Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23354 | 20 Dec 2025
Klinis : pasien bayi dengan ikterik neonatus dalam terapi fototerapi dan diselingi pemberian ASI, hal ini bisa menyebabkan ekskresi urine dan feses meningkat, maka dx kep risiko gangguan integrtas kulit dengan luaran integritas kulit, hanya intervensi yang cocok apa dengan tindakan yang aku telah lakukan adalah mengganti popok dan membersihkan area genitalia bayi dari urine dan feses
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Integritas Kulit
Kode SDKI: D.0011
Deskripsi Singkat: Risiko kerusakan pada epidermis dan/atau dermis.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Integritas Kulit. Luaran ini menggambarkan kondisi kulit yang utuh dan sehat. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup kulit yang bersih, kering, utuh, dengan turgor elastis, tidak ada kemerahan (eritema), lecet, luka, atau tanda-tanda kerusakan lainnya. Warna kulit seragam sesuai dengan ras dan genetik individu, serta suhu kulit hangat. Luaran ini sangat krusial pada pasien neonatus, terutama yang menjalani fototerapi dan memiliki peningkatan ekskresi, karena kulit bayi baru lahir sangat tipis, sensitif, dan rentan terhadap iritasi serta kehilangan panas. Pemantauan terhadap integritas kulit menjadi indikator utama keberhasilan pencegahan komplikasi seperti ruam popok dan maserasi.
Kode SIKI: I.09106
Deskripsi : Perawatan Inkontinensia. Intervensi ini secara khusus dirancang untuk mencegah atau menangani komplikasi kulit akibat paparan urine dan feses, yang sangat relevan dengan kondisi bayi ikterik yang menjalani fototerapi dengan peningkatan ekskresi. Tindakan inti dari intervensi ini mencakup penggantian popok yang sering dan tepat waktu, serta pembersihan area genitalia dan perianal secara menyeluruh namun lembut. Penjelasan mendalam tentang intervensi ini adalah sebagai berikut: Tujuan utama adalah mempertahankan keutuhan kulit dengan meminimalkan waktu kontak antara kulit dengan zat iritan (urin dan feses). Urin yang mengandung urea dapat dipecah oleh bakteri menjadi amonia yang bersifat iritatif dan meningkatkan pH kulit, sementara enzim proteolitik dan lipolitik dalam feses dapat langsung merusak lapisan kulit. Kombinasi kelembaban, peningkatan pH, dan gesekan dari popok menciptakan lingkungan ideal untuk terjadinya ruam popok (diaper dermatitis) dan maserasi. Intervensi yang Anda lakukan, yaitu mengganti popok dan membersihkan area genitalia, adalah tindakan definitif dan esensial dari intervensi I.09106. Prosedurnya harus dilakukan dengan teknik yang tepat: membersihkan menggunakan air hangat dan kapas lembut atau waslap, dengan gerakan dari depan ke belakang (terutama pada bayi perempuan) untuk mencegah kontaminasi fecal ke area urethra. Pengeringan harus dilakukan dengan menepuk-nepuk (bukan menggosok) kulit hingga benar-benar kering sebelum mengaplikasikan barrier cream atau salep pelindung (seperti yang mengandung zinc oxide) untuk membentuk lapisan pelindung. Pemilihan popok yang sangat menyerap dan berukuran pas juga merupakan bagian dari intervensi ini. Pada konteks fototerapi, intervensi ini menjadi lebih sering karena efek diuretik dari terapi cahaya dan peningkatan motilitas usus akibat peningkatan bilirubin yang dikonjugasi yang diekskresikan. Oleh karena itu, perawat harus proaktif dalam memeriksa popok secara berkala, tidak menunggu hingga penuh. Intervensi ini juga mencakup edukasi kepada orang tua tentang teknik perawatan kulit yang benar selama dan setelah fototerapi, serta observasi ketat terhadap tanda-tanda awal kemerahan atau iritasi. Dengan menerapkan I.09106 secara konsisten dan teliti, risiko gangguan integritas kulit (D.0011) dapat diminimalkan, sehingga luaran integritas kulit yang utuh (L.09001) dapat tercapai dan kenyamanan bayi selama terapi dapat terjaga.
-
Article No. 23355 | 20 Dec 2025
Klinis : Mual muntah hebat, mata cekung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Mual Muntah Hebat dengan Tanda Dehidrasi (Mata Cekung)
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Keseimbangan Cairan
Kode SIKI: 2001
Deskripsi : Pemantauan Cairan
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI): Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan (Kode 0006)
Definisi: Kondisi individu yang berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular. Pada kasus pasien dengan mual muntah hebat dan mata cekung, risiko ini telah menjadi masalah aktual. Muntah yang hebat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit (seperti natrium, kalium, klorida) secara signifikan dari saluran cerna. Mata cekung (sunken eyes) merupakan tanda klinis dehidrasi yang jelas, menunjukkan kehilangan cairan interstitial. Oleh karena itu, meskipun kode SDKI 0006 secara harfiah "risiko", dalam konteks ini manifestasi sudah nyata sehingga diagnosa dapat dianggap sebagai "Ketidakseimbangan Volume Cairan: Defisit". Fokus perawat adalah mengidentifikasi penyebab, tingkat keparahan defisit cairan, dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti syok hipovolemik, gangguan elektrolit, atau gagal ginjal akut.
Luaran Keperawatan (SLKI): Keseimbangan Cairan (Kode 1401)
Definisi: Status keseimbangan antara asupan dan haluaran cairan tubuh. Luaran yang diharapkan untuk pasien ini adalah tercapainya keseimbangan cairan yang ditandai dengan tanda-tanda vital dalam rentang normal (nadi dan tekanan darah stabil), turgor kulit membaik, mata tidak cekung lagi, membran mukosa lembab, dan haluaran urine adekuat (>0.5 mL/kgBB/jam). SLKI ini menjadi tujuan dari intervensi keperawatan yang diberikan. Perawat akan memantau parameter-parameter tersebut secara berkala untuk mengevaluasi keberhasilan intervensi dan perkembangan kondisi pasien. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa defisit volume cairan telah teratasi dan homeostasis tubuh kembali pulih.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Pemantauan Cairan (Kode 2001)
Definisi: Pengumpulan dan analisis informasi tentang status cairan tubuh untuk mencegah atau mengelola ketidakseimbangan. Intervensi ini adalah tindakan utama untuk menangani kondisi pasien. Aktivitasnya meliputi: 1) Pengukuran tanda-tanda vital secara ketat (nadi, tekanan darah, pernapasan, suhu) untuk mendeteksi tanda hipovolemia (seperti takikardia, hipotensi). 2) Pemantauan ketat asupan dan haluaran cairan (balance cairan) dengan mencatat semua yang masuk (minum, infus) dan yang keluar (muntah, urine, diarrhoea jika ada). 3) Penilaian tanda-tanda klinis dehidrasi seperti turgor kulit, kelembaban membran mukosa, dan kepadatan mata (mata cekung). 4) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium seperti hematokrit (biasanya meningkat pada dehidrasi), elektrolit (natrium, kalium), ureum, dan kreatinin. 5) Pemberian terapi cairan sesuai instruksi dokter, baik secara oral (jika sudah bisa ditoleransi) maupun intravena, dengan kecepatan yang tepat. 6) Memposisikan pasien dengan nyaman dan aman untuk mencegah cedera selama muntah. 7) Kolaborasi pemberian obat antiemetik untuk mengendalikan mual dan muntah. 8) Edukasi pada pasien/keluarga tentang pentingnya rehidrasi dan tanda-tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai. Pemantauan yang cermat dan terus-menerus sangat penting untuk menilai respons terapi dan mencegah komplikasi.
