Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 25128 | 15 Apr 2026
Klinis : 1) Seorang laki-laki berusia 38 tahun mengalami sesak nafas dengan lemas. Kondisi ini telah dirasakan selama 2 minggu, namun semakin dirasakan semakin berat. Saat dibawa ke RS, diperoleh kondisi laki-laki tersebut RR: 30x/menit, cepat dangkal, akral pucat dan dingin, Td: 120/90 mmHg, S: 37,3 0C, Sat O2: 96%, saat dilakukan pemeriksaan AGD diperoleh pH: 7,34, PCO2 50, PaO2 80, pHCO3 21. Laki-laki tersebut tampak sangat lemah dan tidak bertenaga untuk bangkit dari tempat tidur. Dari pemeriksaan inilah laki-laki tersebut didiagnosis mengalami COPD kronis dengan riwayat rokok sejak usia 16 tahun.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas adalah kondisi di mana terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen tubuh, serta ketidakmampuan untuk mengeliminasi karbon dioksida secara adekuat. Pada kasus pasien laki-laki usia 38 tahun dengan COPD kronis, kondisi ini dimanifestasikan secara klinis melalui sesak napas yang memberat (dispnea), peningkatan frekuensi pernapasan (tachypnea) hingga 30x/menit yang cepat dan dangkal, serta hasil Analisis Gas Darah (AGD) yang abnormal. Hasil AGD menunjukkan kondisi asidosis respiratorik kompensasi parsial (pH 7,34, PCO2 50 mmHg, HCO3 21 mEq/L) dan penurunan tekanan parsial oksigen arteri (PaO2 80 mmHg). Mekanisme patofisiologis utamanya pada COPD adalah kerusakan parenkim paru (emfisema) dan inflamasi saluran napas kronis (bronkitis kronis), yang menyebabkan penurunan luas permukaan alveoli untuk difusi, peningkatan ruang rugi fisiologis, dan ketidakseimbangan ventilasi-perfusi (V/Q mismatch). Rokok sejak usia 16 tahun merupakan faktor etiologi utama yang mempercepat progresivitas penyakit. Gangguan ini menyebabkan hipoksemia jaringan yang ditandai dengan kelemahan ekstrem, ketidakmampuan untuk bangkit dari tempat tidur (aktivitas intoleran), serta tanda-tanda kompensasi seperti takipnea dan vasokonstriksi perifer (akral pucat dan dingin). Diagnosa ini menjadi fokus utama karena mengancam fungsi vital dan merupakan akar dari gejala kelemahan serta distress pernapasan yang dialami pasien.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI L.04001 bertujuan untuk mencapai pertukaran gas yang adekuat, dengan kriteria hasil: status pernapasan dan pertukaran gas dalam batas normal yang diharapkan. Secara spesifik pada pasien ini, luaran yang diharapkan meliputi: (1) Frekuensi pernapasan (RR) kembali dalam rentang normal (12-20x/menit) dengan pola yang teratur dan dalam, (2) Nilai saturasi oksigen (SpO2) dipertahankan ≥95% dengan atau tanpa terapi oksigen tambahan yang sesuai, (3) Hasil Analisis Gas Darah (AGD) menunjukkan perbaikan menuju nilai normal (pH 7.35-7.45, PaCO2 35-45 mmHg, PaO2 >80 mmHg, HCO3 22-26 mEq/L), (4) Pasien melaporkan atau menunjukkan penurunan sensasi sesak napas (dispnea) dan peningkatan kenyamanan pernapasan, (5) Warna kulit dan membran mukosa kembali normal (tidak sianosis atau pucat), serta (6) Tanda-tanda hipoksia sistemik seperti kelemahan ekstrem dan intoleransi aktivitas berkurang. Pencapaian luaran ini diukur melalui pemantauan tanda-tanda vital, pemeriksaan AGD serial, skala dyspnea, dan observasi klinis terhadap kemampuan aktivitas serta warna kulit. Target waktu pencapaian luaran ini bersifat progresif, dimulai dari stabilisasi dalam 24-48 jam pertama hingga perbaikan optimal dalam beberapa hari dengan penatalaksanaan yang tepat.
Kode SIKI: I.08060
Deskripsi : SIKI I.08060 adalah intervensi keperawatan utama untuk mengatasi gangguan pertukaran gas, yang meliputi serangkaian tindakan sistematis: (1) Manajemen Jalan Napas & Oksigenasi: Memastikan jalan napas paten, memberikan terapi oksigen sesuai indikasi (biasanya dengan nasal kanul atau masker venturi dengan aliran rendah untuk pasien COPD guna menghindari depresi pernapasan), dan memantau efektivitasnya melalui pulse oximetry dan AGD. Posisi semi-Fowler atau high-Fowler dipertahankan untuk memaksimalkan ekspansi dada. (2) Pemantauan dan Pengkajian: Memantau status pernapasan secara ketat (laju, irama, kedalaman, usaha otot bantu), tanda-tanda vital, status neurologis (tingkat kesadaran), dan warna kulit setiap 1-4 jam atau sesuai kebutuhan. Menganalisis hasil AGD dan melaporkan perubahan yang signifikan. (3) Manajemen Sekresi: Membantu pasien dalam teknik batuk efektif dan latihan napas dalam. Jika diperlukan, melakukan fisioterapi dada (chest physiotherapy) dan suction untuk membersihkan sekresi. Memastikan hidrasi adekuat untuk mengencerkan sekret. (4) Konservasi Energi & Manajemen Aktivitas: Mengatur jadual aktivitas dengan periode istirahat yang cukup untuk mengurangi konsumsi oksigen. Membantu pasien dalam aktivitas perawatan diri untuk mencegah kelelahan ekstrem. (5) Edukasi dan Dukungan: Mengajarkan teknik pernapasan bibir mengerucut (pursed-lip breathing) dan pernapasan diafragma untuk meningkatkan ventilasi dan mengurangi udara terperangkap. Memberikan edukasi tentang pentingnya penghentian merokok secara total dan rencana tindak lanjut. (6) Kolaborasi: Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian farmakoterapi (seperti bronkodilator, kortikosteroid, antibiotik jika ada infeksi), serta mempersiapkan dan membantu prosedur jika diperlukan. Intervensi ini bersifat holistik, ditujukan untuk mengoptimalkan oksigenasi, mengurangi beban kerja pernapasan, dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti gagal napas.
-
Article No. 25129 | 15 Apr 2026
Klinis : Seorang laki-laki usia 50 tahun dirawat di RS dengan keluhan awal hidung sebelah kanan tersumbat dan tidak bisa mencium aroma sejak 6 bulan. Keluhan disertai epistaksis (perdarahan hidung). Pasien juga mengalami gangguan pendengaran berupa tinnitus (berdengung) pada telinga kanan dan penurunan pendengaran, dengan hasil pemeriksaan menunjukkan tuli sedang. Pada pemeriksaan leher ditemukan pembesaran KGB (kelenjar getah bening) sisi kanan yang menyebabkan keterbatasan gerak leher ke kanan serta gangguan menelan (disfagia). Pola makan pasien saat ini bubur kasar. Pemeriksaan fisik: Kesadaran: compos mentis (GCS E4M6V5) TD: 120/70 mmHg Nadi: 89x/menit RR: 21x/menit Suhu: 36,8°C Pemeriksaan penunjang: PA (Patologi Anatomi): karsinoma tidak berdiferensiasi Refleks muntah menurun Parese nervus kranialis IX, X, XI sisi kanan Diagnosis medis: Karsinoma Nasofaring (KNF) stadium T4N0M0
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Karsinoma Nasofaring (KNF) stadium T4N0M0 dengan komplikasi neurologis dan limfadenopati
Kode ICD-10: C11.9
Deskripsi Singkat : Karsinoma Nasofaring (KNF) adalah tumor ganas yang berasal dari epitel nasofaring, bagian tenggorokan di belakang hidung. Pada kasus ini, pasien laki-laki 50 tahun menunjukkan gejala khas seperti sumbatan hidung unilateral, epistaksis, anosmia, serta gejala akibat invasi tumor ke struktur sekitarnya, yaitu penurunan pendengaran (tuli konduktif/sensorineural), tinnitus, dan parese nervus kranialis IX, X, XI yang menyebabkan disfagia dan keterbatasan gerak leher. Pembesaran KGB leher juga ditemukan. Hasil patologi anatomi (PA) menyatakan karsinoma tidak berdiferensiasi, yang umum terkait dengan KNF tipe WHO III. Stadium T4N0M0 mengindikasikan tumor telah menginvasi struktur intrakranial dan/atau melibatkan saraf kranial (berdasarkan parese N. IX, X, XI), tetapi tanpa metastasis ke kelenjar getah bening regional (N0) atau jauh (M0). Kode ICD-10 C11.9 secara spesifik mengkodekan "Neoplasma ganas nasofaring, bagian yang tidak ditentukan". Kode ini mencakup berbagai subtipe histologis dan stadium, termasuk kasus dengan komplikasi neurologis seperti yang dijelaskan. Pengkodean ini digunakan untuk pencatatan, penagihan, dan pelaporan statistik penyakit kanker.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 25088 | 14 Apr 2026
Klinis : Seorang laki-laki, usia 58 tahun, dibawa ke IGD oleh keluarga dengan keluhan penurunan kesadaran sejak 2 jam sebelum masuk rumah sakit. Pasien sebelumnya mengeluh sakit kepala hebat mendadak disertai muntah proyektil. Riwayat Kesehatan • Hipertensi sejak 10 tahun (tidak terkontrol) • Tidak rutin minum obat • Tidak ada riwayat trauma Pemeriksaan Fisik Primary Survey (ABCDE): • Airway: Tidak bebas, terdapat suara gurgling • Breathing: RR 28x/menit, pola tidak teratur • Circulation: TD 200/110 mmHg, HR 52x/menit • Disability (GCS): E2 V2 M4 = 8 • Exposure: Tidak ada luka eksternal Pemeriksaan Neurologi: • Pupil anisokor (kanan > kiri) • Refleks cahaya lambat • Hemiparesis sisi kiri Pemeriksaan Penunjang Laboratorium: • Hb: 14 g/dL • Leukosit: 13.000 /µL • Trombosit: 250.000 /µL • Gula darah: 180 mg/dL • Natrium: 150 mEq/L • Kalium: 3.2 mEq/L • AGD: o pH: 7.30 o PaCO₂: 50 mmHg o PaO₂: 80 mmHg o HCO₃⁻: 24 mEq/L CT Scan Kepala: • Tampak perdarahan intraserebral di lobus kanan dengan midline shift 3. PERTANYAAN TUTORIAL 1. Apa masalah keperawatan prioritas pada pasien ini?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Perfusi Jaringan Otak
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Penurunan suplai darah ke jaringan otak yang dapat mengakibatkan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan metabolik sel-sel otak.
