Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 2528 | 16 Oct 2024
Klinis : gangguan pertukaran gas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) sesuai dengan standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi gangguan pertukaran gas.
Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Pertukaran Gas
Definisi:
Ketidakmampuan untuk mempertahankan atau mencapai oksigenasi yang adekuat dan/atau eliminasi karbon dioksida pada tingkat seluler.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Definisi
- Faktor Berhubungan (Etiologi)
- Gejala dan Tanda
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran Keperawatan yang Diharapkan
- Kriteria Hasil
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi Keperawatan
- Aktivitas Keperawatan
Sebagai seorang pakar keperawatan, saya dapat menjelaskan bahwa diagnosa keperawatan "Gangguan Pertukaran Gas" mengacu pada ketidakmampuan tubuh untuk mempertahankan atau mencapai oksigenasi yang adekuat dan/atau eliminasi karbon dioksida pada tingkat seluler. Faktor-faktor yang berhubungan (etiologi) dengan kondisi ini dapat meliputi gangguan ventilasi, difusi, perfusi, atau metabolisme. Gejala dan tanda yang mungkin muncul antara lain perubahan warna kulit, perubahan frekuensi pernapasan, serta adanya rasa sesak atau nyeri.
Luaran keperawatan yang diharapkan adalah pasien dapat mempertahankan pertukaran gas yang adekuat, dengan kriteria hasil seperti mempertahankan saturasi oksigen dalam batas normal, mempertahankan kadar karbon dioksida dalam batas normal, serta tidak ditemukan tanda-tanda gagal napas.
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan mencakup pemantauan status pernapasan, pemberian oksigen, pengaturan posisi, serta edukasi kepada pasien dan keluarga. Aktivitas keperawatan yang spesifik dapat meliputi pemantauan tanda-tanda vital, pemberian oksigen sesuai kebutuhan, pengaturan posisi semi-fowler, serta pemberian informasi terkait manajemen gangguan pertukaran gas.
Sebagai seorang pakar keperawatan, saya berharap penjelasan singkat ini dapat memberikan pemahaman yang jelas mengenai Diagnosa Keperawatan "Gangguan Pertukaran Gas" beserta standar SDKI, SLKI, dan SIKI yang berlaku di Indonesia. Jangan ragu untuk menanyakan lebih lanjut jika Anda membutuhkan informasi tambahan. -
Article No. 2529 | 16 Oct 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan menyesak dan mual
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan nada akademis dan sebagai seorang perawat spesialis, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI untuk kondisi pasien yang datang dengan keluhan sesak napas dan mual:
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
- Penyebab: Peningkatan produksi sekret, kelemahan otot pernapasan, dan obstruksi jalan napas.
2. Mual
- Definisi: Perasaan tidak nyaman yang menyebabkan dorongan untuk muntah.
- Penyebab: Iritasi gastrointestinal, stimulasi pusat muntah di otak, dan efek samping pengobatan.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif: Tanda dan gejala yang mungkin muncul adalah pernapasan cuping hidung, penggunaan otot bantu pernapasan, bunyi napas tambahan, dan sputum berlebih.
- Mual: Tanda dan gejala yang mungkin muncul adalah perasaan ingin muntah, refleks muntah, dan produksi saliva yang berlebih.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif: Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat mempertahankan jalan napas yang efektif, bebas dari sputum, dan memiliki pola napas yang normal.
- Mual: Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat mengendalikan mual, tidak ada episode muntah, dan tidak ada komplikasi terkait mual.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif: Intervensi yang dapat dilakukan adalah manajemen jalan napas, terapi oksigen, dan fisioterapi dada.
- Mual: Intervensi yang dapat dilakukan adalah manajemen mual, pemberian antiemetik, dan pemberian cairan dan elektrolit.
Dalam penanganan kondisi ini, perawat harus melakukan pengkajian yang komprehensif, merumuskan diagnosa keperawatan yang tepat, dan menyusun rencana asuhan keperawatan berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia. -
Article No. 2530 | 16 Oct 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan menyesak
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas adalah kondisi di mana individu mengalami penurunan dalam pembebasan sekresi atau obstruksi jalan napas untuk mempertahankan permeabilitas jalan napas.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari diagnosa ini adalah:
1. Bersihan Jalan Napas Efektif
2. Tidak Terjadi Komplikasi Akibat Gangguan Bersihan Jalan Napas
3. Pasien Mampu Melakukan Teknik Batuk Efektif
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Pemantauan Jalan Napas
2. Manajemen Jalan Napas
3. Fisioterapi Dada
4. Edukasi Perawatan Jalan Napas
Penjelasan singkat:
Pasien datang dengan keluhan sesak napas, yang mengindikasikan adanya masalah pada jalan napas. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas, di mana terdapat penurunan kemampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi jalan napas. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah pemantauan jalan napas, manajemen jalan napas, fisioterapi dada, dan edukasi perawatan jalan napas untuk membantu pasien mempertahankan permeabilitas jalan napas. -
Article No. 2531 | 16 Oct 2024
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- SDKI: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
- SLKI: Intervensi untuk memfasilitasi pembersihan sekresi dan mempertahankan bersihan jalan napas.
