Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 393 | 22 Sep 2024
Klinis : ansietas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah Diagnosa Keperawatan, serta penjelasan singkat terkait SDKI (Standar Diagnostik Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) untuk kondisi ansietas:
Diagnosa Keperawatan:
Ansietas
Penjelasan Singkat:
1. SDKI (Standar Diagnostik Keperawatan Indonesia):
- Ansietas didefinisikan sebagai perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar-samar disertai respon autonom (sumber sering kali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu), perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi bahaya. Ansietas dapat mempengaruhi aspek kognitif, afektif, perilaku dan fisiologis.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Pasien menunjukkan tingkat ansietas yang terkontrol, ditandai dengan penurunan gejala ansietas, kemampuan mengidentifikasi penyebab ansietas, penggunaan strategi koping yang efektif, dan peningkatan rasa tenang.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi ansietas antara lain:
a. Manajemen ansietas: Intervensi untuk membantu pasien mengenali dan mengatasi ansietas.
b. Terapi relaksasi: Intervensi untuk membantu pasien mencapai keadaan rileks.
c. Terapi kognitif: Intervensi untuk membantu pasien mengidentifikasi dan mengubah pemikiran negatif menjadi lebih positif.
d. Terapi distraksi: Intervensi untuk mengalihkan perhatian pasien dari sumber ansietas.
e. Terapi spiritual: Intervensi untuk membantu pasien mengeksplorasi dan meningkatkan keyakinan spiritual/agama.
Tujuan utama intervensi keperawatan pada pasien dengan ansietas adalah untuk membantu pasien mencapai tingkat ansietas yang terkontrol, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. -
Article No. 394 | 22 Sep 2024
Klinis : pasien kanker cerviks
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi pasien dengan kanker serviks:
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut
2. Perubahan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
3. Risiko Infeksi
4. Kelelahan
5. Ansietas
Penjelasan Singkat:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Nyeri Akut: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.
- Perubahan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- Risiko Infeksi: Peningkatan risiko terinfeksi organisme patogen.
- Kelelahan: Sensasi yang berkelanjutan dari keletihan dan berkurangnya kapasitas untuk melakukan aktivitas.
- Ansietas: Perasaan tidak nyaman atau khawatir yang disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Nyeri Terkontrol: Tingkat nyeri yang dapat diterima oleh individu.
- Status Nutrisi Membaik: Kemampuan individu untuk mempertahankan asupan nutrisi yang adekuat.
- Bebas Infeksi: Tidak ada tanda dan gejala infeksi.
- Energi Terpelihara: Kemampuan untuk mempertahankan tingkat energi yang dibutuhkan untuk aktivitas.
- Kecemasan Terkontrol: Kemampuan untuk mengendalikan perasaan khawatir, takut, atau tegang.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen Nyeri: Tindakan untuk mengendalikan nyeri yang dialami pasien.
- Manajemen Nutrisi: Tindakan untuk memantau dan memenuhi kebutuhan nutrisi pasien.
- Pencegahan Infeksi: Tindakan untuk mencegah atau mengurangi risiko infeksi.
- Manajemen Energi: Tindakan untuk mempertahankan atau meningkatkan energi pasien.
- Manajemen Kecemasan: Tindakan untuk mengurangi kecemasan yang dialami pasien.
Penerapan SDKI, SLKI, dan SIKI membantu perawat dalam mengidentifikasi, merencanakan, dan melaksanakan intervensi keperawatan yang tepat untuk pasien dengan kanker serviks. -
Article No. 395 | 22 Sep 2024
Klinis : pasien kanker serviks
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI untuk pasien dengan kanker serviks:
1. Diagnosa Keperawatan:
a. Nyeri Kronis
b. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang Dari Kebutuhan Tubuh
c. Risiko Infeksi
d. Keletihan
e. Gangguan Citra Tubuh
2. Penjelasan Singkat:
a. Nyeri Kronis
- SDKI: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan, potensi kerusakan, atau gangguan fungsi tubuh yang berlangsung lebih dari 3 bulan.
- SLKI: Menurunnya kemampuan untuk mempertahankan tingkat kenyamanan yang dapat diterima selama periode waktu yang diperpanjang.
- SIKI: Intervensi yang dilakukan untuk mengelola nyeri kronis, termasuk pemberian analgesik, terapi modalitas, edukasi, dan teknik nonfarmakologis.
b. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang Dari Kebutuhan Tubuh
- SDKI: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- SLKI: Penurunan berat badan dan penurunan massa otot.