-
Article No. 23356 | 20 Dec 2025
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, dengan keluhan susah tidur selama 7 hari TTV : 130/80 S : 36,6 N : 90 Spo2 : 99%
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Gangguan dalam durasi dan kualitas tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Perilaku tidur membaik. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: pasien dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat tidur, melaporkan peningkatan kualitas dan kuantitas tidur, menunjukkan perilaku yang mendukung tidur, serta melaporkan perasaan segar dan beristirahat setelah bangun tidur. Pasien diharapkan mencapai pola tidur yang memadai sesuai kebutuhan fisiologis dan psikologisnya, yang ditandai dengan kemampuan untuk tertidur dalam waktu yang wajar, tidur nyenyak tanpa sering terbangun, dan durasi tidur yang cukup untuk memulihkan energi. Pencapaian SLKI ini diukur melalui laporan subjektif pasien, observasi perilaku, dan pemantauan tanda-tanda fisik seperti berkurangnya lingkaran hitam di mata, peningkatan konsentrasi, serta stabilitas tanda-tanda vital yang mendukung proses pemulihan fungsi tubuh.
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : Manajemen Insomnia. Intervensi keperawatan ini meliputi serangkaian tindakan sistematis untuk membantu pasien mencapai tidur yang cukup dan restoratif. Pertama, perawat melakukan pengkajian komprehensif terhadap pola tidur pasien, termasuk kebiasaan sebelum tidur, lingkungan tidur, durasi, latensi (waktu yang dibutuhkan untuk tertidur), frekuensi terbangun, dan persepsi kualitas tidur. Perawat kemudian berkolaborasi dengan pasien untuk mengidentifikasi faktor penyebab, baik internal (seperti stres, ansietas, nyeri) maupun eksternal (kebisingan, cahaya, suhu ruangan). Intervensi utama mencakup edukasi tentang kebersihan tidur, seperti menetapkan jadwal tidur-bangun yang konsisten bahkan di akhir pekan, menciptakan ritual relaksasi sebelum tidur (misalnya membaca, mandi air hangat, teknik pernapasan), mengoptimalkan lingkungan tidur agar gelap, sejuk, dan tenang, serta menghindari konsumsi kafein, nikotin, dan makanan berat mendekati waktu tidur. Perawat juga dapat mengajarkan teknik manajemen stres dan relaksasi progresif. Selain itu, perawat memantau penggunaan obat-obatan yang mungkin mempengaruhi tidur dan berkolaborasi dengan tim medis jika diperlukan terapi farmakologis. Evaluasi keberhasilan intervensi dilakukan secara berkala melalui wawancara dan alat bantu seperti diary tidur. Pendekatan ini bersifat holistik, menekankan pada modifikasi perilaku dan lingkungan sebagai lini pertama penanganan, dengan tujuan membangun kebiasaan tidur yang sehat dan berkelanjutan tanpa ketergantungan pada obat, sehingga pasien dapat mengembalikan siklus sirkadian yang normal dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
-
Article No. 23357 | 20 Dec 2025
Klinis : DS: - Pasien mengatakan lemas dan pusing - Pasien mengatakan bahwa setiap bulan rutin untuk melakukan transfusi darah untuk meningkatkan sel darah merah DO: - Pasien tampak lemas - Pasien tampak pucat - Konjungtiva anemis - Turgor kulit menurun - Akral teraba dingin - TTV: - Pemeriksaan Lab Hb: *8.6 Ht: *25
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 00090
Deskripsi Singkat: Kekurangan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: 0400
Deskripsi : SLKI 0400: Manajemen Energi. Tujuan: Pasien dapat menunjukkan peningkatan toleransi aktivitas. Kriteria hasil: 1) Pasien mengidentifikasi faktor yang menyebabkan intoleransi aktivitas. 2) Pasien memprioritaskan dan merencanakan aktivitas sesuai dengan energi yang tersedia. 3) Pasien memodifikasi aktivitas untuk menghemat energi. 4) Pasien melaporkan peningkatan energi untuk melakukan aktivitas yang diinginkan. 5) Tanda vital dalam rentang yang diharapkan selama dan setelah aktivitas. 6) Tidak terjadi kelelahan yang berlebihan setelah aktivitas. Penjelasan: Diagnosa ini dipilih karena data subjektif (keluhan lemas dan pusing) dan objektif (tampak lemas, pucat, konjungtiva anemis, akral dingin, serta nilai Hb dan Ht yang rendah) secara konsisten mengarah pada ketidakmampuan tubuh memenuhi kebutuhan energi untuk aktivitas akibat defisit transportasi oksigen. Anemia (Hb 8.6 g/dL) menyebabkan suplai oksigen ke jaringan, termasuk otot dan sistem saraf, tidak adekuat, sehingga tubuh merespons dengan gejala lemas, pusing, dan penampakan lemas. Pasien bahkan membutuhkan transfusi darah rutin, menunjukkan bahwa kondisi ini kronis dan berulang. SLKI Manajemen Energi berfokus pada membantu pasien mengoptimalkan energi yang terbatas, mengenali batasan, dan melakukan adaptasi untuk mencegah kelelahan yang lebih parah serta mempertahankan kualitas hidup. Intervensi keperawatan akan diarahkan untuk mencapai kriteria hasil tersebut, seperti mengajarkan teknik penghematan energi, membantu menyusun jadwal aktivitas, dan memantau respons fisiologis terhadap aktivitas.
