Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 720 | 27 Sep 2024
Klinis : pasien mengatakan tangan dan kaki kiri tidak bisa digerakan pasien mengeluh kepala terasa pusing pasien tampak lemah pasien terlihat meringis pasien terlihat tidak bisa mengerakan tangan dan kaki kiri tekanan darah : 186/98 nadi : 79 frekuensi pernapasan : 20 spo2 : 96 kesadaran pasien : e4-m6-v5
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan gejala yang Anda deskripsikan, dapat diberikan beberapa diagnosis keperawatan dan penjelasan singkat sesuai dengan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) sebagai berikut:
1. Diagnosis Keperawatan:
a. Gangguan Mobilitas Fisik
- Penjelasan: Pasien mengalami keterbatasan dalam melakukan pergerakan anggota tubuh (tangan dan kaki kiri) yang disebabkan oleh disfungsi neuromuskular.
b. Nyeri Akut
- Penjelasan: Pasien menunjukkan gejala nyeri, seperti meringis, yang disebabkan oleh kerusakan jaringan atau gangguan fisiologis.
c. Penurunan Perfusi Jaringan Serebral
- Penjelasan: Pasien memiliki tanda-tanda penurunan perfusi dan oksigenasi jaringan otak, seperti pusing, lemah, dan gangguan kesadaran.
2. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI):
a. Gangguan Mobilitas Fisik:
- Definisi: Keterbatasan dalam melakukan pergerakan yang disengaja dan terarah dari satu posisi ke posisi lain.
- Faktor Risiko: Disfungsi neuromuskular, seperti stroke.
b. Nyeri Akut:
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.
- Penyebab: Kerusakan jaringan, inflamasi.
c. Penurunan Perfusi Jaringan Serebral:
- Definisi: Ketidakadekuatan suplai darah dan oksigen ke jaringan otak.
- Penyebab: Perubahan hemodinamik, seperti peningkatan tekanan darah.
3. Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) akan disesuaikan dengan masing-masing diagnosis keperawatan dan kondisi pasien.
Secara umum, intervensi keperawatan yang dapat diberikan mencakup manajemen nyeri, pemantauan tanda-tanda vital, peningkatan mobilitas, dan intervensi untuk mengatasi gangguan perfusi serebral, seperti pemantauan neurologi dan manajemen hipertensi. -
Article No. 721 | 27 Sep 2024
Klinis : risiko jatuh
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosis Keperawatan untuk Risiko Jatuh:
1. Risiko Jatuh
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
a. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
- Definisi: Penurunan kemampuan fisik, psikologis, atau kognitif yang meningkatkan kemungkinan individu untuk mengalami terjatuh.
- Karakteristik Utama: Riwayat jatuh, gangguan keseimbangan, gangguan gaya berjalan, penggunaan alat bantu jalan, penurunan visus, lingkungan yang tidak aman, dan perubahan kondisi kesehatan.
b. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)
- Luaran yang Diharapkan: Tidak terjadi jatuh, angka jatuh minimal, dan klien melakukan pencegahan jatuh.
- Intervensi Keperawatan: Identifikasi faktor risiko jatuh, modifikasi lingkungan, anjurkan penggunaan alat bantu, dan latihan keseimbangan dan mobilisasi.
c. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)
- Intervensi Keperawatan: Identifikasi risiko jatuh, atur lingkungan yang aman, ajarkan dan bantu penggunaan alat bantu, dan latihan keseimbangan dan mobilisasi.
- Aktivitas Keperawatan: Identifikasi riwayat jatuh, nilai kemampuan fisik dan kognitif, modifikasi lingkungan, berikan alat bantu, dan kembangkan program latihan.
Dalam mengelola risiko jatuh, perawat perlu mengkaji faktor-faktor risiko, mengidentifikasi masalah, menetapkan tujuan dan intervensi keperawatan yang sesuai, serta memantau efektivitas tindakan untuk mencegah terjadinya jatuh pada pasien. -
Article No. 722 | 27 Sep 2024
Klinis : sesak, batuk berdahak, ada whizing
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- Penjelasan singkat:
Bersihan jalan napas tidak efektif terjadi ketika ada gangguan pada pembersihan sekresi atau obstruksi jalan napas, sehingga menyebabkan sesak napas, batuk berdahak, dan wheezing.
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
- Definisi: Ketidakmampuan untuk mempertahankan pembersihan jalan napas yang efektif untuk memfasilitasi pertukaran gas.
- Karakteristik utama: Sesak napas, batuk berdahak, wheezing.
