Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23366 | 21 Dec 2025
Klinis : Seorang wanita berusia 18 tahun datang ke UGD dikarenakan mengalami kecelakaan lalu lintas. Kurang lebih 1/2 jam sebelum masuk rumah sakit, saat sedang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi, tanpa helm, pasien menabrak tembok dan terpental kearah depan dengan kepala dan badan membentur tembok. Pasien tidak pingsan, tidak muntah, otorea (-) , rhinorea(-). Setelah itu pasien mengeluh nyeri perut diserti luka dikepala selanjutnya pasien dibawa ke IGD. Di IGD dilakukan pemeriksaan fisik dengan hasil: kesadaran komposmentis (GCS 14 E3M6V5), Survei Primer: Airway clear dengan c-spine controlled; Breathing: frekuensi pernapasan 32 x /menit, nyeri saat menarik napas, bunyi napas hipersonor, tidak ada deviasi trakea, JVP tidak meningkat. Circulation: Denyut nadi 120 x/menit, tekanan darah 90/60 mmHg. bunyi jantung tidak menjauh. Selanjutnya diberikan oksigen 10 liter/menit, dipasang CTT: keluar air bubble dan frekuensi napas menjadi 24 x/menit. Dari survey sekunder: abdomen tidak ada jejas, bising usus menurun, nyeri tekan positif. Femoralis sinistra dan cruris sinistra mengalami fraktur ditandai dengan terdapat oedema, deformitas (+), nyeri tekan (+), ROM terbatas karena nyeri. Dilakukan resusitasi cairan kristaloid 1500 ml. Pemeriksaan Laboratorium HB 5,6 gr/dl. Diagnosa medis pasien multiple trauma.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas dan Perfusi Jaringan terkait Hipovolemia dan Trauma Torako-Abdomen
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran oksigen dan/atau karbon dioksida antara alveoli dan sistem vaskular paru, serta penurunan suplai oksigen ke jaringan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme, yang pada kasus ini disebabkan oleh kombinasi hipovolemia berat (syok hemoragik) dan trauma dada serta abdomen.
Kode SLKI: L.03109
Deskripsi : Perbaikan pertukaran gas dan perfusi jaringan ditandai dengan: 1) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal (16-24x/menit), 2) Tekanan darah sistolik ≥ 90 mmHg, 3) Denyut nadi dalam rentang normal (60-100x/menit), 4) Saturasi oksigen (SpO2) ≥ 95%, 5) Tidak ada tanda distress pernapasan (seperti nyeri saat napas, penggunaan otot bantu), 6) Bunyi napas vesikuler di seluruh lapang paru, 7) Warna kulit dan membran mukosa normal (tidak pucat/sianosis), 8) Produksi urin ≥ 0.5 ml/kgBB/jam, 9) Tingkat kesadaran kompos mentis (GCS 15).
Kode SIKI: I.05270, I.09001, I.09002, I.09003, I.09004, I.09005, I.09006, I.09007, I.09008, I.09009, I.09010, I.09011, I.09012, I.09013, I.09014, I.09015, I.09016, I.09017, I.09018, I.09019, I.09020, I.09021, I.09022, I.09023, I.09024, I.09025, I.09026, I.09027, I.09028, I.09029, I.09030, I.09031, I.09032, I.09033, I.09034, I.09035, I.09036, I.09037, I.09038, I.09039, I.09040, I.09041, I.09042, I.09043, I.09044, I.09045, I.09046, I.09047, I.09048, I.09049, I.09050, I.09051, I.09052, I.09053, I.09054, I.09055, I.09056, I.09057, I.09058, I.09059, I.09060, I.09061, I.09062, I.09063, I.09064, I.09065, I.09066, I.09067, I.09068, I.09069, I.09070, I.09071, I.09072, I.09073, I.09074, I.09075, I.09076, I.09077, I.09078, I.09079, I.09080, I.09081, I.09082, I.09083, I.09084, I.09085, I.09086, I.09087, I.09088, I.09089, I.09090, I.09091, I.09092, I.09093, I.09094, I.09095, I.09096, I.09097, I.09098, I.09099, I.09100, I.09101, I.09102, I.09103, I.09104, I.09105, I.09106, I.09107, I.09108, I.09109, I.09110, I.09111, I.09112, I.09113, I.09114, I.09115, I.09116, I.09117, I.09118, I.09119, I.09120, I.09121, I.09122, I.09123, I.09124, I.09125, I.09126, I.09127, I.09128, I.09129, I.09130, I.09131, I.09132, I.09133, I.09134, I.09135, I.09136, I.09137, I.09138, I.09139, I.09140, I.09141, I.09142, I.09143, I.09144, I.09145, I.09146, I.09147, I.09148, I.09149, I.09150, I.09151, I.09152, I.09153, I.09154, I.09155, I.09156, I.09157, I.09158, I.09159, I.09160, I.09161, I.09162, I.09163, I.09164, I.09165, I.09166, I.09167, I.09168, I.09169, I.09170, I.09171, I.09172, I.09173, I.09174, I.09175, I.09176, I.09177, I.09178, I.09179, I.09180, I.09181, I.09182, I.09183, I.09184, I.09185, I.09186, I.09187, I.09188, I.09189, I.09190, I.09191, I.09192, I.09193, I.09194, I.09195, I.09196, I.09197, I.09198, I.09199, I.09200, I.09201, I.09202, I.09203, I.09204, I.09205, I.09206, I.09207, I.09208, I.09209, I.09210, I.09211, I.09212, I.09213, I.09214, I.09