- SIKI: Intervensi yang dilakukan untuk meningkatkan asupan nutrisi, seperti pemberian makanan enteral atau parenteral, konseling gizi, dan pemantauan status nutrisi.
c. Risiko Infeksi
- SDKI: Peningkatan risiko terkena infeksi yang disebabkan oleh penurunan daya tahan tubuh.
- SLKI: Peningkatan kemungkinan terjadinya infeksi akibat penurunan sistem imun.
- SIKI: Intervensi yang dilakukan untuk mencegah dan mengelola risiko infeksi, seperti pemberian antibiotik, perawatan luka, dan edukasi tentang tanda-tanda infeksi.
d. Keletihan
- SDKI: Pengalaman subyektif yang terus-menerus dan subjektif akan kekurangan energi untuk melakukan aktivitas yang diinginkan.
- SLKI: Penurunan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari akibat kurangnya energi.
- SIKI: Intervensi yang dilakukan untuk mengatasi keletihan, seperti manajemen aktivitas, pengaturan istirahat, dan terapi farmakologis.
e. Gangguan Citra Tubuh
- SDKI: Perubahan persepsi atau sikap negatif terhadap tubuh sendiri.
- SLKI: Penurunan penerimaan terhadap perubahan fisik yang terjadi.
- SIKI: Intervensi yang dilakukan untuk membantu pasien menerima perubahan fisik, seperti konseling, terapi kelompok, dan dukungan emosional.
Diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI ini dapat menjadi panduan dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif bagi pasien dengan kanker serviks. -
Article No. 396 | 22 Sep 2024
Klinis : pasien dengan ppok riwayat asma menggunakan obat symbicot dirumah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk pasien dengan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) dengan riwayat asma yang menggunakan obat Symbicort di rumah:
1. Diagnosa Keperawatan:
a. Gangguan Pertukaran Gas
b. Intoleransi Aktivitas
c. Koping Tidak Efektif
2. Penjelasan Singkat:
a. Gangguan Pertukaran Gas
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Ketidakmampuan untuk mempertahankan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida yang adekuat.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Pertukaran gas yang efektif.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Manajemen Jalan Napas, Manajemen Oksigen, Manajemen Ventilasi.
b. Intoleransi Aktivitas
- SDKI: Keterbatasan fisik dan/atau fisiologis dalam melakukan aktivitas harian yang diinginkan atau dibutuhkan.
- SLKI: Toleransi aktivitas yang meningkat.
- SIKI: Manajemen Aktivitas, Pembatasan Aktivitas, Peningkatan Latihan Fisik.
c. Koping Tidak Efektif
- SDKI: Respons maladaptif terhadap stressor yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk mengelola tuntutan internal dan eksternal secara efektif.
- SLKI: Koping yang efektif.
- SIKI: Manajemen Stres, Konseling, Terapi Relaksasi.
Penjelasan Singkat:
Pasien dengan PPOK dan riwayat asma menggunakan obat Symbicort (kombinasi kortikosteroid dan bronkodilator) di rumah, yang mengindikasikan adanya gangguan pernapasan kronis. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pertukaran gas, keterbatasan aktivitas, dan koping yang tidak efektif dalam menghadapi kondisi penyakitnya. Diagnosa keperawatan dan intervensi yang sesuai dapat membantu mengatasi masalah kesehatan pasien secara komprehensif. -
Article No. 397 | 22 Sep 2024
Klinis : sdki kesiapan pemingkatan management kesehatan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan
Definisi:
Suatu keadaan dimana individu, keluarga, atau komunitas menunjukkan keinginan dan kemampuan untuk meningkatkan pengelolaan kesehatan mereka secara efektif.
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
- Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan adalah diagnosa keperawatan yang menggambarkan kondisi individu, keluarga, atau komunitas yang menunjukkan keinginan dan kemampuan untuk meningkatkan pengelolaan kesehatan secara efektif.
- Diagnosis ini menjelaskan tentang kesiapan seseorang atau kelompok untuk melakukan tindakan dalam meningkatkan pengelolaan kesehatannya.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan dari diagnosa ini adalah individu, keluarga, atau komunitas mampu mengelola kesehatan mereka secara efektif, seperti mampu mengidentifikasi masalah kesehatan, mengambil keputusan, dan melakukan tindakan yang tepat untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah edukasi tentang manajemen kesehatan, peningkatan motivasi, konseling, serta fasilitasi dalam mengembangkan rencana tindakan peningkatan kesehatan.
- Tujuannya adalah untuk membantu individu, keluarga, atau komunitas agar memiliki pengetahuan, kemampuan, dan kemauan untuk mengelola kesehatan mereka secara efektif.
