Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 2681 | 18 Oct 2024
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk pasien dengan kondisi tersebut.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas berhubungan dengan produksi sekret berlebih sebagaimana ditunjukkan dengan batuk berdahak, suara napas bronkial di paru kanan atas, dan sesak napas.
Penjelasan Singkat:
a. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Definisi: Ketidakmampuan untuk mempertahankan pembersihan jalan napas yang efektif untuk memfasilitasi pertukaran gas.
- Karakteristik Definisi: Batuk berdahak, suara napas bronkial, sesak napas.
b. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Pasien mempertahankan jalan napas yang efektif, bebas dari sekresi, dan tidak mengalami sesak napas.
c. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi yang dapat dilakukan: Manajemen jalan napas, terapi oksigen, dan edukasi tentang batuk efektif.
Dengan memperhatikan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari PPNI, perawat dapat menetapkan diagnosa keperawatan yang tepat dan memberikan intervensi yang sesuai untuk membantu pasien mencapai luaran yang diharapkan. -
Article No. 2682 | 18 Oct 2024
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan informasi yang diberikan, diagnosis awal untuk pasien pria usia 45 tahun dengan keluhan batuk berdahak, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan, serta hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas dan lesi di paru, adalah tuberkulosis paru. Berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis tersebut, serta kode ICD-9-CM untuk prosedur atau tindakan medis yang mungkin dilakukan:
1. Kode ICD-10:
- Kode: A15.0
- Deskripsi: Tuberkulosis paru dengan konfirmasi bakteriologis atau histologis
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 33.22
- Deskripsi: Bronchoalveolar lavage (BAL)
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 A15.0 merupakan kode untuk tuberkulosis paru dengan konfirmasi bakteriologis atau histologis. Ini sesuai dengan diagnosis awal tuberkulosis paru yang didasarkan pada gejala dan hasil pemeriksaan.
2. Kode ICD-9-CM 33.22 untuk bronchoalveolar lavage (BAL) adalah salah satu prosedur yang mungkin dilakukan untuk memperoleh spesimen dari paru-paru untuk analisis mikrobiologis dan sitologis, guna mendukung diagnosis tuberkulosis paru.
Perlu diperhatikan bahwa diagnosis dan tindakan medis yang dilakukan dapat berubah seiring dengan proses investigasi dan evaluasi lebih lanjut oleh dokter. -
Article No. 2683 | 18 Oct 2024
Klinis : SLKI L.054042
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan kondisi yang diberikan, yaitu SLKI L.054042, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur atau tindakan medis:
1. Kode ICD-10:
- Kode: L05.04
- Deskripsi: Sinus pilonidal dengan abses
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 86.22
- Deskripsi: Drainase abses sinus pilonidal
Penjelasan:
1. Kode ICD-10:
- Kode L05.04 adalah untuk diagnosis "Sinus pilonidal dengan abses". Sinus pilonidal adalah suatu kondisi di mana terdapat lubang atau saluran di kulit, biasanya di daerah tulang ekor, yang dapat menyebabkan pembentukan abses.
2. Kode ICD-9-CM Procedure:
- Kode 86.22 adalah untuk prosedur "Drainase abses sinus pilonidal". Tindakan ini dilakukan untuk mengeluarkan cairan atau nanah yang terkumpul dalam abses sinus pilonidal, guna mencegah infeksi yang lebih parah dan membantu proses penyembuhan.
Dalam menangani kondisi SLKI L.054042, dokter atau perekam medis dapat menggunakan kode-kode tersebut untuk dokumentasi dan penagihan layanan kesehatan yang diberikan. -
Article No. 2684 | 18 Oct 2024
Klinis : SLKI L.054042
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi SLKI L.054042 dengan tone akademis dan persona pakar/perawat.
Diagnosa Keperawatan:
Risiko Jatuh (SLKI L.054042)
Definisi:
Kerentanan meningkat untuk terjatuh, yang dapat menyebabkan cidera fisik.
Faktor Risiko:
1. Gangguan Mobilitas Fisik
2. Gangguan Persepsi
3. Riwayat Jatuh
4. Lingkungan yang Tidak Aman
5. Penggunaan Obat-obatan
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Assess Risiko Jatuh
2. Identifikasi Faktor Risiko
3. Modifikasi Lingkungan
4. Supervisi Aktivitas
5. Edukasi Pasien dan Keluarga
Hasil Keperawatan (SLKI):
1. Risiko Jatuh Terkendali
2. Pasien Bebas Cidera
3. Keluarga Mampu Mencegah Jatuh
Penjelasan Singkat:
Risiko Jatuh adalah kondisi di mana pasien memiliki kerentanan yang meningkat untuk terjatuh, yang dapat menyebabkan cedera fisik. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan mobilitas fisik, gangguan persepsi, riwayat jatuh, lingkungan yang tidak aman, dan penggunaan obat-obatan. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah melakukan asesmen risiko jatuh, mengidentifikasi faktor risiko, memodifikasi lingkungan, melakukan supervisi aktivitas, serta memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga. Tujuan akhir dari asuhan keperawatan ini adalah mencapai hasil keperawatan berupa risiko jatuh yang terkendali, pasien bebas cidera, dan keluarga mampu mencegah jatuh. -
Article No. 2685 | 18 Oct 2024
Klinis : SIKI : I.06171
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi dengan kode SIKI I.06171.
