangan cairan melalui diare.
Diagnosa Keperawatan:
Risiko Defisit Cairan
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Kode: 00028
Definisi: Keadaan di mana individu berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular, yang dapat membahayakan kesehatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: LD001
Definisi: Pasien menunjukkan keseimbangan antara intake dan output cairan yang adekuat.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: I0039
Definisi: Serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mempertahankan dan/atau meningkatkan volume cairan dan elektrolit tubuh yang adekuat.
Sebagai perawat profesional, saya memahami bahwa risiko defisit cairan berhubungan dengan kehilangan cairan melalui diare merupakan kondisi yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan yang tepat. Evaluasi dan pemantauan yang cermat terhadap intake dan output cairan, serta intervensi yang sesuai, akan sangat membantu dalam mencegah dan mengatasi risiko defisit cairan pada pasien. -
Article No. 21201 | 28 Aug 2025
Klinis : Risiko defisit cairan berhubungan dengan kehilangan cairan melalui diare
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan jawaban yang rinci dan terperinci sesuai dengan permintaan Anda.
1. Diagnosa Keperawatan SDKI:
Diagnosa Keperawatan yang sesuai untuk kondisi tersebut adalah "Risiko Defisit Cairan" (00028). Kondisi ini ditandai dengan risiko kehilangan cairan dan elektrolit yang berlebihan melalui diare. Pasien berisiko mengalami dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, dan komplikasi terkait defisit cairan.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
a. Hidrasi Adekuat (0602): Pasien akan menunjukkan tanda-tanda hidrasi adekuat, seperti mempertahankan volume cairan tubuh, keseimbangan elektrolit, dan turgor kulit yang baik.
b. Keseimbangan Cairan (0601): Pasien akan mempertahankan keseimbangan cairan yang adekuat, ditandai dengan intake dan output cairan yang seimbang, serta tidak ada tanda-tanda dehidrasi atau kelebihan cairan.
c. Toleransi terhadap Aktivitas (0005): Pasien akan menunjukkan peningkatan toleransi terhadap aktivitas sehari-hari seiring dengan perbaikan hidrasi dan keseimbangan cairan.
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
a. Pemantauan Cairan (6650): Memantau asupan dan pengeluaran cairan, berat badan, tanda-tanda vital, dan tanda-tanda dehidrasi atau kelebihan cairan secara berkala.
b. Manajemen Diare (0460): Memberikan perawatan spesifik untuk mengatasi diare, seperti memberikan cairan dan elektrolit pengganti, serta memantau tanda-tanda komplikasi.
c. Terapi Cairan (4120): Memberikan cairan dan elektrolit melalui jalur oral atau parenteral sesuai kebutuhan untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit.
d. Edukasi Kesehatan (5510): Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya menjaga hidrasi, pengelolaan diare, serta upaya pencegahan komplikasi.
e. Manajemen Masukan-Keluaran (4110): Memantau dan mencatat secara teliti semua masukan dan pengeluaran cairan untuk memastikan keseimbangan cairan yang adekuat.
Penjelasan rinci:
Diagnosa Keperawatan "Risiko Defisit Cairan" (00028) menggambarkan kondisi pasien yang berisiko mengalami kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan akibat diare. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit, dan komplikasi terkait defisit cairan.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI) mencakup tiga area penting, yaitu: (1) Hidrasi Adekuat, untuk memastikan volume cairan dan keseimbangan elektrolit yang baik; (2) Keseimbangan Cairan, untuk mempertahankan keseimbangan antara asupan dan pengeluaran cairan; dan (3) Toleransi terhadap Aktivitas, yang akan meningkat seiring dengan perbaikan kondisi hidrasi dan keseimbangan cairan.
Intervensi Keperawatan (SIKI) yang diperlukan meliputi pemantauan cairan, manajemen diare, terapi cairan, edukasi kesehatan, dan manajemen masukan-keluaran. Intervensi-intervensi ini bertujuan untuk mengatasi kehilangan cairan dan elektrolit, mencapai keseimbangan cairan yang adekuat, serta mencegah komplikasi terkait defisit cairan.
Dengan penerapan Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi yang tepat, diharapkan pasien dapat memulihkan kondisi hidrasi, mencapai keseimbangan cairan yang optimal, dan meningkatkan toleransi terhadap aktivitas sehari-hari. -
Article No. 21084 | 27 Aug 2025
Klinis : BENJOLAN DIDEKAT ANUS
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Dengan hormat, berikut adalah informasi yang Anda minta:
1. Kode ICD-10:
- Kode: K62.8
- Deskripsi: Lesi lain yang ditentukan pada anus dan saluran anus
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 49.93
- Deskripsi: Eksisi atau destruksi lesi atau jaringan dari anus
Penjelasan:
Kondisi benjolan di dekat anus dapat diklasifikasikan sebagai lesi lain yang ditentukan pada anus dan saluran anus berdasarkan Klasifikasi Statistik Internasional Penyakit dan Masalah-Masalah Terkait Kesehatan Revisi Kesepuluh (ICD-10). Kode diagnosa yang sesuai adalah K62.8.
