Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 22808 | 17 Nov 2025
Klinis : skizofrenia tidak terinci
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Skizofrenia Tidak Terinci
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08119
Deskripsi : Klien dapat mengontrol halusinasi.
Kode SIKI: I.08095
Deskripsi : Kolaborasi pemberian terapi modalitas.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08120
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan realitas orientasi.
Kode SIKI: I.08096
Deskripsi : Bina realitas.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08121
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan fungsi kognitif.
Kode SIKI: I.08097
Deskripsi : Latihan kognitif.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08122
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan konsentrasi dan perhatian.
Kode SIKI: I.08098
Deskripsi : Latihan konsentrasi dan perhatian.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08123
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan memori.
Kode SIKI: I.08099
Deskripsi : Latihan memori.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08124
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan proses pikir.
Kode SIKI: I.08100
Deskripsi : Latihan proses pikir.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08125
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan persepsi.
Kode SIKI: I.08101
Deskripsi : Latihan persepsi.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08126
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi verbal.
Kode SIKI: I.08102
Deskripsi : Latihan komunikasi verbal.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08127
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi nonverbal.
Kode SIKI: I.08103
Deskripsi : Latihan komunikasi nonverbal.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08128
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi tertulis.
Kode SIKI: I.08104
Deskripsi : Latihan komunikasi tertulis.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08129
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi simbolik.
Kode SIKI: I.08105
Deskripsi : Latihan komunikasi simbolik.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08130
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi digital.
Kode SIKI: I.08106
Deskripsi : Latihan komunikasi digital.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08131
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi sosial.
Kode SIKI: I.08107
Deskripsi : Latihan komunikasi sosial.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08132
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi terapeutik.
Kode SIKI: I.08108
Deskripsi : Latihan komunikasi terapeutik.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08133
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi dengan keluarga.
Kode SIKI: I.08109
Deskripsi : Latihan komunikasi dengan keluarga.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08134
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi dengan teman.
Kode SIKI: I.08110
Deskripsi : Latihan komunikasi dengan teman.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08135
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi dengan masyarakat.
Kode SIKI: I.08111
Deskripsi : Latihan komunikasi dengan masyarakat.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI: L.08136
Deskripsi : Klien dapat mempertahankan komunikasi dengan tenaga kesehatan.
Kode SIKI: I.08112
Deskripsi : Latihan komunikasi dengan tenaga kesehatan.
Kode SDKI: D.0138
Deskripsi Singkat: Gangguan Persepsi Sensori dan Kognisi
Kode SLKI:
Article No. 22809 | 17 Nov 2025
Klinis : Ansistas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 00146
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah keadaan dimana individu mengalami perasaan gelisah (suatu kekhawatiran yang samar-samar atau ketakutan yang disertai gejala otonom seperti sakit kepala, berkeringat dingin, dan palpitasi jantung) dan aktivitas saraf otonom dalam berespons terhadap ancaman yang tidak jelas atau tidak diketahui oleh individu. Ansietas berbeda dengan rasa takut, dimana rasa takut adalah respons terhadap ancaman yang diketahui atau spesifik. Tingkat ansietas dapat bervariasi dari ringan, sedang, berat, hingga panik, dan dapat mempengaruhi kemampuan individu dalam berpikir jernih, mengambil keputusan, serta melakukan aktivitas sehari-hari. Faktor penyebabnya multifaktorial, dapat berasal dari konflik intrapsikis, stresor lingkungan, faktor genetik, atau kondisi medis tertentu. Manifestasi ansietas dapat terlihat pada aspek emosional, kognitif, fisiologis, dan perilaku.
Kode SLKI: 4321
Deskripsi : SLKI untuk ansietas berfokus pada upaya untuk mengurangi tingkat ansietas klien dan meningkatkan mekanisme koping yang adaptif. Intervensi utamanya adalah: Mengurangi Ansietas. Tindakan keperawatan yang dilakukan meliputi: Menciptakan lingkungan yang tenang dan menenangkan, misalnya dengan mengurangi stimulasi yang berlebihan, berbicara dengan suara lembut dan nada yang menenangkan. Mengidentifikasi bersama klien mengenai faktor-faktor yang memicu ansietas, sehingga klien dapat lebih memahami kondisinya. Mendorong klien untuk mengekspresikan perasaan, kekhawatiran, dan ketakutannya secara verbal. Hal ini dapat menjadi katarsis emosional dan mengurangi beban psikologis. Mengajarkan serta melatih teknik relaksasi, seperti napas dalam (deep breathing), relaksasi otot progresif, guided imagery, atau distraksi. Teknik ini membantu mengalihkan perhatian dari sumber kecemasan dan mengaktifkan sistem saraf parasimpatis yang menenangkan. Memantau tanda-tanda fisiologis ansietas seperti peningkatan denyut nadi, pernapasan, dan tekanan darah. Memberikan informasi yang akurat tentang prosedur medis atau kondisi kesehatannya untuk mengurangi ansietas yang disebabkan oleh ketidaktahuan. Meningkatkan sistem pendukung dengan melibatkan keluarga atau orang terdekat dalam memberikan dukungan emosional. Membantu klien mengidentifikasi serta menggunakan mekanisme koping yang adaptif yang pernah berhasil dilakukan di masa lalu. Jika diperlukan, kolaborasi dengan tenaga kesehatan jiwa atau pemberian terapi farmakologis sesuai resep dokter. Tujuan akhir dari SLKI ini adalah agar klien melaporkan penurunan perasaan cemas dan menunjukkan perilaku yang lebih tenang serta mampu menggunakan teknik koping yang sehat.
