Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23128 | 03 Dec 2025
Klinis : Pasien mengeluh pegal pegal diarea tangan dan terdapat benjolan di lengan bawah bagian kiri tangan ,saat beraktivitas pasien merasa terganggu dan tidak nyaman ,benjolan muncul sudah 3 tahun yang lalu di awali dengan benjolan kecil,makin kesini makin besar dan terdapat benjolan di pinggang sebelah kiri
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Lipoma Multipel
Kode ICD-10: D17.9
Deskripsi Singkat : Kondisi ini mengacu pada adanya tumor jinak (neoplasma jinak) jaringan adiposa (lemak) yang muncul di lebih dari satu lokasi pada tubuh, dalam hal ini di lengan bawah kiri dan pinggang kiri. Lipoma merupakan benjolan lunak, dapat digerakkan, dan biasanya tidak nyeri, meskipun dapat menimbulkan ketidaknyamanan atau gangguan fungsional jika ukurannya membesar atau terletak di area yang tertekan. Kode ICD-10 D17.9 termasuk dalam kategori "Neoplasma jinak jaringan adiposa" dengan lokasi yang tidak ditentukan. Deskripsi pasien tentang benjolan yang muncul bertahun-tahun lalu, mulai kecil dan membesar secara perlahan, serta lokasinya yang multipel sangat sesuai dengan karakteristik lipoma. Kode ini digunakan untuk mencatat diagnosis tumor lemak jinak ketika lokasi spesifiknya tidak diklasifikasikan secara terpisah atau ketika terdapat di berbagai lokasi. Meskipun umumnya tidak berbahaya, evaluasi medis diperlukan untuk memastikan diagnosis dan mengevaluasi kebutuhan penanganan jika menyebabkan gejala.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23129 | 03 Dec 2025
Klinis : Pasien mengeluh pegal pegal diarea tangan dan terdapat benjolan di lengan bawah bagian kiri tangan ,saat beraktivitas pasien merasa terganggu dan tidak nyaman ,benjolan muncul sudah 3 tahun yang lalu di awali dengan benjolan kecil,makin kesini makin besar dan terdapat benjolan di pinggang sebelah kiri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Gangguan Integritas Jaringan terkait Massa/Benjolan di Ekstremitas Atas dan Pinggang
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan. Pada kasus ini, nyeri dirasakan sebagai pegal-pegal di area tangan dan ketidaknyamanan saat beraktivitas, yang merupakan respons terhadap adanya benjolan yang terus membesar. Gangguan Integritas Jaringan (kode SDKI 0801) juga relevan karena adanya massa atau benjolan yang mengubah struktur normal kulit dan jaringan di bawahnya di lengan bawah dan pinggang, yang telah berkembang dari kecil menjadi besar dalam kurun waktu 3 tahun. Kombinasi diagnosa ini menggambarkan respons fisiologis dan psikologis pasien terhadap pertumbuhan abnormal jaringan yang menyebabkan ketidaknyamanan fungsional.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Tujuan dari luaran keperawatan ini adalah agar nyeri pasien dapat terkelola dengan baik. Kriteria luaran yang diharapkan meliputi: pasien mampu mendemonstrasikan penggunaan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri (seperti mengistirahatkan tangan, kompres, atau distraksi), melaporkan penurunan skala nyeri (misalnya dari skala sedang menjadi ringan atau hilang), serta menunjukkan perilaku dan tanda vital yang sesuai (tidak gelisah, ekspresi wajah rileks, tekanan darah dan nadi dalam rentang normal). Selain itu, pasien juga diharapkan dapat beraktivitas dengan lebih nyaman tanpa gangguan rasa pegal yang signifikan. Pencapaian luaran ini memerlukan pemantauan intensif terhadap karakteristik nyeri, respons pasien terhadap intervensi, dan edukasi untuk memampukan pasien dalam mengelola ketidaknyamanannya sendiri.
