Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 760 | 27 Sep 2024
Klinis : pasien mengatakan nyeri perut dibagian bawah kanan pasien mengatakan tidak bisa tidur di malam hari
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda jelaskan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang sesuai:
1. Diagnosa Keperawatan:
a. Nyeri akut
b. Gangguan pola tidur
2. Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
a. Nyeri akut
- SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia): Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain).
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Klien melaporkan nyeri berkurang, klien dapat melakukan aktivitas tanpa nyeri, klien dapat mengenali dan mengatasi faktor yang mempengaruhi nyeri.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Pengkajian nyeri, pengelolaan nyeri farmakologis dan non-farmakologis, edukasi manajemen nyeri.
b. Gangguan pola tidur
- SDKI: Pengalaman buruk atau tidak adekuat dalam jumlah atau kualitas tidur, yang menyebabkan ketidakpuasan dan mempengaruhi fungsi sehari-hari.
- SLKI: Klien melaporkan pola tidur yang memadai, klien dapat mengatasi faktor yang mempengaruhi pola tidur, klien dapat beristirahat dan tidur sesuai kebutuhan.
- SIKI: Pengkajian pola tidur, manajemen lingkungan untuk tidur yang nyaman, edukasi manajemen pola tidur.
Dalam kasus ini, pasien mengeluhkan nyeri perut di bagian bawah kanan dan kesulitan tidur di malam hari. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah nyeri akut dan gangguan pola tidur. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah pengkajian nyeri dan pola tidur, pengelolaan nyeri dengan pendekatan farmakologis dan non-farmakologis, serta edukasi manajemen nyeri dan pola tidur. -
Article No. 761 | 27 Sep 2024
Klinis : klien mengatakan terjadi nyeri punggung belakang klien mengatakan terjadi perdarahan yang lumayan banyak saat berada di toilet klien terlihat lemas dan pucat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan gejala yang disampaikan, berikut adalah beberapa kemungkinan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang dapat diterapkan:
1. Diagnosa Keperawatan: Nyeri akut
- SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia): Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau dijelaskan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain).
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Kemampuan individu dalam mengenali, melaporkan, dan mengatasi nyeri yang dialami.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Tindakan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri yang dialami klien.
2. Diagnosa Keperawatan: Perdarahan
- SDKI: Kehilangan darah secara abnormal dari saluran cerna, saluran kemih, atau saluran lain.
- SLKI: Kemampuan individu dalam mengelola perdarahan yang terjadi.
- SIKI: Tindakan yang dilakukan untuk mengendalikan, menghentikan, dan mencegah perdarahan yang terjadi.
3. Diagnosa Keperawatan: Intoleransi Aktivitas
- SDKI: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan, yang disebabkan oleh keterbatasan fisik atau persepsi.
- SLKI: Kemampuan individu dalam melakukan aktivitas sehari-hari sesuai dengan kemampuannya.
- SIKI: Tindakan yang dilakukan untuk memfasilitasi dan meningkatkan toleransi aktivitas klien.
Dalam kasus ini, pasien mengeluhkan nyeri punggung belakang, perdarahan yang cukup banyak saat di toilet, serta terlihat lemas dan pucat. Hal ini mengindikasikan adanya masalah terkait nyeri, perdarahan, dan intoleransi aktivitas. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah nyeri akut, perdarahan, dan intoleransi aktivitas. Penanganan keperawatan yang sesuai akan meliputi pengkajian, intervensi, dan evaluasi yang terkait dengan masing-masing diagnosa tersebut. -
Article No. 762 | 27 Sep 2024
Klinis : nyeri perut bawah tembus ke pinggang tidak ada keluar air ketuban kaki bengkak 1 bulan G1P0A0
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang anda berikan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang terkait:
1. Diagnosa Keperawatan:
a. Nyeri akut berhubungan dengan penyebab fisik (kondisi medis)
2. Penjelasan singkat:
a. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut.
- Penyebab fisik (kondisi medis) mencakup kondisi yang dapat menyebabkan nyeri, seperti infeksi, inflamasi, trauma, atau proses patologis lainnya.
b. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Kontrol Nyeri: Tingkat kemampuan individu untuk mengendalikan nyeri
- Pemulihan Nyeri: Tingkat pemulihan atau perbaikan kondisi individu dari nyeri yang dialami
c. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen Nyeri: Upaya untuk mengidentifikasi dan mengendalikan faktor-faktor yang memengaruhi nyeri serta memfasilitasi strategi koping yang efektif.
- Terapi Analgesik: Pemberian obat-obatan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri.
Berdasarkan kondisi yang anda berikan, penting untuk melakukan pengkajian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab nyeri perut bawah yang tembus ke pinggang, serta mengidentifikasi adanya tanda-tanda komplikasi kehamilan seperti preeklampsia (kaki bengkak) dan ketuban pecah dini. Penatalaksanaan keperawatan yang sesuai dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri, mencegah komplikasi, dan memantau kondisi ibu selama kehamilan. -
Article No. 763 | 27 Sep 2024
Klinis : nyeri perut bawah tembus ke pinggang tidak ada keluar air ketuban kaki bengkak 1 bulan G1P0A0
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang dapat diberikan:
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan proses patologis (nyeri perut bawah tembus ke pinggang)
Penjelasan:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah seperti kerusakan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari diagnosa ini adalah pasien dapat melaporkan nyeri berkurang, dapat mengendalikan nyeri, dan dapat beraktivitas tanpa disertai nyeri.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi yang dapat dilakukan antara lain manajemen nyeri, pengurangan aktivitas, pemberian obat analgesik, dan terapi modalitas nyeri.
