Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 1658 | 09 Oct 2024
Klinis : Seorang anak laki-laki usia 7 tahun dirawat dibangsal penyakit anak. Pasien adalah penderita epilepsi. Riwayat sebelum masuk rumah sakit pasien mengalami panas yang kemudian kejang jatuh di sekolahnya. Saat ini pasien mengalami demam dan pusing, pasien gelisah , sering ingin turun tempat tidur untuk bermain. , hasil pemeriksaaan tanda-tanda vital TV : TD: 90/60 mmhg, Frekeunsi nadi : 92X/mnt, S : 39OC, frekuensi napas : 28x/mnt. Pasien mendapatkan terapi diazepam per iv dan infus RL 10 tetes permenit,
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi pasien yang anda deskripsikan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko cedera akut berhubungan dengan episode kejang.
2. Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi.
3. Ketidakstabilan tanda-tanda vital berhubungan dengan kondisi medis.
4. Perubahan pola tidur berhubungan dengan nyeri dan kecemasan.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Risiko cedera akut: Kondisi rentan terhadap cedera fisik karena adanya gangguan fisiologis, lingkungan, atau situasi.
2. Hipertermia: Peningkatan suhu tubuh di atas batas normal yang disebabkan oleh peningkatan produksi panas atau penurunan kemampuan pengeluaran panas.
3. Ketidakstabilan tanda-tanda vital: Variasi dari nilai normal pada satu atau lebih tanda-tanda vital yang mengindikasikan kondisi medis.
4. Perubahan pola tidur: Perubahan dalam kualitas atau kuantitas tidur yang mengganggu fungsi sehari-hari.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Tidak terjadi cedera, mempertahankan integritas kulit, dan tidak ada tanda-tanda infeksi.
2. Suhu tubuh kembali normal, gejala dan tanda-tanda infeksi tidak ada.
3. Tanda-tanda vital dalam batas normal.
4. Pasien dapat tidur dengan nyenyak dan tidak merasa lelah saat bangun.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen risiko jatuh, tatalaksana kejang, dan perawatan luka.
2. Manajemen demam, pemantauan tanda-tanda vital, dan pemberian terapi antipiretik.
3. Pemantauan tanda-tanda vital, pemberian cairan intravena, dan manajemen medikasi.
4. Peningkatan kenyamanan tidur, manajemen nyeri, dan pengaturan lingkungan.
Secara umum, penanganan pasien epilepsi dengan demam dan gejala lainnya memerlukan upaya stabilisasi tanda-tanda vital, manajemen kejang dan demam, serta pemantauan yang ketat untuk mencegah komplikasi. Kolaborasi dengan tim medis sangat penting dalam penanganan kasus ini. -
Article No. 1659 | 09 Oct 2024
Klinis : Diagnosa Dehidrasi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi Dehidrasi, dengan tone akademis dan persona sebagai pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan: Risiko Ketidakseimbangan Cairan
Definisi:
Risiko Ketidakseimbangan Cairan adalah kondisi di mana individu berisiko mengalami kekurangan atau kelebihan cairan, elektrolit, dan/atau asam-basa yang dapat mengganggu fungsi tubuh.
Penyebab:
Penyebab utama dari kondisi Dehidrasi adalah kehilangan cairan yang berlebihan, baik melalui rute gastrointestinal (diare, muntah), rute renal (poliuria), atau rute kulitaneus (keringat berlebih). Hal ini dapat terjadi akibat asupan cairan yang tidak memadai, gangguan mekanisme pengaturan cairan, atau kondisi patologis lainnya.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Indikator diagnostik utama meliputi: Penurunan volume cairan, Peningkatan konsentrasi urin, Peningkatan denyut nadi, Peningkatan suhu tubuh, Penurunan turgor kulit, Penurunan tekanan darah, dan Kelelahan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Tujuan utama asuhan keperawatan adalah Keseimbangan Cairan yang Memadai, dengan indikator hasil seperti: Mempertahankan volume cairan yang adekuat, Mempertahankan konsentrasi elektrolit yang normal, dan Mempertahankan status asam-basa yang normal.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan utama meliputi: Pemantauan tanda-tanda vital, Pemantauan input-output cairan, Pemberian cairan intravena, Edukasi tentang asupan cairan yang adekuat, dan Kolaborasi pemberian obat-obatan (jika diperlukan).
Dengan pendekatan holistik dan berpusat pada pasien, perawat dapat berperan penting dalam memantau, mengevaluasi, dan mengelola kondisi Dehidrasi secara komprehensif untuk mencapai hasil yang optimal bagi pasien. -
Article No. 1660 | 09 Oct 2024
Klinis : Klien mengatakan “Ulun muntah dan baherakan sejak subuh tadi, badan terasa lemas banar dan parut terasa sakit melilit”
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda gambarkan.