Kode SIKI: 4200
Deskripsi : SIKI 4200: Manajemen Energi. Tindakan: 1) Kaji faktor penyebab kelelahan (misalnya, kondisi medis seperti anemia). 2) Monitor tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas. 3) Ajarkan teknik penghematan energi (contoh: duduk saat melakukan aktivitas, istirahat teratur, menggabungkan gerakan yang efisien). 4) Bantu pasien mengidentifikasi dan memprioritaskan aktivitas berdasarkan pentingnya dan kesenangan. 5) Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas yang melelahkan. 6) Kolaborasi dengan tim gizi untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat untuk produksi energi. 7) Berikan oksigen tambahan jika diresepkan. 8) Anjurkan aktivitas ringan yang progresif sesuai toleransi. 9) Edukasi pasien dan keluarga tentang tanda-tanda kelelahan yang perlu diwaspadai. 10) Kolaborasi dengan dokter untuk manajemen medis penyebab inti (anemia), termasuk persiapan dan pemantauan transfusi darah. Penjelasan: Tindakan-tindakan dalam SIKI 4200 secara komprehensif menangani akar masalah dan gejala. Pengkajian faktor penyebab memastikan perencanaan yang tepat. Pemantauan tanda vital (seperti peningkatan nadi dan napas yang berlebihan) adalah indikator objektif intoleransi aktivitas. Edukasi teknik penghematan energi adalah inti dari intervensi, memberikan pasien alat untuk mengontrol kehidupannya sehari-hari. Prioritisasi aktivitas membantu pasien fokus pada hal yang esensial. Kolaborasi dengan gizi penting karena nutrisi yang buruk dapat memperburuk anemia dan kelelahan. Kolaborasi dengan dokter untuk tatalaksana anemia (transfusi) adalah tindakan kritis untuk mengatasi penyebab fisiologis secara langsung, sehingga intervensi keperawatan lainnya dapat berjalan optimal. Semua tindakan ini bertujuan meningkatkan kapasitas fungsional pasien dan mencegah komplikasi dari kelelahan ekstrem.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Suhu Tubuh
Kode SDKI: 00008
Deskripsi Singkat: Risiko kegagalan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : SLKI 0801: Pemantauan Suhu Tubuh. Tujuan: Suhu tubuh pasien tetap stabil dalam rentang normal. Kriteria hasil: 1) Suhu tubuh dalam rentang normal (36,5 – 37,5°C). 2) Kulit hangat dan kering. 3) Tidak menggigil atau berkeringat berlebihan. 4) Nadi dan pernapasan dalam rentang normal. Penjelasan: Diagnosa risiko ini ditetapkan berdasarkan temuan objektif "akral teraba dingin". Pada pasien anemia berat, mekanisme kompensasi tubuh menyebabkan vasokonstriksi perifer (penyempitan pembuluh darah di area ekstremitas) untuk mengalirkan darah yang kaya oksigen yang terbatas ke organ-organ vital seperti otak dan jantung. Hal ini mengakibatkan penurunan suhu kulit, terutama di area akral (tangan dan kaki). Kondisi ini menunjukkan bahwa tubuh sedang berusaha keras mempertahankan homeostasis, namun berisiko mengalami ketidakstabilan jika terdapat faktor tambahan seperti lingkungan yang dingin atau infeksi. SLKI Pemantauan Suhu Tubuh bertujuan untuk mendeteksi secara dini setiap perubahan suhu yang mengarah pada hipotermia atau komplikasi lainnya, memastikan bahwa tindakan pencegahan dan intervensi dapat dilakukan tepat waktu untuk mempertahankan kestabilan suhu tubuh pasien.
Kode SIKI: 3920
Deskripsi : SIKI 3920: Pemantauan Suhu Tubuh. Tindakan: 1) Ukur suhu tubuh secara teratur dengan metode dan frekuensi yang sesuai. 2) Catat dan laporkan perubahan suhu tubuh. 3) Monitor warna dan suhu kulit (terutama ekstremitas). 4) Monitor tanda-tanda menggigil atau berkeringat. 5) Lindungi pasien dari paparan suhu dingin (misalnya, selimuti, hindari angin langsung). 6) Berikan penghangatan jika diperlukan (selimut hangat, lingkungan ruang yang nyaman). 7) Anjurkan penggunaan pakaian yang hangat dan menutup. 8) Monitor tanda vital lain (nadi, pernapasan) yang dapat berubah seiring dengan suhu. Penjelasan: Tindakan pemantauan suhu tubuh yang rutin dan akurat sangat penting untuk pasien dengan risiko ini. Pencatatan yang cermat membantu melihat tren. Memonitor warna dan suhu kulit memberikan data tambahan tentang sirkulasi perifer. Tindakan protektif seperti menyelimuti dan menghangatkan lingkungan adalah intervensi independen perawat yang langsung dapat mengurangi risiko hipotermia. Memberikan penghangatan eksternal membantu mengurangi beban kompensasi tubuh. Edukasi pada pasien untuk menggunakan pakaian hangat memberdayakan mereka dalam perawatan mandiri. Semua tindakan ini bersifat preventif dan suportif, ditujukan untuk menjaga kestabilan termoregulasi tubuh pasien yang sudah rentan akibat kondisi anemianya.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 00002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: 0107
Deskripsi : SLKI 0107: Manajemen Nutrisi. Tujuan: Status nutrisi pasien membaik. Kriteria hasil: 1) Pasien menunjukkan peningkatan berat badan yang sesuai. 2) Nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin, hemoglobin) menunjukkan perbaikan. 3) Pasien melaporkan peningkatan nafsu makan. 4) Asupan makanan dan cairan sesuai dengan kebutuhan. 5) Tidak terdapat tanda malnutrisi yang nyata. Penjelasan: Meskipun transfusi darah dapat mengoreksi nilai Hb untuk sementara, penyebab dasar anemia (seperti defisiensi besi kronis, yang seringkali terkait asupan nutrisi) perlu ditangani. Data "turgor kulit menurun" dapat mengindikasikan dehidrasi atau juga malnutrisi kronis yang mempengaruhi integritas jaringan. Anemia itu sendiri dapat menyebabkan anoreksia dan kelelahan, yang selanjutnya mengurangi asupan nutrisi, menciptakan siklus negatif. SLKI Manajemen Nutrisi tidak hanya berfokus pada peningkatan asupan kalori, tetapi juga pada kualitas nutrisi, khususnya zat besi, vitamin B12, dan asam folat yang esensial untuk pembentukan sel darah merah. Pencapaian kriteria hasil seperti peningkatan nilai laboratorium (Hb) dan asupan yang adekuat akan secara langsung mendukung penyembuhan dan mengurangi ketergantungan pada transfusi.
