Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23130 | 03 Dec 2025
Klinis : ikterik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Tidak ada respons dari API.
-
Article No. 23131 | 03 Dec 2025
Klinis : pasien terlihat ikterik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Tidak ada respons dari API.
-
Article No. 23132 | 03 Dec 2025
Klinis : Klien mengatakan tampak kunging disertai dengan BAK kuning pekat dam lemas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Tidak ada respons dari API.
-
Article No. 23133 | 03 Dec 2025
Klinis : Stres akademik pada siswa SMA yang tertekan harus lulus dan langsung bekerja (Budaya Patriarki/Ekonomi)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Stres Akademik dengan Faktor Kontekstual (Tekanan Ekonomi dan Budaya Patriarki)
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Ansietas
Kode SLKI: L.03108
Deskripsi : Tingkat ansietas menurun
Kode SIKI: I.03108
Deskripsi : Intervensi Keperawatan Ansietas
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosis Keperawatan (SDKI B.1.1 Ansietas): Ansietas didefinisikan sebagai perasaan tidak nyaman atau ancaman samar yang sumbernya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu. Pada kasus siswa SMA ini, ansietas muncul sebagai respons terhadap stres akademik yang diperberat oleh tekanan kontekstual yang besar, yaitu tuntutan untuk lulus dan langsung bekerja. Tuntutan ini tidak hanya bersifat akademis murni, tetapi dipicu oleh faktor ekonomi keluarga (membantu perekonomian) dan budaya patriarki yang mungkin menempatkan anak laki-laki (atau bahkan anak perempuan dalam konteks tertentu) sebagai penanggung jawab ekonomi masa depan. Defisit yang dialami pasien mencakup perasaan tegang, khawatir berlebihan tentang masa depan, gelisah, sulit konsentrasi dalam belajar, dan mungkin manifestasi fisik seperti sakit kepala atau gangguan tidur. Ansietas ini bersifat situasional namun kronis karena terkait dengan tekanan sistemik yang berkelanjutan dari lingkungan keluarga dan sosialnya. Diagnosis ini tepat karena fokusnya pada respons emosional maladaptif terhadap stresor yang nyata.
Luaran Keperawatan (SLKI L.03108 Tingkat ansietas menurun): Luaran yang ditetapkan adalah penurunan tingkat ansietas. Target luaran ini diukur melalui kriteria seperti klien mampu mengidentifikasi gejala ansietas yang dialami, menyebutkan faktor pemicu ansietas (seperti pikiran "harus lulus dan langsung bekerja"), mendemonstrasikan teknik relaksasi untuk mengurangi gejala, melaporkan penurunan frekuensi dan intensitas perasaan cemas, serta menunjukkan peningkatan kemampuan konsentrasi dan partisipasi dalam aktivitas belajar. Penurunan ansietas diharapkan dapat memutus siklus negatif di mana kecemasan justru mengganggu performa akademik yang sangat dibutuhkan untuk kelulusan. Dengan ansietas yang terkendali, klien diharapkan dapat berpikir lebih jernih, merencanakan masa depan dengan lebih realistis, dan memiliki energi mental untuk mencari solusi atau dukungan.