2. Risiko tinggi ketidakefektifan perfusi jaringan serebrovaskular berhubungan dengan edema (kaki bengkak 1 bulan)
Penjelasan:
SDKI:
Risiko tinggi ketidakefektifan perfusi jaringan serebrovaskular adalah kondisi di mana terdapat risiko penurunan aliran darah dan oksigen ke otak, yang dapat menyebabkan disfungsi serebral.
SLKI:
Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat menunjukkan perfusi jaringan yang efektif, tidak ada tanda-tanda penurunan aliran darah dan oksigen ke otak.
SIKI:
Intervensi yang dapat dilakukan antara lain pemantauan tanda-tanda vital, manajemen cairan, dan terapi farmakologis untuk mengatasi edema.
Diagnosa lain yang mungkin relevan adalah "Risiko tinggi komplikasi berhubungan dengan kehamilan" karena tidak adanya keluar air ketuban dan status kehamilan G1P0A0. -
Article No. 764 | 27 Sep 2024
Klinis : pasien nyeri di perut bagian bawah pasien mengatakan ada bengkak di kaki kanan pasien merasa cemas dan gelisah karna lahiran pertama
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi pasien yang Anda sebutkan:
1. Nyeri Akut
- SDKI: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau dijelaskan dalam istilah tersebut.
- SLKI: Tujuan keperawatan adalah pasien dapat melaporkan nyeri berkurang.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah pengkajian nyeri, manajemen nyeri, dan kolaborasi pemberian analgesik.
2. Edema Perifer
- SDKI: Edema Perifer adalah akumulasi cairan berlebihan di dalam jaringan subkutan atau interstisial.
- SLKI: Tujuan keperawatan adalah edema dapat berkurang.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah pengkajian edema, manajemen cairan, dan kolaborasi pemberian diuretik.
3. Kecemasan
- SDKI: Kecemasan adalah respon emosional dan psikologis individu terhadap sumber ancaman, bahaya, atau perubahan yang tidak jelas dan non-spesifik.
- SLKI: Tujuan keperawatan adalah pasien dapat mengendalikan kecemasan.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah pengkajian kecemasan, manajemen kecemasan, dan terapi suportif.
Penjelasan singkat:
- SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk menentukan diagnosa keperawatan berdasarkan NANDA-I.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk menentukan tujuan/hasil yang ingin dicapai dalam asuhan keperawatan.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk menentukan intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan/hasil yang diinginkan. -
Article No. 765 | 27 Sep 2024
Klinis : air ketuban tidak keluar
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi air ketuban tidak keluar:
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko infeksi
- Definisi: Kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
- Faktor risiko: Pecahnya membran amnion (air ketuban tidak keluar).
Penjelasan SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Risiko infeksi: Kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
- Faktor risiko yang teridentifikasi: Pecahnya membran amnion.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Tidak terjadi infeksi.
- Kriteria hasil: Suhu tubuh normal, tidak ada tanda-tanda infeksi (demam, nyeri, eritema, pembengkakan, dan lainnya).
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi keperawatan yang diperlukan:
1. Monitor tanda-tanda infeksi (suhu tubuh, denyut nadi, frekuensi napas, dan lainnya).
2. Observasi dan catat warna, bau, dan jumlah air ketuban yang keluar.
3. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain (dokter, bidan) untuk penanganan lebih lanjut.
4. Berikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya mencegah infeksi.
5. Anjurkan pasien untuk istirahat yang cukup.
Dalam kondisi air ketuban tidak keluar, risiko infeksi menjadi perhatian utama. Pemantauan tanda-tanda infeksi, observasi karakteristik air ketuban, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi yang dapat terjadi. -
Article No. 766 | 27 Sep 2024
Klinis : leukemia akut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi leukemia akut:
Diagnosa Keperawatan:
1. Perubahan Perfusi Jaringan Serebral
2. Intoleransi Aktivitas
3. Nyeri Akut
4. Risiko Infeksi
5. Gangguan Rasa Kenyamanan
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Perubahan Perfusi Jaringan Serebral: Penurunan suplai oksigen ke otak, menyebabkan risiko perubahan status mental, penurunan fungsi kognitif, dan komplikasi neurologis.