Kode SIKI: 3520
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan sistematis untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. Perawat akan melakukan: (1) Pengkajian komprehensif terhadap nyeri, termasuk lokasi (tangan, lengan), karakteristik (pegal), intensitas (menggunakan skala nyeri), faktor pemicu dan pereda (aktivitas), serta durasi (saat beraktivitas). (2) Memberikan edukasi kepada pasien tentang metode pelaporan nyeri dan teknik non-farmakologis sederhana. (3) Melakukan kolaborasi dengan tim medis untuk evaluasi lebih lanjut mengenai benjolan dan kemungkinan pemberian analgesik jika diperlukan, mengingat nyeri muncul akibat kondisi patologis yang mendasarinya. (4) Memodifikasi lingkungan dan aktivitas pasien untuk meminimalkan ketidaknyamanan, seperti menyarankan pengurangan aktivitas yang memberatkan tangan. (5) Memantau dan mendokumentasikan efektivitas intervensi yang diberikan terhadap tingkat nyeri dan kemampuan fungsional pasien. Intervensi ini bersifat holistik, tidak hanya berfokus pada sensasi nyeri tetapi juga pada faktor psikologis dan fungsional yang terdampak, dengan tetap mengutamakan kolaborasi untuk penanganan penyebab utama (benjolan).
Kondisi: Ansietas terkait Kondisi Kesehatan dan Ketidakpastian Diagnostik
Kode SDKI: 4601
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah perasaan gelisah, kekhawatiran, atau ketakutan yang tidak jelas atau berlebihan sebagai respons terhadap ancaman yang dirasakan. Pada pasien ini, ansietas dapat timbul akibat adanya benjolan yang tidak diketahui penyebab pastinya, yang telah tumbuh dan membesar selama 3 tahun serta mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Perasaan tidak nyaman, terganggu, dan kekhawatiran akan kemungkinan penyakit serius merupakan sumber stres psikologis yang signifikan. Kondisi ini memerlukan pendekatan keperawatan untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan koping pasien sambil menunggu dan menjalani proses pemeriksaan medis lebih lanjut.
Kode SLKI: 4701
Deskripsi : Kontrol Ansietas. Tujuan luaran keperawatan adalah menurunnya tingkat kecemasan pasien. Kriteria luaran yang diharapkan mencakup: pasien dapat mengidentifikasi dan menyatakan perasaan cemasnya secara verbal, menunjukkan penurunan tanda-tanda fisiologis kecemasan (seperti tangan tidak basah oleh keringat, frekuensi nadi normal), mampu mendemonstrasikan satu atau lebih teknik relaksasi untuk mengatasi kecemasan, serta melaporkan perasaan lebih tenang dan memiliki harapan yang realistis terhadap proses perawatan kesehatannya. Pasien juga diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam rencana pemeriksaan dan pengobatan tanpa diselimuti ketakutan yang berlebihan.
Kode SIKI: 5820
Deskripsi : Pengurangan Ansietas. Intervensi ini meliputi tindakan untuk membantu pasien mengenali dan mengurangi perasaan cemas. Perawat akan: (1) Menciptakan lingkungan terapeutik yang mendukung dan empatik untuk mendorong pasien mengekspresikan kekhawatirannya. (2) Memberikan informasi yang jujur, jelas, dan sesuai tentang prosedur pemeriksaan yang mungkin diperlukan untuk mengevaluasi benjolan, sehingga mengurangi ketidakpastian. (3) Mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam atau distraksi. (4) Mengkaji dan memanfaatkan sistem pendukung sosial pasien (keluarga). (5) Meningkatkan rasa kontrol pasien dengan melibatkannya dalam pengambilan keputusan perawatan yang sederhana. (6) Melakukan kolaborasi jika ansietas sangat berat dan memerlukan penanganan tenaga kesehatan mental. Intervensi ini bertujuan membangun hubungan saling percaya dan memberikan dukungan psikologis yang konkret selama masa penegakan diagnosis.
-
Article No. 23130 | 03 Dec 2025
Klinis : ikterik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Tidak ada respons dari API.
-
Article No. 23131 | 03 Dec 2025
Klinis : pasien terlihat ikterik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Tidak ada respons dari API.
-
Article No. 23132 | 03 Dec 2025
Klinis : Klien mengatakan tampak kunging disertai dengan BAK kuning pekat dam lemas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Tidak ada respons dari API.
