Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 3748 | 27 Oct 2024
Klinis : ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang persalinan
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang sesuai dengan kondisi yang Anda berikan.
1. Kode ICD-10:
- Kode: F41.1
- Deskripsi: Gangguan cemas yang berkaitan dengan stres, bukan gangguan somatoform
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Tidak ada kode ICD-9-CM yang spesifik untuk kurang pengetahuan tentang persalinan. Namun, tindakan-tindakan berikut dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini:
- 99.19 - Konseling, tidak diklasifikasikan di tempat lain
- 99.21 - Instruksi pasien
- 93.78 - Terapi perilaku lainnya
Penjelasan:
Pada kasus ini, pasien mengalami kecemasan yang berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang proses persalinan. Hal ini dapat menyebabkan kekhawatiran dan ketakutan yang berlebihan pada pasien, sehingga digolongkan sebagai F41.1 - Gangguan cemas yang berkaitan dengan stres, bukan gangguan somatoform dalam klasifikasi ICD-10.
Untuk mengatasi kondisi ini, beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain konseling (99.19), memberikan instruksi dan edukasi kepada pasien (99.21), serta terapi perilaku lainnya (93.78) yang dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pasien mengenai proses persalinan, sehingga dapat mengurangi kecemasan yang dialami.
Dengan adanya pemahaman yang baik tentang persalinan, diharapkan kecemasan pasien dapat berkurang dan ia dapat menghadapi proses persalinan dengan lebih tenang dan siap. -
Article No. 3749 | 27 Oct 2024
Klinis : Nyeri perut bawah sejak 1 minggu,nyeri vas 8-9,untuk bergerak nyeri,demam,BAB sulit,mual muntah,tidak mau makan minum sejak 5 hari terakhir,pasien mengeluh lemas,BAK terakhir kemarin sore,warna kuning riwayat operasi hemoroid 1 tahun yang lalu,terdapat kemerahan di paha Beserta data subjektif dan data objektifnya
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan infeksi/peradangan pada organ gastrointestinal, ditandai dengan nyeri perut bawah yang dirasakan sangat hebat (8-9), sulit untuk bergerak, dan disertai demam.
Data Subjektif:
- Pasien mengeluh nyeri perut bawah sejak 1 minggu terakhir, dengan intensitas nyeri 8-9/10.
- Pasien sulit untuk bergerak karena nyeri.
- Pasien mengalami demam.
- Pasien mengeluh sulit buang air besar (BAB).
- Pasien mengalami mual dan muntah.
- Pasien tidak mau makan atau minum sejak 5 hari terakhir.
- Pasien merasa lemas.
Data Objektif:
- Pasien tampak kemerahan di area paha.
- Pasien terakhir buang air kecil (BAK) kemarin sore.
- Pasien memiliki riwayat operasi hemoroid 1 tahun yang lalu.
2. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri perut bawah, ditandai dengan kesulitan untuk melakukan aktivitas.
3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum, ditandai dengan pasien tidak mau makan atau minum sejak 5 hari terakhir.
4. Risiko dehidrasi berhubungan dengan penurunan asupan cairan, ditandai dengan pasien yang tidak mau makan atau minum sejak 5 hari terakhir.
Penjelasan Singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) merupakan standar diagnosis keperawatan yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah standar luaran atau kriteria hasil yang ditetapkan PPNI. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah standar intervensi atau tindakan keperawatan yang ditetapkan PPNI.
Dalam kasus ini, diagnosa keperawatan yang teridentifikasi berdasarkan SDKI adalah nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, intoleransi aktivitas, dan risiko dehidrasi. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan berdasarkan SIKI adalah manajemen nyeri, manajemen aktivitas, dan manajemen cairan. Luaran atau kriteria hasil yang diharapkan berdasarkan SLKI adalah penurunan nyeri, peningkatan kemampuan fisik, peningkatan toleransi aktivitas, dan pencegahan dehidrasi.
