Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 658 | 26 Sep 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan mata kabur
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan keluhan pasien yaitu mata kabur, berikut adalah contoh diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Penglihatan
Penjelasan:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Gangguan Penglihatan adalah perubahan dalam fungsi penglihatan yang menyebabkan keterbatasan atau ketidakmampuan dalam menerima, memproses, menginterpretasi, atau merespons informasi visual.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Fungsi Penglihatan Membaik
2. Kemampuan Beradaptasi Terhadap Gangguan Penglihatan
3. Pengetahuan Tentang Gangguan Penglihatan
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Peningkatan Penglihatan
2. Dukungan Emosional
3. Edukasi Kesehatan Penglihatan
Dalam penerapan asuhan keperawatan, perawat perlu melakukan pengkajian yang komprehensif, menetapkan diagnosa keperawatan, menyusun rencana asuhan keperawatan, melaksanakan intervensi yang tepat, dan mengevaluasi hasil asuhan keperawatan yang diberikan. Hal ini bertujuan untuk membantu pasien dalam mengatasi gangguan penglihatan yang dialaminya. -
Article No. 659 | 26 Sep 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan mata kabur
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan keluhan pasien yaitu mata kabur, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI yang dapat digunakan:
1. Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Penglihatan
2. Penjelasan Singkat:
a. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Definisi: Ketidakmampuan mengamati lingkungan secara jelas dan lengkap yang terjadi pada seseorang.
- Karakteristik Utama: Adanya laporan pasien tentang penurunan ketajaman penglihatan, lapangan penglihatan terbatas, atau distorsi visual.
- Faktor Terkait: Perubahan struktur atau fungsi anatomi mata, kondisi penyakit sistemik, atau faktor lingkungan.
b. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang Diharapkan: Pasien dapat meningkatkan kemampuan penglihatan, mengurangi risiko komplikasi, dan dapat beradaptasi dengan gangguan penglihatan.
- Indikator Luaran: Pasien melaporkan peningkatan ketajaman penglihatan, tidak terjadi komplikasi akibat gangguan penglihatan, dan pasien dapat beraktivitas dengan aman.
c. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi Keperawatan: Pemeriksaan fungsi visual, manajemen lingkungan untuk meningkatkan penglihatan, edukasi terkait gangguan penglihatan, dan perawatan mata.
- Tujuan Intervensi: Mempertahankan atau meningkatkan fungsi penglihatan, mencegah komplikasi, dan membantu pasien beradaptasi dengan gangguan penglihatan.
Dalam praktiknya, perawat akan melakukan pengkajian, menegakkan diagnosa keperawatan, menetapkan luaran yang diharapkan, dan melakukan intervensi keperawatan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien dengan gangguan penglihatan, seperti mata kabur. -
Article No. 660 | 26 Sep 2024
Klinis : hipervolemi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan untuk Hipervolemia:
1. Kelebihan volume cairan (Excess Fluid Volume)
Definisi:
Kelebihan akumulasi cairan isotoni di dalam ruang interstisial dan/atau intravaskular.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnostik Keperawatan Indonesia):
Kriteria diagnostik yang digunakan untuk mengidentifikasi kelebihan volume cairan, seperti edema, peningkatan berat badan, dan distensions vena leher.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran keperawatan yang diharapkan untuk mengatasi kelebihan volume cairan, seperti hidrasi yang adekuat, penurunan edema, dan stabilitas hemodinamik.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelebihan volume cairan, seperti pembatasan asupan cairan, pemberian diuretik, dan pemantauan tanda-tanda vital. -
Article No. 661 | 26 Sep 2024
Klinis : Pusing, panas, batuk pilek
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi pusing, panas, dan batuk pilek:
Diagnosa Keperawatan:
1. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik yang ditandai dengan pusing.
2. Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi yang ditandai dengan demam.
3. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan produksi sekret yang ditandai dengan batuk dan pilek.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
- Intoleransi aktivitas: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas harian yang diinginkan.