- SIKI: Tindakan keperawatan untuk memfasilitasi pembersihan sekresi dan mempertahankan bersihan jalan napas.
2. Intoleransi Aktivitas
- SDKI: Keterbatasan fisik dan/atau psikologis dalam melakukan aktivitas rutin.
- SLKI: Intervensi untuk meningkatkan toleransi terhadap aktivitas.
- SIKI: Tindakan keperawatan untuk meningkatkan toleransi terhadap aktivitas.
3. Risiko Infeksi
- SDKI: Rentan mengalami infeksi yang dapat membahayakan kesehatan.
- SLKI: Intervensi untuk mencegah dan mengendalikan infeksi.
- SIKI: Tindakan keperawatan untuk mencegah dan mengendalikan infeksi.
Penjelasan Singkat:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif:
Pasien mengalami masalah dalam membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan, sehingga memerlukan intervensi keperawatan untuk memfasilitasi pembersihan sekresi dan mempertahankan bersihan jalan napas.
2. Intoleransi Aktivitas:
Pasien mengalami keterbatasan fisik dan/atau psikologis dalam melakukan aktivitas rutin, sehingga memerlukan intervensi keperawatan untuk meningkatkan toleransi terhadap aktivitas.
3. Risiko Infeksi:
Pasien rentan mengalami infeksi yang dapat membahayakan kesehatan, sehingga memerlukan intervensi keperawatan untuk mencegah dan mengendalikan infeksi.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia memiliki standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang digunakan sebagai acuan dalam praktik keperawatan di Indonesia. -
Article No. 2532 | 16 Oct 2024
Klinis : Pasien berusia 53 tahun mengeluh nyeri area kandung kemih, dan terasa nyeri saat BAK, skala nyeri 3. Dan mengeluh kan sulit tidur, dan sering terbangun karena adanya nyeri.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, akan saya berikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda sampaikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan infeksi saluran kemih, ditandai dengan pasien mengeluh nyeri di area kandung kemih, nyeri saat BAK, dan skala nyeri 3.
2. Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri akut, ditandai dengan pasien mengeluh sulit tidur dan sering terbangun karena adanya nyeri.
Penjelasan singkat SDKI, SLKI, SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Nyeri akut: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.
- Gangguan pola tidur: Gangguan jumlah dan kualitas tidur yang mengganggu fungsi sehari-hari.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Nyeri akut: Pasien melaporkan nyeri terkontrol, pasien dapat mengenali dan melaporkan faktor pencetus nyeri, pasien menggunakan manajemen nyeri yang efektif.
- Gangguan pola tidur: Pasien melaporkan pola tidur yang memadai, pasien dapat mengenali dan mengatasi hambatan tidur.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen nyeri: Mengidentifikasi dan mengurangi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap nyeri, memfasilitasi strategi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri, dan memberikan obat-obatan untuk mengurangi nyeri.
- Manajemen pola tidur: Mengidentifikasi dan mengatasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap gangguan tidur, mengajarkan teknik relaksasi, dan memfasilitasi lingkungan yang mendukung tidur yang nyaman.
Dalam menangani kondisi pasien ini, perawat dapat menggunakan pendekatan yang komprehensif sesuai dengan standar SDKI, SLKI, dan SIKI untuk memastikan perawatan yang optimal bagi pasien. -
Article No. 2533 | 16 Oct 2024
Klinis : Hipertermia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi hipertermia, dengan tone akademis dan persona sebagai pakar/perawat.
Diagnosa Keperawatan:
Hipertermia
Definisi:
Hipertermia adalah peningkatan suhu tubuh di atas 38,3°C (101°F) yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk mengendalikan suhu tubuh.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Hipertermia: Peningkatan suhu tubuh di atas nilai normal yang disebabkan oleh peningkatan produksi panas atau penurunan kemampuan tubuh untuk mengendalikan suhu.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Suhu tubuh normal
2. Tidak ada tanda-tanda infeksi
3. Kenyamanan pasien
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Pemantauan suhu tubuh
2. Manajemen suhu tubuh
3. Manajemen demam
4. Manajemen infeksi
Penjelasan Singkat:
Hipertermia merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian dan penanganan keperawatan yang tepat. Diagnosis keperawatan ini mengacu pada peningkatan suhu tubuh di atas nilai normal yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi, gangguan thermoregulasi, atau reaksi terhadap obat-obatan. Perawat berperan penting dalam memantau suhu tubuh pasien, mengelola suhu tubuh, serta mengelola demam dan infeksi yang mungkin menjadi penyebab. Intervensi keperawatan yang tepat dapat membantu menurunkan suhu tubuh, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kenyamanan pasien. -
Article No. 2534 | 16 Oct 2024
Klinis : Manajemen cairan pada pasien gagal jantung terkait dengan terapi furosemid dan pembatasan cairan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Ketidakseimbangan Cairan (00026)
Definisi: Keadaan di mana individu mengalami peningkatan atau penurunan cairan intravaskular, intraseluler, dan/atau ekstraseluler.
Definisi SDKI:
Ketidakseimbangan cairan adalah kondisi di mana individu mengalami kelebihan atau kekurangan cairan di dalam tubuh yang dapat menimbulkan komplikasi kesehatan.
Definisi SLKI:
Pemulihan keseimbangan cairan adalah kemampuan individu untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Definisi SIKI:
Manajemen Cairan adalah tindakan keperawatan untuk mengontrol dan mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh pasien.
Penjelasan Singkat:
Pasien gagal jantung sering mengalami ketidakseimbangan cairan akibat terapi diuretik (furosemid) dan pembatasan asupan cairan. Perawat berperan dalam memantau input-output cairan, tanda-tanda klinis, dan menyesuaikan intervensi keperawatan sesuai respons pasien. Tujuannya adalah untuk mencapai keseimbangan cairan yang optimal dan mencegah komplikasi seperti dehydrasi atau overload cairan. -
Article No. 2535 | 16 Oct 2024
Klinis : Hipertermia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat dengan pengalaman dan pengetahuan yang luas, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi hipertermia.
Diagnosa Keperawatan:
Hipertermia
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Hipertermia didefinisikan sebagai peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal, biasanya disebabkan oleh peningkatan produksi panas atau penurunan kehilangan panas tubuh. Karakteristik utama dari hipertermia meliputi peningkatan suhu tubuh, kulit kemerahan, dan perilaku yang menunjukkan ketidaknyamanan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dalam penanganan hipertermia adalah pasien dapat mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal, pasien dapat mengenali tanda dan gejala hipertermia, serta pasien dapat melakukan tindakan untuk menurunkan suhu tubuh.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertermia meliputi pemantauan tanda-tanda vital, pemberian obat penurun demam, pemberian cairan intravena, kompres dingin, dan pengaturan lingkungan yang nyaman. Selain itu, edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai penanganan hipertermia juga merupakan bagian penting dari intervensi keperawatan.
Dalam praktik keperawatan, perawat harus menerapkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh PPNI untuk memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkualitas tinggi bagi pasien dengan kondisi hipertermia. -
Article No. 2536 | 16 Oct 2024
Klinis : Hipertermia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi hipertermia.
Diagnosa Keperawatan:
Hipertermia
Definisi:
Hipertermia adalah peningkatan suhu tubuh di atas kisaran normal, yang disebabkan oleh terganggunya mekanisme pengaturan suhu tubuh.
SDKI:
Indikator diagnostik utama:
- Suhu tubuh meningkat di atas 38,3°C
Indikator diagnostik pendukung:
- Kulit terasa panas
- Nadi cepat
- Frekuensi napas meningkat
- Kesadaran menurun
SLKI:
Luaran yang diharapkan:
- Suhu tubuh kembali normal
- Tanda-tanda vital dalam batas normal
- Tidak ada tanda-tanda komplikasi
SIKI:
Intervensi Keperawatan:
1. Monitoring suhu tubuh secara berkala
2. Mengatur suhu lingkungan untuk menurunkan suhu tubuh
3. Memberikan kompres dingin atau ice pack pada area tubuh
4. Memfasilitasi istirahat yang cukup
5. Memantau tanda-tanda vital
6. Mempertahankan intake cairan yang adekuat
7. Mengevaluasi efektivitas intervensi dan melakukan tindak lanjut jika diperlukan
Peran Perawat:
Sebagai seorang perawat, saya berperan dalam melakukan pengkajian, menegakkan diagnosa keperawatan, merencanakan dan melaksanakan intervensi yang tepat, serta mengevaluasi hasil tindakan keperawatan untuk mengatasi kondisi hipertermia pada pasien. -
Article No. 2537 | 16 Oct 2024
Klinis : Hipertermia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait dengan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) untuk kondisi hipertermia.
Diagnosa Keperawatan:
Hipertermia
Penjelasan:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Hipertermia adalah peningkatan suhu tubuh di atas 37,5°C (99,5°F) yang disebabkan oleh gangguan mekanisme pengaturan suhu tubuh.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
a. Pemulihan suhu tubuh dalam batas normal
b. Tidak ada tanda-tanda infeksi
c. Tidak ada komplikasi akibat hipertermia
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
a. Monitor suhu tubuh secara berkala
b. Berikan cairan yang adekuat
c. Berikan obat penurun demam, jika diperlukan
d. Lakukan tindakan penurun panas, seperti kompres hangat, kipas angin, atau selimut dingin
e. Identifikasi dan tangani penyebab hipertermia
f. Edukasi pasien dan keluarga tentang manajemen hipertermia
Sebagai perawat profesional, saya akan memantau dan mengelola kondisi hipertermia pada pasien secara komprehensif sesuai dengan standar praktik keperawatan yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Tujuan utamanya adalah untuk memulihkan suhu tubuh pasien ke dalam batas normal dan mencegah terjadinya komplikasi.