Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23560 | 09 Jan 2026
Klinis : Wanita dengan usia 40 keatas mempunyai luka di kaki dengan panjang se jengkal lebar setengah jengkal, luka dalam dan tampak kuning, berbau menyengat saat perban diganti (ganti perban setiap hari). diketahui pasien tersebut mengidap diabetes melitus
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi dan Gangguan Integritas Jaringan Kulit pada Pasien Diabetes Melitus dengan Ulkus Kaki Diabetik
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Tindakan Keperawatan untuk Mencegah Infeksi
Kode SIKI: I.01231
Deskripsi : Pengendalian Infeksi
Kondisi: Gangguan Integritas Jaringan Kulit pada Pasien Diabetes Melitus dengan Ulkus Kaki Diabetik
Kode SDKI: D.0098
Deskripsi Singkat: Gangguan Integritas Jaringan Kulit
Kode SLKI: L.03055
Deskripsi : Penyembuhan Luka
Kode SIKI: I.01210
Deskripsi : Perawatan Luka
-
Article No. 23561 | 09 Jan 2026
Klinis : Wanita dengan usia 40 keatas mempunyai luka di kaki dengan panjang se jengkal lebar setengah jengkal, luka dalam dan tampak kuning, berbau menyengat saat perban diganti (ganti perban setiap hari). diketahui pasien tersebut mengidap diabetes melitus
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi dan Gangguan Integritas Jaringan Kulit terkait Ulkus Diabetikum
Kode SDKI: 0028
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons inflamasi tubuh terhadap mikroorganisme patogen atau kondisi lain yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 3401
Deskripsi : Tindakan keperawatan untuk mencegah dan mengendalikan infeksi. Intervensi ini mencakup pemantauan tanda-tanda infeksi sistemik dan lokal, penerapan prinsip aseptik ketat selama perawatan luka, dan edukasi kepada pasien serta keluarga tentang pencegahan infeksi. Pada kasus ini, fokusnya adalah pada teknik perawatan luka yang steril untuk mencegah kontaminasi lebih lanjut dan penyebaran infeksi dari luka yang sudah menunjukkan tanda klinis infeksi (kuning, berbau, dalam). Perawat akan memastikan penggunaan alat dan bahan steril, teknik pembalutan yang tepat, serta pengelolaan limbah luka yang aman. Pemantauan ketat terhadap tanda-tanda penyebaran infeksi seperti demam, peningkatan rasa nyeri, atau kemerahan yang meluas juga merupakan bagian integral dari intervensi ini. Edukasi kepada pasien tentang pentingnya kebersihan tangan dan menghindari kontaminasi luka sangat krusial mengingat pasien melakukan perawatan di rumah.
Kode SIKI: 4401
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan adalah infeksi dapat dicegah atau dikendalikan. Secara spesifik, pasien akan menunjukkan tanda-tanda penyembuhan luka tanpa komplikasi infeksi lebih lanjut. Kriteria ini meliputi: luka menunjukkan jaringan granulasi yang sehat (merah muda), berkurangnya atau hilangnya eksudat berwarna kuning/hijau dan bau menyengat, tidak adanya tanda-tanda infeksi sistemik seperti demam atau peningkatan leukosit, dan area kemerahan (eritema) di sekitar luka tidak meluas. Selain itu, pasien dan keluarga mampu mendemonstrasikan atau menjelaskan kembali teknik perawatan luka yang bersih dan tindakan pencegahan infeksi yang harus dilakukan di rumah. Pencapaian kriteria ini dinilai melalui observasi langsung terhadap luka setiap kali pergantian balutan, pemantauan tanda-tanda vital, dan evaluasi pemahaman pasien melalui tanya jawab.
Kondisi: Gangguan Integritas Jaringan Kulit terkait Ulkus Diabetikum
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Gangguan pada epidermis dan/atau dermis yang mengakibatkan kerusakan struktur dan fungsi kulit.
Kode SLKI: 3201
Deskripsi : Tindakan keperawatan untuk memulihkan integritas kulit dan jaringan lunak. Intervensi ini sangat komprehensif dan sentral dalam penanganan kasus ini. Pertama, perawat akan melakukan asesmen mendetail terhadap luka, termasuk lokasi, ukuran (panjang dan lebar), kedalaman, jenis jaringan (nekrotik/kuning, slough, granulasi), jumlah dan karakter eksudat, serta adanya bau. Selanjutnya, perawat akan melakukan debridemen luka sesuai indikasi (misalnya debridemen autolitik atau enzimatik) untuk membersihkan jaringan nekrotik (tampak kuning) yang menjadi media pertumbuhan bakteri dan menghambat penyembuhan. Pemilihan balutan yang tepat (misalnya balutan moist wound healing seperti hidrogel atau alginat untuk luka bereskudat) sangat penting untuk menciptakan lingkungan lembab yang optimal, mengelola eksudat, dan melindungi jaringan granulasi yang baru. Perawat juga akan melakukan off-loading (pengurangan tekanan) pada area kaki yang luka, mengingat pasien diabetes sering mengalami neuropati. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memastikan asupan protein, vitamin C, dan zinc yang adekuat sangat diperlukan untuk mendukung proses regenerasi sel. Edukasi kepada pasien tentang pentingnya kontrol gula darah yang ketat menjadi fondasi utama, karena hiperglikemia akan memperburuk sirkulasi dan menghambat fungsi sel imun dalam penyembuhan luka.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan adalah integritas kulit dapat dipulihkan. Hal ini ditandai dengan: penurunan bertahap ukuran luka (panjang dan lebar), penurunan kedalaman luka, berkurangnya dan hilangnya jaringan nekrotik (warna kuning), munculnya jaringan granulasi yang sehat berwarna merah muda, produksi eksudat yang terkontrol (tidak berlebihan dan tidak berbau), serta epitelisasi dari tepi luka. Selain itu, pasien tidak melaporkan peningkatan nyeri yang signifikan di area luka. Kriteria ini dievaluasi melalui dokumentasi serial pengukuran luka, foto progres, dan penilaian klinis setiap sesi perawatan luka. Pencapaian target kontrol gula darah (misalnya kadar gula darah puasa dan postprandial dalam rentang yang disepakati) juga menjadi indikator tidak langsung keberhasilan intervensi.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: 0022
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya variasi kadar glukosa darah dari rentang normal yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: 2126
Deskripsi : Tindakan keperawatan untuk mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang target. Intervensi ini berfokus pada manajemen diabetes yang komprehensif untuk mendukung penyembuhan luka. Perawat akan memantau kadar glukosa darah secara teratur (baik melalui pemeriksaan mandiri di rumah atau di fasilitas kesehatan). Edukasi menjadi pilar utama, termasuk penguatan tentang diet diabetes yang tepat (pengaturan karbohidrat, peningkatan protein), pentingnya aktivitas fisik yang aman (dengan mempertimbangkan kondisi luka), dan kepatuhan terhadap terapi obat antidiabetes baik oral maupun insulin. Perawat juga akan mengajarkan pasien untuk mengenali tanda-tanda hipoglikemia dan hiperglikemia. Pada kondisi luka infeksi seperti ini, stres fisiologis dapat menyebabkan hiperglikemia yang sulit dikendalikan, sehingga kolaborasi dengan dokter untuk penyesuaian dosis obat sangat diperlukan. Kontrol glikemik yang baik adalah kunci untuk meningkatkan fungsi neutrofil, memperbaiki sirkulasi mikro, dan pada akhirnya mempercepat penyembuhan luka.
Kode SIKI: 4141
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan adalah kadar glukosa darah dapat dikendalikan. Indikatornya meliputi: kadar glukosa darah puasa dan 2 jam postprandial berada dalam rentang target yang ditetapkan (misalnya 80-130 mg/dL puasa dan <180 mg/dL postprandial), pasien dapat menjelaskan hubungan antara kontrol gula darah dengan proses penyembuhan lukanya, pasien mendemonstrasikan kemampuan memantau gula darah mandiri dan mengelola diet dengan benar, serta tidak mengalami episode hipoglikemia atau hiperglikemia berat yang memerlukan penanganan darurat. Pencapaian kriteria ini dinilai melalui catatan monitoring glukosa darah, wawancara untuk menilai pemahaman pasien, dan observasi langsung terhadap pola makan dan aktivitas pasien.
-
Article No. 23562 | 09 Jan 2026
Klinis : Pria dengan usia 60 keatas datang dengan kesulitan bernapas dan di pasang EKG
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada tingkat membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Pertukaran Gas. Tujuan: Pasien menunjukkan pertukaran gas yang adekuat, dibuktikan dengan status oksigenasi dan ventilasi yang memadai. Kriteria hasil meliputi: 1) Mempertahankan jalan napas paten. 2) Menunjukkan peningkatan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat, ditandai dengan nilai analisis gas darah arteri dalam rentang normal untuk usia dan status kesehatan pasien, serta saturasi oksigen (SpO2) ≥94% (atau sesuai target individu). 3) Mengi atau suara napas abnormal lainnya berkurang atau hilang. 4) Menunjukkan pola napas yang efektif dengan frekuensi dan kedalaman dalam rentang normal. 5) Menunjukkan kemampuan untuk membersihkan sekresi jalan napas. 6) Partisipasi dalam aktivitas tanpa menunjukkan tanda-tanda distress pernapasan. 7) Menunjukkan tingkat kesadaran yang baik dan tidak ada tanda sianosis. Perawat akan memantau status pernapasan, memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan, memastikan kepatenan jalan napas, membantu teknik batuk efektif, memposisikan pasien untuk optimalisasi pertukaran gas (seperti posisi semi-Fowler atau Fowler), serta mengajarkan dan mendorong latihan napas dalam.
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini melibatkan serangkaian tindakan untuk memastikan kepatenan dan kebersihan jalan napas. Penjelasan: Pada pasien lansia dengan kesulitan bernapas dan pemasangan EKG (yang mungkin mengindikasikan monitoring jantung terkait masalah seperti gagal jantung atau iskemia yang dapat menyebabkan edema paru), intervensi ini sangat kritis. Tindakan spesifik meliputi: 1) Pemantauan: Memantau frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha pernapasan. Mengauskultasi suara napas untuk mendeteksi adanya mengi, ronki, atau penurunan suara napas. Memantau status oksigenasi melalui pulse oximetry (SpO2) dan analisis gas darah jika diperlukan. Memantau warna kulit dan membran mukosa untuk mendeteksi sianosis. Mengamati pola batuk dan karakteristik sputum. 2) Mempertahankan Kepatenan Jalan Napas: Melakukan suction jalan napas atas atau bawah (jika terpasang endotracheal tube/tracheostomy) sesuai indikasi untuk membersihkan sekresi. Membantu pasien dalam melakukan batuk efektif dan latihan napas dalam. Memposisikan pasien dengan kepala tempat tidur ditinggikan (posisi semi-Fowler/Fowler) untuk memudahkan ekspansi dada dan mengurangi tekanan abdominal pada diafragma. 3) Manajemen Oksigenasi: Mengelola terapi oksigen sesuai resep (nasal kanul, masker) dan memastikan alat berfungsi dengan baik. Melakukan fisioterapi dada jika diindikasikan untuk membantu mobilisasi sekresi. 4) Edukasi dan Dukungan: Mengajarkan dan mendorong pasien untuk latihan napas dalam dan batuk efektif. Mengajarkan teknik konservasi energi. Memberikan dukungan psikologis untuk mengurangi kecemasan yang dapat memperburuk sesak napas. 5) Kolaborasi: Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat bronkodilator, diuretik, atau lainnya sesuai kondisi penyebab. Mempersiapkan dan membantu prosedur jika diperlukan. Pada konteks pasien ini, pemantauan EKG juga menjadi bagian integral karena distress pernapasan dapat berhubungan dengan masalah kardiak; sehingga perawat harus waspada terhadap perubahan tanda vital dan irama jantung yang dapat mempengaruhi status pernapasan. Semua tindakan didokumentasikan secara akurat untuk evaluasi keberhasilan intervensi.
-
Article No. 23563 | 09 Jan 2026
Klinis : ketuban pecah dini
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Ketuban Pecah Dini (KPD)
Kode ICD-10: O42
Deskripsi Singkat : Ketuban Pecah Dini (KPD) adalah kondisi di mana selaput ketuban (membran) pecah sebelum dimulainya persalinan. Kode ICD-10 O42 mengelompokkan berbagai situasi terkait KPD berdasarkan usia kehamilan dan waktu antara pecah ketuban hingga onset persalinan. Kode ini mencakup subkategori seperti O42.0 untuk ketuban pecah dini dengan onset persalinan dalam 24 jam, O42.1 dengan onset persalinan setelah 24 jam, O42.2 untuk ketuban pecah dini pada kehamilan cukup bulan, dan O42.9 untuk ketuban pecah dini yang tidak ditentukan. Kondisi ini merupakan komplikasi obstetri yang signifikan karena meningkatkan risiko infeksi intra-amnion (korioamnionitis) pada ibu dan sepsis pada bayi, serta dapat menyebabkan persalinan prematur, kompresi tali pusat, dan gangguan perkembangan paru janin. Penatalaksanaan KPD sangat bergantung pada usia gestasi, dengan tujuan utama mencegah infeksi dan memaksimalkan hasil neonatal. Pemilihan kode yang tepat dari kategori O42 sangat penting untuk pencatatan medis, perencanaan perawatan, dan analisis epidemiologi terkait luaran kehamilan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23564 | 09 Jan 2026
Klinis : ketuban pecah dini
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketuban Pecah Dini (KPD)
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: 2400
Deskripsi : Manajemen Infeksi
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Mempertahankan teknik aseptik dan antiseptik
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI 0026: Risiko Infeksi): Ketuban Pecah Dini (KPD) didefinisikan sebagai pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan berlangsung, yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu (KPD preterm) atau pada usia kehamilan cukup bulan. Membran ketuban yang utuh berfungsi sebagai barier fisik dan kimia yang melindungi janin dari invasi mikroorganisme dari vagina. Ketika membran ini pecah, jalan masuk bagi bakteri dari vagina ke dalam rongga amnion terbuka, meningkatkan risiko infeksi intra-amnion (korioamnionitis) secara signifikan. Infeksi ini merupakan komplikasi serius yang dapat berdampak pada ibu dan janin. Pada ibu, infeksi dapat berkembang menjadi sepsis, syok septik, atau endometritis postpartum. Pada janin, infeksi dapat menyebabkan persalinan preterm, sepsis neonatal, pneumonia, dan komplikasi neurologis jangka panjang. Oleh karena itu, "Risiko Infeksi" menjadi diagnosa keperawatan utama yang relevan dan kritis dalam manajemen asuhan keperawatan pasien dengan KPD. Fokus perawatan adalah pada upaya pencegahan dan deteksi dini tanda-tanda infeksi.
Luaran Keperawatan (SLKI 2400: Manajemen Infeksi): Luaran yang diharapkan dari intervensi keperawatan adalah tercapainya "Manajemen Infeksi" yang efektif. Ini berarti infeksi dapat dicegah, atau jika terjadi, dapat dikenali secara dini dan ditangani dengan tepat sehingga tidak berkembang menjadi komplikasi yang mengancam jiwa. Kriteria luaran spesifik yang ingin dicapai meliputi: tanda-tanda vital dalam rentang normal (suhu, nadi, pernapasan), tidak adanya tanda-tanda klinis korioamnionitis seperti demam, takikardia ibu dan janin, nyeri abdomen, cairan ketuban berbau, dan leukositosis. Selain itu, luaran juga mencakup pemahaman pasien dan keluarga tentang tanda bahaya infeksi serta kepatuhan terhadap protokol perawatan yang diberikan. Pencapaian luaran ini dinilai melalui pemantauan ketat parameter klinis dan laboratorium (seperti hitung leukosit dan CRP).
Intervensi Keperawatan (SIKI 4201: Mempertahankan teknik aseptik dan antiseptik): Intervensi keperawatan ini adalah tindakan fundamental dan esensial dalam mencegah infeksi pada pasien KPD. Implementasinya melibatkan serangkaian tindakan prosedural dan edukatif yang ketat. Pertama, perawat membatasi pemeriksaan dalam vagina secara ketat (minimal dan hanya oleh tenaga kesehatan yang kompeten dengan indikasi jelas) untuk mengurangi introduksi bakteri. Setiap prosedur yang melibatkan kontak dengan daerah perineum atau pemasangan infus/kater harus dilakukan dengan teknik aseptik yang sempurna. Kedua, edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya menjaga kebersihan perineum, termasuk cara membersihkan dari arah depan ke belakang, menggunakan pembalut bersih dan tidak menggunakan tampon, serta menghindari hubungan seksual. Ketiga, memantau karakteristik cairan ketuban (warna, bau, jumlah) setiap kali. Keempat, memantau tanda-tanda vital dan kondisi janin secara berkala untuk mendeteksi dini tanda infeksi. Kelima, kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian antibiotik profilaksis sesuai protokol (biasanya berdasarkan rekomendasi seperti ampicillin atau eritromisin) yang telah terbukti memperpanjang masa laten dan mengurangi kejadian korioamnionitis serta sepsis neonatal. Seluruh tindakan ini terintegrasi dalam pendokumentasian yang akurat untuk memastikan kesinambungan asuhan. Intervensi ini tidak berdiri sendiri tetapi didukung oleh intervensi lain seperti manajemen nyeri, dukungan emosional, dan monitoring kesejahteraan janin, yang kesemuanya bertujuan untuk mencapai luaran optimal yaitu mencegah infeksi dan komplikasinya.
-
Article No. 23565 | 09 Jan 2026
Klinis : ketuban pecah dini gravid 6-7 minggu
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketuban Pecah Dini (KPD) pada Kehamilan 6-7 Minggu
Kode SDKI: 0029 Risiko Infeksi
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap invasi patogen yang dapat membahayakan kesehatan. Pada kasus ketuban pecah dini (KPD) di usia kehamilan sangat dini (6-7 minggu), risiko infeksi menjadi sangat tinggi dan merupakan ancaman utama. Pecahnya selaput ketuban menghilangkan barier fisik dan kimiawi yang melindungi janin dan rongga rahim dari lingkungan luar. Mikroorganisme dari vagina dapat naik (infeksi asendens) ke dalam kavum uteri, menyebabkan korioamnionitis (infeksi pada selaput janin dan cairan ketuban), infeksi intrauterin, dan berpotensi berkembang menjadi sepsis sistemik pada ibu. Risiko ini diperparah oleh usia kehamilan yang masih sangat muda, di mana janin dan sistem pendukungnya masih sangat rentan. Infeksi intrauterin merupakan komplikasi serius yang dapat mengakibatkan abortus septik, kematian janin, dan morbiditas maternal yang berat.
Kode SLKI: 2410 Manajemen Infeksi
Deskripsi : Tindakan keperawatan untuk meminimalkan atau menghilangkan infeksi. Pada pasien KPD usia dini, SLKI ini menjadi fokus utama. Intervensi dimulai dengan pemantauan ketat tanda-tanda infeksi seperti suhu tubuh, denyut nadi, karakteristik cairan ketuban (bau, warna, jumlah), nyeri abdomen, dan hasil laboratorium (leukosit, CRP). Perawat akan menerapkan prinsip aseptik ketat dalam semua prosedur, termasuk perawatan daerah genital. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, menghindari hubungan seksual, dan tidak memasukkan apa pun ke dalam vagina adalah hal yang krusial. Perawat juga berperan dalam pemberian terapi antibiotik profilaksis atau terapeutik sesuai resep dokter, memastikan ketepatan dosis, waktu, dan evaluasi efek samping. Pengawasan ketat terhadap respons terapi dan kemungkinan perkembangan ke arah sepsis dilakukan secara berkelanjutan. Manajemen infeksi juga mencakup upaya isolasi sumber infeksi dan pencegahan penyebaran, meskipun dalam konteks ini infeksi lebih bersifat endogen.
Kode SIKI: 3400 Pemantauan Kesehatan
Deskripsi : Pengumpulan informasi yang terarah, berkelanjutan, dan analisis data tentang kondisi kesehatan klien. Pada kondisi KPD di trimester pertama, pemantauan kesehatan bersifat sangat intensif dan multidimensi. Perawat akan secara teratur memantau tanda-tanda vital (suhu, nadi, tekanan darah, pernapasan) sebagai indikator dini infeksi atau syok. Pemantauan karakteristik dan jumlah cairan yang keluar dari vagina dilakukan untuk mendeteksi perubahan yang mengarah pada infeksi (seperti perubahan warna menjadi hijau/kuning atau berbau busuk). Nyeri abdomen dinilai lokasi, intensitas, dan kualitasnya. Selain kondisi ibu, pemantauan juga diarahkan pada respons kehamilan, meskipun usia sangat dini, seperti melalui pengamatan perdarahan dan pemantauan psikologis terhadap kecemasan dan kesedihan akibat ancaman keguguran. Pemantauan hasil pemeriksaan penunjang seperti hitung darah lengkap, laju endap darah, dan C-Reactive Protein (CRP) sangat penting untuk konfirmasi objektif adanya proses infeksi. Pemantauan juga mencakup respons emosional dan koping pasien serta keluarga dalam menghadapi kehamilan berisiko tinggi yang sangat mungkin berakhir dengan keguguran. Data dari pemantauan ini digunakan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi, membuat keputusan klinis, dan menentukan kebutuhan akan intervensi medis lebih lanjut seperti kuretase jika terjadi abortus infeksi.
-
Article No. 23566 | 09 Jan 2026
Klinis : RISIKO TERMOREGULASI TIDAK EFEKTIF
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa, Luaran, dan Intervensi Keperawatan Berdasarkan SDKI, SLKI, SIKI PPNI
Sebagai seorang perawat profesional, pemahaman dan penerapan standar diagnosis, luaran, dan intervensi keperawatan yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) adalah esensial untuk memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas, terukur, dan berbasis bukti. Standar-standar ini, yang dikenal sebagai SDKI, SLKI, dan SIKI, membentuk kerangka kerja yang komprehensif dalam proses keperawatan.
Penjelasan Singkat SDKI, SLKI, dan SIKI
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
SDKI adalah buku panduan yang berisi daftar diagnosis keperawatan yang diakui di Indonesia. Diagnosis keperawatan adalah penilaian klinis tentang respons individu, keluarga, atau komunitas terhadap masalah kesehatan/proses kehidupan aktual atau potensial. SDKI membantu perawat dalam mengidentifikasi masalah pasien secara sistematis dan merumuskan diagnosis yang tepat sebagai dasar perencanaan asuhan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)
SLKI adalah buku panduan yang berisi daftar luaran keperawatan yang diharapkan tercapai setelah dilakukan intervensi keperawatan. Luaran keperawatan adalah kondisi, perilaku, atau persepsi pasien yang dapat diukur dan diamati sebagai respons terhadap intervensi keperawatan. SLKI membantu perawat dalam menetapkan tujuan asuhan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (SMART).
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)
SIKI adalah buku panduan yang berisi daftar intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan. Intervensi keperawatan adalah tindakan yang dilakukan perawat untuk membantu pasien mencapai luaran yang optimal. SIKI memandu perawat dalam memilih dan melaksanakan tindakan keperawatan yang efektif dan efisien, mencakup observasi, terapeutik, edukasi, dan kolaborasi.
Aplikasi pada Kondisi Pasien: RISIKO TERMOREGULASI TIDAK EFEKTIF
1. Diagnosis Keperawatan (SDKI)
Kode
Diagnosis Keperawatan
Definisi
D.0149
Risiko Termoregulasi Tidak Efektif
Kondisi berisiko mengalami kegagalan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal (36.5°C - 37.5°C). Diagnosis ini bersifat risiko, yang berarti masalah belum terjadi secara aktual, namun ada faktor-faktor yang meningkatkan kemungkinan terjadinya.
Faktor Risiko (contoh, sesuai SDKI):
- Usia ekstrem (misalnya, neonatus, lansia)
- Berat badan ekstrem (misalnya, kurus, obesitas)
- Dehidrasi
- Penyakit kronis (misalnya, diabetes melitus, hipotiroidisme)
- Trauma
- Penggunaan pakaian yang tidak sesuai
- Lingkungan ekstrem (misalnya, suhu lingkungan yang terlalu panas atau dingin)
- Obat-obatan (misalnya, sedatif, vasodilator)
- Malnutrisi
- Kurang pengetahuan tentang pencegahan hipotermia/hipertermia
2. Luaran Keperawatan (SLKI)
Untuk diagnosis "Risiko Termoregulasi Tidak Efektif", luaran utama yang diharapkan adalah Termoregulasi membaik.
Kode
Luaran Keperawatan
Definisi
L.14134
Termoregulasi
Kondisi suhu tubuh dalam rentang normal. Luaran ini diharapkan tercapai untuk mencegah terjadinya termoregulasi tidakArticle No. 23567 | 09 Jan 2026
Klinis : Pasien dengan kasus hodgkin lymphoma dan keluhan utama susah menelan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Menelan (Disfagia) pada Pasien Limfoma Hodgkin
Kode SDKI: 00003
Deskripsi Singkat: Gangguan menelan adalah suatu keadaan di mana individu mengalami kesulitan atau ketidakmampuan untuk memindahkan makanan atau cairan dari mulut ke lambung secara efektif dan aman. Pada pasien Limfoma Hodgkin, kondisi ini dapat terjadi akibat pembesaran kelenjar getah bening di daerah leher dan mediastinum (rongga dada) yang menekan atau menginvasi struktur saluran cerna bagian atas seperti esofagus. Tekanan dari massa limfoma dapat menyebabkan penyempitan lumen esofagus, gangguan motilitas, atau bahkan pembentukan fistula. Selain itu, efek samping pengobatan seperti radioterapi pada area leher dan dada dapat menyebabkan mukositis (peradangan dan luka pada selaput lendir), xerostomia (mulut kering), dan fibrosis, yang semakin memperparah disfagia. Gangguan menelan memiliki implikasi serius terhadap status nutrisi, hidrasi, kualitas hidup, dan risiko komplikasi seperti aspirasi pneumonia. Asuhan keperawatan berfokus pada penilaian menyeluruh terhadap derajat disfagia, memastikan keamanan saat pemberian nutrisi, mempertahankan atau meningkatkan asupan nutrisi dan cairan, serta mencegah komplikasi pernapasan. Perawat berkolaborasi dengan tim medis, ahli gizi, dan terapis wicara-swallow untuk menentukan strategi pemberian makan yang aman, apakah melalui modifikasi diet, teknik menelan khusus, atau pemberian nutrisi enteral/parenteral.
Kode SLKI: 100058
Deskripsi : SLKI dengan kode 100058 berfokus pada manajemen nutrisi untuk mempertahankan atau meningkatkan status nutrisi pasien. Pada konteks disfagia akibat Limfoma Hodgkin, luaran yang diharapkan adalah pasien dapat mempertahankan atau mencapai status nutrisi yang adekuat sesuai dengan kemampuannya. Indikator luaran ini meliputi: berat badan stabil atau meningkat menuju target, asupan makanan dan cairan yang adekuat sesuai dengan toleransi dan rekomendasi diet (misalnya diet lunak/puree/ cair kental), tidak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi (turgor kulit baik, mukosa lembab, produksi urin cukup), dan nilai-nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin dan prealbumin) dalam rentang yang dapat diterima atau menunjukkan perbaikan. Perawat akan memantau asupan dan output secara ketat, menimbang berat badan secara teratur, serta mengobservasi tanda-tanda malnutrisi atau dehidrasi. Pencapaian luaran ini sangat krusial karena status nutrisi yang baik mendukung ketahanan pasien dalam menjalani terapi kanker yang intensif, mempercepat penyembuhan jaringan, dan meningkatkan respon imun.
Kode SIKI: 400058
Deskripsi : SIKI 400058 mencakup serangkaian intervensi keperawatan spesifik untuk mengatasi masalah nutrisi. Intervensi ini dirancang secara komprehensif dan meliputi: (1) **Kolaborasi**: Bekerja sama dengan ahli gizi untuk melakukan assessment nutrisi komprehensif dan menentukan kebutuhan kalori, protein, serta jenis diet yang aman (misalnya, diet mekanik lunak, puree, atau cair kental) berdasarkan hasil evaluasi menelan. Berkolaborasi dengan dokter dan terapis wicara untuk evaluasi fungsi menelan (bedside swallowing test atau videofluoroscopy). (2) **Manajemen Diet**: Memastikan diet yang disajikan sesuai dengan resep dan tekstur yang telah ditentukan. Memberikan makanan dalam porsi kecil namun sering untuk mengurangi kelelahan saat makan. Memposisikan pasien dalam posisi duduk tegak (minimal 90 derajat) selama makan dan hingga 30-60 menit setelah makan untuk mencegah aspirasi. Memberikan instruksi dan supervisi pada pasien untuk teknik menelan yang aman, seperti menundukkan dagu, menelan dua kali per suapan, atau teknik lain yang direkomendasikan terapis. (3) **Pemantauan dan Pendidikan**: Memantau dan mencatat asupan makanan dan cairan setiap hari. Mengajarkan pasien dan keluarga untuk mengenali tanda-tanda disfagia dan aspirasi (seperti batuk, tersedak, suara basah setelah minum, atau demam). Memberikan pendidikan tentang pentingnya kebersihan mulut yang ekstra hati-hati untuk mencegah infeksi, terutama jika ada mukositis. (4) **Dukungan Nutrisi**: Jika asumsi oral tidak memadai, berkolaborasi dalam pemberian nutrisi enteral (seperti NGT) atau parenteral sesuai instruksi dokter, termasuk perawatan aksesnya dan pemantauan tanda-tanda komplikasi. Intervensi-intervensi ini dilakukan secara sistematis dan terus-menerus untuk mencapai luaran keperawatan yang telah ditetapkan, yaitu status nutrisi yang optimal bagi pasien.
Article No. 23568 | 09 Jan 2026
Klinis : Pasien rujukan dari RS Sarila Husada dengan penurunan kesadaran sejak tanggal 3/1/2026. Pasien kejang dirumah 6x, saat di RS pasien kejang terahir tadi malam jam 01.00. Pasien dirujuk karena membutuhkan ICU. RPD HT, DM KU lemah, GCS E4V2M5 TD: 189/113 mmhg HR: 106x/m RR: 24x/m SB: 36.2 C SpO2: 98 Room Air Pasien terpasang dc dan ngt Mata :CA +/+, SI -/- Thorax : SDV +/+, Rhonki -/-, WH-/- BJ I-II, reguler, bising (-) Abdomen :supel, BU (+), NT (+) epigastrium Ekstremitas Superior : akral dingin +/+, CRT < 2 dtk Ekstremitas Inferior : akral dingin +/+, CRT < 2 dtk, motorik kiri lemah 1/5
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: 00029
Deskripsi Singkat: Risiko volume darah yang dipompa oleh ventrikel tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Curah jantung memadai. Kriteria hasil: Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan untuk usia; Denyut nadi dalam rentang normal untuk usia; Irama jantung reguler; Tidak ada dispnea atau ortopnea; Haluaran urine memadai (>0,5 mL/kg/jam); Warna kulit dan suhu ekstremitas normal; CRT < 2 detik; Status mental baik.
Kode SIKI: 2120
Deskripsi : Manajemen Curah Jantung. Intervensi: Pantau tekanan darah, nadi, tekanan vena sentral (jika ada); Auskultasi bunyi jantung; Kaji status pernapasan; Pantau haluaran urine; Kaji warna, suhu, dan kelembaban kulit serta pengisian kapiler; Kaji status neurologis/tingkat kesadaran; Pertahankan keseimbangan cairan; Kolaborasi pemberian terapi obat sesuai indikasi (mis., antihipertensi, diuretik); Ajarkan pasien/keluarga tentang tanda dan gejala penurunan curah jantung.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Perifer
Kode SDKI: 00204
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan nutrisi dan oksigenasi pada tingkat jaringan perifer akibat penurunan suplai darah.
Kode SLKI: 0803
Deskripsi : Perfusi perifer memadai. Kriteria hasil: Denyut nadi perifer teraba; CRT < 2 detik; Warna kulit normal; Suhu kulit hangat; Tidak ada nyeri, kesemutan, atau baal pada ekstremitas; Edema tidak ada.
Kode SIKI: 4030
Deskripsi : Pemantauan Perfusi Perifer. Intervensi: Kaji kualitas denyut nadi perifer (radialis, dorsalis pedis); Kaji warna, suhu, dan kelembaban kulit; Kaji pengisian kapiler (CRT); Kaji adanya nyeri, kesemutan, atau baal; Kaji kekuatan motorik; Hindari tekanan langsung pada area vaskular; Posisikan ekstremitas sedikit elevasi (jika tidak kontraindikasi); Pantau tanda-tanda iskemia; Kolaborasi dalam pemantauan tekanan darah dan terapi untuk mengontrol hipertensi.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 00035
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
Kode SLKI: 1901
Deskripsi : Cedera dicegah. Kriteria hasil: Pasien bebas dari cedera; Lingkungan aman; Faktor risiko cedera dapat diidentifikasi; Tanda-tanda kejang dapat dikenali dan ditangani; Penggunaan restrain fisik/lingkungan sesuai protokol.
Kode SIKI: 6540
Deskripsi : Pencegahan Cedera. Intervensi: Identifikasi faktor risiko cedera (riwayat kejang, penurunan kesadaran, kelemahan motorik); Pasang side rail tempat tidur dan pastikan selalu terpasang; Gunakan restraint yang lembut sesuai kebutuhan dan protokol; Hindari benda tajam atau berbahaya di sekitar pasien; Tempatkan pasien di ruangan yang mudah diawasi; Siapkan alat suction dan airway di dekat tempat tidur; Kolaborasi pemberian terapi antikejang; Ajarkan keluarga tentang pencegahan cedera selama kejang.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00031
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi jalan napas untuk mempertahankan patensi jalan napas.
Kode SLKI: 0410
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Kriteria hasil: Suara napas bersih; Tidak ada sianosis; Frekuensi napas dalam rentang normal; Tidak ada suara napas tambahan (ronkhi, mengi); Ekspansi dada simetris; Batuk efektif atau tidak ada akumulasi sekresi.
Kode SIKI: 3140
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi: Kaji suara napas, frekuensi, irama, dan kedalaman; Auskultasi paru; Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (mis., semi-fowler, posisi miring jika sadar menurun); Lakukan fisioterapi dada dan suction rutin sesuai kebutuhan (karena pasien terpasang NGT dan penurunan kesadaran); Pantau status oksigenasi (SpO2); Berikan oksigen sesuai kebutuhan; Lakukan perawatan oral dan nasal untuk mencegah infeksi; Kolaborasi pemberian nebulizer jika diperlukan.
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: 00085
Deskripsi Singkat: Keterbatasan dalam pergerakan fisik secara mandiri dan bertujuan.
Kode SLKI: 0211
Deskripsi : Mobilitas membaik. Kriteria hasil: Rentang gerak sendi memadai; Kekuatan otot meningkat; Dapat melakukan aktivitas perawatan diri dengan bantuan; Tidak terjadi kontraktur; Integritas kulit terjaga.
Kode SIKI: 0220
Deskripsi : Terapi Latihan: Mobilisasi. Intervensi: Kaji kekuatan otot (motorik kiri lemah 1/5) dan rentang gerak sendi; Lakukan latihan rentang gerak pasif (ROM) pada ekstremitas yang lemah; Ubah posisi pasien secara teratur setiap 2 jam; Gunakan bantal atau alat bantu untuk menopang posisi anatomi; Kolaborasi dengan fisioterapis; Ajarkan keluarga untuk melakukan ROM pasif; Lakukan perawatan kulit untuk mencegah dekubitus.
Article No. 23569 | 09 Jan 2026
Klinis : • RR: 36 x/menit • SpO₂: 82% • TD: 85/55 mmHg • Nadi: 135 x/menit • Kesadaran: gelisah luka tusuk terbuka di dada kiri udara keluar-masuk dari luka.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas dan Perfusi Jaringan berhubungan dengan trauma dada terbuka (Open Pneumothorax/Tension Pneumothorax)
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Gangguan Pertukaran Gas adalah suatu keadaan dimana terjadi gangguan pada proses oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida antara alveoli dan sistem vaskular pulmonal. Pada kasus ini, luka tusuk terbuka di dada kiri dengan udara keluar-masuk (sucking chest wound) menyebabkan kolapsnya paru (pneumotoraks), mengganggu mekanisme ventilasi dan menciptakan ruang mati di rongga pleura. Hal ini secara langsung mengganggu proses difusi oksigen ke dalam kapiler paru, yang dimanifestasikan oleh takipnea (RR 36x/menit) dan hipoksemia berat (SpO2 82%). Gangguan perfusi jaringan juga terjadi akibat hipovolemia dari perdarahan internal yang mungkin terjadi dan syok (TD 85/55 mmHg, nadi 135 x/menit), yang mengurangi pengiriman oksigen yang sudah minim ke jaringan perifer. Kesadaran gelisah merupakan tanda klasik hipoksia serebral. Tanpa intervensi segera, kondisi ini akan berkembang menjadi gagal napas dan henti jantung.
Kode SLKI: L.03103
Deskripsi : SLKI ini berfokus pada pemulihan status oksigenasi dan ventilasi. Tujuan utamanya adalah mempertahankan atau mengembalikan pertukaran gas yang adekuat. Intervensi keperawatan yang kritis termasuk segera menutup luka dada terbuka dengan dressing tertutup di tiga sisi (occlusive dressing) untuk mencegah pneumotoraks tertutup berubah menjadi tension pneumotoraks yang lebih berbahaya, sambil tetap memungkinkan udara keluar dari rongga pleura. Pemberian oksigen dengan aliran tinggi (non-rebreather mask) atau bahkan persiapan untuk intubasi dan ventilasi mekanik sangat diperlukan untuk mengatasi hipoksemia. Memantau saturasi oksigen (SpO2), gas darah arteri (AGD), frekuensi dan usaha napas, serta tanda sianosis merupakan aktivitas berkelanjutan. Posisi semi-Fowler dapat membantu ekspansi dada yang lebih baik pada sisi yang sehat. SLKI ini juga mencakup kolaborasi segera untuk pemasangan water seal drainage (WSD) atau chest tube untuk mengembalikan tekanan negatif intrapleura dan re-ekspansi paru, yang merupakan tindakan definitif untuk mengatasi pneumotoraks.
Kode SIKI: I.09080
Deskripsi : SIKI ini merupakan tindakan spesifik untuk mengelola luka dada terbuka dan memfasilitasi pernapasan. Langkah pertama dan paling mendesak adalah melakukan penutupan luka dada dengan teknik yang tepat. Perawat menyiapkan bahan steril (seperti vaseline gauze, plastic wrap, atau bahan impermeable lainnya) dan menutup luka tersebut, kemudian merekatkannya kuat hanya di tiga sisi. Desain tiga sisi ini bertujuan untuk mencegah udara masuk saat inspirasi (yang akan memperburuk kolaps paru) tetapi memungkinkan udara yang terperangkap di rongga pleura untuk keluar saat ekspirasi, mencegah terjadinya tension pneumotoraks. Selama prosedur, pasien terus dimonitor untuk distress pernapasan. Tindakan lain yang termasuk dalam SIKI ini adalah membantu prosedur bedah atau invasif seperti torakostomi atau pemasangan chest tube dengan mempersiapkan alat, memberikan dukungan psikologis, dan memastikan lingkungan steril. Setelah chest tube terpasang, perawat bertanggung jawab untuk memantau fungsi sistem drainase, memastikan tidak ada kebocoran, mengobservasi fluktuasi cairan di chamber, dan mencatat karakter serta jumlah drainase. Manajemen nyeri yang adekuat juga bagian dari intervensi ini, karena nyeri dapat membatasi pergerakan dada dan memperburuk hipoventilasi.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282