Kode SIKI: 4321
Deskripsi : SIKI untuk ansietas digunakan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi keperawatan yang telah diberikan. Kriteria hasil yang diharapkan adalah: Ansietas Terkontrol. Indikator yang dinilai antara lain: Klien mampu mengungkapkan secara verbal tentang penurunan perasaan cemas, gugup, atau khawatir. Klien menunjukkan tanda-tanda fisiologis yang membaik, seperti denyut nadi, frekuensi pernapasan, dan tekanan darah dalam rentang normal yang sesuai dengan kondisi klien. Ekspresi wajah klien tampak lebih rileks, tidak tegang, dan mampu melakukan kontak mata dengan baik. Pola tidur klien membaik, ditandai dengan kemampuan untuk tidur dengan cukup dan merasa segar setelah bangun tidur, tanpa gangguan seperti insomnia yang disebabkan oleh kekhawatiran. Klien mampu mengidentifikasi situasi atau pikiran yang memicu ansietasnya. Klien mendemonstrasikan penggunaan teknik relaksasi yang telah diajarkan (seperti napas dalam atau relaksasi otot) secara mandiri ketika menghadapi situasi yang menimbulkan kecemasan. Klien melaporkan peningkatan kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri tanpa banyak terganggu oleh perasaan cemas. Klien menunjukkan kemampuan untuk berkonsentrasi dan berpikir jernih, tidak mudah terdistraksi oleh kekhawatiran. Klien berpartisipasi dalam interaksi sosial secara lebih aktif dan tidak menghindar. Jika ansietas terkait dengan ketidaktahuan, klien menunjukkan pemahaman tentang informasi yang telah diberikan. Dengan tercapainya kriteria hasil ini, dapat disimpulkan bahwa intervensi keperawatan yang diberikan telah berhasil dalam menurunkan tingkat ansietas klien dan meningkatkan kemandiriannya dalam mengelola stresor.
Article No. 22810 | 17 Nov 2025
Klinis : glaukoma, gangguan persepsi sensori
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: glaukoma, gangguan persepsi sensori
Kode SDKI: D.0236
Deskripsi Singkat: Risiko Cedera
Kode SLKI: L.03145
Deskripsi : Perilaku Aman: Individu/Keluarga dapat mengidentifikasi faktor risiko cedera; mengidentifikasi sumber yang dapat digunakan untuk meminimalkan faktor risiko cedera; memodifikasi lingkungan untuk meminimalkan faktor risiko cedera; dan menggunakan sumber yang tepat untuk meminimalkan faktor risiko cedera.
Kode SIKI: I.03304
Deskripsi : Manajemen Lingkungan: Aman: Mengidentifikasi faktor lingkungan yang berisiko menimbulkan cedera; memantau kesiapan dan keamanan peralatan; memantau kesiapan dan keamanan lingkungan; memodifikasi lingkungan untuk meminimalkan cedera; dan mengevaluasi respons individu terhadap modifikasi. Manajemen Lingkungan: Rumah: Mengidentifikasi faktor lingkungan di rumah yang berisiko menimbulkan cedera; memodifikasi lingkungan rumah untuk meminimalkan cedera; dan mengevaluasi respons individu terhadap modifikasi. Edukasi: Keselamatan: Menjelaskan prosedur untuk mencegah cedera; mendemonstrasikan prosedur untuk mencegah cedera; menjelaskan faktor risiko cedera; menjelaskan tanda dan gejala yang memerlukan tindak lanjut; menjelaskan kapan harus menghubungi tenaga kesehatan; menjelaskan sumber yang dapat digunakan terkait keselamatan; dan mengevaluasi pemahaman individu/keluarga tentang edukasi yang diberikan. Edukasi: Penyakit: Menjelaskan proses penyakit; menjelaskan pilihan terapi; menjelaskan rencana tindak lanjut; menjelaskan tanda dan gejala yang memerlukan tindak lanjut; menjelaskan kapan harus menghubungi tenaga kesehatan; menjelaskan sumber yang dapat digunakan terkait penyakit; dan mengevaluasi pemahaman individu/keluarga tentang edukasi yang diberikan. Manajemen Okular: Memantau status okular; memantau respons terhadap terapi okular; memberikan terapi okular; dan mengevaluasi respons individu terhadap terapi okular.
Article No. 22811 | 17 Nov 2025
Klinis : glaukoma, gangguan persepsi sensori
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Glaukoma, Gangguan Persepsi Sensori
Kode ICD-10: H40.9
Deskripsi Singkat : Glaukoma adalah sekelompok penyakit mata yang merusak saraf optik, sering kali disebabkan oleh peningkatan tekanan intraokular yang abnormal, dan merupakan penyebab utama kebutaan ireversibel. Kondisi ini secara progresif merusak serat saraf di saraf optik, yang bertanggung jawab untuk mengirimkan informasi visual dari mata ke otak. 'Gangguan persepsi sensori' dalam konteks ini merujuk pada defisit neurologis atau persepsi yang diakibatkan oleh kerusakan ini. Awalnya, glaukoma mempengaruhi penglihatan perifer (samping), menciptakan 'lubang' atau bintik-bintik buta dalam bidang visual. Seiring perkembangan penyakit, gangguan persepsi ini memburuk, dapat menyempitkan bidang pandang seperti melihat melalui terowongan (tunnel vision), dan akhirnya mengarah pada kebutaan sentral jika tidak diobati. Kode ICD-10 H40.9 mengklasifikasikan kondisi ini sebagai 'Glaukoma, tidak ditentukan'. Ini digunakan ketika catatan medis menunjukkan diagnosis glaukoma tetapi jenis spesifiknya (seperti sudut terbuka, sudut tertutup, kongenital, atau sekunder) tidak disebutkan. Kode ini menangkap esensi dari kondisi glaukoma yang menyebabkan gangguan persepsi sensori pada penglihatan, yang merupakan konsekuensi langsung dari kerusakan saraf optik yang berkelanjutan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 22812 | 17 Nov 2025
Klinis : skizofrenia tidak terinci
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Skizofrenia Tidak Terinci
Kode SDKI: D.0026
Deskripsi Singkat: Resiko Perilaku Kekerasan
Kode SLKI: L.03118
Deskripsi : Perilaku Kekerasan Terkontrol
Kode SIKI: I.01275
Deskripsi : Manajemen Perilaku Kekerasan
Kondisi: Skizofrenia Tidak Terinci
Kode SDKI: D.0096
Deskripsi Singkat: Isolasi Sosial
Kode SLKI: L.14005
Deskripsi : Keterampilan Sosial
Kode SIKI: I.01246
Deskripsi : Latihan Keterampilan Sosial
Kondisi: Skizofrenia Tidak Terinci
Kode SDKI: D.0105
Deskripsi Singkat: Harga Diri Rendah
Kode SLKI: L.13002
Deskripsi : Harga Diri
Kode SIKI: I.01220
Deskripsi : Peningkatan Harga Diri
Kondisi: Skizofrenia Tidak Terinci
Kode SDKI: D.0126
Deskripsi Singkat: Perawatan Diri Defisit
Kode SLKI: L.03006
Deskripsi : Perawatan Diri
Kode SIKI: I.01083
Deskripsi : Bantuan Perawatan Diri
Article No. 22814 | 17 Nov 2025
Klinis : Pola nafas tidak efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Pola nafas tidak efektif
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Pengalaman subjektif seseorang tentang ketidaknyamanan pernapasan yang meliputi sensasi sesak napas, kesulitan bernapas, atau kerja napas yang meningkat. Kondisi ini menggambarkan keadaan di mana pertukaran udara antara paru-paru dan lingkungan tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, baik secara aktual maupun berisiko terjadi. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari obstruksi jalan napas, gangguan neuromuskular, nyeri, kecemasan, hingga penumpukan sekret. Pasien mungkin melaporkan perasaan tidak bisa menghirup udara yang cukup, atau perawat dapat mengamati tanda-tanda objektif seperti peningkatan frekuensi napas (takipnea), kedalaman napas yang tidak normal (hiperventilasi atau hipoventilasi), penggunaan otot bantu napas, sianosis, atau perubahan status mental. Diagnosa ini menekankan pada pengalaman klien dan memerlukan intervensi keperawatan yang komprehensif untuk mengoptimalkan fungsi pernapasan dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti hipoksia atau gagal napas.