Diagnosa Keperawatan:
Resiko Infeksi
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Resiko Infeksi adalah kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat mengganggu kesehatan. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti penurunan sistem kekebalan tubuh, prosedur invasif, paparan terhadap patogen, dan sanitasi yang buruk.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari diagnosa ini adalah pasien dapat menunjukkan tidak terjadi tanda dan gejala infeksi, pasien dapat menunjukkan peningkatan sistem pertahanan tubuh, dan pasien dapat menunjukkan perilaku pencegahan infeksi yang efektif.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatasi resiko infeksi antara lain:
I.06171 Manajemen Infeksi: Tindakan untuk mencegah dan mengontrol penyebaran infeksi pada pasien.
Tindakan dapat mencakup kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri, desinfeksi lingkungan, dan pemantauan tanda-tanda infeksi.
Sebagai perawat, saya akan bekerja sama dengan pasien dan tenaga kesehatan lainnya untuk mengidentifikasi faktor risiko infeksi, menerapkan tindakan pencegahan, dan memantau perkembangan kondisi pasien secara komprehensif. -
Article No. 2686 | 18 Oct 2024
Klinis : SDKI : D.0054
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat sesuai dengan standar SDKI - SLKI - SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi D.0054 dengan tone akademis dan persona seorang pakar/perawat.
Diagnosa Keperawatan:
D.0054 Kelelahan
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kelelahan adalah sensasi keletihan dan penurunan kapasitas untuk melakukan aktivitas fisik dan mental yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan energi.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Klien melaporkan peningkatan energi dan stamina.
2. Klien dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa kelelahan yang berlebihan.
3. Klien menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Identifikasi penyebab dan faktor yang memengaruhi kelelahan.
2. Lakukan manajemen energi, seperti pengaturan jadwal aktivitas dan istirahat.
3. Berikan dukungan emosional dan edukasi tentang manajemen kelelahan.
4. Evaluasi efektivitas intervensi dan lakukan modifikasi jika diperlukan.
Penerapan standar ini bertujuan untuk membantu perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terstandarisasi dalam mengelola kondisi kelelahan pada pasien. -
Article No. 2687 | 18 Oct 2024
Klinis : SDKI : D.0054 gangguan mobilitas fisik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi gangguan mobilitas fisik, dengan nada akademis dan persona sebagai pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan:
D.0054 Gangguan Mobilitas Fisik
Definisi:
Gangguan mobilitas fisik adalah keterbatasan dalam pergerakan independen, terkontrol, dan terkoordinasi, baik yang bersifat sementara maupun permanen, yang disebabkan oleh faktor fisik, lingkungan, atau psikologis.
Karakteristik Definisi:
1. Keterbatasan pergerakan independen
2. Keterbatasan pergerakan terkontrol
3. Keterbatasan pergerakan terkoordinasi
4. Bersifat sementara atau permanen
5. Disebabkan oleh faktor fisik, lingkungan, atau psikologis
Faktor Terkait:
1. Kondisi fisik (penyakit, cedera, dan kelainan muskuloskeletal)
2. Lingkungan (akses, peralatan, dan dukungan)
3. Psikologis (motivasi, persepsi, dan koping)
Tanda dan Gejala:
1. Penurunan rentang gerak sendi
2. Penurunan kekuatan otot
3. Penurunan koordinasi motorik
4. Penurunan keseimbangan
5. Hambatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari
Intervensi Keperawatan:
1. Mempertahankan dan meningkatkan rentang gerak sendi
2. Mempertahankan dan meningkatkan kekuatan otot
3. Mempertahankan dan meningkatkan koordinasi motorik
4. Mempertahankan dan meningkatkan keseimbangan
5. Memfasilitasi aktivitas sehari-hari
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
L.13001 Mobilitas Fisik
L.13002 Kemandirian dalam Aktivitas Sehari-hari
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
I.13001 Peningkatan Mobilitas Fisik
I.13002 Perawatan Aktivitas Sehari-hari
Dengan menggunakan standar SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat melakukan pengkajian, merumuskan diagnosa keperawatan, merencanakan tindakan, dan mengevaluasi hasil asuhan keperawatan yang diberikan untuk membantu pasien dengan gangguan mobilitas fisik dalam mencapai kemandirian yang optimal. -
Article No. 2688 | 18 Oct 2024
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang Anda berikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
- SLKI: Bersihan Jalan Napas
- SIKI: Manajemen Jalan Napas, Terapi Oksigen
2. Intoleransi Aktivitas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk bertoleransi terhadap aktivitas fisik.
- SLKI: Toleransi Aktivitas
- SIKI: Manajemen Energi, Latihan Fisik Terstruktur
3. Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
- Definisi: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- SLKI: Status Nutrisi
- SIKI: Manajemen Nutrisi
Penjelasan Singkat:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif:
- Pasien mengalami batuk berdahak dan sesak napas, yang menunjukkan adanya obstruksi pada jalan napas.