- Hipertermia: Suhu tubuh di atas normal.
- Bersihan jalan napas tidak efektif: Ketidakmampuan untuk mengeluarkan sekret atau lendir dari saluran napas.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Intoleransi aktivitas: Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan toleransi yang baik.
- Hipertermia: Suhu tubuh normal.
- Bersihan jalan napas: Jalan napas paten dan sekresi minimal.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intoleransi aktivitas: Manajemen aktivitas, Monitoring tanda-tanda vital.
- Hipertermia: Manajemen demam, Pemberian cairan.
- Bersihan jalan napas: Manajemen jalan napas, Fisioterapi dada.
Dalam kasus ini, perawat dapat memberikan intervensi seperti memantau tanda-tanda vital, memberikan kompres hangat untuk menurunkan demam, serta mengajarkan teknik batuk efektif dan fisioterapi dada untuk membantu membersihkan jalan napas. -
Article No. 662 | 26 Sep 2024
Klinis : postpartum dengan anemia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan Untuk Kondisi Postpartum dengan Anemia:
1. Defisit Volume Cairan
- Penjelasan SDKI: Penurunan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh relatif terhadap jumlah yang hilang, yang dapat mengancam kesehatan.
- Penjelasan SLKI: Kemampuan individu untuk mempertahankan keseimbangan cairan yang adekuat.
- Penjelasan SIKI: Tindakan yang bertujuan untuk mempertahankan keseimbangan cairan tubuh.
2. Kelelahan
- Penjelasan SDKI: Perasaan letih yang berlebihan dan tidak sebanding dengan aktivitas yang dilakukan.
- Penjelasan SLKI: Kemampuan individu untuk memelihara energi yang cukup untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
- Penjelasan SIKI: Tindakan yang bertujuan untuk memulihkan dan memelihara energi individu.
3. Perubahan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
- Penjelasan SDKI: Asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- Penjelasan SLKI: Kemampuan individu untuk mempertahankan asupan nutrisi yang adekuat.
- Penjelasan SIKI: Tindakan yang bertujuan untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat.
Singkatan:
- SDKI: Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia
- SLKI: Standar Luaran Keperawatan Indonesia
- SIKI: Standar Intervensi Keperawatan Indonesia
Penjelasan singkat dari masing-masing komponen tersebut:
- SDKI: Standar yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan atau respons individu, keluarga, dan komunitas terhadap masalah kesehatan.
- SLKI: Standar yang digunakan untuk menentukan hasil yang diharapkan dari tindakan keperawatan.
- SIKI: Standar yang digunakan untuk menentukan tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mencapai hasil yang diharapkan. -
Article No. 663 | 26 Sep 2024
Klinis : kesiapan peningkatan menjadi orang tua
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah informasi mengenai diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi "Kesiapan Peningkatan Menjadi Orang Tua":
Diagnosa Keperawatan:
1. Kesiapan Peningkatan Menjadi Orang Tua
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Definisi: Kemampuan individu atau pasangan untuk mempersiapkan diri secara fisik, emosional, spiritual, dan sosial dalam mengambil peran dan tanggung jawab sebagai orang tua baru.
- Karakteristik Definisi: Memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang peran dan tanggung jawab sebagai orang tua, memiliki kesiapan secara fisik, emosional, spiritual, dan sosial, serta memiliki dukungan yang memadai.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Individu atau pasangan menunjukkan kesiapan fisik, emosional, spiritual, dan sosial untuk menjadi orang tua.
- Indikator:
1. Mengekspresikan perasaan positif dan antusias tentang menjadi orang tua.
2. Menjelaskan perubahan peran dan tanggung jawab sebagai orang tua.
3. Menjelaskan strategi untuk mengelola stres dan kelelahan sebagai orang tua.
4. Mengidentifikasi sumber dukungan sosial yang tersedia.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi Keperawatan:
1. Edukasi: Memberikan pendidikan kesehatan tentang peran dan tanggung jawab sebagai orang tua, perubahan fisik dan emosional, serta strategi dalam mengelola stres.