Kode SIKI: 1100
Deskripsi : SIKI 1100: Manajemen Nutrisi. Tindakan: 1) Kaji pola makan, riwayat diet, dan faktor yang mempengaruhi asupan. 2) Timbang berat badan secara teratur. 3) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan nutrisi spesifik. 4) Anjurkan diet tinggi zat besi, protein, dan vitamin C (untuk meningkatkan absorpsi besi). 5) Berikan makanan dalam porsi kecil namun sering. 6) Ciptakan lingkungan makan yang nyaman dan minim gangguan. 7) Berikan suplemen nutrisi atau
Article No. 23358 | 20 Dec 2025
Klinis : Pasien wanita, usia 60 tahun, mengalami nyeri dada yang hebat, menjalar ke lengan kiri, disertai dengan sesak napas, mual, dan keringat dingin. EKG menunjukkan infark miokard akut. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus tipe 2.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Infark Miokard Akut dengan Elevasi Segmen ST (STEMI)
Kode ICD-10: I21.3
Deskripsi Singkat : Kondisi ini merujuk pada infark miokard akut transmural (serangan jantung) yang melibatkan dinding inferior (bawah) jantung, sebagaimana disarankan oleh gejala nyeri dada tipikal yang menjalar ke lengan kiri, disertai gejala otonom seperti sesak napas, mual, dan keringat dingin, serta temuan EKG yang menunjukkan STEMI. Kode I21.3 secara spesifik mengklasifikasikan "Infark miokard akut transmural dinding inferior". Infark miokard terjadi ketika aliran darah ke bagian otot jantung (miokardium) terhambat secara tiba-tiba, biasanya oleh trombus pada arteri koroner yang menyempit akibat aterosklerosis, menyebabkan kematian sel otot jantung. Istilah "transmural" atau "dengan elevasi ST" menunjukkan bahwa kerusakan meluas melalui seluruh ketebalan dinding jantung, yang merupakan keadaan darurat medis yang mengancam jiwa. Riwayat hipertensi dan diabetes melitus tipe 2 pada pasien merupakan faktor risiko kardiovaskular utama yang mempercepat proses aterosklerosis dan meningkatkan kemungkinan kejadian ini. Penatalaksanaan segera bertujuan untuk membuka kembali arteri yang tersumbat (reperfusi) untuk meminimalkan kerusakan otot jantung.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23359 | 20 Dec 2025
Klinis : Sesak berkurang Nyeri dada - TD 111/75 HR 89 N 89 Rr 22 Sat 96 % O2 3 lpm NK UO 1500/24/60 – 1.2 cc/kg/jam BC - -400 cc SDV turun, RBK +/+ 14.12.25 Hb 10 Ht 32 L 20 Tr 255 Na 131 K 4.1 Cl 94 Ca 1.1 GDS 271 Ur 132 Cre 2.23 CKMB 19 GDP 282 HBA1C 6,8 pH 7,47 BE -3 CO2 29 O2 86 HCO3 21 Sat 97 Laktat 1.6 17.12.25 Cre 1,9 Ur 130 TTE 12.25 LVH eksentrik LA LV Dilatasi EF 30% Simps 36% MR moderate ec dilatasi anulus Disfungsi Diastolik gr III Efusi plura bilateral Dx Est 1000 cc Sn est 840 cc USG 17.12.25 Efusi pleura dextra, capsulated type, volume cairan l.k : 998,86 ml . Efusi pleura sinistra, capsulated type, volume cairan l.k : 258,91 ml CCS III riw NSTEMI Des 2025, MR moderate HFrEF 36% Azotemia Cre 2.23 – 1,9 eGFR 38 cc/min Pneumonia komunitas KR III PSI 89 Susp TB relaps dd bekas TB Sepsis Efusi pleura bilateral perburukan DM2 Post pungsi Pleura dx 800 cc serousxantokrome 18.12.25 sesak berkurang (+) setelah dipungsi, batuk jarang Post Mondok TD 105/69 mmhg HR 82x/mnt RR 24x/mnt Sat 98% dengan nrm 10 lpm SDV turun, RBK +/+ Hb 10 Ht 32 L 20 Tr 255 Na 131 K 4.1 Cl 94 Ca 1.1 GDS 271 Ur 132 Cre 2.23 CKMB 19 GDP 282 HBA1C 6,8 GDS 268 mg/dl jam 15:30 GDS 296 TTE 12.25 LVH eksentrik LA LV Dilatasi EF 30% Simps 36% MR moderate ec dilatasi anulus Disfungsi Diastolik gr III Efusi plura bilateral Dx Est 1000 cc Sn est 840 cc Telah dilakukan pemeriksaan USG thorax marker pada penderita dengan klinis efusi pleura bilateral , Hasil : - Supradiafragma dextra : tampak lesi anechoic di cavum pleura dextra, septa (+), ukuran 8,11 cm x 13,74 cm x 17,12 cm, volume : 998,86 ml . - Supradiafrgama sinistra: : tampak lesi anechoic di cavum pleura sinistra, septa (+), ukuran 9,28 cm x 5,52 cm x 9,66 cm, volume : 258,91 ml KESAN : - Efusi pleura dextra, capsulated type, volume cairan l.k : 998,86 ml . - Efusi pleura sinistra, capsulated type, volume cairan l.k : 258,91 ml
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana individu mengalami peningkatan, penurunan, atau tidak stabilnya pertukaran gas antara alveoli dan sistem vaskular paru, yang dapat disebabkan oleh kondisi seperti efusi pleura masif, pneumonia, dan gagal jantung.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pernapasan membaik. Ditandai dengan: 1) Pola pernapasan dalam rentang normal; 2) Bunyi napas bersih; 3) Tidak ada sianosis; 4) Tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan; 5) Saturasi oksigen dalam rentang normal; 6) Analisis gas darah dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.04006
Deskripsi : Mempertahankan jalan napas. Tindakan: 1) Atur posisi untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, semi-Fowler/Fowler); 2) Lakukan fisioterapi dada sesuai indikasi; 3) Ajarkan batuk efektif dan napas dalam; 4) Lakukan penghisapan lendir jalan napas sesuai kebutuhan; 5) Kolaborasi pemberian oksigen sesuai program; 6) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, upaya pernapasan); 7) Monitor bunyi napas; 8) Monitor tanda-tanda hipoksia/sianosis; 9) Monitor hasil analisis gas darah dan saturasi oksigen; 10) Anjurkan tirah baring sesuai toleransi; 11) Lakukan perawatan mulut dan hidung.
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0090
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana volume darah yang dipompa oleh jantung per menit tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, seperti yang terjadi pada pasien dengan gagal jantung (HFrEF EF 30%), azotemia, dan tekanan darah yang cenderung rendah.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Curah jantung membaik. Ditandai dengan: 1) Tekanan darah dalam rentang normal; 2) Denyut nadi dalam rentang normal; 3) Irama jantung regular; 4) Nadi perifer teraba; 5) Pengisian kapiler kurang dari 3 detik; 6) Tidak ada edema; 7) Haluaran urine adekuat (0,5-1,5 cc/kgBB/jam); 8) Status mental baik.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Mempertahankan curah jantung. Tindakan: 1) Monitor tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan) setiap 4 jam atau sesuai kondisi; 2) Monitor irama dan frekuensi jantung; 3) Monitor status hemodinamik (pengisian kapiler, warna kulit, kehangatan ekstremitas, nadi perifer); 4) Monitor keseimbangan cairan (balance cairan, berat badan, edema); 5) Monitor haluaran urine setiap jam; 6) Atur posisi semi-Fowler; 7) Anjurkan tirah baring; 8) Batasi aktivitas; 9) Kolaborasi pemberian terapi obat sesuai program (inotropik, diuretik, vasodilator); 10) Kolaborasi pembatasan cairan dan natrium sesuai program; 11) Berikan dukungan psikologis untuk mengurangi ansietas.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana individu berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstisial, atau intraselular. Pada pasien ini, risiko tinggi karena adanya gagal jantung (yang cenderung menahan cairan), azotemia (gangguan ekskresi), efusi pleura (perpindahan cairan ke rongga pleura), dan status pasca pungsi pleura yang dapat mengubah dinamika cairan.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Keseimbangan cairan membaik. Ditandai dengan: 1) Tanda vital dalam rentang normal; 2) Mukosa bibir lembab; 3) Turgor kulit baik; 4) Tidak ada edema; 5) Balance cairan seimbang; 6) Berat badan stabil; 7) Elektrolit dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.06001
Deskripsi : Mempertahankan keseimbangan cairan. Tindakan: 1) Monitor tanda vital setiap 4 jam atau sesuai kondisi; 2) Monitor tanda dehidrasi/kelebihan cairan (turgor kulit, edema, mukosa); 3) Monitor balance cairan (intake-output) setiap 24 jam; 4) Monitor berat badan harian dengan timbangan dan waktu yang sama; 5) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit, ureum, kreatinin, hematokrit); 6) Kolaborasi pembatasan cairan dan natrium sesuai program; 7) Anjurkan perubahan posisi bertahap; 8) Kolaborasi pemberian diuretik sesuai program; 9) Lakukan perawatan kulit pada area edema.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0012
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana individu mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan, akibat dari kondisi gagal jantung, anemia (Hb 10), dan penyakit sistemik lainnya.
