Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 2624 | 17 Oct 2024
Klinis : Pasien kontrol. Saat ini pasien tenang dan kooperatif. Pasien berkata terkadang masih sering scrolling instagram suami dan mertuanya. Namun pasien berkata itu tidak mempengaruhi dirinya. Pasien juga berkata fokusnya mudah teralihkan dan ia lebih banyak tidur. Pasien juga merasa malas beraktivitas dan lebih banyak tidur. Nafsu makan baik. Pasien bertanya apakah ia sudah dapat kerja atau tidak. Ia berkata sudah ingin menghasilkan uang kembali.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan tone akademis dan persona sebagai pakar perawat, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat tentang SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Interaksi Sosial Berhubungan dengan Penggunaan Media Sosial yang Berlebihan
2. Defisit Aktivitas Berhubungan dengan Penurunan Motivasi
Penjelasan Singkat:
1. Gangguan Interaksi Sosial Berhubungan dengan Penggunaan Media Sosial yang Berlebihan
- SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia): Gangguan Interaksi Sosial
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Peningkatan Interaksi Sosial
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Terapi Perilaku, Konseling, Terapi Aktivitas Kelompok
Pasien menunjukkan perilaku penggunaan media sosial yang berlebihan, yang dapat mengganggu interaksi sosial dan hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah memberikan terapi perilaku, konseling, dan terapi aktivitas kelompok untuk membantu pasien mengatur penggunaan media sosial dan meningkatkan interaksi sosial yang sehat.
2. Defisit Aktivitas Berhubungan dengan Penurunan Motivasi
- SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia): Defisit Aktivitas
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Peningkatan Aktivitas
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Terapi Aktivitas, Manajemen Energi, Motivasi
Pasien menunjukkan penurunan motivasi untuk beraktivitas, yang dapat menyebabkan defisit aktivitas. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah memberikan terapi aktivitas, manajemen energi, dan motivasi untuk membantu pasien meningkatkan aktivitas dan produktivitasnya.
Secara keseluruhan, diagnosa keperawatan dan intervensi yang sesuai dapat membantu pasien mengatasi permasalahan yang dihadapinya dan meningkatkan kualitas hidup. -
Article No. 2625 | 17 Oct 2024
Klinis : Hipertermia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi hipertermia sesuai dengan standar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Diagnosa Keperawatan:
Hipertermia
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Hipertermia adalah peningkatan suhu tubuh di atas 37,5°C (99,5°F) yang disebabkan oleh peningkatan produksi panas atau penurunan hilangnya panas dari tubuh.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari penanganan hipertermia adalah:
1. Suhu tubuh kembali normal
2. Tidak ada tanda-tanda infeksi
3. Pasien menunjukkan rasa nyaman
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan untuk mengatasi hipertermia meliputi:
1. Menurunkan suhu tubuh dengan menggunakan kompres hangat/dingin, pemberian obat penurun demam, dan meningkatkan asupan cairan.
2. Memantau tanda-tanda vital dan gejala infeksi.
3. Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang hipertermia dan pentingnya penanganan yang tepat.
Sebagai seorang perawat, saya akan bekerja sama dengan tim kesehatan lainnya untuk memastikan penanganan hipertermia sesuai dengan standar PPNI dan memberikan perawatan yang optimal bagi pasien. -
Article No. 2626 | 17 Oct 2024
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan informasi yang diberikan, diagnosis awal untuk pasien tersebut adalah tuberkulosis paru. Berikut kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang sesuai:
1. Kode ICD-10:
- Kode: A15.0
- Deskripsi: Tuberkulosis paru dengan pemeriksaan mikrobiologis atau histologis positif
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 87.44
- Deskripsi: Pemeriksaan mikrobiologis sputum untuk deteksi bakteri tuberkulosis
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 A15.0 "Tuberkulosis paru dengan pemeriksaan mikrobiologis atau histologis positif" digunakan karena pasien memiliki gejala batuk berdahak, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan, serta hasil pemeriksaan menunjukkan adanya lesi di paru, yang sesuai dengan kriteria diagnosis tuberkulosis paru.