Kode SLKI: 3201
Deskripsi : Kriteria hasil utama untuk SLKI 3201 adalah "Pola Nafas Efektif". Pencapaian hasil ini ditandai dengan beberapa indikator yang dapat diobservasi dan diukur. Pertama, frekuensi pernapasan berada dalam rentang yang diharapkan untuk usia dan kondisi klien, menunjukkan bahwa upaya pernapasan tidak berlebihan atau terlalu rendah. Kedua, irama pernapasan teratur dan tidak terdapat periode apnea (henti napas) yang signifikan. Ketiga, kedalaman pernapasan adekuat, ditandai dengan pengembangan dada yang simetris dan pergerakan diafragma yang baik. Keempat, tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan (seperti otot leher dan bahu) yang berlebihan pada saat istirahat, yang mengindikasikan bahwa kerja napas telah kembali efisien. Kelima, bunyi napas bersih di seluruh lapang paru, menunjukkan tidak adanya sekret yang menghambat atau mengi. Keenam, pertukaran gas yang optimal, yang tercermin dari nilai saturasi oksigen (SpO2) dalam batas normal dan tidak adanya tanda-tanda klinis hipoksia seperti sianosis (warna kebiruan pada kulit atau membran mukosa) atau gelisah. Selain itu, klien melaporkan tidak merasa sesak napas (dispnea) atau nyeri saat bernapas, dan mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami distress pernapasan. Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan telah berhasil memulihkan fungsi pernapasan ke keadaan yang optimal dan aman bagi klien.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk SIKI 4201, "Manajemen Jalan Napas", adalah serangkaian tindakan sistematis yang ditujukan untuk memastikan patensi jalan napas dan memfasilitasi pertukaran gas yang efektif. Intervensi ini dimulai dengan pemantauan status pernapasan secara ketat dan berkelanjutan, termasuk mengobservasi frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas, serta memantau saturasi oksigen secara terus-menerus. Posisi klien diatur untuk memaksimalkan ekspansi paru, seperti posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi, yang memudahkan pergerakan diafragma dan menurunkan tekanan abdominal pada paru. Fisioterapi dada, termasuk latihan napas dalam dan batuk efektif, diajarkan dan dibantu untuk membantu mobilisasi dan pengeluaran sekret. Jika sekret banyak dan klien tidak mampu mengeluarkannya sendiri, dilakukan suction (pengisapan) jalan napas dengan teknik steril untuk membersihkan sekret dari trakea dan bronkus. Pemberian oksigen tambahan dilakukan sesuai dengan resep dokter dan protokol untuk mempertahankan saturasi oksigen yang adekuat. Klien juga diajarkan teknik pernapasan bibir mengerucut (pursed-lip breathing) dan pernapasan diafragma untuk memperlambat laju pernapasan, mengurangi ruang udara terjebak, dan meningkatkan efisiensi pertukaran gas. Manajemen nyeri diberikan jika nyeri merupakan faktor yang membatasi pernapasan dalam, sehingga klien dapat bernapas dengan lebih lega. Lingkungan dijaga agar tetap lembab dan hidrasi klien dijaga untuk mengencerkan sekret. Edukasi diberikan kepada klien dan keluarga mengenai tanda-tanda distress pernapasan yang perlu dilaporkan dan pentingnya kepatuhan terhadap terapi. Seluruh tindakan ini didokumentasikan dengan baik dan dievaluasi efektivitasnya secara berkala untuk menyesuaikan rencana perawatan.