Sebagai perawat profesional, saya akan berpedoman pada standar SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh PPNI dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkualitas untuk pasien. -
Article No. 3750 | 27 Oct 2024
Klinis : PERFUSI PERIFER
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Dengan senang hati, saya akan memberikan informasi kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang sesuai dengan kondisi "PERFUSI PERIFER" dalam format yang terstruktur.
1. Kode ICD-10:
- Kode: I73.9
- Deskripsi: Gangguan pembuluh darah perifer, tidak diklasifikasikan di tempat lain. Kode ini mencakup kondisi yang berhubungan dengan perfusi perifer yang tidak diklasifikasikan secara spesifik di tempat lain dalam klasifikasi ICD-10.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 39.50
- Deskripsi: Pemeriksaan angiografi atau pencitraan pembuluh darah perifer, tidak lain. Kode ini dapat digunakan untuk prosedur pencitraan diagnostik yang dilakukan untuk mengevaluasi perfusi perifer, seperti angiografi atau modalitas pencitraan lainnya.
Penjelasan detail:
- Kode ICD-10 I73.9 merupakan kode yang mencakup berbagai gangguan pembuluh darah perifer yang tidak diklasifikasikan secara spesifik di tempat lain dalam klasifikasi ICD-10. Kondisi ini dapat mencakup gangguan sirkulasi perifer, penyakit vaskular perifer, dan lain-lain yang berhubungan dengan perfusi perifer.
- Kode ICD-9-CM 39.50 adalah kode untuk prosedur pencitraan diagnostik yang dilakukan untuk mengevaluasi perfusi perifer, seperti angiografi atau modalitas pencitraan lainnya. Prosedur ini dapat membantu dalam mendiagnosis dan memantau kondisi terkait perfusi perifer. -
Article No. 3751 | 27 Oct 2024
Klinis : PERFUSI PERIFER
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi "PERFUSI PERIFER".
Diagnosa Keperawatan:
Perfusi Perifer Tidak Efektif
Definisi:
Perfusi perifer tidak efektif adalah penurunan sirkulasi darah ke jaringan perifer yang mengakibatkan penurunan oksigenasi, nutrisi, dan/atau fungsi eliminasi.
Karakteristik Definisi:
- Perubahan warna kulit (pucat, sianosis, atau kemerahan)
- Penurunan nadi perifer atau perubahan suhu kulit
- Edema
- Rasa kebas atau kesemutan
- Penurunan pengisian kapiler
Faktor Berhubungan:
- Penyakit vaskuler perifer
- Penyakit jantung
- Gangguan sistem imun
- Cedera atau trauma
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Perfusi Perifer Tidak Efektif
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Sirkulasi darah perifer yang adekuat
2. Perfusi jaringan perifer yang adekuat
3. Tidak ada tanda-tanda gangguan sirkulasi perifer
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Pemantauan perfusi perifer
2. Manajemen gangguan perfusi perifer
3. Peningkatan sirkulasi perifer
Demikian penjelasan singkat mengenai diagnosa keperawatan dan standar SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi "PERFUSI PERIFER" berdasarkan perspektif pakar dan perawat. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. -
Article No. 3752 | 27 Oct 2024
Klinis : Nyeri perut bawah sejak 1 minggu,nyeri vas 8-9,untuk bergerak nyeri,demam,BAB sulit,mual muntah,tidak mau makan minum sejak 5 hari terakhir,pasien mengeluh lemas,BAK terakhir kemarin sore,warna kuning riwayat operasi hemoroid 1 tahun yang lalu,terdapat kemerahan di paha Beserta data subjektif dan data objektifnya resiko dehidrasi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan proses patologis di abdomen bawah, ditandai dengan laporan nyeri dengan skala 8-9, nyeri saat bergerak, demam, mual, muntah, dan kesulitan defekasi.
2. Risiko dehidrasi berhubungan dengan penurunan intake cairan, ditandai dengan mulut kering, urine kuning, dan kulit kering.