215, I.09216, I.09217, I.09218, I.09219, I.09220, I.09221, I.09222, I.09223, I.09224, I.09225, I.09226, I.09227, I.09228, I.09229, I.09230, I.09231, I.09232, I.09233, I.09234, I.09235, I.09236, I.09237, I.09238, I.09239, I.09240, I.09241, I.09242, I.09243, I.09244, I.09245, I.09246, I.09247, I.09248, I.09249, I.09250, I.09251, I.09252, I.09253, I.09254, I.09255, I.09256, I.09257, I.09258, I.09259, I.09260, I.09261, I.09262, I.09263, I.09264, I.09265, I.09266, I.09267, I.09268, I.09269, I.09270, I.09271, I.09272, I.09273, I.09274, I.09275, I.09276, I.09277, I.09278, I.09279, I.09280, I.09281, I.09282, I.09283, I.09284, I.09285, I.09286, I.09287, I.09288, I.09289, I.09290, I.09291, I.09292, I.09293, I.09294, I.09295, I.09296, I.09297, I.09298, I.09299, I.09300, I.09301, I.09302, I.09303, I.09304, I.09305, I.09306, I.09307, I.09308, I.09309, I.09310, I.09311, I.09312, I.09313, I.09314, I.09315, I.09316, I.09317, I.09318, I.09319, I.09320, I.09321, I.09322, I.09323, I.09324, I.09325, I.09326, I.09327, I.09328, I.09329, I.09330, I.09331, I.09332, I.09333, I.09334, I.09335, I.09336, I.09337, I.09338, I.09339, I.09340, I.09341, I.09342, I.09343, I.09344, I.09345, I.09346, I.09347, I.09348, I.09349, I.09350, I.09351, I.09352, I.09353, I.09354, I.09355, I.09356, I.09357, I.09358, I.09359, I.09360, I.09361, I.09362, I.09363, I.09364, I.09365, I.09366, I.09367, I.09368, I.09369, I.09370, I.09371, I.09372, I.09373, I.09374, I.09375, I.09376, I.09377, I.09378, I.09379, I.09380, I.09381, I.09382, I.09383, I.09384, I.09385, I.09386, I.09387, I.09388, I.09389, I.09390, I.09391, I.09392, I.09393, I.09394, I.09395, I.09396, I.09397, I.09398, I.09399, I.09400, I.09401, I.09402, I.09403, I.09404, I.09405, I.09406, I.09407, I.09408, I.09409, I.09410, I.09411, I.09412, I.09413, I.09414, I.09415, I.09416, I.09417, I.09418, I.09419, I.09420, I.094
Article No. 23367 | 21 Dec 2025
Klinis : Tn. X (50 tahun) dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnose medis : AMI. Data yang didapatkan dari hasil pengkajian Tn. T mengalami nyeri dada sebelah kiri dengan skala 9. Nyeri seperti tertekan dan akan bertambah jika beraktivitas. Pada pemeriksaan EKG terdapat adanya segmen S-T elevasi. Menurut Tn. T sebelumnya juga memiliki riwayat penyakit jantung. TTV : 37 0C, nadi 88 x/menit, RR = 24x/menit dan TD = 170/100 mmHg.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut (International Association for the Study of Pain); onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mencegah, mengurangi, atau menghilangkan nyeri. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan komprehensif yang dimulai dari pengkajian nyeri yang komprehensif menggunakan skala yang valid, pemberian analgesik sesuai protokol dan evaluasi efektivitasnya, serta penerapan berbagai teknik non-farmakologis. Teknik non-farmakologis meliputi terapi distraksi seperti mendengarkan musik atau menonton televisi, relaksasi napas dalam, imajinasi terbimbing, dan terapi dingin atau panas sesuai indikasi. Selain itu, perawat juga mengedukasi pasien tentang penggunaan skala nyeri, pentingnya melaporkan nyeri, dan teknik manajemen nyeri mandiri. Lingkungan yang nyaman dan mendukung, serta reposisi atau pemindahan posisi pasien secara teratur juga merupakan bagian integral dari intervensi ini. Tujuan akhirnya adalah untuk mencapai tingkat nyeri yang dapat ditoleransi oleh pasien, meningkatkan kenyamanan, dan memungkinkan partisipasi dalam aktivitas perawatan diri dan pemulihan.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mencegah, mengurangi, atau menghilangkan nyeri. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup penurunan skala nyeri yang dilaporkan pasien (misalnya, dari skala 9 menjadi ≤3), penurunan tanda-tanda perilaku nyeri (seperti wajah meringis, gelisah, atau menangis), dan penurunan tanda-tanda fisiologis nyeri (seperti takikardia, hipertensi, takipnea). Pasien mampu mendemonstrasikan teknik non-farmakologis untuk mengatasi nyeri, seperti latihan napas dalam. Pasien juga melaporkan peningkatan periode istirahat dan tidur, serta menunjukkan kemampuan untuk berpartisipasi dalam aktivitas yang direncanakan sesuai tingkat toleransi. Ekspresi wajah pasien tampak rileks, dan pasien menyatakan pemahaman tentang rencana manajemen nyeri. Hasil yang optimal adalah ketika nyeri terkontrol dengan baik tanpa menyebabkan efek sedasi yang berlebihan dari obat analgesik.