Article No. 22815 | 17 Nov 2025
Klinis : Background pasien Ny. L berusia 42th. Pasien datang dengan keluhan sesak napas memberat sejak 3 hari SMRS. Sesak disertai batuk berdahak, dan mual, tanpa muntah. Pasien mengatakan benjolan di leher sejak 2 tahun SMRS, benjolan sempat keluar nanah dan darah, sekarang sudah tidak. Selama 2 tahun pasien konsumsi obat herbal saja. Demam tiap malam hari+, penurunan BB+ (tidak diketahui spesifik nilai nya). pasien mengeluh lemas, Hemoglobin 9.2 RPD: Pengobatan TBC disangkal TTV TD 93/56 HR 101 RR 25 SAT 97% Room Air T 37,3 Pengkajian Fisik Mata: ca-/- si-/- NCH - Thorax retraksi + c. s1.2 reg,Ves+/+ Rh+/+ whz+/- Abd datar supel bu+. Hasil Rontgen tampak kardiomegali CTR >50%. Edema dikedua kaki
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Tuberkulosis Paru dengan Kardiomegali dan Anemia
Kode ICD-10: A15.0
Deskripsi Singkat : Berdasarkan latar belakang pasien, kondisi yang paling mungkin adalah Tuberkulosis (TB) Paru yang disertai dengan komplikasi kardiomegali dan anemia. Meskipun riwayat pengobatan TB disangkal, presentasi klinis sangat sugestif. Keluhan utama sesak napas yang memberat, batuk berdahak, demam setiap malam (febris remittens), penurunan berat badan yang tidak disengaja, dan kelemahan merupakan gejala klasik TB. Adanya benjolan di leher yang pernah mengeluarkan nanah dan darah sangat mengarah pada TB kelenjar (limfadenitis TB) sebagai fokus infeksi ekstraparu, yang kemudian dapat menyebar ke paru-paru. Temuan fisik thorax seperti retraksi dan wheezing, serta hasil rontgen yang menunjukkan kardiomegali (CTR >50%) mengindikasikan komplikasi. Kardiomegali pada TB dapat terjadi akibat efusi perikardial TB atau penyakit jantung terkait TB. Anemia (Hb 9.2) adalah temuan umum pada infeksi kronis seperti TB. Kode ICD-10 A15.0 tepat untuk Tuberkulosis pernapasan yang dikonfirmasi bakteriologis dan histologis, dan meskipun konfirmasi laboratorium belum ada dalam deskripsi, seluruh gambaran klinis sangat mendukung diagnosis ini. Kondisi ini memerlukan penanganan segera dengan regimen obat anti-tuberkulosis dan tata laksana suportif untuk komplikasinya.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 22816 | 17 Nov 2025
Klinis : Background pasien Ny. L berusia 42th. Pasien datang dengan keluhan sesak napas memberat sejak 3 hari SMRS. Sesak disertai batuk berdahak, dan mual, tanpa muntah. Pasien mengatakan benjolan di leher sejak 2 tahun SMRS, benjolan sempat keluar nanah dan darah, sekarang sudah tidak. Selama 2 tahun pasien konsumsi obat herbal saja. Demam tiap malam hari+, penurunan BB+ (tidak diketahui spesifik nilai nya). pasien mengeluh lemas, Hemoglobin 9.2 RPD: Pengobatan TBC disangkal TTV TD 93/56 HR 101 RR 25 SAT 97% Room Air T 37,3 Pengkajian Fisik Mata: ca-/- si-/- NCH - Thorax retraksi + c. s1.2 reg,Ves+/+ Rh+/+ whz+/- Abd datar supel bu+. Hasil Rontgen tampak kardiomegali CTR >50%. Edema dikedua kaki
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana volume darah yang dipompa oleh ventrikel kiri per menit tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Pada kasus Ny. L, kondisi ini diduga kuat terkait dengan kardiomegali (jantung membesar) yang terlihat pada hasil rontgen (CTR >50%). Jantung yang membesar seringkali disertai dengan fungsi pompa yang menurun. Hal ini diperparah oleh keadaan anemia (Hb 9.2) yang memaksa jantung bekerja lebih keras untuk mengkompensasi kekurangan kapasitas angkut oksigen dalam darah, sehingga semakin membebani miokardium. Tanda klinis seperti tekanan darah rendah (93/56), takikardia (HR 101), sesak napas dengan retraksi, dan edema pada kedua kaki merupakan manifestasi langsung dari ketidakmampuan jantung mempertahankan curah jantung yang adekuat untuk perfusi jaringan dan organ.
Kode SLKI: L.03113
Deskripsi : Tujuan keperawatan adalah untuk meningkatkan curah jantung hingga memadai untuk kebutuhan tubuh, yang ditandai dengan tercapainya tanda-tanda vital dalam rentang normal yang dapat diterima untuk pasien, penurunan atau hilangnya gejala distress pernapasan dan edema perifer, serta peningkatan toleransi terhadap aktivitas. Secara spesifik, luaran yang diharapkan meliputi: Tekanan darah sistolik ≥ 90 mmHg, denyut nadi dalam rentang 60-100 kali per menit, frekuensi pernapasan 16-20 kali per menit tanpa retraksi, saturasi oksigen ≥95%, serta berkurangnya atau hilangnya edema pada ekstremitas bawah. Selain itu, pasien diharapkan dapat menunjukkan peningkatan energi dan penurunan keluhan lemas, yang menunjukkan bahwa kebutuhan oksigen jaringan mulai terpenuhi.
Kode SIKI: I.08095
Deskripsi : Intervensi keperawatan difokuskan pada memantau dan meningkatkan fungsi kardiovaskular. Tindakan yang dilakukan meliputi: Memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan saturasi oksigen secara ketat dan berkelanjutan untuk mendeteksi dini perubahan status. Memantau status cairan dengan mencatat balance cairan, mengukur berat badan harian, dan menilai edema. Memposisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau Fowler untuk memudahkan pernapasan dan mengurangi beban kerja jantung. Memberikan terapi oksigen sesuai program medis untuk memastikan kecukupan oksigenasi jaringan. Memantau respons terhadap terapi yang diberikan, termasuk efek pemberian obat-obatan kardiak jika diresepkan. Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian terapi farmakologis seperti diuretik untuk mengurangi edema dan preload, serta terapi untuk mengatasi anemia yang mendasari. Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya pembatasan aktivitas (istirahat) untuk mengurangi konsumsi oksigen miokard dan tanda-tanda memburuknya kondisi yang harus dilaporkan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten. Pada Ny. L, diagnosis ini didukung oleh keluhan utama sesak napas yang memberat dan batuk berdahak. Adanya retraksi dada dan suara napas ronki (rh+/+) serta wheezing (whz+/-) menunjukkan adanya peningkatan usaha napas dan obstruksi atau penumpukan sekresi di saluran napas kecil. Kondisi ini kemungkinan besar terkait dengan dua hal: pertama, kemungkinan infeksi paru (dengan riwayat demam dan gejala sistemik) yang menghasilkan sputum; dan kedua, komplikasi dari penurunan curah jantung dimana terjadi kongesti vena pulmonal (edema paru) yang membanjiri alveoli dengan cairan, sehingga mengganggu pertukaran gas dan memicu respons batuk.
