Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 4042 | 30 Oct 2024
Klinis : Pasien anak perempuan, usia 5 tahun, mengalami demam tinggi selama 3 hari, ruam merah di kulit, bintik Koplik di mukosa mulut, batuk kering, dan mata merah. Hasil pemeriksaan menunjukkan kemungkinan campak.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan analisis diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien anak perempuan usia 5 tahun yang mengalami gejala kemungkinan penyakit campak.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Infeksi Terkait Penyakit Campak
- Penjelasan: Pasien anak usia 5 tahun mengalami demam tinggi, ruam merah di kulit, bintik Koplik di mukosa mulut, batuk kering, dan mata merah, yang merupakan gejala-gejala khas penyakit campak. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi lebih lanjut.
2. Intoleransi Aktivitas Terkait Demam dan Kelemahan
- Penjelisan: Pasien mengalami demam tinggi yang dapat menyebabkan kelemahan dan penurunan toleransi terhadap aktivitas.
3. Nyeri Akut Terkait Gejala Penyakit Campak
- Penjelasan: Pasien dapat mengalami nyeri akut yang berhubungan dengan gejala penyakit campak, seperti ruam merah di kulit dan peradangan pada mata.
Penjelasan Singkat Berdasarkan Standar SDKI, SLKI, dan SIKI:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
1. Risiko Infeksi: Keadaan rentan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat mengganggu kesehatan.
2. Intoleransi Aktivitas: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diinginkan atau diperlukan.
3. Nyeri Akut: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Bebas Infeksi: Pasien terbebas dari infeksi.
2. Toleransi Aktivitas Meningkat: Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
3. Nyeri Terkendali: Pasien mampu mengontrol nyeri yang dirasakan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Infeksi: Upaya perlindungan terhadap infeksi dengan mencegah, mengendalikan, dan mengobati.
2. Manajemen Aktivitas: Upaya untuk mempertahankan atau meningkatkan toleransi aktivitas.
3. Manajemen Nyeri: Upaya untuk mengidentifikasi dan mengurangi faktor penyebab nyeri serta meningkatkan kemampuan pasien dalam mengatasi nyeri. -
Article No. 4043 | 30 Oct 2024
Klinis : Pasien H umur 63 tahun dibawa keluarganya masuk rumah sakit. Dengan riwayat perokok, tidak dapat berbicara, dan kesulitan menelan makanan dan minuman. Catatan klinis hemiparesis sinistra.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan informasi yang diberikan, pasien H, seorang laki-laki berusia 63 tahun, dengan riwayat perokok, tidak dapat berbicara, kesulitan menelan makanan dan minuman, serta catatan klinis hemiparesis sinistra (kelumpuhan setengah badan sebelah kiri), maka dapat ditentukan diagnosis dan kode ICD-10 sebagai berikut:
1. Kode ICD-10:
- Kode: I69.351
- Deskripsi: Hemiplegia dan hemiparesis yang mengikuti stroke, yang memengaruhi anggota gerak tidak dominan, dengan gangguan menelan
Penjelasan:
- Kode I69.351 menggambarkan kondisi hemiparesis (kelumpuhan setengah badan) yang disebabkan oleh stroke sebelumnya, yang memengaruhi anggota gerak yang tidak dominan (dalam kasus ini, sisi kiri), disertai dengan gangguan menelan.
- Pasien memiliki riwayat perokok, yang merupakan salah satu faktor risiko stroke. Kondisi tidak dapat berbicara dan kesulitan menelan makanan dan minuman juga sesuai dengan gejala hemiparesis akibat stroke.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: Tidak ada kode spesifik prosedur medis yang tercantum.
- Deskripsi: Tidak ada prosedur medis yang dijelaskan dalam kasus ini.
Dalam kasus ini, tidak disebutkan adanya prosedur atau tindakan medis spesifik yang dilakukan. Fokus utama adalah pada diagnosis hemiparesis sinistra akibat stroke sebelumnya, disertai dengan gangguan menelan. -
Article No. 4044 | 30 Oct 2024
Klinis : Pasien H umur 63 tahun dibawa keluarganya masuk rumah sakit. Dengan riwayat perokok, tidak dapat berbicara, dan kesulitan menelan makanan dan minuman. Catatan klinis hemiparesis sinistra.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi pasien H yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Komunikasi Verbal berhubungan dengan hemiparesis sinistra.