- Faktor terkait: Sekresi berlebihan, edema, kelemahan otot pernapasan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Bersihan jalan napas efektif, pola napas normal, tidak ada tanda-tanda distres napas.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan:
- Manajemen jalan napas
- Terapi oksigen
- Manajemen batuk
- Instruksi batuk efektif
- Monitoring respirasi -
Article No. 723 | 27 Sep 2024
Klinis : badan lemah tidak kuat berdiri, sesak, tidak nafsu makan, batuk berdahak
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, yaitu badan lemah, tidak kuat berdiri, sesak, tidak nafsu makan, dan batuk berdahak, dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami beberapa masalah kesehatan. Berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI yang dapat diberikan:
1. Diagnosa Keperawatan: Intoleransi Aktivitas
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Keterbatasan kemampuan fisik, psikologis, dan/atau sosial untuk mempertahankan atau menyelesaikan aktivitas hidup sehari-hari yang diinginkan atau dibutuhkan di lingkungan tempat tinggal.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Toleransi Aktivitas Meningkat
2. Kemandirian Aktivitas Meningkat
3. Kelelahan Menurun
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Aktivitas
2. Peningkatan Mobilitas
3. Terapi Energi
2. Diagnosa Keperawatan: Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
SDKI:
Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
SLKI:
1. Jalan Napas Efektif
2. Fungsi Pernapasan Membaik
3. Pengeluaran Sekret Membaik
SIKI:
1. Manajemen Jalan Napas
2. Fisioterapi Dada
3. Suction
3. Diagnosa Keperawatan: Gangguan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
SDKI:
Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
SLKI:
1. Status Gizi Membaik
2. Berat Badan Membaik
3. Nafsu Makan Membaik
SIKI:
1. Manajemen Nutrisi
2. Intervensi Oral
3. Promosi Nutrisi
Dengan diagnosa keperawatan tersebut, perawat dapat melakukan intervensi yang sesuai untuk membantu pasien mengatasi masalah-masalah yang sedang dihadapi, serta memantau dan mengevaluasi perkembangannya. -
Article No. 724 | 27 Sep 2024
Klinis : pasien tampak sesak nafas riwayat anemia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi pasien yang tampak sesak nafas dengan riwayat anemia, berikut adalah diagnosis keperawatan yang sesuai beserta penjelasan singkat terkait SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Diagnosis Keperawatan: Pola Napas Tidak Efektif
- Definisi (SDKI): Ketidakmampuan untuk menarik atau mengeluarkan nafas secara normal.
- Faktor yang Berhubungan (SDKI): Anemia.
- Gejala dan Tanda (SDKI): Sesak napas.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran: Pola Napas Efektif
- Kriteria Hasil:
- Frekuensi napas dalam rentang normal
- Irama napas teratur
- Tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan
- Tidak ada rasa sesak
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi: Manajemen Jalan Napas
- Tindakan Keperawatan:
- Identifikasi pola napas
- Monitor tanda-tanda vital
- Bantu pasien untuk mengambil posisi yang nyaman
- Berikan oksigen sesuai kebutuhan
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penanganan anemia
Penjelasan singkat:
Diagnosis keperawatan "Pola Napas Tidak Efektif" menggambarkan ketidakmampuan pasien untuk menarik atau mengeluarkan napas secara normal, yang dapat disebabkan oleh anemia. Luaran yang diharapkan adalah Pola Napas Efektif, dengan kriteria hasil seperti frekuensi napas normal, irama teratur, tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan, dan tidak ada rasa sesak. Intervensi yang dapat dilakukan adalah Manajemen Jalan Napas, yang mencakup identifikasi pola napas, pemantauan tanda-tanda vital, pemberian posisi yang nyaman, pemberian oksigen, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penanganan anemia. -
Article No. 725 | 27 Sep 2024
Klinis : intoleransi aktivitas riwayat anemia
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang sesuai dengan kondisi yang Anda berikan:
1. Intoleransi Aktivitas:
- Kode ICD-10: R53.1
- Deskripsi: Intoleransi Aktivitas
2. Riwayat Anemia:
- Kode ICD-10: Z86.2
- Deskripsi: Riwayat anemia
Penjelasan:
1. Intoleransi Aktivitas:
- Kode ICD-10 R53.1 (Intoleransi Aktivitas) digunakan untuk mengidentifikasi kondisi di mana seseorang memiliki keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik atau mengalami kelelahan yang berlebihan setelah melakukan aktivitas.
- Tidak ada kode ICD-9-CM yang secara spesifik mengacu pada "Intoleransi Aktivitas", karena ini adalah istilah yang lebih baru dan lebih terkait dengan ICD-10.
2. Riwayat Anemia:
- Kode ICD-10 Z86.2 (Riwayat anemia) digunakan untuk mencatat riwayat anemia dalam catatan medis pasien, meskipun saat ini pasien tidak lagi mengalami anemia.
- Tidak ada kode ICD-9-CM yang secara spesifik mengacu pada "Riwayat Anemia", karena pengodean ini lebih terkait dengan ICD-10. -
Article No. 726 | 27 Sep 2024
Klinis : intoleransi aktivitas berhubungan dengan anemia
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: 1. Kode ICD-10:
- Kode: R53.83
- Deskripsi: Intoleransi aktivitas
2. Kode ICD-9-CM (jika ada):
- Kode: 285.9
- Deskripsi: Anemia, tidak diklasifikasikan di tempat lain
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 R53.83 (Intoleransi aktivitas) digunakan untuk menggambarkan kondisi intoleransi atau ketidakmampuan seseorang dalam melakukan aktivitas fisik atau fungsional sehari-hari. Dalam kasus ini, intoleransi aktivitas berhubungan dengan anemia.