Kode SLKI: L.03015
Deskripsi : Tujuan keperawatan adalah untuk mencapai dan mempertahankan bersihan jalan napas yang efektif. Luaran yang diharapkan meliputi: Pasien menunjukkan pola napas yang normal dan efektif tanpa tanda-tanda distress (retraksi, penggunaan otot bantu napas). Suara napas bersih (vesikuler) tanpa adventisius (ronki, wheezing). Batuk produktif yang efektif untuk mengeluarkan sekresi. Frekuensi pernapasan dalam rentang normal (16-20 kali/menit) dan saturasi oksigen stabil di atas 95%. Pasien juga tidak menunjukkan sianosis dan mampu melakukan aktivitas tanpa mengalami sesak napas.
Kode SIKI: I.08021
Deskripsi : Intervensi keperawatan ditujukan untuk mempertahankan kepatenan jalan napas dan meningkatkan pertukaran gas. Tindakan yang dilakukan meliputi: Melakukan auskultasi suara napas sebelum dan sesudah tindakan untuk mengevaluasi keberhasilan. Membantu dan mengajarkan pasien teknik batuk efektif dan napas dalam untuk mengeluarkan sekresi. Melakukan fisioterapi dada (postural drainage dan perkusi) jika tidak ada kontraindikasi untuk membantu mobilisasi sekresi. Mempertahankan hidrasi yang adekuat (secara oral atau parenteral) untuk mengencerkan sekresi sehingga lebih mudah dikeluarkan. Memposisikan pasien dengan posisi yang optimal (semi-Fowler/Fowler tinggi) untuk memaksimalkan ekspansi paru. Melakukan penghisapan lendir (suction) jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekresi secara mandiri. Memantau status pernapasan secara ketat termasuk frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas. Kolaborasi pemberian terapi nebulizer atau obat bronkodilator dan mukolitik sesuai program medis. Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya teknik batuk efektif dan tanda-tanda gangguan pernapasan.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0011
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk menuntaskan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan. Pada Ny. L, intoleransi aktivitas memiliki hubungan sebab-akibat yang kuat dengan dua diagnosis sebelumnya. Penurunan curah jantung menyebabkan suplai oksigen sistemik ke jaringan otot tidak mencukupi, sementara bersihan jalan napas yang tidak efektif meningkatkan kerja pernapasan dan konsumsi oksigen. Ditambah dengan kondisi anemia (Hb 9.2) yang mengurangi kapasitas darah mengangkut oksigen, maka energi yang tersedia untuk aktivitas menjadi sangat terbatas. Hal ini dimanifestasikan oleh keluhan lemas yang disampaikan pasien, serta tanda-tanda vital seperti takipnea (RR 25) dan takikardia (HR 101) yang menunjukkan respons tubuh yang berlebihan terhadap aktivitas minimal.
Kode SLKI: L.09011
Deskripsi : Tujuan keperawatan adalah untuk meningkatkan toleransi pasien terhadap aktivitas. Luaran yang diharapkan adalah: Pasien mampu melakukan aktivitas secara bertahap tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan atau tanda-tanda intoleransi (sesak napas, takikardia, pucat, berkeringat). Pasien dapat mengidentifikasi aktivitas yang dapat dan tidak dapat dilakukan. Tanda-tanda vital (nadi, pernapasan, tekanan darah) kembali ke baseline dalam waktu 3 menit setelah beraktivitas. Pasien melaporkan penurunan perasaan lemas dan peningkatan energi untuk melakukan perawatan diri.
Kode SIKI: I.08047
Deskripsi : Intervensi keperawatan berfokus pada pengelolaan energi dan peningkatan toleransi aktivitas secara bertahap. Tindakan yang dilakukan meliputi: Memantau respons kardiorespirasi (tekanan darah, nadi, pernapasan, saturasi oksigen) sebelum, selama, dan setelah aktivitas untuk menentukan tingkat toleransi. Mengajarkan pasien teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas (misalnya menyikat gigi), menyelingi aktivitas dengan periode istirahat, dan memprioritaskan aktivitas yang penting. Membantu pasien dalam membuat perencanaan aktivitas harian yang realistis dan bertahap. Melakukan latihan rentang gerak pasif atau aktif secara bertahap sesuai toleransi untuk mencegah komplikasi imobilisasi. Mendorong partisipasi pasien dalam perawatan diri sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Kolaborasi dengan tim gizi untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat sebagai sumber energi, dan dengan tim medis untuk mengatasi anemia dan kondisi kardiak yang mendasari. Memberikan lingkungan yang tenang dan meminimalkan gangguan untuk mempromosikan istirahat yang cukup.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang onsetnya mendadak atau berlangsung singkat. Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit, kondisi benjolan di leher yang sempat mengeluarkan nanah dan darah sangat mungkin menimbulkan nyeri, baik yang bersifat inflamasi akibat infeksi maupun tekanan mekanis dari massa itu sendiri. Riwayat konsumsi obat herbal saja selama 2 tahun juga mengindikasikan bahwa manajemen nyeri mungkin tidak adekuat. Nyeri dapat berkontribusi pada peningkatan stres, yang selanjutnya dapat memperburuk status hemod
Article No. 22817 | 17 Nov 2025
Klinis : Background pasien Ny. L berusia 42th. Pasien datang dengan keluhan sesak napas memberat sejak 3 hari SMRS. Sesak disertai batuk berdahak, dan mual, tanpa muntah. Pasien mengatakan benjolan di leher sejak 2 tahun SMRS, benjolan sempat keluar nanah dan darah, sekarang sudah tidak. Selama 2 tahun pasien konsumsi obat herbal saja. Demam tiap malam hari+, penurunan BB+ (tidak diketahui spesifik nilai nya). pasien mengeluh lemas, Hemoglobin 9.2 RPD: Pengobatan TBC disangkal TTV TD 93/56 HR 101 RR 25 SAT 97% Room Air T 37,3 Pengkajian Fisik Mata: ca-/- si-/- NCH - Thorax retraksi + c. s1.2 reg,Ves+/+ Rh+/+ whz+/- Abd datar supel bu+. Hasil Rontgen tampak kardiomegali CTR >50%. Edema dikedua kaki
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0023
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana volume darah yang dipompa oleh ventrikel kiri per menit tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03139
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Perbaikan Curah Jantung". Tujuan dari kriteria hasil ini adalah untuk menstabilkan fungsi jantung pasien. Hal ini diukur melalui beberapa indikator kunci. Pertama, tekanan darah akan meningkat dan berada dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien (misalnya, sistolik >100 mmHg, yang pada pasien ini masih 93/56 mmHg). Kedua, denyut nadi akan berada dalam rentang normal (60-100x/menit), di mana pasien saat ini mengalami takikardia (101x/menit). Ketiga, frekuensi pernapasan juga akan kembali normal (16-20x/menit), sementara pasien mengalami takipnea (25x/menit). Keempat, saturasi oksigen akan dipertahankan di atas 95% (saat ini 97% masih baik). Kelima, bunyi jantung akan terdengar jelas tanpa gallop, dan keluhan sesak napas serta retraksi dada yang dialami pasien akan berkurang atau hilang. Terakhir, edema pada ekstremitas bawah, seperti yang terlihat pada kedua kaki pasien, akan menunjukkan penurunan.