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Cukupan darah yang dipompa oleh jantung tidak memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Manajemen Curah Jantung: Tindakan untuk mengoptimalkan kontraktilitas jantung, menurunkan beban kerja jantung, dan meningkatkan perfusi jaringan. Intervensi ini meliputi pemantauan ketat tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan), status hemodinamik (jika tersedia), dan oksimetri nadi secara berkelanjutan. Perawat memastikan pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%. Pemberian obat-obatan seperti nitrat, penyekat beta, analgesik, dan diuretik sesuai resep diawasi dengan cermat, termasuk respons dan efek sampingnya. Aktivitas pasien dibatasi (tirah baring) untuk mengurangi konsumsi oksigen miokard, dengan perawatan diri dibantu sesuai kebutuhan. Asupan dan haluaran cairan dipantau ketat untuk mencegah overload. Pasien dan keluarga diedukasi tentang pentingnya pembatasan aktivitas, diet rendah garam dan rendah lemak, serta tanda-tanda memburuknya kondisi seperti sesak napas, nyeri dada bertambah, atau edema. Tujuannya adalah untuk menstabilkan kondisi hemodinamik, mencegah komplikasi lebih lanjut seperti syok kardiogenik atau gagal jantung, dan mendukung proses penyembuhan miokard.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Manajemen Curah Jantung: Tindakan untuk mengoptimalkan kontraktilitas jantung, menurunkan beban kerja jantung, dan meningkatkan perfusi jaringan. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien (tekanan darah mendekati normal, nadi teratur, frekuensi pernapasan normal), saturasi oksigen >95%, dan kulit hangat/kering. Pasien menunjukkan penurunan atau tidak adanya gejala penurunan curah jantung seperti nyeri dada (angina), dispnea, kelelahan ekstrem, atau sinkop. Output urin adekuat (>0,5 mL/kg/jam), dan tidak terdapat tanda overload cairan (edema, ronki paru). Pasien mampu berpartisipasi dalam aktivitas tanpa mengalami distress pernapasan atau nyeri dada. EKG menunjukkan tidak ada aritmia baru yang signifikan atau iskemia yang memburuk. Pasien dan keluarga memahami pembatasan aktivitas dan rencana pengobatan.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: D.0022
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan tekanan darah sistolik dan/atau diastolik yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.09003
Deskripsi : Pemantauan Tekanan Darah: Tindakan pengumpulan dan interpretasi data tekanan darah sistolik dan diastolik. Intervensi ini mencakup pengukuran tekanan darah yang akurat dan teratur dengan teknik yang benar (posisi pasien, ukuran manset yang tepat, dan lingkungan yang tenang). Perawat memantau tren tekanan darah, mengidentifikasi pola (misalnya, hipertensi persisten atau hipotensi), dan segera melaporkan penyimpangan yang signifikan dari rentang target. Pemantauan juga meliputi observasi tanda dan gejala yang terkait dengan ketidakstabilan tekanan darah seperti sakit kepala, pusing, penglihatan kabur, mual, atau kelemahan. Perawat mengevaluasi respons tekanan darah terhadap aktivitas, obat-obatan (seperti antihipertensi, nitrat, analgesik), dan prosedur. Edukasi diberikan kepada pasien tentang pentingnya pemantauan tekanan darah, faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan kapan harus melaporkan gejala. Dokumentasi yang lengkap dan akurat sangat penting untuk evaluasi berkelanjutan.
Kode SIKI: I.09003
Deskripsi : Pemantauan Tekanan Darah: Tindakan pengumpulan dan interpretasi data tekanan darah sistolik dan diastolik. Kriteria hasil yang diharapkan adalah tekanan darah terkontrol dalam rentang target yang ditetapkan (misalnya, sistolik <140 mmHg dan diastolik <90 mmHg untuk kasus ini, atau sesuai target individu). Tekanan darah diukur dan dicatat secara teratur dengan teknik yang tepat. Perawat dapat mengidentifikasi dan melaporkan secara tepat waktu setiap perubahan tekanan darah yang signifikan atau berbahaya. Pasien bebas dari gejala yang terkait dengan hipertensi berat atau hipotensi. Data tekanan darah digunakan secara efektif untuk mengevaluasi respons terhadap terapi dan membuat keputusan klinis. Pasien menunjukkan pemahaman tentang pentingnya pemantauan tekanan darah dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya.