2. Risiko Aspirasi berhubungan dengan kesulitan menelan.
Penjelasan Singkat:
1. Gangguan Komunikasi Verbal berhubungan dengan hemiparesis sinistra:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Gangguan dalam kemampuan menggunakan atau memahami bahasa lisan.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Pasien dapat berkomunikasi dengan efektif secara verbal.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini meliputi terapi wicara, penggunaan alat bantu komunikasi, dan latihan berbicara.
2. Risiko Aspirasi berhubungan dengan kesulitan menelan:
- SDKI: Risiko terjadinya masuknya cairan, makanan, atau benda asing ke dalam saluran pernapasan.
- SLKI: Pasien tidak mengalami episode aspirasi.
- SIKI: Intervensi yang dapat dilakukan meliputi evaluasi kemampuan menelan, pengaturan posisi makan, modifikasi makanan dan minuman, serta konsultasi dengan ahli gizi atau terapis menelan.
Dalam kasus ini, pasien H memiliki riwayat perokok, tidak dapat berbicara, dan kesulitan menelan makanan dan minuman akibat hemiparesis sinistra. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Gangguan Komunikasi Verbal dan Risiko Aspirasi. Perawat dapat memberikan intervensi sesuai dengan SDKI, SLKI, dan SIKI untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dan membantu pasien mencapai luaran yang diharapkan. -
Article No. 4045 | 30 Oct 2024
Klinis : Pasien H umur 63 tahun dibawa keluarganya masuk rumah sakit. Dengan riwayat perokok, kesulitan menelan makanan dan minuman. Terpasang NGT. Catatan klinis hemiparesis sinistra.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, sebagai seorang perawat yang berpengalaman, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat dari SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang dialami oleh pasien H.
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Komunikasi Verbal berhubungan dengan kelemahan motorik akibat hemiparesis sinistra.
2. Risiko Aspirasi berhubungan dengan kesulitan menelan makanan dan minuman.
3. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas berhubungan dengan penggunaan NGT.
Penjelasan Singkat:
1. Gangguan Komunikasi Verbal berhubungan dengan kelemahan motorik akibat hemiparesis sinistra.
- SDKI: Gangguan Komunikasi Verbal
- SLKI: Peningkatan Kemampuan Komunikasi
- SIKI: Terapi Wicara, Latihan Fisik, Edukasi Pasien dan Keluarga
2. Risiko Aspirasi berhubungan dengan kesulitan menelan makanan dan minuman.
- SDKI: Risiko Aspirasi
- SLKI: Pemulihan Fungsi Menelan
- SIKI: Manajemen Menelan, Terapi Gizi, Edukasi Pasien dan Keluarga
3. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas berhubungan dengan penggunaan NGT.
- SDKI: Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
- SLKI: Pemulihan Fungsi Pernapasan
- SIKI: Suction, Pemberian Oksigen, Fisioterapi Dada, Edukasi Pasien dan Keluarga
Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat akan menggunakan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) sebagai panduan dalam menetapkan diagnosa keperawatan, hasil yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan pasien. -
Article No. 4046 | 30 Oct 2024
Klinis : pasien dengan usia 45 tahun datang dengan keluhan gatal gatal diseluruh tubuh
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda gambarkan, berikut adalah contoh diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat menggunakan standar SDKI - SLKI - SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Integritas Kulit
Penjelasan:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Gangguan Integritas Kulit adalah kerusakan pada epidermis, dermis, atau lapisan kulit yang mempengaruhi struktur dan fungsi kulit.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Luaran yang diharapkan adalah pemulihan integritas kulit, bebas dari gejala dan komplikasi.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi yang dapat dilakukan antara lain perawatan kulit, manajemen gejala, dan edukasi terkait perawatan kulit.
Pasien dengan usia 45 tahun yang mengeluhkan gatal-gatal di seluruh tubuh kemungkinan mengalami Gangguan Integritas Kulit. Perawat perlu melakukan pengkajian yang komprehensif untuk mengidentifikasi penyebab dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Selanjutnya, perawat dapat merencanakan intervensi yang sesuai untuk mengatasi masalah tersebut, seperti perawatan kulit, manajemen gejala, dan edukasi untuk mencapai pemulihan integritas kulit.