Kode SIKI: I.08039
Deskripsi : SIKI untuk menangani penurunan curah jantung meliputi serangkaian intervensi keperawatan yang komprehensif. Pertama, memantau status kardiovaskular dan pernapasan secara ketat, termasuk tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu, dan saturasi oksigen setiap 1-4 jam atau sesuai kondisi kritis pasien. Kedua, mengatur posisi pasien semi-Fowler atau Fowler untuk memudahkan pernapasan dan mengurangi beban kerja jantung. Ketiga, memberikan terapi oksigen sesuai program dokter untuk memastikan kecukupan oksigenasi jaringan. Keempat, memantau keseimbangan cairan dengan ketat, termasuk asupan dan output cairan, serta menimbang berat badan harian untuk mendeteksi retensi cairan. Kelima, kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi farmakologi seperti inotropik (untuk meningkatkan kekuatan kontraksi jantung), diuretik (untuk mengurangi edema dan beban cairan), dan vasodilator (untuk menurunkan resistensi pembuluh darah). Keenam, memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya istirahat dan pembatasan aktivitas untuk mengurangi konsumsi oksigen jantung, serta tanda-tanda memburuknya kondisi yang harus dilaporkan segera. Intervensi ini bertujuan mengurangi gejala, mengoptimalkan fungsi jantung, dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.03006
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Pemeliharaan Bersihan Jalan Napas". Tujuan utamanya adalah memastikan jalan napas pasien tetap terbuka dan pertukaran gas berlangsung optimal. Kriteria keberhasilannya meliputi bunyi napas yang bersih (vesikuler) tanpa adanya suara tambahan seperti ronki atau wheezing, yang saat ini masih ditemukan pada pasien (rh+/+ whz+/-). Pasien akan menunjukkan kemampuan batuk efektif untuk mengeluarkan dahak, mengingat keluhannya adalah batuk berdahak. Frekuensi pernapasan akan kembali dalam rentang normal (16-20x/menit), dan tanda-tanda distress pernapasan seperti retraksi dada yang dialami pasien akan menghilang. Selain itu, saturasi oksigen akan dipertahankan dalam batas normal (>95%) dan pasien tidak akan mengalami sianosis.
Kode SIKI: I.08006
Deskripsi : SIKI untuk mengatasi bersihan jalan napas yang tidak efektif berfokus pada memfasilitasi pengeluaran sekresi. Intervensi pertama adalah mengajarkan dan membantu pasien dalam latihan batuk efektif dan napas dalam. Kedua, melakukan fisioterapi dada seperti perkusi dan vibrasi untuk membantu melonggarkan sekret, dengan memperhatikan kondisi umum pasien yang lemah. Ketiga, melakukan penghisapan lendir (suction) jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri. Keempat, memantau status pernapasan secara berkala, termasuk bunyi napas, frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan, serta adanya sianosis. Kelima, memastikan hidrasi yang adekuat baik secara oral atau intravena (jika memungkinkan) untuk mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah dikeluarkan. Keenam, mengatur posisi tubuh yang optimal, seperti semi-Fowler, untuk memaksimalkan ekspansi paru. Ketujuh, kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian terapi nebulizer atau obat mukolitik jika diperlukan. Intervensi ini bertujuan mengembalikan fungsi jalan napas dan mencegah komplikasi seperti atelektasis atau pneumonia.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Peningkatan Toleransi Aktivitas". Tujuannya adalah membantu pasien untuk secara bertahap dapat melakukan aktivitas tanpa mengalami kelelahan atau distress. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi pasien mampu melakukan aktivitas ringan (seperti perawatan diri) dengan tingkat bantuan yang semakin berkurang. Tanda-tanda vital (nadi, pernapasan, tekanan darah) akan stabil dan kembali ke baseline dalam waktu 3-5 menit setelah beraktivitas, tidak seperti kondisi saat ini di mana aktivitas minimal (berbicara) sudah memicu sesak. Pasien akan melaporkan penurunan perasaan lemas dan mampu berpartisipasi dalam aktivitas yang direncanakan. Selain itu, pasien akan mengungkapkan pemahaman tentang pentingnya keseimbangan antara istirahat dan aktivitas.