Penjelasan Singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Diagnosis keperawatan "Nyeri akut" dan "Risiko dehidrasi" sesuai dengan SDKI yang diterbitkan oleh PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia). Diagnosis ini menggambarkan masalah kesehatan yang dialami pasien dan menjadi fokus intervensi keperawatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
SLKI memberikan panduan tentang hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan untuk mengatasi diagnosa "Nyeri akut" dan "Risiko dehidrasi". Contohnya, untuk "Nyeri akut" luaran yang diharapkan adalah pengurangan nyeri, stabilnya tanda-tanda vital, dan peningkatan kemampuan pasien dalam beraktivitas. Sedangkan untuk "Risiko dehidrasi" luaran yang diharapkan adalah terpenuhinya kebutuhan cairan, stabilnya tanda-tanda vital, dan tidak adanya tanda-tanda dehidrasi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
SIKI memberikan panduan tentang intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi diagnosa "Nyeri akut" dan "Risiko dehidrasi". Contohnya, untuk "Nyeri akut" intervensi yang dapat dilakukan adalah manajemen nyeri, pemberian analgesik, dan kompres hangat. Sedangkan untuk "Risiko dehidrasi" intervensi yang dapat dilakukan adalah pemantauan intake dan output cairan, pemberian cairan intravena, dan edukasi tentang asupan cairan yang adekuat.
Dengan mengacu pada SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang terstandar dan berkualitas untuk mengatasi masalah kesehatan pasien. -
Article No. 3753 | 27 Oct 2024
Klinis : Nyeri perut bawah sejak 1 minggu,nyeri vas 8-9,untuk bergerak nyeri,demam,BAB sulit,mual muntah,tidak mau makan minum sejak 5 hari terakhir,pasien mengeluh lemas,BAK terakhir kemarin sore,warna kuning riwayat operasi hemoroid 1 tahun yang lalu,terdapat kemerahan di paha,Riwayat Hipertensi+Diabetes melitus-,Stroke+RPD:Stroke+HT+RPO Beserta data subjektif dan data objektif masing masing diagnosa keperawatannya
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, mari saya berikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut
- Data Subjektif: Pasien mengeluh nyeri perut bawah dengan skala nyeri 8-9, nyeri saat bergerak.
- Data Objektif: Pasien tampak meringis kesakitan.
- SDKI: Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut.
- SLKI: Tujuan: Pasien akan melaporkan penurunan tingkat nyeri. Kriteria Hasil: Pasien dapat mengendalikan nyeri, pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan.
- SIKI: Intervensi: Manajemen nyeri, pemberian analgetik, terapi relaksasi.
2. Risiko gangguan integritas kulit
- Data Subjektif: Pasien memiliki riwayat operasi hemoroid 1 tahun yang lalu dan terdapat kemerahan di paha.
- Data Objektif: Terdapat kemerahan di paha.
- SDKI: Risiko gangguan integritas kulit adalah kerentanan terhadap kerusakan, perubahan, atau kehilangan epidermis dan/atau dermis.
- SLKI: Tujuan: Pasien akan mempertahankan integritas kulit. Kriteria Hasil: Kulit tetap utuh, tidak terjadi lesi atau kerusakan kulit.
- SIKI: Intervensi: Perawatan kulit, pencegahan kerusakan kulit, penggunaan alas tempat tidur yang sesuai.
3. Ketidakseimbangan nutrisi: Kurang dari kebutuhan tubuh
- Data Subjektif: Pasien mengeluh mual, muntah, tidak mau makan minum sejak 5 hari terakhir.
- Data Objektif: Pasien tampak lemah.
- SDKI: Ketidakseimbangan nutrisi: Kurang dari kebutuhan tubuh adalah asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- SLKI: Tujuan: Pasien akan mempertahankan berat badan dalam rentang normal. Kriteria Hasil: Asupan nutrisi adekuat, tidak terjadi penurunan berat badan.