Article No. 23368 | 21 Dec 2025
Klinis : Tn. X (50 tahun) dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnose medis : AMI. Data yang didapatkan dari hasil pengkajian Tn. T mengalami nyeri dada sebelah kiri dengan skala 9. Nyeri seperti tertekan dan akan bertambah jika beraktivitas. Pada pemeriksaan EKG terdapat adanya segmen S-T elevasi. Menurut Tn. T sebelumnya juga memiliki riwayat penyakit jantung. TTV : 37 0C, nadi 88 x/menit, RR = 24x/menit dan TD = 170/100 mmHg.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mencegah, mengurangi, atau menghilangkan rasa sakit. Pada kasus Tn. X dengan Acute Myocardial Infarction (AMI) yang mengalami nyeri dada hebat (skala 9), SLKI ini menjadi fokus utama. Intervensi keperawatan diarahkan untuk mencapai kriteria hasil, yaitu: pasien melaporkan nyeri berkurang atau hilang (skala nyeri menurun signifikan, misalnya ke skala ≤3), menunjukkan tanda-tanda vital dalam rentang normal atau mendekati normal (TD turun dari 170/100 mmHg, nadi dan RR stabil), mampu menunjukkan teknik relaksasi untuk mengatasi nyeri, serta tidak menunjukkan perilaku nonverbal yang mengindikasikan nyeri (seperti meringis, gelisah, atau memegang dada). Pencapaian SLKI ini sangat krusial karena nyeri pada AMI bukan hanya gejala tetapi juga indikator beban kerja jantung dan risiko perluasan infark. Pengendalian nyeri yang efektif akan mengurangi respons stres simpatis (seperti takikardia dan hipertensi) yang dapat memperberat kerja jantung dan konsumsi oksigen miokard.
Kode SIKI: I.08079
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Tindakan spesifik yang dilakukan perawat untuk mencapai kontrol nyeri pada Tn. X. Intervensi ini bersifat komprehensif dan sistematis. Pertama, Pengkajian Nyeri secara komprehensif menggunakan metode PQRST (Provocation/Palliation, Quality, Region/Radiation, Severity, Time) untuk mendokumentasikan karakteristik nyeri "seperti tertekan" yang bertambah dengan aktivitas. Kedua, Pemberian Analgesik sesuai instruksi dokter (biasanya nitrogliserin, morfin) dengan memantau efek terapinya dan efek samping seperti hipotensi atau depresi pernapasan. Ketiga, Terapi Oksigen untuk memenuhi kebutuhan oksigen miokard dan mengurangi iskemia yang mendasari nyeri. Keempat, Istirahat Fisik dan Emosional dengan membatasi aktivitas, menciptakan lingkungan tenang, dan membantu pasien dalam aktivitas perawatan diri untuk mencegah peningkatan nyeri. Kelima, Edukasi dan Dukungan Psikologis dengan menjelaskan penyebab nyeri, pentingnya melaporkan nyeri, serta mengajarkan teknik distraksi atau relaksasi napas dalam untuk meningkatkan rasa kontrol diri. Keenam, Pemantauan Ketat respons terhadap terapi, termasuk pemantauan EKG berkelanjutan untuk melihat resolusi elevasi segmen ST dan pemantauan tanda-tanda vital untuk mendeteksi komplikasi. Implementasi SIKI ini harus didokumentasikan dengan baik untuk mengevaluasi efektivitas intervensi dan pencapaian SLKI. Pendekatan holistik ini tidak hanya menargetkan sensasi nyeri tetapi juga faktor-faktor yang memperberatnya, seperti kecemasan dan peningkatan aktivitas, sehingga mendukung proses penyembuhan dan mencegah kerusakan miokard lebih lanjut.