Kode SIKI: I.08004
Deskripsi : SIKI untuk menangani intoleransi aktivitas dirancang untuk menghemat energi pasien. Intervensi pertama adalah memantau respons pasien terhadap aktivitas, seperti perubahan tanda vital, sesak napas, atau kelelahan. Kedua, membantu pasien dalam mengidentifikasi aktivitas yang dapat memicu kelelahan dan bersama-sama menyusun jadwal aktivitas yang diselingi periode istirahat yang cukup. Ketiga, mendorong partisipasi dalam perawatan diri secara bertahap sesuai toleransi, dimulai dari aktivitas yang paling ringan. Keempat, menciptakan lingkungan yang tenang dan membatasi pengunjung untuk memastikan pasien mendapat istirahat yang optimal. Kelima, melakukan perawatan dengan efisien untuk meminimalkan gangguan pada waktu istirahat pasien. Keenam, memberikan bantuan dalam mobilitas untuk mencegah cedera dan menghemat energi pasien. Ketujuh, memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas dan menghindari gerakan yang terburu-buru. Intervensi ini bertujuan meningkatkan kapasitas fungsional pasien secara bertahap dan aman.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Perbaikan Status Nutrisi". Tujuannya adalah mencapai dan mempertahankan status gizi yang optimal. Kriteria hasil yang diharapkan adalah pasien menunjukkan peningkatan berat badan yang progresif menuju berat badan ideal, mengingat ada laporan penurunan BB. Nilai laboratorium yang terkait nutrisi, seperti hemoglobin (saat ini 9.2 g/dL), akan menunjukkan perbaikan dan mendekati nilai normal. Pasien akan mampu menghabiskan porsi makan yang disediakan sesuai dengan kebutuhan kalori dan proteinnya. Secara klinis, tanda-tanda seperti kelemahan dan kelelahan akan berkurang, serta integritas kulit dan membran mukosa akan terjaga dengan baik.
Kode SIKI: I.08002
Deskripsi : SIKI untuk menangani ketidakseimbangan nutrisi melibatkan intervensi yang komprehensif. Pertama, memantau asupan makan dan minum pasien setiap hari, termasuk jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi. Kedua, menimbang berat badan pasien secara teratur (misalnya 2-3 kali seminggu) dengan timbangan yang sama dan pada waktu yang sama untuk memantau tren. Ketiga, kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan protein pasien, serta menyusun menu yang disukai pasien namun tetap bergizi tinggi. Keempat, memberikan makanan dalam porsi kecil namun sering untuk mengurangi mual dan memudahkan pencernaan. Kelima, memastikan lingkungan makan yang nyaman dan bebas bau yang
Article No. 22818 | 17 Nov 2025
Klinis : Background pasien Ny. L berusia 42th. Pasien datang dengan keluhan sesak napas memberat sejak 3 hari SMRS. Sesak disertai batuk berdahak, dan mual, tanpa muntah. Pasien mengatakan benjolan di leher sejak 2 tahun SMRS, benjolan sempat keluar nanah dan darah, sekarang sudah tidak. Selama 2 tahun pasien konsumsi obat herbal saja. Demam tiap malam hari+, penurunan BB+ (tidak diketahui spesifik nilai nya) TB 164 cm. BB sekarang 50 kg, IMT 18,6 Kg/m2. pasien mengeluh lemas, Hemoglobin 9.2 RPD: Pengobatan TBC disangkal TTV TD 93/56 HR 101 RR 25 SAT 97% Room Air T 37,3 Pengkajian Fisik Mata: ca-/- si-/- NCH - Thorax retraksi + c. s1.2 reg,Ves+/+ Rh+/+ whz+/- Abd datar supel bu+. Hasil Rontgen tampak kardiomegali CTR >50%. Edema dikedua kaki
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Kondisi di mana seorang individu mengalami atau berisiko mengalami penurunan oksigenasi dan/atau gangguan eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler. Pada kasus Ny. L, kondisi ini dimanifestasikan secara klinis melalui sesak napas yang memberat, peningkatan frekuensi pernapasan (25x/menit), dan adanya retraksi thorax. Temuan auskultasi wheezing (whz+/-) dan ronki (rh+/+) mengindikasikan adanya obstruksi jalan napas dan penumpukan sekret, yang secara langsung mengganggu proses difusi gas. Hasil rontgen yang menunjukkan kardiomegali (CTR >50%) juga dapat berkontribusi pada gangguan pertukaran gas akibat kompresi pada paru atau adanya edema paru kardiogenik, meskipun pada kasus ini tidak disebutkan secara spesifik. Faktor risiko utama adalah kemungkinan infeksi kronis (dilihat dari benjolan di leher yang pernah bernanah dan gejala sistemik seperti demam dan penurunan berat badan) yang tidak diobati dengan tepat, sehingga berpotensi menyebabkan komplikasi pada paru.
Kode SLKI: L.07001
Deskripsi : SLKI untuk Gangguan Pertukaran Gas berfokus pada mempertahankan atau mengembalikan status oksigenasi yang adekuat. Pada Ny. L, luaran yang diharapkan adalah frekuensi pernapasan dalam rentang normal (16-20x/menit), saturasi oksigen (SaO2) stabil di atas 95%, tidak adanya tanda distress pernapasan (seperti retraksi dan penggunaan otot bantu napas), serta bunyi napas yang bersih. Perawat akan memantau tanda-tanda vital pernapasan dan saturasi oksigen secara ketat. Posisi semi-Fowler atau Fowler dapat diterapkan untuk memaksimalkan ekspansi dada dan memudahkan pernapasan. Manajemen sekret melalui latihan batuk efektif dan fisioterapi dada penting untuk membersihkan jalan napas. Terapi oksigen harus disiapkan dan diberikan sesuai indikasi jika saturasi menunjukkan penurunan. Pemantauan status neurologis juga diperlukan untuk mendeteksi dini hipoksia serebral. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang teknik pernapasan dalam dan pentingnya melaporkan setiap peningkatan sesak juga merupakan bagian integral dari luaran keperawatan ini.