- Tujuan keperawatan adalah untuk mempertahankan bersihan jalan napas yang efektif.
- Intervensi keperawatan dapat meliputi manajemen jalan napas, terapi oksigen, dan suction jika diperlukan.
2. Intoleransi Aktivitas:
- Pasien mengalami penurunan nafsu makan dan kemungkinan penurunan energi, yang dapat menyebabkan intoleransi terhadap aktivitas.
- Tujuan keperawatan adalah untuk meningkatkan toleransi aktivitas pasien.
- Intervensi keperawatan dapat meliputi manajemen energi, latihan fisik terstruktur, dan monitoring tanda-tanda vital.
3. Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh:
- Pasien mengalami penurunan nafsu makan, yang dapat menyebabkan asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
- Tujuan keperawatan adalah untuk mempertahankan status nutrisi yang adekuat.
- Intervensi keperawatan dapat meliputi manajemen nutrisi, edukasi tentang kebutuhan nutrisi, dan kolaborasi dengan tenaga gizi.
Dalam menerapkan asuhan keperawatan, perawat harus mempertimbangkan kondisi pasien secara holistik dan bekerjasama dengan tim kesehatan lainnya untuk mencapai hasil yang optimal. -
Article No. 2689 | 18 Oct 2024
Klinis : Pasien Anak A, MRS dengan diagnosis Medis Bronchopneumonia, setelah perawat melakukan pengkajian didapatkan data batuk tidak efektif, ada sputum, suara nafas ronkhi, adanya dyspnea, gelisah, frekuensi napas berubah dan pola nafas tidak teratur.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai perawat, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasannya berdasarkan SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien Anak A dengan diagnosis medis Bronchopneumonia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
2. Pola Napas Tidak Efektif
Definisi: Ketidakmampuan untuk bernapas secara adekuat yang dapat mengakibatkan ketidakseimbangan oksigen/karbon dioksida.
3. Kecemasan
Definisi: Respon emosional dan fisik terhadap persepsi ancaman yang tidak diketahui atau tidak jelas penyebabnya.
Penjelasan Singkat:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- Ditandai dengan adanya batuk tidak efektif, sputum, suara napas ronki, dan adanya dispnea.
- Tujuannya adalah untuk mempertahankan bersihan jalan napas yang efektif.
- Intervensi keperawatan dapat meliputi manajemen jalan napas, fisioterapi dada, dan suction.
2. Pola Napas Tidak Efektif
- Ditandai dengan frekuensi napas yang berubah dan pola napas yang tidak teratur.
- Tujuannya adalah untuk mempertahankan pola napas yang efektif.
- Intervensi keperawatan dapat meliputi manajemen oksigenasi, manajemen ventilasi, dan perawatan trakeostomi.
3. Kecemasan
- Ditandai dengan perilaku gelisah.
- Tujuannya adalah untuk mengurangi atau mengatasi kecemasan yang dialami.
- Intervensi keperawatan dapat meliputi manajemen kecemasan, terapi relaksasi, dan dukungan emosional.
Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda dalam memahami diagnosa keperawatan dan penjelasannya berdasarkan standar SDKI - SLKI - SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia. -
Article No. 2690 | 18 Oct 2024
Klinis : Pasien Anak A, MRS dengan diagnosis Medis Bronchopneumonia, setelah perawat melakukan pengkajian didapatkan data batuk tidak efektif, ada sputum, suara nafas ronkhi, adanya dyspnea, gelisah, frekuensi napas berubah dan pola nafas tidak teratur.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien anak A yang dirawat dengan diagnosis medis Bronchopneumonia.
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
- Faktor yang Berhubungan: Sekret berlebihan, edema, spasme otot, kelemahan, adanya benda asing.
- Tanda dan Gejala: Batuk tidak efektif, sputum, suara napas ronki, dispnea, gelisah, perubahan frekuensi napas, pola napas tidak teratur.
2. Gangguan Pertukaran Gas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk mempertahankan oksigenasi atau ventilasi yang adekuat.
- Faktor yang Berhubungan: Edema, sekret berlebihan, kelemahan otot pernapasan.
- Tanda dan Gejala: Dispnea, sianosis, perubahan frekuensi napas, pola napas tidak teratur.
Penjelasan Singkat SDKI - SLKI - SIKI:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Sistem klasifikasi yang digunakan untuk menentukan diagnosis keperawatan berdasarkan data pengkajian dan masalah kesehatan pasien.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Sistem klasifikasi yang digunakan untuk menentukan luaran atau hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Sistem klasifikasi yang digunakan untuk menentukan tindakan keperawatan yang akan dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan.
Dalam kondisi pasien anak A dengan diagnosis medis Bronchopneumonia, perawat dapat menggunakan SDKI, SLKI, dan SIKI sebagai panduan untuk mengidentifikasi diagnosa keperawatan, merumuskan tujuan keperawatan, dan menentukan intervensi keperawatan yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan pasien.