Kode SLKI: L.12001
Deskripsi : Toleransi aktivitas membaik. Ditandai dengan: 1) Mampu melakukan aktivitas sehari-hari; 2) Tanda vital dalam rentang normal saat aktivitas; 3) Tidak mengeluh lelah; 4) Tidak mengalami sesak saat aktivitas.
Kode SIKI: I.12001
Deskripsi : Mempertahankan toleransi aktivitas. Tindakan: 1) Monitor respons terhadap aktivitas (tanda vital, saturasi oksigen, keluhan sesak/lelah); 2) Rencanakan periode istirahat yang cukup; 3) Bantu aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan; 4) Anjurkan aktivitas bertahap; 5) Atur lingkungan untuk memudahkan aktivitas; 6) Ajarkan teknik menghemat energi; 7) Kolaborasi terapi oksigen selama aktivitas jika diperlukan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana individu berisiko meningkat untuk diserang oleh organisme patogen, terkait dengan kondisi pasien yang memiliki pneumonia komunitas, suspensi TB relaps, sepsis, dan prosedur invasif (pungsi pleura).
Kode SLKI: L.28001
Deskripsi : Risiko infeksi berkurang. Ditandai dengan: 1) Tanda vital dalam rentang normal; 2) Tidak ada tanda-tanda infeksi (demam, kemerahan, bengkak, nyeri, pus); 3) Hasil laboratorium dalam rentang normal; 4) Luka bersih, kering, dan tidak kemerahan.
Kode SIKI: I.28001
Deskripsi : Mencegah infeksi. Tindakan: 1) Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan; 2) Gunakan alat pelindung diri sesuai kebutuhan; 3) Lakukan perawatan luka/infusan dengan teknik steril; 4) Monitor tanda-tanda infeksi (suhu, kemerahan, bengkak, nyeri, pus); 5) Monitor hasil laboratorium (leukosit, LED, kultur); 6) Tingkatkan daya tahan tubuh dengan nutrisi adekuat; 7) Anjurkan kebersihan diri; 8) Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai program; 9) Lakukan isolasi jika diperlukan (misal, droplet precaution untuk susp TB).
Article No. 23360 | 20 Dec 2025
Klinis : sesak napas (+) KU lemah, kompos mentis TD 143/100 mmhg HR 114 x/mnt RR 37x/mnt S 36.5 C SpO2 53 RA --> NRM 15 lpm 95% paru: sdv kiri menurun, rh +/+ keluhan - TD 156/120 HR 131 Rr 20 Sat 93% NRM 10 lpm RBK + USG torax - Lesi hiperechoic di cavum pleura dextra , curiga massa cavum pleura , DD: mesothelioma, empyema, exudat, dengan gambaran efusi pleura dextra
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan tubuh serta eliminasi karbon dioksida, yang mengakibatkan hipoksemia dan/atau hiperkapnia.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Pertukaran Gas Membaik. Ditandai dengan: 1) Nilai analisis gas darah arteri dalam rentang normal; 2) Saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang normal; 3) Tidak ada sianosis; 4) Tidak ada dispnea; 5) Tidak ada perubahan status mental; 6) Tidak ada gelisah; 7) Tidak ada kelelahan otot pernapasan.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Manajemen Pertukaran Gas. Tindakan yang dilakukan untuk memfasilitasi dan mempertahankan keseimbangan oksigen dan karbon dioksida, meliputi: 1) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, upaya); 2) Auskultasi suara napas; 3) Monitor tanda-tanda vital; 4) Monitor status oksigenasi (SpO2, analisis gas darah); 5) Monitor status neurologis; 6) Posisikan untuk memaksimalkan pertukaran gas (misalnya, semi-Fowler, Fowler); 7) Berikan terapi oksigen sesuai program; 8) Bantu latihan napas dalam dan batuk efektif; 9) Lakukan fisioterapi dada jika diindikasikan; 10) Kolaborasi pemberian bronkodilator dan obat lain sesuai indikasi; 11) Atur kelembaban udara yang dihirup; 12) Berikan dukungan nutrisi yang adekuat; 13) Ajarkan teknik penghematan energi; 14) Minimalkan konsumsi oksigen (istirahat, manajemen nyeri, mengurangi kecemasan).
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0002
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.08002
Deskripsi : Bersihan Jalan Napas Membaik. Ditandai dengan: 1) Jalan napas paten; 2) Suara napas bersih; 3) Tidak ada suara napas tambahan (ronkhi, wheezing); 4) Mampu mengeluarkan sekresi secara efektif; 5) Frekuensi dan irama pernapasan dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.08002
Deskripsi : Manajemen Bersihan Jalan Napas. Tindakan yang dilakukan untuk meminimalkan atau menghilangkan obstruksi jalan napas, meliputi: 1) Auskultasi suara napas; 2) Monitor pola dan upaya pernapasan; 3) Identifikasi faktor penyebab ketidakefektifan bersihan jalan napas; 4) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif; 5) Lakukan fisioterapi dada (postural drainage, perkusi, vibrasi) jika diindikasikan; 6) Posisikan untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, semi-Fowler); 7) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika diindikasikan; 8) Dorong asupan cairan yang adekuat untuk mengencerkan sekresi; 9) Berikan nebulizer atau terapi inhalasi sesuai program; 10) Kolaborasi pemberian mukolitik, bronkodilator; 11) Ajarkan penggunaan alat bantu batuk jika diperlukan; 12) Monitor karakteristik sputum.
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0012
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana volume darah yang dipompa oleh jantung per menit tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Curah Jantung Meningkat. Ditandai dengan: 1) Tekanan darah dalam rentang normal; 2) Denyut nadi dalam rentang normal; 3) Nadi perifer teraba kuat dan simetris; 4) Pengisian kapiler ≤ 2 detik; 5) Tidak ada edema; 6) Haluaran urine adekuat (≥0,5 mL/kgBB/jam); 7) Status mental baik.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Manajemen Penurunan Curah Jantung. Tindakan yang dilakukan untuk mempertahankan curah jantung yang optimal, meliputi: 1) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan) secara berkala; 2) Monitor status hemodinamik jika tersedia; 3) Auskultasi bunyi jantung; 4) Monitor warna, kehangatan, dan pengisian kapiler kulit; 5) Monitor haluaran urine; 6) Monitor status neurologis; 7) Timbang berat badan setiap hari; 8) Monitor adanya edema; 9) Berikan terapi oksigen sesuai indikasi; 10) Atur keseimbangan cairan (batasi atau berikan sesuai kebutuhan); 11) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi (inotropik, diuretik, vasodilator); 12) Anjurkan tirah baring atau aktivitas terbatas; 13) Bantu aktivitas untuk menghemat energi; 14) Posisikan dengan kepala tempat tidur ditinggikan; 15) Monitor respons terhadap terapi.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Ditandai dengan: 1) Mengungkapkan nyeri berkurang atau hilang; 2) Ekspresi wajah rileks; 3) Dapat beristirahat, tidur, dan melakukan aktivitas dengan tepat; 4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.03001
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri, meliputi: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, faktor pencetus dan pereda); 2) Gunakan skala nyeri yang sesuai; 3) Monitor tanda-tanda vital dan respons nonverbal terhadap nyeri; 4) Berikan analgetik sesuai program (prinsip tepat waktu, tepat dosis, tepat cara); 5) Evaluasi efektivitas dan efek samping analgetik; 6) Lakukan intervensi nonfarmakologi (distraksi, relaksasi, kompres hangat/dingin, reposisi); 7) Ciptakan lingkungan yang nyaman; 8) Ajarkan teknik manajemen nyeri nonfarmakologi; 9) Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk penanganan nyeri yang komprehensif.