Secara singkat, diagnosa Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan menggambarkan kondisi kesiapan seseorang atau kelompok untuk meningkatkan pengelolaan kesehatan mereka, yang dapat ditingkatkan melalui intervensi keperawatan yang sesuai. -
Article No. 398 | 22 Sep 2024
Klinis : resiko jatuh intervensinya apa
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah penjelasan singkat mengenai Diagnosa Keperawatan, SDKI, SLKI, dan SIKI, serta intervensi keperawatan untuk resiko jatuh:
1. Diagnosa Keperawatan:
- Diagnosa keperawatan adalah pernyataan yang mengidentifikasi status kesehatan individu, keluarga, atau masyarakat, yang merupakan dasar untuk memilih intervensi keperawatan yang bertujuan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
- Untuk kondisi risiko jatuh, diagnosis keperawatan yang sesuai adalah "Risiko Jatuh".
2. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- SDKI adalah kumpulan standar diagnosis keperawatan yang digunakan di Indonesia.
- Untuk diagnosis "Risiko Jatuh", SDKI memuat definisi, penyebab, gejala/tanda, dan faktor risiko yang terkait.
3. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- SLKI adalah kumpulan standar hasil atau luaran yang diharapkan dari intervensi keperawatan di Indonesia.
- Untuk diagnosis "Risiko Jatuh", SLKI memuat beberapa luaran yang dapat digunakan, seperti "Bebas Jatuh" dan "Pemulihan Setelah Jatuh".
4. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- SIKI adalah kumpulan standar intervensi keperawatan yang digunakan di Indonesia.
- Untuk diagnosis "Risiko Jatuh", beberapa intervensi keperawatan yang dapat diberikan berdasarkan SIKI antara lain:
- Manajemen Lingkungan: Mengidentifikasi dan mengendalikan faktor risiko jatuh di lingkungan.
- Pencegahan Jatuh: Mengidentifikasi dan mengelola faktor risiko jatuh pada pasien.
- Edukasi Pasien: Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang risiko jatuh dan cara pencegahannya.
- Latihan Mobilitas: Memberikan latihan untuk meningkatkan keseimbangan, kekuatan, dan mobilitas pasien.
Dalam memberikan intervensi keperawatan untuk "Risiko Jatuh", perawat dapat memilih intervensi yang sesuai dengan kondisi pasien berdasarkan SIKI. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah terjadinya jatuh dan mempertahankan keselamatan pasien. -
Article No. 399 | 22 Sep 2024
Klinis : diagnosa resiko jatuh intervensinya apa
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah informasi mengenai diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi risiko jatuh:
Diagnosa Keperawatan:
Risiko Jatuh
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Risiko Jatuh adalah kerentanan individu untuk terjatuh, yang dapat menyebabkan cedera fisik.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari intervensi keperawatan untuk risiko jatuh adalah:
1. Klien bebas dari cedera akibat jatuh
2. Klien menunjukkan perilaku untuk mencegah jatuh
3. Lingkungan klien aman untuk mencegah jatuh
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat diberikan untuk mengatasi risiko jatuh antara lain:
1. Identifikasi faktor risiko jatuh pada klien
2. Modifikasi lingkungan untuk mengurangi risiko jatuh
3. Atur tinggi tempat tidur yang sesuai
4. Berikan bantuan alat ambulasi jika diperlukan
5. Ajarkan klien dan keluarga cara mencegah jatuh
6. Lakukan pemantauan status kesehatan klien secara berkala
Jadi, intervensi keperawatan utama untuk mengatasi risiko jatuh adalah dengan mengidentifikasi faktor risiko, modifikasi lingkungan, penggunaan alat bantu, edukasi klien dan keluarga, serta pemantauan status kesehatan secara berkala. -
Article No. 400 | 22 Sep 2024
Klinis : idiopatik trombositopenia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi idiopatik trombositopenia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko perdarahan berhubungan dengan penurunan jumlah trombosit akibat idiopatik trombositopenia.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Risiko perdarahan adalah keadaan di mana individu berisiko mengalami kehilangan darah yang berlebihan dari pembuluh darah.