Kode SIKI: I.08070
Deskripsi : Intervensi keperawatan utama untuk menangani Gangguan Pertukaran Gas adalah Manajemen Jalan Napas. Ini adalah serangkaian tindakan yang bertujuan memastikan patensi jalan napas dan memfasilitasi pertukaran gas yang optimal. Pada Ny. L, intervensi dimulai dengan pengkajian bunyi napas, frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan, serta adanya sianosis atau tanda distress. Pemberian posisi yang tepat (semi-Fowler/Fowler) adalah tindakan dasar untuk optimasi ventilasi. Jika terdapat sekret yang banyak, perawat dapat melakukan fisioterapi dada dan membantu pasien dalam latihan batuk efektif. Suctioning dapat dipertimbangkan jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri secara adekuat. Pemberian oksigen tambahan harus dipantau dan disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan saturasi oksigen dan hasil analisis gas darah. Hidrasi yang adekuat (secara sistemik) juga penting untuk mengencerkan sekret. Selain itu, kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian bronkodilator (mengatasi wheezing) dan antibiotik (jika dicurigai infeksi) sangat krusial. Pemantauan respons pasien terhadap setiap intervensi yang diberikan harus didokumentasikan dengan baik.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Kondisi di mana seorang individu mengalami atau berisiko mengalami energi fisiologis yang tidak cukup untuk memenuhi atau mempertahankan aktivitas kehidupan sehari-hari. Pada Ny. L, defisit ini sangat jelas terlihat. Keluhan lemas yang disampaikan pasien merupakan indikator subjektif utama. Secara objektif, kondisi ini didukung oleh beberapa faktor. Pertama, anemia (Hb 9.2 g/dL) menyebabkan kapasitas pengangkutan oksigen darah menurun, sehingga suplai oksigen ke jaringan otot tidak mencukupi untuk aktivitas. Kedua, gangguan pertukaran gas yang dialaminya memperparah kondisi ini, karena tubuh sudah bekerja keras hanya untuk memenuhi kebutuhan oksigen dasar. Ketiga, status gizi yang kurang dengan IMT 18.6 kg/m² (mendekati batas underweight) menunjukkan cadangan energi yang rendah. Keempat, adanya demam yang berkepanjangan meningkatkan laju metabolisme basal, yang semakin menguras energi tubuh. Kombinasi dari keempat faktor ini menyebabkan tubuh Ny. L tidak memiliki kapasitas untuk melakukan aktivitas di atas tingkat dasar tanpa menimbulkan keluhan seperti sesak, lelah, atau peningkatan denyut nadi yang signifikan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : SLKI untuk Intoleransi Aktivitas bertujuan agar pasien dapat meningkatkan toleransi terhadap aktivitas secara bertahap. Luaran yang diharapkan untuk Ny. L adalah pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari (seperti mandi, BAB/BAK) tanpa mengalami peningkatan distress pernapasan (sesak), denyut nadi tidak melebihi 20 denyut di atas denyut istirahat, dan tekanan darah dalam batas toleransi. Pasien juga diharapkan mampu mengidentifikasi tanda-tanda kelelahan dan mengetahui kapan harus beristirahat. Perawat akan memantau respons fisiologis (denyut nadi, tekanan darah, pernapasan, saturasi oksigen) sebelum, selama, dan setelah aktivitas. Perencanaan aktivitas yang terstruktur, dimulai dari aktivitas ringan di tempat tidur, kemudian duduk di tepi tempat tidur, dan secara bertahap meningkat sesuai toleransi, adalah kunci pencapaian luaran ini. Istirahat yang cukup di antara jeda aktivitas harus dijamin. Pencapaian kemajuan toleransi aktivitas perlu didokumentasikan untuk mengevaluasi keberhasilan intervensi.
Kode SIKI: I.09005
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang tepat adalah Manajemen Energi. Ini adalah tindakan terorganisir untuk mengoptimalkan penggunaan energi dalam menjalani aktivitas dan meminimalkan kelelahan. Pada Ny. L, intervensi dimulai dengan mengajarkan pasien teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas (misalnya saat mandi), memecah tugas yang panjang menjadi tugas-tugas kecil dengan istirahat di antaranya, dan menyimpan barang yang sering digunakan dalam jangkauan yang mudah. Perawat akan membantu menyusun jadwal aktivitas dan istirahat yang seimbang. Lingkungan harus diatur untuk meminimalkan energi yang terbuang, misalnya dengan menata ruangan agar tidak mengharuskan pasien berjalan jauh. Bantuan harus diberikan untuk aktivitas yang membutuhkan energi besar. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk meningkatkan asupan nutrisi guna menambah cadangan energi juga sangat penting. Memantau tanda-tanda vital sebelum dan setelah aktivitas membantu menilai toleransi dan mencegah kelelahan yang berlebihan.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Kondisi di mana asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Pada Ny. L, diagnosis ini ditegakkan berdasarkan beberapa data yang kuat. Pertama, berat badan aktual 50 kg dengan tinggi badan 164 cm menghasilkan IMT 18.6 kg/m², yang masuk dalam kategori berat badan kurang (underweight). Kedua, adanya laporan penurunan berat badan yang signifikan (meski tidak diketahui angka pastinya) dalam beberapa waktu terakhir. Ketiga, keluhan mual dapat menjadi faktor yang mengurangi asupan oral. Keempat, kondisi penyakit kronis yang mendasari (dengan gejala demam, batuk, dan kemungkinan infeksi) menciptakan keadaan hipermetabolik di mana tubuh membakar lebih banyak kalori dan protein untuk melawan penyakit dan proses perbaikan jaringan. Anemia (Hb 9.2) juga dapat menjadi konsekuensi dari defisiensi nutrisi, khususnya zat besi, asam folat, dan vitamin B12. Kombinasi dari asupan yang mungkin kurang, peningkatan kebutuhan, dan gejala yang mengurangi nafsu makan ini menyebabkan tubuh Ny. L mengalami defisit nutrisi yang berdampak pada penurunan berat badan, kelemahan, dan gangguan penyembuhan.
Kode SLKI: L.03007
Deskripsi : SLKI untuk masalah nutrisi ini berfokus pada perbaikan status gizi pasien. Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat menunjukkan peningkatan berat badan yang bertahap menuju rentang normal, peningkatan nafsu makan, dan penurunan atau hilangnya mual. Nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti hemoglobin dan albumin) diharapkan menunjukkan perbaikan. Pasien dan keluarga juga diharapkan memahami pentingnya pemenuhan nutrisi dan dapat menyebutkan jenis makanan yang dianjurkan. Perawat akan memantau asupan dan output cairan serta makanan setiap hari. Penimbangan berat badan harus dilakukan secara rutin (misalnya 2-3 kali seminggu) untuk mengevaluasi tren perubahan. Lingkungan makan yang nyaman dan bebas bau dapat membantu mengurangi mual. Kerja sama dengan ahli gizi untuk menyusun diet tinggi kalori dan tinggi protein sangat penting untuk memenuhi kebutuhan metabolik yang meningkat.
Kode SIKI: I.01170
Deskripsi : Intervensi keperawatan ut
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433