Diagnosa Keperawatan:
Mual dan Muntah Berhubungan dengan Gastritis
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Mual dan Muntah adalah pengalaman subjektif tidak nyaman yang disertai dengan keinginan untuk memuntahkan isi lambung. Kondisi ini berhubungan dengan Gastritis, yaitu peradangan pada lapisan dalam perut (mukosa lambung) yang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, mual, dan muntah.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan adalah Klien dapat Mengendalikan Mual dan Muntah, dengan kriteria hasil: (1) Klien melaporkan mual dan muntah berkurang, (2) Klien mampu mengidentifikasi faktor pencetus mual dan muntah, (3) Klien mampu melakukan tindakan mandiri untuk mencegah atau mengurangi mual dan muntah.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi yang dapat diberikan antara lain: (1) Manajemen Mual dan Muntah, untuk membantu klien mengatasi mual dan muntah, (2) Manajemen Nyeri, untuk membantu mengurangi rasa sakit di perut, (3) Peningkatan Nutrisi, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi klien.
Dengan pendekatan SDKI, SLKI, dan SIKI, diharapkan perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terstandar untuk mengatasi kondisi mual, muntah, dan nyeri perut yang dialami klien. -
Article No. 1661 | 09 Oct 2024
Klinis : terakhir kencing jam 7 pagi tadi, sampai sekarang belum ada kencing
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Berkemih (Urinary Retention)
Penjelasan Singkat:
Berdasarkan kondisi yang dijelaskan, dimana pasien terakhir kencing pada pukul 7 pagi dan sampai saat ini belum bisa berkemih, maka dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami Gangguan Berkemih atau Urinary Retention.
Urinary Retention adalah ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih secara lengkap, sehingga urin tetap tertahan dalam kandung kemih. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti obstruksi mekanis, gangguan saraf, atau masalah pada otot-otot kandung kemih.
Berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang dikeluarkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), berikut adalah penjelasan singkat terkait kondisi tersebut:
SDKI: Gangguan Berkemih
Definisi: Ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih secara lengkap.
Penyebab: Obstruksi mekanis, gangguan saraf, atau masalah pada otot-otot kandung kemih.
SLKI: Pengeluaran Urin Adekuat
Luaran yang diharapkan: Pasien dapat mengeluarkan urin dengan lancar dan lengkap.
SIKI: Manajemen Gangguan Berkemih
Intervensi: Identifikasi penyebab, pantau intake dan output cairan, fasilitasi berkemih, lakukan perawatan kandung kemih, dan berikan edukasi terkait manajemen gangguan berkemih.
Dengan memahami diagnosa keperawatan, luaran, dan intervensi yang sesuai, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan efektif untuk mengatasi masalah gangguan berkemih yang dialami oleh pasien. -
Article No. 1662 | 09 Oct 2024
Klinis : Klien mengatakan “Ulun muntah dan baherakan sejak subuh tadi, badan terasa lemas banar dan parut terasa sakit melilit”
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang diterbitkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi klien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Mual (SDKI)
Definisi: Sensasi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh rangsangan pada pusat muntah di otak.
2. Diare (SDKI)
Definisi: Pengeluaran feses yang lebih sering dari normal dengan konsistensi cair.
3. Nyeri akut (SDKI)
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Mual teratasi: Klien tidak lagi mengalami rasa mual.
2. Diare teratasi: Klien tidak lagi mengalami diare.
3. Nyeri akut teratasi: Klien tidak lagi mengalami nyeri.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen mual (SIKI)
Definisi: Tindakan membantu klien mengatasi sensasi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh rangsangan pada pusat muntah di otak.
2. Manajemen diare (SIKI)
Definisi: Tindakan membantu klien mengatasi pengeluaran feses yang lebih sering dari normal dengan konsistensi cair.
3. Manajemen nyeri akut (SIKI)
Definisi: Tindakan membantu klien mengatasi pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.