Karakteristik definitif:
- Penurunan jumlah trombosit
- Perdarahan dari berbagai area tubuh (misalnya, gusi, hidung, kulit, saluran cerna, dan sebagainya)
- Petekia/purpura
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Tidak ada tanda-tanda perdarahan
- Tidak ada perdarahan aktif
- Kadar trombosit dalam rentang normal
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Pantau tanda-tanda vital, jumlah trombosit, dan tanda-tanda perdarahan
- Terapkan teknik mencegah perdarahan (misalnya, hindari trauma mekanis, gunakan peralatan yang tumpul, dan hindari obat yang dapat mengganggu pembekuan darah)
- Berikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang gejala dan pencegahan perdarahan
- Kolaborasi dengan dokter untuk pengobatan sesuai kondisi pasien
Penjelasan singkat:
Idiopatik trombositopenia adalah penurunan jumlah trombosit dalam darah tanpa penyebab yang jelas. Hal ini dapat meningkatkan risiko perdarahan, sehingga perawatan keperawatan berfokus pada pemantauan tanda-tanda perdarahan dan penerapan tindakan untuk mencegah komplikasi perdarahan. Edukasi kepada pasien dan keluarga juga penting untuk memastikan mereka memahami kondisi dan dapat berpartisipasi dalam perawatan. -
Article No. 401 | 22 Sep 2024
Klinis : trombositopenia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah contoh diagnosis keperawatan dan penjelasan singkat terkait SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi trombositopenia:
Diagnosis Keperawatan:
1. Risiko perdarahan berhubungan dengan penurunan jumlah trombosit.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Risiko perdarahan adalah keadaan di mana individu berisiko mengalami penurunan volume darah atau kehilangan komponen darah yang dapat mengakibatkan kerusakan jaringan.
- Faktor yang berhubungan dapat mencakup penurunan jumlah trombosit, disfungsi trombosit, gangguan sistem pembekuan darah, dan lainnya.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan mencakup tidak terjadi perdarahan, tidak terjadi komplikasi perdarahan, tanda-tanda vital dalam batas normal, dan tidak terjadi hipovolemia.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi keperawatan dapat mencakup pemantauan tanda-tanda vital, pengkajian tanda-tanda perdarahan, pemberian obat antikoagulan, edukasi pasien dan keluarga, serta pengelolaan komplikasi perdarahan.
Secara singkat, diagnosis keperawatan "Risiko perdarahan berhubungan dengan penurunan jumlah trombosit" berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI mengacu pada kondisi pasien dengan trombositopenia yang berisiko mengalami perdarahan, sehingga membutuhkan pengkajian, pemantauan, dan intervensi keperawatan yang tepat untuk mencegah komplikasi dan memulihkan kondisi pasien. -
Article No. 402 | 22 Sep 2024
Klinis : Pasien atas nama An. D umur 9 tahun sakit sejak 3 hari yang lalu dan klien mengeluh nyeri dada. Ibu klien mengatakan klien sesak napas sejak 3 hari yang lalu pada malam hari. Ibu klien mengatakan klien batuk berdahak disertai pilek sejak ± 2 minggu dan sulit mengeluarkan sputum, ibu klien mengatakan klien mengeluh lebih sesak ketika berbaring terlentang, ibu klien mengatakan klien merasa lemas, dan ibu klien mengatakan bahwa klien mengalami keringat berlebih.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kasus yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang dapat digunakan:
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Penyebab: Peningkatan produksi sekret, hipersekresi, dan pengumpulan sekret.
- Gejala dan Tanda: Batuk produktif, sputum berlebih, perubahan suara, pernapasan cuping hidung, dan dapat disertai suara napas tambahan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Pasien dapat mempertahankan jalan napas yang bersih.
- Kriteria hasil: Pasien dapat batuk efektif, mengeluarkan sputum, tidak ada suara napas tambahan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi: Manajemen jalan napas, pengisapan lendir, dan terapi oksigen.
- Tindakan: Memantau fungsi pernapasan, mengatur posisi yang tepat, memberikan oksigen, dan melakukan pengisapan lendir jika perlu.
2. Kekurangan Volume Cairan
Definisi: Penurunan cairan intra- dan/atau ekstraselular.
SDKI:
- Penyebab: Kehilangan cairan melalui berbagai cara, seperti keringat berlebihan.
- Gejala dan Tanda: Peningkatan frekuensi nadi, penurunan turgor kulit, dan mukosa kering.
SLKI:
- Luaran yang diharapkan: Pasien dapat mempertahankan volume cairan yang adekuat.
- Kriteria hasil: Nadi dalam batas normal, turgor kulit baik, dan mukosa lembab.
SIKI:
- Intervensi: Manajemen cairan dan elektrolit.
- Tindakan: Memantau tanda-tanda vital, mengatur asupan cairan, dan memberikan tambahan cairan jika perlu.
Perlu diperhatikan bahwa diagnosa keperawatan dan penjelasan SDKI-SLKI-SIKI ini merupakan contoh berdasarkan informasi yang diberikan. Evaluasi dan penetapan diagnosa yang sesuai harus dilakukan melalui pengkajian yang komprehensif terhadap pasien.