2. Kode ICD-9-CM 87.44 "Pemeriksaan mikrobiologis sputum untuk deteksi bakteri tuberkulosis" dapat digunakan untuk prosedur pemeriksaan sputum yang kemungkinan akan dilakukan untuk konfirmasi diagnosis tuberkulosis paru pada pasien.
Secara keseluruhan, kode ICD-10 A15.0 dan kode ICD-9-CM 87.44 merupakan kode yang sesuai untuk mendeskripsikan diagnosis dan prosedur/tindakan medis yang mungkin akan dilakukan pada pasien tersebut. -
Article No. 2627 | 17 Oct 2024
Klinis : Sesak nafas, kaki bengkak, sulit berjalan, BB terjadi kenaikan, urin 200 cc/24 jam Putting edema +2, ronchi, tampak sesak
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
Berat Badan Meningkat Tidak Efektif
Penjelasan:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Peningkatan berat badan yang tidak dikehendaki dan melebihi berat badan ideal.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Berat badan stabil
2. Tingkat perfusi jaringan adekuat
3. Edema menurun
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Monitor intake dan output cairan
2. Monitor berat badan harian
3. Kolaborasi pemberian diuretik
4. Anjurkan pembatasan asupan garam
5. Evaluasi fungsi ginjal
Penjelasan singkat:
Kondisi pasien dengan sesak napas, kaki bengkak, sulit berjalan, berat badan meningkat, dan output urin yang rendah mengarah pada Diagnosa Keperawatan "Berat Badan Meningkat Tidak Efektif". Hal ini disebabkan oleh adanya retensi cairan yang menyebabkan edema dan berat badan naik. Intervensi keperawatan yang diperlukan adalah memantau intake dan output cairan, berat badan harian, kolaborasi pemberian diuretik, pembatasan asupan garam, serta evaluasi fungsi ginjal untuk mengatasi kondisi tersebut. -
Article No. 2628 | 17 Oct 2024
Klinis : Sesak nafas, kaki bengkak, sulit berjalan, BB terjadi kenaikan, urin 200 cc/24 jam Putting edema +2, ronchi, tampak sesak pasien HD rutin
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan keterbatasan fisik akibat pembengkakan dan sesak napas.
Penjelasan:
- Intoleransi Aktivitas adalah ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari akibat keterbatasan fisik.
- Dalam kasus ini, pasien mengalami sesak napas, pembengkakan pada kaki, dan kesulitan berjalan, yang menyebabkan keterbatasan dalam melakukan aktivitas.
2. Kelebihan Volume Cairan berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal dan retensi cairan.
Penjelasan:
- Kelebihan Volume Cairan adalah kondisi di mana terjadi akumulasi cairan yang berlebihan dalam tubuh.
- Dalam kasus ini, pasien mengalami pembengkakan pada kaki (edema), produksi urin yang sangat rendah (200 cc/24 jam), dan peningkatan berat badan, yang menunjukkan adanya retensi cairan akibat penurunan fungsi ginjal.
3. Pola Napas Tidak Efektif berhubungan dengan proses penyakit kardiovaskular.
Penjelasan:
- Pola Napas Tidak Efektif adalah kondisi di mana pasien mengalami perubahan dalam pola pernapasan yang dapat mengganggu oksigenasi.
- Dalam kasus ini, pasien mengalami sesak napas dan adanya suara napas tambahan (ronchi), yang menunjukkan adanya masalah dalam proses pernapasan akibat kondisi kardiovaskular yang memburuk.
Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) adalah sistem klasifikasi yang dikembangkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk mendukung praktik keperawatan yang terstandar dan berbasis bukti. -
Article No. 2629 | 17 Oct 2024
Klinis : hasil pengkajian 3MS menunjukkan demensia sedang, hasil skor SPMSQ menunjukkan kerusakan intelektual ringan, klien mudah lupa
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan hasil pengkajian yang Anda berikan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi tersebut:
Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Proses Pikir Berhubungan dengan Demensia Sedang
Penjelasan:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Definisi: Ketidakmampuan untuk memproses informasi secara efektif yang ditandai dengan penurunan kemampuan berpikir, mempertimbangkan, menganalisis, dan memecahkan masalah.
