Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 2231 | 14 Oct 2024
Klinis : Pasien wanita, usia 60 tahun, mengalami nyeri dada yang hebat, menjalar ke lengan kiri, disertai dengan sesak napas, mual, dan keringat dingin. EKG menunjukkan infark miokard akut. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus tipe 2.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi pasien yang Anda deskripsikan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat dari SDKI - SLKI - SIKI standar Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan infark miokard akut.
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Nyeri akut: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau dijelaskan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain).
- Penyebab: Infark miokard akut, yang merupakan kerusakan jaringan otot jantung akibat penyumbatan aliran darah.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Kontrol nyeri: Kemampuan individu untuk mengontrol pengalaman nyeri.
- Tingkat nyeri: Derajat nyeri yang dirasakan oleh individu.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen nyeri: Tindakan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri yang dirasakan individu.
- Terapi relaksasi: Teknik yang dilakukan untuk menurunkan ketegangan fisik dan mental.
Dalam kasus ini, perawat perlu melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif, memberikan terapi farmakologis dan non-farmakologis untuk mengurangi nyeri, serta memantau respon pasien terhadap intervensi yang diberikan. -
Article No. 2232 | 14 Oct 2024
Klinis : Perempuan berusia 23 tahun dirawat hari kedua di ruang penyakit dalam karangan keluhan sesak nafas keluar kan mengatakan pasien memiliki riwayat penyakit asma gaji yang didapatkan data tekanan darah 120 per tahun puluh nadi 90 kali per menit suhu 37,3°C pernafasan 30 kali per menit, pernapasan Chuping hidung retraksi dinding dada push mesin terus pasien lebih nyaman dengan posisi duduk dengan memeluk bantal yang mengatakan sesak semakin bertambah bila pada posisi tidur dengan Recing di kedua lapangan paru suara nafas versi cooler nafas cepat dan dangkal pasien mengeluh sakit kepala dan mengatakan sudah dua hari tidak bisa tidur aktiva tetap nya pasien saya tidur nyenyak akibat perubahan lingkungan yang tidak terbiasa tidur di lampu kamar masih hidup
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang Anda berikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Pola Napas Berhubungan dengan Ketidakefektifan Ventilasi
Definisi: Ketidakmampuan untuk mempertahankan ventilasi yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida.
2. Insomnia Berhubungan dengan Lingkungan yang Tidak Kondusif
Definisi: Ketidakmampuan untuk mempertahankan atau mencapai kualitas tidur yang cukup dan memuaskan.
3. Nyeri Kepala Berhubungan dengan Stress
Definisi: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial di kepala.
Penjelasan Singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) adalah kumpulan diagnosis keperawatan yang telah terstandarisasi dan disepakati oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Diagnosis keperawatan yang saya berikan di atas mengacu pada SDKI.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah kumpulan luaran (outcome) keperawatan yang telah terstandarisasi dan disepakati oleh PPNI. Luaran keperawatan yang diharapkan dari diagnosis-diagnosis di atas mencakup perbaikan pola napas, peningkatan kualitas tidur, dan penurunan nyeri kepala.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah kumpulan intervensi keperawatan yang telah terstandarisasi dan disepakati oleh PPNI. Intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatasi diagnosis-diagnosis di atas antara lain manajemen jalan napas, manajemen lingkungan, dan manajemen nyeri.
Secara akademis, diagnosa keperawatan dan penjelasan SDKI-SLKI-SIKI di atas diberikan berdasarkan kondisi pasien yang Anda deskripsikan. Sebagai perawat, saya berharap informasi ini dapat membantu Anda dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan sesuai standar. -
Article No. 2233 | 14 Oct 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan sakit lutut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi pasien dengan keluhan sakit lutut.
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri Akut berhubungan dengan cedera pada lutut
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah-istilah kerusakan tersebut.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari diagnosa ini adalah pasien dapat melaporkan penurunan tingkat nyeri, mampu mengenali faktor-faktor yang mempengaruhi nyeri, dan dapat menerapkan manajemen nyeri yang efektif.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi yang dapat diberikan antara lain: manajemen nyeri, penggunaan analgesik, terapi dingin/hangat, kompres, dan edukasi tentang manajemen nyeri.