Jika diperlukan, tindakan medis yang mungkin dilakukan adalah eksisi atau destruksi lesi atau jaringan dari anus, yang memiliki kode ICD-9-CM 49.93. Prosedur ini dapat dilakukan untuk menangani benjolan atau lesi di daerah anus.
Penting untuk dicatat bahwa kode diagnosa dan prosedur harus ditentukan berdasarkan evaluasi klinis yang komprehensif oleh tenaga medis yang berwenang. Penggunaan kode yang tepat sangat penting untuk dokumentasi medis yang akurat dan penagihan yang benar. -
Article No. 21085 | 27 Aug 2025
Klinis : pasien datang dengan keluhan perut kembung,mencret
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Diare (00013)
Definisi: Pengeluaran feses cair atau tidak terbentuk dengan frekuensi yang meningkat (lebih dari 3 kali dalam 24 jam).
2. Kembung (00039)
Definisi: Kondisi perut yang terasa penuh dan meregang.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Diare (00013)
Kode: 00013
Definisi: Pengeluaran feses cair atau tidak terbentuk dengan frekuensi yang meningkat (lebih dari 3 kali dalam 24 jam).
2. Kembung (00039)
Kode: 00039
Definisi: Kondisi perut yang terasa penuh dan meregang.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Pemulihan diare (1820)
Kode: 1820
Definisi: Pemulihan dari episode diare akut.
2. Kenyamanan gastrointestinal (1610)
Kode: 1610
Definisi: Tingkat kenyamanan fisik dan psikologis yang berhubungan dengan fungsi gastrointestinal.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen diare (4196)
Kode: 4196
Definisi: Tindakan untuk mengendalikan dan mengelola episode diare.
2. Manajemen kembung (4160)
Kode: 4160
Definisi: Tindakan untuk mengurangi atau menghilangkan kembung.
Dalam konteks yang Anda berikan (tone = akademis, persona = pakar, nurse), penjelasan singkat untuk masing-masing diagnosis dan standar dapat disajikan dalam gaya bahasa yang lebih formal dan ilmiah, sesuai dengan peran dan keahlian seorang pakar perawat. -
Article No. 21086 | 27 Aug 2025
Klinis : pasien datang dengan keluhan perut kembung,mencret
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi pasien dengan keluhan perut kembung dan diare:
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai adalah "Diare" (Diarrhea). Diare didefinisikan sebagai pengeluaran feses yang tidak normal, tidak terkontrol, dan berlebihan, yang ditandai dengan peningkatan frekuensi, volume, dan/atau fluiditas feses.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Restorasi Keseimbangan Cairan (Fluid Balance Restoration)
- Pasien dapat mempertahankan keseimbangan cairan yang adekuat.
- Pasien dapat mempertahankan status hidrasi yang baik.
- Pasien dapat mencapai pola eliminasi yang normal.
2. Kontrol Gejala (Symptom Control)
- Pasien dapat mengontrol frekuensi dan konsistensi diare.
- Pasien dapat mengelola nyeri abdominal atau kram perut.
- Pasien dapat menunjukkan tanda-tanda perbaikan kondisi umum.
3. Pencegahan Komplikasi (Complication Prevention)
- Pasien dapat mencegah terjadinya dehidrasi.
- Pasien dapat mencegah terjadinya ketidakseimbangan elektrolit.
- Pasien dapat mencegah terjadinya malnutrisi.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Restorasi Keseimbangan Cairan (Fluid Balance Restoration)
- Mengkaji status cairan dan hidrasi pasien.
- Memantau asupan dan output cairan.
- Memberikan cairan intravena atau oral sesuai kebutuhan.
- Mengedukasi pasien tentang pentingnya asupan cairan yang adekuat.
2. Kontrol Gejala (Symptom Control)
- Mengkaji karakteristik diare (frekuensi, konsistensi, volume).
- Memberikan obat antidiare sesuai resep.
- Mengatur diet rendah serat dan membatasi makanan yang dapat memperparah diare.
- Memberikan analgesik untuk mengatasi nyeri abdominal atau kram perut.
- Memantau tanda-tanda vital dan kondisi umum pasien.
3. Pencegahan Komplikasi (Complication Prevention)
- Memantau tanda-tanda dehidrasi atau ketidakseimbangan elektrolit.
- Memberikan suplemen elektrolit sesuai kebutuhan.
- Melakukan intervensi nutrisi untuk mencegah malnutrisi.
- Mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan diare dan memberikan intervensi yang sesuai.
- Mengedukasi pasien dan keluarga tentang cara mencegah komplikasi.
Penjelasan yang rinci dan terperinci:
Diagnosa Keperawatan SDKI "Diare" dipilih karena pasien datang dengan keluhan utama perut kembung dan mencret, yang merupakan gejala khas dari diare. Diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit yang berlebihan, sehingga memerlukan intervensi keperawatan yang komprehensif untuk mempertahankan keseimbangan cairan, mengendalikan gejala, dan mencegah komplikasi yang dapat terjadi.
Luaran/Output yang diharapkan sesuai SLKI mencakup tiga aspek utama: restorasi keseimbangan cairan, kontrol gejala, dan pencegahan komplikasi. Tujuan utamanya adalah untuk mempertahankan status hidrasi yang baik, mengatasi diare, dan mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius, seperti dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, dan malnutrisi.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan (SIKI) meliputi pengkajian yang komprehensif, pemberian cairan dan elektrolit, pengaturan diet, pemberian obat-obatan, dan edukasi bagi pasien dan keluarga. Intervensi ini bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan cairan, mengendalikan gejala diare, dan mencegah komplikasi yang dapat terjadi.
Dengan penerapan Diagnosa Keperawatan SDKI, Luaran/Output SLKI, dan Intervensi Keperawatan SIKI yang tepat, diharapkan pasien dapat pulih dari diare, mempertahankan status hidrasi yang baik, dan terhindar dari komplikasi yang lebih serius. -
Article No. 21087 | 27 Aug 2025
Klinis : pasien datang dengan keluhan perut kembung,mencret
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, Ibu/Bapak. Sebagai perawat, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci terkait kondisi pasien yang datang dengan keluhan perut kembung dan mencret.
1. Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai:
a. Diare (00013)
- Definisi: Pengeluaran feses yang lembek atau cair dengan frekuensi yang lebih sering dari normal.
- Penyebab: Infeksi bakteri, virus, atau parasit, malabsorpsi, reaksi obat, stres, atau kondisi medis lainnya.
- Tanda dan gejala: Frekuensi buang air besar meningkat, konsistensi feses lembek atau cair, nyeri perut, kembung, mual, dan dehidrasi.
b. Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit (00195)
- Definisi: Berisiko mengalami perubahan kadar elektrolit serum yang dapat mengancam kehidupan.
- Penyebab: Diare, muntah, intake cairan yang tidak adekuat.
- Tanda dan gejala: Mual, muntah, kram otot, kelemahan, pusing, perubahan irama jantung.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
a. Eliminasi Gastrointestinal Membaik (0501)
- Definisi: Kemampuan untuk mempertahankan fungsi eliminasi gastrointestinal yang normal.
- Indikator:
1) Frekuensi buang air besar kembali normal
2) Konsistensi feses kembali normal
3) Tidak ada rasa tidak nyaman atau nyeri perut
4) Tidak ada kembung atau flatulensi
b. Keseimbangan Cairan (0601)
- Definisi: Kemampuan untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh yang normal.
- Indikator:
1) Intake dan output cairan seimbang
2) Tanda-tanda vital stabil
3) Tidak ada tanda-tanda dehidrasi atau kelebihan cairan
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
a. Manajemen Diare (4130)
- Definisi: Upaya untuk mengendalikan, mengurangi, atau menghentikan episode diare.
- Aktivitas:
1) Kaji frekuensi, konsistensi, dan volume diare
2) Pantau tanda-tanda vital dan tanda dehidrasi
3) Berikan perawatan higienis untuk mencegah infeksi silang
4) Berikan diet yang sesuai, seperti BRAT (Banana, Rice, Applesauce, Toast)
5) Berikan cairan pengganti elektrolit secara oral atau parenteral jika dibutuhkan
6) Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk pemberian obat antidiare jika perlu
b. Manajemen Cairan (4120)
- Definisi: Upaya untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh yang normal.
- Aktivitas:
1) Kaji intake dan output cairan pasien
2) Pantau tanda-tanda dehidrasi atau kelebihan cairan
3) Berikan cairan oral atau parenteral sesuai kebutuhan
4) Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk pemberian obat diuretik atau cairan pengganti elektrolit jika perlu
Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi Ibu/Bapak. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, saya siap membantu. Wassalamualaikum. -
Article No. 21088 | 27 Aug 2025
Klinis : pasien datang dengan keluhan nyeri pada pada
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah penjelasan yang rinci dan terperinci untuk kasus yang Anda berikan:
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai:
Berdasarkan keluhan pasien yang datang dengan nyeri, diagnosa keperawatan yang sesuai dari SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) adalah "Nyeri Akut". Nyeri Akut didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau dijelaskan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain).