-
Article No. 23133 | 03 Dec 2025
Klinis : Stres akademik pada siswa SMA yang tertekan harus lulus dan langsung bekerja (Budaya Patriarki/Ekonomi)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Stres Akademik dengan Faktor Kontekstual (Tekanan Ekonomi dan Budaya Patriarki)
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Ansietas
Kode SLKI: L.03108
Deskripsi : Tingkat ansietas menurun
Kode SIKI: I.03108
Deskripsi : Intervensi Keperawatan Ansietas
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosis Keperawatan (SDKI B.1.1 Ansietas): Ansietas didefinisikan sebagai perasaan tidak nyaman atau ancaman samar yang sumbernya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu. Pada kasus siswa SMA ini, ansietas muncul sebagai respons terhadap stres akademik yang diperberat oleh tekanan kontekstual yang besar, yaitu tuntutan untuk lulus dan langsung bekerja. Tuntutan ini tidak hanya bersifat akademis murni, tetapi dipicu oleh faktor ekonomi keluarga (membantu perekonomian) dan budaya patriarki yang mungkin menempatkan anak laki-laki (atau bahkan anak perempuan dalam konteks tertentu) sebagai penanggung jawab ekonomi masa depan. Defisit yang dialami pasien mencakup perasaan tegang, khawatir berlebihan tentang masa depan, gelisah, sulit konsentrasi dalam belajar, dan mungkin manifestasi fisik seperti sakit kepala atau gangguan tidur. Ansietas ini bersifat situasional namun kronis karena terkait dengan tekanan sistemik yang berkelanjutan dari lingkungan keluarga dan sosialnya. Diagnosis ini tepat karena fokusnya pada respons emosional maladaptif terhadap stresor yang nyata.
Luaran Keperawatan (SLKI L.03108 Tingkat ansietas menurun): Luaran yang ditetapkan adalah penurunan tingkat ansietas. Target luaran ini diukur melalui kriteria seperti klien mampu mengidentifikasi gejala ansietas yang dialami, menyebutkan faktor pemicu ansietas (seperti pikiran "harus lulus dan langsung bekerja"), mendemonstrasikan teknik relaksasi untuk mengurangi gejala, melaporkan penurunan frekuensi dan intensitas perasaan cemas, serta menunjukkan peningkatan kemampuan konsentrasi dan partisipasi dalam aktivitas belajar. Penurunan ansietas diharapkan dapat memutus siklus negatif di mana kecemasan justru mengganggu performa akademik yang sangat dibutuhkan untuk kelulusan. Dengan ansietas yang terkendali, klien diharapkan dapat berpikir lebih jernih, merencanakan masa depan dengan lebih realistis, dan memiliki energi mental untuk mencari solusi atau dukungan.
Intervensi Keperawatan (SIKI I.03108 Intervensi Keperawatan Ansietas): Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan keperawatan yang direncanakan untuk mencapai luaran penurunan ansietas. Tindakannya bersifat holistik dan mencakup: Pertama, Membangun hubungan terapeutik dan menyediakan lingkungan yang suportif untuk mendorong ekspresi perasaan tanpa dihakimi. Kedua, Melakukan asesmen mendalam terhadap sumber ansietas, tidak hanya pada gejala akademik, tetapi juga mengeksplorasi tekanan ekonomi dan budaya patriarki yang diinternalisasi oleh klien. Perawat perlu memahami konteks keluarga dan nilai-nilai yang dianut. Ketiga, Mengajarkan teknik manajemen ansietas seperti latihan pernapasan dalam (deep breathing), relaksasi otot progresif, atau grounding techniques untuk mengatasi gejala akut. Keempat, Melakukan terapi kognitif sederhana dengan membantu klien mengidentifikasi pikiran negatif otomatis (misal: "Jika saya tidak langsung bekerja, saya adalah anak yang gagal") dan menantangnya dengan pikiran yang lebih rasional dan realistis. Kelima, Memfasilitasi pemecahan masalah (problem-solving) dengan membantu klien mengeksplorasi berbagai pilihan pasca lulus SMA (seperti melanjutkan pendidikan vokasi singkat, magang, atau jenis pekerjaan entry-level) sehingga persepsi "harus langsung bekerja" tidak lagi terasa sebagai jalan buntu. Keenam, Melibatkan sistem pendukung, dengan izin klien, seperti keluarga atau guru BK. Pendekatan pada keluarga perlu dilakukan dengan sensitif untuk membuka dialog tentang tekanan yang dirasakan anak, mungkin dengan memberikan perspektif baru tentang pola karier di era modern. Ketujuh, Merujuk ke profesional lain seperti psikolog atau konselor jika ansietas sangat berat atau terdapat indikasi depresi. Intervensi-intervensi ini tidak hanya berfokus pada gejala, tetapi berusaha menyentuh akar masalah yang bersifat psikososial dan kultural, sehingga klien tidak hanya merasa lebih tenang tetapi juga lebih berdaya dalam menghadapi tekanan lingkungannya.