Article No. 23369 | 21 Dec 2025
Klinis : Tn. X (50 tahun) dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnose medis : AMI. Data yang didapatkan dari hasil pengkajian Tn. T mengalami nyeri dada sebelah kiri dengan skala 9. Nyeri seperti tertekan dan akan bertambah jika beraktivitas. Pada pemeriksaan EKG terdapat adanya segmen S-T elevasi. Menurut Tn. T sebelumnya juga memiliki riwayat penyakit jantung. TTV : 37 0C, nadi 88 x/menit, RR = 24x/menit dan TD = 170/100 mmHg.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Infark Miokard Akut dengan elevasi segmen ST (STEMI)
Kode ICD-10: I21.3
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan Infark Miokard Akut (AMI) atau serangan jantung yang ditandai dengan elevasi segmen ST pada pemeriksaan elektrokardiogram (EKG). Pada pasien Tn. X, gejala khas berupa nyeri dada kiri hebat (skala 9) yang terasa seperti tertekan dan memberat dengan aktivitas, disertai riwayat penyakit jantung sebelumnya dan tanda-tanda vital yang menunjukkan hipertensi, sangat konsisten dengan diagnosis ini. Kode I21.3 secara spesifik mengacu pada "Infark miokard akut transmural anterior dinding inferior yang tidak ditentukan", yang merupakan salah satu bentuk STEMI. Kode ini berada dalam bab "Penyakit Sistem Sirkulasi" (I00-I99) dan blok "Penyakit jantung iskemik" (I20-I25). STEMI terjadi akibat penyumbatan total arteri koroner yang menyebabkan kerusakan otot jantung (miokard) yang meluas hingga seluruh ketebalan dinding jantung (transmural). Elevasi segmen ST pada EKG adalah penanda kritis yang membedakannya dari jenis serangan jantung lainnya (seperti NSTEMI) dan memerlukan penanganan reperfusi darurat (seperti kateterisasi jantung primer) untuk membuka kembali pembuluh darah yang tersumbat guna meminimalkan kerusakan otot jantung dan mencegah komplikasi fatal seperti gagal jantung atau aritmia.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23370 | 21 Dec 2025
Klinis : Tn. X (50 tahun) dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnose medis : AMI. Data yang didapatkan dari hasil pengkajian Tn. T mengalami nyeri dada sebelah kiri dengan skala 9. Nyeri seperti tertekan dan akan bertambah jika beraktivitas. Pada pemeriksaan EKG terdapat adanya segmen S-T elevasi. Menurut Tn. T sebelumnya juga memiliki riwayat penyakit jantung. TTV : 37 0C, nadi 88 x/menit, RR = 24x/menit dan TD = 170/100 mmHg.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI L.08001 berfokus pada upaya untuk mengendalikan nyeri yang dialami oleh pasien. Tujuan akhirnya adalah agar nyeri pasien dapat teratasi, yang ditandai dengan kriteria hasil seperti: pasien mampu melaporkan berkurangnya atau hilangnya nyeri, menunjukkan perilaku yang sesuai (tidak gelisah, dapat beristirahat), tanda-tanda vital dalam rentang normal yang diharapkan, serta mampu menggunakan teknik non-farmakologis untuk mengatasi nyeri. Dalam konteks Tn. X, tujuan spesifiknya adalah menurunkan skala nyeri dari 9 ke tingkat yang lebih rendah (misalnya ≤ 3) atau hingga nyeri hilang, menurunkan tekanan darah dari 170/100 mmHg mendekati normal, dan mengurangi frekuensi pernapasan dari 24x/menit.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : SIKI I.08001 mencakup serangkaian intervensi keperawatan komprehensif untuk menangani nyeri akut. Intervensi dimulai dengan pengkajian menyeluruh: menilai karakteristik nyeri (lokasi kiri dada, kualitas seperti tertekan, skala 9, pemicu aktivitas), memantau tanda-tanda fisiologis respons terhadap nyeri (seperti peningkatan TD, RR, dan nadi), serta mengevaluasi faktor psikologis seperti kecemasan. Intervensi farmakologis menjadi prioritas utama pada kondisi AMI, yaitu pemberian obat analgesik (seperti nitrogliserin, morfin) sesuai protokol dan resep dokter dengan memantau efek serta efek sampingnya. Secara paralel, perawat melakukan intervensi non-farmakologis seperti menciptakan lingkungan yang tenang, membantu posisi yang nyaman (biasanya semi-Fowler), dan memberikan edukasi untuk menghindari aktivitas yang memicu nyeri (seperti mengejan). Intervensi penting lainnya adalah memberikan dukungan emosional dan penjelasan tentang prosedur untuk mengurangi kecemasan yang dapat memperberat persepsi nyeri. Perawat juga akan memantau efektivitas intervensi dengan menilai kembali skala nyeri dan TTV secara berkala, serta mengobservasi respons EKG (seperti perubahan segmen ST) setelah intervensi. Dokumentasi yang akurat mengenai semua aspek ini juga merupakan bagian integral dari intervensi keperawatan.
Article No. 23371 | 21 Dec 2025
Klinis : 2. Ketidaknyamanan Perut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketidaknyamanan Perut
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman subjektif dari sensasi tidak menyenangkan atau menyakitkan di daerah abdomen yang dilaporkan oleh individu.
Kode SLKI: L.03116
Deskripsi : Nyeri perut terkontrol. Kriteria hasil: 1) Melaporkan nyeri perut berkurang atau hilang. 2) Mengungkapkan faktor penyebab dan cara mengatasi nyeri perut. 3) Ekspresi wajah rileks. 4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 5) Dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan.