Intervensi Keperawatan (SIKI I.03108 Intervensi Keperawatan Ansietas): Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan keperawatan yang direncanakan untuk mencapai luaran penurunan ansietas. Tindakannya bersifat holistik dan mencakup: Pertama, Membangun hubungan terapeutik dan menyediakan lingkungan yang suportif untuk mendorong ekspresi perasaan tanpa dihakimi. Kedua, Melakukan asesmen mendalam terhadap sumber ansietas, tidak hanya pada gejala akademik, tetapi juga mengeksplorasi tekanan ekonomi dan budaya patriarki yang diinternalisasi oleh klien. Perawat perlu memahami konteks keluarga dan nilai-nilai yang dianut. Ketiga, Mengajarkan teknik manajemen ansietas seperti latihan pernapasan dalam (deep breathing), relaksasi otot progresif, atau grounding techniques untuk mengatasi gejala akut. Keempat, Melakukan terapi kognitif sederhana dengan membantu klien mengidentifikasi pikiran negatif otomatis (misal: "Jika saya tidak langsung bekerja, saya adalah anak yang gagal") dan menantangnya dengan pikiran yang lebih rasional dan realistis. Kelima, Memfasilitasi pemecahan masalah (problem-solving) dengan membantu klien mengeksplorasi berbagai pilihan pasca lulus SMA (seperti melanjutkan pendidikan vokasi singkat, magang, atau jenis pekerjaan entry-level) sehingga persepsi "harus langsung bekerja" tidak lagi terasa sebagai jalan buntu. Keenam, Melibatkan sistem pendukung, dengan izin klien, seperti keluarga atau guru BK. Pendekatan pada keluarga perlu dilakukan dengan sensitif untuk membuka dialog tentang tekanan yang dirasakan anak, mungkin dengan memberikan perspektif baru tentang pola karier di era modern. Ketujuh, Merujuk ke profesional lain seperti psikolog atau konselor jika ansietas sangat berat atau terdapat indikasi depresi. Intervensi-intervensi ini tidak hanya berfokus pada gejala, tetapi berusaha menyentuh akar masalah yang bersifat psikososial dan kultural, sehingga klien tidak hanya merasa lebih tenang tetapi juga lebih berdaya dalam menghadapi tekanan lingkungannya.
-
Article No. 23134 | 03 Dec 2025
Klinis : Klien mengeluh nyeri pinggang saat berdiri, usia kehamilan 28 minggu, nyeri ketika berdiri dan berkurang ketik duduk atau istirahat, skala nyeri 4, nyeri hilang timbul, nyeri berdenyut, tampak meringis
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Low Back Pain in Pregnancy (Lumbalgia pada Kehamilan)
Kode ICD-10: O26.87
Deskripsi Singkat : Kondisi ini merujuk pada nyeri punggung bawah (lumbalgia) yang secara spesifik terkait dengan kehamilan, pada trimester ketiga (usia kehamilan 28 minggu). Nyeri bersifat mekanis, diperberat oleh aktivitas seperti berdiri dan membaik dengan istirahat atau duduk, dengan karakteristik hilang timbul dan berdenyut. Kode O26.87 berada dalam bab "Kehamilan, persalinan dan nifas" (O00-O9A), khususnya di bawah kategori O26.8 "Kondisi lain yang terkait dengan kehamilan". Kode ini digunakan untuk mendokumentasikan berbagai masalah muskuloskeletal, termasuk nyeri punggung dan panggul, yang secara langsung disebabkan atau diperberat oleh perubahan fisiologis dan biomekanik selama kehamilan. Perubahan tersebut meliputi peningkatan berat badan, pergeseran pusat gravitasi, peningkatan kelonggaran ligamentum akibat hormon relaksin, serta ketegangan otot, yang bersama-sama menambah stres pada struktur tulang belakang dan panggul. Penggunaan kode ini penting untuk membedakan nyeri punggung biasa dari nyeri yang secara etiologi terkait dengan keadaan kehamilan, memastikan pencatatan rekam medis yang akurat terkait komplikasi kehamilan, serta untuk keperluan manajemen perawatan dan pemantauan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23135 | 03 Dec 2025
Klinis : Klien mengatakan tampak kunging disertai dengan BAK kuning pekat dam lemas
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Ikterus (Jaundice) dengan Kelemahan
Kode ICD-10: R17 - Ikterus, tidak tergolongkan