- SIKI: Intervensi: Pemantauan nutrisi, pemberian nutrisi enteral atau parenteral, konsultasi ahli gizi.
4. Gangguan eliminasi: Konstipasi
- Data Subjektif: Pasien mengeluh susah BAB.
- Data Objektif: Pasien tampak tidak nyaman.
- SDKI: Gangguan eliminasi: Konstipasi adalah penurunan frekuensi, durasi, atau pengeluaran feses yang tidak sesuai dengan pola eliminasi normal.
- SLKI: Tujuan: Pasien akan mempertahankan pola eliminasi normal. Kriteria Hasil: Frekuensi dan konsistensi feses normal, pasien tidak mengalami diskomfort.
- SIKI: Intervensi: Manajemen konstipasi, pemberian obat laksatif, konsultasi ahli gizi.
Berdasarkan data yang diberikan, diagnosa keperawatan utama yang dapat dirumuskan adalah Nyeri akut, Risiko gangguan integritas kulit, Ketidakseimbangan nutrisi: Kurang dari kebutuhan tubuh, dan Gangguan eliminasi: Konstipasi. Setiap diagnosa keperawatan disertai dengan data subjektif, data objektif, serta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI. -
Article No. 3754 | 27 Oct 2024
Klinis : Seorang pria 53 tahun datang ke UGD RS X diantar oleh keluarganya. Pasien datang dengan keluhan sesak napas, lebih banyak tidur, dan bengkak pada kedua tungkai kaki sejak 2 hari yang lalu. Menurut keluarga pasien memiliki riwayat penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2 sejak 10 tahun yang lalu. Berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan data sebagai berikut: Kesadaran E2V2M4. Tekanan darah 124/74 mmHg, HR 97 x/menit, RR 22x/menit, suhu 36,1oC. Berat badan saat ini 89 kg (normal 83 kg), pitting edema ++/++, Suara nafas bersih tanpa ronchi. Output urin (1500 mL / 24 jam) Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan data sebagai berikut : Na = 132 mEq / L K = 5,5 mEq / L Cl = 106 mEq / L Ureum serum = 450 mg / dL Kreatinin serum = 17,5 mg / dL Hasil analisa gas darah pH = 7,10 HCO3 = 12 mEq / L PaCO2 = 40 mm Hg paO2 = 50 mmHg Pasien tersebut didiagnosis menderita AKI on acute CKD dengan rencana tindakan HD dengan Program HD sebagai berikut : - TD : 3 jam - UF : minimal - QB : 200 ml/mnt - QD : 500 ml/mnt - Free heparin
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang Anda paparkan:
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Ginjal berhubungan dengan gagal ginjal akut.
Definisi: Penurunan sirkulasi darah ke ginjal yang mengakibatkan penurunan fungsi ginjal.
2. Kelebihan Volume Cairan berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal.
Definisi: Kondisi di mana ada kelebihan cairan dalam tubuh.
3. Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik.
Definisi: Ketidakmampuan untuk bertoleransi terhadap aktivitas fisik.
Penjelasan Singkat:
1. Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Ginjal:
- Tanda dan gejala: Penurunan laju filtrasi glomerulus, peningkatan kadar ureum dan kreatinin dalam darah.
- Intervensi keperawatan: Monitor tanda-tanda vital, input-output cairan, pemeriksaan laboratorium, dan persiapan hemodialisis.
2. Kelebihan Volume Cairan:
- Tanda dan gejala: Edema, sesak napas, dan peningkatan berat badan.
- Intervensi keperawatan: Monitor intake dan output cairan, pembatasan asupan cairan, dan persiapan hemodialisis.
3. Intoleransi Aktivitas:
- Tanda dan gejala: Kelelahan, malaise, dan penurunan toleransi terhadap aktivitas.
- Intervensi keperawatan: Bantu dan monitoring aktivitas pasien, ajukan konsultasi fisioterapi, dan perencanaan aktivitas sesuai kemampuan pasien.