Sebagai seorang perawat dengan persona pakar, Anda dapat menjelaskan lebih rinci tentang diagnosa keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi yang dapat dilakukan sesuai dengan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia. -
Article No. 4047 | 30 Oct 2024
Klinis : pasien dengan usia 45 tahun datang dengan keluhan kram dan kebas pada kaki dan betis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Perfusi Perifer Berhubungan dengan Penurunan Aliran Darah Perifer
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Gangguan Perfusi Perifer adalah keadaan berkurangnya aliran darah ke satu atau lebih bagian tubuh yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen dan nutrisi pada jaringan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari diagnosa ini adalah:
1. Perfusi jaringan perifer membaik
2. Sensasi kaki dan betis membaik
3. Integritas kulit terpelihara
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi yang dapat dilakukan antara lain:
1. Manajemen Perfusi Perifer
2. Manajemen Nyeri
3. Perawatan Ekstremitas
Pasien dengan usia 45 tahun yang datang dengan keluhan kram dan kebas pada kaki dan betis, kemungkinan besar mengalami gangguan perfusi perifer. Perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut terkait riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang untuk dapat menegakkan diagnosa keperawatan yang tepat dan memberikan intervensi yang sesuai. -
Article No. 4048 | 30 Oct 2024
Klinis : pasien dengan usia 45 tahun datang dengan keluhan perut mulas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI - SLKI - SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang Anda sampaikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut.
- Karakteristik: Pasien mengeluhkan perut mulas, yang merupakan gejala nyeri akut.
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Nyeri akut adalah pengalaman sensori dan emosi yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut. Kriteria diagnostik nyeri akut meliputi keluhan nyeri, lokasi nyeri, durasi nyeri, karakteristik nyeri, faktor pencetus nyeri, ekspresi wajah, dan perilaku yang menunjukkan nyeri.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari penanganan nyeri akut antara lain pasien dapat melaporkan berkurangnya nyeri, mendemonstrasikan strategi pengelolaan nyeri, serta menunjukkan perilaku dan ekspresi wajah yang sesuai dengan pengurangan nyeri.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri akut meliputi pemberian analgesik, terapi relaksasi, kompres hangat/dingin, distraksi, serta edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai manajemen nyeri.
Dengan pemahaman mengenai standar SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat melakukan pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi yang komprehensif dalam mengelola masalah nyeri akut pada pasien. -
Article No. 4049 | 30 Oct 2024
Klinis : Nn. Leony, 20 tahun, dibawa ke IGD setelah tersengat listrik saat memasak menggunakan kompor listrik. Hasil pengkajian: E4M6V5, pasien mengeluh mati rasa pada tangan kanan, nadi 118x/menit, palpitasi, RR 30x/menit takipnea, TD 100/70 mmHg, SpO2 95%, CRT < 2 detik, luka bakar pada area tangan kanan, dada dan leher, terdapat pada luka area tangan, kemerahan serta kering pada luka area dada dan leher, terdapat bengkak pada area leher dan terdapat crackling sound serta krepitasi, BB 54 kg, TB 162 cm. Hasil pemeriksaan diagnostik: elektrokardiogram: PVC.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan hasil pengkajian yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan, penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi Nn. Leony:
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Ketidakstabilan Kardiovaskular berhubungan dengan paparan listrik
2. Gangguan Integritas Kulit berhubungan dengan luka bakar
3. Gangguan Pola Napas berhubungan dengan luka pada dada dan leher
Penjelasan Singkat:
1. Risiko Ketidakstabilan Kardiovaskular berhubungan dengan paparan listrik
- SDKI: Risiko Ketidakstabilan Kardiovaskular
- SLKI: Pemantauan Fungsi Kardiovaskular
- SIKI: Terapi Listrik, Manajemen Hemodinamik
2. Gangguan Integritas Kulit berhubungan dengan luka bakar
- SDKI: Gangguan Integritas Kulit
- SLKI: Perawatan Luka, Penyembuhan Luka
- SIKI: Perawatan Luka Bakar, Manajemen Cairan dan Elektrolit
3. Gangguan Pola Napas berhubungan dengan luka pada dada dan leher
- SDKI: Gangguan Pola Napas
- SLKI: Pemantauan Respirasi, Manajemen Jalan Napas
- SIKI: Terapi Oksigen, Manajemen Jalan Napas
Penjelasan singkat:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) adalah set diagnosis keperawatan yang disusun oleh PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) sebagai acuan baku.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah set luaran keperawatan yang disusun oleh PPNI sebagai acuan baku.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah set intervensi keperawatan yang disusun oleh PPNI sebagai acuan baku. -
Article No. 4050 | 30 Oct 2024
Klinis : Nn. Leony, 20 tahun, dibawa ke IGD setelah tersengat listrik saat memasak menggunakan kompor listrik. Hasil pengkajian: E4M6V5, pasien mengeluh mati rasa pada tangan kanan, nadi 118x/menit, palpitasi, RR 30x/menit takipnea, TD 100/70 mmHg, SpO2 95%, CRT < 2 detik, luka bakar pada area tangan kanan, dada dan leher, terdapat pada luka area tangan, kemerahan serta kering pada luka area dada dan leher, terdapat bengkak pada area leher dan terdapat crackling sound serta krepitasi, BB 54 kg, TB 162 cm. Hasil pemeriksaan diagnostik: elektrokardiogram: PVC.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan (SDKI):
1. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan cedera elektromekanik pada jalan napas dan dada, ditandai dengan takipnea, palpitasi, dan crackling sound/krepitasi.