Dalam konteks klien yang Anda deskripsikan, perawat akan melakukan intervensi keperawatan yang sesuai dengan diagnosa keperawatan yang telah ditetapkan, seperti memberikan edukasi tentang manajemen mual, diare, dan nyeri, serta memantau tanda-tanda vital dan memberikan pengobatan yang tepat sesuai dengan indikasi klinis. Tujuan akhirnya adalah agar klien dapat memulihkan kondisi kesehatannya secara optimal. -
Article No. 1663 | 09 Oct 2024
Klinis : Klien mengatakan “Ulun muntah dan baherakan sejak subuh tadi, badan terasa lemas banar dan parut terasa sakit melilit”
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan keluhan yang dideskripsikan, yaitu "Ulun muntah dan baherakan sejak subuh tadi, badan terasa lemas banar dan parut terasa sakit melilit", maka:
1. Kode ICD-10:
- Kode: R11.2
- Deskripsi: Mual dan muntah, tidak lain
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: Tidak ada kode ICD-9-CM yang sesuai, karena tidak disebutkan adanya tindakan medis yang dilakukan.
Penjelasan:
Kode ICD-10 R11.2 "Mual dan muntah, tidak lain" menggambarkan kondisi klien yang mengalami mual dan muntah sejak pagi hari, tanpa adanya penyebab spesifik yang teridentifikasi. Keluhan lemas dan nyeri perut yang dirasakan juga dapat menjadi gejala tambahan dari kondisi tersebut.
Pada kasus ini, tidak disebutkan adanya tindakan medis yang dilakukan, sehingga tidak ada kode ICD-9-CM Procedure yang dapat diidentifikasi. Penanganan yang mungkin diberikan adalah pemberian terapi simptomatik, seperti antiemetik (obat anti-mual) dan analgesik (obat penghilang nyeri), serta pemberian cairan dan elektrolit untuk mencegah dehidrasi. -
Article No. 1664 | 09 Oct 2024
Klinis : Klien mengatakan “Ulun muntah dan baherakan sejak subuh tadi, badan terasa lemas banar dan parut terasa sakit melilit”
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat standar SDKI-SLKI-SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi klien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
Mual (SDKI)
Definisi: Sensasi tidak nyaman di bagian belakang tenggorokan atau lambung yang dapat mengarah pada keinginan untuk muntah.
Diare (SDKI)
Definisi: Pengeluaran feses yang encer atau cair secara abnormal dan lebih sering dari biasanya.
Nyeri Akut (SDKI)
Definisi: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah-istilah kerusakan tersebut, dengan onset tiba-tiba atau lambat dan intensitas ringan hingga berat, berlangsung kurang dari 3 bulan.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
SDKI adalah standar diagnosis keperawatan yang ditetapkan oleh PPNI. Standar ini memberikan kerangka acuan dalam menentukan diagnosis keperawatan yang tepat berdasarkan pengkajian klinis.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
SLKI adalah standar luaran keperawatan yang ditetapkan oleh PPNI. Standar ini memberikan kerangka acuan dalam menentukan luaran/hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan yang diberikan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
SIKI adalah standar intervensi keperawatan yang ditetapkan oleh PPNI. Standar ini memberikan kerangka acuan dalam menentukan intervensi keperawatan yang tepat untuk mencapai luaran/hasil yang diharapkan.
Dengan memperhatikan keluhan klien, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Mual, Diare, dan Nyeri Akut. Perawat akan menggunakan kerangka SDKI, SLKI, dan SIKI untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkualitas. -
Article No. 1665 | 09 Oct 2024
Klinis : 2.Istri pasien mengatakan “Suami saya ini muntah 4 kali dan mencret 7 kali”
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda paparkan. Sebagai seorang perawat profesional, saya akan menjawab dengan nada akademis dan peran sebagai pakar.
Diagnosa Keperawatan:
1. Diare (Diarrhea)
Definisi: Buang air besar dengan frekuensi yang lebih sering dari normal, dengan konsistensi yang lebih encer dari biasanya.
SDKI (Standar Diagnostik Keperawatan Indonesia):
- Karakteristik Utama: Frekuensi buang air besar > 3 kali per hari dengan konsistensi cair.
- Faktor Berhubungan: Infeksi saluran cerna, intoleransi makanan, kecemasan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang Diharapkan: Frekuensi buang air besar kembali normal, konsistensi feses kembali normal, tidak terjadi dehidrasi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi Keperawatan: Monitor tanda-tanda vital, pantau intake dan output cairan, berikan cairan dan elektrolit sesuai kebutuhan, ajarkan pasien dan keluarga tentang manajemen diare.
2. Mual dan Muntah (Nausea and Vomiting)
Definisi: Sensasi tidak nyaman di perut yang diikuti dengan dorongan untuk muntah, serta pengeluaran isi perut melalui mulut.
SDKI:
- Karakteristik Utama: Pasien mengeluhkan rasa mual dan muntah.
- Faktor Berhubungan: Infeksi saluran cerna, obat-obatan, stres emosional.