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Setelah diberikan asuhan keperawatan, luaran/output yang diharapkan berdasarkan SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah:
1. Kontrol Nyeri: Pasien dapat melaporkan penurunan intensitas nyeri sesuai tujuan yang ditetapkan.
2. Kenyamanan: Pasien dapat melaporkan peningkatan kenyamanan sesuai tujuan yang ditetapkan.
3. Pemulihan Fisik: Pasien dapat mendemonstrasikan peningkatan kemampuan fungsional sesuai tujuan yang ditetapkan.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
Berdasarkan diagnosa keperawatan Nyeri Akut dan luaran yang diharapkan, intervensi keperawatan yang diperlukan dari SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah:
1. Manajemen Nyeri:
- Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif, termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, keparahan/intesitas, dan faktor pencetus nyeri.
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk memberikan terapi farmakologis sesuai indikasi.
- Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri, seperti relaksasi, distraksi, terapi panas/dingin, dan masase.
- Pantau efektivitas intervensi dan lakukan penyesuaian jika diperlukan.
2. Peningkatan Kenyamanan:
- Identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kenyamanan pasien.
- Kolaborasi dengan pasien untuk menentukan intervensi yang sesuai untuk meningkatkan kenyamanan.
- Fasilitasi lingkungan yang nyaman bagi pasien, misalnya pengaturan suhu, pencahayaan, dan privasi.
- Berikan dukungan emosional dan psikologis untuk mengurangi kecemasan dan stres.
3. Peningkatan Mobilitas:
- Kaji kemampuan fungsional pasien dan identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi mobilitas.
- Berikan latihan fisik yang sesuai dengan kondisi pasien, seperti latihan rentang gerak, latihan kekuatan, dan latihan keseimbangan.
- Ajarkan teknik-teknik untuk meningkatkan mobilitas, seperti penggunaan alat bantu jika diperlukan.
- Libatkan keluarga dalam proses rehabilitasi untuk mendukung pemulihan pasien.
Dengan pendekatan yang komprehensif ini, diharapkan asuhan keperawatan dapat membantu pasien mencapai penurunan nyeri, peningkatan kenyamanan, dan peningkatan kemampuan fungsional sesuai dengan luaran yang diharapkan. -
Article No. 21089 | 27 Aug 2025
Klinis : ppok
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Dengan senang hati saya akan memberikan informasi tentang kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis untuk kondisi PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik).
1. Kode ICD-10:
- Kode: J44.9
- Deskripsi: Penyakit paru obstruktif kronik, tidak dispesifikasikan
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 93.08
- Deskripsi: Terapi oksigen, lainnya
PPOK adalah penyakit pernapasan kronis yang ditandai dengan obstruksi aliran udara yang progresif dan tidak sepenuhnya reversibel. Kode ICD-10 J44.9 mencakup berbagai bentuk PPOK, termasuk bronkitis kronis dan emfisema, yang tidak dispesifikasikan secara lebih detail. Terkait dengan penatalaksanaan PPOK, kode ICD-9-CM 93.08 dapat digunakan untuk mengkodekan pemberian terapi oksigen, yang merupakan salah satu komponen penting dalam penanganan penyakit ini. -
Article No. 21090 | 27 Aug 2025
Klinis : Pusing cenut cenut mual mutah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI sesuai dengan kondisi yang Anda sampaikan, dengan tone akademis dan persona pakar/perawat.
Diagnosa Keperawatan:
Mual (00134)
Definisi SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Sensasi tidak nyaman di perut yang dapat menyebabkan keinginan untuk muntah.
Definisi SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Kontrol Mual (1608)
Kemampuan individu untuk mencegah atau mengurangi sensasi tidak nyaman di perut yang dapat menyebabkan keinginan untuk muntah.
2. Pengendalian Muntah (1570)
Kemampuan individu untuk mencegah atau mengendalikan pengeluaran isi perut melalui mulut.
Definisi SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Mual (6450)
Tindakan untuk mencegah atau mengurangi sensasi tidak nyaman di perut yang dapat menyebabkan keinginan untuk muntah.
2. Manajemen Muntah (6490)
Tindakan untuk mencegah atau mengendalikan pengeluaran isi perut melalui mulut.
Berdasarkan kondisi yang Anda sampaikan, yaitu "Pusing cenut cenut mual mutah", maka diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Mual (00134). Diagnosa ini mencakup sensasi tidak nyaman di perut yang dapat menyebabkan keinginan untuk muntah. Untuk mengatasi kondisi ini, perawat dapat menggunakan intervensi Manajemen Mual (6450) dan Manajemen Muntah (6490) sesuai dengan luaran yang diharapkan, yaitu Kontrol Mual (1608) dan Pengendalian Muntah (1570).