Deskripsi Singkat : Ikterus (jaundice) adalah kondisi klinis yang ditandai dengan menguningnya kulit, sklera mata, dan membran mukosa akibat peningkatan kadar bilirubin dalam darah (hiperbilirubinemia). Gejala yang dijelaskan klien, yaitu kulit kuning, urin berwarna pekat (karena ekskresi bilirubin konjugasi), dan kelemahan, merupakan gambaran khas dari kondisi ini. Kode R17 digunakan untuk mencatat ikterus sebagai gejala atau temuan klinis ketika penyebab pastinya belum ditentukan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Ikterus sendiri bukanlah diagnosis penyakit, melainkan manifestasi dari berbagai gangguan yang mendasari, seperti penyakit hati (hepatitis, sirosis), obstruksi saluran empedu (batu empedu, tumor), atau hemolisis (penghancuran sel darah merah berlebihan). Kelemahan yang menyertai dapat mengindikasikan proses sistemik, seperti infeksi, peradangan hati, atau gangguan metabolisme. Penggunaan kode ini dalam rekam medis berfungsi sebagai penanda awal untuk memicu investigasi diagnostik lebih lanjut guna mengidentifikasi penyebab spesifik (misalnya, hepatitis virus dengan kode B15-B19, atau penyakit hati alkoholik dengan kode K70) sehingga dapat direkam dengan kode yang lebih tepat.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23136 | 03 Dec 2025
Klinis : Klien mengeluh nyeri pinggang saat berdiri, usia kehamilan 28 minggu, nyeri ketika berdiri dan berkurang ketik duduk atau istirahat, skala nyeri 4, nyeri hilang timbul, nyeri berdenyut, tampak meringis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berlangsung dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI dengan kode L.08001 adalah "Tingkat nyeri terkontrol". Ini berarti tujuan akhir dari asuhan keperawatan adalah mengendalikan nyeri yang dialami klien. Kriteria hasilnya meliputi: klien melaporkan nyeri berkurang atau hilang, skala nyeri menurun (dalam kasus ini dari skala 4 menjadi mendekati 0), ekspresi wajah rileks (tidak lagi meringis), tanda-tanda vital dalam rentang normal, klien mampu melakukan aktivitas dengan nyaman (seperti berdiri, berjalan), dan klien menunjukkan pengetahuan tentang cara non-farmakologis untuk mengatasi nyeri. Pada ibu hamil, kontrol nyeri sangat penting untuk mencegah stres yang dapat memengaruhi janin dan memastikan ibu dapat beraktivitas dengan cukup nyaman.
Kode SIKI: I.08041
Deskripsi : SIKI dengan kode I.08041 adalah "Manajemen Nyeri". Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan sistematis yang dilakukan perawat untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. Penjelasan rincinya meliputi: pertama, lakukan pengkajian nyeri komprehensif dengan menggunakan metode PQRST (Provokes/Palliates: pemicu dan pereda; Quality: kualitas; Region/Radiation: daerah dan penyebaran; Severity: keparahan; Time: waktu) seperti yang terlihat dari data klien (nyeri saat berdiri, berkurang saat duduk, skala 4, hilang timbul, berdenyut, di pinggang). Kedua, ajarkan dan bantu teknik non-farmakologis seperti posisi tubuh yang tepat (misalnya, posisi miring dengan bantal penyangga, berdiri dengan postur tegak dan menopang perut), kompres hangat pada area pinggang (dengan hati-hati hindari area perut), relaksasi, dan distraksi. Ketiga, lakukan kolaborasi dengan bidan atau dokter untuk pertimbangan terapi farmakologis yang aman untuk kehamilan jika nyeri sangat mengganggu. Keempat, berikan edukasi mengenai mekanisme nyeri pinggang pada kehamilan (akibat pergeseran titik berat, pelemasan ligamen oleh hormon relaksin, dan tekanan dari rahim yang membesar) untuk mengurangi kecemasan. Kelima, anjurkan penggunaan alat bantu seperti maternity belt atau penyangga perut untuk mengurangi beban pada punggung bawah. Keenam, pantau respons klien terhadap intervensi yang diberikan dan evaluasi skala nyeri secara berkala. Tindakan ini harus dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan janin dan kenyamanan ibu, serta memberdayakan ibu untuk mengelola nyerinya sendiri secara mandiri.
-
Article No. 23137 | 03 Dec 2025
Klinis : peningkatan penglihatan
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Peningkatan Penglihatan
Kode ICD-10: H53.8
Deskripsi Singkat : Peningkatan penglihatan (hiperopia fungsional atau peningkatan ketajaman visual yang tidak biasa) bukanlah suatu diagnosis penyakit, melainkan sebuah temuan atau gejala subjektif. Dalam konteks ICD-10, kondisi ini diklasifikasikan di bawah kode H53.8 yang mencakup "Gangguan penglihatan lain yang ditentukan". Istilah ini dapat menggambarkan situasi di mana ketajaman penglihatan seseorang dilaporkan atau diukur menjadi lebih baik dari baseline sebelumnya, yang mungkin bersifat sementara atau persisten. Penyebabnya beragam dan perlu penyelidikan lebih lanjut. Kemungkinan penyebab meliputi perubahan refraksi (misalnya, pergeseran sementara menuju hiperopia), efek pengobatan untuk kondisi lain (seperti obat-obatan yang mempengaruhi akomodasi), pemulihan dari kondisi mata tertentu (seperti berkurangnya edema makula), atau bahkan variasi pengukuran. Sangat penting untuk membedakannya dari "penglihatan normal" (kode H54.0-H54.2 untuk ketajaman penglihatan normal dengan koreksi). Kode H53.8 digunakan untuk menandai dan melacak keluhan atau temuan spesifik ini dalam rekam medis, yang kemudian memerlukan evaluasi klinis lebih lanjut oleh profesional kesehatan mata untuk menentukan etiologi yang mendasarinya, apakah bersifat fisiologis, patologis, atau terkait dengan faktor lain.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23138 | 03 Dec 2025
Klinis : DS: - Ibu mengatakan tidak ada jadwal khusus stimulasi anak. - Ibu mengatakan stimulasi perkembangan dilakukan tidak konsisten. - Ibu mengatakan keluarga belum melakukan pemantauan perkembangan anak secara terstruktur. - Ibu mengatakan pola pengasuhan tergantung waktu luang orang tua. DO: - Tugas perkembangan keluarga (pengasuhan dan stimulasi) belum terpenuhi.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Perkembangan Anak
Kode SDKI: D.0150
Deskripsi Singkat: Risiko gangguan pada kemampuan anak untuk mencapai tonggak perkembangan yang diharapkan sesuai usia dalam domain motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan adaptif.
Kode SLKI: L.15002
Deskripsi : Keluarga mampu mengidentifikasi faktor risiko dan tanda-tanda gangguan perkembangan anak. Keluarga mampu merencanakan stimulasi perkembangan yang sesuai usia anak. Keluarga mampu melaksanakan stimulasi perkembangan secara konsisten dan terintegrasi dalam pola pengasuhan sehari-hari. Keluarga mampu memantau pencapaian perkembangan anak secara terstruktur. Keluarga mampu memodifikasi lingkungan dan interaksi untuk mendukung perkembangan optimal anak. Keluarga mampu memanfaatkan sumber daya dan dukungan profesional untuk mengoptimalkan perkembangan anak.
Kode SIKI: I.15078
Deskripsi : Lakukan pengkajian perkembangan anak menggunakan instrumen standar (misal: KPSP, Denver II) untuk menentukan status dan area perkembangan yang berisiko. Edukasi keluarga tentang tonggak perkembangan (milestone) normal sesuai usia anak dan pentingnya stimulasi dini. Bantu keluarga mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam pola pengasuhan saat ini terkait stimulasi perkembangan. Latih orang tua/keluarga untuk melakukan teknik stimulasi perkembangan yang spesifik sesuai usia dan kebutuhan anak (misal: bermain sensori, bercerita, bernyanyi, aktivitas motorik halus dan kasar). Bantu keluarga menyusun jadwal/rutinitas harian yang memasukkan aktivitas stimulasi secara konsisten, memanfaatkan waktu kebersamaan. Diskusikan strategi untuk melibatkan seluruh anggota keluarga dalam proses stimulasi dan pengasuhan. Ajarkan keluarga cara melakukan pemantauan perkembangan sederhana dan pencatatan (misal: diary perkembangan). Berikan reinforcement positif atas upaya dan kemajuan yang dilakukan keluarga dalam memberikan stimulasi. Fasilitasi keluarga untuk mengakses sumber daya seperti buku, materi audiovisual, atau kelompok bermain yang mendukung. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain (seperti dokter anak, psikolog, atau terapis) jika ditemukan tanda-tanda penyimpangan perkembangan yang signifikan. Lakukan kunjungan tindak lanjut atau perjanjian konsultasi untuk mengevaluasi kemajuan perkembangan anak dan pelaksanaan stimulasi oleh keluarga.