Dalam konteks ini, pasien datang dengan keluhan sakit lutut, sehingga diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Nyeri Akut berhubungan dengan cedera pada lutut. Perawat perlu melakukan pengkajian nyeri, memberikan intervensi manajemen nyeri yang sesuai, dan mendidik pasien untuk mengelola nyerinya secara efektif. -
Article No. 2234 | 14 Oct 2024
Klinis : Pasien datang dengan keluhan nyeri di telinga kiri, demam, batuk, pilek
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda paparkan, diagnosa keperawatan yang dapat diterapkan adalah:
1. Nyeri Akut
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau dijelaskan dalam istilah seperti kerusakan tersebut.
- Penyebab: Infeksi, peradangan, atau gangguan pada telinga.
2. Hipertermia
- Definisi: Suhu tubuh di atas rentang normal, yang disebabkan oleh peningkatan produksi panas atau penurunan disipasi panas.
- Penyebab: Infeksi, seperti infeksi telinga, sinus, atau saluran pernapasan.
3. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan suplai oksigen yang adekuat.
- Penyebab: Produksi sekret yang berlebihan akibat infeksi saluran pernapasan.
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
- Merupakan standar yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan atau respons pasien terhadap masalah kesehatan.
- Membantu perawat dalam menentukan diagnosis keperawatan yang tepat berdasarkan kondisi pasien.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)
- Merupakan standar yang digunakan untuk menentukan hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan.
- Membantu perawat dalam menetapkan luaran yang ingin dicapai dalam asuhan keperawatan.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)
- Merupakan standar yang digunakan untuk menentukan tindakan keperawatan yang akan dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan.
- Membantu perawat dalam memilih intervensi yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan pasien.
Penggunaan SDKI, SLKI, dan SIKI secara terintegrasi membantu perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkualitas, sesuai dengan standar praktik keperawatan di Indonesia. -
Article No. 2235 | 14 Oct 2024
Klinis : Pasien datang dengan keluhan nyeri di telinga
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan proses inflamasi di telinga, sebagaimana ditunjukkan oleh keluhan nyeri di telinga.
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Nyeri akut didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan semacam itu.
- Faktor yang berhubungan dapat meliputi proses inflamasi, infeksi, dan lain-lain.
- Fokus asuhan keperawatan adalah mengurangi atau menghilangkan nyeri serta meningkatkan kemampuan pasien untuk mengatasi nyeri.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan antara lain penurunan tingkat nyeri, peningkatan kemampuan mengatasi nyeri, dan perbaikan fungsi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi yang dapat dilakukan antara lain pemberian analgesik, kompres hangat/dingin, edukasi manajemen nyeri, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain.
Dengan pendekatan berbasis SDKI-SLKI-SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan sesuai standar profesi untuk mengelola nyeri pada pasien. -
Article No. 2236 | 14 Oct 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan nyeri di kedua dada bersifat hilang timbul
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
Nyeri Akut
Penjelasan singkat:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain).
- Karakteristik utama: laporan pasien mengenai nyeri yang bersifat tiba-tiba atau lambat dalam intensitas ringan hingga berat.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Kriteria hasil: Pasien melaporkan nyeri terkontrol, pasien dapat beristirahat dan tidur dengan nyaman, pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan nyeri.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi keperawatan: Manajemen Nyeri, Manajemen Nyeri Akut, Terapi Relaksasi, Terapi Modalitas Nyeri.
- Tujuan: Mengurangi nyeri, meningkatkan kemampuan pasien dalam mengatasi nyeri, memfasilitasi pemulihan pasien.
Pada kondisi yang Anda deskripsikan, pasien datang dengan keluhan nyeri di kedua dada yang bersifat hilang timbul. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Nyeri Akut. Perawat perlu melakukan penilaian komprehensif terhadap nyeri pasien, menerapkan intervensi manajemen nyeri yang sesuai, serta memantau respon pasien terhadap intervensi yang diberikan untuk mencapai luaran yang diharapkan. -
Article No. 2237 | 14 Oct 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan demam, batuk, nyeri tenggorokan, muntah, mual
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baiklah, dengan mempertimbangkan kondisi pasien yang ditampilkan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi, ditandai dengan demam, batuk, dan nyeri tenggorokan.
