Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 1879 | 10 Oct 2024
Klinis : Hipertermi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan Standar Diagnostik Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi hipertermia.
Diagnosa Keperawatan:
Hipertermia
Penjelasan Singkat:
SDKI:
Hipertermia didefinisikan sebagai peningkatan suhu tubuh di atas batas normal, yang disebabkan oleh gangguan mekanisme pengaturan suhu tubuh. Tanda dan gejala yang mungkin muncul adalah peningkatan suhu tubuh, kulit merah, wajah kemerahan, sakit kepala, dan lain-lain.
SLKI:
Luaran yang diharapkan dari penanganan hipertermia adalah pasien dapat mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal, menunjukkan tanda-tanda vital yang stabil, dan bebas dari komplikasi.
SIKI:
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertermia meliputi memantau suhu tubuh, mengatur lingkungan yang sejuk, memberikan cairan intravena, memberikan obat penurun demam, dan melakukan tindakan pendinginan seperti kompres hangat.
Sebagai perawat profesional, saya akan melakukan assessment komprehensif, merumuskan diagnosa keperawatan, menetapkan luaran yang diharapkan, dan melaksanakan intervensi keperawatan yang sesuai dengan standar praktik keperawatan di Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk memulihkan kondisi pasien dan mencegah komplikasi yang mungkin timbul. -
Article No. 1880 | 10 Oct 2024
Klinis : pasien perempuan datang ke rs untuk melakukan kemoterapi yang ke 5 post op ca ovarium, pasien mengeluh mual saat mencium bau sayuran pada makanan di rs, saat bab terasa pedas di anus dengan diagnosa medis anemia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Mual (NANDA-I: Nausea)
- Definisi: Ketidaknyamanan dan perasaan ingin muntah.
- Penyebab: Efek samping dari kemoterapi, anemia, dan rangsangan olfaktori (bau sayuran).
2. Diare (NANDA-I: Diarrhea)
- Definisi: Eliminasi feses yang tidak terkontrol dan konsistensi yang lebih encer dari normal.
- Penyebab: Efek samping dari kemoterapi dan anemia.
Penjelasan Singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Mual: Penurunan toleransi terhadap makanan atau minuman, perasaan ingin muntah, atau muntah yang disertai dengan perasaan tidak nyaman.
- Diare: Perubahan frekuensi, konsistensi, dan/atau volume eliminasi feses yang lebih cair dari normal.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Mual: Pasien dapat mengenali dan mengatasi mual, serta mencapai kenyamanan.
- Diare: Pasien dapat mengenali dan mengatasi diare, serta mencapai pola eliminasi yang sesuai.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen mual: Intervensi untuk mengurangi atau mencegah mual, seperti pengaturan diet, pemberian obat antiemetik, dan terapi non-farmakologis.
- Manajemen diare: Intervensi untuk mengendalikan dan mencegah diare, seperti pengaturan diet, pemberian obat antidiare, dan perawatan kulit perianal.
Dalam kondisi ini, perawat perlu melakukan pengkajian komprehensif, memberikan intervensi keperawatan yang sesuai, serta melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk mencapai hasil yang optimal bagi pasien. -
Article No. 1881 | 10 Oct 2024
Klinis : pasien perempuan datang ke rs untuk melakukan kemoterapi yang ke 5 post op ca ovarium, pasien mengeluh mual saat mencium bau sayuran pada makanan di rs, saat bab terasa pedas di anus dengan diagnosa medis anemia
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: 1. Kode ICD-10:
- Kode: C56.9
- Deskripsi: Neoplasma ganas ovarium, tidak dispesifikasi
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 99.25
- Deskripsi: Kemoterapi untuk neoplasma ganas
Penjelasan:
Pasien perempuan datang ke rumah sakit untuk melakukan kemoterapi yang ke-5 setelah menjalani operasi karena kanker ovarium (C56.9). Pasien mengeluh mengalami mual saat mencium bau sayuran pada makanan di rumah sakit, yang mungkin terkait dengan efek samping pengobatan kemoterapi (99.25). Selain itu, pasien juga mengeluhkan rasa pedas saat buang air besar, yang dapat mengarah pada diagnosis anemia.
Perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengkonfirmasi diagnosis anemia dan mengidentifikasi penyebabnya, serta mengevaluasi efek samping kemoterapi yang dialami oleh pasien. Penatalaksanaan yang tepat akan sangat penting untuk memastikan keberhasilan pengobatan kanker ovarium dan mengelola gejala yang dialami oleh pasien. -
Article No. 1882 | 10 Oct 2024
Klinis : Pada tanggal 7 Oktober 2024 seorang pasien bernama Tn. A usia 55 tahun datang ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri dan dirawat di Ruang Dahlia dengan keluhan sesak napas yang dirasakan selama 4 hari. Ia juga mengeluhkan batuk berdahak kuning kehijauan sejak 6 hari lalu, serta demam tinggi pada sore hingga malam hari dan nyeri dada saat batuk. Tn. A merasa lemas, kehilangan nafsu makan, dan mengalami penurunan berat badan dalam seminggu terakhir. Sebelum datang ke rumah sakit, ia telah mencoba obat batuk dan penurun demam, tetapi keluhan tidak membaik. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan: Nadi :100x per menit; Suhu : 38,5°C; Respirasi : 28x per menit; Tekanan darah : 130/85 mmHg, terdapat suara ronkhi, pasien juga terlihat menggunakan alat bantu pernafasan, kulit pasien terasa hangat, membrane mukosa pucat dan terdapat stomatitis. Setelah pemeriksaan, pasien mendapatkan terapi oksigen, antibiotik, dan obat antipiretik. Ia dianjurkan untuk istirahat total dan meningkatkan asupan cairan. Riwayat kesehatan Tn. A menunjukkan bahwa ia seorang perokok tanpa riwayat penyakit kronis. Ayahnya memiliki riwayat penyakit paru-paru, sementara ibunya hipertensi.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baiklah, berdasarkan informasi yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan, penjelasan singkat terkait SDKI-SLKI-SIKI, serta standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi pasien Tn. A:
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas berhubungan dengan peningkatan produksi sekret dan inflamasi sesuai dengan data: sesak napas, batuk berdahak, dan suara ronkhi.
2. Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi sesuai dengan data: demam tinggi pada sore hingga malam hari.
3. Penurunan Berat Badan berhubungan dengan anoreksia dan peningkatan metabolisme sesuai dengan data: penurunan berat badan dalam seminggu terakhir dan kehilangan nafsu makan.
Penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Merupakan standar diagnosis keperawatan yang disusun oleh PPNI dan digunakan sebagai acuan dalam menegakkan diagnosis keperawatan pasien.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Merupakan standar luaran atau hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan yang diberikan kepada pasien.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Merupakan standar intervensi keperawatan yang disusun oleh PPNI dan digunakan sebagai acuan dalam memberikan tindakan keperawatan yang sesuai dengan diagnosis keperawatan pasien.
Standar PPNI:
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) adalah organisasi profesi perawat di Indonesia yang memiliki peran dalam menetapkan standar praktik keperawatan, termasuk dalam penyusunan SDKI, SLKI, dan SIKI. Standar ini digunakan sebagai acuan bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas dan sesuai dengan kode etik profesi keperawatan. -
Article No. 1883 | 10 Oct 2024
Klinis : Benjolan di payudara kanan rencana operasi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Risiko Ketidakefektifan Pemeriksaan Kesehatan
Penjelasan:
Berdasarkan kondisi yang diberikan, pasien memiliki benjolan di payudara kanan dan rencana untuk menjalani operasi. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah "Risiko Ketidakefektifan Pemeriksaan Kesehatan".