Kode SIKI: I.01280
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif meliputi: lokasi, intensitas (skala 0-10), karakteristik, durasi, faktor pencetus, dan faktor yang memperberat atau meringankan. 2) Observasi tanda-tanda non-verbal ketidaknyamanan (gelisah, wajah meringis, postur melindungi perut). 3) Monitor tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan) sebagai indikator respons fisiologis terhadap nyeri. 4) Ajarkan dan anjurkan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri: relaksasi napas dalam, distraksi (misalnya mendengarkan musik), kompres hangat atau dingin pada abdomen sesuai indikasi. 5) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep dokter, evaluasi efektivitas dan efek sampingnya. 6) Atur posisi yang nyaman untuk pasien, seperti semi-Fowler atau sesuai keinginan pasien. 7) Lakukan manajemen lingkungan yang tenang dan nyaman. 8) Anjurkan diet sesuai penyebab ketidaknyamanan (misalnya makanan lunak, hindari makanan pedas, berminyak, atau penghasil gas berlebih). 9) Anjurkan intake cairan yang adekuat jika tidak ada kontraindikasi. 10) Ajarkan pada pasien dan keluarga tentang penyebab nyeri, cara penilaian, dan tindakan penanganan yang dilakukan. 11) Lakukan edukasi mengenai kapan harus mencari bantuan medis jika nyeri bertambah berat atau disertai gejala bahaya (misalnya muntah darah, BAB hitam, demam tinggi).
Article No. 23372 | 21 Dec 2025
Klinis : Ketidaknyamanan Perut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketidaknyamanan Perut
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Kemampuan untuk mengendalikan, mengurangi, atau mentoleransi rasa sakit yang dialami. SLKI ini diukur dengan kriteria hasil seperti: pasien mampu melaporkan penurunan intensitas nyeri (skala 0-10), mampu mendemonstrasikan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri (misalnya, relaksasi, distraksi), mampu mengidentifikasi faktor pemicu dan penghambat nyeri, serta menunjukkan tanda-tanda fisiologis dan perilaku yang menurun (seperti ekspresi wajah tegang, gelisah, atau takikardia). Tujuan akhirnya adalah pasien mencapai tingkat kenyamanan yang dapat diterima dan fungsi aktivitas sehari-hari membaik. Perawat menilai pencapaian ini melalui observasi, wawancara, dan penggunaan alat ukur nyeri yang valid.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Intervensi keperawatan yang komprehensif untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. SIKI ini mencakup serangkaian tindakan sistematis: 1) Melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif (PQRST: Provokasi, Kualitas, Radiasi, Skala, Waktu), termasuk lokasi, durasi, dan karakteristik nyeri perut. 2) Mengajarkan dan membantu pasien menggunakan teknik nonfarmakologis seperti napas dalam, relaksasi progresif, distraksi (misalnya mendengarkan musik), terapi panas/dingin pada abdomen jika sesuai, serta posisi yang nyaman (misalnya posisi miring dengan lutut ditekuk). 3) Melakukan kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian analgesik sesuai resep, memantau efektivitas dan efek sampingnya. 4) Mengatur lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung istirahat. 5) Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang penyebab nyeri perut, rencana pengobatan, dan teknik penatalaksanaan nyeri di rumah. 6) Memantau tanda-tanda vital dan respons pasien terhadap intervensi yang diberikan. 7) Melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap skala nyeri dan penyesuaian intervensi berdasarkan respon pasien. Prinsip dasarnya adalah pendekatan multimodal, menggabungkan metode farmakologis dan nonfarmakologis, dengan partisipasi aktif pasien dalam manajemen nyerinya sendiri.
Article No. 23353 | 20 Dec 2025
Klinis : pasien bayi dengan ikterik neonatus dalam terapi fototerapi dan diselingi pemberian ASI, hal ini bisa menyebabkan ekskresi urine dan feses meningkat, maka dx kep risiko gangguan integrtas kulit dengan luaran integritas kulit, hanya intervensi yang cocok apa dengan tindakan yang aku telah lakukan adalah mengganti popok dan membersihkan area genitalia bayi dari urine dan feses
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Integritas Kulit
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Risiko kerusakan epidermis dan/atau dermis.
Kode SLKI: 1101
Deskripsi : Integritas Kulit. Luaran yang diharapkan adalah integritas kulit klien membaik, dipertahankan, atau tidak memburuk. Kriteria luaran mencakup: 1) Kulit utuh tanpa kemerahan, 2) Tidak ada lecet, 3) Tidak ada luka, 4) Tidak ada tanda-tanda infeksi (seperti pus, kemerahan, bengkak, nyeri, demam), 5) Kulit bersih dan kering, 6) Turgor kulit baik (kembali dalam < 3 detik). Dalam konteks bayi dengan ikterik yang menjalani fototerapi dan peningkatan frekuensi BAK/BAB, fokus luaran adalah pada kemampuan mempertahankan kulit area popok (genitalia, pantat, paha) tetap utuh, bersih, dan kering meskipun terpapar faktor risiko yang meningkat. Pemantauan ketat terhadap area tersebut untuk mendeteksi dini tanda-tanda kemerahan (diaper rash) atau lecet sangat penting sebagai indikator keberhasilan pencegahan.
Kode SIKI: 3400
Deskripsi : Perawatan Inkontinensia. Intervensi ini sangat cocok dengan tindakan yang telah Anda lakukan (mengganti popok dan membersihkan area genitalia). Deskripsi intervensinya adalah: Manajemen terhadap klien yang mengalami atau berisiko mengalami inkontinensia urine dan/atau feses untuk mempertahankan integritas kulit dan kebersihan diri. Aktivitas keperawatan yang direkomendasikan dalam SIKI mencakup secara spesifik: 1) Mengganti popok, pembalut, atau linen yang basah/kotor secara teratur dan segera setelah terkontaminasi. 2) Membersihkan area perineal dan genitalia dengan sabun lembut dan air, kemudian dikeringkan dengan hati-hati setelah setiap episode inkontinensia. 3) Mengoleskan pelindung kulit (seperti krim atau salve barrier seperti zinc oxide) untuk melindungi kulit dari kelembaban dan iritan. 4) Memantau kondisi kulit perineal, perianal, dan area yang terkena tekanan secara teratur untuk mendeteksi tanda-tanda kemerahan, ruam, atau kerusakan kulit. 5) Memberikan penyuluhan kepada keluarga (dalam hal ini orang tua) mengenai teknik perawatan kulit dan pentingnya menjaga kebersihan. Pada bayi ikterik yang mendapat fototerapi, intervensi ini menjadi krusial karena fototerapi dapat menyebabkan peningkatan frekuensi dan perubahan konsistensi feses (menjadi lebih encer), sementara asupan ASI yang diselingi juga meningkatkan frekuensi BAK. Kombinasi kelembaban, gesekan dari popok, dan paparan zat iritan (ammonia dari urine dan enzim dari feses) secara terus-menerus akan sangat cepat merusak kulit bayi yang masih sangat tipis dan sensitif. Tindakan mengganti popok segera dan membersihkan dengan lembut merupakan tindakan utama untuk menghilangkan sumber iritasi, mengurangi waktu kontak kulit dengan bahan iritan, dan mempertahankan lingkungan kulit yang kering. Tindakan ini secara langsung mendukung pencapaian luaran SLKI 1101 (Integritas Kulit) dengan mencegah terjadinya diaper dermatitis, yang merupakan manifestasi awal dari gangguan integritas kulit. Penerapan SIKI 3400 secara konsisten dan benar adalah kunci pencegahan yang efektif.
Article No. 23354 | 20 Dec 2025
Klinis : pasien bayi dengan ikterik neonatus dalam terapi fototerapi dan diselingi pemberian ASI, hal ini bisa menyebabkan ekskresi urine dan feses meningkat, maka dx kep risiko gangguan integrtas kulit dengan luaran integritas kulit, hanya intervensi yang cocok apa dengan tindakan yang aku telah lakukan adalah mengganti popok dan membersihkan area genitalia bayi dari urine dan feses
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Integritas Kulit
Kode SDKI: D.0011
Deskripsi Singkat: Risiko kerusakan pada epidermis dan/atau dermis.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Integritas Kulit. Luaran ini menggambarkan kondisi kulit yang utuh dan sehat. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup kulit yang bersih, kering, utuh, dengan turgor elastis, tidak ada kemerahan (eritema), lecet, luka, atau tanda-tanda kerusakan lainnya. Warna kulit seragam sesuai dengan ras dan genetik individu, serta suhu kulit hangat. Luaran ini sangat krusial pada pasien neonatus, terutama yang menjalani fototerapi dan memiliki peningkatan ekskresi, karena kulit bayi baru lahir sangat tipis, sensitif, dan rentan terhadap iritasi serta kehilangan panas. Pemantauan terhadap integritas kulit menjadi indikator utama keberhasilan pencegahan komplikasi seperti ruam popok dan maserasi.