Kode SLKI: L.03107
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik. Tujuan dan kriteria hasilnya meliputi: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima (tekanan darah terkontrol, tidak ada bradikardia signifikan), 2) Tingkat kesadaran (GCS) meningkat atau stabil, 3) Tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial (seperti sakit kepala hebat, muntah proyektil, perubahan pupil, penurunan GCS) teratasi atau tidak memburuk, 4) Fungsi neurologis motorik dan sensorik membaik atau stabil (misalnya, hemiparesis tidak memburuk), 5) Keseimbangan cairan dan elektrolit dalam batas normal untuk mendukung tekanan perfusi serebral yang adekuat.
Kode SIKI: I.05259
Deskripsi : Intervensi untuk memantau dan mempertahankan perfusi serebral. Intervensi ini mencakup: 1) Memonitor status neurologis secara ketat dan berkelanjutan (GCS, ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik, tanda-tanda vital neurologis) setiap 15-30 menit atau sesuai protokol stroke/cedera kepala berat. 2) Mempertahankan jalan napas yang paten dan oksigenasi yang adekuat (misalnya, posisi kepala tidur 30 derajat, suction berhati-hati, pemberian oksigen, persiapan untuk intubasi jika diperlukan). 3) Mengelola tekanan darah secara ketat sesuai target dokter (biasanya tidak menurunkan secara drastis pada fase akut stroke hemoragik) untuk menjaga tekanan perfusi serebral yang adekuat. 4) Memonitor dan mengatur keseimbangan cairan serta elektrolit (natrium, kalium) untuk mencegah edema serebral lebih lanjut. 5) Menciptakan lingkungan yang tenang, membatasi stimulasi, dan menghindari manuver yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial (seperti batuk, mengejan, fleksi leher). 6) Kolaborasi pemberian obat-obatan sesuai resep seperti antihipertensi, osmotik diuretik (misalnya manitol), antikonvulsan, atau agen hemostatik. 7) Mempersiapkan pasien untuk tindakan bedah seperti kraniotomi evakuasi hematoma jika diindikasikan. 8) Edukasi keluarga tentang kondisi pasien dan tujuan perawatan yang dilakukan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.03003
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Tujuan dan kriteria hasilnya meliputi: 1) Jalan napas paten tanpa suara tambahan (seperti gurgling), 2) Frekuensi dan irama pernapasan dalam rentang normal, 3) Nilai analisis gas darah (AGD) dalam batas normal atau menunjukkan perbaikan, 4) Tidak ada tanda sianosis atau hipoksia, 5) Sekret jalan napas dapat dikeluarkan atau dikelola dengan baik.
Kode SIKI: I.05006
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi ini mencakup: 1) Melakukan pemeriksaan jalan napas secara berkala (mendengarkan suara napas, mengobservasi pola napas). 2) Melakukan suction pada orofaring/nasofaring dengan teknik steril dan hati-hati untuk menghilangkan sekret yang menyebabkan gurgling, dengan mempertimbangkan risiko peningkatan tekanan intrakranial. 3) Memposisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, posisi semi-fowler atau lateral jika aman) dengan menjaga alignment kepala dan leher. 4) Memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%. 5) Mempersiapkan dan membantu prosedur untuk membuka jalan napas definitif (intubasi endotrakeal) mengingat GCS 8 dan ketidakefektifan jalan napas. 6) Memonitor parameter pernapasan (RR, kedalaman, usaha napas) dan status oksigenasi (SpO2, AGD serial). 7) Menggunakan alat bantu jalan napas sesuai kebutuhan (nasopharyngeal airway/oropharyngeal airway) sebelum intubasi. 8) Berkolaborasi dengan tim medis dalam tatalaksana ventilasi mekanik jika pasien diintubasi.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: D.0025
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan tekanan darah dari rentang normal yang dapat menyebabkan ketidakefektifan perfusi jaringan.
Kode SLKI: L.03101
Deskripsi : Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan. Tujuan dan kriteria hasilnya meliputi: 1) Tekanan darah sistolik dan diastolik terkontrol sesuai target terapi (biasanya target spesifik pada stroke hemoragik akut, misalnya menjaga MAP 110 mmHg atau sesuai instruksi dokter), 2) Denyut nadi dalam rentang normal dan teratur, 3) Tidak ada gejala lebih lanjut akibat hipertensi berat (seperti sakit kepala hebat, epistaksis), 4) Tekanan darah tidak turun secara drastis yang dapat mengancam perfusi serebral dan organ lainnya.
Kode SIKI: I.05204
Deskripsi : Pemantauan hemodinamik. Intervensi ini mencakup: 1) Memonitor tekanan darah, denyut nadi, dan mean arterial pressure (MAP) secara invasif atau non-invasif dengan interval ketat (setiap 5-15 menit di fase kritis). 2) Menghitung dan memantau tekanan perfusi serebral (CPP = MAP - ICP) jika pemantauan TIK tersedia. 3) Mengelola pemberian obat antihipertensi intravena (seperti nicardipine, labetalol) sesuai protokol dengan titrasi ketat berdasarkan hasil pemantauan. 4) Menghindari faktor peningkat tekanan darah seperti nyeri, ansietas, retensi urine, dan hipoksia dengan intervensi yang tepat. 5) Memonitor respons terhadap terapi antihipertensi dan melaporkan setiap kecenderungan hipotensi. 6) Mempertahankan keseimbangan cairan yang tepat, hindari overload cairan yang dapat memperburuk hipertensi dan edema serebral. 7) Edukasi keluarga tentang pentingnya kontrol tekanan darah dan bahaya hipertensi yang tidak terkontrol dalam konteks kondisi saat ini.
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau defisiensi dalam oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : Pertukaran gas efektif. Tujuan dan kriteria hasilnya meliputi: 1) Analisis gas darah (AGD) menunjukkan nilai dalam rentang normal (pH 7.35-7.45, PaCO2 35-45 mmHg, PaO2 >80 mmHg, HCO3 22-26 mEq/L), 2) Saturasi oksigen perifer (SpO2) >95%, 3) Tidak ada tanda distress pernapasan atau hipoksia (seperti sianosis, gelisah, takipnea), 4) Pola napas teratur dan adekuat.
Kode SIKI: I.05007
Deskripsi : Manajemen pernapasan. Intervensi ini mencakup: 1) Memonitor status oksigenasi melalui AGD serial dan pulse oximetry secara terus menerus. 2) Menganalisis hasil AGD (pada pasien ini menunjukkan kondisi asidosis respiratorik ringan dengan PaCO2 tinggi 50 mmHg dan pH rendah 7.30, serta PaO2 borderline 80 mmHg) dan melaporkan temuan. 3) Memberikan terapi oksigen yang sesuai untuk memperbaiki hipoksia dan hiperkapnia. 4) Mempersiapkan dan membantu ventilasi mekanik jika pertukaran gas memburuk atau untuk melindungi jalan napas. 5) Melakukan fisioterapi dada dengan hati-hati (jika kondisi stabil) untuk mencegah atelektasis dan pneumonia. 6) Memantau sekresi bronkial dan melakukan suction endotrakeal yang tepat jika pasien terintubasi. 7) Memposisikan pasien untuk optimalisasi ventilasi-perfusi (misalnya, perubahan posisi periodik). 8) Berkolaborasi dengan dokter dan terapis pernapasan dalam menyesuaikan setting ventilator dan terapi oksigen.
-
Article No. 25089 | 14 Apr 2026
Klinis : Keluhan sesak napas masih dirasakan, keluhan nyeri dada dan berdebar disangkal O : Ku sedang Kes : E4V5M6 TD 124/74 mmHg N 96 x/menit RR 25 x/menit S 36,9 C Spo2 93% RA Mata : CA -/- SI -/- Mulut : dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : rbh +/+ rbk -/-whz -/- Abdomen :supel, BU (+) lemah, NT (-) Genatalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : akral hangat +/+, CRT <2s detik, udem -/- Ekstremitas Inferior : akral hangat +/+, CRT <2s, udem -/ Lab HEMATOLOGI - MCH 24,1 L pg 27 ~ 31.2 - MCHC 32,8 g/dL 31.8 ~ 35.4 - Lekosit 9,23 ribu/µL 4.6 ~ 10.2 - Trombosit 334 ribu/µL 150 ~ 450 - RDW-CV 12.46 % 11.5 ~ 14.5 - MPV 5,71 fL 0 ~ 99.9 Hitung Jenis - Neutrofil 75,1 % 37 ~ 80 - Limfosit 18,1 L % 19 ~ 48 - Monosit 5,6 % 0 ~ 12 - Eosinofil 0,07 % 0 ~ 7 - Basofil 1,1 % 0 ~ 2.5 - Total Neutrofil 6,93 ribu/µL 1,5 ~ 7 - Total Lymphosit 1,67 ribu/µL 1 ~ 3,7 - Total Monosit 0,52 ribu/µL - Total Eosinofil 0,01 ribu/µL - Total Basofil 0,10 Gol. Darah (A B O) - Golongan Darah A KIMIA KLINIK ELEKTROLIT - Natrium (Na) 134 L mmol/L 135 ~ 150 - Kalium (K) 2,6 L mmol/L 3.5 ~ 5.1 - Chlorida (Cl) 100 mmol/L 98 ~ 109 - Calsium (Ca2+) 1,1 mmol/L 1.1 ~ 1.4 - pH 7,54 H 7.35 ~ 7.45 Glukosa Darah - Glukosa Darah Sewaktu 143 mg/dL < 200 Fungsi Ginjal - Ureum 21.4 mg/dL 10 ~ 50 - Kreatinin 1.08 mg/dL 0.6 ~ 1.1 Darah Rutin - Hemoglobin 14,11 g/dL 12.2 ~ 18.1 - Eritrosit 5,86 juta/µL 4.04 ~ 6.13 - Hematokrit 43,1 % 37.7 ~ 53.7 Index Eritrosit - MCV 73,5 Analisa Gas Darah KIMIA KLINIK Analisa Gas Darah Measure (Corected) - pH 7.49 H 7.35 ~ 7.45 - PCO2 34.8 L mm Hg 35 ~ 45 - PO2 120 H mm Hg 80 ~ 100 - SO2 99.0 - HCO3 26.7 H mmol/L 21 ~ 26 - TCO2 28.0 H mmol/L 23 ~ 27 - Base(Ecf) 3.0 H mmol/L -2 ~ +2 Glukosa Darah - Glukosa Darah Sewaktu 77 mg/dL < 200 Lemak - Cholesterol total 147 mg/dL < 220 - Cholesterol HDL 45 mg/dL 35 ~ 55 - Cholesterol LDL 115 mg/dL 100 - 159 - Trigliserida 139 mg/dL < 150 Fungsi Ginjal - Asam Urat 7.5 H mg/dL 3.4 ~ 7 Jantung - CK-MB 20 U/l < 25 - Lactat 1.0 mmol/L 0.9 ~ 1.7 13/4/2026 : Foto ro Thoraks Thorax : PA, erect, simetris, inspirasi dan kondisi cukup, Hasil: - Corakan vaskuler meningkat - Kedua sinus costofrenicus lancip - Kedua diafragma licin - Cor : CTR > 0,5 - Sistema tulang yang tervisualisasi intact Kesan : - Cardiomegali dengan oedem pulmonum
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Pertukaran Gas Membaik. Ditandai dengan: 1) Nilai analisis gas darah dalam rentang normal, 2) Tidak ada keluhan sesak napas, 3) Tidak ada sianosis, 4) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal, 5) Saturasi oksigen dalam rentang normal, 6) Tekanan parsial oksigen dalam rentang normal, 7) Tekanan parsial karbon dioksida dalam rentang normal.
Kode SIKI: 2001
Deskripsi : Manajemen Pernapasan. Tindakan: 1) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas), 2) Auskultasi bunyi napas, 3) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (mis., semi-Fowler/ Fowler), 4) Bantu latihan napas dalam dan batuk efektif, 5) Kelola pemberian oksigen sesuai program terapi, 6) Monitor status oksigenasi (Saturasi O2), 7) Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan, 8) Kolaborasi pemberian bronkodilator dan obat lain sesuai program terapi, 9) Ajarkan penggunaan alat bantu pernapasan, 10) Monitor analisis gas darah (AGD).
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Curah jantung tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : Curah Jantung Membaik. Ditandai dengan: 1) Tekanan darah dalam rentang normal, 2) Denyut nadi dalam rentang normal, 3) Irama jantung reguler, 4) Tidak ada keluhan berdebar, 5) Pengisian kapiler < 3 detik, 6) Tidak ada edema, 7) Produksi urin adekuat (>0,5 mL/kgBB/jam), 8) Status mental baik.
Kode SIKI: 2002
Deskripsi : Manajemen Curah Jantung. Tindakan: 1) Monitor tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan) dan saturasi oksigen, 2) Auskultasi bunyi jantung, 3) Monitor irama dan frekuensi jantung, 4) Kaji warna, kehangatan, dan pengisian kapiler ekstremitas, 5) Monitor keseimbangan cairan (intake-output, balance), 6) Timbang berat badan setiap hari, 7) Berikan terapi oksigen, 8) Berikan obat-obatan sesuai program terapi (seperti diuretik, inotropik, vasodilator), 9) Batasi aktivitas, 10) Bantu aktivitas sehari-hari sesuai toleransi, 11) Monitor status mental, 12) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit, fungsi ginjal).
Kondisi: Ketidakseimbangan Elektrolit (Kalium)
Kode SDKI: 0008
Deskripsi Singkat: Perubahan konsentrasi serum elektrolit (dalam hal ini hipokalemia) yang dapat mengganggu fungsi tubuh.
Kode SLKI: 0403
Deskripsi : Keseimbangan Elektrolit Membaik. Ditandai dengan: 1) Nilai elektrolit serum dalam rentang normal, 2) Tidak ada kelemahan otot, 3) Irama jantung reguler, 4) Tidak ada mual/muntah, 5) Fungsi usus normal, 6) Keseimbangan cairan adekuat.
Kode SIKI: 2003
Deskripsi : Manajemen Ketidakseimbangan Elektrolit. Tindakan: 1) Monitor tanda vital, terutama irama jantung, 2) Kaji status neurologis dan kekuatan otot, 3) Kaji fungsi gastrointestinal (mual, muntah, distensi, bising usus), 4) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium elektrolit serum, 5) Berikan terapi penggantian elektrolit sesuai program (oral/IV), 6) Anjurkan dan atur diet tinggi/kurangi elektrolit tertentu sesuai indikasi, 7) Monitor keseimbangan cairan, 8) Observasi tanda komplikasi (aritmia, kelemahan otot pernapasan), 9) Kolaborasi pemberian obat yang mempengaruhi elektrolit (seperti diuretik).
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: 0018
Deskripsi Singkat: Risiko variasi kadar glukosa darah dari rentang normal.
Kode SLKI: 0412
Deskripsi : Kadar Glukosa Darah Stabil. Ditandai dengan: 1) Kadar glukosa darah dalam rentang normal, 2) Tidak ada keluhan hipoglikemia/ hiperglikemia, 3) Tidak ada perubahan status mental, 4) Tanda vital stabil.
Kode SIKI: 2012
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia/Hipoglikemia. Tindakan: 1) Monitor kadar glukosa darah sesuai indikasi, 2) Observasi tanda dan gejala hiperglikemia (poliuri, polidipsi, lemas) dan hipoglikemia (lemas, keringat dingin, gemetar, penurunan kesadaran), 3) Monitor tanda vital dan status mental, 4) Kolaborasi pemberian terapi insulin atau obat hipoglikemik oral sesuai program, 5) Atur pemberian diet sesuai program, 6) Ajarkan pasien/keluarga tentang tanda-tanda dan penanganan awal hipoglikemia, 7) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk penyusunan diet.
-
Article No. 25090 | 14 Apr 2026
Klinis : Pasien dengan sesak nafas, gelisah RPS :P/B datang dengan keluhan bengkak seluruh tubuh sejak 5 HSMRS, badan gemetar (+), mual (+), muntah (+) 1X, muka sembab (+), nafas terengah-engah terutama saat jalan agak jauh, BAK dan BAB dbn RPD: PJK (+), HT (-), DM (-) O : Ku lemah, Kes CM TD : 111/78 HR : 78 RR : 39 SPO : 91 dengan NC+NRM maksimal S : 36.7 Mata CA -/-, SI -/- Muka sembab (+) Thorax SDV +/+ RBH -/- WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (+) epigastrium, undulasi (-) Ext atas akral hangat +/+, edem +/+ Ext Bawah akral hangat +/+, edem +/+ LAB HEMATOLOGI Darah Rutin - Hemoglobin 11.80 L g/dL 12.2 ~ 18.1 - Eritrosit 3.92 L juta/µL 4.04 ~ 6.13 - Hematokrit 32.9 L % 37.7 ~ 53.7 Index Eritrosit - MCV 83.9 fL 80 ~ 97 - MCH 30.1 pg 27 ~ 31.2 - MCHC 35.8 H g/dL 31.8 ~ 35.4 - Lekosit 5.39 ribu/µL 4.6 ~ 10.2 - Trombosit 221 ribu/µL 150 ~ 450 - RDW-CV 13.71 % 11.5 ~ 14.5 - MPV 5.24 fL 0 ~ 99.9 Hitung Jenis - Neutrofil 54.5 % 37 ~ 80 - Limfosit 30.6 % 19 ~ 48 - Monosit 9.7 % 0 ~ 12 - Eosinofil 3.80 % 0 ~ 7 - Basofil 1.4 % 0 ~ 2.5 - Total Neutrofil 2.94 ribu/µL 1,5 ~ 7 - Total Lymphosit 1.65 ribu/µL 1 ~ 3,7 - Total Monosit 0.53 ribu/µL - Total Eosinofil 0.20 ribu/µL - Total Basofil 0.08 Gol. Darah (A B O) - Golongan Darah B KIMIA KLINIK Glukosa Darah - Glukosa Darah Sewaktu 103 mg/dL < 200 Fungsi Hati - Albumin 1.30 C g/dL 3.8 ~ 4.4 Fungsi Ginjal - Ureum 23.5 mg/dL 10 ~ 50 - Kreatinin 0.92 12/4/2026 Foto Ro thoraks PA Kesan : - Pneumonia - Efusi pleura bilateral - Besar cor normal 13/4/2026 Telah dilakukan pemeriksaan USG thorax marker pada penderita dengan klinis efusi pleura bilateral , Hasil : - Supradiafragma dextra :tampak lesi anechoic di cavum pleura dextra, septa (-), ukuran 13,70 cm x 10,83 cm x 13,21 cm, volume : 1026 ml - Supradiafrgama sinistra: : tampak lesi anechoic di cavum pleura sinistra, septa (+) KESAN : - Efusi pleura dextra, noncapsulated type, volume cairan l.k :1026 ml - Efusi pleura sinistra, capsulated type
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pertukaran gas membaik.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Memantau status pernapasan dan oksigenasi.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memenuhi kebutuhan ventilasi.
Kode SLKI: L.04002
Deskripsi : Pola napas efektif.
Kode SIKI: I.04005
Deskripsi : Melatih napas dalam dan batuk efektif.
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0012
Deskripsi Singkat: Peningkatan retensi cairan isotonik.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Keseimbangan cairan membaik.
Kode SIKI: I.06001
Deskripsi : Memantau keseimbangan cairan.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Perasaan tidak nyaman samar atau takut disertai respons otonom (sumbernya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu); perasaan khawatir karena antisipasi bahaya. Merupakan sinyal peringatan akan ancaman yang akan datang, memungkinkan individu untuk mengambil tindakan untuk menghadapi ancaman.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Ansietas berkurang.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Mengurangi ansietas.
-
Article No. 25091 | 14 Apr 2026
Klinis : PB tanggal 11/4/26 dengan gelisah sering berhalusinasi Hari ini : penkes, tidak dapat diajak komunikasi ku lemah td: 152/70 mmHg rr: 21 x/m s: 36,4C spo2: 98-99 % dg nk n: 80 x/m Status Generalisata Mata : CA +/+ SI -/- Thorax : SDV +/+ rh -/-, wh -/-, S1S2 reguler, BJ (-) Abdomen : supel, BU (+) timpani, NT (-), Ext atas : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Ext bawah : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Lab RSSP Darah Rutin (11/4/26) Hb 7.29 Eritrosit 2.47 Hematokrit 19.7 MCV 80.0 MCH 29.6 MCHC 36.9 RDW 14.02 Leukosit 9.43 Neutrofil 85.8 Limfosit 6.1 Monosit 6.9 Eosinofil 0.53 Basofil 0.6 Total Neutrofil 8.10 Total Limfosit 0.58 Total Monosit 0.65 Total Eosinofil 0.05 Total Basofil 0.06 Trombosit 174 MPV 5.50 Ureum 237.5 Kreatinin 8.52 Elektrolit (12/4/26) Na 120 K 5.2 Cl 85 Ca²⁺ 1.0 pH 7.42 CT Scan Kepala (12/4/26) → menunggu hasil
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Perubahan Persepsi Sensori: Halusinasi dan Gelisah pada Gagal Ginjal Kronik dengan Uremia dan Anemia Berat
Kode SDKI: D.0136
Deskripsi Singkat: Perubahan dalam jumlah, pola, atau interpretasi rangsangan yang datang dari dalam maupun luar individu. Pada kasus ini, perubahan persepsi sensori dimanifestasikan sebagai halusinasi (sering berhalusinasi), gelisah, penurunan kemampuan komunikasi (tidak dapat diajak komunikasi), dan kelemahan (ku lemah). Kondisi ini secara langsung terkait dengan kondisi medis yang mendasarinya, yaitu Gagal Ginjal Kronik stadium akhir dengan uremia berat (ureum 237.5, kreatinin 8.52) dan anemia berat (Hb 7.29). Akumulasi toksin uremik (seperti urea, kreatinin, dan elektrolit) dalam darah menyebabkan ensefalopati uremik, yang mengganggu fungsi otak dan sistem saraf pusat. Gangguan elektrolit yang signifikan (hiponatremia berat Na 120, hiperkalemia K 5.2, hipokalsemia Ca 1.0) juga berkontribusi pada gangguan konduksi saraf dan fungsi sel otak. Hiponatremia berat sendiri dapat menyebabkan edema serebral dan perubahan status mental yang dramatis. Kombinasi faktor-faktor ini menyebabkan otak tidak dapat memproses rangsangan dengan benar, sehingga memunculkan persepsi yang tidak sesuai dengan realita (halusinasi), kecemasan, agitasi (gelisah), dan penurunan kognitif hingga tidak mampu berkomunikasi. Kelemahan yang dialami pasien juga dipengaruhi oleh anemia berat dan ketidakseimbangan elektrolit yang mengganggu fungsi otot.
Kode SLKI: L.08041
Deskripsi : Klien menunjukkan persepsi yang akurat terhadap lingkungan dan diri sendiri. Secara spesifik, luaran yang diharapkan dalam konteks kasus ini adalah: (1) Penurunan frekuensi dan intensitas halusinasi hingga menghilang, ditandai dengan klien dapat menyangkal isi halusinasinya dan lebih fokus pada realita. (2) Penurunan tingkat kegelisahan, ditandai dengan klien tampak lebih tenang, kooperatif, tidak gelisah, dan mampu beristirahat. (3) Peningkatan kemampuan komunikasi, ditandai dengan klien dapat merespons panggilan, menjawab pertanyaan sederhana dengan tepat, dan menyampaikan kebutuhannya secara verbal atau non-verbal. (4) Peningkatan kekuatan fisik, ditandai dengan klien dapat melakukan aktivitas perawatan diri sederhana dengan bantuan minimal dan melaporkan penurunan keluhan lemas. Pencapaian luaran ini sangat bergantung pada keberhasilan penanganan kondisi medis yang mendasari (uremia, ketidakseimbangan elektrolit, anemia) melalui terapi medis seperti hemodialisis atau dialisis lainnya, koreksi elektrolit, dan transfusi darah jika diperlukan. Peran intervensi keperawatan adalah menciptakan lingkungan yang aman dan suportif, memfasilitasi komunikasi, serta memantau respons terapi dan perkembangan status mental klien.
Kode SIKI: I.08041
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang komprehensif untuk menangani perubahan persepsi sensori pada klien dengan kondisi uremia. Pertama, Lingkungan Terapeutik dan Keamanan: Ciptakan lingkungan yang tenang, redup cahaya, dan minim kebisingan untuk mengurangi stimulasi berlebihan. Jauhkan klien dari benda-benda berbahaya. Temani klien, terutama saat halusinasi atau gelisah, untuk memberikan rasa aman dan mencegah cedera. Gunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan saat berkomunikasi. Kedua, Komunikasi dan Validasi Realitas: Bicara dengan suara jelas, perlahan, dan gunakan kalimat sederhana. Validasi perasaan klien ("Ibu merasa takut?") tanpa menyetujui isi halusinasi. Arahkan perhatian klien ke realita dengan menyebut nama, waktu, dan tempat secara perlahan. Gunakan sentuhan terapeutik jika klien responsif. Ketiga, Kolaborasi dan Pemantauan Medis: Kolaborasi ketat dengan tim medis untuk pemberikan terapi definitif seperti hemodialisis untuk menurunkan kadar ureum dan kreatinin, koreksi ketidakseimbangan elektrolit (koreksi hiponatremia bertahap, penanganan hiperkalemia), dan persiapan transfusi PRC untuk anemia berat. Pantau tanda vital dan status neurologis (GCS, pola napas, pupil) secara ketat untuk mendeteksi perburukan ensefalopati. Keempat, Dukungan Nutrisi dan Istirahat: Kolaborasi dengan ahli gizi untuk pembatasan diet sesuai kondisi ginjal (protein, kalium, natrium, cairan). Bantu klien memenuhi kebutuhan istirahat dengan mengatur jadwen aktivitas dan prosedur. Kelima, Pendidikan Kesehatan (Penkes) kepada Keluarga: Meski klien tidak kooperatif, edukasi keluarga tentang kondisi klien (uremia dan efeknya ke otak), cara berkomunikasi dengan klien, pentingnya terapi medis yang dijalani, dan tanda-tanda bahaya yang harus segera dilaporkan. Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan emosional dan pengawasan.
-
Article No. 25092 | 14 Apr 2026
Klinis : penkes, tidak dapat diajak komunikasi ku lemah td: 152/70 mmHg rr: 21 x/m s: 36,4C spo2: 98-99 % dg nk n: 80 x/m Status Generalisata Mata : CA +/+ SI -/- Thorax : SDV +/+ rh -/-, wh -/-, S1S2 reguler, BJ (-) Abdomen : supel, BU (+) timpani, NT (-), Ext atas : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Ext bawah : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Lab RSSP Darah Rutin (11/4/26) Hb 7.29 Eritrosit 2.47 Hematokrit 19.7 MCV 80.0 MCH 29.6 MCHC 36.9 RDW 14.02 Leukosit 9.43 Neutrofil 85.8 Limfosit 6.1 Monosit 6.9 Eosinofil 0.53 Basofil 0.6 Total Neutrofil 8.10 Total Limfosit 0.58 Total Monosit 0.65 Total Eosinofil 0.05 Total Basofil 0.06 Trombosit 174 MPV 5.50 Ureum 237.5 Kreatinin 8.52 Elektrolit (12/4/26) Na 120 K 5.2 Cl 85 Ca²⁺ 1.0 pH 7.42 CT Scan Kepala (12/4/26) → menunggu hasil
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Komunikasi Verbal
Kode SDKI: D.0014
Deskripsi Singkat: Keadaan di mana individu mengalami penurunan, keterlambatan, atau tidak mampu untuk menggunakan atau memahami bahasa dalam interaksi interpersonal.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Komunikasi verbal efektif. Kriteria hasil: 1) Klien dapat menyampaikan kebutuhan dasar. 2) Klien dapat memahami pesan verbal dan nonverbal dari perawat/orang lain. 3) Klien menggunakan metode komunikasi alternatif yang sesuai (jika diperlukan). 4) Klien menunjukkan respons yang sesuai terhadap komunikasi. 5) Tidak terdapat kesalahpahaman dalam komunikasi.
Kode SIKI: I.08001 s.d. I.08021 (Contoh: I.08001, I.08004, I.08007, I.08012)
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk meningkatkan komunikasi. Intervensi utama meliputi: I.08001 - Identifikasi faktor penyebab gangguan komunikasi (pada kasus ini, penurunan kesadaran/kelemahan umum dan kemungkinan faktor metabolik/neurologis). I.08004 - Gunakan komunikasi nonverbal (kontak mata, sentuhan, ekspresi wajah) dan observasi respons nonverbal klien. I.08007 - Sederhanakan pesan verbal, gunakan kata-kata pendek dan pertanyaan tertutup. I.08012 - Libatkan keluarga dalam proses komunikasi dan edukasi tentang cara berkomunikasi dengan klien. I.08014 - Ciptakan lingkungan yang tenang dan minim gangguan. I.08021 - Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk menangani penyebab medis (seperti uremik ensefalopati). Penjelasan: Pada pasien dengan kondisi "tidak dapat diajak komunikasi" dan "lemah", fokus intervensi adalah pada identifikasi penyebab (gagal ginjal berat dengan ureum sangat tinggi yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran), penggunaan metode komunikasi non-verbal secara intensif, dan modifikasi lingkungan untuk memfasilitasi respons sekecil apapun dari pasien. Perawat harus konsisten dalam pendekatan, memberikan waktu yang cukup bagi pasien untuk merespons, dan selalu menjelaskan semua tindakan yang dilakukan meskipun pasien tidak merespons secara verbal.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Keadaan di mana individu mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat. Kriteria hasil: 1) Klien dapat melakukan aktivitas secara bertahap sesuai kemampuan. 2) Tanda vital dalam rentang normal selama dan setelah aktivitas. 3) Klien melaporkan penurunan keluhan lemas/kelelahan. 4) Klien menunjukkan peningkatan kekuatan otot dan mobilitas.
Kode SIKI: I.03001 s.d. I.03018 (Contoh: I.03001, I.03003, I.03005, I.03010)
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengelola intoleransi aktivitas. Intervensi utama meliputi: I.03001 - Monitor respons fisiologis terhadap aktivitas (TD, Nadi, RR, Spo2, warna kulit, kelemahan). I.03003 - Ajarkan teknik penghematan energi (mengatur ritme aktivitas, istirahat sebelum lelah, duduk saat melakukan aktivitas jika memungkinkan). I.03005 - Bantu klien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan, berikan bantuan secara bertahap sesuai peningkatan kekuatan. I.03010 - Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas. I.03015 - Kolaborasi pemberian terapi oksigen jika diperlukan (walaupun Spo2 normal, anemia berat dapat menyebabkan intoleransi). I.03018 - Kolaborasi pemberian transfusi darah dan terapi untuk anemia serta gagal ginjal. Penjelasan: Pasien dengan Hb 7.29 g/dL (anemia berat) dan kelemahan ekstrem akan sangat mengalami intoleransi aktivitas. Anemia menyebabkan pengiriman oksigen ke jaringan tidak adekuat, sehingga pasien mudah lelah. Intervensi difokuskan pada penghematan energi pasien, memonitor tanda vital dengan ketat selama aktivitas sekecil apapun (seperti perubahan posisi), serta mengatasi penyebab dasarnya yaitu anemia dan gangguan metabolik dari gagal ginjal. Aktivitas harus direncanakan secara bertahap dan diselingi istirahat yang cukup.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0003
Deskripsi Singkat: Keadaan di mana individu berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit terjaga. Kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal. 2) Turgor kulit baik, membran mukosa lembab. 3) Balance cairan seimbang (masukan dan pengeluaran). 4) Elektrolit dalam batas normal. 5) Tidak ada edema atau tanda dehidrasi.
Kode SIKI: I.06001 s.d. I.06031 (Contoh: I.06001, I.06004, I.06010, I.06021)
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit. Intervensi utama meliputi: I.06001 - Monitor status cairan (tanda vital, turgor kulit, membran mukosa, edema, balance cairan). I.06004 - Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit Na 120 [hiponatremia berat], K 5.2 [hiperkalemia], ureum & kreatinin sangat tinggi). I.06010 - Atur asupan cairan sesuai dengan kondisi ginjal (biasanya dibatasi pada gagal ginjal akut/dekompensasi). I.06021 - Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena dan koreksi elektrolit sesuai program dokter. I.06025 - Kolaborasi dalam persiapan dan pelaksanaan terapi pengganti ginjal (hemodialisis). I.06031 - Timbang berat badan setiap hari dengan timbangan yang sama dan kondisi yang sama. Penjelasan: Pasien dengan gagal ginjal kronik yang mengalami peningkatan ureum dan kreatinin yang sangat tinggi serta gangguan elektrolit (hiponatremia dan hiperkalemia) memiliki risiko tinggi ketidakseimbangan volume cairan dan elektrolit yang dapat mengancam jiwa. Hiperkalemia dapat menyebabkan aritmia jantung yang fatal. Peran perawat adalah memantau ketat tanda-tanda klinis dan laboratorium, membatasi asupan cairan dan kalium, serta berkolaborasi erat untuk terapi korektif seperti hemodialisis yang merupakan penatalaksanaan utama untuk kondisi ini.
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0043
Deskripsi Singkat: Keadaan di mana individu berisiko mengalami ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Curah jantung adekuat. Kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal. 2) Nadi perifer teraba kuat dan reguler. 3) Tidak ada dyspnea, ortopnea, atau edema. 4) Warna kulit dan kehangatan akral normal. 5) Haluaran urin adekuat.
Kode SIKI: I.04001 s.d. I.04019 (Contoh: I.04001, I.04003, I.04006, I.04015)
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mempertahankan curah jantung. Intervensi utama meliputi: I.04001 - Monitor tanda vital, khususnya tekanan darah (TD 152/70 mmHg menunjukkan kemungkinan hipertensi yang memberatkan jantung) dan nadi. I.04003 - Monitor status pernapasan (dispnea, orthopnea, bunyi napas). I.04006 - Monitor warna kulit, kehangatan, dan pengisian kapiler (CRT). I.04015 - Batasi aktivitas dan pertahankan tirah baring untuk mengurangi beban kerja jantung. I.04018 - Kolaborasi pemberian terapi farmakologi sesuai program (misal, obat antihipertensi, pengikat kalium, terapi untuk gagal ginjal). I.04019 - Monitor hasil EKG (terutama terkait risiko hiperkalemia). Penjelasan: Pasien dengan gagal ginjal stadium akhir dan hipertensi memiliki risiko tinggi mengalami penurunan curah jantung. Hiperkalemia (K 5.2 mEq/L) merupakan ancaman langsung karena dapat menyebabkan bradiaritmia atau henti jantung. Anemia berat juga memaksa jantung untuk bekerja lebih keras memompa darah guna mencukupi kebutuhan oksigen jaringan. Intervensi difokuskan pada pemantauan ketat terhadap tanda-tanda awal dekompensasi jantung, pengelolaan beban kerja jantung melalui manajemen aktivitas, dan koreksi segera faktor-faktor pemicu seperti hiperkalemia dan hipertensi melalui terapi medis dan hemodialisis.
-
Article No. 25093 | 14 Apr 2026
Klinis : Pasien dengan penurunan kesadaran, Keluhan nyeri dada Khas ACS dan berdebar disangkal. batuk dahak, dan mual sejak kemarin sore. kaki bengkak disangkal. BAB BAK dalam batas normal Ku lemah Kes : Somnolen TD 119/83mmHg N 113 x/menit Rr 20 x/menit S 36,9 C Spo2 98% RA Mata : CA -/- SI -/- Mulut : dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : rbh +/+ rbk -/-whz -/- Abdomen :supel, BU (+) lemah, NT (-) Genatalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : akral hangat +/+, CRT <2s detik, udem -/- Ekstremitas Inferior : akral hangat +/+, CRT <2s, udem -/-
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Somnolen) dan Gangguan Kardiovaskular yang Diduga
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Curah jantung adekuat ditunjukkan dengan: tekanan darah dalam rentang yang dapat diterima untuk individu, denyut nadi dalam rentang normal untuk individu, irama jantung reguler, nadi perifer kuat dan simetris, tidak ada ortopnea/paroksismal nokturnal dispnea, status mental dalam rentang normal untuk individu, kulit hangat dan kering, waktu pengisian kapiler kurang dari 3 detik, haluaran urine adekuat (0,5-1,5 ml/kgBB/jam), tidak ada edema paru, bunyi jantung I dan II normal tanpa adanya gallop, tidak ada edema dependen, dan tanda-tanda vital serta pemeriksaan penunjang dalam batas normal.
Kode SIKI: I.12066
Deskripsi : Memantau tekanan darah, nadi, pernapasan, dan suhu. Memantau status hemodinamik (tekanan vena sentral, tekanan arteri paru, tekanan baji kapiler paru, indeks jantung jika ada). Memantau irama dan frekuensi jantung. Memantau status pernapasan (dispnea, sianosis, bunyi napas tambahan). Memantau status neurologis/tingkat kesadaran. Memantau haluaran urine. Memantau warna, suhu, dan kelembaban kulit. Memantau waktu pengisian kapiler. Memantau adanya edema. Memantau hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit, enzim jantung, AGD). Memberikan terapi oksigen sesuai program. Melakukan manajemen nyeri. Membatasi aktivitas. Meningkatkan istirahat. Memberikan dukungan psikologis. Mengkolaborasikan pemberian obat-obatan sesuai program (seperti vasodilator, diuretik, inotropik). Mengatur keseimbangan cairan.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Somnolen)
Kode SDKI: D.0099
Deskripsi Singkat: Perfusi Serebral Tidak Efektif
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Perfusi serebral adekuat ditunjukkan dengan: tingkat kesadaran compos mentis atau sesuai kondisi dasar, GCS 15 (atau sesuai kondisi dasar), fungsi kognitif utuh (orientasi orang, tempat, waktu), fungsi sensori dan motorik utuh, tanda-tanda vital dalam batas normal, tidak ada pusing, sakit kepala, mual, muntah, dan tidak ada perubahan perilaku.
Kode SIKI: I.13029
Deskripsi : Memantau tingkat kesadaran (GCS). Memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu). Memantau fungsi neurologis (pupil, kekuatan motorik, sensasi). Mempertahankan posisi kepala sedikit elevasi (30 derajat) jika tidak ada kontraindikasi. Menghindari fleksi/ekstensi leher berlebihan. Mempertahankan lingkungan yang tenang. Memberikan stimulasi yang adekuat. Mengkolaborasikan pemberian terapi oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%. Memantau hasil pemeriksaan penunjang (CT Scan, laboratorium). Mengkolaborasikan pemberian obat sesuai program. Mencegah peningkatan tekanan intrakranial.
Kondisi: Nyeri Dada Khas ACS dan Mual
Kode SDKI: D.0128
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol nyeri tercapai ditunjukkan dengan: skala nyeri 0 (atau sesuai target yang ditetapkan), tanda-tanda vital dalam batas normal, tidak ada perilaku yang menunjukkan nyeri (gelisah, meringis, menangis), mampu melakukan aktivitas sesuai kondisi, ekspresi wajah rileks, laporan verbal nyeri terkontrol, dan mampu beristirahat/tidur dengan adequat.
Kode SIKI: I.09046
Deskripsi : Menilai nyeri (P, Q, R, S, T: Provokasi, Kualitas, Region, Skala, Waktu). Memantau tanda-tanda vital. Memberikan lingkungan yang nyaman. Mengajarkan teknik non-farmakologi (nafas dalam, distraksi, relaksasi). Mengatur posisi yang nyaman. Melakukan manajemen nyeri farmakologi dan non-farmakologi. Mengkolaborasikan pemberian analgesik sesuai program. Mengevaluasi efektivitas intervensi nyeri. Mendokumentasikan karakteristik dan respons nyeri.
Kondisi: Batuk Dahak dan Status Pernapasan
Kode SDKI: D.0100
Deskripsi Singkat: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Jalan napas paten ditunjukkan dengan: bunyi napas vesikuler, tidak ada suara napas tambahan (ronkhi, wheezing, stridor), frekuensi napas dalam rentang normal, irama napas reguler, mampu batuk efektif, sekret dapat dikeluarkan, saturasi oksigen dalam batas normal (>95%), dan tidak ada sianosis.
Kode SIKI: I.06012
Deskripsi : Memantau status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas). Auskultasi bunyi napas. Memantau kemampuan batuk dan karakter sputum. Mempertahankan posisi semi fowler/fowler. Memberikan hidrasi adekuat (jika tidak ada kontraindikasi). Mengajarkan dan membantu latihan napas dalam dan batuk efektif. Melakukan fisioterapi dada jika diperlukan. Membersihkan sekret dari mulut dan jalan napas. Mempertahankan kebersihan mulut. Mengkolaborasikan pemberian terapi nebulizer/ inhalasi sesuai program. Memantau saturasi oksigen. Memberikan oksigen sesuai program.
Kondisi: Kelemahan dan Risiko akibat Penurunan Kesadaran
Kode SDKI: D.0005Deskripsi Singkat: Risiko Cedera
Kode SLKI: L.25001
Deskripsi : Tidak terjadi cedera ditunjukkan dengan: tidak ada luka/ memar/ lecet, tidak ada jatuh, tidak ada trauma, lingkungan aman, alat pelindung diri terpasang dengan baik (jika diperlukan), dan keluarga/ pasien menyatakan memahami upaya pencegahan cedera.
Kode SIKI: I.25080
Deskripsi : Mengidentifikasi faktor risiko cedera (penurunan kesadaran, kelemahan, lingkungan). Memasang side rail tempat tidur. Menempatkan pasien di ruangan yang mudah diawasi. Menjaga lingkungan aman (cahaya adequat, lantai tidak licin, barang tertata). Menggunakan restraint sesuai indikasi dan kebijakan. Melakukan mobilisasi dengan bantuan. Mengajarkan pada keluarga tentang pencegahan cedera. Memastikan bel dalam jangkauan pasien. Memantau tanda-tanda vital dan status neurologis secara berkala. Menempatkan alat-alat yang diperlukan dalam jangkauan.
-
Article No. 25094 | 14 Apr 2026
Klinis : P/B dengan keluhan penurunan kesadran, kelemahan ekstremitas kanan dan kiri, bicara pelo, sebelumnya mengeluh pusing, keluhan di rasakan sejak jam 06.00. pasien masih nyambung diajak berkomunikasi dan paham instruksi namun bicara tidak jelas Mata : CA -/- SI -/- refleks cahaya (+/+) Mulut : dbn leher: dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/- whz -/- Abdomen :supel, BU (+) , NT (-) Genitalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : akral hangat +/+, CRT <2 detik, kekuatan otot 5/2 Ekstremitas Inferior : akral hangat +/+, CRT <2 detik, kekuatan otot 5/2 sensorik: sulit dievaluasi motorik: lateralisasi - refleks fisiologis: +3/+2 // +3/+2 refleks patologis: (-/-// +/+) NIHHS : 32 Lab 12/04 Hemoglobin 14.35 Lekosit 8.03 Trombosit 168 Neutrofil 71.2 Limfosit 18.6 Natrium (Na) 139 Kalium (K) 3.7 Chlorida (Cl) 104 Calsium (Ca2+) 1.1 pH 7.48 Glukosa Darah Sewaktu 142 Ureum 38.3 Kreatinin 1.20 Rontgen thoraks (12/04) Ct scan (12/04)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Gangguan Mobilitas Fisik adalah keadaan ketika seseorang mengalami atau berisiko mengalami keterbatasan pergerakan fisik secara mandiri. Pada pasien ini, kondisi ini ditandai dengan kelemahan ekstremitas kanan dan kiri yang signifikan (kekuatan otot 2/5 pada ekstremitas superior dan inferior), penurunan kesadaran, dan bicara pelo. Kelemahan otot yang parah pada keempat anggota gerak (tetraparesis/plegia) secara langsung membatasi kemampuan pasien untuk melakukan aktivitas hidup sehari-hari, bergerak, atau mengubah posisi tubuh tanpa bantuan. Refleks patologis positif pada ekstremitas inferior mengindikasikan adanya kerusakan pada traktus piramidal (jalur saraf motorik) di sistem saraf pusat, yang menjadi penyebab fisiologis dari gangguan mobilitas ini. NIHSS skor 32 yang sangat tinggi juga mengonfirmasi defisit neurologis berat yang melumpuhkan fungsi motorik.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI L.04001 berfokus pada peningkatan mobilitas pasien. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Melakukan assessment kekuatan otot dan rentang gerak sendi secara berkala untuk memantau perkembangan atau komplikasi. 2) Melakukan latihan rentang gerak (Range of Motion/ROM) pasif pada semua ekstremitas untuk mencegah kontraktur, atrofi otot, dan menjaga fleksibilitas sendi. 3) Mengatur posisi tubuh pasien dengan teknik positioning yang tepat (misalnya, posisi anatomi, miring kanan/kiri) minimal setiap 2 jam untuk mencegah dekubitus dan pneumonia aspirasi. 4) Menggunakan alat bantu mobilitas seperti bantal penyangga, guling, atau matras khusus sesuai kebutuhan. 5) Kolaborasi dengan fisioterapis untuk program rehabilitasi fisik yang terstruktur. 6) Melindungi ekstremitas yang lemah dari cedera (misalnya, hindari tekanan, gunakan bantalan). Tujuan akhirnya adalah mempertahankan fungsi sendi dan kekuatan otot, mencegah komplikasi imobilisasi, dan meningkatkan kemandirian mobilitas sejauh mungkin sesuai kondisi neurologis pasien.
Kode SIKI: I.04066
Deskripsi : SIKI I.04066 adalah tindakan spesifik "Melakukan Latihan Rentang Gerak (ROM)". Dalam konteks pasien dengan kelemahan ekstremitas dan penurunan kesadaran, tindakan ini dilakukan secara pasif oleh perawat. Langkah-langkahnya meliputi: 1) Menjelaskan prosedur kepada pasien dan keluarga meskipun kesadaran menurun, karena pendengaran mungkin masih berfungsi. 2) Cuci tangan dan pastikan privasi pasien. 3) Atur posisi pasien senyaman mungkin di tempat tidur. 4) Lakukan gerakan untuk setiap sendi (bahu, siku, pergelangan tangan, pinggul, lutut, pergelangan kaki) melalui gerakan fleksi, ekstensi, abduksi, adduksi, dan rotasi sesuai batas anatomis normal atau hingga ada sedikit tahanan. Lakukan secara perlahan, lembut, dan tidak menyakitkan. 5) Lakukan pada kedua sisi tubuh, meskipun satu sisi lebih lemah. 6) Ulangi setiap gerakan 5-10 kali per sesi, dan lakukan sesi ini 2-3 kali sehari. 7) Catat respons pasien, kekakuan sendi, nyeri, atau keterbatasan gerak yang ditemukan. Tindakan ini sangat kritis untuk menjaga integritas sistem muskuloskeletal selama fase akut stroke dimana pasien tidak dapat bergerak sendiri.
Kondisi: Gangguan Komunikasi Verbal
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Gangguan Komunikasi Verbal adalah keadaan di mana seseorang mengalami penurunan, keterlambatan, atau ketidakmampuan dalam menerima, memproses, mengirim, dan/atau menggunakan simbol-sistem bahasa. Pada pasien ini, gangguan ini dimanifestasikan sebagai "bicara pelo" dan "bicara tidak jelas" (disartria), meskipun pemahaman bahasa relatif utuh ("masih nyambung diajak berkomunikasi dan paham instruksi"). Disartria terjadi karena kelemahan atau koordinasi yang buruk pada otot-otot yang digunakan untuk berbicara (lidah, bibir, pita suara, diafragma) akibat kerusakan neurologis. Ini berbeda dengan afasia (gangguan bahasa), dan pada kasus ini lebih mengarah pada gangguan artikulasi. Kondisi ini menghambat pasien untuk mengekspresikan kebutuhan, pikiran, dan perasaan secara efektif, yang dapat menyebabkan frustrasi, isolasi sosial, kesalahan dalam pemberian asuhan, dan menghambat partisipasi dalam proses rehabilitasi.
Kode SLKI: L.09008
Deskripsi : SLKI L.09008 bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Menilai secara komprehensif tipe dan tingkat gangguan komunikasi (pada kasus ini disartria berat dengan pemahaman baik). 2) Menciptakan lingkungan yang tenang dan minim gangguan untuk memfasilitasi usaha komunikasi. 3) Berbicara dengan pelan, jelas, menggunakan kalimat pendek, dan pertanyaan tertutup (ya/tidak) untuk memudahkan respons. 4) Memberikan waktu yang cukup dan tidak terburu-buru bagi pasien untuk merespons; jangan memotong atau menyelesaikan kalimatnya. 5) Menggunakan alat bantu komunikasi alternatif seperti papan gambar, tulisan, atau isyarat sederhana, dan melatih pasien serta keluarga menggunakannya. 6) Validasi dan konfirmasi ulang pesan yang ditangkap dari pasien untuk memastikan pemahaman yang benar. 7) Melibatkan keluarga dan pengunjung dalam strategi komunikasi yang efektif. 8) Berkolaborasi dengan terapis wicara (speech therapist) untuk assessment dan terapi lebih lanjut. Tujuannya adalah memastikan kebutuhan pasien dapat terpenuhi dan mengurangi kecemasan akibat ketidakmampuan berkomunikasi.
Kode SIKI: I.09029
Deskripsi : SIKI I.09029 adalah tindakan "Menggunakan Metode Komunikasi Alternatif". Implementasinya pada pasien ini: 1) Identifikasi metode yang paling mungkin efektif, mengingat pasien paham instruksi tetapi output verbal terganggu. Metode seperti papan alfabet, gambar kebutuhan dasar (air, toilet, nyeri), atau gerakan mata (mengedip untuk 'ya', mengerutkan dahi untuk 'tidak') dapat diinisiasi. 2) Sediakan alat yang dibutuhkan (papan tulis kecil, spidol, atau gambar-gambar). 3) Latih pasien untuk menggunakan metode tersebut, dimulai dari merespons pertanyaan ya/tuno dengan gerakan mata. 4) Konsisten menggunakan alat yang sama oleh semua petugas dan keluarga. 5) Selalu siapkan alat komunikasi alternatif di dekat pasien. 6) Evaluasi keefektifan metode dan sesuaikan jika diperlukan. Tindakan ini memungkinkan pasien untuk tetap memiliki kendali dan berpartisipasi dalam perawatan dirinya sendiri.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas adalah keadaan dimana seseorang rentan mengalami ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas, yang dapat menghambat pertukaran udara. Pada pasien ini, risiko tinggi terjadi karena beberapa faktor: 1) Penurunan kesadaran yang dapat menyebabkan refleks batuk dan menelan (refleks proteksi jalan napas) menurun. 2) Kelemahan otot-otot pernapasan dan otot-otot faring/laring akibat kerusakan neurologis (disartria juga mengindikasikan kelemahan otot orofaringeal). 3) Immobilisasi dan posisi terlentang yang meningkatkan risiko akumulasi sekret. 4) Adanya potensi aspirasi akibat gangguan menelan (disfagia) yang sering menyertai stroke dan disartria, meskipun dalam data pemeriksaan mulut tertulis "dbn" (dalam batas normal) pada inspeksi statis. Risiko ini mengancam jiwa karena dapat menyebabkan hipoksia, atelektasis, dan pneumonia aspirasi.
Kode SLKI: L.04004
Deskripsi : SLKI L.04004 bertujuan mempertahankan bersihan jalan napas. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Memantau status pernapasan (frekuensi, irama, suara napas) dan tanda-tanda distress pernapasan (sianosis, penggunaan otot bantu) secara ketat. 2) Melakukan auskultasi suara napas setiap 4-8 jam untuk mendeteksi adanya ronki (suara cairan) atau wheezing. 3) Memposisikan pasien dengan kepala agak tinggi (semi-fowler) jika tidak ada kontraindikasi, untuk memanfaatkan gravitasi mempertahankan jalan napas dan mencegah aspirasi. 4) Melakukan fisioterapi dada seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage jika terdapat sekret berlebih, dengan hati-hati mengingat kondisi neurologis akut. 5) Melakukan penghisapan lendir (suction) secara steril jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri dan terdengar suara ronki. 6) Kolaborasi untuk pemberian oksigen jika diperlukan berdasarkan hasil analisis gas darah.
Article No. 25095 | 14 Apr 2026
Klinis : Penurunan kesadaran post KLL, mual (-), muntah (-), demam (-) ku lemah , kes coma , terpasang MO,DC,NGT, O2 5LPM TD: 129/80 N:90 SpO2: 98 S: 36.7 Secondary Survey Kepala: hematom (+) Vulnus Laceratum R. Parietal 3x2×2cm Telinga: ottorhagia (+/-) Ekstremitas atas: Vulnus Laceratum R. Parietal (+), ROM s.d.e, akral hangat, CRT <2” Status Lokalis R. Clavicula (D) L: Open wound (-), ekimosis (-), deformitas (+), swelling (-) F: NT (+), krepitasi (+) M: ROM Terbatas nyeri Lab RSSP 11/04/2026 Hb 11.55 AE 3.86 HMT 32.2 AL 22.49 AT 467 PT 12.4 APTT 1.13 INR 55.1 GDS 148 SGOT 45 SGPT 30 UR 62.1 CR 1.19 HbsAg (-) Anti HIV NR CT Scan Kepala 3D RSSP 11/04/2026 Kesan: SAH Frontotemporoparietalis sinistra SDH Frontotemporoparietalis sinistra Edema Cerebri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke otak yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan.
Kode SLKI: L.03103
Deskripsi : Perfusi jaringan serebral efektif, ditandai dengan: tingkat kesadaran sesuai kapasitas, fungsi kognitif sesuai kapasitas, tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima, tidak ada peningkatan tekanan intrakranial, dan hasil pemeriksaan diagnostik dalam batas normal.
Kode SIKI: I.05084
Deskripsi : Pemantauan perfusi serebral, meliputi: pantau dan catat status neurologis (GCS) secara berkala; pantau dan catat tanda-tanda vital; pantau dan catat tanda peningkatan tekanan intrakranial (sakit kepala, muntah, perubahan kesadaran, pelebaran pupil, perubahan pola napas); pertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat (kecuali kontraindikasi); hindari manuver yang meningkatkan tekanan intrakranial (batuk, mengejan, fleksi/rotasi leher berlebihan); kolaborasi pemberian terapi oksigen; kolaborasi pemberian obat sesuai program; pantau hasil pemeriksaan penunjang (CT Scan, laboratorium).
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Kontrol nyeri, ditandai dengan: melaporkan nyeri terkontrol; menunjukkan tanda-tanda nyeri terkontrol (tampak tenang, tanda vital stabil, dapat beristirahat); menggunakan metode nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri; dan mengikuti regimen farmakologi yang diresepkan.
Kode SIKI: I.05006
Deskripsi : Manajemen nyeri, meliputi: lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, faktor pencetus dan pereda); observasi reaksi nonverbal ketidaknyamanan (perubahan tanda vital, gelisah, menangis, mengerang, ekspresi wajah); ajarkan teknik nonfarmakologi (napas dalam, distraksi, reposisi); fasilitasi tindakan kenyamanan (kompres, lingkungan tenang); kolaborasi pemberian analgesik sesuai program; evaluasi efektivitas dan efek samping intervensi nyeri; edukasi pasien/keluarga tentang manajemen nyeri.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons tubuh terhadap patogen.
Kode SLKI: L.03110
Deskripsi : Perilaku pencegahan infeksi, ditandai dengan: mempertahankan integritas kulit/membran mukosa; tanda-tanda vital dalam rentang normal; hasil pemeriksaan laboratorium dalam batas normal; tidak ada tanda-tanda infeksi (rubor, kalor, dolor, tumor, functio laesa); dan melakukan praktik pencegahan infeksi.
Kode SIKI: I.05227
Deskripsi : Pencegahan infeksi, meliputi: lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan; pertahankan teknik aseptik/steril saat melakukan perawatan luka dan prosedur invasif (perawatan vulnus laceratum, perawatan area pemasangan NGT, DC); lakukan perawatan luka secara teratur dan amati karakteristik luka; pantau tanda-tanda vital terutama suhu; pantau tanda-tanda infeksi lokal dan sistemik; kolaborasi pemberian terapi antibiotik jika diresepkan; edukasi pasien/keluarga tentang tanda-tanda infeksi dan pentingnya pencegahan; pastikan kebutuhan nutrisi dan cairan terpenuhi untuk mendukung penyembuhan.
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: D.0047
Deskripsi Singkat: Keterbatasan dalam pergerakan fisik secara mandiri.
Kode SLKI: L.03044
Deskripsi : Kemampuan mobilitas, ditandai dengan: menunjukkan kemampuan bergerak dalam lingkungan fisik; melakukan aktivitas dengan bantuan sesuai kebutuhan; mempertahankan kekuatan otot dan rentang gerak sendi; dan menggunakan alat bantu mobilitas dengan tepat.
Kode SIKI: I.05120
Deskripsi : Manajemen mobilitas, meliputi: kaji kemampuan mobilitas dan faktor penghambat; bantu perubahan posisi secara berkala (termasuk posisi untuk mencegah peningkatan TIK); lakukan latihan rentang gerak (ROM) pasif pada ekstremitas yang tidak terkontraindikasi (perhatikan fraktur clavicula); kolaborasi dengan fisioterapi; gunakan alat bantu sesuai kebutuhan (bantal penyangga); lakukan perawatan kulit untuk mencegah dekubitus; edukasi pasien/keluarga tentang pentingnya mobilisasi dan pencegahan komplikasi imobilisasi.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan kebersihan jalan napas.
Kode SLKI: L.03008
Deskripsi : Bersihan jalan napas, ditandai dengan: suara napas bersih; tidak ada sianosis; mampu mengeluarkan sekret; dan pola napas dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.05018
Deskripsi : Manajemen jalan napas, meliputi: kaji pola napas, suara napas, dan upaya pernapasan; lakukan penghisapan lendir (suction) jalan napas atas/oral secara teratur dan sesuai indikasi; bantu posisi untuk memaksimalkan ventilasi (head up 30 derajat); lakukan fisioterapi dada jika memungkinkan; pantau status oksigenasi (SpO2) secara berkala; pastikan kanul oksigen/nasal kanul berfungsi dengan baik; kolaborasi dalam pemantauan analisa gas darah; lakukan perawatan NGT untuk mencegah aspirasi.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433