2. Intoleransi Aktivitas: Penurunan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari akibat keterbatasan energi.
3. Nyeri Akut: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat perkembangan penyakit.
4. Risiko Infeksi: Penurunan sistem imun meningkatkan risiko infeksi.
5. Gangguan Rasa Kenyamanan: Pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan terkait gejala fisik.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Pemeliharaan Perfusi Serebral
2. Toleransi Aktivitas
3. Kontrol Nyeri
4. Pencegahan Infeksi
5. Kenyamanan
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Pemantauan Neurologis, Terapi Oksigen, Manajemen Cairan
2. Manajemen Aktivitas, Peningkatan Energi
3. Manajemen Nyeri, Pemberian Analgesik
4. Pencegahan Infeksi, Pengelolaan Perawatan Luka
5. Manajemen Gejala, Terapi Relaksasi
Tujuan dari diagnosa keperawatan dan intervensi ini adalah untuk meminimalkan komplikasi, meningkatkan kualitas hidup, dan menyediakan perawatan yang komprehensif bagi pasien dengan leukemia akut. -
Article No. 767 | 27 Sep 2024
Klinis : leukemia akut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi leukemia akut:
Diagnosa Keperawatan:
1. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan penurunan massa otot dan kelelahan
2. Risiko infeksi berhubungan dengan penurunan sistem imun
3. Nyeri akut berhubungan dengan efek samping pengobatan
4. Perubahan nutrisi: intake kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia, mual, dan muntah
5. Risiko perdarahan berhubungan dengan penurunan trombosit
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Merupakan standar diagnosis keperawatan yang ditetapkan oleh PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia).
- Memuat definisi, batasan karakteristik, faktor yang berhubungan, dan faktor risiko dari setiap diagnosis keperawatan.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Merupakan standar luaran keperawatan yang ditetapkan oleh PPNI.
- Memuat definisi, kriteria hasil, dan indikator hasil untuk setiap luaran keperawatan.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Merupakan standar intervensi keperawatan yang ditetapkan oleh PPNI.
- Memuat definisi, tujuan, aktivitas, dan kriteria tindakan untuk setiap intervensi keperawatan.
Dengan menggunakan SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat menetapkan diagnosa keperawatan yang tepat, menetapkan luaran yang diharapkan, dan menyusun rencana intervensi keperawatan yang sesuai dengan kondisi pasien dengan leukemia akut. -
Article No. 636 | 26 Sep 2024
Klinis : leukimia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan untuk kondisi Leukemia:
1. Intoleransi Aktivitas
- SDKI: Ketidakmampuan untuk mempertahankan atau menyelesaikan aktivitas harian yang diinginkan atau dibutuhkan akibat keterbatasan fisik, mental, dan/atau lingkungan.
- SLKI: Tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan toleransi aktivitas pasien.
- SIKI: Manajemen Aktivitas, Manajemen Energi, Manajemen Kelelahan.
2. Risiko Infeksi
- SDKI: Berisiko mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat mengancam kesehatan.
- SLKI: Tindakan untuk mencegah dan mengendalikan infeksi.
- SIKI: Manajemen Infeksi, Perawatan Luka, Pemberian Obat.
3. Nyeri Akut
- SDKI: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat dan berintensitas ringan hingga berat.
- SLKI: Tindakan untuk mengurangi atau mengendalikan nyeri.
- SIKI: Manajemen Nyeri, Pemberian Analgesik, Terapi Relaksasi.
4. Kelelahan
- SDKI: Perasaan keletihan dan penurunan kapasitas untuk melakukan aktivitas fisik dan mental yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan energi pada tingkat seluler.
- SLKI: Tindakan untuk mengurangi atau mengendalikan kelelahan.
- SIKI: Manajemen Energi, Manajemen Aktivitas, Terapi Relaksasi.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk menentukan diagnosa keperawatan berdasarkan tanda dan gejala yang ditemukan pada pasien.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk menentukan luaran atau hasil yang diharapkan dari asuhan keperawatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk menentukan rencana tindakan keperawatan yang akan dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan. -
Article No. 637 | 26 Sep 2024
Klinis : batuk
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: 1. Kode ICD-10:
- Kode: R05
- Deskripsi: Batuk
Penjelasan:
- Kode ICD-10 R05 digunakan untuk mendiagnosis kondisi batuk.
- Batuk adalah gejala umum yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis, seperti infeksi saluran pernapasan, alergi, penyakit paru-paru, atau kondisi lainnya.
- Kode R05 mencakup semua jenis batuk, termasuk batuk kering, batuk produktif, batuk kronis, atau batuk paroksismal.
2. Kode ICD-9-CM (jika ada):
- Kode: Tidak ada kode spesifik untuk batuk dalam ICD-9-CM.
- Deskripsi: Tidak ada prosedur atau tindakan medis yang spesifik untuk batuk dalam ICD-9-CM.
Penjelasan:
- Dalam klasifikasi ICD-9-CM, batuk tidak memiliki kode diagnosis spesifik.
- Batuk biasanya dicatat sebagai gejala atau tanda yang terkait dengan kondisi medis lainnya, seperti infeksi saluran pernapasan, penyakit paru-paru, atau kondisi lainnya.
- Tidak ada prosedur atau tindakan medis yang secara khusus terkait dengan penanganan batuk dalam ICD-9-CM.
- Penanganan batuk biasanya dilakukan secara simptomatik, seperti pemberian obat antitusif, ekspektoran, atau terapi lainnya yang sesuai dengan penyebab batuk.