Article No. 23349 | 19 Dec 2025
Klinis : pasien datang kiriman rs mardi lestari ( dr windhu spp) dengan keluhan sesak nafas batuk perut terasa sakit badan lemes KU lemah, delirium TD 141/88 S 36.9 HR 141 RR 28 paru: sdv menurn +/+, rh +/+ Pneumonia Komunitif, dispepsia, Fatique, Presumtif TB, CKD, PJK IMA
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas berhubungan dengan proses inflamasi dan infeksi pada alveoli (Pneumonia Komunitif)
Kode SDKI: D.0014
Deskripsi Singkat: Gangguan Pertukaran Gas adalah keadaan dimana seseorang mengalami kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveoli-kapiler. Pada pasien ini, kondisi ini disebabkan oleh Pneumonia Komunitif, di mana proses inflamasi dan konsolidasi alveoli akibat infeksi bakteri/virus mengganggu proses difusi oksigen dan karbondioksida. Hal ini diperkuat dengan temuan klinis sesak napas (keluhan utama), RR meningkat (28x/menit), dan suara napas tambahan ronki (+/+). Kondisi ini juga diperberat oleh kemungkinan komorbid seperti PJK dan CKD yang dapat mempengaruhi status oksigenasi. Gangguan pertukaran gas ini merupakan ancaman langsung terhadap perfusi jaringan dan fungsi organ vital, termasuk otak yang dapat memicu atau memperberat delirium yang dialami pasien.
Kode SLKI: L.03102
Deskripsi : Status Pernapasan: Ventilasi. Luaran yang diharapkan adalah membaiknya status pertukaran gas pasien. Kriteria luaran spesifik meliputi: frekuensi pernapasan dalam rentang normal yang diharapkan (16-20x/menit), tidak adanya dispnea atau sesak napas, tidak adanya sianosis, dan bunyi napas bersih/jelas di seluruh lapang paru. Pencapaian luaran ini ditandai dengan penurunan RR dari 28 menuju normal, hilangnya keluhan sesak, dan berkurangnya atau hilangnya ronki pada auskultasi. Pemantauan melalui analisis gas darah (jika tersedia) juga akan menunjukkan nilai PaO2 dan SaO2 dalam batas normal, serta PaCO2 yang adekuat. Pencapaian luaran ini sangat penting untuk mengatasi hipoksia yang berkontribusi pada kelemahan (fatique) dan delirium.
Kode SIKI: I.08231
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi keperawatan ini berfokus pada mempertahankan patensi jalan napas dan meningkatkan pertukaran gas. Intervensi spesifik yang harus dilakukan meliputi: (1) Memantau status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas) setiap 2-4 jam atau sesuai kebutuhan. (2) Auskultasi bunyi napas setiap 4-8 jam untuk memantau adanya ronki/wheezing. (3) Posisikan pasien semi-Fowler atau Fowler tinggi untuk memaksimalkan ekspansi paru. (4) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif setiap 2 jam. (5) Berikan oksigen tambahan sesuai program dokter (biasanya nasal kanul atau masker) dan pantau efektivitasnya. (6) Lakukan fisioterapi dada (postural drainage dan perkusi) jika indikasi dan kondisi pasien memungkinkan. (7) Lakukan suction jika terdapat sekret yang tidak bisa dikeluarkan pasien. (8) Kolaborasi pemberian obat bronkodilator, mukolitik, dan antibiotik sesuai resep. (9) Pantau tanda-tanda hipoksia dan hiperkapnia seperti perubahan status mental (delirium), gelisah, takikardi, dan sianosis. Intervensi ini bersifat komprehensif untuk mengatasi penyebab dan gejala gangguan pertukaran gas.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen (Fatique, Kelemahan, PJK, CKD, Infeksi)
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Intoleransi Aktivitas adalah keadaan dimana seseorang mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk melanjutkan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan. Pada pasien ini, intoleransi aktivitas bersifat multifaktorial. Faktor utama adalah infeksi sistemik (Pneumonia) yang meningkatkan metabolisme tubuh dan kebutuhan oksigen, sementara suplai oksigen terganggu (gangguan pertukaran gas). Kondisi ini diperparah oleh kelemahan (KU lemah), fatique, dan komorbid kronis seperti CKD (yang dapat menyebabkan anemia dan penumpukan toksin) serta PJK (yang membatasi kemampuan jantung memompa darah beroksigen). Takikardi (HR 141) merupakan kompensasi tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigen, namun justru meningkatkan konsumsi oksigen miokard dan memperburuk kelelahan. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan energi ini termanifestasi sebagai badan lemas, delirium (dapat dipicu oleh hipoksia dan toksin), dan ketergantungan penuh dalam aktivitas.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Toleransi Aktivitas. Luaran yang diharapkan adalah meningkatnya toleransi pasien terhadap aktivitas secara bertahap. Kriteria luaran meliputi: pasien mampu melakukan aktivitas dengan tingkat bantuan yang sesuai (dari total dependen menuju partial dependen atau independen), tanda-tanda vital (terutama HR dan RR) dalam batas normal selama dan setelah aktivitas, tidak mengeluh lemas atau sesak berlebihan saat aktivitas, dan tingkat kelelahan subjektif menurun. Pencapaian luaran diukur dengan skala aktivitas (misalnya skala 0-4), pemantauan respons fisiologis terhadap aktivitas, dan laporan pasien. Tujuannya adalah pasien dapat kembali melakukan aktivitas perawatan diri dasar dengan bantuan minimal.
Kode SIKI: I.09014
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi ini bertujuan untuk menghemat energi pasien dan meningkatkan toleransi aktivitas. Intervensi spesifik meliputi: (1) Kaji respons fisiologis (HR, RR, TD, saturasi O2) terhadap aktivitas sebelum, selama, dan setelah aktivitas. (2) Bantu pasien dalam aktivitas perawatan diri (mandi, toileting, makan) sesuai kebutuhan untuk menghemat energi. (3) Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas atau prosedur. (4) Jadwalkan aktivitas dengan prioritas, lakukan pada saat energi pasien puncak (biasanya pagi hari), dan hindari aktivitas beruntun. (5) Ajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas, menggunakan alat bantu, dan mengambil napas dalam-dalam secara teratur. (6) Tingkatkan aktivitas secara bertahap sesuai toleransi, dimulai dari rentang gerak di tempat tidur, duduk di tepi tempat tidur, hingga berdiri dan berjalan dengan pengawasan. (7) Kolaborasi dalam manajemen nyeri (jika ada) karena nyeri dapat meningkatkan konsumsi energi. (8) Pastikan kebutuhan nutrisi dan oksigenasi terpenuhi untuk mendukung produksi energi. Intervensi ini penting untuk memutus siklus kelemahan dan mencegah komplikasi seperti jatuh atau memburuknya kondisi jantung.
Kondisi: Risiko Infeksi berhubungan dengan pertahanan tubuh primer tidak adekuat (Presumtif TB, Pneumonia Komunitif, CKD)
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi adalah keadaan dimana seseorang berisiko mengalami invasi oleh patogen patogenik. Pada pasien ini, risiko infeksi sangat tinggi dan bersifat kompleks. Pasien sudah memiliki infeksi aktif (Pneumonia Komunitif) dan dicurigai infeksi lain (Presumtif TB) yang menunjukkan kerentanan tinggi. Kondisi CKD merupakan faktor risiko sistemik utama karena dapat menyebabkan disfungsi imun (uremia mengganggu fungsi leukosit). Infeksi yang ada juga dapat menjadi sumber penyebaran ke aliran darah (bakteremia/sepsis). Selain itu, status delirium dan kelemahan dapat menghambat kemampuan pasien untuk melakukan perilaku pencegahan infeksi seperti menutup mulut saat batuk. Risiko ini diperburuk jika pasien akan menjalani prosedur invasif. Diagnosis ini menekankan pada pencegahan infeksi sekunder, penularan ke orang lain (terutama untuk TB), dan memperburuknya infeksi yang sudah ada.
Kode SLKI: L.06020
Deskripsi : Kontrol Infeksi. Luaran yang diharapkan adalah terkendalinya risiko infeksi, ditandai dengan tidak terjadinya infeksi nosokomial atau penyebaran infeksi. Kriteria luaran meliputi: tanda-tanda vital dalam batas normal (terutama suhu), tidak munculnya tanda-tanda infeksi baru (seperti kemerahan, drainase purulen, demam), luka (jika ada) menunjukkan proses penyembuhan, dan pasien/keluarga menunjukkan perilaku pencegahan infeksi. Untuk TB, luaran juga mencakup kepatuhan terhadap isolasi droplet/respirator dan pengobatan. Pencapaian luaran ini dinilai dari pemantauan tanda sistemik dan lokal infeksi, serta observasi perilaku.
Kode SIKI: I.08280
Deskripsi : Pencegahan Infeksi. Intervensi ini bertujuan untuk mengurangi risiko penularan dan akuisisi mikroorganisme patogen. Intervensi spesifik meliputi: (1) Lakukan cuci tangan dengan benar sebelum dan setelah kontak dengan pasien. (2) Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai, terutama masker N95 untuk TB (jika sudah dikonfirmasi) dan masker bedah untuk pneumonia. (3) Ajarkan etika batuk dan bersin (menutup mulut dengan tisu/lengan) pada pasien dan pengunjung. (4) Lakukan isolasi droplet/respirator sesuai protokol untuk pneumonia dan TB presumtif. (5) Batasi pengunjung yang imunokompromais. (6
Article No. 23351 | 19 Dec 2025
Klinis : Mules sejak beberapa hari yang lalu diagnosa medis hipertensi gestasional oligohidramnion kalsifikasi plasenta grade 3 djj 129-148
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Kompromi Pertukaran Gas pada Janin
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya gangguan pada pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara ibu dan janin melalui plasenta.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Pertukaran gas janin dipertahankan. SLKI ini diukur dengan kriteria hasil: (1) Denyut jantung janin (DJJ) dalam rentang normal (110-160 dpm) dengan variabilitas yang adekuat. (2) Tidak ada tanda-tanda gawat janin (deselerasi lambat atau variabel berulang yang signifikan, takikardia/bradikardia persisten). (3) Hasil pemeriksaan doppler arteri umbilikalis normal (indeks resistensi/resistivitas normal, tidak ada aliran diastolik terbalik). (4) Perkiraan jumlah cairan ketuban (Indeks Cairan Amnion/ICA) dalam batas normal. (5) Pertumbuhan janin sesuai usia gestasi. Dalam konteks pasien dengan hipertensi gestasional, oligohidramnion, dan kalsifikasi plasenta grade 3, tujuan utama adalah mempertahankan kondisi janin sedekat mungkin dengan kriteria ini melalui pemantauan ketat dan intervensi tepat waktu untuk mencegah hipoksia.
Kode SIKI: 4230
Deskripsi : Pemantauan Janin. Intervensi keperawatan ini meliputi serangkaian tindakan sistematis untuk menilai kesejahteraan janin dan mendeteksi dini adanya distress. Penjelasan rinci: (1) **Pemantauan Denyut Jantung Janin (DJJ) secara Berkala dan/atau Kontinu**: Pada kasus ini, DJJ 129-148 dpm masih dalam batas normal, namun pemantauan ketat diperlukan karena kondisi plasenta yang terganggu (kalsifikasi grade 3) dapat menyebabkan dekompensasi mendadak. Perawat akan memantau variabilitas DJJ dan mendeteksi ada/tidaknya deselerasi, yang merupakan tanda awal hipoksia. (2) **Memantau Pergerakan Janin**: Edukasi pada ibu untuk melakukan "hitungan tendangan janin" dan melaporkan penurunan pergerakan. Oligohidramnion dapat membatasi pergerakan janin, sehingga penilaian ini krusial. (3) **Pemantauan Pertumbuhan dan Cairan Ketuban melalui USG Serial**: Oligohidramnion (cairan ketuban sedikit) adalah temuan langsung yang memperberat risiko kompresi tali pusat dan hipoksia. Kalsifikasi plasenta grade 3 menunjukkan maturasi/pengapuran dini yang mengganggu fungsi pertukaran nutrisi dan gas. Pemantauan USG untuk mengukur ICA, aliran doppler arteri umbilikalis (untuk menilai resistensi pembuluh darah plasenta), dan estimasi berat janin sangat penting untuk menilai tingkat keparahan gangguan plasenta. (4) **Memantau Tanda-Tanda dan Gejala Pre-eklampsia pada Ibu**: Hipertensi gestasional yang mendasari kondisi ini dapat berkembang menjadi pre-eklampsia, yang akan semakin memperburuk perfusi plasenta. Perawat memantau tekanan darah, proteinuria, edema, sakit kepala hebat, nyeri ulu hati, dan gangguan penglihatan. (5) **Posisi Ibu**: Menganjurkan dan membantu ibu untuk berbaring dalam posisi miring ke kiri (left lateral position) untuk meningkatkan aliran darah ke plasenta dengan mengurangi kompresi vena cava inferior oleh uterus. (6) **Pemberian Oksigen Tambahan jika Diindikasikan**: Diberikan jika terdapat tanda hipoksia janin untuk meningkatkan saturasi oksigen maternal dan difusi ke janin. (7) **Kolaborasi dan Edukasi**: Berkolaborasi dengan dokter dalam interpretasi hasil pemantauan dan persiapan tindakan seperti persalinan jika kondisi janin memburuk. Memberikan edukasi pada ibu dan keluarga tentang pentingnya pemantauan, tanda bahaya (gerakan janin berkurang, kontraksi, perdarahan), dan kemungkinan perlunya persalinan preterm untuk menyelamatkan janin. Keseluruhan intervensi ini bertujuan untuk mengoptimalkan lingkungan uteroplasenta, mendeteksi dini gangguan, dan mengambil tindakan kolaboratif sebelum terjadi kerusakan janin yang permanen.
Article No. 23352 | 19 Dec 2025
Klinis : Pasien perempuan usia 32 tahun G3P1A1, datang ke RSUD Gemolong pada Selasa, 16 Desember 2025 jam 11.00 WIB dengan keluhan jarang kencang-kencang. Saat ini, pasien hamil ketiga dengan usia kehamilan 38 minggu 6 hari. Hari pertama haid terakhir pasien yaitu pada tanggal 19 Januari 2025 dan hari perkiraan lahir di tanggal 26 Desember 2025. Saat dilakukan pengkajian pada Selasa, 16 Desember 2025 jam 12.30 WIB pasien mengatakan jarang merasa kencang-kencang dan merasa cemas menjelang persalinan. Hasil pengukuran tanda vital didapatkan TD 137/91mmHg; N 123x/menit; RR 20x/menit; SpO2 98%; dan Suhu 36,7°C. Hasil pemeriksaan BB 63kg, TB 157cm, DJJ 148x/menit, TFU 28cm, kontraksi jarang, dan janin cenderung kecil. Pemeriksaan uterus 1 jari longgar, portio tebal lunak, kepala masih tinggi, ketuban utuh (+), dan lendir darah (-).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah perasaan khawatir, gelisah, atau tidak nyaman yang bersumber dari antisipasi ancaman yang samar atau tidak diketahui asalnya. Pada kasus ini, ansietas muncul sebagai respons terhadap proses persalinan yang akan dihadapi, ditandai dengan perasaan cemas yang diungkapkan secara verbal oleh pasien.
Kode SLKI: L.07114
Deskripsi : Ansietas teratasi. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien mampu mengidentifikasi penyebab ansietas, yaitu ketidaktahuan dan ketakutan akan proses persalinan. 2) Pasien melaporkan penurunan perasaan cemas secara subjektif, misalnya menyatakan merasa lebih tenang. 3) Pasien menunjukkan tanda-tanda fisiologis ansietas menurun atau dalam rentang normal, seperti frekuensi nadi yang kembali ke baseline untuk ibu hamil (dalam kasus ini, diharapkan penurunan dari 123x/menit mendekati 60-100x/menit). 4) Pasien mampu mendemonstrasikan satu atau lebih teknik koping adaptif untuk mengelola kecemasannya, seperti teknik relaksasi napas dalam atau distraksi positif. 5) Pasien mengungkapkan pemahaman tentang proses persalinan yang akan dijalani setelah diberikan penjelasan.
Kode SIKI: I.05229
Deskripsi : Manajemen Ansietas. Intervensi keperawatan yang direncanakan mencakup: 1) Membina hubungan saling percaya dengan pendekatan yang tenang, empatik, dan tidak terburu-buru. 2) Mengkaji tingkat ansietas pasien, faktor pencetus, serta respons fisiologis dan emosional yang menyertainya. 3) Mengajarkan dan mendampingi pasien melakukan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam (deep breathing) atau relaksasi progresif untuk mengurangi ketegangan. 4) Memberikan informasi yang akurat, jelas, dan sesuai kebutuhan tentang proses persalinan, tanda-tanda awal, dan tahapan yang akan dilalui, guna mengurangi ketakutan akan hal yang tidak diketahui. 5) Mendorong pasien untuk mengungkapkan perasaan dan kekhawatirannya, serta mendengarkan secara aktif tanpa menghakimi. 6) Melibatkan keluarga (suami) untuk memberikan dukungan emosional dan fisik selama proses persalinan. 7) Memantau tanda-tanda vital dan respons emosional pasien secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas intervensi. 8) Menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung, seperti mengatur pencahayaan, mengurangi kebisingan, dan menjaga privasi. 9) Kolaborasi dengan bidan atau dokter dalam pemberian informasi medis yang konsisten dan jika diperlukan, terapi farmakologis untuk ansietas berat sesuai indikasi.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0020Deskripsi Singkat: Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang berlangsung secara tiba-tiba atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dan diperkirakan akan berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan. Pada kasus ini, nyeri terkait dengan kontraksi uterus awal (jarang kencang-kencang) dalam proses persalinan.
Kode SLKI: L.08029
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien mampu mendemonstrasikan penggunaan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri, seperti perubahan posisi, teknik napas, atau pijatan ringan. 2) Pasien melaporkan penurunan skala nyeri yang dirasakan (misalnya dari skala 5 ke skala 2 pada skala 0-10). 3) Pasien menunjukkan perilaku yang menunjukkan nyeri terkontrol, seperti ekspresi wajah rileks, mampu beristirahat di antara kontraksi, dan dapat berpartisipasi dalam proses persalinan. 4) Tanda-tanda fisiologis yang berhubungan dengan nyeri (seperti takikardi) menunjukkan perbaikan seiring dengan terkendalinya nyeri.
Kode SIKI: I.08077
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan yang direncanakan mencakup: 1) Mengkaji karakteristik nyeri (lokasi, intensitas menggunakan skala, frekuensi, durasi, faktor pencetus dan pereda). 2) Mengajarkan dan mendampingi teknik non-farmakologis penanganan nyeri persalinan, seperti teknik pernapasan Lamaze, relaksasi, distraksi, perubahan posisi (jalan-jalan, duduk di bola persalinan), kompres hangat di punggung bawah, atau masase. 3) Memonitor respons fisiologis dan perilaku terhadap nyeri. 4) Memberikan lingkungan yang tenang dan mendukung. 5) Kolaborasi dengan bidan atau dokter dalam pemberian analgesia farmakologis jika diperlukan sesuai perkembangan persalinan dan permintaan pasien. 6) Memberikan edukasi tentang proses fisiologi nyeri persalinan dan fase-fasenya, sehingga pasien dapat mengantisipasi dan mempersiapkan diri.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0002
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakseimbangan volume cairan adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstisial, atau intraselular. Pada kasus ini, risiko terkait dengan proses persalinan yang akan datang dimana dapat terjadi kehilangan cairan melalui perdarahan, diaforesis, dan peningkatan usaha nafas, serta ditunjang oleh data takikardi (N: 123x/menit) yang dapat menjadi tanda awal dehidrasi atau respons terhadap ansietas dan nyeri.
Kode SLKI: L.06031
Deskripsi : Keseimbangan Cairan. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal yang diharapkan untuk ibu dalam persalinan (TD <140/90 mmHg, N 60-100x/menit). 2) Turgor kulit baik, membran mukosa lembab. 3) Produksi urin adekuat (>30 ml/jam). 4) Pasien memahami pentingnya intake cairan selama proses persalinan. 5) Tidak terdapat tanda-tanda dehidrasi atau kelebihan beban cairan.
Kode SIKI: I.06070
Deskripsi : Manajemen Cairan. Intervensi keperawatan yang direncanakan mencakup: 1) Memonitor tanda-tanda vital (terutama nadi dan tekanan darah) secara berkala. 2) Memonitor intake dan output cairan selama persalinan. 3) Menganjurkan dan memfasilitasi intake cairan per oral yang adekuat sesuai toleransi dan fase persalinan (jika belum ada pembatasan). 4) Mengobservasi tanda-tanda klinis dehidrasi (turgor kulit, lidah, mata) atau kelebihan cairan. 5) Kolaborasi dalam pemberian terapi cairan intravena jika diperlukan sesuai protokol persalinan atau jika intake oral tidak memadai. 6) Memposisikan pasien dengan tepat untuk mencegah hipotensi supine. 7) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium terkait (seperti hemoglobin dan hematokrit) jika tersedia.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282