2. Konseling: Membantu individu atau pasangan dalam mengidentifikasi dan mengatasi kekhawatiran, ketakutan, dan harapan terkait dengan menjadi orang tua.
3. Dukungan Sosial: Mengidentifikasi dan melibatkan sumber dukungan sosial yang tersedia, seperti keluarga, teman, dan kelompok pendukung.
4. Manajemen Stres: Membantu individu atau pasangan dalam mengembangkan strategi untuk mengelola stres dan kelelahan sebagai orang tua.
Secara singkat, diagnosa keperawatan "Kesiapan Peningkatan Menjadi Orang Tua" berfokus pada kemampuan individu atau pasangan untuk mempersiapkan diri secara holistik (fisik, emosional, spiritual, dan sosial) dalam mengambil peran dan tanggung jawab sebagai orang tua baru. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah edukasi, konseling, dukungan sosial, dan manajemen stres. -
Article No. 664 | 26 Sep 2024
Klinis : anemia
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: 1. Kode ICD-10:
- Kode: D50-D64
- Deskripsi: Anemia
Penjelasan:
- Kode ICD-10 D50-D64 mencakup berbagai jenis anemia, termasuk anemia defisiensi besi (D50), anemia hemolitik akuisita (D55-D59), dan anemia aplastik dan lainnya (D60-D64).
- Kode-kode spesifik dalam rentang D50-D64 tergantung pada jenis anemia yang diderita, misalnya D50.0 untuk anemia defisiensi besi akibat kehilangan darah kronis, D51.0 untuk anemia Addison-Biermer, atau D53.9 untuk anemia kekurangan nutrisi lainnya.
2. Kode ICD-9-CM (jika ada):
- Kode: 280-285
- Deskripsi: Anemia dan penyakit darah lainnya
Penjelasan:
- Rentang kode ICD-9-CM 280-285 mencakup berbagai jenis anemia, seperti anemia defisiensi besi (280), anemia hemolitik akuisita (281-283), dan anemia aplastik dan lainnya (284-285).
- Kode-kode spesifik dalam rentang 280-285 tergantung pada jenis anemia yang diderita, misalnya 280.0 untuk anemia defisiensi besi akibat kehilangan darah kronis, 281.0 untuk anemia Addison-Biermer, atau 285.9 untuk anemia tidak spesifik.
- Selain itu, terdapat kode-kode prosedur terkait perawatan anemia, seperti 99.04 untuk transfusi darah dan komponen darah, 99.75 untuk pemberian zat besi, atau 99.83 untuk pemberian hormon pertumbuhan. -
Article No. 665 | 26 Sep 2024
Klinis : anemia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan untuk kondisi anemia berdasarkan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) adalah:
1. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh
- Definisi: Intake nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme.
- Penyebab: Penurunan asupan, malabsorpsi, peningkatan kebutuhan nutrisi.
- Gejala: Penurunan berat badan, kelelahan, kelemahan, pucat, palpitasi.
2. Intoleransi aktivitas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin.
- Penyebab: Keterbatasan fisik, kekurangan energi.
- Gejala: Kelelahan, lemah, sesak napas, jantung berdebar.
Penjelasan singkat:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
- Merupakan standar yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan pasien dan menetapkan diagnosis keperawatan.
- Diagnosa keperawatan dirumuskan berdasarkan penilaian klinis perawat terhadap data-data yang dikumpulkan.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)
- Merupakan standar yang digunakan untuk menentukan luaran atau hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan.
- Luaran keperawatan ditetapkan berdasarkan diagnosa keperawatan yang telah ditegakkan.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)
- Merupakan standar yang digunakan untuk menentukan intervensi keperawatan yang tepat untuk mencapai luaran yang diharapkan.