- Definisi: Ketidakmampuan tubuh untuk melakukan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida secara adekuat.
- Batasan karakteristik: takipnea, palpitasi, crackling sound/krepitasi.
2. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan luka bakar elektrik, ditandai dengan luka bakar pada tangan kanan, dada, dan leher.
- Definisi: Kerusakan epidermis dan/atau dermis.
- Batasan karakteristik: luka bakar pada tangan kanan, dada, dan leher.
3. Ketidakstabilan tanda-tanda vital berhubungan dengan cedera elektromekanik, ditandai dengan nadi 118x/menit, TD 100/70 mmHg, dan SpO2 95%.
- Definisi: Perubahan nilai normal tanda-tanda vital.
- Batasan karakteristik: nadi 118x/menit, TD 100/70 mmHg, SpO2 95%.
4. Sensori persepsi terganggu (mati rasa) berhubungan dengan cedera elektromekanik, ditandai dengan mati rasa pada tangan kanan.
- Definisi: Perubahan kemampuan untuk merasakan atau menginterpretasikan stimulus.
- Batasan karakteristik: mati rasa pada tangan kanan.
Penjelasan Singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia) merupakan standar yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan atau respons klien terhadap masalah kesehatan. Diagnosa keperawatan yang ditemukan dalam kasus ini sesuai dengan SDKI.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk menentukan hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Luaran keperawatan yang dapat digunakan untuk kasus ini antara lain perbaikan pertukaran gas, perbaikan integritas kulit, stabilitas tanda-tanda vital, dan perbaikan sensasi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk menentukan tindakan keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain manajemen jalan napas, manajemen luka bakar, pemantauan tanda-tanda vital, dan manajemen sensori.
Standar-standar ini dikembangkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sebagai panduan bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas dan terstandar. -
Article No. 4052 | 30 Oct 2024
Klinis : Pasien H umur 63 tahun dibawa keluarganya masuk rumah sakit. Dengan riwayat perokok, kesulitan menelan makanan dan minuman. Terpasang NGT. Catatan klinis hemiparesis sinistra.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Pertukaran Gas
Penjelasan Singkat: Pasien mengalami gangguan dalam proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida di alveoli paru-paru, yang dapat disebabkan oleh adanya hemiparesis sinistra (kelemahan sebelah kiri). Hal ini dapat mengakibatkan penurunan ventilasi dan oksigenasi.
2. Risiko Aspirasi
Penjelasan Singkat: Pasien memiliki risiko aspirasi yang tinggi karena kesulitan menelan makanan dan minuman, serta terpasang NGT. Risiko aspirasi dapat menyebabkan infeksi paru-paru dan komplikasi lainnya.
3. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
Penjelasan Singkat: Pasien dapat mengalami ketidakefektifan bersihan jalan napas akibat adanya hemiparesis sinistra yang dapat menyebabkan gangguan pada otot-otot pernapasan dan kemampuan batuk yang tidak efektif.
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
SDKI adalah sistem klasifikasi standar untuk diagnosa keperawatan yang dikembangkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Setiap diagnosa keperawatan memiliki definisi, karakteristik, faktor-faktor yang berhubungan, dan intervensi keperawatan yang spesifik.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
SLKI adalah sistem klasifikasi standar untuk luaran/hasil keperawatan yang dikembangkan oleh PPNI. Setiap luaran keperawatan memiliki definisi, indikator, dan rentang skor yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas intervensi keperawatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
SIKI adalah sistem klasifikasi standar untuk intervensi keperawatan yang dikembangkan oleh PPNI. Setiap intervensi keperawatan memiliki definisi, aktivitas, dan rasional yang dapat digunakan sebagai panduan dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas.