Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 3862 | 28 Oct 2024
Klinis : Sejak tadi pagi pasien demam (+) kejang sebentar-sebentar hingga 6 x, setelah kejang anak sadar, tidak muntah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda jelaskan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang sesuai dengan standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko kejang berhubungan dengan demam
Penjelasan SDKI:
- Definisi: Kondisi di mana individu berisiko mengalami kontraksi otot yang tidak terkendali dan berulang.
- Faktor risiko: Demam, gangguan elektrolit, lesi otak, stress, dan riwayat kejang.
Penjelasan SLKI:
- Tujuan: Individu tidak mengalami episode kejang selama perawatan.
- Kriteria Hasil: Tidak terjadi kejang selama perawatan, pasien dapat mengenali tanda-tanda awal kejang, dan pasien dapat melakukan tindakan untuk mencegah kejang.
Penjelasan SIKI:
- Intervensi Keperawatan: Monitoring tanda vital, pemberian obat antikonvulsan, manajemen demam, pemberian cairan, dan pendidikan pasien/keluarga tentang pencegahan kejang.
Berdasarkan kondisi pasien yang demam (+) dengan kejang sebentar-sebentar hingga 6 kali, serta kesadaran pasien yang baik setelah kejang, maka diagnosis keperawatan yang paling sesuai adalah "Risiko kejang berhubungan dengan demam". Hal ini perlu ditangani segera dengan intervensi keperawatan yang tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. -
Article No. 3863 | 28 Oct 2024
Klinis : keracunan obat tanaman diagnosa
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Risiko Keracunan Obat (R-KO)
Definisi:
Risiko Keracunan Obat adalah kondisi di mana individu berada dalam bahaya atau kemungkinan mengalami efek buruk akibat terpapar atau mengonsumsi zat, termasuk obat-obatan, suplemen, atau bahan kimia lainnya, dalam jumlah atau konsentrasi yang berbahaya.
Penyebab Risiko:
1. Mengonsumsi obat-obatan atau suplemen tanpa resep atau panduan profesional
2. Kesalahan dalam dosis atau frekuensi penggunaan obat
3. Interaksi antara obat-obatan atau bahan kimia
4. Ketidaktahuan tentang efek samping obat
5. Kerentanan individu terhadap efek obat tertentu
Rencana Keperawatan:
1. Identifikasi penyebab dan faktor risiko keracunan
2. Pantau tanda-tanda vital dan gejala keracunan
3. Berikan perawatan darurat sesuai dengan gejala keracunan
4. Edukasi pasien dan keluarga tentang penggunaan obat yang aman
5. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penanganan keracunan
SDKI, SLKI, SIKI:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Risiko Keracunan Obat (R-KO)
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Peningkatan Stabilitas Fisiologis, Pengelolaan Efek Samping Obat, Peningkatan Pemahaman Pengobatan
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Pemantauan Tanda-Tanda Vital, Penanganan Kedaruratan, Edukasi Penggunaan Obat
Harapan Luaran:
Pasien dapat menunjukkan tanda-tanda vital yang stabil, mampu mengelola efek samping obat, dan meningkatkan pemahaman tentang penggunaan obat yang aman. -
Article No. 3864 | 28 Oct 2024
Klinis : Seorang pria usia 43 tahun di diagnose gagal ginjal kronik, setiap dua minggu sekali harus melakukan cuci darah, data lain didapatkan data bahwa istri pasien meninggalkan pasien dan dan pergi dari rumah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda jelaskan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
2. Intoleransi Aktivitas
3. Koping Individu Tidak Efektif
Penjelasan singkat:
1. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
- SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia): Kondisi di mana individu mengalami hambatan dalam membersihkan sekresi atau obstruksi jalan napas untuk mempertahankan patensi jalan napas.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Pasien dapat mempertahankan jalan napas yang bersih dan paten.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi yang dapat dilakukan adalah manajemen jalan napas, terapi oksigen, dan edukasi tentang perawatan jalan napas.
2. Intoleransi Aktivitas
- SDKI: Kondisi di mana individu mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik yang diinginkan atau dibutuhkan.
- SLKI: Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan toleransi yang baik.
- SIKI: Intervensi yang dapat dilakukan adalah manajemen aktivitas, terapi latihan, dan edukasi tentang manajemen energi.
3. Koping Individu Tidak Efektif
- SDKI: Kondisi di mana individu menunjukkan ketidakmampuan dalam beradaptasi terhadap stressor.
- SLKI: Pasien dapat menunjukkan koping yang efektif dalam menghadapi stressor.
- SIKI: Intervensi yang dapat dilakukan adalah dukungan emosional, terapi kognitif, dan edukasi tentang manajemen stres.
Dalam kasus ini, pasien mengalami gagal ginjal kronik yang membutuhkan cuci darah secara rutin. Selain itu, adanya masalah dalam hubungan keluarga, di mana istri pasien meninggalkan pasien, dapat mempengaruhi kondisi psikologis dan kemampuan koping pasien. Oleh karena itu, penanganan yang komprehensif, meliputi manajemen kondisi medis, terapi aktivitas, dan dukungan psikologis, sangat diperlukan untuk membantu pasien dalam menghadapi tantangan yang dihadapinya. -
Article No. 3865 | 28 Oct 2024
Klinis : Nn. Leony, 20 tahun, dibawa ke IGD setelah tersengat listrik saat memasak menggunakan kompor listrik. Hasil pengkajian: E4M6V5, pasien mengeluh mati rasa pada tangan kanan, nadi 118x/menit, palpitasi, RR 30x/menit takipnea, TD 100/70 mmHg, SpO2 95%, CRT < 2 detik, luka bakar pada area tangan kanan, dada dan leher, terdapat pada luka area tangan, kemerahan serta kering pada luka area dada dan leher, terdapat bengkak pada area leher dan terdapat crackling sound serta krepitasi, BB 54 kg, TB 162 cm. Hasil pemeriksaan diagnostik: elektrokardiogram: PVC.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi Nn. Leony yang mengalami tersengat listrik.
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Perfusi Jaringan Perifer Berhubungan dengan Kerusakan Jaringan Akibat Sengatan Listrik
2. Risiko Gangguan Kardiovaskular Berhubungan dengan Sengatan Listrik
3. Nyeri Akut Berhubungan dengan Luka Bakar Akibat Sengatan Listrik
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
1. Gangguan Perfusi Jaringan Perifer Berhubungan dengan Kerusakan Jaringan Akibat Sengatan Listrik
- SDKI: Penurunan sirkulasi darah ke jaringan perifer yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan.
- SLKI: Pemantauan tanda-tanda vital, pemantauan tanda-tanda peradangan, pemberian antikoagulan, dan perawatan luka.
- SIKI: Pemberian oksigen, tindakan resusitasi, pemberian cairan intravena, dan pengobatan luka bakar.
2. Risiko Gangguan Kardiovaskular Berhubungan dengan Sengatan Listrik
- SDKI: Potensi gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah yang dapat menyebabkan komplikasi.
- SLKI: Pemantauan tanda-tanda vital, pemantauan EKG, pemberian obat-obatan kardiovaskular, dan rujukan ke dokter.
- SIKI: Pemantauan tanda-tanda vital, tindakan resusitasi, pemasangan alat pacu jantung, dan pemberian obat-obatan kardiovaskular.
3. Nyeri Akut Berhubungan dengan Luka Bakar Akibat Sengatan Listrik
- SDKI: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan.
- SLKI: Pengkajian nyeri, pemberian analgesik, manajemen lingkungan, dan teknik manajemen nyeri.
- SIKI: Pemberian analgesik, tindakan manajemen nyeri, tindakan perawatan luka, dan kolaborasi dengan dokter.
Dalam memberikan asuhan keperawatan pada Nn. Leony, perawat harus mempertimbangkan aspek-aspek tersebut berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI yang distandarkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk dapat memberikan perawatan yang komprehensif dan optimal. -
Article No. 3866 | 28 Oct 2024
Klinis : Pasien umur 48 tahun mengatakan nafas sesak bila berbaring terlentang, perut beugah, mual hingga ingin muntah, perut membesar, sering merasa haus, keduang kaki bengkak, Pasien mengatakan BAK ± 0 cc/24 jam
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dalam kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI sesuai standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Kelebihan Volume Cairan (NANDA-I)
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Definisi: Kelebihan cairan yang terjadi di seluruh atau sebagian ruang cairan tubuh.
- Penyebab: Asupan cairan berlebih, gangguan mekanisme pengaturan cairan dan elektrolit, penurunan fungsi ginjal.
- Gejala: Edema, sesak napas, berat badan meningkat, ascites, poliuria atau oligouria.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran: Keseimbangan Cairan, Edema Terkendali, Fungsi Pernapasan Membaik.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi: Monitor masukan dan pengeluaran cairan, Batasi asupan cairan, Berikan obat diuresis, Atur posisi tidur, Pantau tanda-tanda vital, Kolaborasi dengan tenaga medis.
Berdasarkan kondisi pasien yang Anda deskripsikan, Diagnosa Keperawatan yang sesuai adalah Kelebihan Volume Cairan. Penyebabnya dapat berkaitan dengan asupan cairan berlebih, gangguan fungsi ginjal, atau masalah kardiovaskular. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah memantau masukan dan pengeluaran cairan, membatasi asupan cairan, memberikan terapi diuretik, mengatur posisi tidur, serta berkolaborasi dengan tenaga medis. -
Article No. 3867 | 28 Oct 2024
Klinis : Seorang pria usia 43 tahun di diagnose gagal ginjal kronik, setiap dua minggu sekali harus melakukan cuci darah, data lain didapatkan data bahwa istri pasien meninggalkan pasien dan dan pergi dari rumah penegakan diagnosa
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan membantu Anda dengan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat menggunakan SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Citra Tubuh (SDKI)
Definisi: Persepsi atau gambaran mental individu terhadap bentuk dan fungsi tubuhnya yang terganggu atau terdistorsi.
2. Ketidakberdayaan (SDKI)
Definisi: Persepsi individu tentang kurangnya kemampuan untuk mengendalikan atau mempengaruhi suatu situasi.
3. Koping Keluarga Tidak Efektif (SDKI)
Definisi: Ketidakmampuan keluarga dalam melakukan tindakan yang bertujuan untuk mengatasi masalah.
Penjelasan Singkat:
1. Gangguan Citra Tubuh (SDKI)
Pasien mungkin mengalami perubahan persepsi atau gambaran mental terhadap bentuk dan fungsi tubuhnya akibat kondisi gagal ginjal kronik dan proses hemodialisis yang harus dijalani. Hal ini dapat memengaruhi harga diri, interaksi sosial, dan kualitas hidup pasien.
2. Ketidakberdayaan (SDKI)
Pasien mungkin merasa tidak berdaya dan tidak mampu mengendalikan situasi terkait penyakitnya, terutama dengan adanya dukungan keluarga yang berkurang akibat istri yang meninggalkannya.
3. Koping Keluarga Tidak Efektif (SDKI)
Keluarga pasien, terutama istri, mungkin mengalami kesulitan dalam mengatasi masalah dan memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh pasien. Hal ini dapat berdampak pada kemampuan pasien untuk beradaptasi dengan kondisinya.
Intervensi Keperawatan (SLKI dan SIKI):
1. Terapi Aktivitas (SLKI)
2. Manajemen Diri (SLKI)
3. Dukungan Emosional (SLKI)
4. Konseling (SIKI)
5. Edukasi Kesehatan (SIKI)
Tujuan intervensi ini adalah untuk membantu pasien meningkatkan citra tubuh, mengelola rasa ketidakberdayaan, dan mendapatkan dukungan keluarga yang efektif dalam menjalani perawatan gagal ginjal kroniknya. -
Article No. 3868 | 28 Oct 2024
Klinis : overhidrasi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi overhidrasi.
Diagnosa Keperawatan:
Risiko Kelebihan Volume Cairan
Penjelasan:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Risiko Kelebihan Volume Cairan adalah keadaan di mana individu berisiko mengalami kelebihan cairan di dalam ruang intravaskuler, interstitial, dan/atau intrasellular.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari penanganan kondisi ini adalah pasien akan menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal, tidak ada edema, asupan dan output cairan seimbang, dan tidak ada gejala kelebihan cairan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi yang dapat dilakukan meliputi pemantauan tanda-tanda vital, asupan dan output cairan, identifikasi penyebab kelebihan cairan, pengaturan diet rendah garam, dan pemberian diuretik jika diperlukan. Perawat juga harus memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai manajemen cairan.
Sebagai perawat, saya akan melakukan penilaian komprehensif terhadap pasien dengan overhidrasi, memantau tanda-tanda vital, asupan dan output cairan, serta mengidentifikasi penyebab kelebihan cairan. Selanjutnya, saya akan menyusun rencana perawatan yang sesuai dengan kondisi pasien dan mengevaluasi efektivitas intervensi yang diberikan. -
Article No. 3869 | 28 Oct 2024
Klinis : Pasien mengatakan sering bersin lebih dari 5 kali per episode,biasa kala kena debu,hidung kiri bau busuk kadang keluar lendir kental sering pusing kepala dan nyeri pipi kiri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif adalah keadaan di mana individu tidak dapat membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari diagnosa ini adalah pasien dapat mempertahankan jalan napas yang paten, terbebas dari sekret/obstruksi, dan dapat bernapas dengan mudah.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi yang dapat dilakukan antara lain:
1. Pengisapan lendir
2. Terapi oksigen
3. Pengaturan posisi
4. Inhalasi (nebulizer)
5. Kolaborasi pemberian obat-obatan (dekongestans, mukolitik, dll)
6. Edukasi terkait penyebab dan penatalaksanaan
Dengan kondisi yang Anda deskripsikan, pasien menunjukkan gejala-gejala seperti sering bersin, hidung kiri bau busuk, keluar lendir kental, sering pusing, dan nyeri pipi kiri. Hal ini mengindikasikan adanya masalah pada bersihan jalan napas, sehingga diagnosa keperawatan yang tepat adalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah sesuai dengan SIKI yang telah dijelaskan. -
Article No. 3870 | 28 Oct 2024
Klinis : Pasien mengatakan sering bersin lebih dari 5 kali per episode,biasa kala kena debu,hidung kiri bau busuk kadang keluar lendir kental sering pusing kepala dan nyeri pipi kiri Beserta data subjektif dan data objektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Penjelasan:
Berdasarkan data subjektif dan objektif yang Anda berikan, pasien mengalami gejala-gejala yang mengarah pada diagnosa keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif. Pasien mengeluhkan sering bersin lebih dari 5 kali per episode, hidung kiri mengeluarkan lendir kental, dan adanya rasa nyeri di area pipi kiri. Hal ini mengindikasikan adanya gangguan pada saluran pernapasan pasien yang dapat menyebabkan penumpukan sekret dan penyumbatan jalan napas.
Data Subjektif:
1. Pasien mengatakan sering bersin lebih dari 5 kali per episode.
2. Pasien mengatakan biasa kala kena debu.
3. Pasien mengatakan hidung kiri bau busuk kadang keluar lendir kental.
4. Pasien mengatakan sering pusing kepala dan nyeri pipi kiri.
Data Objektif:
1. Pasien tampak sering bersin.
2. Terdapat pengeluaran lendir kental dari hidung kiri pasien.
3. Pasien tampak meringis saat menyentuh area pipi kiri.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan fungsi pernapasan yang optimal.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Jalan Napas Efektif
2. Pengeluaran Sekret Efektif
3. Bebas dari Gejala Infeksi Saluran Napas Atas
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Jalan Napas
2. Manajemen Pernapasan
3. Manajemen Nyeri
Peran perawat dalam kondisi ini adalah membantu pasien untuk mempertahankan kebersihan jalan napas, mengelola sekresi yang berlebihan, dan mengelola nyeri yang dirasakan pasien. Intervensi keperawatan utama yang dapat dilakukan adalah memberikan edukasi, melakukan suction, pemberian oksigen, dan pengelolaan nyeri yang tepat. -
Article No. 3871 | 28 Oct 2024
Klinis : Nn. Leony, 20 tahun, dibawa ke IGD setelah tersengat listrik saat memasak menggunakan kompor listrik. Hasil pengkajian: E4M6V5, pasien mengeluh mati rasa pada tangan kanan, nadi 118x/menit, palpitasi, RR 30x/menit takipnea, TD 100/70 mmHg, SpO2 95%, CRT < 2 detik, luka bakar pada area tangan kanan, dada dan leher, terdapat pada luka area tangan, kemerahan serta kering pada luka area dada dan leher, terdapat bengkak pada area leher dan terdapat crackling sound serta krepitasi, BB 54 kg, TB 162 cm. Hasil pemeriksaan diagnostik: elektrokardiogram: PVC.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang dideskripsikan, berikut adalah diagnosa keperawatan, penjelasan singkat, serta standar SDKI - SLKI - SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Cedera Vaskular berhubungan dengan luka bakar listrik.
2. Gangguan Perfusi Jaringan Perifer berhubungan dengan luka bakar listrik.
3. Gangguan Pertukaran Gas berhubungan dengan luka bakar pada daerah dada dan leher.
4. Kecemasan berhubungan dengan pengalaman traumatis dan ancaman terhadap keutuhan fisik.
Penjelasan Singkat:
1. Risiko Cedera Vaskular: Terjadinya kerusakan pada pembuluh darah akibat luka bakar listrik dapat menyebabkan penurunan perfusi jaringan.
2. Gangguan Perfusi Jaringan Perifer: Luka bakar listrik dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah perifer, sehingga aliran darah ke ekstremitas terganggu.
3. Gangguan Pertukaran Gas: Luka bakar pada daerah dada dan leher dapat menyebabkan gangguan pada mekanika pernapasan dan pertukaran gas.
4. Kecemasan: Pengalaman traumatis akibat cedera dan ancaman terhadap keutuhan fisik dapat menyebabkan kecemasan pada pasien.
Standar SDKI - SLKI - SIKI:
1. SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
- Risiko Cedera Vaskular
- Gangguan Perfusi Jaringan Perifer
- Gangguan Pertukaran Gas
- Kecemasan
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Integritas Jaringan: Luka Bakar
- Perfusi Jaringan: Perifer
- Status Pernapasan
- Tingkat Kecemasan
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen Luka
- Manajemen Perifer
- Manajemen Pernapasan
- Manajemen Kecemasan
Dengan menggunakan standar SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang terstandarisasi dan berpedoman pada praktik berbasis bukti untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien.