Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 3097 | 22 Oct 2024
Klinis : - Pasien mengatakan tidak mau minum - Mukosa bibir tampak kering - Akral kering - Mata tampak cekung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dalam konteks kasus pasien dengan keluhan tidak mau minum, mukosa bibir kering, akral kering, dan mata tampak cekung, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan:
Defisit volume cairan
Penjelasan:
1. SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Defisit volume cairan adalah ketidakcukupan cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraseluler untuk memenuhi kebutuhan fisiologis.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari diagnosa keperawatan defisit volume cairan adalah pasien dapat mempertahankan hidrasi yang adekuat yang ditandai dengan mukosa lembab, turgor kulit normal, output urin cukup, dan tanda-tanda vital dalam batas normal.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi defisit volume cairan antara lain:
a. Pemantauan cairan masuk dan keluar
b. Pemberian cairan intravena atau oral
c. Kolaborasi pemberian obat-obatan
d. Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya asupan cairan yang adekuat
Dalam kasus ini, pasien mengalami tanda-tanda dehidrasi seperti mukosa bibir kering, akral kering, dan mata tampak cekung, sehingga diagnosa keperawatan yang sesuai adalah defisit volume cairan. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah memantau asupan dan output cairan pasien, memberikan cairan melalui oral atau intravena, berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain dalam pemberian obat-obatan, serta memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya asupan cairan yang cukup. -
Article No. 3099 | 22 Oct 2024
Klinis : Pasien mengatakan khawatir terhadap kondisi kesehatan, pasien mengeluh sulit tidur dan tekanan darah meningkat
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: 1. Kode ICD-10:
- Kode: R45.0
- Deskripsi: Nervousness
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 89.7
- Deskripsi: Pengukuran tekanan darah
Penjelasan detail:
Berdasarkan kondisi yang dipaparkan, pasien menunjukkan gejala-gejala kecemasan (nervousness) dan peningkatan tekanan darah. Kode ICD-10 R45.0 (Nervousness) sesuai untuk menggambarkan kondisi kecemasan pasien. Selanjutnya, pengukuran tekanan darah (kode ICD-9-CM 89.7) merupakan tindakan medis yang dapat dilakukan untuk mengevaluasi peningkatan tekanan darah yang dilaporkan oleh pasien. -
Article No. 3100 | 22 Oct 2024
Klinis : Pasien mengatakan khawatir terhadap kondisi kesehatan, pasien mengeluh sulit tidur dan tekanan darah meningkat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dalam kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan, beserta penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
Kecemasan
Penjelasan:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Kecemasan adalah respon emosional dan psikologis individu terhadap ancaman yang tidak jelas dan bersifat subjektif, yang ditandai dengan ketegangan, kekhawatiran, dan gejala fisik.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Tingkat kecemasan menurun
2. Koping efektif
3. Istirahat dan tidur terpenuhi
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Kecemasan
2. Terapi Relaksasi
3. Peningkatan Manajemen Stres
Sebagai seorang pakar keperawatan, saya menyarankan untuk melakukan pendekatan holistik dalam menangani kondisi pasien ini. Selain mengidentifikasi dan mengatasi faktor penyebab kecemasan, seperti kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan dan masalah tidur, perlu juga dilakukan intervensi untuk membantu pasien mengembangkan strategi koping yang efektif. Hal ini dapat mencakup teknik relaksasi, manajemen stres, dan dukungan psikologis. Dengan kolaborasi yang baik antara pasien dan tenaga kesehatan, diharapkan dapat mencapai luaran yang diinginkan, yaitu penurunan tingkat kecemasan, peningkatan kemampuan koping, serta pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur. -
Article No. 3101 | 22 Oct 2024
Klinis : Pasien mengatakan khawatir terhadap kondisi kesehatan, pasien mengeluh sulit tidur dan tekanan darah meningkat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan nada akademis dan persona sebagai pakar perawat, berikut diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi pasien yang Anda berikan:
Diagnosa Keperawatan:
Kecemasan
Penjelasan SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Kecemasan adalah respon emosional dan psikologis individu terhadap sumber ancaman yang tidak jelas atau tidak diketahui. Kecemasan yang dialami pasien ini ditandai dengan keluhan sulit tidur dan tekanan darah meningkat, serta adanya rasa khawatir terhadap kondisi kesehatan.
Penjelasan SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari penanganan kecemasan ini adalah pasien dapat menunjukkan penurunan tingkat kecemasan, seperti tidur yang lebih baik, tekanan darah yang terkendali, serta kemampuan pasien dalam mengatasi rasa khawatir terhadap kondisi kesehatannya.
Penjelasan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kecemasan pada pasien ini antara lain:
1. Manajemen kecemasan: Membantu pasien untuk mengidentifikasi dan mengelola faktor-faktor penyebab kecemasan.
2. Terapi relaksasi: Mengajarkan dan memfasilitasi teknik-teknik relaksasi, seperti teknik pernapasan dalam, visualisasi, atau terapi musik, untuk membantu pasien menurunkan tingkat kecemasan.
3. Edukasi kesehatan: Memberikan informasi dan edukasi kepada pasien mengenai penyebab, tanda-tanda, dan strategi penanganan kecemasan.
4. Konseling: Memberikan dukungan emosional dan bimbingan kepada pasien dalam menghadapi dan mengatasi kecemasan yang dialaminya.
Dengan pendekatan ini, diharapkan pasien dapat mengelola kecemasan yang dialami, meningkatkan kualitas tidur, serta mencapai stabilitas tekanan darah, sehingga kondisi kesehatan secara keseluruhan dapat terkendali. -
Article No. 3102 | 22 Oct 2024
Klinis : Trombositopeni Demam naik turun Mual Nyeri perut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Perdarahan Berhubungan dengan Penurunan Jumlah Trombosit pada Kasus Trombositopenia.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Penurunan jumlah trombosit yang dapat menyebabkan risiko terjadinya perdarahan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Pasien menunjukkan tidak ada tanda-tanda perdarahan, mempertahankan status hemodinamik yang stabil, dan tidak terjadi komplikasi perdarahan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Pemantauan tanda-tanda vital, pemeriksaan jumlah trombosit, manajemen aktivitas, manajemen nutrisi, dan terapi farmakologis untuk meningkatkan jumlah trombosit.
2. Hipertermia Berhubungan dengan Proses Infeksi pada Kasus Demam Naik Turun.
Penjelasan Singkat:
SDKI:
- Peningkatan suhu tubuh di atas normal yang dapat disebabkan oleh proses infeksi.
SLKI:
- Pasien mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal, tidak terjadi komplikasi akibat hipertermia, dan gejala infeksi berkurang.
SIKI:
- Pemantauan tanda-tanda vital, manajemen cairan dan elektrolit, manajemen lingkungan, dan terapi farmakologis untuk mengatasi hipertermia.
3. Mual Berhubungan dengan Proses Penyakit pada Kasus Mual.
Penjelasan Singkat:
SDKI:
- Perasaan tidak nyaman yang muncul akibat adanya rangsangan pada pusat muntah di otak.
SLKI:
- Pasien mampu mempertahankan asupan cairan dan nutrisi yang adekuat, tidak terjadi dehidrasi, dan gejala mual berkurang.
SIKI:
- Manajemen nutrisi, manajemen obat anti-mual, dan teknik relaksasi untuk mengatasi mual.
4. Nyeri Akut Berhubungan dengan Proses Penyakit pada Kasus Nyeri Perut.
Penjelasan Singkat:
SDKI:
- Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan jaringan atau potensi kerusakan jaringan di area perut.
SLKI:
- Pasien mampu mengontrol nyeri, menunjukkan tanda-tanda vital yang stabil, dan tidak terjadi komplikasi akibat nyeri.
SIKI:
- Pengkajian nyeri, manajemen nyeri farmakologis dan non-farmakologis, serta edukasi manajemen nyeri.
Dengan menggunakan standar SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat menetapkan diagnosa keperawatan yang tepat dan merencanakan intervensi yang sesuai untuk mengatasi masalah kesehatan pasien. -
Article No. 3103 | 22 Oct 2024
Klinis : Pasien mengeluh demam sejak 2 hari yang lalu disertai batuk pilek, nyeri telan pusing
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi pasien yang Anda deskripsikan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkatnya menggunakan standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
1. Hipertermia berhubungan dengan proses patologis penyakit akut.
Penjelasan:
- SDKI: Hipertermia adalah peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal.
- SLKI: Tujuan dari penanganan hipertermia adalah untuk mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen demam, manajemen cairan, dan pemantauan tanda-tanda vital.
2. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan produksi sekret yang berlebihan.
Penjelasan:
- SDKI: Bersihan jalan napas tidak efektif adalah ketidakmampuan untuk mengeluarkan sekret atau benda asing dari saluran napas.
- SLKI: Tujuan dari penanganan bersihan jalan napas tidak efektif adalah untuk mempertahankan jalan napas yang bebas dari sekret atau benda asing.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen jalan napas, manajemen batuk, dan pengisapan lendir.
3. Nyeri akut berhubungan dengan proses penyakit.
Penjelasan:
- SDKI: Nyeri akut adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial.
- SLKI: Tujuan dari penanganan nyeri akut adalah untuk mempertahankan kontrol nyeri.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen nyeri, pemberian analgesik, dan terapi komplementer.
Tone: Akademis
Persona: Pakar, Perawat -
Article No. 3104 | 22 Oct 2024
Klinis : Benjolan di punggung sejak 6 bulan, nyeri jika telentang Rencana pembedahan besok
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Nyeri Akut berhubungan dengan pembengkakan/benjolan di punggung
Penjelasan:
Berdasarkan gejala yang Anda sampaikan, yaitu adanya benjolan di punggung sejak 6 bulan dan nyeri saat telentang, diagnosis keperawatan yang sesuai adalah Nyeri Akut. Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau dijelaskan dalam istilah kerusakan tersebut (NANDA-I, 2018).
Dalam standar diagnosa keperawatan Indonesia (SDKI), Nyeri Akut didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau dijelaskan dalam istilah kerusakan tersebut.
Terkait rencana pembedahan besok, hal ini dapat menjadi penyebab atau pemicu dari nyeri akut yang Anda alami. Perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut terkait lokasi, karakteristik, durasi, dan faktor-faktor yang memengaruhi nyeri tersebut.
Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) menyebutkan bahwa luaran yang diharapkan dari Nyeri Akut adalah Nyeri Terkontrol, dengan kriteria hasil seperti skala nyeri menurun, pasien dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi nyeri, dan pasien dapat melakukan manajemen nyeri secara mandiri.
Selanjutnya, Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) menyediakan intervensi-intervensi keperawatan yang dapat dilakukan, seperti manajemen nyeri, pemberian analgesik, terapi dingin/panas, dan edukasi terkait nyeri serta manajemen nyeri.
Saya harap penjelasan singkat ini dapat memberikan gambaran awal tentang kondisi Anda dan rencana tindak lanjut yang dapat dilakukan. Jangan ragu untuk bertanya lebih lanjut jika Anda membutuhkan informasi tambahan. -
Article No. 3105 | 22 Oct 2024
Klinis : pasien mengalami penurunan berat badan, nafsu makan menurun, sariawan, diare 5 x sehari ada bercak darah, mual muntah. pasien mengatakan banyak pikiran sehingga merasa stres
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI, SLKI, dan SIKI berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Malnutrisi terkait penurunan asupan nutrisi yang ditandai dengan penurunan berat badan, nafsu makan menurun, dan diare.
2. Stres psikologis terkait beban pikiran yang menyebabkan mual dan muntah.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Malnutrisi: Ketidakseimbangan antara asupan dan kebutuhan nutrisi yang menyebabkan penurunan berat badan, gangguan fungsi tubuh, dan peningkatan risiko komplikasi.
Stres Psikologis: Ketidakmampuan individu untuk beradaptasi dengan tuntutan lingkungan atau masalah internal yang mengancam kesejahteraan fisik dan psikologis.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Malnutrisi: Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat mempertahankan berat badan ideal, asupan nutrisi yang adekuat, dan tidak terjadi komplikasi.
Stres Psikologis: Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat mengelola stres dengan baik, menunjukkan tanda-tanda penurunan stres, dan dapat beradaptasi dengan situasi yang menekan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Malnutrisi: Intervensi yang dapat dilakukan adalah pengkajian status nutrisi, pemberian edukasi nutrisi, kolaborasi dengan ahli gizi, dan monitoring asupan nutrisi.
Stres Psikologis: Intervensi yang dapat dilakukan adalah pengkajian stres, pemberian teknik relaksasi, konseling, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan mental.
Sebagai seorang perawat, saya akan melakukan pengkajian yang komprehensif, menetapkan diagnosa keperawatan yang tepat, dan mengembangkan rencana asuhan keperawatan yang berpedoman pada standar SDKI, SLKI, dan SIKI untuk membantu pasien mencapai hasil yang optimal. -
Article No. 3106 | 22 Oct 2024
Klinis : pasien mengalami penurunan berat badan, nafsu makan menurun, sariawan, diare 5 x sehari ada bercak darah, mual muntah. pasien mengatakan banyak pikiran sehingga merasa stres
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan informasi yang diberikan, pasien mengalami gejala-gejala yang mengarah pada gangguan gastrointestinal yang disertai dengan stres psikologis. Berikut adalah kode ICD-10 dan ICD-9-CM yang sesuai:
1. Kode ICD-10:
- Kode: R63.4
- Deskripsi: Penurunan berat badan tidak dapat dijelaskan
2. Kode ICD-10:
- Kode: R63.0
- Deskripsi: Anoreksia
3. Kode ICD-10:
- Kode: K12.0
- Deskripsi: Stomatitis aftosa (sariawan)
4. Kode ICD-10:
- Kode: K52.9
- Deskripsi: Gastroenteritis dan kolitis tidak spesifik
5. Kode ICD-10:
- Kode: R11.0
- Deskripsi: Mual
6. Kode ICD-10:
- Kode: R11.2
- Deskripsi: Muntah, tidak diklasifikasikan di tempat lain
7. Kode ICD-10:
- Kode: R45.0
- Deskripsi: Nervositas
Tidak terdapat kode ICD-9-CM untuk tindakan medis yang spesifik berdasarkan gejala yang dilaporkan. Penanganan yang mungkin dilakukan adalah:
- Evaluasi diagnostik, termasuk pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan pencitraan (jika diperlukan) untuk mengetahui penyebab gejala-gejala yang dialami.
- Pemberian terapi simptomatik, seperti antiemetik (untuk mual-muntah), antidiare (untuk diare), dan obat analgesik (jika diperlukan).
- Konseling dan terapi psikologis untuk mengatasi stres dan gangguan psikologis yang mungkin mendasari kondisi pasien.
Catatan: Diagnosis dan penanganan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional berdasarkan evaluasi menyeluruh atas kondisi pasien. -
Article No. 3107 | 22 Oct 2024
Klinis : Ny. R berusia 40 tahun, BB 54 kg, dirawat dengan GEA. Hasil pengkajian didapatkan muntah setiap kali makan dan minum sejak 2 hari yang lalu, buang air besar cair 5-6 kali sehari. Mata cekung, bibir kering, mukosa mulut kering, dan pasien mengeluh haus. Tekanan 90/60 mmHg, Nadi 120x/mnt, Temperatur: 37,8°C. Pasien mendapat Instruksi Loading Cairan RL 1 Liter dalam 1 jam.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi Ny. R yang disajikan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Defisit Volume Cairan (SDKI)
- Definisi: Berkurangnya cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intrasellular.
- Faktor yang Berhubungan: Peningkatan kehilangan cairan melalui saluran cerna.
- Gejala dan Tanda: Muntah, diare, mata cekung, bibir dan mukosa mulut kering, turgor kulit buruk, tekanan darah rendah, nadi cepat.
Rencana Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Manajemen Cairan
- Tujuan: Pasien menunjukkan kecukupan volume cairan yang adekuat.
- Intervensi: Pantau intake dan output cairan, pantau tanda-tanda dehidrasi, kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai instruksi.
Luaran Asuhan Keperawatan (SIKI):
1. Keseimbangan Cairan
- Definisi: Kemampuan tubuh untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan yang adekuat.
- Kriteria Hasil: Pasien menunjukkan tanda-tanda hidrasi yang baik, seperti mukosa mulut lembab, turgor kulit baik, dan tekanan darah normal.
Penjelasan Singkat:
Ny. R mengalami gejala-gejala defisit volume cairan akibat muntah dan diare yang terjadi sejak 2 hari yang lalu. Hal ini menyebabkan berkurangnya cairan di dalam tubuh, sehingga perlu dilakukan manajemen cairan untuk mengembalikan keseimbangan cairan yang adekuat. Intervensi utama adalah memantau intake dan output cairan, serta kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai instruksi medis. Tujuannya adalah agar pasien menunjukkan tanda-tanda hidrasi yang baik, seperti mukosa mulut lembab, turgor kulit baik, dan tekanan darah normal.