Kode SIKI: I.09106
Deskripsi : Perawatan Inkontinensia. Intervensi ini secara khusus dirancang untuk mencegah atau menangani komplikasi kulit akibat paparan urine dan feses, yang sangat relevan dengan kondisi bayi ikterik yang menjalani fototerapi dengan peningkatan ekskresi. Tindakan inti dari intervensi ini mencakup penggantian popok yang sering dan tepat waktu, serta pembersihan area genitalia dan perianal secara menyeluruh namun lembut. Penjelasan mendalam tentang intervensi ini adalah sebagai berikut: Tujuan utama adalah mempertahankan keutuhan kulit dengan meminimalkan waktu kontak antara kulit dengan zat iritan (urin dan feses). Urin yang mengandung urea dapat dipecah oleh bakteri menjadi amonia yang bersifat iritatif dan meningkatkan pH kulit, sementara enzim proteolitik dan lipolitik dalam feses dapat langsung merusak lapisan kulit. Kombinasi kelembaban, peningkatan pH, dan gesekan dari popok menciptakan lingkungan ideal untuk terjadinya ruam popok (diaper dermatitis) dan maserasi. Intervensi yang Anda lakukan, yaitu mengganti popok dan membersihkan area genitalia, adalah tindakan definitif dan esensial dari intervensi I.09106. Prosedurnya harus dilakukan dengan teknik yang tepat: membersihkan menggunakan air hangat dan kapas lembut atau waslap, dengan gerakan dari depan ke belakang (terutama pada bayi perempuan) untuk mencegah kontaminasi fecal ke area urethra. Pengeringan harus dilakukan dengan menepuk-nepuk (bukan menggosok) kulit hingga benar-benar kering sebelum mengaplikasikan barrier cream atau salep pelindung (seperti yang mengandung zinc oxide) untuk membentuk lapisan pelindung. Pemilihan popok yang sangat menyerap dan berukuran pas juga merupakan bagian dari intervensi ini. Pada konteks fototerapi, intervensi ini menjadi lebih sering karena efek diuretik dari terapi cahaya dan peningkatan motilitas usus akibat peningkatan bilirubin yang dikonjugasi yang diekskresikan. Oleh karena itu, perawat harus proaktif dalam memeriksa popok secara berkala, tidak menunggu hingga penuh. Intervensi ini juga mencakup edukasi kepada orang tua tentang teknik perawatan kulit yang benar selama dan setelah fototerapi, serta observasi ketat terhadap tanda-tanda awal kemerahan atau iritasi. Dengan menerapkan I.09106 secara konsisten dan teliti, risiko gangguan integritas kulit (D.0011) dapat diminimalkan, sehingga luaran integritas kulit yang utuh (L.09001) dapat tercapai dan kenyamanan bayi selama terapi dapat terjaga.
Article No. 23355 | 20 Dec 2025
Klinis : Mual muntah hebat, mata cekung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Mual Muntah Hebat dengan Tanda Dehidrasi (Mata Cekung)
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Keseimbangan Cairan
Kode SIKI: 2001
Deskripsi : Pemantauan Cairan
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI): Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan (Kode 0006)
Definisi: Kondisi individu yang berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular. Pada kasus pasien dengan mual muntah hebat dan mata cekung, risiko ini telah menjadi masalah aktual. Muntah yang hebat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit (seperti natrium, kalium, klorida) secara signifikan dari saluran cerna. Mata cekung (sunken eyes) merupakan tanda klinis dehidrasi yang jelas, menunjukkan kehilangan cairan interstitial. Oleh karena itu, meskipun kode SDKI 0006 secara harfiah "risiko", dalam konteks ini manifestasi sudah nyata sehingga diagnosa dapat dianggap sebagai "Ketidakseimbangan Volume Cairan: Defisit". Fokus perawat adalah mengidentifikasi penyebab, tingkat keparahan defisit cairan, dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti syok hipovolemik, gangguan elektrolit, atau gagal ginjal akut.
Luaran Keperawatan (SLKI): Keseimbangan Cairan (Kode 1401)
Definisi: Status keseimbangan antara asupan dan haluaran cairan tubuh. Luaran yang diharapkan untuk pasien ini adalah tercapainya keseimbangan cairan yang ditandai dengan tanda-tanda vital dalam rentang normal (nadi dan tekanan darah stabil), turgor kulit membaik, mata tidak cekung lagi, membran mukosa lembab, dan haluaran urine adekuat (>0.5 mL/kgBB/jam). SLKI ini menjadi tujuan dari intervensi keperawatan yang diberikan. Perawat akan memantau parameter-parameter tersebut secara berkala untuk mengevaluasi keberhasilan intervensi dan perkembangan kondisi pasien. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa defisit volume cairan telah teratasi dan homeostasis tubuh kembali pulih.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Pemantauan Cairan (Kode 2001)
Definisi: Pengumpulan dan analisis informasi tentang status cairan tubuh untuk mencegah atau mengelola ketidakseimbangan. Intervensi ini adalah tindakan utama untuk menangani kondisi pasien. Aktivitasnya meliputi: 1) Pengukuran tanda-tanda vital secara ketat (nadi, tekanan darah, pernapasan, suhu) untuk mendeteksi tanda hipovolemia (seperti takikardia, hipotensi). 2) Pemantauan ketat asupan dan haluaran cairan (balance cairan) dengan mencatat semua yang masuk (minum, infus) dan yang keluar (muntah, urine, diarrhoea jika ada). 3) Penilaian tanda-tanda klinis dehidrasi seperti turgor kulit, kelembaban membran mukosa, dan kepadatan mata (mata cekung). 4) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium seperti hematokrit (biasanya meningkat pada dehidrasi), elektrolit (natrium, kalium), ureum, dan kreatinin. 5) Pemberian terapi cairan sesuai instruksi dokter, baik secara oral (jika sudah bisa ditoleransi) maupun intravena, dengan kecepatan yang tepat. 6) Memposisikan pasien dengan nyaman dan aman untuk mencegah cedera selama muntah. 7) Kolaborasi pemberian obat antiemetik untuk mengendalikan mual dan muntah. 8) Edukasi pada pasien/keluarga tentang pentingnya rehidrasi dan tanda-tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai. Pemantauan yang cermat dan terus-menerus sangat penting untuk menilai respons terapi dan mencegah komplikasi.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280