- Intervensi keperawatan disusun berdasarkan diagnosa keperawatan dan luaran yang telah ditetapkan.
Dalam kasus anemia, perawat dapat menggunakan SDKI, SLKI, dan SIKI untuk mengidentifikasi masalah, menetapkan luaran, dan memberikan intervensi keperawatan yang komprehensif dan terstandar. -
Article No. 666 | 26 Sep 2024
Klinis : sdki tentang keluarga baru
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) untuk kondisi keluarga baru.
Diagnosa Keperawatan:
1. Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Perawatan Bayi baru lahir
- Definisi: Pola dimana pengetahuan dan kemampuan dalam merawat bayi baru lahir dapat ditingkatkan.
- Karakteristik Defining: Adanya minat untuk belajar, kurang pengetahuan tentang perawatan bayi baru lahir.
2. Risiko Ketidakefektifan Pola Tidur
- Definisi: Rentan mengalami pola tidur yang tidak memadai yang dapat mengganggu fungsi normal.
- Faktor Risiko: Perubahan dalam rutinitas, stres, kelelahan.
3. Risiko Kelelahan
- Definisi: Rentan mengalami kelelahan fisik dan mental yang dapat mengganggu fungsi normal.
- Faktor Risiko: Perubahan dalam pola tidur, peran baru sebagai orang tua, perawatan bayi.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
SDKI merupakan standar yang berisi definisi dan karakteristik dari diagnosa keperawatan yang dapat digunakan oleh perawat dalam praktik keperawatan. Pada kondisi keluarga baru, SDKI yang relevan adalah diagnosa-diagnosa yang terkait dengan perawatan bayi baru lahir, pola tidur, dan kelelahan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
SLKI adalah standar yang berisi luaran atau hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Untuk kondisi keluarga baru, luaran yang diharapkan dapat mencakup peningkatan pengetahuan perawatan bayi, pemulihan pola tidur, dan pengurangan kelelahan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
SIKI adalah standar yang berisi intervensi-intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan. Intervensi yang mungkin dilakukan untuk kondisi keluarga baru dapat mencakup edukasi perawatan bayi, manajemen pola tidur, dan manajemen kelelahan.
Dalam praktik keperawatan, perawat dapat menggunakan SDKI, SLKI, dan SIKI sebagai panduan untuk mengidentifikasi, merencanakan, dan melaksanakan intervensi keperawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien dan keluarga baru. -
Article No. 667 | 26 Sep 2024
Klinis : sdki tentang keluarga baru
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi keluarga baru.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Perubahan Peran Orang Tua Baru
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Risiko Perubahan Peran Orang Tua Baru didefinisikan sebagai kondisi di mana individu atau keluarga mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan peran baru sebagai orang tua.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dalam kondisi ini adalah:
- Keluarga mampu beradaptasi dengan peran baru sebagai orang tua
- Keluarga dapat mengelola stres terkait perubahan peran
- Keluarga merasa nyaman dan aman dalam menjalankan peran baru
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi yang dapat dilakukan antara lain:
- Memberikan dukungan emosional dan informasi kepada keluarga
- Mengidentifikasi sumber daya dan strategi koping yang dimiliki keluarga
- Mengajarkan teknik manajemen stres
- Memfasilitasi diskusi dan berbagi pengalaman dengan keluarga lain yang mengalami situasi serupa
- Melibatkan keluarga dalam perencanaan dan evaluasi asuhan keperawatan
Penjelasan singkat:
Keluarga baru menghadapi perubahan peran dan tanggung jawab yang signifikan, sehingga membutuhkan adaptasi dan penyesuaian. Diagnosa keperawatan ini berfokus pada membantu keluarga beradaptasi dengan peran baru, mengelola stres, dan merasa nyaman dalam menjalankan tugas sebagai orang tua. Intervensi keperawatan diarahkan untuk memberikan dukungan, informasi, dan strategi koping yang tepat agar keluarga dapat melewati transisi ini dengan baik.