Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 2849 | 19 Oct 2024
Klinis : Seorang perempuan usia 30 tahun G1P1A0 pada tanggal 7 Desember 2015 datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya. Pasien menanyakan usia kehamilannya saat ini. Hasil anamnesa HPHT tanggal 14 Juni2015.Berapakah usia kehamilan pasien?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda jelaskan.
Diagnosa Keperawatan:
Ketidakpastian berkaitan dengan pemahaman tentang usia kehamilan, ditandai dengan pasien menanyakan usia kehamilannya saat ini.
Penjelasan:
Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI):
Ketidakpastian adalah keadaan di mana individu mengalami ketidakpastian atau keraguan mengenai situasi, pilihan, atau hasil yang diharapkan. Tanda dan gejala yang muncul pada pasien adalah pasien menanyakan usia kehamilannya saat ini.
Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI):
Luaran yang diharapkan adalah pasien memahami usia kehamilannya saat ini dengan tepat.
Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI):
Intervensi yang dapat dilakukan adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang usia kehamilan, serta membantu pasien memahami usia kehamilannya saat ini.
Berdasarkan informasi yang diberikan, diketahui bahwa Pasien adalah seorang perempuan usia 30 tahun, G1P1A0, yang datang ke Puskesmas pada tanggal 7 Desember 2015 untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil anamnesis menunjukkan bahwa Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) pasien adalah tanggal 14 Juni 2015. Maka, usia kehamilan pasien saat ini adalah 25 minggu. -
Article No. 2850 | 19 Oct 2024
Klinis : Seorang perempuan berusia 35 tahun, dirawat dibangsal penyakit dalam dengan karsinoma tiroid stadium empat. Dua jam yang lalu pasien dilakukan kemoterapi, data saat ini rambut rontok, kurus, merasa malu, putus asa dan ingin mati. Apakah stressor presipitasi pada kasus di atas ?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Citra Tubuh (SKKI 00118) berhubungan dengan perubahan fisik akibat kanker tiroid dan efek samping kemoterapi.
2. Keputusasaan (SKKI 00125) berhubungan dengan penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan prognosis yang buruk.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Gangguan Citra Tubuh: Persepsi negatif atau terganggu terhadap penampilan fisik dan fungsi tubuh.
- Keputusasaan: Perasaan tidak berdaya dan pesimis terhadap masa depan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Gangguan Citra Tubuh: Pasien mampu menerima perubahan fisik dan mempertahankan konsep diri positif.
- Keputusasaan: Pasien mampu mengekspresikan harapan dan optimisme terhadap masa depan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Gangguan Citra Tubuh: Terapi Suportif, Edukasi Kesehatan, Manajemen Stres.
- Keputusasaan: Terapi Harapan, Terapi Kognitif, Dukungan Psikososial.
Stressor Presipitasi:
Stressor presipitasi pada kasus ini adalah perubahan fisik yang dialami pasien akibat kanker tiroid dan efek samping kemoterapi, seperti rambut rontok, kurus, dan perubahan penampilan. Selain itu, prognosis penyakit yang buruk juga menjadi stressor bagi pasien, sehingga menimbulkan perasaan malu, putus asa, dan keinginan untuk mati. -
Article No. 2851 | 19 Oct 2024
Klinis : Salah satu ruang rawat inap di rumah sakit mempunyai 35 perawat dengan kulifikasi D3 sebanyak 20 orang dan ners sebanyak 15 orang. Satu orang perawat bertanggungjawab penuh selama 24 jam kepada pasien sejak mulai masuk sampai pulang. Seorang ners dalam memberikan asuhan keperawatan dibantu oleh perawat asosiate (D3 Keperawatan). Apa metode penugasan yang diterapkan di ruang rawat inap tersebut?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, kondisi di ruang rawat inap tersebut dapat dianalisis menggunakan standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yaitu SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia).
Diagnosa Keperawatan yang sesuai:
1. Manajemen Pelayanan Kesehatan Tidak Efektif
Definisi: Ketidakmampuan memberikan, memfasilitasi, atau mengkoordinasikan pelayanan kesehatan yang profesional dan efektif.