- Penyebab: Demensia sedang, kerusakan intelektual ringan, mudah lupa.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Klien menunjukkan proses pikir yang membaik, memperlihatkan peningkatan kemampuan berpikir, mempertimbangkan, menganalisis, dan memecahkan masalah.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi Keperawatan: Stimulasi Fungsi Kognitif, Manajemen Lingkungan, Terapi Reminisens, Terapi Orientasi Realitas, Peningkatan Kemampuan Memecahkan Masalah.
Penjelasan singkat:
Klien dengan demensia sedang dan kerusakan intelektual ringan memiliki gangguan proses pikir yang ditandai dengan penurunan kemampuan berpikir, mempertimbangkan, menganalisis, dan memecahkan masalah. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah stimulasi fungsi kognitif, manajemen lingkungan, terapi reminisens, terapi orientasi realitas, dan peningkatan kemampuan memecahkan masalah untuk membantu klien meningkatkan proses pikirnya. -
Article No. 2630 | 17 Oct 2024
Klinis : konfusi akut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi konfusi akut.
Diagnosa Keperawatan:
Konfusi Akut
Definisi:
Gangguan kognitif yang ditandai dengan perubahan mendadak dan fluktuatif dalam kesadaran, perhatian, orientasi, dan proses berpikir.
SDKI:
Penyebab:
- Perubahan neurologis (misalnya trauma kepala, infeksi otak, penyakit vaskular)
- Gangguan metabolik (misalnya dehidrasi, gangguan elektrolit)
- Efek samping obat
- Stres emosional
Gejala:
- Perubahan kesadaran
- Disorientasi
- Penurunan daya ingat
- Gangguan persepsi
- Gangguan proses berpikir
SLKI:
Luaran yang diharapkan:
- Pasien menunjukkan peningkatan orientasi
- Pasien menunjukkan peningkatan konsentrasi
- Pasien menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir jernih
SIKI:
Intervensi Keperawatan:
- Pemantauan tanda-tanda vital
- Manajemen lingkungan yang tenang dan aman
- Orientasi realitas
- Stimulasi kognitif
- Manajemen obat
- Dukungan emosional
Penjelasan singkat:
Konfusi akut merupakan gangguan kognitif yang ditandai dengan perubahan mendadak dan fluktuatif dalam kesadaran, perhatian, orientasi, dan proses berpikir. Penyebabnya dapat berasal dari perubahan neurologis, gangguan metabolik, efek samping obat, atau stres emosional. Gejala yang muncul antara lain perubahan kesadaran, disorientasi, penurunan daya ingat, gangguan persepsi, dan gangguan proses berpikir.
Tujuan utama dari intervensi keperawatan adalah meningkatkan orientasi, konsentrasi, dan kemampuan berpikir jernih pada pasien. Intervensi yang dapat dilakukan antara lain pemantauan tanda-tanda vital, manajemen lingkungan yang tenang dan aman, orientasi realitas, stimulasi kognitif, manajemen obat, dan dukungan emosional. -
Article No. 2631 | 17 Oct 2024
Klinis : Laparaskopi cholesistectomy
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi pasien yang menjalani laparoskopi kolesistektomi.
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri Akut
- Definisi: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang dijelaskan dalam istilah tersebut (nyeri).
- Penyebab: Prosedur operasi laparoskopi kolesistektomi yang menyebabkan kerusakan jaringan.
2. Risiko Perdarahan
- Definisi: Rentan terhadap kehilangan darah yang melebihi batas normal, yang dapat membahayakan kesehatan.
- Penyebab: Prosedur bedah yang dapat menyebabkan perdarahan.
3. Risiko Infeksi
- Definisi: Rentan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
- Penyebab: Prosedur bedah yang dapat menyebabkan masuknya agen infeksius.
4. Intoleransi Aktivitas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk mentoleransi aktivitas fisik.
- Penyebab: Nyeri dan keterbatasan gerak akibat prosedur bedah.
Penjelasan Singkat SDKI, SLKI, dan SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) adalah kumpulan standar diagnosis keperawatan yang dikembangkan oleh PPNI untuk menyediakan kerangka acuan dalam mengidentifikasi dan menentukan diagnosis keperawatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah kumpulan standar luaran keperawatan yang dikembangkan oleh PPNI untuk menyediakan kerangka acuan dalam menentukan hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah kumpulan standar intervensi keperawatan yang dikembangkan oleh PPNI untuk menyediakan kerangka acuan dalam memilih dan melaksanakan intervensi keperawatan.
Dengan mengacu pada SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang terstandar dan berkualitas untuk pasien yang menjalani laparoskopi kolesistektomi. -
Article No. 2632 | 17 Oct 2024
Klinis : seorang lelaki usia 50 tahun mengatakan jika sesak selama 3 bulan dan ngongsrong 3 bulan memberat 1 minggu ini,batuk positif 3 minggu
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, kondisi pasien tersebut dapat diidentifikasi dengan beberapa diagnosis keperawatan menggunakan standar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), yaitu:
1. Diagnosis Keperawatan: Ketidakefektifan pola napas
- Definisi: Ketidakadekuatan ventilasi, yang dapat mengakibatkan perubahan pada pola napas.
- Faktor yang berhubungan: Disfungsi neuromuskular, adanya sekresi pernapasan yang berlebihan.
- Gejala dan tanda: Sesak napas, batuk, perubahan pada frekuensi dan kedalaman napas.
2. Diagnosis Keperawatan: Ketidakefektifan bersihan jalan napas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
- Faktor yang berhubungan: Produksi sekret yang berlebihan, penurunan kemampuan batuk.
- Gejala dan tanda: Batuk yang tidak efektif, suara napas tambahan, sputum yang berlebihan.
3. Diagnosis Keperawatan: Risiko infeksi
- Definisi: Peningkatan risiko terserang oleh organisme patogen.
- Faktor yang berhubungan: Paparan lingkungan yang tidak adekuat, penurunan sistem pertahanan tubuh.
- Gejala dan tanda: Batuk, peningkatan suhu tubuh, peningkatan jumlah leukosit.
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Merupakan standar yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan pasien yang menjadi fokus intervensi keperawatan.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Merupakan standar yang digunakan untuk menentukan hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan yang diberikan.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Merupakan standar yang digunakan untuk menentukan tindakan keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan.
Penggunaan SDKI - SLKI - SIKI dalam praktik keperawatan membantu perawat untuk memberikan asuhan keperawatan yang terstandar dan berkualitas. -
Article No. 2633 | 17 Oct 2024
Klinis : seorang lelaki usia 50 tahun mengatakan jika sesak selama 3 bulan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, yaitu seorang lelaki usia 50 tahun yang mengeluhkan sesak selama 3 bulan, maka diagnosis keperawatan yang sesuai, beserta penjelasan singkat SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), adalah sebagai berikut:
Diagnosis Keperawatan:
Pola Napas Tidak Efektif
SDKI:
Pola Napas Tidak Efektif adalah ketidakmampuan untuk menarik atau mengeluarkan udara secara adekuat selama bernafas.
SLKI:
1. Perfusi Jaringan Perifer Membaik
2. Konservasi Energi Membaik
3. Kepatuhan Terhadap Pengobatan Membaik
SIKI:
1. Manajemen Jalan Nafas
2. Manajemen Ventilasi
3. Edukasi Manajemen Penyakit Kronis
Penjelasan Singkat:
Pada kasus ini, diagnosis keperawatan yang sesuai adalah Pola Napas Tidak Efektif, yang mengindikasikan bahwa pasien mengalami ketidakmampuan untuk menarik atau mengeluarkan udara secara adekuat selama bernafas. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kondisi penyakit pernapasan, kelainan struktur, atau kondisi lain yang memengaruhi fungsi pernapasan.
Luaran keperawatan yang diharapkan adalah peningkatan perfusi jaringan perifer, konservasi energi, dan kepatuhan terhadap pengobatan. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan mencakup manajemen jalan napas, manajemen ventilasi, dan edukasi manajemen penyakit kronis.
Dengan pendekatan standar asuhan keperawatan SDKI-SLKI-SIKI, perawat dapat memberikan perawatan yang komprehensif dan terukur untuk membantu pasien mencapai hasil kesehatan yang optimal.