-
Article No. 23139 | 03 Dec 2025
Klinis : DATA SUBJEKTIF (DS) Ibu mengatakan keputusan kesehatan lebih sering ditentukan oleh ibu sendiri. Ibu mengatakan bingung menentukan waktu membawa anak ke pelayanan kesehatan. Ibu mengatakan suami jarang terlibat dalam keputusan kesehatan karena pekerjaan. DATA OBJEKTIF (DO) Pengambilan keputusan tidak melibatkan anggota keluarga terkait. Keputusan kesehatan bersifat spontan, tidak direncanakan. Tidak ada pembagian peran dalam membuat keputusan kesehatan.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketidakefektifan Pengambilan Keputusan Keluarga
Kode SDKI: 00087
Deskripsi Singkat: Suatu keadaan di mana keluarga mengalami ketidakmampuan dalam mengambil keputusan yang tepat dan kolaboratif terkait perawatan kesehatan, yang ditandai dengan proses pengambilan keputusan yang tidak melibatkan anggota keluarga, bersifat spontan, dan tidak adanya pembagian peran yang jelas.
Kode SLKI: 4501
Deskripsi : Keluarga mampu mengidentifikasi masalah kesehatan dan kebutuhan pengambilan keputusan. Keluarga mampu mengumpulkan informasi yang relevan dari sumber yang dapat dipercaya terkait pilihan pengambilan keputusan. Keluarga mampu mendiskusikan pilihan-pilihan yang ada dengan melibatkan anggota keluarga yang relevan (termasuk suami/ayah). Keluarga mampu mengevaluasi keuntungan dan kerugian dari setiap pilihan yang ada. Keluarga mampu memutuskan pilihan terbaik secara bersama-sama berdasarkan pertimbangan yang matang. Keluarga mampu melaksanakan keputusan yang telah diambil. Keluarga mampu mengevaluasi hasil dari keputusan yang telah dilaksanakan.
Kode SIKI: 4501A
Deskripsi : Fasilitasi Pengambilan Keputusan. Perawat mendorong keluarga untuk mengungkapkan perasaan, persepsi, dan kekhawatiran terkait masalah kesehatan. Perawat membantu keluarga mengidentifikasi dengan jelas masalah atau situasi yang memerlukan pengambilan keputusan. Perawat membantu keluarga mengidentifikasi anggota keluarga kunci yang seharusnya terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Perawat mendorong partisipasi aktif dari semua anggota keluarga yang telah diidentifikasi, termasuk strategi untuk mengatasi hambatan partisipasi (misal: karena kesibukan kerja). Perawat menyediakan atau membantu keluarga mengakses informasi kesehatan yang akurat dan mudah dipahami terkait pilihan-pilihan yang ada. Perawat memfasilitasi diskusi keluarga untuk membahas setiap pilihan, termasuk manfaat, risiko, dan konsekuensinya. Perawat menggunakan teknik komunikasi terapeutik untuk membangun suasana diskusi yang terbuka dan saling menghargai. Perawat membantu keluarga mengembangkan kriteria untuk mengevaluasi pilihan (misal: biaya, ketersediaan, keyakinan budaya). Perawat mendukung keluarga dalam menimbang-nimbang pilihan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Perawat memfasilitasi keluarga untuk mencapai konsensus atau keputusan bersama. Perawat membantu keluarga merencanakan langkah-langkah konkret untuk melaksanakan keputusan. Perawat mendorong keluarga untuk menetapkan waktu evaluasi terhadap hasil keputusan. Perawat memberikan penguatan positif atas upaya dan kemajuan keluarga dalam proses pengambilan keputusan.