Karakteristik Definitif: Pemantauan yang tidak memadai, koordinasi yang tidak efektif, sumber daya yang tidak memadai.
Penjelasan singkat:
Berdasarkan informasi yang diberikan, metode penugasan yang diterapkan di ruang rawat inap tersebut adalah Metode Kasus atau Primary Nursing. Dalam metode ini, seorang perawat bertanggung jawab penuh selama 24 jam kepada pasien sejak masuk hingga pulang. Namun, terdapat ketidakseimbangan antara jumlah perawat dengan kualifikasi Ners dan D3 Keperawatan, sehingga dapat menyebabkan koordinasi yang tidak efektif dalam memberikan asuhan keperawatan.
Hal ini dapat berdampak pada Manajemen Pelayanan Kesehatan yang Tidak Efektif, di mana terdapat pemantauan yang tidak memadai, koordinasi yang tidak efektif, dan sumber daya yang tidak memadai. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan upaya untuk menyeimbangkan jumlah perawat dengan kualifikasi yang sesuai, serta meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang profesional dan efektif. -
Article No. 2852 | 19 Oct 2024
Klinis : Seorang perempuan berusia 29 tahun dirawat di RSJ. Data yang diperoleh saat ini klien tampak tidak bersemangat, banyak tidur, tidak mau bergabung dengan teman, bicara seperlunya, kadang klien berkata ' rasanya pengin mati saja" Apakah masalah utama pada pasien tersebut?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan nada akademis dan sebagai seorang perawat ahli, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
Berdasarkan data yang diberikan, masalah utama pada pasien tersebut adalah Depresi.
Penjelasan Singkat SDKI - SLKI - SIKI:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Depresi didefinisikan sebagai gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih, kehilangan minat, dan kurangnya energi, yang dapat menyebabkan gangguan fungsi sehari-hari.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan pada pasien dengan depresi adalah pasien dapat menunjukkan peningkatan mood, peningkatan aktivitas, dan peningkatan kemampuan berinteraksi dengan orang lain.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan pada pasien dengan depresi antara lain:
a. Terapi Kognitif-Perilaku: membantu pasien mengidentifikasi dan mengubah pola pikir negatif serta perilaku yang maladaptif.
b. Terapi Interpersonal: membantu pasien meningkatkan kemampuan dalam hubungan interpersonal.
c. Psikoedukasi: memberikan informasi dan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai depresi.
d. Aktivitas Terapeutik: melibatkan pasien dalam aktivitas yang dapat membantu meningkatkan mood dan energi.
Dengan menggunakan pendekatan SDKI, SLKI, dan SIKI, diharapkan perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terstruktur untuk mengatasi masalah depresi pada pasien. -
Article No. 2853 | 19 Oct 2024
Klinis : Seorang perempuan berusia 26 tahun, G2P1A0 usia kehamilan 40 minggu, dibawa ke Rumah Sakit oleh suaminya dengan keluhan keluar air yang berbau amis dari jalan lahir sejak 2 hari yang lalu. Kontraksi 10 menit sekali, DJJ 155 x/ mnt, hasil pemeriksaan dalam pembukaan 2 cm. Perawat melakukan observasi dengan cermat terhadap penilaian tanda BUGAR sebelum bayi lahir.Apakah penilaian yang dilakukan?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat menggunakan SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda gambarkan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Infeksi berhubungan dengan pecahnya ketuban sebelum waktunya.
2. Kesiapan Persalinan Tidak Efektif berhubungan dengan pembukaan serviks yang belum lengkap.
Penjelasan Singkat:
1. Risiko Infeksi berhubungan dengan pecahnya ketuban sebelum waktunya.
- SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia): Risiko Infeksi adalah kondisi rentan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan.
- Dalam kasus ini, pecahnya ketuban sebelum waktunya dapat meningkatkan risiko infeksi pada ibu dan janin, sehingga perlu dilakukan observasi dan intervensi keperawatan yang tepat.
2. Kesiapan Persalinan Tidak Efektif berhubungan dengan pembukaan serviks yang belum lengkap.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Kesiapan Persalinan Tidak Efektif adalah kemampuan ibu hamil untuk mencapai persalinan yang tidak memadai.
- Dengan pembukaan serviks yang baru 2 cm, menunjukkan bahwa proses persalinan belum efektif. Perawat perlu melakukan intervensi keperawatan untuk membantu memfasilitasi proses persalinan yang lebih efektif.
Penilaian Tanda BUGAR sebelum bayi lahir:
Perawat melakukan observasi dan penilaian tanda BUGAR (Bayi Dalam Kandungan Aman dan Sudah Siap Lahir) sebelum bayi lahir, yang mencakup:
- Denyut Jantung Janin (DJJ): Periksa DJJ yang tercatat 155x/menit, menunjukkan DJJ dalam batas normal.
- Gerakan Janin: Amati pergerakan janin yang aktif.
- Air Ketuban: Periksa adanya kebocoran air ketuban yang berbau amis, menandakan adanya risiko infeksi.
- Rahim: Periksa kontraksi uterus yang teratur, 10 menit sekali.
Berdasarkan penilaian tanda BUGAR, perawat dapat mengetahui kondisi janin dan kesiapan persalinan, serta mengidentifikasi adanya risiko yang perlu ditangani secara tepat. -
Article No. 2854 | 19 Oct 2024
Klinis : Hasil anamnesis yang dilakukan perawat didapatkan hasil: Keluarga yang terdiri dari kepala keluarga (30th) dan istri (29th) dan seorang anak perempuan (3th) tinggal satu rumah. Meskipun keluarga hidup bersama dan dikarunia seorang anak tetapi kepala keluarga belum menikah secara syah di KUA setempat.Apakah tipe keluarga tersebut?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kasus yang Anda deskripsikan.
Tipe Keluarga:
Berdasarkan informasi yang diberikan, tipe keluarga tersebut dapat dikategorikan sebagai Keluarga Tidak Lengkap (Incomplete Family). Hal ini dikarenakan meskipun terdiri dari kepala keluarga, istri, dan seorang anak, namun kepala keluarga dan istri belum menikah secara sah di KUA setempat.
Diagnosa Keperawatan:
1. Pembinaan Keluarga Tidak Lengkap
- Definisi: Proses pemberian asuhan keperawatan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam menjalankan fungsi dan tugas keluarga.
- Tujuan: Meningkatkan kemampuan keluarga dalam menjalankan fungsi dan tugas keluarga.
- Intervensi Keperawatan:
- Identifikasi dinamika keluarga, pola komunikasi, dan struktur kekuasaan dalam keluarga.
- Fasilitasi keluarga untuk memahami tugas perkembangan keluarga dan proses transisi.
- Edukasi keluarga tentang peran dan fungsi anggota keluarga, struktur keluarga, dan pengambilan keputusan dalam keluarga.
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain atau pihak terkait untuk mendukung keluarga.
2. Distress Spiritual Keluarga
- Definisi: Pengalaman tekanan atau krisis yang berhubungan dengan keyakinan, nilai, atau harapan spiritual keluarga.
- Tujuan: Memfasilitasi keluarga untuk menemukan makna, tujuan, dan harapan spiritual dalam situasi yang sulit.
- Intervensi Keperawatan:
- Identifikasi keyakinan, nilai, dan harapan spiritual keluarga.
- Fasilitasi keluarga untuk mengekspresikan perasaan dan pemikiran terkait situasi yang dihadapi.
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain atau pemuka agama untuk mendukung keluarga.
- Fasilitasi keluarga untuk menemukan makna, tujuan, dan harapan spiritual dalam situasi yang dihadapi.
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Merupakan panduan resmi yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk mengidentifikasi dan mengkategorikan masalah kesehatan yang dialami oleh klien.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Merupakan panduan yang ditetapkan oleh PPNI untuk menentukan hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan yang diberikan.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Merupakan panduan yang ditetapkan oleh PPNI untuk memandu perawat dalam melaksanakan tindakan keperawatan yang efektif dan terstandar.
Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi Anda. Silakan tanyakan jika ada hal lain yang perlu klarifikasi. -
Article No. 2855 | 19 Oct 2024
Klinis : Seorang laki-laki berusia 46 tahun, akan dipromosi menjadi kepala satpam. Saat ini klien merasa berdebar, tampak waspada, ekspresi muka agak tegang, tetapi masih bisa memecahkan masalah yang dihadapinya.Apakah tahapan cemas yang dialami pasien tersebut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang dideskripsikan, pasien tersebut tampaknya mengalami tahapan kecemasan ringan. Berikut adalah diagnosa keperawatan, penjelasan singkat, serta standar SDKI, SLKI, dan SIKI yang sesuai:
Diagnosa Keperawatan:
Kecemasan Tingkat Ringan
Penjelasan Singkat:
Kecemasan tingkat ringan adalah respon individu terhadap situasi yang tidak jelas dan tidak spesifik yang ditandai dengan gejala seperti rasa berdebar, tampak waspada, ekspresi muka agak tegang, namun masih dapat memecahkan masalah yang dihadapi.
Standar SDKI, SLKI, dan SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode Diagnosis: 00146
Definisi: Respon emosional dan psikologis individu terhadap sumber kecemasan yang dirasakan sebagai ancaman dan mempengaruhi perilaku.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode Luaran: 00146
Judul Luaran: Kecemasan Tingkat Ringan
Definisi: Kemampuan individu untuk mengendalikan rasa cemas yang muncul akibat sumber kecemasan yang dirasakan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode Intervensi: 00146
Judul Intervensi: Manajemen Kecemasan
Definisi: Serangkaian tindakan yang dilakukan untuk membantu individu mengenali, mengontrol, dan mengatasi kecemasan yang dirasakan.
Dalam konteks akademis dan dengan peran sebagai pakar/perawat, penjelasan ini disampaikan dengan nada yang tenang, profesional, dan informatif untuk membantu memahami kondisi pasien dan rencana tindakan keperawatan yang sesuai. -
Article No. 2856 | 19 Oct 2024
Klinis : Seorang perempuan berusia 24 tahun G2P0A1, datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya. Pasien ingin mengetahui kondisi kesehatan janin. Hasil pemeriksaan TFU 32 cm, punggung kanan, presentasi kepala dan janin belum masuk pintu atas panggul.Berapakah taksiran berat janin?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda jelaskan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Gangguan Pertumbuhan Janin Berhubungan Dengan Ketidaksesuaian Ukuran Janin Dengan Usia Kehamilan
Penjelasan:
Berdasarkan informasi yang diberikan, pasien merupakan seorang perempuan berusia 24 tahun, G2P0A1, dengan TFU 32 cm dan presentasi kepala janin yang belum masuk pintu atas panggul. Hal ini dapat mengindikasikan adanya risiko gangguan pertumbuhan janin, karena ukuran janin yang tidak sesuai dengan usia kehamilan.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Risiko Gangguan Pertumbuhan Janin merupakan diagnosis keperawatan dengan kode 00201, yang didefinisikan sebagai "Risiko mengalami hasil pertumbuhan janin yang tidak optimal, yang ditandai dengan ukuran atau berat janin yang lebih kecil atau lebih besar dari normal sesuai usia kehamilan".
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran keperawatan yang sesuai untuk diagnosis ini adalah Pertumbuhan Janin yang Optimal (1902), dengan indikator hasil seperti ukuran janin yang sesuai dengan usia kehamilan, berat janin yang sesuai, dan tidak ada tanda-tanda gangguan pertumbuhan janin.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi risiko gangguan pertumbuhan janin antara lain:
- Pemantauan Pertumbuhan Janin (6870)
- Manajemen Persalinan (6720)
- Peningkatan Nutrisi Ibu Hamil (1860)
Taksiran Berat Janin:
Berdasarkan informasi yang diberikan, yaitu TFU 32 cm dan presentasi kepala janin yang belum masuk pintu atas panggul, taksiran berat janin dapat dihitung dengan rumus Johnson-Toshach:
Berat Janin (gram) = (TFU dalam cm - 12) x 155
Sehingga, taksiran berat janin = (32 cm - 12) x 155 = 3.100 gram.
Saya berharap informasi ini dapat membantu Anda. Jika ada pertanyaan lain, jangan ragu untuk bertanya. -
Article No. 2857 | 19 Oct 2024
Klinis : Seorang kepala ruang memberikan kebebasan kepada anggotanya untuk melakukan perubahan. Perubahan tersebut di lakukan tanpa pengawasan. Kepala ruangan hanya memberikan arahahan apabila diminta.Apa gaya kepemimpinan kepala ruang tersebut ?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi yang Anda berikan.
Diagnosa Keperawatan:
Ketidakefektifan Kepemimpinan
Definisi:
Ketidakmampuan pemimpin untuk mempengaruhi dan mengarahkan orang lain dalam mencapai tujuan organisasi.
Penjelasan Singkat:
Berdasarkan pada kondisi yang Anda berikan, gaya kepemimpinan kepala ruang tersebut dapat dikategorikan sebagai Gaya Kepemimpinan Laissez-Faire. Dalam gaya kepemimpinan ini, kepala ruang memberikan kebebasan yang luas kepada anggotanya untuk melakukan perubahan tanpa pengawasan yang ketat. Kepala ruang hanya memberikan arahan jika diminta, sehingga anggota tim memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengambil keputusan dan melakukan tindakan.
Terkait dengan SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari PPNI, diagnosa keperawatan "Ketidakefektifan Kepemimpinan" memiliki hubungan dengan:
1. SDKI:
- Domain: Peran
- Kelas: Kepemimpinan
- Diagnosa Keperawatan: Ketidakefektifan Kepemimpinan
2. SLKI:
- Domain: Peran
- Kelas: Kepemimpinan
- Luaran Keperawatan: Efektivitas Kepemimpinan
3. SIKI:
- Domain: Peran
- Kelas: Kepemimpinan
- Intervensi Keperawatan:
- Pengembangan Kepemimpinan
- Bimbingan Kepemimpinan
Sebagai pakar keperawatan, saya menyarankan agar kepala ruang dapat menerapkan gaya kepemimpinan yang lebih efektif, seperti gaya kepemimpinan transformasional atau situasional, untuk mendorong anggota tim mencapai tujuan organisasi secara optimal. -
Article No. 2858 | 19 Oct 2024
Klinis : Seorang kepala bangsal dalam mengelola unit keperawatan memberikan kontrol yang sangat longgar dan tidak menetapkan keputusan apapun melainkan menyerahkan sepenuhnya kepada bawahannya. Peran kepala bangsal lebih kecil dibanding perawat pelaksana.Apa gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala ruang tersebut?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala ruang tersebut dapat dikategorikan sebagai gaya kepemimpinan laissez-faire atau kendali bebas.
Diagnosa Keperawatan yang sesuai dengan kondisi ini adalah:
Diagnosa Keperawatan: Inefektivitas Kepemimpinan Keperawatan
Definisi: Ketidakmampuan pemimpin keperawatan untuk menggunakan peran dan fungsinya secara efektif dalam mempengaruhi, mengarahkan, dan memotivasi perawat untuk mencapai tujuan organisasi.
Penjelasan singkat:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Inefektivitas Kepemimpinan Keperawatan adalah salah satu diagnosis keperawatan yang menggambarkan ketidakmampuan pemimpin keperawatan dalam menjalankan peran dan fungsinya secara efektif.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Luaran yang diharapkan dari diagnosis ini adalah pemimpin keperawatan dapat menjalankan peran dan fungsinya secara efektif dalam mempengaruhi, mengarahkan, dan memotivasi perawat untuk mencapai tujuan organisasi.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi yang dapat dilakukan adalah mengembangkan kemampuan kepemimpinan pemimpin keperawatan, meningkatkan komunikasi dan koordinasi, serta memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih efektif.
Sebagai pakar keperawatan, saya menyarankan agar kepala ruang tersebut menerapkan gaya kepemimpinan yang lebih aktif dan terlibat dalam pengambilan keputusan, serta lebih memberikan arahan dan dukungan kepada bawahannya. Hal ini penting untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan dan kinerja unit keperawatan secara keseluruhan.