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Risiko Ketidakefektifan Pemeriksaan Kesehatan didefinisikan sebagai "Rentan mengalami ketidakmampuan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang efektif".
Karakteristik Definisi:
- Adanya benjolan di payudara kanan
- Rencana operasi
- Perilaku mencari perawatan kesehatan
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Pengetahuan tentang pemeriksaan kesehatan
2. Partisipasi dalam pemeriksaan kesehatan
3. Kepuasan terhadap pemeriksaan kesehatan
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Risiko
2. Pendidikan Kesehatan
3. Dukungan Emosional
Tujuan keperawatan adalah meningkatkan pengetahuan pasien tentang pemeriksaan kesehatan, mendorong partisipasi aktif pasien dalam pemeriksaan kesehatan, dan mencapai kepuasan pasien terhadap pemeriksaan kesehatan yang dilakukan. -
Article No. 1884 | 10 Oct 2024
Klinis : Memenuhi kebutuhan oksigenisasi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat dari SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) untuk kondisi "Memenuhi kebutuhan oksigenisasi".
Diagnosa Keperawatan:
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Penjelasan singkat:
- SDKI: Kondisi di mana individu mengalami hambatan dalam masuknya udara ke dalam dan keluar dari paru-paru, yang dapat disebabkan oleh obstruksi, spasme, atau kelemahan otot-otot pernapasan.
- SLKI: Individu dapat mempertahankan pola napas yang efektif, dapat mengeluarkan sekret dengan efektif, dan mempertahankan saturasi oksigen dalam batas normal.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi pengaturan posisi, fisioterapi dada, suction, pemberian oksigen, dan edukasi kepada pasien dan keluarga.
Tone: Akademis
Persona: Pakar, Perawat
Saya harap penjelasan ini dapat membantu Anda memahami diagnosa keperawatan dan standar keperawatan terkait "Memenuhi kebutuhan oksigenisasi". Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya. -
Article No. 1885 | 10 Oct 2024
Klinis : Pasien mengatakan demam sudah 3 hari ( hipertermi)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda berikan, yaitu pasien mengeluhkan demam selama 3 hari (hipertermi), berikut adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
Hipertermia
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Hipertermia didefinisikan sebagai peningkatan suhu tubuh di atas kisaran normal, biasanya diakibatkan oleh respon peningkatan produksi panas atau penurunan kehilangan panas.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari penanganan hipertermia antara lain: Suhu tubuh dalam batas normal, Tidak ada tanda-tanda infeksi, Tidak ada tanda-tanda dehidrasi, dan Pasien/keluarga memahami manajemen hipertermia.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan untuk mengatasi hipertermia meliputi: Pemantauan tanda-tanda vital, Manajemen pemberian cairan, Pemberian obat antipiretik, Terapi rendam air hangat, dan Edukasi pada pasien/keluarga terkait manajemen hipertermia.