-
Article No. 23134 | 03 Dec 2025
Klinis : Klien mengeluh nyeri pinggang saat berdiri, usia kehamilan 28 minggu, nyeri ketika berdiri dan berkurang ketik duduk atau istirahat, skala nyeri 4, nyeri hilang timbul, nyeri berdenyut, tampak meringis
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Low Back Pain in Pregnancy (Lumbalgia pada Kehamilan)
Kode ICD-10: O26.87
Deskripsi Singkat : Kondisi ini merujuk pada nyeri punggung bawah (lumbalgia) yang secara spesifik terkait dengan kehamilan, pada trimester ketiga (usia kehamilan 28 minggu). Nyeri bersifat mekanis, diperberat oleh aktivitas seperti berdiri dan membaik dengan istirahat atau duduk, dengan karakteristik hilang timbul dan berdenyut. Kode O26.87 berada dalam bab "Kehamilan, persalinan dan nifas" (O00-O9A), khususnya di bawah kategori O26.8 "Kondisi lain yang terkait dengan kehamilan". Kode ini digunakan untuk mendokumentasikan berbagai masalah muskuloskeletal, termasuk nyeri punggung dan panggul, yang secara langsung disebabkan atau diperberat oleh perubahan fisiologis dan biomekanik selama kehamilan. Perubahan tersebut meliputi peningkatan berat badan, pergeseran pusat gravitasi, peningkatan kelonggaran ligamentum akibat hormon relaksin, serta ketegangan otot, yang bersama-sama menambah stres pada struktur tulang belakang dan panggul. Penggunaan kode ini penting untuk membedakan nyeri punggung biasa dari nyeri yang secara etiologi terkait dengan keadaan kehamilan, memastikan pencatatan rekam medis yang akurat terkait komplikasi kehamilan, serta untuk keperluan manajemen perawatan dan pemantauan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23135 | 03 Dec 2025
Klinis : Klien mengatakan tampak kunging disertai dengan BAK kuning pekat dam lemas
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Ikterus (Jaundice) dengan Kelemahan
Kode ICD-10: R17 - Ikterus, tidak tergolongkan
Deskripsi Singkat : Ikterus (jaundice) adalah kondisi klinis yang ditandai dengan menguningnya kulit, sklera mata, dan membran mukosa akibat peningkatan kadar bilirubin dalam darah (hiperbilirubinemia). Gejala yang dijelaskan klien, yaitu kulit kuning, urin berwarna pekat (karena ekskresi bilirubin konjugasi), dan kelemahan, merupakan gambaran khas dari kondisi ini. Kode R17 digunakan untuk mencatat ikterus sebagai gejala atau temuan klinis ketika penyebab pastinya belum ditentukan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Ikterus sendiri bukanlah diagnosis penyakit, melainkan manifestasi dari berbagai gangguan yang mendasari, seperti penyakit hati (hepatitis, sirosis), obstruksi saluran empedu (batu empedu, tumor), atau hemolisis (penghancuran sel darah merah berlebihan). Kelemahan yang menyertai dapat mengindikasikan proses sistemik, seperti infeksi, peradangan hati, atau gangguan metabolisme. Penggunaan kode ini dalam rekam medis berfungsi sebagai penanda awal untuk memicu investigasi diagnostik lebih lanjut guna mengidentifikasi penyebab spesifik (misalnya, hepatitis virus dengan kode B15-B19, atau penyakit hati alkoholik dengan kode K70) sehingga dapat direkam dengan kode yang lebih tepat.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23136 | 03 Dec 2025
Klinis : Klien mengeluh nyeri pinggang saat berdiri, usia kehamilan 28 minggu, nyeri ketika berdiri dan berkurang ketik duduk atau istirahat, skala nyeri 4, nyeri hilang timbul, nyeri berdenyut, tampak meringis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berlangsung dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI dengan kode L.08001 adalah "Tingkat nyeri terkontrol". Ini berarti tujuan akhir dari asuhan keperawatan adalah mengendalikan nyeri yang dialami klien. Kriteria hasilnya meliputi: klien melaporkan nyeri berkurang atau hilang, skala nyeri menurun (dalam kasus ini dari skala 4 menjadi mendekati 0), ekspresi wajah rileks (tidak lagi meringis), tanda-tanda vital dalam rentang normal, klien mampu melakukan aktivitas dengan nyaman (seperti berdiri, berjalan), dan klien menunjukkan pengetahuan tentang cara non-farmakologis untuk mengatasi nyeri. Pada ibu hamil, kontrol nyeri sangat penting untuk mencegah stres yang dapat memengaruhi janin dan memastikan ibu dapat beraktivitas dengan cukup nyaman.