Penjelasan Singkat:
- SDKI: Hipertermia adalah peningkatan suhu tubuh di atas nilai normal.
- SLKI: Tujuan yang diharapkan adalah pasien dapat mempertahankan suhu tubuh dalam batas normal.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah mengkaji tanda-tanda vital, memberikan obat antipiretik, dan mengompres hangat untuk menurunkan suhu tubuh.
2. Mual dan Muntah berhubungan dengan proses infeksi, ditandai dengan keluhan mual dan muntah.
Penjelasan Singkat:
- SDKI: Mual dan muntah adalah sensasi tidak nyaman yang menyebabkan usaha untuk mengeluarkan isi lambung.
- SLKI: Tujuan yang diharapkan adalah pasien dapat mempertahankan intake cairan dan nutrisi yang adekuat.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah mengkaji penyebab mual dan muntah, memberikan antiemetik, dan memfasilitasi intake cairan dan nutrisi yang adekuat.
Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat harus berpedoman pada standar-standar yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk memastikan kualitas dan keamanan praktik keperawatan. Standar-standar tersebut mencakup diagnosis, luaran, dan intervensi keperawatan yang harus dilakukan secara komprehensif dan berdasarkan bukti ilmiah. -
Article No. 2238 | 14 Oct 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan mata kabur sejak 1 tahun
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda paparkan, pasien datang dengan keluhan mata kabur sejak 1 tahun, berikut adalah Diagnosa Keperawatan, penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Penglihatan berhubungan dengan perubahan patologis pada mata.
Penjelasan:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Gangguan Penglihatan: Ketidakmampuan untuk melihat dengan jelas atau sempurna.
- Faktor yang berhubungan: Perubahan patologis pada mata, seperti katarak, glaukoma, retinopati diabetes, dll.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Pasien dapat menyebutkan penyebab gangguan penglihatan.
- Pasien dapat melakukan tindakan pencegahan untuk mencegah atau mengurangi gangguan penglihatan.
- Pasien dapat menyebutkan tanda dan gejala gangguan penglihatan yang memerlukan pemeriksaan segera.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Pengkajian penglihatan
- Edukasi mengenai gangguan penglihatan
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain (dokter spesialis mata) untuk penanganan lebih lanjut.
Tone: Akademis
Persona: Pakar, Nurse
Penjelasan diberikan dalam bahasa yang formal dan informatif, dengan menyajikan informasi yang komprehensif dari sudut pandang keperawatan berdasarkan standar PPNI. -
Article No. 2239 | 14 Oct 2024
Klinis : LAPORAN KASUS Seorang wanita, Ny. S, berusia 48 tahun datang ke poliklinik mata RSUD Karanganyar pada tanggal 16 Maret 2022 dengan keluhan penglihatan kabur. Sekitar dua minggu sebelum datang ke poliklinik, mata sebelah kanan terasa nyeri, merah, dan penglihatan menjadi kabur. Sudah berobat ke puskemas, diberi obat antinyeri, nyeri berkurang namun penglihatan menjadi semakin kabur. Riwayat batuk (-), riwayat penyakit hipertensi (-), riwayat diabetes melitus (- ), riwayat trauma kimi atau mekanik (-), riwayat penyakit mata sebelumnya (-), riwayat operasi mata (-). Pada pemeriksaan status oftalmologi menunjukkan VOD 1/300 dengan lambaian tangan dan VOS 6/6 menggunakan alat bantu kacamata. Pada pemeriksaan segmen anterior okuli dextra didapatkan palpebra superior et inferior tenang. Konjungtiva palpebra superior dan inferior tenang. Konjungtiva bulbi hiperemis dengan pericorneal injeksi (+). Kornea didapatkan keratic presipitate (+). Kamera okuli anterior atau COA didapatkan dalam dan keruh karena adanya cell radang dan flare. Iris didapatkan warna cokelat. Pupil midriasis berbentuk bulat, letak di tengah dengan diameter 5 mm, reflek cahaya +/+. Lensa keruh tipis. Palpasi tekanan intraocular 22 mmHg. Pemeriksaan segmen anterior okuli sinistra dalam batas normal.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan laporan kasus tersebut, diagnosis keperawatan yang sesuai adalah:
1. Gangguan Penglihatan
- SDKI: Gangguan Penglihatan
- SLKI: Pemulihan Fungsi Penglihatan
- SIKI: Pemberian Intervensi Mata
Penjelasan singkat:
Pasien mengalami penglihatan kabur pada mata kanan, yang merupakan tanda adanya gangguan penglihatan. Diagnosis ini sesuai dengan SDKI "Gangguan Penglihatan" yang didefinisikan sebagai "Keterbatasan dalam kemampuan visual yang mengganggu aktivitas sehari-hari". Tujuan keperawatannya adalah pemulihan fungsi penglihatan, sesuai dengan SLKI. Intervensi keperawatannya mencakup pemberian intervensi mata, sesuai dengan SIKI.
2. Nyeri Mata
- SDKI: Nyeri
- SLKI: Kontrol Nyeri
- SIKI: Manajemen Nyeri
Penjelasan singkat:
Pasien mengalami nyeri pada mata kanan, yang merupakan tanda adanya nyeri. Diagnosis ini sesuai dengan SDKI "Nyeri" yang didefinisikan sebagai "Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial". Tujuan keperawatannya adalah kontrol nyeri, sesuai dengan SLKI. Intervensi keperawatannya mencakup manajemen nyeri, sesuai dengan SIKI.
3. Perubahan Integritas Jaringan
- SDKI: Perubahan Integritas Jaringan
- SLKI: Pemulihan Integritas Jaringan
- SIKI: Perawatan Mata
Penjelasan singkat:
Pasien mengalami tanda-tanda peradangan pada mata kanan, seperti konjungtiva hiperemis, keratic presipitate, dan cairan di ruang anterior yang keruh. Hal ini menunjukkan adanya perubahan integritas jaringan. Diagnosis ini sesuai dengan SDKI "Perubahan Integritas Jaringan" yang didefinisikan sebagai "Kerusakan atau perubahan struktur dan fungsi jaringan". Tujuan keperawatannya adalah pemulihan integritas jaringan, sesuai dengan SLKI. Intervensi keperawatannya mencakup perawatan mata, sesuai dengan SIKI.
Standar diagnosis dan intervensi keperawatan ini bersumber dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) melalui SDKI, SLKI, dan SIKI. -
Article No. 2240 | 14 Oct 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan demam, batuk,
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan keluhan pasien yang datang dengan demam, batuk, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat menggunakan standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Hipertermia (SDKI)
Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas nilai normal.
2. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif (SDKI)
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
Luaran Keperawatan (SLKI):
1. Suhu Tubuh: Terkendali (SLKI)
Kriteria hasil: Suhu tubuh dalam batas normal.
2. Status Pernapasan: Baik (SLKI)
Kriteria hasil: Irama, kedalaman, dan frekuensi pernapasan dalam batas normal.
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Manajemen Demam (SIKI)
Definisi: Tindakan untuk mengendalikan peningkatan suhu tubuh.
Aktivitas: Pemantauan suhu tubuh, pemberian obat penurun demam, kompres dingin, dan edukasi tentang manajemen demam.
2. Manajemen Jalan Napas (SIKI)
Definisi: Tindakan untuk mempertahankan jalan napas terbuka dan bersih.
Aktivitas: Pemantauan pernapasan, pemberian bronkodilator, fisioterapi dada, dan edukasi tentang teknik batuk efektif.
Catatan:
Tone = akademis, persona = pakar, nurse, menunjukkan bahwa penjelasan diberikan dengan gaya formal dan ilmiah, serta menggunakan sudut pandang seorang profesional di bidang keperawatan.