Dengan tone akademis, persona pakar, dan nurse, Anda dapat menjelaskan diagnosa keperawatan dan standar PPNI tersebut secara terperinci dan komprehensif kepada pasien atau keluarga pasien. -
Article No. 1886 | 10 Oct 2024
Klinis : Tn. M (41 tahun) Alamat di Perumahan Gulacir, diagnosis Stroke non hemoragik dan sedang dirawat di rumah sakit sejak 26-09-2024 jam 06.55 WIB. Perawat AL melakukan pengkajian pada 27-09-2024 jam 14.00 WIB. Saat dikaji GCS: 15, Kesadaran Compos Mentis, TD 169/95 mmHg, Nadi 90 x/menit, RR 20 x/menit, Suhu 36,40C, SPO2 = 99%. Keluarga pasien mengatakan pasien mengeluh lemah tangan dan kaki dibagian sebelah kanan dan mulut miring atau pelo. Pasien datang dengan keluhan lemah anggota gerak dibagian sebelah kanan yaitu tangan dan kakinya, keluhan dirasakan 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Keluarga mengatakan bahwa pasien mengeluh lemah tangan dan kaki sebelah kanan jika ingin bergerak, Pasien mengatakan bahwa anggota gerak sebelah kanan lemah seperti tidak terasa apa apa, keluarga mengatakan bahwa lemahnya Gerakan tangan juga menjalar ke kaki sebelah kanan, Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien mengeluh lemah anggota gerak sebelah kanan secara tiba-tiba. Keluarga pasien juga mengatakan satu bulan sebelum masuk RS pasien mengeluh sakit dibagian tenggorokan dan akhirnya sulit berbicara selama 1 bulan. pasien juga mengatakan punya Riwayat darah tinggi dan kolesterol dan rutin satu minggu sekali kontrol ke klinik terdekat. Keluarga pasien mengatakan tidak tahu tentang Riwayat Kesehatan keluarga karena orangtua pasien sudah meninggal sejak pasien masih kecil, namun kakak perempuan pasien mengatakan beliau mempunyai Riwayat darah tinggi. Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien pernah menjalani kontrol darah kolesterol dan darah tinggi setiap seminggu sekali. Untuk jenis obat yang dikonsumsinya keluarga pasien mengatakan tidak membawanya kerumah sakit. Pasien mengatakan sedih dengan adanya penyakit ini, sehingga pasien tidak bisa lagi bekerja dan melakukan aktivitas seperti biasa. Apalagi dengan adanya berobat dan kontrol setiap minggu, pasien sedih dengan keadaannya. Namun pasien menerima keadaan yang seperti ini karena beliau tau ia sedang di uji. Keluarga pasien mengatakan tidak ada aktivitas rutin yang dilakukan di rumah sakit, karena terganggu oleh kelemahan gerak dibagian tubuh sebelah kanan, jadi hanya tertidur di kasur saja. keluarga pasien mengatakan jika ingin ke kamar mandi hanya bisa menggerakan satu bagian kaki saja dan berjalan pelan. Keluarga pasien juga mengatakan, bahwa dengan pasien menderita penyakit stroke ini keluarga jadi lebih peduli dan saling membantu dalam proses pengobatan dan mendukung pasien untuk segera sembuh. Bukan hanya keluarga, tetangga dan rekan kerjapun sering mendoakan pasien agar pasien segera pulang dan bisa beraktivitas seperti biasa. Pasien juha terlihat kesulitan untuk melakukan ibadahnya, dan mungkin hanya bisa melakukan ibadah dengan duduk saja atau dengan posisi berbaring ditempat tidur
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi Tn. M (41 tahun) dengan diagnosa Stroke non hemoragik:
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Mobilitas Fisik berhubungan dengan kelemahan anggota gerak sebelah kanan.
2. Perubahan Proses Berpikir berhubungan dengan dampak Stroke non hemoragik.
3. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas berhubungan dengan penurunan kontrol neuromuskular.
4. Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif berhubungan dengan Stroke non hemoragik.
5. Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan.
Penjelasan Singkat SDKI - SLKI - SIKI:
1. Gangguan Mobilitas Fisik:
- SDKI: Keterbatasan dalam pergerakan yang disengaja dan terkontrol dari bagian tubuh.
- SLKI: Intervensi untuk mempertahankan dan memperbaiki mobilitas fisik.
- SIKI: Tindakan keperawatan untuk mengatasi keterbatasan pergerakan fisik.
2. Perubahan Proses Berpikir:
- SDKI: Perubahan dalam proses mental yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan, mengambil keputusan, dan memecahkan masalah.
- SLKI: Intervensi untuk membantu individu dalam mempertahankan dan meningkatkan proses berpikir.
- SIKI: Tindakan keperawatan untuk mengatasi perubahan proses berpikir.
3. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas:
- SDKI: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang bersih.
- SLKI: Intervensi untuk mempertahankan dan memperbaiki bersihan jalan napas.
- SIKI: Tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah bersihan jalan napas.
4. Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif:
- SDKI: Berisiko mengalami penurunan aliran darah ke otak yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan serebral.
- SLKI: Intervensi untuk mempertahankan dan meningkatkan perfusi serebral.
- SIKI: Tindakan keperawatan untuk mencegah dan mengatasi masalah perfusi serebral.
5. Kecemasan:
- SDKI: Respon emosional dan fisik terhadap persepsi ancaman yang diyakini atau dinilai dapat membahayakan.
- SLKI: Intervensi untuk membantu individu mengatasi kecemasan.
- SIKI: Tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah kecemasan.
Dalam menggunakan SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memilih diagnosis yang sesuai dengan kondisi pasien, merencanakan intervensi yang tepat, dan melaksanakan tindakan keperawatan yang efektif untuk membantu memulihkan kondisi Tn. M. -
Article No. 1887 | 10 Oct 2024
Klinis : Demam 5 hari, mual, muntah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda sampaikan, yaitu demam 5 hari, mual, dan muntah, maka diajukan diagnosis keperawatan mengacu pada Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) sebagai berikut:
1. Hipertermia
Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas normal.
Faktor yang berhubungan: Proses infeksi.
Gejala dan tanda mayor: Suhu tubuh di atas 38°C.
2. Mual
Definisi: Sensasi tidak nyaman yang mendorong keinginan untuk muntah.
Faktor yang berhubungan: Proses infeksi.
Gejala dan tanda mayor: Rasa ingin muntah.
3. Risiko Perubahan Volume Cairan
Definisi: Berisiko mengalami peningkatan atau penurunan volume cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular yang dapat membahayakan kesehatan.
Faktor risiko: Muntah.
Selanjutnya, untuk rencana asuhan keperawatan, dapat mengacu pada Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) sebagai berikut:
1. Hipertermia:
- Pemantauan tanda-tanda vital
- Pemberian kompres hangat
- Hidrasi yang adekuat
2. Mual:
- Pengkajian faktor penyebab mual
- Pemberian antiemetik
- Pengaturan pola makan
3. Risiko Perubahan Volume Cairan:
- Pemantauan intake dan output
- Pemberian cairan intravena
- Edukasi mengenai tanda-tanda dehidrasi
Diharapkan diagnosa dan rencana asuhan keperawatan tersebut dapat membantu Anda dalam memberikan perawatan yang komprehensif dan sesuai dengan standar praktik keperawatan di Indonesia. -
Article No. 1745 | 10 Oct 2024
Klinis : Gangguan integritas kulit di tandai dgn
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan nada akademis dan persona seorang pakar perawat, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat dari standar SDKI - SLKI - SIKI yang dikeluarkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi gangguan integritas kulit:
Diagnosa Keperawatan:
Risiko Kerusakan Integritas Kulit
Penjelasan:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Risiko Kerusakan Integritas Kulit didefinisikan sebagai keadaan rentan mengalami perubahan struktur dan fungsi kulit yang normal. Faktor risiko dapat berupa imobilitas, gangguan aliran darah, gangguan sensasi, malnutrisi, dan kelembaban.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari penanganan risiko kerusakan integritas kulit adalah integritas kulit terjaga, tidak ada luka, tidak ada iritasi, dan tidak ada perubahan warna kulit.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain:
a. Perawatan kulit: menjaga kebersihan dan kelembaban kulit.
b. Manajemen tekanan: menggunakan alat bantu untuk mengurangi tekanan pada kulit.
c. Peningkatan perfusi jaringan: mempertahankan sirkulasi darah yang adekuat.
d. Manajemen nutrisi: memastikan asupan nutrisi yang cukup.
e. Edukasi kesehatan: memberikan informasi tentang pencegahan dan perawatan luka.
Dengan penerapan standar SDKI, SLKI, dan SIKI yang komprehensif, diharapkan dapat mencegah dan mengatasi risiko kerusakan integritas kulit secara efektif.