2. Kode ICD-9-CM 285.9 (Anemia, tidak diklasifikasikan di tempat lain) digunakan untuk mengidentifikasi kondisi anemia yang tidak diklasifikasikan secara spesifik ke dalam kategori lain. Anemia dapat menyebabkan gejala kelelahan, kelemahan, dan intoleransi terhadap aktivitas fisik.
Dalam kasus ini, pasien mengalami intoleransi aktivitas yang disebabkan oleh anemia. Kode ICD-10 R53.83 digunakan untuk mencatat kondisi intoleransi aktivitas, sedangkan kode ICD-9-CM 285.9 digunakan untuk mencatat diagnosis anemia yang menjadi penyebab dari intoleransi aktivitas tersebut. -
Article No. 727 | 27 Sep 2024
Klinis : intoleransi aktivitas berhubungan dengan anemia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi intoleransi aktivitas berhubungan dengan anemia, berikut adalah diagnosis keperawatan yang sesuai beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI:
1. Diagnosis Keperawatan:
Intoleransi Aktivitas
2. Penjelasan:
a. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan secara mandiri.
- Faktor Terkait: Anemia.
- Karakteristik Utama: Adanya gejala kelelahan, kelemahan, dan sesak napas saat beraktivitas.
b. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang Diharapkan: Pasien dapat mendemonstrasikan toleransi aktivitas yang meningkat.
- Indikator: Melaporkan peningkatan energi, melakukan aktivitas rutin dengan mudah, melaporkan penurunan gejala kelelahan, dan mampu berpartisipasi dalam aktivitas yang diinginkan.
c. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi Keperawatan: Manajemen Intoleransi Aktivitas.
- Tujuan Intervensi: Membantu pasien untuk meningkatkan toleransi aktivitas.
- Aktivitas Keperawatan: Menilai tingkat intoleransi aktivitas, mengidentifikasi faktor penyebab, mengajarkan teknik manajemen energi, memonitor tanda-tanda vital selama aktivitas, dan memberikan dukungan emosional.
Dalam konteks intoleransi aktivitas berhubungan dengan anemia, diagnosis keperawatan yang sesuai adalah Intoleransi Aktivitas. Diagnosis ini menggambarkan ketidakmampuan pasien untuk melakukan aktivitas rutin secara mandiri akibat anemia. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah Manajemen Intoleransi Aktivitas, yang bertujuan untuk membantu pasien meningkatkan toleransi aktivitasnya. -
Article No. 728 | 27 Sep 2024
Klinis : Pasien mengeluhkan batuk berdahak
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi pasien yang mengeluhkan batuk berdahak.
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Penjelasan:
- SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia): Ketidakmampuan untuk mempertahankan pembersihan sekret atau benda asing dari saluran napas untuk mempertahankan fungsi pernapasan yang optimal.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Pasien dapat mempertahankan bersihan jalan napas yang efektif.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi yang dapat dilakukan adalah manajemen jalan napas, fisioterapi dada, manajemen batuk, suction, dan oksigenasi.
Kondisi pasien yang mengeluhkan batuk berdahak menunjukkan bahwa terdapat permasalahan dengan bersihan jalan napas yang tidak efektif. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya sekret atau benda asing yang mengganggu fungsi pernapasan optimal. Tujuan keperawatan adalah pasien dapat mempertahankan bersihan jalan napas yang efektif, sehingga intervensi yang dapat dilakukan adalah manajemen jalan napas, fisioterapi dada, manajemen batuk, suction, dan oksigenasi. -
Article No. 729 | 27 Sep 2024
Klinis : Kurang nutrisi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan untuk Kurang Nutrisi berdasarkan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah:
1. Diagnosa Keperawatan: Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Definisi: Asupan nutrisi yang tidak adekuat dibandingkan dengan kebutuhan metabolik.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Berat Badan: Berat badan klien sesuai dengan usia dan tinggi badan.
- Intake Nutrisi: Asupan nutrisi yang adekuat berdasarkan kebutuhan metabolik.
- Status Gizi: Status gizi klien dalam rentang normal.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen Nutrisi
- Pemantauan Nutrisi
- Konseling Nutrisi
- Edukasi Nutrisi
Penjelasan Singkat:
- Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh merupakan diagnosa keperawatan yang menggambarkan kondisi asupan nutrisi yang tidak adekuat dibandingkan dengan kebutuhan metabolik klien.
- Tujuan luaran keperawatan adalah untuk mencapai berat badan yang sesuai dengan usia dan tinggi badan, asupan nutrisi yang adekuat berdasarkan kebutuhan metabolik, serta status gizi yang berada dalam rentang normal.
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi manajemen nutrisi, pemantauan nutrisi, konseling nutrisi, dan edukasi nutrisi, dengan tujuan untuk memastikan klien mendapatkan asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhannya.