Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 1963 | 11 Oct 2024
Klinis : data subjektif : pasien mengatakan batuk berdahak data objektif : pasien terlihat batuk terus menerus
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan data subjektif dan objektif yang Anda berikan, berikut adalah diagnosis keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI menurut Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosis Keperawatan:
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif adalah ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan patensi jalan napas.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan:
1. Pasien dapat batuk efektif.
2. Pasien dapat mengeluarkan sekret dengan mudah.
3. Pasien dapat bernafas dengan mudah.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi Keperawatan:
1. Lakukan pemeriksaan fisik, identifikasi penyebab, dan auskultasi bunyi napas.
2. Berikan edukasi kepada pasien tentang teknik batuk efektif.
3. Fasilitasi pasien untuk melakukan drainase sekret, seperti postural drainage.
4. Berikan terapi oksigen jika diperlukan.
5. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk pemberian terapi obat, jika diperlukan.
Tone: Akademis
Persona: Pakar/Perawat -
Article No. 1964 | 11 Oct 2024
Klinis : data subjektif : pasien mengatakan batuk berdahak data objektif : pasien terlihat batuk terus menerus
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan data subjektif dan objektif yang Anda berikan, diagnosis yang sesuai adalah:
1. Kode ICD-10:
- Kode: J40
- Deskripsi: Bronkitis, tidak ditentukan apakah akut atau kronis
Penjelasan:
Kode ICD-10 J40 (Bronkitis, tidak ditentukan apakah akut atau kronis) sesuai dengan gejala pasien yang mengeluhkan batuk berdahak dan terlihat batuk terus-menerus. Bronkitis merupakan peradangan pada saluran pernapasan besar (bronkus) yang dapat menyebabkan batuk, produksi dahak, dan sesak napas.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
Tidak ada kode ICD-9-CM procedure yang spesifik untuk kondisi ini. Penatalaksanaan yang mungkin dilakukan adalah pengobatan simptomatik, seperti pemberian obat pereda batuk, ekspektoran, atau kortikosteroid inhalasi, serta terapi lainnya sesuai kebutuhan pasien. -
Article No. 1965 | 11 Oct 2024
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, saya Perawat Profesional dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Berdasarkan informasi yang Anda berikan, saya dapat memberikan analisis diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, SIKI untuk kondisi pasien tersebut.
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- Berhubungan dengan adanya produksi sekret yang berlebihan akibat infeksi paru (tuberkulosis).
- Ditandai dengan batuk berdahak, sesak napas, dan suara napas bronkial di paru kanan atas.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan fungsi pernapasan yang optimal.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Tujuan yang diharapkan adalah pasien dapat mempertahankan bersihan jalan napas yang efektif, ditandai dengan frekuensi pernapasan dalam rentang normal, tidak ada obstruksi jalan napas, dan suara napas bersih.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen jalan napas, termasuk pemberian oksigen, fisioterapi dada, dan suisitasi jalan napas jika diperlukan untuk membantu pasien mengeluarkan sekret.
Dalam kondisi ini, pasien memerlukan penanganan yang komprehensif, termasuk intervensi medis untuk mengatasi infeksi tuberkulosis paru, serta intervensi keperawatan untuk mempertahankan bersihan jalan napas yang efektif. Perawat berperan penting dalam memantau kondisi pasien, memberikan asuhan keperawatan, dan berkolaborasi dengan tim medis lainnya untuk mencapai hasil perawatan yang optimal.
Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda memahami kondisi pasien dan rencana asuhan keperawatannya. Jika ada pertanyaan lain, jangan ragu untuk menanyakannya. -
Article No. 1966 | 11 Oct 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan nyeri di perut sebelah kanan adanya riwayat makan-makanan pedas selama 3 hari berturut-turut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI berdasarkan kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
Nyeri Akut
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Nyeri Akut adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau dijelaskan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain). Nyeri akut biasanya memiliki awitan tiba-tiba, durasi terbatas, dan intensitas bervariasi.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari diagnosa nyeri akut adalah:
1. Pasien dapat mengontrol nyeri.
2. Pasien dapat melaporkan nyeri berkurang.
3. Pasien dapat beristirahat dengan nyaman.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat diberikan untuk mengatasi nyeri akut pada pasien dengan keluhan nyeri di perut sebelah kanan dan riwayat makan makanan pedas adalah:
1. Manajemen nyeri: Menilai karakteristik nyeri, memberikan analgesik sesuai resep, dan mengevaluasi efektivitas penanganan nyeri.
2. Terapi relaksasi: Mengajarkan teknik relaksasi seperti nafas dalam untuk mengurangi nyeri.
3. Kompres hangat: Memberikan kompres hangat pada area perut yang nyeri untuk mengurangi spasme otot.
4. Edukasi diet: Memberikan edukasi kepada pasien untuk menghindari makanan pedas selama masa pemulihan.
Dengan penerapan diagnosa keperawatan, luaran keperawatan, dan intervensi keperawatan yang sesuai, diharapkan pasien dapat mengatasi nyeri akut yang dialaminya. -
Article No. 1967 | 11 Oct 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan nyeri di perut sebelah kanan adanya riwayat makan-makanan pedas selama 3 hari berturut-turut ditambah buang air besar dengan konsistensi cair dan frekuensi 5x sehari
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, saya selaku perawat akan memberi diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan peradangan pada usus akibat konsumsi makanan pedas.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut.
- Gejala yang muncul pada pasien antara lain nyeri perut sebelah kanan, riwayat konsumsi makanan pedas selama 3 hari, dan buang air besar dengan konsistensi cair serta frekuensi 5 kali sehari.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat mengenali, melaporkan, dan mengatasi nyeri dengan baik.
- Indikator keberhasilan seperti skala nyeri berkurang, pasien dapat menjelaskan penyebab nyeri, dan pasien dapat menerapkan manajemen nyeri yang efektif.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen nyeri, seperti pemberian analgetik, teknik relaksasi, dan kompres hangat pada area yang nyeri.
- Edukasi mengenai penyebab dan manajemen nyeri juga perlu diberikan kepada pasien.
Semoga informasi ini bermanfaat. Jika ada pertanyaan lain, jangan ragu untuk bertanya. Terima kasih.
Wassalamualaikum. -
Article No. 1968 | 11 Oct 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan bab terus menerus di perut sebelah kanan adanya riwayat makan-makanan pedas selama 3 hari berturut-turut ditambah buang air besar dengan konsistensi cair dan frekuensi 5x sehari
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan memahami kondisi yang Anda paparkan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
Diare akut
Penjelasan:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Diare akut adalah pengeluaran feses cair atau cair bercampur dengan lendir dan/atau darah dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam sehari, yang berlangsung kurang dari 14 hari.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Kontrol Tanda dan Gejala: Pasien dapat mengenali tanda dan gejala diare akut.
2. Keseimbangan Cairan: Pasien dapat mempertahankan keseimbangan cairan yang adekuat.
3. Manajemen Diare: Pasien dapat mengelola diare akut dengan efektif.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Pemantauan Cairan dan Elektrolit
2. Manajemen Diare
3. Edukasi Kesehatan
Penjelasan singkat:
Berdasarkan keluhan pasien yang mengalami bab terus-menerus di perut sebelah kanan, riwayat makan makanan pedas selama 3 hari berturut-turut, serta buang air besar dengan konsistensi cair dan frekuensi 5 kali sehari, maka dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami diare akut. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Diare akut.
Tujuan keperawatan yang perlu dicapai adalah pasien dapat mengenali tanda dan gejala diare akut, mempertahankan keseimbangan cairan yang adekuat, serta dapat mengelola diare akut dengan efektif. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah pemantauan cairan dan elektrolit, manajemen diare, serta edukasi kesehatan terkait pengelolaan diare akut. -
Article No. 1969 | 11 Oct 2024
Klinis : 80% masyarakat mengalami riwayat hipertensi, namun banyak yang tidak melakukan diet hipertensi dan masih merokok
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat menggunakan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan (SDKI)
Penjelasan: Kondisi di mana individu atau kelompok mengalami kegagalan untuk mengidentifikasi, mengendalikan, dan/atau mengelola faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mereka, seperti riwayat hipertensi yang tidak dikelola dengan baik dan masih merokok.
Hasil Keperawatan (SLKI):
1. Perilaku Sehat (SLKI)
Penjelasan: Kemampuan individu atau kelompok untuk melakukan tindakan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan mereka, seperti menerapkan diet hipertensi dan berhenti merokok.
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Edukasi Kesehatan (SIKI)
Penjelasan: Tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi individu atau kelompok dalam mengambil keputusan dan tindakan yang mendukung kesehatan, seperti memberikan informasi mengenai diet hipertensi dan dampak merokok terhadap kesehatan.
2. Manajemen Risiko (SIKI)
Penjelasan: Tindakan yang dilakukan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola faktor-faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan individu atau kelompok, seperti riwayat hipertensi dan merokok.
3. Promosi Kesehatan (SIKI)
Penjelasan: Tindakan yang dilakukan untuk mendorong dan memfasilitasi perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat, seperti memotivasi masyarakat untuk menerapkan diet hipertensi dan berhenti merokok.
Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengelola riwayat hipertensi mereka dan menghindari faktor risiko yang dapat memperberat kondisi tersebut. -
Article No. 1970 | 11 Oct 2024
Klinis : Bayi baru lahir SC
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Infeksi Berhubungan dengan Proses Persalinan Sectio Caesarea
Penjelasan singkat:
- Berdasarkan kondisi bayi baru lahir melalui Sectio Caesarea, terdapat risiko infeksi yang perlu diidentifikasi dan ditangani dengan cepat dan tepat.
- Sesuai dengan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), risiko infeksi dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti prosedur invasif, penurunan sistem imun, dan paparan mikroorganisme.
- Tindakan keperawatan yang perlu dilakukan antara lain pemantauan tanda-tanda vital, perawatan luka operasi, dan pemberian edukasi kepada keluarga terkait pencegahan infeksi.
Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI):
- Bayi baru lahir menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal.
- Bayi baru lahir menunjukkan tanda-tanda penyembuhan luka yang baik.
- Keluarga menunjukkan perilaku pencegahan infeksi yang tepat.
Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI):
- Pemantauan Tanda-Tanda Vital
- Perawatan Luka Operasi
- Edukasi Pencegahan Infeksi -
Article No. 1971 | 11 Oct 2024
Klinis : Bayi baru lahir SC
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan kondisi yang Anda berikan, yaitu bayi baru lahir yang lahir dengan operasi Caesar (SC), berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI berdasarkan Standar Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Hipotermia Akut
- Definisi: Keadaan suhu tubuh yang lebih rendah dari normal akibat ketidakmampuan mempertahankan suhu tubuh.
- Faktor Risiko: Lahir dengan operasi Caesar (SC), sistem termoregulasi yang belum matang.
2. Gangguan Pola Napas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk bernapas secara normal.
- Faktor Risiko: Sistem pernapasan yang belum matang pada bayi baru lahir.
3. Risiko Infeksi
- Definisi: Kerentanan terhadap invasi dan perkembangbiakan organisme patogen.
- Faktor Risiko: Prosedur operasi Caesar (SC) yang dapat meningkatkan risiko infeksi.
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
1. Risiko Hipotermia Akut
- Kode: 00005
- Definisi: Keadaan suhu tubuh yang lebih rendah dari normal akibat ketidakmampuan mempertahankan suhu tubuh.
- Faktor Risiko: Lahir dengan operasi Caesar (SC), sistem termoregulasi yang belum matang.
2. Gangguan Pola Napas
- Kode: 00032
- Definisi: Ketidakmampuan untuk bernapas secara normal.
- Faktor Risiko: Sistem pernapasan yang belum matang pada bayi baru lahir.
3. Risiko Infeksi
- Kode: 00004
- Definisi: Kerentanan terhadap invasi dan perkembangbiakan organisme patogen.
- Faktor Risiko: Prosedur operasi Caesar (SC) yang dapat meningkatkan risiko infeksi.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Suhu Tubuh: Pemantauan suhu tubuh untuk mencegah hipotermia.
2. Pola Napas: Pemantauan dan dukungan pernapasan yang adekuat.
3. Pencegahan Infeksi: Tindakan pencegahan infeksi, termasuk prosedur aseptik.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Hipotermia: Tindakan untuk mempertahankan suhu tubuh normal.
2. Manajemen Jalan Napas: Intervensi untuk mempertahankan jalan napas yang efektif.
3. Pencegahan Infeksi: Tindakan untuk mencegah terjadinya infeksi.
Dalam kondisi ini, perawat perlu memfokuskan pada pemantauan suhu tubuh, pola napas, dan pencegahan infeksi pada bayi baru lahir dengan operasi Caesar (SC) untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi. -
Article No. 1972 | 11 Oct 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan kuku jempol kiri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Integritas Kulit
Definisi:
Kerusakan pada epidermis, dermis, atau struktur kulit lainnya.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Perubahan warna kulit
2. Perubahan turgor kulit
3. Kerusakan pada struktur kulit
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Integritas kulit membaik
2. Tidak ada tanda-tanda infeksi
3. Tidak ada nyeri pada kulit
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Perawatan kulit
2. Perawatan luka
3. Pencegahan komplikasi
Penjelasan Singkat:
Berdasarkan gejala yang Anda deskripsikan, yaitu keluhan pada kuku jempol kaki kiri, dapat diidentifikasi sebagai Gangguan Integritas Kulit. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi, trauma, atau kondisi kulit lainnya.
Tujuan utama penanganan keperawatan adalah memulihkan integritas kulit, mencegah komplikasi, dan mengatasi gejala yang dialami pasien. Perawatan kulit, perawatan luka, dan pencegahan komplikasi merupakan intervensi keperawatan yang dapat dilakukan.
Evaluasi keberhasilan intervensi dapat dilihat dari memulihnya integritas kulit, tidak adanya tanda-tanda infeksi, dan tidak adanya nyeri pada kulit.
Harap diingat bahwa ini adalah penjelasan umum berdasarkan standar PPNI. Untuk diagnosis dan penanganan yang lebih spesifik, diperlukan penilaian lebih lanjut oleh perawat atau tenaga kesehatan yang kompeten.