Kode SIKI: I.08041
Deskripsi : SIKI dengan kode I.08041 adalah "Manajemen Nyeri". Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan sistematis yang dilakukan perawat untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. Penjelasan rincinya meliputi: pertama, lakukan pengkajian nyeri komprehensif dengan menggunakan metode PQRST (Provokes/Palliates: pemicu dan pereda; Quality: kualitas; Region/Radiation: daerah dan penyebaran; Severity: keparahan; Time: waktu) seperti yang terlihat dari data klien (nyeri saat berdiri, berkurang saat duduk, skala 4, hilang timbul, berdenyut, di pinggang). Kedua, ajarkan dan bantu teknik non-farmakologis seperti posisi tubuh yang tepat (misalnya, posisi miring dengan bantal penyangga, berdiri dengan postur tegak dan menopang perut), kompres hangat pada area pinggang (dengan hati-hati hindari area perut), relaksasi, dan distraksi. Ketiga, lakukan kolaborasi dengan bidan atau dokter untuk pertimbangan terapi farmakologis yang aman untuk kehamilan jika nyeri sangat mengganggu. Keempat, berikan edukasi mengenai mekanisme nyeri pinggang pada kehamilan (akibat pergeseran titik berat, pelemasan ligamen oleh hormon relaksin, dan tekanan dari rahim yang membesar) untuk mengurangi kecemasan. Kelima, anjurkan penggunaan alat bantu seperti maternity belt atau penyangga perut untuk mengurangi beban pada punggung bawah. Keenam, pantau respons klien terhadap intervensi yang diberikan dan evaluasi skala nyeri secara berkala. Tindakan ini harus dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan janin dan kenyamanan ibu, serta memberdayakan ibu untuk mengelola nyerinya sendiri secara mandiri.
-
Article No. 23137 | 03 Dec 2025
Klinis : peningkatan penglihatan
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Peningkatan Penglihatan
Kode ICD-10: H53.8
Deskripsi Singkat : Peningkatan penglihatan (hiperopia fungsional atau peningkatan ketajaman visual yang tidak biasa) bukanlah suatu diagnosis penyakit, melainkan sebuah temuan atau gejala subjektif. Dalam konteks ICD-10, kondisi ini diklasifikasikan di bawah kode H53.8 yang mencakup "Gangguan penglihatan lain yang ditentukan". Istilah ini dapat menggambarkan situasi di mana ketajaman penglihatan seseorang dilaporkan atau diukur menjadi lebih baik dari baseline sebelumnya, yang mungkin bersifat sementara atau persisten. Penyebabnya beragam dan perlu penyelidikan lebih lanjut. Kemungkinan penyebab meliputi perubahan refraksi (misalnya, pergeseran sementara menuju hiperopia), efek pengobatan untuk kondisi lain (seperti obat-obatan yang mempengaruhi akomodasi), pemulihan dari kondisi mata tertentu (seperti berkurangnya edema makula), atau bahkan variasi pengukuran. Sangat penting untuk membedakannya dari "penglihatan normal" (kode H54.0-H54.2 untuk ketajaman penglihatan normal dengan koreksi). Kode H53.8 digunakan untuk menandai dan melacak keluhan atau temuan spesifik ini dalam rekam medis, yang kemudian memerlukan evaluasi klinis lebih lanjut oleh profesional kesehatan mata untuk menentukan etiologi yang mendasarinya, apakah bersifat fisiologis, patologis, atau terkait dengan faktor lain.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***