SLKI:
- Luaran yang Diharapkan: Frekuensi mual dan muntah menurun, tidak terjadi dehidrasi, tidak terjadi komplikasi.
SIKI:
- Intervensi Keperawatan: Monitor tanda-tanda vital, berikan antiemetik sesuai instruksi dokter, atur posisi pasien, berikan diet yang mudah dicerna, berikan dukungan emosional.
Berdasarkan informasi yang diberikan oleh istri pasien, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Diare dan Mual-Muntah. Perawatan yang diberikan akan berfokus pada manajemen gejala, pencegahan komplikasi, dan edukasi kepada pasien serta keluarga. -
Article No. 1666 | 09 Oct 2024
Klinis : KASUS Seorang wanita 30 tahun, masuk rumah sakit pukul 10.00 dengan keluhan utama mencret dan muntah. Klien mengatakan “Ulun muntah dan baherakan sejak subuh tadi, badan terasa lemas banar dan parut terasa sakit melilit”. Istri pasien mengatakan “Suami saya ini muntah 4 kali dan mencret 7 kali”. Ners mengkaji; pasien tampak lemah dan kesakitan sambil memegang perutnya, extremitas teraba dingin, turgor kulit jelek, kelompak mata tampak cekung, mukosa bibir kering, badan teraba panas. TTV : Tekanan Darah.100/70 mmHg, Frekuensi Nadi. 110 x/menit, teratur, teraba lemah pada nadi radialis, Suhu 385C, Frekuensi pernapasan 22 x/menit, regular. Istri klien mengatakan “terakhir kencing jam 7 pagi tadi, sampai sekarang belum ada kencing”
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan kasus yang diberikan, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Dehidrasi Berhubungan dengan Diare dan Muntah
2. Nyeri Akut Berhubungan dengan Gastroenteritis
3. Intoleransi Aktivitas Berhubungan dengan Kelemahan Fisik
Penjelasan Singkat:
1. Risiko Dehidrasi Berhubungan dengan Diare dan Muntah
- SDKI: Risiko Dehidrasi
- SLKI: Hidrasi Adekuat
- SIKI: Manajemen Cairan
Pasien mengalami diare dan muntah yang dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit secara signifikan. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi, yang dapat ditandai dengan tanda-tanda seperti turgor kulit jelek, mukosa kering, dan ekstremitas dingin.
2. Nyeri Akut Berhubungan dengan Gastroenteritis
- SDKI: Nyeri Akut
- SLKI: Kontrol Nyeri
- SIKI: Manajemen Nyeri
Pasien mengalami keluhan nyeri pada perut yang diakibatkan oleh gastroenteritis. Nyeri yang dirasakan dapat menjadi pengalaman subjektif yang mengganggu aktivitas dan kenyamanan pasien.
3. Intoleransi Aktivitas Berhubungan dengan Kelemahan Fisik
- SDKI: Intoleransi Aktivitas
- SLKI: Toleransi Aktivitas
- SIKI: Peningkatan Toleransi Aktivitas
Pasien mengalami kelemahan fisik yang ditandai dengan tampak lemah dan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dapat menyebabkan intoleransi aktivitas, sehingga membutuhkan intervensi untuk meningkatkan toleransi aktivitas.
Standar SDKI, SLKI, dan SIKI yang dikeluarkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) merupakan acuan bagi perawat dalam melakukan pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien. -
Article No. 1667 | 09 Oct 2024
Klinis : 2.Istri pasien mengatakan “Suami saya ini muntah 4 kali dan mencret 7 kali”
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Diare akut
Penjelasan:
Berdasarkan informasi yang diberikan, pasien mengalami gejala muntah sebanyak 4 kali dan mencret sebanyak 7 kali. Ini menunjukkan adanya gangguan pada sistem pencernaan, yang dapat diklasifikasikan sebagai diare akut.
Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI):
Diare akut didefinisikan sebagai pembuangan feses cair atau lembek dengan frekuensi lebih dari 3 kali per hari, yang berlangsung kurang dari 14 hari.
Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI):
Luaran yang diharapkan dari penanganan diare akut antara lain:
1. Stabilitas cairan dan elektrolit terpelihara
2. Peningkatan pengetahuan tentang diare
3. Pemulihan pola eliminasi usus
Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk menangani diare akut meliputi:
1. Manajemen diare
2. Edukasi tentang diare
3. Terapi cairan dan elektrolit
4. Pemantauan tanda vital dan intake-output
Sebagai perawat, saya akan segera melakukan pengkajian lebih lanjut, memberikan tindakan keperawatan yang sesuai, serta melakukan edukasi kepada pasien dan keluarga terkait penanggulangan diare akut.