Standar SDKI - SLKI - SIKI:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)
Merupakan standar yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk menjamin kualitas dan keseragaman praktik keperawatan di Indonesia. -
Article No. 3755 | 27 Oct 2024
Klinis : alergi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan berdasarkan SDKI (Standar Diagnostik Keperawatan Indonesia):
1. Risiko alergi
Definisi: Kerentanan individu terhadap reaksi imun yang tidak diinginkan terhadap suatu agen lingkungan atau makanan.
Penjelasan singkat:
- SDKI: Standar Diagnostik Keperawatan Indonesia adalah sistem klasifikasi diagnosa keperawatan yang dikembangkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
- SLKI: Standar Luaran Keperawatan Indonesia adalah sistem klasifikasi luaran keperawatan yang dikembangkan oleh PPNI.
- SIKI: Standar Intervensi Keperawatan Indonesia adalah sistem klasifikasi intervensi keperawatan yang dikembangkan oleh PPNI.
Sebagai seorang pakar perawat, saya menyarankan agar Anda mempelajari dan menerapkan SDKI, SLKI, dan SIKI dalam praktik keperawatan Anda. Hal ini akan membantu Anda memberikan asuhan keperawatan yang terstandar dan berkualitas tinggi bagi pasien Anda, khususnya yang mengalami alergi. -
Article No. 3756 | 27 Oct 2024
Klinis : defisit
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan: Gangguan Integritas Kulit
Penjelasan singkat menggunakan SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Gangguan Integritas Kulit didefinisikan sebagai kerusakan atau perubahan struktur dan fungsi kulit. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor internal (misalnya kondisi medis) atau eksternal (misalnya trauma, iritasi, atau infeksi).
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari penanganan Gangguan Integritas Kulit adalah perbaikan atau pemulihan integritas kulit, bebas dari komplikasi, dan kenyamanan pasien terjaga.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi perawatan luka, manajemen nyeri, pencegahan infeksi, dan edukasi pasien serta keluarga tentang perawatan kulit yang tepat. Intervensi ini harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan individual pasien.
Dalam konteks akademis dan pakar keperawatan, diagnosa Gangguan Integritas Kulit menunjukkan adanya kerusakan pada struktur dan fungsi kulit yang membutuhkan intervensi keperawatan yang komprehensif dan terpadu. Perawat harus melakukan penilaian yang mendalam, merencanakan dan melaksanakan intervensi yang sesuai, serta melakukan evaluasi yang berkelanjutan untuk memastikan pemulihan integritas kulit dan kenyamanan pasien. -
Article No. 3757 | 27 Oct 2024
Klinis : cairan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Ketidakseimbangan Volume Cairan
Penjelasan Singkat berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI PPNI:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Ketidakseimbangan Volume Cairan didefinisikan sebagai kondisi di mana terdapat peningkatan atau penurunan cairan intravaskular, interstisial, atau intraselu-ler. Kondisi ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti kehilangan cairan yang berlebihan, asupan cairan yang tidak adekuat, atau gangguan kemampuan tubuh dalam mengatur keseimbangan cairan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari penanganan Ketidakseimbangan Volume Cairan meliputi:
1. Mencapai keseimbangan cairan yang adekuat
2. Menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal
3. Menunjukkan intake dan output cairan yang seimbang
4. Tidak terdapat tanda-tanda kelebihan atau kekurangan cairan
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi Ketidakseimbangan Volume Cairan meliputi:
1. Pemantauan intake dan output cairan
2. Pemberian cairan intravena atau oral sesuai kebutuhan
3. Edukasi tentang manajemen cairan
4. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk penanganan lebih lanjut
Sebagai seorang perawat, saya akan melakukan assessment komprehensif, merumuskan diagnosa keperawatan, menetapkan luaran yang diharapkan, dan melaksanakan intervensi keperawatan yang tepat untuk mengatasi Ketidakseimbangan Volume Cairan pada pasien.